Anda di halaman 1dari 197

Laporan Tahunan 2012

PT Toba Bara Sejahtra Tbk

Tumbuh dan Berkembang


Dalam Kondisi Penuh Tantangan

Daftar Isi
2 Ikhtisar Keuangan

4 Pengantar

Cadangan dan Sumber Daya Batubara

Produksi Batubara

Peristiwa Penting

12 Laporan Komisaris Utama


16 Laporan Direktur Utama
20 Pandangan Pemegang Saham Pendiri
22 Profil Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan

Entitas Anak

Lini Usaha

Strategi Usaha

Struktur Organisasi

Visi dan Misi

Profil Dewan Komisaris

Profil Direksi

Sumber Daya Manusia

Komposisi Pemegang Saham

Informasi Mengenai Pemegang Saham Mayoritas Pengendali

Uraian Singkat Entitas Anak

Kronologi Pencatatan Saham

Penghargaan dan Pengakuan

Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal

Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Anak, dan Pejabat Senior Toba Bara

Alamat Entitas Anak

38 Analisa dan Pembahasan Manajemen


Tinjauan Industri

Tinjauan Operasional

Tinjauan Keuangan

58 Tata Kelola Perusahaan


Dewan Komisaris

Komite Audit

Direksi

Internal Audit

Sekretaris Perusahaan

Hubungan Investor

Bidang Hukum

72

Tanggung Jawab Sosial Perusahaann

76 Pernyataan Pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi


77 Laporan Keuangan

PT Toba Bara Sejahtra Tbk


(Toba Bara / Perseroan)
mencatat sejarah pada tahun
2012 dengan pencatatan
sahamnya di Bursa, memiliki
komitmen yang tinggi untuk
beroperasi sebagai salah
satu produsen batubara yang
kompetitif, serta visi untuk
mengupayakan pertumbuhan
jangka panjang yang
berkesinambungan
melalui pengembangan
aset-aset batubara di
Indonesia secara terpadu.

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

16
Laporan Direktur Utama

22
Profil Perusahaan

Ikhtisar Keuangan
(Dalam Dolar Amerika Serikat / US$)

Penjualan

2012

2011

2010

396.685.875

498.190.177

274.871.750

Laba Bruto

48.150.372

190.202.268

99.836.057

Laba Operasi

21.083.331

156.532.532

77.794.711

Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan

12.003.100

115.144.894

58.148.077

3.269.250

57.639.973

858.132

0,0032

427,5325

13,6660

Aset Lancar

106.512.473

110.747.014

71.464.126

Aset Tidak Lancar

155.014.027

114.499.071

71.456.447

Total Aset

261.526.500

225.246.085

142.920.573

Liabilitas Jangka Pendek

140.537.280

122.782.483

62.354.630

Liabilitas Jangka Panjang

10.044.913

43.340.683

35.706.795

150.582.193

166.123.166

98.061.425

Total Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik


Entitas Induk
Laba per Saham

Total Liabilitas
Total Ekuitas

110.944.307

59.122.919

44.859.148

Total Liabilitas dan Ekuitas

261.526.500

225.246.085

142.920.573

Marjin Laba Bruto

12%

38%

36%

Marjin Laba Operasi

5%

31%

28%

Marjin Laba Komprehensif Tahun Berjalan

3%

23%

21%

Rasio Laba Komprehensif Tahun Berjalan terhadap Jumlah Aset

0,0

0,5

0,4

Rasio Laba Komprehensif Tahun Berjalan terhadap Jumlah Ekuitas

0,1

1,9

1,3

Rasio Lancar

0,8

0,9

1,1

Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas

1,4

2,8

2,2

Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset

0,6

0,7

0,7

Volume Produksi (dalam juta ton)


Nisbah pengupasan (x)

5,6

5,2

3,9

14,9

12,7

10,0

5,5

5,5

4,2

Volume Penjualan (dalam juta ton)

Volume Produksi (dalam juta ton)


5,6

5,2

5,6

2011

2012

3,9

2010

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

Total Aset (Juta US$)

77
Laporan Keuangan

Penjualan (Juta US$)


600,0
261,5

498,2

500,0
225,2

396,7

400,0
300,0

274,9

142,9
200,0
100,0
0

2010 2011 2012

2010 2011 2112

Laba Operasi (Juta US$)

Total Liabilitas (Juta US$)


180,0

156,5

140,0

166,1

100,0
150,6

98,1

77,8

60,0
40,0

21,1

20,0
0

2010 2011 2012

2010 2011 2112

Laba Komprehensif (Juta US$)


Total Ekuitas (Juta US$)

120

115,1

100
80
110,9
59,1
44,9

2010 2011 2012

60

58,1

40
20

12,0

2010 2011 2112

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2
Ikhtisar Keuangan

44
Pengantar
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Pengantar
Perseroan merupakan perusahaan induk dari PT Adimitra Baratama
Nusantara (ABN), PT Indomining (IM) dan PT Trisensa Mineral Utama
(TMU), tiga perusahaan batubara yang wilayah konsesinya saling
bersebelahan di
Kecamatan Sanga-Sanga, Loa Janan dan Muara
Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, di Propinsi Kalimantan Timur.
Wilayah konsesi ABN dan Indomining terletak kurang dari lima kilometer
dari dermaga milik sendiri di Delta Sungai Mahakam, yang berfungsi
sebagai akses menuju
transhipment point
di Muara Jawa dan
Muara Berau. Total wilayah konsesi ketiganya berkisar 7.087 hektar.

erdasarkan laporan JORC, cadangan batubara


Perseroan diestimasikan mencapai 147
juta ton sementara sumber daya batubara
Perseroan diestimasikan berjumlah 236 juta
ton. Cadangan dan sumber daya di wilayah
konsesi Perseroan meliputi berbagai kelas
batubara termal. Selama ini ABN memproduksi
batubara dengan nilai kalori sebesar 5.200
GAR dan 5.800 GAR. Pada tahun 2013
rencananya, lebih dari 80% produksi batubara
ABN diperkirakan memiliki nilai kalorifik diatas
5.600 GAR, sedangkan produksi batubara

di kedua tambang lainnya berkisar antara


4.700 GAR dan 5.800 GAR. Dewasa ini,
sebagian besar batubara Perseroan dijual ke
berbagai perusahaan trading batubara, yang
mengutamakan pasokan batubara mereka
ke perusahaan pembangkit tenaga listrik
di negara-negara Asia yang kurang lebih
terdistribusikan ke berbagai negara yaitu Korea
Selatan, Taiwan, Cina, India, Jepang, Malaysia
dan lain-lain. Melangkah ke depan, Perseroan
juga akan aktif memasarkan batubaranya ke
para pengguna langsung di berbagai negara.

Rekam jejak pertumbuhan yang


solid melalui peningkatan produksi.

Produsen batubara dengan biaya


operasi yang kompetitif.

Dari 2008 hingga 2012, produksi batubara oleh


ketiga entitas anak Perseroan mencatat tingkat
pertumbuhan tahunan konsolidasi sebesar 0,8
juta ton pada tahun 2008 menjadi 5,6 juta ton
di tahun 2012. Ke depan, Perseroan berencana
terus meningkatkan produksi tahunan batubara
sesuai peluang pasar. Perseroan berhasil
menambah total produksi tahunan batubara
sebesar 7,7% pada tahun 2012 ditengah kondisi
pasar batubara yang kurang kondusif. Dengan
dimulainya produksi TMU di Oktober 2011,
diperkirakan TMU akan berkontribusi lebih besar
di tahun-tahun mendatang.

Perseroan yakin bahwa lokasi ketiga


wilayah konsesi batubara yang dikuasainya
memungkinkan produksi batubara dengan biaya
yang kompetitif.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Wilayah konsesi batubara Perseroan terletak


bersebelahan satu sama lain, sehingga
Perseroan dapat mengintegrasikan joint mine
plan (perencanaan tambang terpadu) secara
bersama di ketiga wilayah konsesi. Perseroan
juga dapat
saling membandingkan antara
kontraktor penambangan, operasi penambangan,
pengendalian mutu, perencanaan pemeliharaan,
hubungan eksternal dan sumber daya manusia
di ketiga wilayah konsesinya. Berkat berbagai
sinergi, Perseroan dapat mengoptimalkan sistem
operasional secara bertahap, yang diyakini
berdampak pada skala ekonomi dan efisiensi
biaya dan juga dapat melakukan infrastructure
sharing guna menekan biaya. Dengan melakukan
infrastructure sharing, TMU dapat menggunakan
fasilitas infrastruktur IM setelah selesainya jalan
hauling pada awal semester 2 2013. Mengingat
wilayah konsesi Perseroan terletak dekat dengan
jetty dan transhipment point, Perseroan dapat
menekan biaya hauling.

Cadangan dan sumber daya besar


mendukung pertumbuhan
ke depan.
Wilayah konsesi Perseroan terbagi dalam
tahapan perkembangan yang berbeda-beda
yang memiliki potensi pertumbuhan secara
signifikan. Infrastruktur di wilayah konsesi ABN
dan Indomining telah berkembang dengan baik
dan masing-masing telah memulai produksinya
pada bulan September 2008 dan Agustus 2007.
TMU mulai berproduksi pada Oktober 2011.
Wilayah konsesi Perseroan memiliki estimasi
cadangan terbukti dan cadangan terkira JORC
masing-masing 86 juta ton dan 61 juta ton,
dengan estimasi JORC terukur, terindikasi dan
tereka masing-masing sebesar 105 juta ton, 88
juta ton dan 43 juta ton.
Perseroan berpeluang menambah jumlah
cadangan terbukti dan terkira karena baru sekitar
52% dari seluruh wilayah konsesi Perseroan yang
telah dilakukan eksplorasi sesuai standar JORC.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Major City
Jetty
Transhipment Point

Kota terdekat
berjarak kurang
dari 50 Km

Samarinda
Sungai Mahakam

Muara
Berau

Jarak Pit ke jetty


terjauh 25 Km &
terdekat 1 - 5 Km

~55 Km
(Total ~120 Km)

NDM Jetty

IM

17 Km

ABN

TMU

Kutai Energy

5 Km

Jarak yang dekat


antara jetty dan
pengapalan

IM Jetty
ABN Jetty

Selat Makasar

17 Km

Lokasi tiga
tambang yang
bersebelahan

~65 Km

Muara Jawa

Beragam kualitas batubara untuk


memenuhi kebutuhan pelanggan.

Relasi yang erat dengan pembeli


manca negara.

Dukungan yang kuat dari


pemegang saham mayoritas.

Perseroan memiliki batubara yang diakui


mutunya oleh pelanggan di pasar internasional
berkat kualitasnya yang tinggi dan pengiriman
yang handal. Cadangan batubara sebesar
147 juta ton yang beragam di ketiga wilayah
konsesi Perseroan memungkinkan produksi
berbagai kelas batubara yang sesuai dengan
spesifikasi pelanggan. Perseroan dapat
mencampur (blending) berbagai jenis batubara
di wilayah konsesinya dengan biaya yang lebih
efisien demi peningkatan nilai realisasi per ton
dan demi memenuhi kebutuhan pelanggan
yang berbeda sekaligus mengoptimalkan
pemanfaatan cadangan batubara sesuai
dengan karakteristik yang melekat pada
sumber daya batubara di masing-masing
wilayah konsesi.

Toba Bara telah menjalin hubungan yang


baik dengan trader batubara yang bereputasi
internasional antara lain Vitol, Flame, Glencore,
Peabody, Dragon Energy, Mercuria, Noble
Group dan Trafigura.

Toba Sejahtra, pemegang saham mayoritas


Toba Bara, memiliki rekam jejak yang baik
dalam hal mendapatkan aset batubara
berkualitas tinggi, memperluas operasi dan
meningkatkan produksi. Toba Sejahtra berhasil
mengembangkan aset greenfield menjadi aset
produktif di ABN. TMU merupakan perusahaan
dengan konsesi greenfield sewaktu diakuisisi
oleh Toba Bara pada 2010 dan berhasil
memulai produksi pada Oktober 2011.

Para trader batubara tersebut diatas


mempromosikan batubara Perseroan yang
sekarang diakui dan memenuhi syarat
prakualifikasi untuk memasok berbagai
pembangkit listrik besar di kawasan Asia.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2
Ikhtisar Keuangan

44
Pengantar
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Cadangan dan Sumber Daya Batubara

Berdasarkan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) terakhir,


cadangan batubara Perseroan diperkirakan mencapai 147 juta ton
sementara sumber daya batubara Perseroan diperkirakan berjumlah
236 juta ton. Cadangan dan sumber daya di wilayah konsesi Perseroan
meliputi berbagai kelas batubara termal. Nilai kalorifik batubara yang
diproduksi grup usaha Perseroan berkisar antara 4.700 GAR hingga 5.800
GAR. Saat ini, sebagian besar batubara Perseroan dijual ke berbagai
perusahaan trading ternama, namun Perseroan terus berupaya untuk
memasarkan batubara ke para pengguna langsung di beberapa negara
Asia termasuk antara lain Taiwan, India, Cina, Korea Selatan dan Jepang.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Kegiatan eksplorasi batubara di ABN dan


IM dimulai pada tahun 2006, dan di TMU
dimulai pada tahun 2008. Luas wilayah yang
telah dieksplorasi hingga akhir tahun 2012
adalah sebesar 3.685 hektar, atau baru
sekitar 52% sesuai standar JORC. Hal ini
menyiratkan bahwa Perseroan berpotensi
menambah jumlah cadangan batubara
terbukti dan terkira sesuai JORC, selain
juga mengembangkan kegiatan eksplorasi
ke berbagai wilayah konsesi yang belum
dieksplorasi.
Berdasarkan
laporan
JORC
terakhir,
Perseroan memiliki jumlah cadangan
batubara sebanyak 147 juta ton, yang terbagi
menjadi cadangan terbukti sebesar 86 juta
ton dan cadangan terkira sebesar 61 juta
ton. Perseroan juga telah menerima hasil
laporan JORC yang menyatakan bahwa
cadangan terukur adalah sebesar 105 juta
ton, cadangan terindikasi sebesar 88 juta ton,
dan cadangan tereka sebesar 43 juta ton.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Angka-angka cadangan batubara tersebut


mengindikasikan
bahwa
Perseroan
merupakan perusahaan tambang batubara
yang berhasil melakukan transisi dari proyek
greenfield menjadi aset batubara produktif
yang patut diperhitungkan.
Perseroan tidak mengandalkan pada
kegiatan eksplorasi semata untuk menambah
jumlah cadangannya. Hingga kini, Perseroan
juga telah membuktikan kepiawaiannya
dalam mengakuisisi konsesi batubara yang
kemudian berhasil dikembangkan dan
ditingkatkan produksi batubaranya dalam
waktu yang relatif singkat. Perseroan juga
terus me-review peluang-peluang yang ada
guna mengakuisisi cadangan yang potensial.

Cadangan Batubara
Terbukti

Terkira

Total Cadangan

Juta ton
ABN

70

47

117

Indomining

22

11

10

TMU

Total

86

61

147

Sumber Daya Batubara


Terukur

Terindikasi

Tereka

Total Sumber Daya

Juta ton
ABN

73

70

13

156

Indomining

24

10

37

TMU

26

43

Total

105

88

43

236

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2
Ikhtisar Keuangan

44
Pengantar
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Produksi Batubara

ABN
IM
TMU

R
CAG
65%

5,2

5,6

3,9

2,0
0,8
0,2

2007

2008

2009

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2010

2011

2012

Dalam waktu yang relatif


singkat, Perseroan berhasil
meningkatkan
volume
produksi batubara secara
signifikan, dari 0,2 juta ton
pada tahun 2007 hingga
mencapai 5,6 juta ton di
tahun 2012, dan diharapkan
akan terus meningkat di
tahun-tahun
mendatang.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Produk Batubara
TM

Ash

TS

(% GAR)

(% GAD)

(% GAD)

GAR

GAD

ABN 52

25

0,8

5.200

5.800

ABN 55 - HS

20

1,8

5.500

6.000

ABN 55 - RS

20

0,8

5.500

6.000

ABN 58

19

0,9

5.800

6.250

19

0,9

5.700

6.200

28

0,4

4.700

5.400

Concession Area

Caloric Value (kcal/kg)

ABN

IM
Indomining
TMU
Trisensa-47

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2
Ikhtisar Keuangan

44
Pengantar
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Kinerja Saham
Harga Saham

Volume Saham

2.000

2.500

1.800
1.600

2.000

1.400
1.200

1.500

1000
800

1.000

600
400

500

200
0

0
July

Agust

Sept

Okt

Kinerja Saham
JuliSeptember

OktoberDesember

Harga Tertinggi (dalam Rp)

2.200

1.480

Harga Terendah (dalam Rp)

1.350

1.060

Harga Penutupan (dalam Rp)


Volume Transaksi* (Unit)
Nilai Transaksi* (dalam Rp)

1.460

1.270

59.628.000

2.382.000

118.443.462.320

3.123.300.000

Kapitalisasi pasar per 28 Desember 2012 sebesar Rp2.556 miliar.


* Nilai kumulatif

Kebijakan Dividen
Berdasarkan hukum di Indonesia, keputusan tentang
dividen dibuat oleh pemegang saham melalui Rapat
Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Direksi.
Perseroan dapat mengumumkan pembagian dividen
setiap tahun jika memiliki penghasilan yang positif.
Sebelum berakhirnya suatu tahun buku, dividen
interim dapat dibagikan selama diperbolehkan
berdasarkan anggaran dasar dan bila pembagian
dividen interim tidak mengakibatkan jumlah aset neto
menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan
dan disetor penuh serta memperhatikan ketentuan
mengenai penyisihan cadangan wajib sebagaimana
yang dipersyaratkan dalam Undang-Undang
Perseroan Terbatas (Compulsory Reserves).
Pembagian dividen interim tersebut ditentukan oleh
Direksi setelah terlebih dahulu disetujui oleh Dewan
Komisaris.
Perseroan berencana untuk membagikan dividen
dalam bentuk uang tunai sekurang-kurangnya
sekali dalam setahun. Besarnya dividen dikaitkan
dengan laba Perseroan pada tahun buku yang
bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat

10

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Nov

Des

kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak


dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan
ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan bermaksud untuk membayarkan dividen
dalam jumlah minimum 30% dari laba berjalan
konsolidasian (setelah dikurangi kepentingan
non-pengendali dan laba komprehensif lainnya).
Perusahaan sejak tahun buku 2012 serta
memperhatikan ketentuan mengenai penyisihan
cadangan wajib sebagaimana yang dipersyaratkan
dalam UU PT. Jumlah dividen yang akan dibagikan
Perseroan tergantung pada arus kas, rencana
investasi, kondisi likuiditas, prospek masa depan
bisnis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan
oleh Direksi serta ketentuan pembatasan mengenai
pembayaran dividen berdasarkan perjanjian terkait.
Pemegang saham pada tanggal pencatatan yang
berlaku berhak atas sejumlah penuh dividen yang
disetujui, dan dapat dikenai pajak penghasilan yang
berlaku di Indonesia. Dividen yang diterima oleh
seorang pemegang saham asing akan dikenai pajak
penghasilan Indonesia maksimum sebesar 20%.
Kebijakan dividen Perseroan adalah sebuah
pernyataan dari maksud saat ini dan tidak mengikat
secara hukum karena kebijakan tersebut bergantung
pada adanya perubahan pada kebijaksanaan Direksi.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Peristiwa Penting 2012

Juni
Perseroan melakukan paparan
publik sebagai bagian
dari
serangkaian kegiatan pengenalan
Perseroan kepada masyarakat
menjelang Penawaran Umum
Saham Perdana pada tahun yang
dilaporkan. (11 Juni)

Juni

Bapak Pandu Sjahrir, Direktur


Perseroan, berbicara pada
acara Business Gathering
yang diselenggarakan oleh
Perseroan.
(26 Juni)

Juni
Entitas anak, ABN, berhasil meraih
peringkat Hijau dalam penilaian
PROPER, suatu program Pemerintah
mengenai pelestarian alam yang
wajib diikuti oleh setiap perusahaan
yang dinilai berdampak pada
lingkungan hidup. Peringkat Hijau
menandakan bahwa perusahaan
yang bersangkutan telah memenuhi
kewajiban pelestarian lingkungan
hidup melebihi ketentuan yang
dipersyaratkan.

Perseroan aktif berpartisipasi


dalam berbagai pameran
dagang internasional, dan
turut serta sebagai sponsor
pada Coal Trans 2012 yang
diselenggarakan
di
Bali,
Indonesia.

Juli
Perseroan, diwakili oleh Bapak Luhut Pandjaitan sebagai
Pemegang Saham Pendiri, Bapak Jusman S. Djamal
sebagai Komisaris Utama, dan Ibu Justarina Naiborhu
sebagai Direktur Utama, menerima piagam resmi
pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia,
disampaikan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek
Indonesia, Bapak Ito Warsito.
(6 Juli)

September

November
Permasalahan tumpang tindih
lahan dapat menjadi kendala
bagi
pengoperasian
konsesi
pertambangan. Pada tahun 2012,
Perseroan berhasil menyelesaikan
masalah tumpang tindih lahan
dengan PT Perkebunan Kaltim
Utama I (PKU). Keberhasilan ini
mengeliminasi salah satu faktor
risiko utama yang
dihadapi
Perseroan dari segi keberlanjutan
usaha.
(28 September)

Perseroan
aktif
berperan
dalam berbagai kesempatan
memajukan sektor industri
batubara nasional di dalam
maupun luar negeri. Pada
Indonesian Coal Investment
Forum yang diselenggarakan
di Jakarta pada 6 November
2012, Direktur Perseroan,
Bapak Pandu Syahrir, menjadi
salah satu Pembicara.
(6 November)

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

11

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Laporan Komisaris Utama


Tahun 2012 merupakan tonggak penting
bagi PT Toba Bara Sejahtra Tbk. Manajemen
beserta karyawan Toba Bara dan ketiga
entitas anak mencapai banyak kemajuan
dalam membesarkan Grup sebagai kelompok

Setiap perusahaan yang berkembang pesat, perlu


ditunjang oleh keputusan yang tepat, perencanaan
matang, eksekusi kerja secara disiplin, dan checks
and balances yang memadai.

Jusman S. Djamal
Komisaris Utama

12

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

usaha penambangan batubara yang tak


hanya mampu bertahan dalam kondisi pasar
batubara yang ekstrim selama tahun tersebut,
namun juga meletakkan dasar yang kokoh
bagi pertumbuhan jangka panjang ke depan.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

13

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

Diperlukan waktu kurang dari tiga tahun bagi


Toba Bara untuk menjadikan dirinya sebagai
perusahaan induk, menguasai konsesi
tambang batubara, membangun infrastruktur,
membina hubungan dengan kontraktor
penambangan,
mengamankan
kontrak
penjualan batubara, memproduksi 5,6 juta ton
batubara dan yang terutama, mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Ditinjau
secara keseluruhan, seluruh prestasi tersebut
merupakan pencapaian yang sangat baik,
dan merupakan penilaian kami yang objektif
bahwasanya personil Grup Toba Bara berhasil
membuktikan keandalan mereka selama tiga
tahun belakangan ini, terlebih di tahun 2012,
dengan kondisi pasar batubara yang ekstrim.
Dewan Komisaris PT Toba Bara Sejahtra
Tbk sepenuhnya independen, dimana
semua anggotanya tidak terafiliasi dengan
pemegang saham mayoritas Perseroan. Saya
berbagi tugas Dewan Komisaris bersama
dua kolega saya yang berpengalaman luas,
Bacelius Ruru dan Farid Harianto, keduanya
profesional yang sangat berpengalaman di
bidang pemerintahan, bisnis, pasar modal dan
akademis.
Di Toba Bara, kami sangat senang dapat
mengawasi pertumbuhan dan perkembangan
yang menggairahkan dari sebuah perusahaan
muda yang dinamis. Namun seperti halnya
setiap perusahaan yang berkembang pesat,
pertumbuhannya harus ditunjang oleh
keputusan yang tepat, perencanaan matang,
eksekusi kerja secara disiplin, dan akhirnya
checks and balances yang memadai. Di
sinilah Dewan Komisaris mendukung proses
perubahan di kelompok usaha Toba Bara.
Pada 2012, Dewan Komisaris bekerja sama
dengan Manajemen, menuntaskan sejumlah
masalah yang berkaitan dengan pengawasan
dan pengendalian seperti merumuskan
kebijakan manajemen risiko, menetapkan
prosedur
audit
internal,
memastikan
kepatuhan hukum, dan memperkuat tata
kelola perusahaan yang baik. Pada akhir
2012, Dewan Komisaris telah menyelesaikan
pemilihan anggota Komite Audit, yang
kemudian dibentuk pada Januari 2013.
Kami juga mengawasi dan menyetujui
pembentukan Satuan Kerja Audit Internal
Perseroan oleh Manajemen pada 2012, dan
segera memetakan Rencana Audit untuk
tahun buku 2013. Sudah barang tentu, masih
banyak hal yang perlu dituntaskan pada 2013
dan seterusnya saat dimana Perseroan terus
meningkatkan transparansi, akuntabilitas,
tanggung jawab dan kewajaran dalam setiap
kegiatan usahanya.

14

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Dewan Komisaris telah mengkaji laporan


keuangan Perseroan yang telah diaudit untuk
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012
dan menganggap bahwa Perseroan telah
mencapai sebagian besar sasaran kerja untuk
tahun 2012. Kami berpendapat, Manajemen
telah mengerahkan kemampuan terbaiknya.
Oleh karena itu, dengan mengucap syukur
Dewan Komisaris mengajukan laporan
keuangan tersebut untuk memperoleh
persetujuan pemegang saham.
Kami juga mengapresiasi upaya yang berhasil
dilakukan Manajemen dalam menyelesaikan
masalah tumpang tindih lahan diantara
konsesi tambang batubara Perseroan (ABN
dan TMU) dengan PT Perkebunan Kaltim
Utama I (PKU) pada tahun 2012. Penyelesaian
yang tuntas atas permasalahan tersebut tidak
hanya membuat Perseroan terbebas dari risiko
litigasi terkait, tetapi juga melapangkan jalan
bagi kelanjutan rencana pengembangan di
wilayah yang sebelumnya bermasalah. Selain
itu, penyelesaian ini mendukung juga rencana
integrasi secara operasional di ketiga entitas
anak Toba Bara.
Kami percaya bahwa perjalanan Perseroan
baru saja dimulai, namun penuh dengan
harapan yang menjanjikan. Toba Bara dan
entitas anak telah melakukan investasi yang
tidak kecil guna memastikan pertumbuhan
jangka
panjang
yang
berkelanjutan,
membangun aset pertambangan, karyawan,
basis pelanggan; melestarikan lingkungan,
menyediakan lapangan kerja dan memberikan
kontribusi yang berkesinambungan bagi
kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah
Perseroan. Perseroan berupaya untuk menjadi
warga korporasi yang baik dan bertanggung
jawab pada setiap kesempatan. Pada tahun
2012, salah satu entitas anak Perseroan,
ABN, mempertahankan peringkat hijau untuk
PROPER, yaitu bentuk pengawasan resmi
Pemerintah Indonesia atas permasalahan
lingkungan hidup yang terkait dengan industri.
Peringkat Hijau menunjukkan bahwa ABN tidak
hanya memenuhi, tetapi mampu melampaui
persyaratan peraturan untuk keamanan dan
konservasi lingkungan.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Dewan Komisaris
(Kiri ke kanan):
Bacelius Ruru,
Jusman S. Djamal,
Farid Harianto

Toba Bara memiliki faktor-faktor utama untuk


berkembang menjadi produsen batubara
terkemuka di masa mendatang - pada
saat permintaan energi diperkirakan akan
meningkat secara signifikan seiring dengan
tingginya pertumbuhan ekonomi di kawasan
Asia Pasifik. Faktor-faktor utama tersebut
antara lain
jumlah cadangan batubara
yang besar, serta wilayah konsesi batubara
Perseroan yang bersebelahan satu sama
lainnya sehingga memungkinkan pemanfaatan
infrastruktur penambangan secara terpadu.
Perekonomian Indonesia sendiri diperkirakan
terus tumbuh di atas sekitar 6% per tahun
dengan bertumpu pada kekuatan konsumsi
domestik. Menurut Laporan McKinsey,
Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi
terbesar ke tujuh di dunia pada tahun 2030.
Kami sangat mengantisipasi realisasi perkiraan
tersebut, karena pertumbuhan ekonomi selalu
identik dengan tingginya permintaan konsumsi
energi, dalam hal ini termasuk batubara. Toba
Bara siap turut serta dalam meraih peluang
pertumbuhan ini demi kepentingan pemegang
saham, karyawan, masyarakat dan bangsa
Indonesia.
Dewan Komisaris melaporkan bahwa tidak
ada perubahan dalam susunan Dewan
Komisaris sejak perubahan susunan Dewan
Komisaris terakhir kali pada bulan Maret
2012. Namun, ada perubahan dalam susunan
Direksi Perseroan pada tahun 2012. Pada
bulan Juni 2012, sesaat sebelum Perseroan
mengadakan Penawaran Umum Saham
Perdana (IPO) RUPS menunjuk Sudharmono
Saragih sebagai Direktur Perseroan.

Perubahan lain pada komposisi Direksi, pada


bulan September 2012, Perseroan menerima
pengunduran diri Catherine Warouw.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih
kepada seluruh jajaran manajemen dan
karyawan Perseroan serta semua pihak yang
telah mendukung kemajuan Toba Bara. Terima
kasih juga ditujukan kepada pemerintah pusat
dan provinsi serta otoritas pasar modal. Tidak
kalah pentingnya kami memberi penghargaan
setinggi-tingginya kepada masyarakat di
tempat Perseroan beroperasi, karena tanpa
dukungan mereka, kita tidak akan dapat
mencapai begitu banyak kemajuan dalam
waktu singkat.
Tuhan memberkati kita semua. Tuhan
memberkati segenap upaya yang dilakukan
Toba Bara di masa depan.

Jusman S. Djamal

Komisaris Utama

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

15

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Laporan Direktur Utama


Pemegang Saham yang terhormat,
Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya dapat
melaporkan kondisi dan hasil operasi Perseroan
per tanggal dan tahun yang berakhir pada 31
Desember 2012.

16

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Tahun 2012 benar-benar sarat dengan tantangan


bagi sektor batubara di Indonesia. Menurunnya
harga batubara di pasar global pada tahun tersebut
membawa dampak yang kurang kondusif bagi
sebagian besar produsen batubara di Indonesia,
terutama ketika harga pasar batubara berada di
bawah biaya produksi batubara.

Perseroan menerapkan langkah


strategis dengan memanfaatkan
infrastruktur tambang batubara
di ketiga entitas anak secara
sinergis.

Justarina S.M. Naiborhu


Direktur Utama

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

17

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Direksi
(Kiri ke kanan):
Sudharmono Saragih,
Pandu Patria Syahrir,
Justarina S.M. Naiborhu,
Arthur M.E. Simatupang

Tekanan yang melemahkan harga batubara


tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya
permintaan batubara di seluruh dunia, khususnya
di Cina dan beberapa negara lain, pada tatanan
ekonomi global yang masih terkena dampak krisis
hutang zona Eropa dan ekonomi Amerika Serikat
yang masih lemah akhir-akhir ini. Diberlakukannya
bea masuk baru atas batubara asal Indonesia oleh
Pemerintah Cina, semakin memperburuk pasar
batubara yang sudah lemah dan berdampak bagi
produsen batubara Indonesia.
Walaupun dilatarbelakangi oleh pasar yang
penuh tantangan, Toba Bara melalui tiga entitas
anak tambang batubara yang sudah beroperasi,
berhasil membukukan laba neto konsolidasi
positif (sebelum kepentingan non-pengendali dan
laba komprehensif lainnya) sebesar US$11,9 juta
pada tahun yang berakhir 31 Desember 2012,
dari total penjualan neto konsolidasi sebesar
US$396,7 juta. Sepanjang tahun 2012, Perseroan
menjual sebagian besar batubaranya ke pasar
Asia termasuk Taiwan (28%), India (24%), Cina
(23%), Korea Selatan (11%) dan beberapa negara
lainnya (14%). Dengan penyebaran penjualan
yang merata ke beberapa negara, Perseroan
tidak memiliki konsentrasi risiko ke satu atau
dua negara. Hal ini memungkinkan kami untuk
mempertahankan pertumbuhan dan sekaligus
meraih profitabilitas.
Hal penting lainnya yang berhasil dicapai selama
tahun 2012 adalah penyelesaian masalah
tumpang tindih lahan antara ABN dan TMU
dengan PT Perkebunan Kaltim Utama I secara
tuntas. Penyelesaian ini mengeliminasi risiko
hukum terkait dan Perseroan akan lebih leluasa
menjalankan rencana integrasi secara operasional
di ketiga entitas anak.
Dengan penuh rasa syukur, dapat kami laporkan
bahwa Perseroan mencatat kinerja yang cukup
menggembirakan dalam kondisi yang sulit.
Tantangan yang dihadapi Perseroan di tahun

18

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2012 tidaklah kecil. Namun demikian, Perseroan


berhasil mencatatkan saham di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 6 Juli 2012, sehingga
diperoleh tambahan modal sekitar Rp 400 miliar.
Setelah
keberhasilan
pencatatan
saham
Perseroan di Bursa, salah satu dari entitas
anak, ABN menerima Unsecured Revolving
Credit Facility sebesar US$15 juta dari Bank
BNP Paribas Indonesia. Keberhasilan Perseroan
menggalang pembiayaan hutang dan ekuitas
pada tahun 2012 menggarisbawahi bisnis
Perseroan yang prospektif sekalipun dalam
kondisi pasar yang kurang menguntungkan.
Kami yakin bahwa kepercayaan yang ditunjukkan
oleh kalangan komunitas pasar modal dan
keuangan merupakan suatu vote of confidence
terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang
Perseroan, apalagi saat mana pasar batubara
global pulih dan membaik.
Berdasarkan laporan JORC (Joint Ore Reserves
Commitee) terakhir (akhir 2011) Perseroan,
menunjukkan total sumber daya sebanyak 236
juta ton batubara, dengan cadangan sejumlah
147 juta ton batubara. Cadangan ini akan
menopang rencana peningkatan produksi
batubara Perseroan dalam jangka panjang.
Kami bersyukur atas keberhasilan Perseroan
mencapai pertumbuhan produksi batubara
secara konsisten dan berkesinambungan
beroperasi. Secara konsolidasi, Toba Bara
memproduksi sejumlah 5,6 juta ton batubara
pada tahun 2012, naik sekitar 7,7% dari 5,2 juta
ton pada tahun 2011.
Produksi tersebut berasal dari ABN yang
menghasilkan 4,4 juta ton batubara, IM yang
menyumbang sekitar 1,0 juta ton batubara, dan
TMU sekitar 300.000 ton batubara. Dalam kondisi
dimana harga patokan batubara Newcastle
Index terus menurun sepanjang tahun 2012,

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Manajemen melakukan penyesuaian (revisi)


target produksi konsolidasi Perseroan pada bulan
September, menjadi sekitar 5,5 juta ton.
Harga jual rata-rata batubara Perseroan
menurun cukup drastis pada tahun 2012,
dikarenakan turunnya harga patokan batubara
dunia, Newcastle Index, dari US$121,2 per
ton pada tahun 2011 menjadi US$96,6 per ton
pada tahun 2012, dimana terjadi penurunan
harga yang signifikan mencapai US$80,8 per
ton pada Oktober 2012. Penurunan ini sangat
berpengaruh terhadap perolehan pendapatan
Perseroan dan pencapaian laba neto pada tahun
yang dilaporkan.
Namun demikian, Perseroan berupaya menjaga
profitabilitas melalui upaya efisiensi biaya serta
penerapan langkah strategis sehubungan dengan
pemanfaatan infrastruktur tambang batubara di
ketiga entitas anak Perseroan secara sinergis.
Karena lokasi ketiga wilayah konsesi batubara
Toba Bara bersebelahan satu sama lainnya,
Perseroan mampu melakukan infrastructuresharing di antara ABN, IM dan TMU, termasuk
penggunaan overland conveyor, alat penghancur
batubara, CPP (Coal Processing Plant), jalan
untuk pengangkutan dan dermaga bongkar
muat. Kami yakin bahwa operasi penambangan
terintegrasi merupakan kekuatan kunci Toba Bara
di saat-saat yang penuh tantangan seperti di
tahun 2012, namun juga semakin penting artinya
bagi pertumbuhan jangka panjang Perseroan
yang berkesinambungan di masa depan. Saat ini,
Perseroan tengah membangun jalan angkutan
baru dari TMU ke IM melalui ABN. Jalan ini
akan melengkapi dan melayani fasilitas bersama
yang ada maupun yang masih akan dibangun
seperti CPP. Perseroan akan membangun CPP
yang baru di IM yang antara lain bertujuan untuk
menampung batubara dari TMU. Infrastruktur
dan fasilitas yang dimanfaatkan bersama
(infrastructure sharing) akan dapat menghemat
belanja modal maupun beban operasi secara
berarti bagi Perseroan di tahun-tahun mendatang.
Kami percaya bahwa infrastruktur
terintegrasi merupakan strategi bisnis
berpotensi meningkatkan daya saing Toba
sebagai salah satu produsen batubara
efisien di Indonesia saat ini dan di masa
akan datang.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

dengan penuh keteguhan dan semangat. Grup


Toba Bara dipimpin dan dikelola dengan penuh
kecakapan. Strategi bisnis dan arah kita jelas.
Dewan Komisaris yang independen memastikan
sepenuhnya pengawasan yang profesional
terhadap manajemen.
Kami terus berupaya menumbuhkan organisasi
dan meletakkan dasar pertumbuhan, dimana
secara bersamaan mengadopsi praktek-praktek
proses akreditasi terbaik yang berlaku secara
internasional di dalam tata kelola perusahaan,
pengendalian internal, tanggung jawab sosial
perusahaan, dan yang tak kalah penting, masalah
keselamatan dan kesehatan kerja.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan
usaha ke depan, Perseroan akan terus
mencermati peluang untuk meningkatkan jumlah
cadangan batubara baik melalui eksplorasi
maupun akuisisi.
Dalam kesempatan ini, kami ingin menyampaikan
terima kasih kepada Catherine Warouw yang
telah ikut mengelola Perseroan hingga bulan
September 2012. Selain ini, dapat kami laporkan
bahwa belum ada perubahan dalam susunan
Direksi Perseroan sejak rapat umum pemegang
saham tahunan terakhir.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh
pemangku kepentingan yang telah mendukung
dan ikut serta di dalam perkembangan Perseroan.
Kami berterima kasih atas kepercayaan pemegang
saham, pelanggan, pemasok dan mitra bisnis.
Kami menghargai dukungan masyarakat dan
pemerintah, dan kami mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh
karyawan Toba Bara dan ketiga entitas anak,
yang berkat upaya dan dedikasi mereka, kita
dapat mengarungi perjalanan ini dengan baik.

yang
yang
Bara
yang
yang

Selain segi daya saing, Perseroan juga


mengandalkan pula para profesional yang
bekerja sungguh-sungguh serta karyawan
berdedikasi untuk mempertahankan momentum
pertumbuhan dan memastikan kemajuan secara
berkelanjutan. Toba Bara sendiri merupakan
organisasi yang terus bertumbuh dan belajar
langkah demi langkah, yang berfokus pada
pencapaian tujuan dan membangun struktur tata
kelola yang kuat, didukung oleh manajemen yang
tanggap dan inovatif agar mampu bergerak maju

Justarina S.M. Naiborhu

Direktur Utama

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

19

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Pandangan Pemegang Saham Pendiri

Perusahaan Indonesia
sepatut-nya memikirkan
upaya-upaya hilirisasi agar
meningkatkan nilai tambah
yang dapat diperoleh
dari sumber daya alam
Indonesia

Jend. (Purn) Luhut B. Pandjaitan


Pemegang Saham Pendiri

20

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Membangun bangsa dan negara Indonesia


melalui penguasaan ilmu dan teknologi, perilaku jujur dan
ksatria, serta semangat kerja yang pantang menyerah.
Sepanjang
usia
dewasanya,
Jenderal
(Purn) Luhut B. Pandjaitan mengabdikan
sebagian besar hidupnya demi kemajuan
dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang
dicintainya hingga lubuk hati yang paling dalam.
Kecintaannya tersebut mendorongnya untuk
mengabdi sebagai perajurit Tentara Nasional
Indonesia selama lebih dari tiga dasawarsa,
sebelum beralih menjadi negarawan dan
akhirnya tokoh pebisnis dan wirausahawan
yang sukses dengan visinya yang kental
sebagai seorang humanitaris dan filantrofis.
Pandangan tersebut dituangkan ke dalam
kiprah melalui Yayasan DEL, sebuah yayasan
nirlaba yang aktif dalam pengembangan
masyarakat di Sumatra Utara (Sumut), dengan
fokus khusus di bidang pendidikan melalui
pembentukan PI DEL di Danau Toba, Sumut.

yang telah diakreditasi oleh Kementerian


Pendidikan RI. Sejak pendiriannya pada
tahun 2003, hampir seluruh mahasiswanya
menerima beasiswa penuh dari Yayasan DEL.
Para lulusan universitas ini diterima bekerja
di berbagai institusi maupun perusahaan
terkemuka seperti Microsoft dan perusahaan
informatika lainnya.
Tidak mengherankan bila Beliau dinobatkan
sebagai The Social Entrepreneur of the Year
pada ajang tahunan Ernst & Young Global
Entrepreneurship Award 2012.
Jend. (Purn) Luhut B. Pandjaitan merupakan
pendiri PT Toba Sejahtra yang menguasai
73,79% saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

PI DEL merupakan universitas nasional


terkemuka di bidang teknologi informasi,
Tiga gambar seputar arah jarum
jam dari kiri atas menggambarkan
sebagian kegiatan sosial Yayasan
DEL, termasuk pendirian dan
pengelolaan sekolah menegah
umum dan perguruan tinggi
teknologi bagi generasi penerus
bangsa Indonesia. Sedangkan
gambar terakhir di kiri bawah
adalah
saat
Bapak
Luhut
menyampaikan kata pengantar
pada acara public expose
sehubungan dengan IPO PT
Toba Bara Sejahtra Tbk, sebagai
perusahaan
pertama
dalam
kelompok usaha Toba Sejahtra
yang telah go public.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

21

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Profil Perusahaan
Sejarah Singkat Perusahaan
PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Toba Bara) didirikan pada 2007 dan memperoleh status badan hukum
berdasarkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU04084.AH.01.01 tanggal 28 Januari 2008. Toba Bara diposisikan sebagai perusahaan induk dan, melalui
tiga entitas anaknya, mengoperasikan tiga tambang batubara.
Perseroan merupakan induk perusahaan bagi PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), PT Indomining
(IM) melalui TBE, dan PT Trisensa Mineral Utama (TMU). Kronologi kejadian berikut menggambarkan
peristiwa penting yang telah terjadi dalam sejarah korporasi Perusahaan:

Entitas Anak

PT ADIMITRA BARATAMA
NUSANTARA

PT INDOMINING

PT TRISENSA MINERAL
UTAMA

Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 11
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 579 42103
F: (62-21) 579 42130
marketing@adimitra-baratama.co.id

Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 11
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 579 30579
F: (62-21) 579 30580

Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 16
Jl. H.R. Rasuna Said Kav B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 5793 0568/9
F: (62-21) 5793 0570

2004

2005
IM didirikan pada
tahun 2005.

ABN and TMU


didirikan pada tahun
2004.

22

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2006

2007

2008

ABN dan IM ABN dan IM menerima TMU menerima


menerima ijin KP eksplorasi.
KP eksplorasi.
eksplorasi.

IM mulai produksi.

ABN mulai
produksi.

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Perseroan memiliki infrastruktur penambangan batubara yang


terus ditingkatkan guna mendukung produksi batubara yang
berkesinambungan.

2009

2010

2011

ABN merubah KP menjadi IM dan TMU merubah TMU mulai produksi.


IUPOP.
KP menjadi IUPOP.
Produksi konsolidasi
TBS menembus 5 juta
ton.
TBS
mengakuisisi
51,0% ABN, 52,5% TBE
(yang memiliki IM), dan
51,0% TMU.
Produksi konsolidasi
TBS mencapai 4 juta
ton lebih.

Profil Perusahaan

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

2012
TBS menambah
kepemilikan di TBE dan
TMU, menjadi 99,99% dan
99,99%.
TBS mencatatkan saham
di Bursa Efek Indonesia
(Juli).
TBS menyelesaikan
masalah tumpang-tindih
tanah dengan PKU.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

23

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Lini Usaha
Perseroan saat ini bergerak di bidang
produksi dan penjualan batubara melalui
tiga entitas anak. Ketiga entitas anak
batubara tersebut memiliki wilayah konsesi
yang saling bersebelahan di Kecamatan
Sanga-Sanga, Loa Janan dan Muara Jawa,
Kabupaten Kutai Kartanegara, di Propinsi
Kalimantan Timur. Wilayah konsesi ABN dan
Indomining masing-masing terletak kurang
dari 5 kilometer dari dermaga milik sendiri
di delta Sungai Mahakam, sebagai akses
menuju titik transit di Muara Jawa dan Muara
Berau. Total luas wilayah konsesi Perseroan
sekitar 7.087 hektar.

147 juta ton sementara sumber daya


batubara Perseroan diperkirakan berjumlah
236 juta ton. Cadangan dan sumber daya di
wilayah konsesi Perseroan meliputi berbagai
kelas batubara termal. Nilai kalori batubara
yang diproduksi entitas anak Perseroan
berkisar antara 4.700 GAR hingga 5.800
GAR. Saat ini, sebagian besar batubara
Perseroan dijual ke berbagai perusahaan
trading batubara,
yang mengutamakan
pasokan batubara mereka ke perusahaan
pembangkit tenaga listrik di Korea Selatan
dan Taiwan, selebihnya ke negara-negara
lain di Asia seperti Cina, India dan Malaysia.

Berdasarkan laporan JORC, cadangan


batubara Perseroan diperkirakan mencapai

Strategi Usaha
Strategi usaha Perseroan dalam menjaga
pertumbuhan
yang
berkelanjutan
bertumpu pada lokasi konsesi tambang
batubara ketiga entitas anak yang saling
berdekatan, bahkan bersebelahan. Hal
ini memungkinkan Perseroan melakukan
rencana penambangan secara kolektif
(group-wide basis) dan terpadu di antara
ketiga operasi penambangan ABN, IM dan
TMU. Melalui strategi integrasi, banyak hal
yang dapat dicapai oleh Perseroan secara
kelompok dari segi, misalnya, pembangunan
infrastruktur
bersama,
pembangunan
jalan angkut pintas menuju jetty dengan
menembus salah satu konsesi entitas anak,
selain efisiensi biaya yang diperoleh dari
proses kerja yang terpadu.

24

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Untuk itu, Perseroan telah merumuskan


lima langkah strategis guna menunjang
pertumbuhan
jangka
panjang
yang
berkelanjutan, yaitu sebagai berikut:
Menjaga pertumbuhan produksi batubara
yang berkelanjutan.
Memaksimalkan efisiensi dan mengelola
biaya operasional pertambangan secara
kompetitif.
Meningkatkan
basis
cadangan
dan sumber daya batubara melalui
peningkatan eksplorasi dan akuisisi.
Integrasi lebih lanjut dengan rantai
pasokan batubara.
Mengembangkan dan mempertahankan
sumber daya manusia.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Struktur Organisasi

Dewan Komisaris

Komite Audit

Direksi

Internal Audit

Hukum

Sekretaris
Perusahaan

Hubungan
Investor

Government
Relation

Keuangan &
Akuntansi

Direksi
ABN

Direksi
IM

Direksi
TMU

Visi

Misi

Membangun salah satu perusahaan tambang


batubara terbaik kelas dunia di Indonesia yang
memfokuskan diri pada laju pertumbuhan
dengan membangun kompetensi melalui
pengembangan karyawan, kinerja keuangan
yang kuat dan keuntungan yang solid untuk
pemegang saham kami.

- Menciptakan nilai bagi pemegang saham yang berkelanjutan dari


pertambangan Indonesia
- Membangun sumber daya manusia yang berkelanjutan
- Investasi pada anak perusahaan dan bisnis-bisnis lainnya yang berhubungan
yang akan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham
- Mengelola biaya operasional penambangan secara efektif
- Meningkatkan integrasi rantai pasokan batubara untuk memastikan
kehandalan dan efisiensi
- Membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnis kami dan dengan
komunitas keuangan
- Menjadi perusahaan yang bertanggung jawab dalam mendukung
pengembangan komunitas dan mengimplementasikan praktik tata kelola
perusahaan yang baik.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

25

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Profil Dewan Komisaris


Jusman S. Djamal
Komisaris Utama, 58
Bapak Jusman Syafii Djamal telah
menjabat sebagai Komisaris Utama
Perseroan sejak 1 Oktober 2010.
Saat ini beliau juga menjabat
sebagai Presiden Komisaris PT
Cardig Aero Services Tbk (Juli 2011
- sekarang), Komisaris Utama PT
Telkom Indonesia Tbk (Januari 2011
- sekarang), Anggota Komite Inovasi
Nasional (Mei 2010 - sekarang),
Ketua Dewan Penasehat Organisasi
Pengusaha Angkutan Darat (Januari

2010 - sekarang), dan Ketua Yayasan


Matsushita Gobel Januari 2005 sekarang).
Sebelumnya, beliau menjabat, antara
lain, sebagai Menteri Perhubungan
dalam Kabinet Indonesia Bersatu
Pertama (Mei 2007 - Oktober 2009),
Anggota Tim Nasional Evaluasi
Keselamatan
dan
Keamanan
Transportasi (Januari - Mei 2007),

Anggota Balai Inkubator Teknologi


BPPT (2003), dan Insinyur Kepala
Proyek Pesawat Turboprop Fly by
Wire 50 penumpang Lanjutan buatan
IPTN Indonesia (1990 - 1995). Ia
lulus dengan gelar Sarjana Teknik
Penerbangan dari Institut Teknologi
Bandung.

Bacelius Ruru
Komisaris Independen, 64
Bapak Bacelius Ruru telah menjadi
Komisaris Perseroan sejak 30 Maret
2012. Saat ini beliau juga menjabat
sebagai Komisaris Independen PT
Manulife Aset Manajemen Indonesia
(2011 - sekarang), Komisaris
Independen PT Agung Podomoro
Land Tbk (2010 - sekarang),
Presiden Komisaris PT Axle Asia
(broker insurance) (2008 sekarang),
Komisaris Utama PT Jababeka Tbk
(2007 - sekarang), Komisaris Utama
PT Tuban Petrochemical Industries
(2003 - sekarang), dan Komisaris
Utama PT Polychem Indonesia (2003
- sekarang).

Sebelumnya, beliau menjabat, antara


lain, sebagai Komisaris Utama PT
Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
(2004 - 2008), Komisaris Utama PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk (2001 2004), Komisaris Utama PT Bursa Efek
Indonesia (2001 - 2008), Sekretaris
Kementerian Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) (2001 - 2004), Deputi
Menteri Negara/Deputi Kepala Badan
Penanaman Modal dan Pembinaan
BUMN Bidang Pengawasan dan
Pengendalian, Kantor Menteri Negara
BUMN (2000 - 2001), Asisten Menteri/
Deputi Bidang Usaha Pertambangan

dan Agro Industri, Kantor Menteri


Negara Pendayagunaan BUMN (1999
2000), Asisten Menteri Negara
Pendayagunaan
BUMN/Deputi
Bidang Usaha Kompetitif Badan
Pengelola BUMN (1998 1999),
Direktur Jenderal Pembinaan BUMN,
Departemen Keuangan (1995 - 1998),
dan Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal, Departemen Keuangan (1993
1995). Beliau meraih gelar Sarjana
Hukum dari Universitas Indonesia,
Indonesia dan gelar Master di bidang
Hukum dari Harvard Law School,
Amerika Serikat.

- sekarang), Komisaris Independen


PT Unggul Indah Cahaya Tbk (2005
- sekarang), Komisaris Independen
PT Lippo Karawaci Tbk (2004 sekarang), dan Anggota Dewan
Eksekutif Asia, Wharton School,
University of Pennsylvania (2000 sekarang).

1998), Visiting Professor dan Ketua,


ASEAN Studies, University of Toronto,
Kanada (1993 - 1995), dan Direktur,
Program Pascasarjana, Institut PPM
(1990 - 1993). Ia lulus dengan gelar
sarjana dari Teknik Elektro dari Institut
Teknologi Bandung, Indonesia.

Farid Harianto
Komisaris Independen, 60
Bapak Farid Harianto menjabat
sebagai Komisaris Perseroan sejak
30 Maret 2012. Saat ini beliau juga
menjabat sebagai Anggota Presidents
Advancement Advisory Council di
National University of Singapore (2011
- sekarang), Komisaris Independen
PT BATA Indonesia Tbk (2011 sekarang),
Staf Khusus Wakil Presiden Republik
Indonesia (2009 - sekarang),
Komite Pemantau Risiko PT Bank
Internasional Indonesia Tbk (2007

26

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Sebelumnya, beliau menjabat, antara


lain sebagai Wakil Ketua Badan
Penyehatan Perbankan Indonesia
(1998 - 2000), Direktur Utama PT
Pemeringkat Efek Indonesia (1995 -

Dia juga memegang gelar Master


di bidang Ekonomi Terapan dan
Ilmu Manajerial dan Ph.D di bidang
Ekonomi Terapan dan Ilmu Manajerial
dari The Wharton School di University
of Pennsylvania, Amerika Serikat.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Profil Direksi
Justarina S.M. Naiborhu
Direktur Utama /Direktur tidak terafiliasi, 49
Ibu Justarina Sinta Marisi Naiborhu
telah menjabat sebagai Direktur
Utama Perseroan sejak 5 Mei 2011.
Sebelumnya beliau adalah Presiden
Direktur PT CIMB-Principal Asset
Management (2008-2011), Direktur
PT CIMB-GK Securities Indonesia
(2003-2008),
Wakil
Presiden
Institutional Business & Advisory PT
Kuo Capital Raharja (20012003)

Manajer
Portofolio
Institutional
Asset Management PT Danareksa
Investment Management (19992001), dan Research & Development
Analyst kemudian sebagai Assistant
to the President Director, PT Bursa
Efek Jakarta (1992 - 1997).

Dia juga memegang gelar Master


dalam
International
Securities,
Investment and Banking dari
Reading University, UK, dan gelar
Magister Manajemen dari Universitas
Indonesia, Indonesia.

Dia lulus dengan gelar sarjana dari


Institut Pertanian Bogor, Indonesia.

Pandu P. Syahrir
Direktur, 33
Bapak Pandu Patria Syahrir telah
menjadi Direktur Perseroan sejak
1 Oktober 2010. Sebelumnya
beliau adalah seorang Analis Senior
berfokus pada sektor energi dan
pertambangan di Matlin Patterson
dari tahun 2007. Selain itu,

sebelumnya beliau menjabat sebagai


Principal di Byun & Co, dana energi
alternatif Asia (2002 - 2005) dan
sebagai analis di Lehman Brothers
(2001 - 2002). Ia lulus dengan gelar
sarjana dari University of Chicago,
Amerika Serikat dan meraih gelar

Master of Business Administration


dari Stanford Graduate School of
Business, Amerika Serikat.

Selain itu, ia sebelumnya menjabat


Advertising and Promotion Supervisor
di PT Indofood Sukses Makmur Tbk
(1998 -2004). Ia lulus dengan gelar
Sarjana Bisnis Internasional dari

University of Seattle, Amerika Serikat,


dan gelar Master of Commerce di
bidang Keuangan dan Akuntansi dari
The University of Sydney, Australia.

(2010 - 2011), Manajer Operasional


PT Wijaya Karya Aneka Mineral, Harita
Grup (2009 - 2010), Site General
Manager PT Agrabudi Jasa Bersama,
Titan Mining Indonesia Group (2009),
Operations General Manager PT Riau
Bara Harum, Andaru Resources Group
(2008 - 2009), dan Inspektur Produksi
di PT Kaltim Prima Coal (2004 - 2005).

Ia lulus dengan gelar sarjana dari Institut


Teknologi Bandung jurusan Teknik
Pertambangan - Pertambangan Umum,
Indonesia.

Arthur M.E Simatupang


Direktur, 40
Bapak Arthur Mangaratua Ebenhaezer
Simatupang telah menjadi Direktur
Perseroan sejak 5 Mei 2011. Sebelum
ini, ia menjabat sebagai a Direktur dan
Chief Financial Officer di ABN sejak
2007.

Sudharmono Saragih
Direktur, 34
Bapak Sudharmono Saragih menjabat
sebagai Direktur Perseroan sejak 20 Juni
2012. Sebelumnya, ia adalah General
Manager Operasi Perusahaan sejak April
2012. Sebelumnya ia menjabat sebagai
Project Manager di PT Toba Sejahtra
(2011 - 2012).
Sebelum itu, ia adalah Site Manager PT
Raja Kutai Baru Makmur, Grup Ancora

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

27

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

16
Laporan Direktur Utama

22
Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia


Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroan dan entitas anak mempekerjakan
total 786 orang yang 613 nya adalah karyawan tetap. Sebanyak 28 karyawan
bekerja di Perusahaan Induk di Jakarta, dan yang lainnya bertugas di entitas
anak serta kantor di lapangan dan tambang dalam berbagai keahlian yang
meliputi administrasi, pelayanan teknis, pengawasan pengolahan dan
pengangkutan batubara, logistik, keselamatan dan kesehatan, lingkungan
dan pengembangan masyarakat.
Pada tahun 2012 Perseroan menambah
jumlah karyawan sebanyak 66 orang, suatu
peningkatan jumlah karyawan sebesar
7% menjadikan jumlah seluruh personil di
Perseroan dan ketiga entitas anak sebanyak
786 orang.

SDM, termasuk mengidentifikasi keterampilan


dan kemampuan, menetapkan standar
remunerasi, menetapkan program jenjang
karir, dan merancang metode baru untuk
mengevaluasi kinerja Perseroan dan ketiga
entitas anak.

Sebagai organisasi yang terus berkembang,


Perseroan
memandang
sumber
daya
manusia sebagai faktor penting untuk
mencapai pertumbuhan jangka panjang
yang berkelanjutan. Karenanya, Perseroan
menekankan pentingnya proses perekrutan,
pelatihan dan pendayagunaan personil yang
berbakat di industri batubara. Pada tahun
2012, Perseroan mengembangkan Key
Performance Indicator (KPI) di ketiga entitas
anak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
kinerja setiap entitas anak Perseroan secara
lebih terukur dan terarah. Selain itu, Perseroan
terus mengembangkan kebijakan strategis

Perseroan memiliki komposisi sumber daya


manusia yang tergolong muda, dimana
kelompok SDM terbesar berada pada rentang
usia 26 tahun hingga 45 tahun.
Kelompok usia yang relatif muda ini sangat
menunjang kedinamisan Perseroan dan ketiga
entitas anak. Salah satu ciri yang menonjol
pada SDM Perseroan adalah semangat can
do yang melandasi etos kerja kelompok
usaha Toba Bara. Hal ini turut berperan dalam
keberhasilan Perseroan mencatat peningkatan
produksi batubara secara konsisten selama
empat tahun terakhir.

Status Karyawan
Perseroan

Pendidikan

Entitas Anak

Perseroan

Entitas Anak

586
546
557
341

145

296
172

22

148

11

27

14

4
1

2011

46

1
2012

Karyawan Tetap
Karyawan Sementara

28

47

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

2011

2012

2011
Total = 15

2012
Total = 28

SMU
Sarjana

2011
Total = 684

2012
Total = 737
SMU
Diploma
Sarjana

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Selain memiliki SDM yang dinamis, Perseroan


juga mencatat pertumbuhan SDM yang
menggembirakan dari segi jenjang pendidikan,
dengan melipatgandakan jumlah sarjana
yang bekerja di kantor pusat dari 73% (dari
keseluruhan tenaga kerja) pada tahun 2011,
menjadi 79% pada tahun 2012.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Sebagai perusahaan tambang batubara yang


relatif masih sangat muda, pada tahun 2012
Perseroan menjalankan program pelatihan
yang cukup intensif, yang dihadiri oleh peserta
dari berbagai jenjang senioritas.
Daftar
program pelatihan tersebut disajikan pada
halaman berikut.

Perseroan tidak mengesampingkan pentingnya


arti pelatihan dan pendidikan dalam hal
pengembangan sumber daya manusia.

Usia
Perseroan
1

Jenis Kelamin
27
80

1
1

Entitas Anak

Entitas Anak
61

206

Perseroan

77

644

11

315

2011

2011

Usia 18 - 25
Usia 26 - 35

Pria

Usia 36 - 45

Wanita

Usia 46 - 54
Usia > 55

23
86
2
1
8

92

77
8

2
221

681

20

336

15

2012

2012

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

29

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Program Pelatihan di Tahun 2012


Jenis Pelatihan

Penyelenggara

Refresh Driving & K3

HSE

Integrating QHSE Management System (ISO 9001-ISO 14001-OHSAS)

PT Phitagoras Global Duta

Certified Human Resources Professional

Unika Atma Jaya

Mineral and Coal Mining Legal and Business

Indonesia Center for Business Law Studies

Fit for Service

Trueventus

Sosialiasi Putusan MK mengenai Outsourcing dan PKWT

Lembaga Pelatihan Bina SDM Profesional

Pengawas Operasional Pertama (POP)

Pusdiklat MINERBA

Leadership

Internal

Training Emergency Response Team (ERT)

Indotrain

Pengawas Operasional Madya (POM)

Pusdiklat MINERBA

Pembekalan dan Uji Kompetensi POP

Dinas Pertambangan Propinsi & Pusat

Transaksi LC Berdasarkan UCP 600 & Struktur Pembiayaan Internasional

Human Capitalindo

Rescue Training: High, Water, Confine Space, Jungle, First Aid

PT SIS & Basarnas

Pengawas Operasional Madya

Pusdiklat MINERBA

Diklat Resolusi Konflik di Kawasan Pertambangan

Pusdiklat MINERBA

Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi POU

Pusdiklat ESDM dan LSP

Ahli K3 Lindung Lingkungan

Centra Safety

Designing Salary Structure & Remuneration

Tempo Komunitas

Financial Model for Mining Industry

Deloitte

Workshop Pemasaran Batu Bara dari Hulu ke Hilir

Kontan

Excel Advance

Deloitte

Sistem Application and Products in Data Purchasing


Soil Amendment and Assessment for Re-vegetation

PT Green Earth Indonesia

Minex Geology

GEMCO

Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan


Perseroan

Entitas Anak
11

2
4

6
4

2011

430

4
3

15
30
60

4
18
33
73

427

191
152

12
2012
2011

2012

Direktur

Direktur

General Manajer

General Manajer

Manager

Senior Manajer

Supervisor

Manager

Staff

Super Intendent
Supervisor
Staff
Non Staff

30

3
9

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Komposisi Pemegang Saham

Luhut Pandjaitan

99,98%
PT Bara
Makmur Abadi

Roby Budi Prakoso

PT Toba Sejahtra

Davit T. Pandjaitan

PT Sinergi
Sukses Utama

Masyarakat

6,25%

3,64%

73,79%

0,75%

5,10%

10,47%

PERSEROAN
51,00%

99,99%

99,99%

PT Adimitra
Baratama Nusantara

PT Toba
Bumi Energi

PT Trisensa
Mineral Utama

99,99%
PT Indomining

Pemegang Saham di atas 5%


Nama Pemegang Saham

Kepemilikan Saham

PT Bara Makmur Abadi

6,249%

Bintang Bara B.V

8,000%

PT Sinergi Sukses Utama

5,103%

PT Toba Sejahtra

73,789%

Laporan Kepemilikan Saham - Direksi & Komisaris


per 31 Desember 2012
No.

Nama

Jabatan

Jumlah Saham

Persentase

Jusman S. Djamal

Komisaris Utama

0,0000000

Bacelius Ruru

Komisaris Independen

0,0000000

Farid Harianto

Komisaris Independen

0,0000000

Justarina S.M. Naiborhu

Direktur Utama

0,0000000

Pandu P. Syahrir

Direktur

0,0000000

Arthur M.E. Simatupang

Direktur

0,0000000

Sudharmono Saragih

Direktur

45.000

0,0022360

Total

45.000

0,0022360

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

31

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Informasi Mengenai Pemegang Saham Mayoritas Pengendali


Perseroan secara mayoritas dimiliki oleh PT Toba Sejahtra (TS), yang memegang 73,79% saham Perseroan, dan
secara tidak langsung dimiliki oleh Bapak Luhut Pandjaitan, yang memegang 99,98% saham Toba Sejahtra.
PT Toba Sejahtra merupakan perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia pada tanggal 6
Agustus 2004, dan saat ini bergerak di sektor pertambangan, energi dan perkebunan. Bisnis TS kini mencakup antara
lain pendayagunaan sumber daya alam ( batubara termal dan migas ), pembangkit tenaga listrik (sebagai Independent
Power Producer dari pembangkit listrik tenaga batubara, tenaga gas dan tenaga geotermal), serta sumber daya
pertanian dan perkebunan (kelapa sawit, karet, gula tebu dan kehutanan). Selain Toba Sejahtra sendiri, Kelompok TS
terdiri atas 16 perusahaan afiliasi lainnya yang terlibat dalam berbagai kegiatan industri.
Toba Sejahtra bekerja sama dengan berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia maupun dunia dalam pengembangan
berbagai aset dan sumber daya alam di Indonesia, dengan tujuan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang
sebesar-besarnya guna meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

32

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Uraian Singkat Entitas Anak

PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN)

PT Indomining (IM)

PT
Adimitra
Baratama
Nusantara
(ABN)
adalah produsen batubara termal yang cepat
pertumbuhannya. Konsesi batubara ABN terletak
di Sanga-Sanga Kutai Kartanegara, Kalimantan
Timur, Indonesia, dengan luas konsesi 2.990 hektar.
Pertama berdiri tahun 2004, ABN telah menjadi
anak perusahaan yang mayoritas sahamnya (51%)
dimiliki Perseroan sejak 2010.

PT Indomining adalah anak perusahaan dari PT Toba


Bumi Energi, yang sepenuhnya (99,99%) dikendalikan oleh Perseroan. Konsesi batubara Indomining
terletak di Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan mencakup 683 hektar, bersebelahan dengan konsesi ABN.

ABN memiliki sumber daya berjumlah total 156 juta


ton batubara. Saat ini, ABN menghasilkan dua jenis
batubara termal campuran, ABN 52 dan ABN 58.
Pada 2012 ABN memproduksi 4,4 juta ton batubara,
dengan infrastruktur utama yang terdiri atas
stockpile batubara, penghancur batubara, overland
conveyor dan dermaga. Di tahun 2013, lebih dari
80% produksi ABN diperkirakan di atas 5600 GAR.
ABN mengangkut batubara dari stockpile ROM
melalui overland conveyor sepanjang kurang dari
5 kilometer yang langsung memuat batubara ke
tongkang berkapasitas 300 kaki di dermaga.

IM memiliki sumber daya batubara total sebesar


37 juta ton, dan memiliki fasilitas infrastruktur
pertambangan batubara yang meliputi sebuah
penghancur batubara, overland conveyor dan
dermaga. Indomining dapat mengangkut batubara
yang telah dihancurkan dari stockpile ROM melalui
overland conveyor langsung ke tongkang yang
merapat di dermaga. Indomining mulai berproduksi
pada tahun 2007 dan pada tahun 2012 menghasilkan
sekitar 1 juta ton batubara.

PT Trisensa Mineral Utama (TMU)


PT Trisensa Mineral Utama (TMU) adalah anak
perusahaan yang sepenuhnya (99,99%) milik
Perseroan. Konsesi TMU berlokasi di Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur, dan mencakup
3.414 hektar. TMU saat ini sedang membangun
jalan angkut batubara menuju IM melalui ABN,
sehingga nantinya dapat menggunakan infrastruktur
penambangan milik IM. Dijadwalkan jalan angkut
batubara ini dapat diselesaikan pada awal semester
kedua 2013.
TMU memiliki sumber daya berjumlah total 43 juta
ton. TMU memulai produksi awal pada Oktober
2011, dan pada tahun 2012 menghasilkan sekitar
300 ribu ton batubara.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

33

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Kronologi Pencatatan Saham

penuh dan ditempatkan Perusahaan. Jumlah


saham yang ditawarkan kepada publik
dengan harga Rp1.900 per saham melalui
IPO menghasilkan dana Rp400.293.900.000
untuk Perseroan. Saham Perseroan tercatat
di BEI dengan kode ticker TOBA.

Perseroan berhasil mencatatkan sahamnya


di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juli 2012,
di tengah situasi penuh tantangan bagi
pasar batubara pada umumnya. Sebanyak
210.681.000 saham biasa dengan nilai
nominal Rp200 per saham, tercatat di Bursa,
yang mewakili 10,47% dari modal disetor

Laporan Realisasi Penggunaan Dana


Hasil Penawaran Umum
Per Desember 2012
No.

Jenis
Tanggal Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum
Penawaran Efektif
Umum
Jumlah Hasil Biaya
Hasil
Penawaran
Penawaran Bersih
Umum
Umum

Rencana Penggunaan Dana Menurut Prospektus

Realisasi Penggunaan dana Menurut


Propektus

Bayar
Belanja
Pinjaman Modal
ke BNP
Paribas

Akuisisi Konsensi Total


Pertambangan
Batubara,
Modal Kerja dan
Operasional, dan
Kegiatan Explorasi

Bayar
Pinjaman
ke BNP
Paribas

Belanja
Modal

Akuisisi
Konsensi
Pertambangan
Batubara,
Modal Kerja
dan
Operasional,
dan Kegiatan
Explorasi

Total

Sisa Dana
Hasil
Penawaran
Umum

10

11

12

13

14

15

Penawaran 6-JulUmum
12
( IPO )

400.294

38.871

361.423 94.476

189.711

77.236

361.423

94.116

6.578

43.377

144.071

217.352

Jumlah

400.294

38.871

361.423 94.476

189.711

77.236

361.423

94.116

6.578

43.377

144.071

217.352

Catatan

a. (i) Rencana penggunaan dana menurut Prospektus


7 Lebih kurang 26,14% dari hasil bersih untuk membayar fasilitas pinjaman kepada BNP Paribas.
8 Lebih kurang 52,49% dari hasil bersih untuk membiayai belanja modal berkaitan dengan kegiatan pertambangan, infrastruktur dan
pengembangan fasilitas penunjang di area konsesi entitas Anak
9 Lebih kurang 21,37% dari hasil bersih untuk membiayai modal kerja perusahaan dan entitas anak dan mendanai kegiatan ekplorasi
pada konsesi entitas anak serta akuisisi konsesi pertambangan batubara
(ii) Realisasi Penggunaan dana menurut Propektus :
11 Pembayaran pokok pinjaman ke BNP Paribas sebesar US$9.946.782,69, setara dengan Rp94.116 juta.
12 Belanja modal berkaitan dengan pembelian aset tetap perusahaan dan kegiatan pengembangan fasilitas penunjang di area konsesi entitas anak
13 Pembiayaan modal kerja dan kegiatan ekplorasi pada konsesi entitas anak melalui pinjaman kepada entitas anak sebesar Rp18.485 juta.
Pembiayaan operasional dan modal kerja Perusahaan sebesar Rp24.892 juta.
b. Dana hasil Penawaran Umum yang di depositokan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

34

No

Bank

US$

IDR

PT Bank Mandiri (Persero ) Tbk

6 bulan

N /A

6.00

Non affiliasi

PT Bank CIMB Niaga Tbk

1 minggu
s/d 1 bulan

N/A

4.75 6.25

Non affiliasi

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Jangka
Waktu

Tingkat Suku
Bunga %

Affiliasi

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Penghargaan dan Pengakuan

PT Adimitra Baratama Nusantara meraih


peringkat Hijau pada pelaksanaan program
pelestarian lingkungan, PROPER, di bawah
naungan Kementerian Lingkungan Hidup
Republik Indonesia.

PT Indomining meraih peringkat Biru pada


pelaksanan PROPER, yang berarti telah
memenuhi seluruh ketentuan pelestarian
lingkungan hidup yang dipersyaratkan satu tingkat di bawah Hijau.

Peringkat Hijau menandakan pengelolaan


lingkungan yang melebihi daripada yang
dipersyaratkan.

Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal


Pada saat proses Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan
Akuntan Publik
KAP Purwantono, Suherman & Surja

Konsultan Hukum
Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro

Kantor Jasa Penilai Publik


Nirboyo A., Dewi A. & Rekan

Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 2, Lt. 7


Jl. Jend. Sudiman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Tel.: 06221 5289 5000
Fax: 06221 5289 4100

Graha CIMB Niaga, Lt. 24


Jl. Jend. Sudirman Kav. 58,
Jakarta 12190a
Tel.: 06221 250 5125 / 5136
Fax: 06221 250 5001 / 512

Jl. Pejompongan V Dalam no. 1,


Jakarta 10210
Tel.: 06221 5708 540, 5712 696
Fax: 06221 5708 537

Notaris
Fathiah Helmi, S.H.

Biro Administrasi Efek


PT Datindo Entrycom

Graha Irama. Lt. 6 suite C


Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1-2
Jakarta 12950
Tel.: 06221 5290 7304 / 6
Fax: 06221 5261 136

Wisma Diners Club Amex


Jl. Jend. Sudirman Kav. 34-35
Jakarta 10220
Tel.:06221 570 8870
Fax: 06221 570 9026

Kantor Jasa Penilai Publik


Jennywati, Kusnanto & Rekan
Plaza Bapindo Citibank Tower, Lt. 27
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55,
Jakarta 12190
Tel.:06221 526 0808
Fax:06221 526 6006

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

35

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Anak, dan Pejabat Senior Toba Bara
Dewan Komisaris
Paulina Maria Dame Uli Pandjaitan
Imelda The
Aurelia Marsaulina Simatupang
Soenggoel Pardamean Sitorus
Sintong Pandjaitan

:
:
:
:
:

Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris

:
:
:
:
:

Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur *
Direktur *

Direksi
Johny Lumintang
Sudirdjo Widjaja
Michael Soerijadji
Pandu P. Sjahrir
Sudharmono Saragih

Kepala Teknik Tambang (KTT)


Hasyim Mustofa

* Efektif Mei 2013

Dewan Komisaris
Godlief Manangkak Timbul Silaen
Syamsir Siregar
Erwin Sutanto
Roby Budi Prakoso
Saswinadi Sasmojo

:
:
:
:
:

Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris

Direksi
Arthur Simatupang
Alvin Sunanda
Syarlisman

: Direktur Utama
: Direktur
: Direktur

Kepala Teknik Tambang (KTT)


Syarlisman

Dewan Komisaris
Tjokro Saputrajaya
Bok Maria Laurensia
Utomo Santoso
Suadi Atma
Salikin Moenits
Eddy Kustiwa Koesma

Direksi

Suaidi Marasabessy
Elim Khiat
Hartanto Saputrajaya Nyoto

: Komisaris Utama
: Komisaris
: Komisaris
: Komisaris
: Komisaris
: Komisaris
: Direktur Utama
: Direktur
: Direktur

Kepala Teknik Tambang (KTT)


Teuku Muda Seutia

Manajer Senior Perseroan:

Bima Sinung W.
Perry B. Slangor
Pria Dinar
Tries Nainggolan
Iwan Sanyoto

36

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

: Kepala Bidang Hukum/Head of Legal


: Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary
: Kepala Audit Internal/Head of Internal Audit
: Manajer Umum Keuangan/GM Finance
: Kepala Hubungan Investor/Head of Investor Relations

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Alamat Entitas Anak

PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA


Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 11
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 579 42103
F: (62-21) 579 42130
marketing@adimitra-baratama.co.id

Site:
Jl. Habiba RT 04
Kelurahan Jawa, Sanga-Sanga 75254
Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda
Kalimantan Timur
Indonesia
T/F: (62-541) 671 259

PT INDOMINING

Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 11
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 579 30579
F: (62-21) 579 30580

Site:
District 5, Jl. Gajah Mada
Kel. Sanga-Sanga Dalam, Kec. Sanga-Sanga
Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda
Kalimantan Timur
Indonesia
T: (62-541) 671 387
F: (62-541) 671 310

PT TRISENSA MINERAL UTAMA


Kantor Jakarta:
Wisma Bakrie 2, Lt. 16
Jl. H.R. Rasuna Said Kav B-2
Jakarta 12920, Indonesia
T: (62-21) 5793 0568/9
F: (62-21) 5793 0570

Site:
KM 23 Desa Tani Harapan
Kecamatan Loa Janan
Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda
Kalimantan Timur
Indonesia
T/F: (62-541) 726 8231

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

37

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Analisa dan Pembahasan Manajemen

Tahun 2012 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi


para produsen batubara di Indonesia karena indeks harga
batubara global sempat anjlok di bawah US$ 81 per ton,
seperti yang diperkirakan kalangan industri untuk 2012.
Beberapa faktor menjadi penyebab penurunan ini, terutama
menurunnya permintaan global, ekonomi Cina yang
melambat dan secara mengejutkan munculnya beberapa
sumber alternatif energi baru di sejumlah negara konsumen
batubara termasuk Cina. Berikut ini adalah gambaran luas
pasar batubara termal yang diperdagangkan lewat laut dan
pengaruhnya terhadap produsen batubara di Indonesia
termasuk Perseroan.
Harga Melemah
Meningkat

Meskipun

Konsumsi

Konsumsi global
batubara termal yang
diperdagangkan lewat laut meningkat pada
2012 yakni 7,1% year-on-year, meski hal
itu lebih disebabkan oleh penurunan harga
batubara. Sementara impor naik ke tingkat
tertinggi dalam satu dekade di Eropa dan
Jepang, yang sebagian besar disebabkan
karena meningkatnya pembatasan pada
pembangkit tenaga nuklir di pasar tersebut,
namun pertumbuhan impor tersebut tidak bisa
mengimbangi pertumbuhan permintaan pasar
Cina yang jauh lebih lambat.
Terdapat beberapa kondisi dari pasar Cina
pada tahun 2012 yang tidak kondusif bagi
pertumbuhan ekspor batubara termal yang
diperdagangkan lewat laut. Faktor utama yang
menyebabkan melambatnya pertumbuhan
konsumsi batubara Cina adalah melambatnya
ekonomi Cina sehingga mengurangi permintaan
untuk pembangkit listrik, dan dengan demikian

38

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Perseroan memiliki infrastruktur pertambangan batubara yang


memadai guna mendukung kegiatan penambangan batubara
yang bermutu, andal dan bertanggung jawab.

Analisa dan Pembahasan


Manajemen

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

39

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tinjauan Industri
mengurangi kebutuhan batubara termal.
Faktor lainnya, Cina telah membuat kemajuan
yang luar biasa dalam pembuatan sistem jalur
kereta api, yang menghubungkan daerah
Barat yang kaya akan batubara ke pusatpusat industri di sebelah Timur, juga daerah
Utara yang kaya sumber daya ke daerah
industri di Selatan. Sebelum adanya layanan
sistem kereta api baru ini, batubara harus
diangkut dalam truk kecil menempuh ribuan
kilometer. Saat ini, sistem kereta api tersebut
mengangkut batubara tersebut dalam volume
yang jauh lebih besar dengan biaya yang lebih
rendah. Dengan kata lain, sektor industri Cina
sekarang memiliki akses pasokan batubara
lebih murah yang berasal dari pasar dalam
negeri sendiri. Walaupun faktor ini tidak
mempengaruhi konsumsi permintaan Cina,
namun hal tersebut dapat berdampak pada
harga batubara global.
Jika kedua faktor tersebut terus berlanjut,
maka harga batubara impor di Cina akan terus
mengalami tekanan. Namun, bukan tidak
mungkin kita akan melihat harga batubara
segera kembali di atas US$100 per ton,
mengingat batubara termal akan tetap menjadi
sumber utama energi di belahan bumi yang lain
untuk beberapa waktu ke depan, ditambah
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik
akan terus mendorong permintaan energi.
Situasi tersebut diatas akan terus berdampak
pada Indonesia sebagai eksportir batubara
termal terbesar.
Tantangan bagi industri batubara Indonesia
Indonesia telah menjadi eksportir batubara
termal terbesar di dunia sejak mengambil alih
posisi itu dari Australia di tahun 2007. Dalam
lima tahun terakhir, tingkat rata-rata CAGR
produksi batubara Indonesia telah mencapai
11%, lebih tinggi dari Cina yang sebesar 7%,
India 6%, Australia 2%, total seluruh Asia
Pasifik 6% dan dunia 4%. Namun, sejak 2012
pertumbuhan ini telah menurun terkait kondisi
pasar Cina sebagai pasar utama batubara
Indonesia, dan penurunan skala produksi oleh
sejumlah produsen terkait harga yang terus
turun dan tidak kondusif.
Perseroan yakin industri batubara sedang
menyaksikan pergeseran besar dan luar
biasa dalam industri pertambangan batubara
di Indonesia. Sebelumnya kalangan industri
menekankan peningkatan hasil produksi

40

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

yang menyebabkan peningkatan nisbah


pengupasan. Namun, rasio tren harga pasar
baru-baru ini telah memaksa produsen
batubara di Indonesia mengalihkan fokus
pada marjin keuntungan bukan pertumbuhan
produksi. Artinya, hanya tambang yang
dikelola secara efisien dan efektiflah yang
mampu menjawab tantangan pasar di masa
mendatang.
Data industri terbaru menunjukkan bahwa
pertumbuhan rasio pengupasan secara
keseluruhan pada sejumlah tambang batubara
terbesar di Indonesia telah flat di tahun 2012
dan diperkirakan akan menurun sedikit selama
beberapa tahun ke depan karena perusahaan
lebih fokus pada peningkatan profitabilitas
ketimbang pertumbuhan. Dalam kondisi ini,
di mana sepuluh produsen utama batubara
di Indonesia masih bisa berharap CAGR ke
depan berkisar 9%, turun dari 11%. Perseroan
yakin dapat mengelola biaya operasional
lebih efisien, dan yang lebih penting lagi,
memperkirakan pertumbuhan produksi yang
lebih tinggi di masa depan berkat perbaikan
infrastruktur dan fasilitas bersama di ketiga
tambang batubara.
Perusahaan
terus
berupaya
untuk
meningkatkan produksi batubaranya pada
Pengekspor Batubara Terbesar Dunia
(juta ton)

2009

2010

2011

2012

2013*

Indonesia

200

242

273

283

292

Australia

134

137

146

159

174

Cina

22

19

11

Asia lainnya

24

26

28

33

35

Afrika Selatan

67

71

69

75

77

Rusia

91

85

75

77

80

USA

19

23

34

48

50

Kolombia

63

69

76

80

84

Other

101

115

130

135

130

Sumber, Data Industri

*Estimasi

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

tahun 2013 dengan target konsolidasi sebesar


5,8 - 6,4 juta ton. Target produksi tersebut
dibuat berdasarkan asumsi Indeks Batubara
Newcastle sebesar kurang lebih US$ 90/ton.
Pembahasan berikut ini menjelaskan operasi
Perseroan pada tahun 2012.
Operasional Toba Bara tahun 2012
Perseroan merupakan pemegang saham
mayoritas pengendali ketiga entitas anak
tambang, yaitu ABN, IM dan TMU.
Pada 2012, produksi batubara ketiga
perusahaan tambang itu mencapai 5,6 juta
ton, naik 7,7% dari 5,2 juta ton pada tahun
2011. Kenaikan itu berasal dari ABN (4,4 juta
ton), IM (1,0 juta ton) dan TMU (300 ribu ton).

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Hasil usaha Perseroan sepenuhnya tergantung


pada volume dan kualitas batubara yang
dihasilkan. Melalui entitas anak, Perseroan
memproduksi berbagai produk batubara
dengan nilai kalori yang berbeda-beda. Produkproduk ini merupakan hasil pencampuran
batubara dari masing-masing wilayah konsesi
dari lapisan yang berbeda dengan nilai
kalorinya berbeda-beda untuk menghasilkan
produk akhir dengan karakteristik tertentu
yang sesuai dengan spesifikasi pelanggan.
Pembahasan berikut ini menjelaskan operasi,
prakarsa dan perkembangan masing-masing
entitas anak di tahun 2012.

Kegiatan pengangkutan batubara di salah satu tambang Perseroan mencerminkan permintaan akan
batubara termal yang tetap tinggi di kawasan Asia Pasifik, dan kenyataan bahwa Indonesia merupakan
pengekspor batubara termal melalui jalur laut yang terbesar di dunia dewasa ini.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

41

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tinjauan Operasional
ABN. Wilayah konsesi ABN mencakup
sekitar 2.990 hektar dan terletak sekitar 30
kilometer di sebelah tenggara Samarinda,
ibukota Kalimantan Timur. Wilayah konsesi
ABN terdiri atas dua wilayah yang berbeda,
ABN Timur dan ABN Barat, yang keduanya
saat ini sedang ditambang.
Berdasarkan laporan JORC terakhir, ABN
memiliki sumber daya batubara sekitar 156
juta ton dan cadangan batubara sekitar
117 juta ton. ABN mengangkut batubara
dari stockpile ROM ke fasilitas pemuatan
tongkang melalui overland conveyor
sepanjang 4,7 km yang langsung memuat
batubara ke tongkang di dermaga.

Sementara itu, volume penjualan batubara


naik 40% menjadi 1,4 juta ton pada kuartal
IV 2012 dibandingkan 973 ribu ton pada
kuartal III 2012.
Selama semester pertama 2012, ABN
melakukan kegiatan pra pengupasan yang
mengakibatkan SR (stripping ratio) lebih
tinggi pada kuartal I 2012 (17,6x) dan kuartal
II 2012 (17,1x). Namun, pada kuartal III dan
kuartal IV 2012, SR ABN terus bergerak
turun secara konsisten di angka 14,7x dan
Volume Produksi (ribu ton) Stripping Ratio (x)

1500
16.8x

Kemampuan infrastruktur ABN meliputi


mesin penghancur, overland conveyor dan
dermaga, dengan kapasitas saat ini sekitar
10 juta ton per tahun. Dalam melaksanakan
operasi penambangan, ABN melibatkan PT
Petrosea Tbk dan PT Arkananta Apta Pratisa
sebagai kontraktor pertambangan.
Pada 2012, produksi batubara ABN
mencapai total 4,4 juta ton, meningkat
17% dari 3,8 juta ton pada 2011. Secara
kuartalan, produksi batubara pada kuartal
IV 2012 itu tidak berubah yakni 1,2 juta ton
dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Volume penjualan Batubara ABN meningkat
13% pada 2012 menjadi 4,1 juta ton
dibandingkan dengan 3,7 juta ton di tahun
sebelumnya.

1000

500

17.6x

17.1x
14,7x

774

768

12.8x

1,141

1,078

884

1,078

1,224

1,225

1Q 2011 2Q 2011 3Q 2011 4Q 2011 1Q 2012 2Q 2012 3Q 2012 4Q 2012

12,8x, yang berarti telah adanya langkah


untuk menyesuaikan SR agar biaya dikelola
lebih baik. Selama 2012, SR ABN mencapai
15,3x atau ada kenaikan sebesar 10%
dibandingkan tahun 2011.
Dalam waktu yang relatif singkat sejak mulai
beroperasi tahun 2008, ABN selama dua
tahun berturut-turut telah meraih peringkat
Hijau untuk PROPER, sebuah program
pemeringkatan
kepatuhan
terhadap

Indomining

Adimitra Baratama Nusantara

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

14.2x

11.1x

Trisensa Mineral Utama

42

13.7x

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

lingkungan dari Pemerintah bagi kalangan


industri, dari Gubernur Kalimantan Timur.
Peringkat Hijau menandakan pengelolaan
lingkungan yang melebihi daripada yang
dipersyaratkan, yang mampu dicapai
ABN antara lain dengan mengoptimalkan
manajemen sumber daya melalui 4R
(Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery),
serta karena pelaksanaan program CSR
yang efektif.
Indomining. Wilayah konsesi Indomining
mencakup sekitar 683 hektar dan terletak
kira-kira 38 kilometer sebelah tenggara
Samarinda. Menurut laporan JORC terakhir,
Indomining memiliki total sumber daya
batubara sekitar 37 juta ton dan cadangan
batubara sekitar 22 juta ton. Indomining juga
mengangkut batubara dari ROM nya melalui
overland conveyor sepanjang 4,4 km ke
dermaga. IM memproduksi batubara dengan
nilai kalori sekitar 5800 GAR. Kemampuan
infrastruktur meliputi penghancur, overland
conveyor, dan dermaga, dengan kapasitas
sekitar tiga juta ton per tahun.
Pada 2012, volume produksi batubara
Indomining mencapai total 963 ribu ton,
turun 32% dari 2011. Namun, secara
kuartalan, produksi batubara pada kuartal IV

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

2012 meningkat sebesar 3% menjadi 272.000


ton dibandingkan kuartal III 2012.
Rasio pengupasan (SR) naik 47% menjadi 13x
year-on-year pada 2012 dibandingkan tahun
lalu. Namun, SR secara kuartalan mengalami
penurunan. Pada 2012 SR di kuartal IV turun
sebesar 20% menjadi 10,5x dari 13,1x pada
kuartal III 2012, atau turun sebesar 28% dari
14,5x pada kuartal II 2012. Kenaikan SR selama
semester 1 2012 adalah akibat kegiatan prapengupasan tanah terkait pembukaan pit baru.
Volume penjualan batubara Indomining turun
sebesar 37% menjadi 1,1 juta ton year-on-year
pada 2012. Namun secara kuartalan, volume
penjualan batubara meningkat sebesar 76%
menjadi 353.000 ton pada kuartal IV 2012
dibandingkan kuartal III 2012. Tingkat volume
penjualan di kuartal IV 2012 ini merupakan
angka tertinggi dibandingkan kuartal-kuartal
sebelumnya di 2012.
Setelah akhir tahun 2012, pada 28 Januari
2013, Indomining menandatangani kontrak
dengan PT RPP Contractors Indonesia (RCI)
untuk pekerjaan penambangan di wilayah
konsesi Indomining. Sebelumnya, kontraktor
penambangan yang bekerja sama dengan IM
adalah PT Saptaindra Sejati (SIS). Mengingat
masa kontrak dengan SIS telah berakhir,

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

43

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

45.6x
85

75
50
25

39
23

90

59

24.5x

4Q 2011

1Q 2012

14.4x
2Q 2012

10.9x
3Q 2012

22
Profil Perusahaan

pengolahan batubara) yang akan menambah


kapasitas produksi secara signifikan.

Volume Produksi (ribu ton) Stripping Ratio (x)

100

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

10.8x
4Q 2012

maka IM menunjuk RCI sebagai kontraktor


penambangan baru. Kontrak baru dengan
RCI berjangka hingga lima tahun dengan nilai
kontrak diperkirakan sebesar US$115 juta.
Lingkup kerja pertambangan RCI meliputi
pembukaan lahan, overburden removal,
ripping, bongkar muat, pengelolaan limbah,
konstruksi dan pemeliharaan jalan angkut
overburden serta pengelolaan air.
Sebagai kontraktor pertambangan batubara,
RCI telah memusatkan kegiatannya di
wilayah konsesi yang terletak di Propinsi
Kalimantan Timur, khususnya di wilayah Kutai
Kartanegara, daerah konsesi Perseroan. Hal
ini membuat RCI dapat lebih fokus pada
kualitas kerja dan pengawasan. Saat ini, RCI
memiliki armada tambang yang cukup besar
dan handal dengan unit alat berat mencakup
baik mesin mid-range maupun high-range
berkapasitas di atas 100 ton. Sementara itu,
Indomining juga telah menunjuk kontraktor
untuk membangun CPP baru (pabrik

Dalam hal kepatuhan lingkungan, Indomining


telah menerima peringkat Blue Proper dari
Gubernur Kalimantan Timur pada 2012.
Peringkat Biru menunjukkan kepatuhan
terhadap persyaratan pengelolaan lingkungan
yang
sehat
berdasarkan
peraturan
perundang-undangan.
IUP-OP Indomining telah diperpanjang
hingga tahun 2023. Perpanjangan IUP-OP ini
merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah
Daerah kepada Perusahaan, sehingga

Lokasi CPP Baru Indomining

Indomining dapat terus memfokuskan pada


kesinambungan pekerjaan penambangannya.

Jalan Hauling TMU sedang dibangun

44

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

TMU. Wilayah konsesi TMU mencakup


sekitar 3.414 hektar dan terletak sekitar
40 kilometer dari Tenggara Samarinda.
Berdasarkan laporan JORC terakhir yang
hanya mencakup area seluas 680 hektar
dari konsesi, TMU memiliki sumber daya
batubara sekitar 43 juta ton dan cadangan
batubara sekitar 8 juta ton. Saat ini, TMU
memproduksi batubara dengan nilai kalori
sekitar 4.700 GAR dimana TMU mulai
melakukan kegiatan produksi pada bulan
Oktober 2011. TMU menggunakan jasa
kontraktor PT Surya Teknik Anugerah (STA)
dalam menjalankan operasional kegiatan
penambangannya.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Produksi batubara pada tahun 2012 mencapai


257.000 ton total, secara signifikan naik dari
39.000 ton pada tahun 2011. Setiap kuartalan,
TMU mencatat pertumbuhan produksi
batubara tertinggi pada kuartal IV 2012 yaitu
90.000 ton, meningkat 6% dari 85.000 ton
pada kuartal sebelumnya. Selama 2012, TMU
membukukan volume penjualan sebesar 230
ribu ton. Secara kuartalan, TMU mencatatkan
angka volume penjualan tertinggi yaitu sebesar
108 ribu ton pada kuartal IV, naik 140% dari 45
ribu ton di kuartal III 2012.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

14.6x

14.5x

77
Laporan Keuangan

13.1x

10.1x
8.9x

8.1x
8.9x

8.6x

1Q 2011

2Q 2011

3Q 2011

4Q 2011

1Q 2012

2Q 2012

3Q 2012

4Q 2012

Mengingat TMU belum lama memulai


produksinya, di tahun 2012 TMU melakukan

sehingga TMU dapat mengakses dan


menggunakan fasilitas dermaga Indomining.
Proyek ini diharapkan selesai pada awal paruh
kedua 2013.
TMU
diperkirakan
dapat
meningkatkan
kapasitas produksi secara signifikan, dengan
berbagi prasarana dan sarana dengan dua
entitas anak lainnya sehingga membuat biaya
jadi semakin efisien bagi Perseroan.
Eksplorasi
Di sepanjang tahun 2012, entitas anak Perseroan
melakukan berbagai aktivitas ekplorasi.
Overland Conveyer

kegiatan pre-stripping khususnya di kuartal I.


Selama 2012, SR TMU mencapai 14,8x turun
dari 24,5x di tahun 2011. Secara kuartalan, SR
TMU terus turun ke tingkat terendah di tahun
2012 yaitu sebesar 10,8x. Kedepan, SR TMU
diharapkan dapat stabil di sekitar 10 - 11x.

IM
IM melakukan pemboran geoteknik yang
bertujuan untuk mengetahui kajian teknik
kestabilan lereng tambang dan hidrogeologi.
Pengeboran dilakukan dengan menggunakan

TMU melakukan eksplorasi di wilayah barat


laut, dimana batubara yang dieksplorasi ini
tidak termasuk dalam hitungan cadangan
(JORC) yang ada. Dari hasil eksplorasi ini,
secara internal estimasi perkiraan penambahan
cadangan dapat mencapai sekitar 7 juta ton.
TMU sedang membangun jalan angkut
batubara menuju wilayah IM melalui ABN,
Fasilitas Jetty

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

45

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

16
Laporan Direktur Utama

metode pemboran lubang terbuka (open


hole) dan pemboran inti (core hole). Logging
geophysical dilakukan di semua lubang
bor open hole maupun core hole. Untuk
pemboran Geoteknik dilakukan dengan
pengeboran core hole dengan diikuti
pengujian SPT (Standard Penetration Test)
per 1,5 meter. IM juga melakukan pemboran
depressure ground water dengan tujuan
mengurangi tekanan air tanah.

Pengeboran dilakukan dengan menggunakan


metode pengeboran lubang terbuka (open
hole), dengan mengambil sample cutting
dan data geophysical logging.
Jumlah lubang bor infill dan dewatering serta
total kedalamannya dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:

Deskripsi

Jumlah total meter pemboran yang telah


selesai dilakukan adalah 11.919 meter
dengan total kedalaman geophysical logging
adalah 11.919 meter dengan rincian sebagai
berikut:
Jumlah

Total Kedalaman Keseluruhan

Lubang Bor

Lubang Terbuka

92

8.812 m

Lubang Inti
3.106 m

Luasan Area yang


sebagai berikut:

(meter)
Infill Drilling

92

9.104

Dewatering drilling

12

787

Luasan area yang tereksplorasi adalah


sebagai berikut:
Luasan (hektar)

Persentase

Status

11.919 m

Blok Timur &

1.840

61,53%

Ter-eksplorasi

1.150

38,47%

Infrastruktur,dll

ter-explore

adalah

Area

Luasan

Persentase

Status

374,3 ha

54,80%

Ter-explore

Non Pit Aktif

308,7 ha

45,20%

Infrastruktur,dll

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Total Kedalaman

Area

ABN
ABN melakukan pemboran infill dan ground
water depressure. Pemboran infill bertujuan
untuk menambah data pemboran ekplorasi
sebelumnya sehingga model geologi yang
akan dibuat dapat lebih akurat. Sedangkan
ground water depressure bertujuan untuk
mengurangi tekanan air tanah untuk
kestabilan tambang.

46

Jumlah Lubang Bor

Logging

Pit Aktif

Kegiatan Eksplorasi

22
Profil Perusahaan

Barat
Non Pit Aktif

TMU
TMU melakukan kegiatan pemboran
eksplorasi geoteknik dan pemboran ekplorasi
produksi. Pemboran geoteknik dilakukan
guna mengetahui kajian teknik kestabilan
lereng tambang dan kondisi hidrogeologi.
Sedangkan pemboran eksplorasi produksi
bertujuan untuk menambah data untuk
perhitungan cadangan.

Stockpile TMU

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

South Korea
11%
Japan

China
23%
Taiwan
28%

Hong Kong

Vietnam
Thailand

India
24%

Peta Asia menunjukkan tujuan pemasaran Toba Bara


Karena
kemiringan
batuan/batubara
di wilayah Barat TMU berkisar antara
70 derajat - 85 derajat, maka kegiatan
pemboran eksplorasi di Blok Barat dilakukan
dengan metode pemboran miring dengan
kemiringan 45 derajat . Adapun sistem
pemboran ada 2 yaitu open hole dan
touch coring. Lubang Open Hole bertujuan
untuk mengetahui urutan/Stratigraphy dan
kemenerusan/Continuity batuan khususnya
seam batubara. Sedangkan lubang Touch
Coring untuk pengambilan sampel batubara
guna analisa kualitas batubara.
Pekerjaan eksplorasi mencapai 10.027,49
meter terdiri dari open hole sebesar 9.636,02
meter dan coring 391,47 meter dengan
jumlah 119 hole. Selain itu, pekerjaan bor
cropline memperoleh 6.377,6 meter dengan
jumlah 244 lubang. Terkait dengan pekerjaan
logging, telah dilakukan 59 lubang open hole
dan 60 lubang coring, adapun pencapaian
meterannya adalah 9.603,49 meter.

Area

Luasan (hektar)

Persentase

Status

Blok Barat

1,580

53,72%

Ter-eksplorasi

Blok Timur

1,834

46,28%

Green Field

Arthur Simatupang memberi sambutan pada Upacara Penamaan floating crane di


Nanjing, Cina, dan bertemu dengan calon pembeli-langsung batubara dari Cina

Pemasaran
Perseroan memproduksi batubara dengan
karakteristik yang beragam dan dibutuhkan oleh
pembangkit listrik dan pengguna lainnya di pasar
tujuan ekspor utama, khususnya di wilayah Asia
Pasifik. Oleh sebab itu, Perseroan tidak memiliki
kesulitan yang berarti dalam memasarkan
produknya, karena sejumlah pelanggan utama
memberi landasan yang stabil bagi upaya
pemasaran Perseroan selama ini.
Beberapa pelanggan utama tersebut terdiri dari
trader terkemuka dunia seperti Vitol, Flame,
Glencore, Noble Group, Peabody, Dragon Energy
Group, Mercuria dan Trafigura.
Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

47

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

22
Profil Perusahaan

Berkat dukungan tim Pemasaran yang


tersentralisasi untuk ketiga entitas anak,
maka Perseroan dapat menghemat dan
menekan biaya pemasaran yang dilakukan
sendiri secara internal. Hal ini turut
menambah daya saing produk batubara
Perseroan di pasar internasional.

2012. Namun secara kuartalan, SR sudah


menurun di kuartal III 2012 sebesar 14,2x
atau mengalami penurunan sebesar 14%
dibanding kuartal sebelumnya. Penurunan
SR secara kuartalan terus berlanjut di kuartal
IV 2012 ke tingkat 12,1x atau turun sebesar
15% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Selain
kegiatan
pemasaran
yang
tersentralisasi, Perseroan juga memperoleh
manfaat dari berbagai inisiatif pemasaran
yang dilakukannya, antara lain sebagai
berikut:

Prakarsa strategis lain yang dijalankan


Perseroan dalam menjawab tantangan di
pasar batubara pada intinya mencakup
peningkatan profitabilitas melalui pengelolaan
biaya yang efektif dengan memanfaatkan
keunggulan kompetitif
karena memiliki
tiga lokasi tambang yang berdekatan dan
mengoptimalkan penjualan dan harga
batubara.

- Basis pelanggan yang dikembangkan


sendiri secara internal oleh Perseroan
sehingga
dapat
menekan
biaya
pemasaran.
- Perpaduan yang seimbang antara
kontrak penjualan jangka panjang,
jangka pendek dan penjualan di pasar
spot oleh Perseroan selama ini.
- Perseroan aktif berpartisipasi di berbagai
pameran dagang internasional guna
mempromosikan produk batubara Toba
Bara.
Perseroan terus mengupayakan kegiatan
pemasaran langsung ke para pengguna akhir
batubara dalam rangka mengembangkan
keragaman basis pelanggan agar tidak
didominasi oleh sejumlah kelompok tertentu.
Prakarsa dan Pengembangan
Secara operasional, Perseroan merevisi
perencanaan tambangnya (mine plan)
berhasil merubah perencanaan tambangnya
guna mengatasi lemahnya harga pasar
sepanjang tahun, dan lebih fokus pada
profitabilitas. Rasio pengupasan meningkat
sebesar 17% menjadi 14,9x year-on-year
pada 2012. Peningkatan ini antara lain
terjadi karena adanya peningkatan SR di
ABN, IM dan TMU yang disebabkan oleh
kegiatan pre-stripping di kuartal I dan II

48

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Program prakarsa strategis meliputi rencana


joint mine plan (kegiatan penambangan
terpadu) di ketiga entitas anak dan saling
berbagi prasarana di antara ABN, IM dan
TMU seperti penggunaan overland conveyor,
penghancur batubara,
pengangkutan
batubara dan dermaga. Dalam program joint
mine plan, Perseroan bermaksud melakukan
penambangan di perbatasan ABN dan IM
dengan tujuan memaksimalkan cadangan
dan meningkatkan kapasitas pembuangan
over burden. Lokasi ABN dan IM yang
bersebelahan dimaksimalkan pula untuk

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

memperpendek jalan OB disposal, sehingga


biaya produksi dapat jadi lebih rendah.
Rencana kegiatan penambangan bersama
ini sudah dimulai pada akhir kuartal IV 2012.
Kini Perseroan sedang membangun
jalan angkut batubara dari TMU ke IM
melalui ABN agar dapat memaksimalkan
pengunaan infrastruktur bersama seperti
CPP (Coal Processing Plant), dermaga
milik ABN atau IM. Prakarsa ini juga akan
memudahkan upaya dalam mengoptimalkan
kualitas batubara melalui pencampuran
batubara produksi TMU, ABN dan IM, yang
menghasilkan batubara TMU dengan kadar
sulfur yang rendah. Optimalisasi penggunaan
infrastruktur secara bersam-sama ini juga

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Saat ini, Perseroan tengah mempersiapkan


berbagai
opsi
pertambangan
untuk
mengelola SR secara efektif dalam
mengantisipasi fluktuasi harga batubara.
Selain itu, kompensasi lahan dan aktivitas
pengeboran juga terus dilakukan untuk
mempertajam
rencana
penambangan
Perseroan. Sebagai bagian dari upaya
untuk mengoptimalkan penjualan dan
harga
batubara,
Perseroan
sedang
mempertimbangkan aktivitas lindung nilai
dan memperluas pasar penjualan batubara.
Pada tahun 2012, Perseroan melakukan
lindung nilai simple swap baik dalam
harga batubara maupun
bahan bakar.
Volume penjualan batubara dan bahan
bakar yang dilindung nilai masing-masing
mencapai sekitar 752.000 ton dan 114.000
barel. Meskipun sebagian besar batubara
Perseroan dijual ke trader batubara,
Perseroan terus mempromosikan batubara
secara langsung kepada pengguna akhir
untuk memperkaya basis pelanggannya dan
memperluas pangsa pasarnya.
Di tahun 2012, Perseroan telah menggunakan
capital expenditure (capex) sekitar US$17
juta, yang antara lain untuk membiayai
pembelian aset tetap, pengembangan
infrastruktur, kegiatan eksplorasi, serta
pembebasan lahan (land compensation).
Adapun rencana capex untuk tahun 2013
adalah sekitar US$27 juta yang meliputi
antara lain pembanguan jalan angkut (TMU
ke IM), pembangunan coal processing plant
baru di IM, conveyor improvement dan
pembangunan underpass di ABN, serta
kegiatan eksplorasi dan land compensation.

untuk mengurangi belanja modal (capex)


dibidang pembangunan CPP di TMU. Dan
melalui jalan angkut bersama, Perseroan
yakin biaya operasi akan lebih rendah di
masa depan.
Dalam
mengelola
fasilitas
batubara,
Perseroan sedang membangun CPP baru
di Indomining. CPP baru ini diharapkan
dapat meningkatkan kapasitas pengolahan
batubara IM, mengakomodasi batubara
TMU, meningkatkan kapasitas pembuangan
OB, biaya rendah serta menambah
kapasitas stockpile untuk raw coal dan
produk batubara. Perseroan berencana
membangun underpass di sekitar lokasi ABN.
Tujuan utama pembangunan underpass
tersebut adalah untuk memperpendek jarak
pembuangan OB.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

49

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tinjauan Keuangan
sebesar 7,7% dari 5,2 juta ton selama tahun
2011 menjadi 5,6 juta ton selama tahun 2012.
Selain itu, untuk merespon penurunan harga
batubara dan menjaga profitabilitas, Perseroan
melakukan beberapa inisiatif penurunan biaya
pada awal kuartal IV 2012 dengan cara
menurunkan nisbah pengupasan dan jarak
buang lapisan tanah penutup.

Tries Nainggolan
GM Finance
Tries Nainggolan bergabung bersama
Perseroan pada November 2012 sebagai
GM-Finance. Sebelumnya dia bekerja
sebagai Analis Bisnis dan Perencanaan
Keuangan di sektor layanan kesehatan
(Siloam Hospitals Group) dan sektor ritel
(Limited Brands, Inc. dan Foot Locker,
Inc.). Tries meraih gelar sarjana di
bidang Finance dari Pennsylvania State
University dan gelar Master di bidang
Public Policy and Management dari Ohio
State University, Amerika Serikat.

Ikhtisar Kinerja Keuangan


Penurunan kondisi ekonomi global di tahun
2012 menyebabkan terkoreksinya harga
acuan batubara global. Harga rata-rata acuan
batubara Newcastle Index di tahun 2012
turun sebesar 20,4% dari US$121,2/ton pada
tahun 2011 menjadi US$96,9/ton di tahun
2012, dimana pada semester II 2012 terjadi
penurunan harga yang signifikan mencapai
US$80,8/ton di bulan Oktober 2012. Di
tengah kondisi industri batubara yang kurang
kondusif, PT Toba Bara Sejahtra Tbk tetap
meningkatkan volume produksi batubara

Penjualan Perseroan menurun dari US$498,2


juta pada tahun 2011 menjadi US$396,7 juta
di tahun 2012 atau menurun sebesar 20,4%,
sedangkan volume penjualan di tahun 2012
hanya meningkat sebesar 0,7% dibandingkan
tahun 2011 menjadi 5,5 juta ton. Penurunan
nilai penjualan ini terutama disebabkan karena
penurunan harga acuan batubara global.
Dari sisi biaya, terjadi kenaikan pada beban
pokok penjualan dari US$308,0 juta pada
tahun 2011 menjadi US$348,5 juta di tahun
2012 atau naik sebesar 13,2%. Kenaikan
ini disebabkan karena kenaikan nisbah
pengupasan dan jarak buang lapisan tanah
penutup yang sebagian besar terjadi di
semester I 2012, serta harga bahan bakar.
Selain itu, terjadi penyesuaian biaya kontraktor
di IM pada semester II tahun 2012 terkait
dengan perpanjangan kontrak.
Kombinasi penurunan pendapatan dan
kenaikan atas biaya adalah kontributor utama
terhadap penurunan EBITDA sebesar 86,3%
dari US$164,1 juta pada tahun 2011 menjadi
US$22,5 juta di tahun 2012.
Di tahun 2012, Perseroan juga mencatatkan
keuntungan yang sudah direalisasikan dari
transaksi lindung nilai sebesar US$4,5 juta.
Perseroan melakukan lindung nilai untuk
harga batubara dan bahan bakar dengan
menggunakan instrumen swap dengan tiga
lembaga keuangan internasional.
Setelah memperhitungkan beban pajak neto
untuk periode tahun 2012 sebesar US$
8,3 juta, Perseroan membukukan total laba
neto (sebelum kepentingan non-pengendali

Penandatanganan Unsecured Revolving Credit Facility antara ABN dan BNP Paribas

50

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

dan laba komprehensif lainnya) sebesar


US$11,9 juta, menurun dari US$115,3 juta
di tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih
ini utamanya disebabkan karena penurunan
harga jual rata-rata batubara dan adanya
kenaikan cash cost (FOB vessel costs).
Perseroan meyakini bahwa Laporan Posisi
Keuangan per 31 Desember 2012 dalam
kondisi kuat karena memiliki rasio net debt to
EBITDA yang cukup rendah sebesar 0,57x,
US$36,3 juta kas dan setara kas, serta
tersedianya US$ 10,0 juta working capital
facility di ABN dan US$14,5 juta revolving
credit facility di tingkat Perseroan yang dapat

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Beban Pokok Penjualan


Beban pokok penjualan (BPP) meningkat
sebesar 13,2% dari US$308,0 juta pada tahun
2011 menjadi US$348,5 juta di tahun 2012.
Hal ini terutama disebabkan karena kenaikan
nisbah pengupasan, jarak buang tanah lapisan
penutup, dan kenaikan tarif kontraktor di
Indomining pada semester II 2012. Faktorfaktor tersebut juga berkontribusi terhadap
kenaikan FOB Vessel Cash Cost (termasuk
royalti) sebesar 11,3% dari US$ 56,3/ton
menjadi US$62,5/ton di 2012.
Peningkatan nisbah pengupasan di tahun
2012 adalah sebesar 17,3% menjadi 14,9x

Tim Keuangan, dari kiri ke kanan: Septian Seto, Ismail Sianipar, Waracahya Dea Kanyaka,
Tries Nainggolan, Slamet Djupri, Baskara Van Roo dan Vena Siauw.

digunakan sewaktu-waktu. Hal-hal tersebut


merupakan modal finansial yang baik bagi
Perseroan dalam menghadapi volatilitas pasar
batubara.

dari 12,7x pada tahun 2011. Peningkatan


tersebut terutama disebabkan karena aktivitas
pre stripping yang dilakukan masing-masing
entitas anak Perseroan yang dilakukan pada
kuartal I tahun 2012.

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

Selain itu, curah hujan yang tinggi pada


periode
tersebut
juga
menyebabkan
peningkatan biaya pemindahan lumpur yang
cukup signifikan dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya. Meskipun nisbah
pengupasan di kuartal I sampai kuartal III tahun
2012 mencapai 16,0x, Perseroan telah berhasil
menurunkan nisbah pengupasan di kuartal IV
2012 menjadi 12,2x, sehingga menurunkan
nisbah pengupasan secara keseluruhan untuk
tahun 2012 menjadi 14,9x.

Penjualan
Sekalipun terjadi peningkatan produksi
batubara sebesar 0,3 juta ton pada tahun
2012, pendapatan atas penjualan Perseroan
mengalami penurunan sebesar 20,4% dari
US$498,2 juta pada tahun 2011 menjadi
US$396,7 juta di tahun 2012. Hal ini terutama
disebabkan oleh menurunnya harga jual ratarata batubara Perseroan dari US$91,3 per
ton menjadi US$72,2 per ton, seiring dengan
penurunan harga rujukan Newcastle Index.
Sementara itu, volume penjualan di tahun
2012 hanya meningkat sebesar 0,7%
dibandingkan tahun 2011 menjadi 5,5 juta
ton. Kenaikan volume penjualan yang lebih
kecil dibandingkan kenaikan produksi di tahun
2012 disebabkan karena strategi Perseroan
untuk
memperbesar
persediaan
guna
mengoptimalkan volume penjualan di kuartal
I 2013. Berdasarkan pengalaman Perseroan,
kuartal I merupakan periode dengan tingkat
produksi paling rendah, karena curah hujan
yang lebih tinggi dibanding kuartal lainnya.

EBITDA
Penurunan harga acuan batubara global,
kenaikan nisbah pengupasan, serta jarak
buang lapisan tanah penutup merupakan
faktor utama yang menyebabkan EBITDA
Perseroan di tahun 2012 turun sebesar 86,3%
dibandingkan tahun sebelumnya. Marjin
EBITDA di tahun 2012 tercatat sebesar 5,7%
atau turun dari tahun sebelumnya sebesar
32,9%. Namun, Perseroan meyakini bahwa
inisiatif-inisiatif penurunan biaya yang sudah
dilakukan sejak kuartal IV 2012, dengan fokus
Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

51

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

terhadap pencapaian nisbah pengupasan dan


jarak buang lapisan tanah penutup sesuai
dengan target yang telah ditetapkan, akan
meningkatkan EBITDA Perseroan di tahun
2013.
Pendapatan Lain-Lain
Salah satu strategi Perseroan yang diterapkan
di tahun 2012 adalah melakukan lindung nilai
atas harga batubara dan harga bahan bakar,
dengan tujuan untuk memperoleh marjin
keuntungan yang diinginkan. Perseroan
melakukan lindung nilai di ABN untuk volume
penjualan batubara sekitar 752 ribu ton dan
konsumsi bahan bakar sekitar 113.760 barel
(sekitar 18,1 juta liter). ABN menggunakan
instrumen derivatif swap dalam strategi
lindung nilai ini dengan Australia and New
Zealand Banking Group Limited, BNP Paribas,
dan Morgan Stanley & Co International plc
sebagai counterparty. Perseroan mencatatkan
keuntungan yang sudah direalisasikan sebesar
US$ 4,5 juta di tahun 2012 atas transaksi
lindung nilai ini.
Laba Bruto
Perseroan membukukan Laba Bruto sebesar
US$48,2 juta pada tahun 2012, menurun
sebesar 74,7% dari US$190,2 juta di tahun
2011. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
menurunnya pendapatan Perseroan akibat
kondisi pasar (harga batubara) yang kurang
menguntungkan sepanjang tahun 2012, dan
meningkatnya Beban Pokok Penjualan akibat
peningkatan stripping ratio, jarak buang
lapisan penutup dan harga batubara.
Beban Penjualan, Umum dan Administrasi
Beban penjualan umum dan administrasi
tercatat sebesar US$31,9 juta atau meningkat
sebesar 6,3% terutama disebabkan oleh
naiknya biaya program tanggung jawab sosial
dan lingkungan perusahaan serta pajak bumi
bangunan
Laba Operasi
Perseroan mencatat Laba Operasi sebesar
US$21,1 juta pada tahun 2012, menurun
sebesar 86,5% dari US$156,5 juta di tahun
2011. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
menurunnya Laba Kotor sebesar 74,7%, atau
US$142,1 juta, pada tahun yang dilaporkan.
Laba Neto
Setelah memperhitungkan beban pajak neto
untuk periode berjalan sebesar US$8,3juta,
maka Perseroan mencatat Laba Komprehensif
Bersih pada tahun 2012 sebesar US$12,0
juta, menurun sebesar 89,6% dari US$115,1
juta di tahun 2011. Penurunan ini sejalan
dengan kondisi pasar batubara yang kurang
menguntungkan sepanjang tahun 2012, bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

52

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

LAPORAN POSISI KEUANGAN


Total Aset
Total Aset Konsolidasi Perseroan meningkat
sebesar 16,1% menjadi US$261,5 juta hingga
akhir tahun 2012. Peningkatan tersebut
terutama berasal dari kenaikan Properti
tambang sekitar US$17,6 juta, pajak dibayar
dimuka US$14,6 juta dan persediaan US$10,0
juta.
Kas dan Setara Kas
Total Kas dan Setara Kas konsolidasi mengalami
penurunan sebesar 38% dari US$58,6 juta
pada tahun 2011 menjadi US$36,3 juta di
tahun 2012. Perseroan mencatat arus kas
neto yang diperoleh dari kegiatan pendanaan
di tahun 2012 sebesar US$138,0 juta; namun
juga mencatat arus kas yang digunakan neto
untuk kegiatan operasi sebesar US$31,9
juta dan untuk kegiatan investasi sebesar
US$127,3 juta pada tahun yang sama,
sehingga mengakibatkan penurunan total Kas
dan Setara Kas sebagaimana diuraikan di atas.
Kas yang diperoleh dari pendanaan terutama
berasal dari penyetoran modal sebesar
US$104,7 juta terkait dengan restrukturisasi
dengan pemegang saham minoritas di anak
perusahaan yaitu di Indomining dan TMU
sehubungan dengan penawaran umum
perdana saham Perseroan pada bulan
Juni 2012 sebesar US$38,2 juta. Kas yang
digunakan untuk kegiatan operasi terutama
berupa pembayaran kepada pemasok sebesar
US$319,4 juta (dibandingkan dengan Kas yang
diperoleh dari pelanggan sebesar US$379,8
juta); sementara Kas yang digunakan untuk
kegiatan investasi terutama berupa pembelian
saham tambahan di entitas anak sebesar
US$96,5 juta.
Piutang Usaha
Piutang Usaha konsolidasi Perseroan terhadap
pihak ketiga menurun tipis sebesar 2,1%
menjadi US$16,2 juta, dikarenakan penurunan
penjualan sepanjang 2012.
Persediaan
Persediaan Perseroan naik sebesar 54,3%
menjadi US$28,4 juta dari tahun sebelumnya
sebesar US$18,4 juta. Kenaikan Persediaan
terutama disebabkan oleh naiknya persediaan
batubara karena peningkatan produksi.
Peningkatan ini merupakan salah satu strategi
Perseroan guna mengoptimalkan penjualan di
K1 2013.
Pajak Dibayar di Muka
Perseroan membukukan Pajak Dibayar di
Muka sebesar US$14,6 juta pada tahun 2012.
Dimana hal ini mencerminkan cicilan Pajak
Penghasilan Badan tahun 2012.
Properti Tambang
Properti Tambang, setelah dikurangi akumulasi
amortisasi, mencapai US$57,6 juta pada tahun
2012, meningkat sebesar 43,9% dari US$40,0

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

juta pada tahun 2011. Kenaikan tersebut


terutama berkaitan dengan peningkatan
kegiatan pengupasan di seluruh entitas anak.
Aset Tetap
Total nilai perolehan aset tetap, setelah
dikurangi akumulasi penyusutan, mencapai
US$34,1 juta pada akhir tahun 2012,
meningkat sebesar 8% dari US$31,5 juta
pada tahun 2011. Peningkatan ini sejalan
dengan pengembangan usaha Perseroan yang
antara lain mencakup pembangunan jalan dan
prasarananya, bangunan dan prasarananya;
pengadaan mesin dan peralatan kerja.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan pada akhir tahun
2012 adalah sebesar US$150,6 juta, menurun
sebesar 9,4% dari US$166,1 juta pada
tahun 2011. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh berkurangnya Utang Pajak
sebesar 89,2% dan uang muka pelanggan
sebesar 54,1%.
Utang Usaha
Perseroan membukukan Utang Usaha kepada
pihak ketiga sebesar US$57,8 juta dan kepada
pihak terafiliasi sebesar US$552,0 ribu.
Utang Usaha kepada pihak ketiga meningkat
sebesar 111,7% pada tahun yang dilaporkan,
mencerminkan peningkatan kegiatan produksi
Perseroan.
Utang Bank
Utang Bank per 31 Desember 2012 terdiri
dari US$48,3 juta atau naik sebesar 42,6%
terutama disebabkan karena tambahan
pinjaman sehubungan dengan perdamaian
wilayah pertambangan yang tumpang tindih
dengan pihak ketiga, pinjaman modal kerja di
ABN dan pinjaman di IM.
Utang Pajak
Perseroan membukukan Utang Pajak tahun
2012 sebesar US$3,4 juta, turun sebesar
89,2% dari US$31,5 juta pada tahun
2011. Penurunan ini terutama disebabkan
berkurangnya Utang Pajak Pasal 29 Perseroan
secara signifikan pada tahun 2012 sehubungan
dengan penurunan laba neto Perseroan pada
tahun 2012 dibandingkan dengan laba neto
tahun 2011.
Uang Muka Penjualan
Uang muka penjualan tercatat sebesar
US$11,6 juta atau turun 54,1% dibandingkan
tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan
karena sudah dipenuhinya kontrak penjualan
jangka panjang yang dimiliki ABN. Uang muka
yang tercatat di tahun 2012 adalah komitmen
uang muka penjualan jangka pendek di ABN.
Ekuitas
Ekuitas Perseroan mencapai US$110,9 juta
pada akhir tahun 2012, meningkat sebesar
87,7% dari US$59,1 juta pada tahun 2011.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Peningkatan tersebut berasal dari peningkatan


setoran modal selama tahun 2012 sebesar
US$143,2 juta terkait dengan restrukturisasi
pemegang saham minoritas di IM dan TMU
serta penawaran saham perdana.
Kemampuan Membayar Utang
Tingkat solvabilitas Perseroan membaik
dari 1,36 kali pada tahun 2011 menjadi
1,74 kali pada tahun 2012, dikarenakan
adanya peningkatan Aset sebesar 16,1%
bersamaan dengan penurunan Liabilitas
sebesar 9,4% selama tahun yang dilaporkan.
Hal ini menunjukkan kemampuan Perseroan
yang meningkat untuk memenuhi kewajiban
keuangannya.
Likuiditas
Perseroan meyakini bahwa Laporan Posisi
Keuangan per 31 Desember 2012 dalam
kondisi kuat karena memiliki rasio net debt to
EBITDA yang cukup rendah sebesar 0,53x,
US$36,3 juta kas dan setara kas, serta
tersedianya US$10,0 juta working capital
facility di ABN dan US$14,5 juta revolving
credit facility di tingkat Perseroan yang dapat
digunakan sewaktu-waktu. Hal-hal tersebut
merupakan modal finansial yang baik bagi
Perseroan dalam menghadapi volatilitas pasar
batubara.
Struktur Modal Perusahaan
Struktur
Modal
Perseroan
senantiasa
dipertahankan agar tetap memiliki rasio
permodalan yang sehat dalam rangka mendukung
pertumbuhan usaha yang berkesinambungan,
serta demi memenuhi kewajiban keuangan
Perseroan setiap saat. Pada tahun 2012 hal
ini digaris bawahi oleh keberhasilan Perseroan
memperkuat permodalannya melalui penawaran
umum saham perdana.
Peningkatan atau Penurunan
Yang Material dari Penjualan atau
Pendapatan Neto
Perseroan mencatat penurunan nilai penjualan
batubara yang signifikan pada tahun 2012,
sehubungan dengan harga pasar batubara
dunia yang menurun tajam dibandingkan
dengan harga di tahun sebelumnya.
Dampak Perubahan Harga Terhadap
Penjualan dan Pendapatan Neto
Terdapat pengaruh yang cukup signifikan dari
perubahan harga batubara terhadap penjualan
dan pendapatan neto Perseroan pada tahun
yang dilaporkan, dimana penjualan Perseroan
turun sebesar 20,4% disebabkan oleh hal-hal
yang telah diuraikan di atas.
Realisasi Penggunaan Dana Hasil
Penawaran Umum
Informasi ini telah disampaikan sebelumnya
pada halaman 34 Laporan Tahunan ini.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

53

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

Keterbukaan
Informasi
Sehubungan
dengan Transaksi Material
Pada tanggal 2 Oktober 2012, Perseroan
melakukan keterbukaan informasi dalam
rangka memenuhi Peraturan Bapepam-LK
No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Keterbukaan informasi yang dipublikasi di
website Bursa Efek Indonesia dan Koran Suara
Pembaruan tanggal 2 Oktober 2012, memuat
informasi terkait dengan rangkaian transaksi
berupa (i) transaksi pemberian pinjaman dari
Perseroan kepada PT Perkebunan Kaltim
Utama I (PKU), (ii) transaksi jual beli tagihan
antara Perseroan, PKU dan PT Ganda Sawit
Utama (GSU), (iii) transaksi pengalihan
tagihan antara Perseroan dan GSU, serta (iv)
transaksi pengikatan perjanjian jual beli saham
antara Perseroan dan PT Karya Generasi
Perdana (KGP). Transaksi-transaksi tersebut
merupakan transaksi material sebagaimana
diatur dalam Peraturan No. IX.E.2, Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-614/
BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama (Peraturan No. IX.E.2).
Transaksi Material ini
tidak mengandung
Benturan Kepentingan dan tidak merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan No. IX.E.1, Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-412/
BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Transaksi Tertentu.
Pada tanggal 28 September 2012, Perseroan
menandatangani perjanjian-perjanjian sebagai
berikut:
1. Perjanjian Pinjaman
Perseroan dan PKU menandatangani
Perjanjian Pinjaman sehubungan dengan
pemberian pinjaman dari Perseroan kepada
PKU dalam rangka melunasi hutang PKU
kepada 2 (dua) Bank Swasta Nasional.
2. Perjanjian Jual Beli Tagihan dan Perjanjian
Pengalihan Tagihan
a. Perjanjian Jual Beli Tagihan Perseroan,
PKU dan GSU menandatangani
Perjanjian Jual Beli Tagihan sehubungan
dengan penjualan tagihan yang dimiliki
GSU kepada Perseroan.
b. Perjanjian Pengalihan Tagihan hubungan
dengan Perjanjian Jual Beli Tagihan,
Perseroan dan GSU menandatangani
Perjanjian Pengalihan Tagihan dimana
GSU mengalihkan tagihan kepada
Perseroan.
3. Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Perseroan dan KGP menandatangani
Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
sehubungan dengan rencana jual beli saham
PKU yang dimiliki KGP.

54

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Pertimbangan
dilakukan
transaksi
material
Sebelum
dilakukan
penandatanganan
perjanjian-perjanjian diatas, PT Adimitra
Baratama Nusantara (ABN) dan PT Trisensa
Mineral Utama (TMU)
terlibat dalam
perkara hukum tumpang tindih lahan dengan
PKU. Dengan dilakukan penandatanganan
perjanjian-perjanjian diatas, maka ABN,
TMU dan PKU sepakat untuk melakukan
perdamaian dan tidak melanjutkan perkaraperkara hukum.
Objek dan Nilai Transaksi Material
Objek dan nilai Transaksi Material adalah
sebagai berikut:
1. Pemberian pinjaman dengan jumlah
pokok sebesar Rp62.984.177.778,2.
Pembelian
tagihan
sebesar
Rp145.660.301.410,- dengan harga
Rp70.765.822.222,-; dan
3. Perjanjian Pengikatan Jual Beli saham
dengan harga Rp11.250.000.000,Nilai keseluruhan Transaksi Material tersebut
di atas, merupakan 47% dari ekuitas
Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan
Konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2011. Oleh karenanya,
transaksi tersebut termasuk dalam kategori
transaksi material sebagaimana diatur dalam
angka 2.a. Peraturan No. IX.E.2, dimana
Perseroan tidak diwajibkan untuk memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham,
namun Perseroan wajib mengumumkan
informasi mengenai Transaksi Material kepada
masyarakat dan menyampaikan dokumen
pendukungnya kepada Bapepam-LK.
Kesimpulan Nilai dan Pendapat Kewajaran
Atas Transaksi
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsiasumsi, data dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam
penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana
diungkapkan dalam laporan Pendapat
Kewajaran ini, Perseroan berpendapat bahwa
Transaksi, ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan, adalah wajar bagi Perseroan serta
akan memberikan manfaat bagi pemegang
saham Perseroan.
Perubahan Perundang-undangan dan
Peraturan yang Berpengaruh Terhadap
Kinerja Perseroan
Pada tahun 2012 tidak terdapat perubahan
peraturan
perundang-undangan
yang
berpengaruh signifikan terhadap kegiatan
operasi maupun laporan keuangan konsolidasi
Perseroan.
Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi
Kinerja Perusahaan
Kinerja Perseroan diukur dari pencapaian
volume produksi batubara dan nilai penjualan

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

yang diperoleh berdasarkan sasaran bisnis


yang ditetapkan pada RKAP Perseroan tahun
berjalan.
Sementara itu, tingkat volume produksi
batubara tergantung pada manajemen
perencanaan tambang dan manajemen
logistik untuk menambah batubara dan
mengangkutnya ke lokasi loading tongkang
di dermaga (jetty), serta titik pengapalan
batubara di laut lepas.
Kegiatan penambangan batubara dapat
terpengaruh oleh cuaca buruk selama musim
hujan yang mungkin terjadi pada berbagai
waktu. Produksi dan volume penjualan
juga dipengaruhi oleh permintaan pasar,
ketersediaan kapal dan kapasitas serta kinerja
kontraktor.
Selain itu, fluktuasi harga batubara dunia
sangat berpengaruh terhadap perolehan nilai
penjualan Perseroan. Harga batubara dunia
dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan
permintaan pasar ekspor batubara global
serta permintaan domestik terutama untuk
sektor pembangkit listrik.
Pada tahun 2012, dinamika yang terjadi di
pasar ekspor batubara dunia berdampak
negatif terhadap pencapaian kinerja Perseroan,
bertolak belakang dengan kondisi pasar yang
lebih kondusif pada tahun 2011.
Rencana Pengembangan Tahun 2013
Perseroan tetap on track untuk membangun
jalan hauling batubara dari TMU ke IM melalui
ABN, sehingga TMU dapat menggunakan
fasilitas pengolahan batubara dan jetty IM.
Tujuannya adalah untuk memaksimalkan
kapasitas
infrastruktur
yang
tersedia,
meminimalkan belanja modal dan biaya
produksi. Perseroan memperkirakan jalan
hauling batubara ini akan selesai pada awal
semester II 2013. Setelah jalan hauling
tersebut dapat digunakan, secara konsolidasi,
akan terjadi penurunan biaya transportasi
sebesar US$ 5 10/ton dari setiap batubara
yang dijual TMU.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Perseroan sudah menunjuk kontraktor untuk


pembangunan CPP yang baru di Indomining,
dengan target penyelesaian sampai dengan
akhir kuartal III 2013. Pembangunan CPP ini
bertujuan untuk menambah kapasitas fasilitas
pengolahan batubara bagi IM sekaligus
menampung batubara dari TMU, dan
mengurangi dilusi dari kalori batubara yang di
proses dari fasilitas CPP. Keberadaan CPP ini
dapat meningkatkan efisiensi biaya dan harga
jual batubara IM dan TMU.
Memperpendek Jarak Buang Lapisan
Tanah
ABN akan membangun underpass kedua
yang menghubungkan blok barat dan blok
timur, dengan tujuan untuk memperpendek
jarak buang lapisan penutup dari blok timur.
Area timur ini adalah fokus penambangan ABN
pada tahun ini sampai dengan beberapa tahun
ke depan. Perseroan mengestimasi terdapat
penghematan jarak sekitar 500-1.000 meter.
Informasi dan Fakta Material Setelah
Tanggal Laporan Posisi Keuangan
Setelah tanggal laporan posisi keuangan
terdapat dua informasi materil sebagai berikut:
Kontraktor Penambangan Baru di IM
Pada tanggal 28 Januari 2013, IM dan PT
RPP Contractors Indonesia (RCI) mengadakan
perjanjian kontrak jasa pertambangan, dimana
RCI menjadi kontraktor penambangan yang
baru di IM. Perjanjian ini akan berakhir di 28
Januari 2018.
Perpanjangan IUP Indomining
Per 15 Maret 2013, PT Indomining memperoleh
perpanjangan izin penambangan (IUPOP)
dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai
Kartanegara untuk periode 10 tahun ke depan
sampai 15 Maret 2023. Perpanjangan IUPOP
ini merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah
Daerah kepada Perusahaan, sehingga
Indomining dapat terus memfokuskan pada
kesinambungan pekerjaan penambangannya.

Dari kiri ke kanan:


Luhut B. Pandjaitan (Toba Sejahtra), Sohat
Chairil (RCI), Budiono Tanbun (RCI) dan
Arthur Simatupang (Indomining) dalam
acara penandatanganan kerjasama.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

55

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Pengelolaan Risiko
Bisnis pertambangan batu bara mengandung
risiko usaha yang terkait dengan berbagai
faktor termasuk faktor peraturan dan
perundang-undangan yang dapat berubah
sewaktu-waktu, faktor harga batubara di
pasar internasional maupun domestik yang
berada di luar kendali Perseroan, faktor
produksi sehubungan dengan ketersediaan
sarana dan prasarana penambangan dan
produksi Perseroan, faktor alam yang
berkaitan dengan cuaca dan bencana
alam, faktor distribusi sehubungan dengan
ketersediaan kapal pengirim (mother vessel)
dan sarana pengangkutan dari tambang ke
titik pengapalan di lepas laut, dan faktor sosial
terkait dengan dukungan dan hubungan
baik Perseroan dengan masyarakat dimana
Perseroan beroperasi.

Segi operasional, misalnya terkait dengan


prosedur kerja yang dilengkapi dengan
standar baku mengenai keselamatan dan
kesehatan pekerja di lapangan maupun
di kantor,
hubungan kerja dengan para
kontraktor tambang dan pemasok lainnya,
serta pengembangan dan pemeliharaan
infrastruktur penambangan untuk memastikan
kelancaran produksi.

Safety Drill di IM

Safety Talk ABN


Inisiatif pengelolaan risiko Perseroan pada
intinya adalah mengupayakan informasi
terkini dan menyeluruh bagi Direksi dan
jajaran manajemen guna mengantisipasi
kemungkinan timbulnya risiko sedini mungkin
dan memitigasi risiko yang timbul. Dalam hal
itu fungsi pengelolaan risiko di Perseroan dan
ketiga entitas anaknya dilakukan oleh setiap
divisi mencakup segi operasional maupun
kegiatan non operasional.

56

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Adapun dari segi non-operasional, Perseroan


antara lain menghadapi risiko yang mungkin
terjadi akibat penipuan (frauds), risiko
pelanggaran peraturan (non-compliance) dan
risiko keuangan. Dari segi risiko keuangan
itu sendiri, Perseroan senantiasa terekspos
terhadap risiko-risiko pergerakan harga
batubara, risiko nilai kurs mata uang, risiko
kredit yang diberikan kepada pelanggan
Perseroan dan risiko kecukupan likuiditas.
Perseroan memitigasi unsur-unsur risiko
keuangan tersebut antara lain melalui (i)
pengikatan kontrak pembelian jangka panjang
dengan harga tetap (fix), (ii) melakukan
pencatatan pembukuan dalam denominasi
mata uang dollar Amerika guna mengurangi
dampak fluktuasi kurs mata uang, (iii) menjalin
hubungan erat dengan pihak-pihak pembeli
batubara terkemuka yang kredibel dan (iv)
memastikan kecukupan modal usaha serta
likuiditas melalui penawaran umum saham
perdana dan pinjaman bank.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Dari segi pelestarian alam dan kesejahteraan


masyarakat, Perseroan mengurangi dampak
risiko terhadap lingkungan hidup maupun
hubungan baik dengan masyarakat setempat
dengan melakukan program corporate social
responsibility sebagai perusahaan yang peduli
terhadap lingkungan dan pengembangan
masyarakat di sekitar tambang.

Area Rehabilitasi ABN


Pada intinya Perseroan terus melakukan
pemetaan terhadap seluruh potensi risiko yang
dihadapinya, serta memformulasikan teknik
mitigasi risiko yang dipandang tepat. Pada
tahun 2012 salah satu faktor risiko yang berhasil
dimitigasi, adalah keberhasilan Perseroan
menyelesaikan permasalahan tumpang tindih

lahan dengan PT Perkebunan Kaltim Utama I


secara tuntas, sehingga memberi keleluasaan
bagi Perseroan untuk melakukan kegiatan
usahanya di wilayah konsesi yang sebelumnya
terhambat oleh masalah tumpang tindih
konsesi lahan tersebut.

Pengapalan batubara di transhipment point


Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

57

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan


Manajemen PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Perseroan)
menetapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)
sebagai kegiatan utama Perseroan dalam memastikan
pertumbuhan dan pencipataan nilai jangka panjang yang
berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku
kepentingan lainnya.
Perseroan berkomitmen menerapkan best
practice dalam melaksanakan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik (GCG) dengan
membentuk berbagai pedoman, kebijakan,
piagam dan sistem, termasuk antara lain:
- Piagam Komite Audit
- Piagam Audit Internal
- Peraturan Perusahaan
- Prosedur Operasi Baku di bidang Akuntansi,
Produksi dan Konstruksi Sipil
Pedoman dan kebijakan tersebut di atas
diharapkan
menjadi
panduan
dalam
pengelolaan dan tanggung jawab Perseroan
terhadap seluruh pemangku kepentingan
secara transparan, akuntabel, bertanggung
jawab, independen dan adil sesuai dengan
prinsip-prinsip
GCG.
Langkah-langkah
pengelolaan perusahaan dengan best
practice yang diadopsi dan dilaksanakan oleh
Pemegang Saham, Komisaris dan Direktur,
meliputi:
1.
Semua transaksi penting
yang
memerlukan
persetujuan
Pemegang
Saham dilaksanakan sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan dan melalui
Rapat Umum Pemegang Saham.
2. Anggota Dewan Komisaris memiliki
kesempatan
memperluas
wawasan
Perseroan mengenai pelaksanaan GCG.
Misalnya, Dewan Komisaris memberikan
saran dan rekomendasi dalam perumusan
rencana bisnis Perseroan termasuk
penyusunan anggaran tahunan.

58

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

3.
Direksi telah merumuskan strategi
bisnis Perseroan dan mulai mencapai
tujuan dan sasaran yang ditetapkan
dalam strategi itu. Strategi ini mencakup
langkah-langkah penting yang diambil
Perseroan pada 2012, dalam menghadapi
situasi pasar yang penuh tantangan bagi
industri batubara secara umum. Berkat
langkah-langkah strategis yang diambil
oleh Manajemen, Perseroan berhasil
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 6 Juli 2012, dan
mampu melewati kondisi pasar yang
penuh tantangan untuk mencapai hasil
yang sangat baik pada 2012.
4. Sekretaris Perusahaan memastikan bahwa
informasi kepada pemegang kepentingan
disebarluaskan secara akurat dan tepat
waktu. Deskripsi pekerjaan itu juga
menetapkan peran Sekretaris Perusahaan
untuk bertindak sebagai Pimpinan
Liaison Officer di antara Perseroan dan
Otoritas Pasar Modal, di mana Sekretaris
Perusahaan Perseroan telah melakukan
tugasnya dengan baik. Perseroan telah
menunjuk seorang Corporate Secretary
(Sekretaris Perusahaan) pada bulan
September 2011, sebelum menjadi
perusahaan terbuka pada bulan Juli 2012.
5. Perseroan juga telah menunjuk Kepala
Bidang Hukum pada Maret 2011, yang
telah menjalankan tugasnya dengan
baik, menjaga kepentingan Perseroan
dari setiap risiko hukum yang berpotensi
timbul dalam operasional perusahaan.

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Inspeksi kendaraan lapangan dilakukan secara rutin sewaktuwaktu untuk memastikan bahwa pengemudi kendaraan
mematuhi segala peraturan dan kelengkapan peralatan yang
diperlukan untuk pengoperasian kendaraannya secara aman
dan lancar.

Tata Kelola Perusahaan

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

59

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Laporan Tata Kelola Perusahaan


6.
Perseroan telah menunjuk Kepala
Internal Audit sejak Mei 2012 yang telah
menjalankan fungsinya dengan baik. Tugas
antara lainnya adalah melakukan review
secara periodik terhadap pengendalian
internal di setiap aktivitas Perseroan dan
entitas anak.

Dewan Komisaris dan Direksi telah


memahami peran dan tanggung jawabnya
masing-masing. Perseroan menggunakan
KAP Purwantono, Suherman & Surja
(Ernst & Young) yang memiliki reputasi
internasional (big four accounting firm)
untuk memastikan kualitas dan integritas
laporan keuangan auditnya.

7. Perseroan telah memiliki Peraturan


Perusahaan yang menetapkan tata
perilaku personil Perusahaan agar
tercipta hubungan kerja yang harmonis
antara Perseroan dan karyawan, serta
menjabarkan hak dan kewajiban setap
pihak
berdasarkan
undang-undang
ketenagakerjaan. Untuk lebih melengkapi
panduan tata perilaku ini, Perseroan
berencana menetapkan Kode Etik
Perseroan.

Prinsip Tanggung Jawab dijabarkan


dengan menyelaraskan sasaran dan
tujuan Perseroan serta menjalankan
operasi sesuai dengan undang-undang
dan peraturan yang berlaku, serta
sesuai dengan harapan dari pemangku
kepentingan. Setiap tahun, Perseroan dan
entitas anak menyelenggarakan Rapat
Anggaran Tahunan untuk menetapkan
sasaran dan strategi pencapaiannya yang
dituangkan ke dalam Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP).

Sepanjang tahun 2012, ketika Perseroan


mempersiapkan diri dan akhirnya mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia, Dewan
Komisaris bekerja sama dengan Direksi
memetakan strategi dan kebijakan tata kelola
perusahaan, karena sebagai perusahaan
publik, PT Toba Bara Sejahtra Tbk diharapkan
melaksanakan tata kelola perusahaan dengan
standar tertinggi. Perseroan dalam prakteknya
melaksanakan prinsip-prinsip GCG sebagai
berikut:
Prinsip Transparansi dijabarkan dengan
memastikan bahwa langkah-langkah dan
proses yang mengarah kepada perumusan
kebijakan dan keputusan oleh Komisaris,
Direksi dan Manajer Senior Perseroan,
transparan dan terbuka untuk ditinjau oleh
pihak yang berkepentingan kapan saja.
Selama tahun 2012, penyajian informasi
megenai Perseroan (baik keterbukaan
informasi yang bersifat rutin maupun
bersifat insidentil) dilakukan tepat waktu
sesuai peraturan yang berlaku. Walaupun
tidak
dipersyaratkan,
namun
guna
meningkatkan transparansi, Perseroan
secara berkala menerbitkan Laporan
Perkembangan Operasional.
Prinsip Akuntabilitas dijabarkan dengan
menetapkan secara jelas hak dan
kewajiban Komisaris dan Direksi Perseroan,
dan memberikan deskripsi kerja yang jelas
mengenai tanggung jawab bagi setiap
karyawan biasa dan yang memiliki jabatan
di dalam perusahaan. Seluruh anggota

60

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Prinsip kemandirian dijabarkan dengan


memastikan bahwa Perseroan dan
Manajemen menjalankan perusahaan
secara
independen
tanpa
konflik
kepentingan atau arahan kelompok yang
memiliki kepentingan tertentu. Seluruh
anggota Dewan Komisaris Perseroan
merupakan Komisaris Independen.
Prinsip Kewajaran dijabarkan dengan
melakukan praktik-praktik bisnis yang
wajar dan jujur, sadar akan hak-hak
pemangku kepentingan yang muncul dari
perjanjian kontrak dan/atau hukum yang
berlaku. Untuk itu, Perseroan telah memiliki
prosedur operasi baku (SOP) yang meliputi
akuntansi, produksi dan konstruksi sipil
serta menerapkan prosedur baku untuk
pengadaan barang.
Berdasarkan penerapan prinsip-prinsip GCG
tersebut, Perseroan memiliki semangat (spirit)
kerja yang dilandasi oleh nilai-nilai sebagai
berikut:
Perseroan dan karyawan menjunjung tinggi
integritas di dalam semua tindakan dan
kesepakatan bisnis.
Perseroan mematuhi semua hukum dan
peraturan yang berlaku.
Perseroan
berkomitmen
terhadap
peningkatan dan kesejahteraan karyawan.
Perseroan mencegah dan menyelesaikan
konflik kepentingan.
Perseroan
berkomitmen
terhadap
Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Perseroan bertanggung jawab atas semua


tindakannya.
Perseroan memberlakukan persaingan
bisnis yang adil dan transparan.
Perseroan menghormati hak-hak dan
martabat individu.
Perseroan mempertahankan hubungan
timbal balik yang baik dengan semua
pemangku kepentingan.
Perseroan melaksanakan Tanggung Jawab
Sosial.
Perseroan
menyebarluaskan
informasi dan berkomunikasi dengan
pemangku kepentingan secara akurat,
bertanggungjawab dan tepat waktu.
Penegakan Etika Kerja yang Baik
Perseroan masih mengkaji pembentukan
whistle blowing yang sesuai dengan kondisi
Perseroan. Namun secara prakteknya Perseroan
menerapkan open door policy untuk menerima
pengaduan dan membahas permasalahannya.
Uraian berikut ini membahas kebijakan dan
praktik tata kelola perusahaan yang baik di
dalam Perseroan pada tahun 2012.
Rapat Umum Pemegang Saham
Rapat Umum Pemegang Saham merupakan
organ Perseroan tertinggi dan memiliki
wewenang antara lainnya untuk mengangkat
dan memberhentikan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi, memberi persetujuan
atas transaksi penting dan aksi korporasi,
menerima laporan tahunan dari Manajemen
atas kinerja perusahaan, dan penetapan
penggunaan laba neto; yang semuanya diatur
dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Sejak pencatatan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 6 Juli 2012, Perseroan
tidak menyelenggarakan Rapat Umum
Pemegang Saham selama tahun 2012. Rapat
Umum Pemegang Saham pertama Perseroan
sebagai perusahaan terbuka akan diadakan
pada tahun 2013.
DEWAN KOMISARIS
Pada akhir 2012, Dewan Komisaris Perseroan
terdiri atas tiga anggota, termasuk Komisaris
Utama dan dua Komisaris Independen.
Pengangkatan anggota Dewan Komisaris,
beserta susunannya, sesuai dengan undangundang dan peraturan Pasar Modal, yaitu
Peraturan Bapepam No.IX.I.6 juncto Surat
Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-45/
PM/2004 tanggal 29 November 2004
mengenai Dewan Komisaris dan Dewan
Direksi Emiten dan Perusahaan Publik.

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Susunan Dewan Komisaris adalah sebagai


berikut:
- Komisaris Utama/Independen: Jusman
Syafii Djamal
- Komisaris/Independen: Bacelius Ruru
- Komisaris/Independen: Farid Harianto
Kemandirian Dewan Komisaris
Susunan Dewan Komisaris Perseroan
melampaui persyaratan hukum dan peraturan
Pasar Modal yang mengharuskan lebih dari
sepertiga anggota Dewan Komisaris adalah
Komisaris Independen. Dengan jumlah
Komisaris saat ini ditetapkan tiga anggota,
seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan
merupakan Komisaris Independen yang
tidak terafiliasi dengan Pemegang Saham
Perseroan. Hal ini menjamin independensi
Dewan Komisaris sebagai pengawas jalannya
kepengurusan Perseroan,
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab
Dewan Komisaris
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan,
Dewan
Komisaris
bertanggung
jawab
mengawasi dan memberi saran kepada Direksi
atas jalannya kepengurusan Perseroan oleh
Direksi.
Selain melaksanakan pengawasan rutin dan
memberi nasehat, pada tahun 2012 Dewan
Komisaris memberikan persetujuan pada halhal sebagai berikut:
Penyusunan dan Penerapan Rencana
Bisnis Perseroan Jangka Panjang untuk
tahun 2012 dan 2013.
Penetapan Key Performance Indicators
bagi entitas anak.
Penyelesaian masalah tumpang-tindih lahan
dengan PT Perkebunan Kaltim Utama I.
Persetujuan atas Laporan Keuangan
Tengah Tahunan.
Persetujuan Laporan Keuangan Audit 2012
dan Laporan Tahunan 2012.
Persetujuan internal restructuring sehubungan
dengan proses IPO.
Persetujuan piagam internal audit dan
Kepala Unit Audit Internal Perseroan.
Selanjutnya, pada tahun 2012, Komisaris
aktif dalam mengawasi pelaksanaan GCG
Perseroan, yang meliputi kegiatan sebagai
berikut:
Pembentukan Komite Audit pada bulan
Januari 2013.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

61

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

Komisaris telah memberikan arahan dan


masukan dan mendiskusikan berbagai
masalah dengan Direksi untuk bertindak
pada semua hal terkait yang memerlukan
perhatian Komisaris secara tepat waktu,
relevan dan akurat.
Komisaris telah membuka komunikasi
dengan Direksi dan manajemen yang

Kunjungan Komisaris dan Komite Audit Perseroan ke lokasi tambang, dari kiri ke
kanan: Bacelius Ruru (Komisaris/Ketua Komite Audit), Farid Harianto (Komisaris),
Justarina Naiborhu (Direktur Utama), Irwandy Arif (Komite Audit), Aria Kanaka
(Komite Audit) dan Perry B. Slangor (Sekretaris Perusahaan).

lebih efektif sepanjang pelaksanan tugas


Komisaris melalui surat, telepon, sms dan
e-mail.
Komisaris
telah
memberikan
persetujuannya atas transaksi dan aksi
korporasi tertentu yang memerlukan
persetujuan Komisaris sesuai dengan
Anggaran Dasar dan peraturan yang
berlaku.
Dalam menjalankan tugas pengawasannya,
Dewan Komisaris tidak hanya bergantung pada
forum resmi seperti rapat dewan atau ulasan
laporan, tapi juga aktif melakukan peninjauan
di lapangan jika perlu. Dewan Komisaris juga
telah meninjau langsung kegiatan di tambang.
Rapat
Dewan
Komisaris
mengadakan
rapat
sebanyak empat kali pada 2012. Pertemuan
didokumentasikan dalam Notulen Rapat.

62

Nama

Jabatan

Kehadiran
Rapat

Jusman Syafii Djamal

Komisaris Utama /
Independen

Bacelius Ruru

Komisaris Independen

Farid Harianto

Komisaris Independen

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tingkat kehadiran masing-masing Komisaris


disajikan dalam tabel berikut:
Rapat Dewan Komsaris 2012
Rapat diselenggarakan untuk melakukan
konsolidasi internal terutama berkaitan dengan
pembahasan laporan yang disampaikan
oleh Direksi. Agenda yang dibahas antara
lain meliputi pembahasan tentang kinerja
bulanan, kinerja tahunan, penyusunan
anggaran, pembiayaan, pembahasan tentang
kemajuan proyek, dan pembahasan tentang
bisnis entitas anak. Rapat Dewan Komisaris
dilakukan dalam rangka mengevaluasi kinerja
Perseroan terhadap rencana bisnis dan target,
serta hal-hal terkait lainnya.
Remunerasi Dewan Komisaris
Jumlah remunerasi yang diberikan kepada
anggota Dewan Komisaris Perseroan di
tahun 2012 dapat dilihat pada tabel pada
halaman 65. Kedepannya, jumlah remunerasi
untuk Komisaris disetujui oleh pemegang
saham melalui RUPS. Jumlah tantiem untuk
Komisaris, jika ada, juga diteruskan ke RUPS
untuk memperoleh persetujuan. Penentuan
tantiem
mempertimbangkan
pencapaian
target, kondisi keuangan Perseroan dan
faktor-faktor lain yang relevan.
KOMITE AUDIT
Untuk membantu tugas pengawasannya,
Dewan Komisaris telah membentuk Komite
Audit. Saat ini Piagam Komite Audit sedang
dalam tahap finalisasi. Piagam ini menetapkan
tujuan, peran dan tanggung jawab Komite
Audit, yaitu antara lain sebagai berikut:
-
Mengawasi
kegiatan
audit
internal
maupun eksternal Perseroan, mulai dari
perencanaan hingga pelaksanaan, temuan
dan aksi tindak lanjut.
- Menyarankan kepada Dewan Komisaris
dalam memastikan integritas laporan
keuangan Perseroan.
Komite Audit Perseoan terdiri dari tiga anggota
termasuk Ketua Komite, sebagai berikut:
Bacelius Ruru, SH, LLM
Ketua Komite Audit dan Komisaris Independen
Profil Beliau dimuat pada halaman 26 Laporan
Tahunan ini.
Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc.
Anggota
Lulusan Doktor dari Ecole des Mines de Nancy,
Perancis, serta Institut Teknologi Bandung
dengan gelar S1 Teknik Pertambangan dan
S2 Teknik Industri. Beliau merupakan ahli di
industri pertambangan di Indonesia. Ditunjuk
sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak
Januari 2013. Posisi yang sedang dan pernah

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Komite Audit, dari kiri ke kanan: Irwandy Arif (Anggota), Bacelius Ruru (Ketua) dan
Aria Kanaka (Anggota)
dijabat diantaranya menjadi Anggota Komite
Audit PT Adaro Energy Tbk (sejak 2008), Ketua
Komite Audit PT Aneka Tambang Tbk (Persero)
(2004 2009), Komisaris Independen serta
Advisor dan Staf Ahli di berbagai perusahaan.
Selain menduduki berbagai posisi di organisasi
keilmuan, beliau juga melakukan penelitian
dan menulis jurnal-jurnal pertambangan dan
geoteknik.
Aria Kanaka, CPA
Anggota
Lulusan Universitas Indonesia dengan gelar
Sarjana Akuntansi dan Magister Akuntansi.
Beliau memperoleh Register
Negara
untuk Akuntan pada tahun 2000 Ditunjuk
sebagai Anggota Komite Audit Perseroan
sejak Januari 2013. Posisi yang sedang
dijabat diantaranya Anggota Komite Audit
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (sejak
2010), Anggota Komite Audit PT Metrodata
Electronics Tbk (sejak 2010)
Rapat Komite Audit
Oleh karena Komite Audit baru dibentuk pada
bulan Januari 2013, Komite Audit belum
mengadakan pertemuan di tahun 2012.
Namun, Komite Audit telah menyampaikan
rencana kerja 2013 kepada Dewan Komisaris.
Rencana Kerja Komite Audit itu mencakup:
Penelaahan dari Laporan Keuangan
Auditan 2012 dan laporan keuangan
triwulan tahun 2013 sebelum diterbitkan
Pengawasan terhadap rencana audit
eksternal dan internal untuk tahun 2013
Kunjungan lapangan ke lokasi operasi
Pembahasan dengan pihak-pihak terkait
pada pelaksanaan sistem Pengendalian
Internal, dan
Memberikan masukan kepada Dewan
Komisaris tentang cara-cara untuk

memperkuat Internal Audit dan sistem


Pengendalian Internal.
Sistim pelaporan keuangan.
Penunjukan Kantor Akuntan Publik
Perseroan menunjuk Kantor Akuntan Publik
Purwantoro, Suherman & Surja, anggota
firma Ernst & Young Global Limited, untuk
mengaudit laporan keuangan Perseroan dan
ketiga entitas anak untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
dengan biaya jasa audit sebesar US$160 ribu.
DIREKSI
Anggota Direksi
Sampai dengan akhir tahun 2012, Direksi terdiri
dari 4 anggota termasuk Direktur Utama yang
sekaligus merupakan Direktur Tidak Terafiliasi.
Pada tahun 2012 terjadi dua kali perubahan
atas komposisi Direksi Perseroan. Berdasarkan
keputusan sirkuler pemegang saham pada
tanggal 30 Maret 2012, ditetapkan susunan
Direksi Perseroan sebagai berikut:
- Justarina S.M. Naiborhu
- Pandu P. Syahrir
- Arthur M.E. Simatupang
- Catherine Warouw.
Kemudian, berdasarkan keputusan sirkuler
pemegang saham tanggal 20 Juni 2012,
ditetapkan susunan
Direksi Perseroan yang baru sebagai berikut:
- Justarina S.M. Naiborhu
- Pandu P. Syahrir
- Arthur M.E. Simatupang
- Catherine Warouw
- Sudharmono Saragih
Namun pada tanggal 30 September 2012,
Catherine Warouw mengajukan pengunduran
diri sebagai Direktur Perseroan.
Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

63

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

Sehingga pada akhir tahun 2012 hingga kini,


susunan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut:
- Justarina S.M. Naiborhu, Direktur Utama
- Pandu P. Syahrir, Direktur
- Arthur M.E. Simatupang, Direktur
- Sudharmono Saragih, Direktur
Seluruh anggota Direksi diberikan kuasa dan
kewenangan untuk melaksanakan tugasnya
sebagai Direktur Perseroan yang masa
jabatannya akan berakhir pada penutupan
RUPS Perseroan pada tahun 2017, tanpa
mengabaikan hak Rapat Umum Pemegang
Saham untuk mengakhiri masa jabatan mereka
sebelum masanya.
Pengangkatan
Direksi
tersebut
sesuai
dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.I.6
juncto Keputusan Ketua Bapepam-LK N0.
Nomor Kep-45/PM/2004 tentang Direksi dan
Komisaris emiten dan perusahaan publik.
Independensi Direksi
Susunan Direksi Perseroan telah memenuhi
persyaratan hukum dan peraturan Pasar
Modal, dengan jumlah Direksi saat ini
ditetapkan sebanyak empat anggota, satu di
antaranya adalah anggota independen yang
tidak terafiliasi dengan Pemegang Saham
Pengendali Perseroan.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab
Direksi
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan,
Direksi wajib melakukan semua kegiatan yang
berhubungan dengan pengelolaan Perseroan
untuk kepentingan Perseroan dan sesuai
dengan maksud dan tujuan Perseroan; juga
mewakili Perseroan baik di dalam maupun di
luar pengadilan dalam segala hal dan kejadian
dengan pengecualian tertentu sebagaimana
diatur
dalam
peraturan
perundangan,
Anggaran Dasar Perseroan dan / atau
keputusan RUPS Perseroan.
Tugas Direksi, antara lain:
Memastikan
kegiatan
Perseroan
dilakukan
sesuai
dengan
tujuan
usahanya.
Merumuskan Rencana Bisnis Jangka
Panjang Perseroan dan menyiapkan
Rencana Anggaran Tahunan untuk
dipresentasikan
kepada
Dewan
Komisaris.
Melaksanakan rencana bisnis Perseroan
sebaik mungkin demi mencapai tujuan
dan sasaran yang telah ditetapkan.
Menyusun laporan tahunan Perseroan
sebagai bentuk akuntabilitas kinerja

64

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

16
Laporan Direktur Utama

22
Profil Perusahaan

Direksi,
dan
laporan
keuangan
Perseroan sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Mempersiapkan
laporan
keuangan
Perseroan sesuai dengan standar
akuntansi yang berlaku umum dan
menyampaikan laporan kepada Akuntan
Publik untuk audit keuangan.
Membangun
struktur
organisasi
Perseroan, dan mengisi masing-masing
posisi dengan karyawan yang ahli sesuai
dengan deskripsi pekerjaannya.
Memberikan laporan dan penjelasan
atas permintaan Dewan Komisaris.
Menjalankan tanggung jawab lainnya
sesuai dengan aturan yang tercantum
dalam Anggaran Dasar Perseroan dan
keputusan RUPS berdasarkan hukum
dan peraturan perundangan yang
berlaku.
Dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, Direksi menjunjung
tinggi prinsip-prinsip GCG, termasuk
kegiatan CSR.

Rapat Direksi
Direksi mengadakan rapat antara para Direktur
untuk membahas masalah bisnis strategis dan
memastikan bahwa Perseroan berada di jalur
yang benar dan mengalami kemajuan. Pada
tahun 2012, Direksi mengadakan rapat-rapat
Direksi dengan frekuensi dan tingkat kehadiran
sebagai berikut:
Kehadiran pada Rapat BOD Selama 2012
Nama

Jabatan

Kehadiran Rapat

Justarina Naiborhu

Direktur Utama

Pandu Syahrir

Direktur

Arthur Simatupang

Direktur

Sudharmono Saragih *

Direktur

* Sudharmono Saragih baru menjabat sebagai Direktur sejak Juni 2012.

Pelatihan Bagi Anggota Dewan Komisaris,


Direksi dan Manajer Senior
Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan
Manajer Senior Perseroan terus mengikuti
perkembangan industri, serta perkembangan
umum di berbagai bidang seperti manajemen,
teknologi, sumber daya manusia, keuangan
dan K3. Mereka mengikuti berbagai workshop
dan seminar di tahun 2012.
Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan
Direksi juga mencurahkan sebagian besar
waktu dan perhatiannya terhadap masalah

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

K3L (Kesehatan Keselamatan Kerja dan


Lingkungan) di tempat kerja.

kerja, dan agar kecelakaan serupa tidak


terulang kembali di masa depan.

Perseroan meyakini telah menerapkan


standar kesehatan dan keselamatan industri
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Meskipun demikian, pekerjaan penambangan
merupakan kegiatan yang penuh risiko
kecelakaan, yang dapat terjadi sewaktu-waktu
sekalipun telah diambil langkah antisipatif
dalam hal penanggulangan bahaya kecelakaan
semaksimal mungkin.

Pada tahun 2012, Perseroan dan entitas


anak melakukan 12 langkah Pengendalian
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yaitu
meliputi (i) Kepemimpinan dan Komitmen, (ii)
Kebijakan dan Tujuan Strategis, (iii) Organisasi,
Tanggung Jawab, Sumber Daya, Standar
dan Dokumentasi, (iv) Pengelolaan Proses
Hazard dan Dampaknya, (v) Perencanan dan
Prosedur, (vi) Implementasi dan Pemantauan,
(vii) Inspeksi dan Audit, (viii) Kajian, (ix) Ramburambu Keamanan, (x) Laporan Hazard, (xi)
Audit Keamanan dan Lingkungan, (xii) Aktifitas
Lingkungan Hidup.

Perseroan telah menerapkan sistim dan


prosedur kesehatan dan keamanan yang
terbukti
dapat
mengurangi
frekuensi
kecelakaan. Hal ini dapat dilihat pada kinerja
salah satu entitas anak Perseroan (IM) serta
kontraktornya yang berhasil mencapai sekitar
enam juta jam kerja tanpa kehilangan waktu
akibat kecelakaan (LTI-Loss Time Injury).
TMU, yang mulai beroperasi di bulan Oktober
2011, dan kontraktornya berhasil mencapai
sekitar satu juta No LTI. Namun demikian,
pada tanggal 1 Februari 2012, di area konsesi
entitas anak Perseroan (ABN), salah satu
kontraktor pertambangan yaitu BKPL (kini
sudah tidak menjadi kontraktor Perseroan),
mengalami kecelakaan akibat human error
yang menimbulkan korban jiwa.
Akibat
kejadian
tersebut,
Perseroan
menghentikan kegiatan penambangan secara
sukarela di konsesi tersebut selama 60 jam.
Waktu ini digunakan untuk mengkaji ulang
seluruh standar kesehatan dan keamanan
industri yang diterapkan Perseroan dan entitas
anak di lokasi tersebut, untuk memastikan
bahwa kejadian tersebut bukan karena
lemahnya sistim dan prosedur keamanan

77
Laporan Keuangan

Melalui berbagai inisiatif K3L tersebut di atas,


Perseroan terus berupaya memperbaiki dan
meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan
keselamatan di tempat kerja dan di masyarakat
sekitar.
Untuk lebih mengintensifikasi komitmen
terhadap keselamatan, Perseroan menetapkan
No LTI sebagai Key Performance Indicator
(KPI) untuk tahun berikutnya.
Remunerasi
Tabel di bawah menyajikan remunerasi yang
diberikan kepada anggota Dewan Komisaris
dan Direksi.

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2011 dan 2012


2011
Dewan Komisaris
Gaji (Rp)/Tahun
Tunjangan (Rp)/Tahun
Total (Rp)

393 juta

2012

Direksi

Dewan Komisaris

Direksi

2,25 miliar

1,72 miliar

393 juta

2,25 miliar

8,84 miliar
1,17 miliar
10,01 miliar

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

65

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

INTERNAL AUDIT
Bekerja sama dengan unit audit internal di
seluruh Grup, Internal Audit berhasil dengan
baik meningkatkan cakupan dan kualitas audit
di Grup. Rencana kerja dari Internal Audit dan
masing-masing unit audit internal disusun secara
komprehensif dengan mempertimbangkan
risiko-risiko dari aspek yang diaudit. Kemudian
rencana kerja audit dibicarakan dengan
manajemen dan disampaikan kepada Direksi
dan Komite Audit untuk dimintakan persetujuan
di awal tahun 2013.
Pria Fardio Syaiful Dinar
Kepala Unit Audit Internal
Pria ditunjuk sebagai Kepala Unit Audit
Internal sejak Mei 2012. Beliau menyelesaikan
pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas
Indonesia (2008) dan Sarjana Hukum di
Universitas Krisnadwipayana (2006). Saat ini
Pria sedang melanjutkan pendidikan Master
of Business and Administration di Universitas
Gadjah Mada.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Internal
Audit, Pria menjabat sebagai Internal Audit
di PT Adimitra Baratama Nusantara, salah
satu perusahaan tambang terbesar milik
PT Toba Bara Sejahtra Tbk dan pernah menjadi
auditor eksternal di KAP Tanudiredja Wibisana
& Rekan (PricewaterhouseCoopers) dengan
posisi terakhir adalah Senior Associate dengan
spesialisasi audit Energy & Mining. Pria juga
pernah menjadi Dosen di Fakultas Hukum
Universitas Islam Assyafiiyah pada tahun 2007
sampai tahun 2008.

Secara periodik, ringkasan dari temuan


dan rekomendasi serta tindak lanjutnya
dilaporkan secara langsung kepada Direksi
dan juga Dewan Komisaris melalui Komite
Audit. Internal Audit juga secara periodik
melaksanakan internal assessment untuk
mereview seluruh aspek dari kegiatan/aktivitas
internal audit dan secara kontinu memonitor
tingkat keefektifannya.
Internal Audit secara periodik melakukan
review atas setiap aktifitas Grup yang tercermin
dalam rencana audit tahunan yang disusun
oleh Kepala Unit Audit Internal Grup. Aktivitas
tersebut terkait dengan aktivitas keuangan
dan operasional serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang harus
dipatuhi oleh Grup.

Sesuai dengan Rencana Audit Internal Tahunan


Tahun 2012 Audit Internal telah melakukan
audit operasional pada entitas anak, Internal
Control Review atas beberapa satuan kerja,
dan Internal Control Review atas pelaporan
keuangan.
Pelaksanaan kegiatan audit yang berbasis
risiko ini bertujuan memberikan jaminan yang
independen kepada manajemen bahwa
kepatuhan terhadap standar operasi dan
peraturan serta sistem pengendalian internal
telah berfungsi sesuai dengan acuan yang
diharapkan. Selain itu, Internal Audit juga
menjalankan fungsi konsultatif kepada unit
audit internal lainnya di dalam Grup Toba Bara
dengan tujuan meningkatkan pengendalian
internal di setiap entitas anak.

Tim Internal Audit, dari kiri ke kanan: Arief Wicaksono, Fahriza Auditia
dan Pria Fardio Syaiful Dinar

66

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan juga merupakan
penghubung (official liason) antara Perseroan
dan otoritas pasar modal, pemegang saham,
investor dan kalangan publik, termasuk media
massa.

Perry Barman Slangor


Sekretaris Perusahaan
(Corporate Secretary)
Sejak September 2011, jabatan Sekretaris
Perusahaan (Corporate Secretary) dijabat
oleh Perry B. Slangor. Sebelumnya, Perry
memegang berbagai jabatan di perusahaan
tambang batubara yaitu PT Adaro Energy
Tbk dan PT Darma Henwa Tbk, serta
beberapa institusi keuangan termasuk PT
Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank
Danamon Indonesia Tbk, Badan Penyehatan
Perbankan Nasional (BPPN) dan PT PEFINDO
(Pemeringkat Efek Indonesia) sebelum
bergabung bersama Toba Bara.
Perry meraih gelar Bachelor of Business
Administration (BBA) dari University of
Wisconsin-Milwaukee dan Master of Business
Administration (MBA) dari Cleveland
State University, USA.

Sesuai Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.1.4


tentang pembentukan Sekretaris Perusahaan
dalam rangka meningkatkan pelayanan Emiten
atau Perusahaan Publik kepada pemodal,
Perseroan telah membentuk fungsi Sekretaris
Perusahaan.

Sekretaris Perusahaan juga turut memastikan


kepatuhan Perseroan terhadap peraturan
pasar modal yang berlaku. Sebagai bentuk dari
implementasi keterbukaan informasi kepada
publik Toba Bara secara rutin menyampaikan
informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan
(d/h Bapepam-LK), Bursa Efek Indonesia,
dan menyebarluaskan informasi perusahaan
(corporate information) baik melalui website
maupun media cetak.
Di tahun 2012, kegiatan yang dilakukan Sekretaris
Perusahaan diantaranya mengkoordinasikan:
penyelenggaraan business gathering; penyusunan
Profil Perseroan dan Laporan Tahunan, baik
dalam bentuk cetak maupun video; penyusunan
siaran pers; penyelenggaraan pertemuan
dengan para analis dan investors; pengaturan
dan pelaksanaan wawancara dengan media;
penyusunan informasi penting (disclosure)
Perseroan; penyusunan materi publikasi
Perseroan; penyiapan iklan korporasi Perseroan;
penyusunan isi dan pengelolaan website
Perseroan; dan penyusunan laporan kinerja
operasi. Di tahun 2012, Corporate Secretary
juga turut membantu dalam proses Initial
Public Offering (IPO) dan pencatatan saham
Perseroan 6 Juli 2012.
Laporan Tahunan PT Toba Bara Sejahtra Tbk
2012 merupakan laporan tahunan Perseroan
yang pertama kali sejak menjadi perusahaan
publik.

Sejak September 2011, Sekretaris Perusahaan


Perseroan dijabat oleh Perry B. Slangor.
Sekretaris Perusahaan antara lain berfungsi
membantu kelancaran dalam berkomunikasi
dengan para pemangku kepentingan. Sekretaris
Perusahaan
bertanggung
jawab
dalam
membangun terselenggaranya komunikasi yang
efektif antara Perseroan dengan para pemangku
kepentingan, antara lain dengan memastikan
tersedianya informasi tentang kinerja Perseroan
secara setara, akurat, dan tepat waktu.
Tim Sekretaris Perusahaan, Hubungan Investor dan Pemasaran, dari kiri ke kanan:
Priambodo, Perry B.Slangor, Iwan Sanyoto, Ernald Kamil dan Novi Aruan.
Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

67

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Konferensi dan Seminar pada tahun 2012


No.

Tanggal

Tempat

Kegiatan

Keterangan

1.

1-3 Feb

Hongkong

Citi Asia Pacific Investor Conference 2012

TBS sebagai peserta

3 6 Juni

Bali

Coal Trans Asia 2012

TBS sebagai peserta

3.

11 Juni

Jakarta

Due Diligence Meeting &


Public Expose. The Initial
Meeting PT Toba Bara
Sejahtra Tbk

TBS sebagai penyelenggara

4.

10 14 Sep

Hongkong

19th CLSA Investors Forum


2012

TBS sebagai pembicara

5.

6 7 Nov

Jakarta

Indonesia Coal Investment


Forum 2012

TBS sebagai pembicara

6.

7 9 Nov

Singapore

Morgan Stanley 11th Annual


Asia Pacific Summit

TBS sebagai peserta

PENYAMPAIAN INFORMASI PENTING KEPADA PUBLIK

68

No.

Tanggal

Perihal

Peraturan No.

1.

27 Juli 2012

Keterbukaan Informasi Tentang


Perjanjian Perdamaian dan
Perjanjian Penggunaan Lahan

Peraturan BAPEPAM-LK No. X.K.1 dan Peraturan


Bursa No. I-E, Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

2.

31 Juli 2012

Laporan Keuangan Konsolidasian


Interim

Peraturan BAPEPAM dan LK No. X.K.2,


Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-346/
BL/2011 dan Peraturan Bursa No. I-E, Keputusan
Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/
BEJ/07-2004

3.

1 Agustus
2012

Bukti Iklan Laporan Keuangan


Konsolidasian Interim

Peraturan BAPEPAM dan LK No. X.K.2,


Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-346/
BL/2011 dan Peraturan Bursa No. I-E, Keputusan
Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/
BEJ/07-2004

4.

9 Agustus
2012

Laporan Bulanan Aktivitas


Eksplorasi Periode Juli 2012

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor I-E

5.

10 September
2012

Laporan Bulanan Aktivitas


Eksplorasi Periode Agustus 2012

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor I-E

6.

2 Oktober
2012

Keterbukaan Informasi tentang


Perjanjian Pinjaman, Perjanjian
Jual Beli Tagihan dan Perjanjian
Pengalihan Tagihan serta Perjanjian
Pengikatan Jual Beli Saham

Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.E.2 dan Peraturan


No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

7.

3 Oktober
2013

Bukti Iklan Laporan Keterbukaan


Informasi

Keterbukaan Informasi IX.E.2

8.

10 Oktober
2012

Laporan Bulanan Aktivitas


Eksplorasi Periode September
2012

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor I-E

15 Oktober
2012

Laporan Realisasi Penggunaan


Dana Hasil IPO per 30 Sep 2012

Peraturan No. X.K.4, Lampiran Keputusan Ketua


Bapepam No. Kep-27/PM/2003 dan Ketentuan
III.3.3, Peraturan No. I-E, Lampiran Keputusan
Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/
BEJ/07-2004

10

18 Oktober
2012

Perjanjian Unsecured Credit


Revolving Facility antara ABN
dengan PT BNP Paribas Indonesia

Peraturan BAPEPAM No. X.K.1 dan


Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.
Kep-86/PM/1996 serta Peraturan No. I-E
tentangKewajiban Penyampaian Informasi,
Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

11

31 Oktober
2012

Penyampaian Laporan Keuangan


Interim Konsolidasian

Ketentuan III.1.6.1.3, Peraturan No. I-E Lampiran


Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No.
Kep-306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004

12

31 Oktober
2012

Penjelasan Perubahan Lebih dari


20% pada Pos Total Aset

Peraturan No. I-E tentangKewajiban Penyampaian


Informasi, Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa
Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

13

6 November
2012

Penyampaian Revisi Laporan


Keuangan Interim 30 September
2012

Peraturan BAPEPAM dan LK No. X.K.2, Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-346/
BL/2011 dan Peraturan Bursa No. I-E, Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/
BEJ/07-2004

14

12 November
2012

Laporan Bulanan Aktivitas


Eksplorasi Periode Oktober 2012

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor I-E

15

11 Desember
2012

Laporan Bulanan Aktivitas


Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor I-E
Eksplorasi Periode November 2012

16

8 Januari 2013

Penjelasan atas Volatilitas Transaksi Peraturan No. I-E, Lampiran Keputusan Direksi PT
Efek
Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

17

10 Januari
2013

Laporan Bulanan Aktivitas


Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor
Eksplorasi Periode Desember 2012 I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi
dan Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli
2004

18

15 Januari
2013

Laporan Realisasi Penggunaan


Dana Hasil IPO per 31 Des 2012

Peraturan No. X.K.4, Lampiran Keputusan Ketua


Bapepam No. Kep-27/PM/2003 dan Ketentuan
III.3.3, Peraturan No. I-E, Lampiran Keputusan
Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-306/
BEJ/07-2004

19

28 Januari
2013

Keterbukaan Informasi terkait


Perjanjian Pekerjaan Pemindahan
Material Buangan antara PT Indomining dan PT RPP Contractors
Indonesia

Peraturan Bapepam-LK No.X.K.1

20

29 Januari
2013

Pemberitahuan Pembentukan dan


Pengangkatan Komite Audit

Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/


BL/2012 tanggal 7 Desember 2012

21

12 Februari
2013

Laporan Bulanan Aktifitas


Eksplorasi Periode Januari 2013

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor


I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi
dan Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli
2004

22

15 Februari
2013

Laporan Ringkas Perkembangan


Operasional Perseroan

Tidak diatur

23

11 Maret 2013

Laporan Bulanan Aktifitas


Eksplorasi Periode Februari 2013

Ketentuan III.3.1 dan III.3.2, Peraturan Nomor


I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi
dan Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

24

28 Maret 2013

Laporan Keuangan Tahunan 2012

Peraturan No. X.K.2 Lampiran Keputusan Ketua


Bapepam-LK No. Kep-346/BL/2011 tertanggal
5 Juli 2011 tentang Penyampaian Laporan
Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan
Publik dan Ketentuan III.1.6.1.4. Peraturan Nomor
I-E Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

69

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

HUBUNGAN INVESTOR
Sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia pada bulan Juli 2012, Perseroan
mengembangkan kegiatan hubungan investor
sebagai bagian dari tanggung jawab Perseroan
kepada pemegang saham dan komunitas
pemodal, dimana pada awalnya kegiatan ini
dirangkap oleh bagian Sekretaris Perusahaan.
Sejak Februari 2013, Perseroan telah menunjuk
seorang Kepala Hubungan Investor untuk
menangani kegiatan hubungan investor secara
khusus.
Iwan Sanyoto
Kepala Hubungan Investor
Sejak Februari 2013, posisi Kepala
Hubungan Investor dijabat oleh Iwan
Sanyoto, yang sejak tahun 1993 bekerja di
bidang perdagangan internasional, pasar
modal dan investasi bersama J.M Didier
Asia s.c. Belgium,
PT Vickers Ballas Tamara Indonesia, Cargill
Financial Services Asia Pte Ltd Singapore,
PT DBS Vickers Indonesia, PT Kuo Capital
Raharja dan PT CIMB-Principal Asset
Management. Iwan menyandang gelar
sarjana ilmu manajemen dari University of
Maryland (European Division), Belgium,
dan gelar MBA dari Vrij Universitet Brussels
(VUB), Belgium.

70

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Selama paruh kedua tahun 2012, Perseroan


aktif melakukan business gathering dan road
show, ke kalangan pemodal termasuk investor
institusional seperti fund manager, perusahaan
asuransi, dana pensiun dan sebagainya.
Perseroan pun dari waktu melakukan tatap
muka dengan para analis pasar modal,
terutama mereka yang mulai meliput Perseroan
sebagai emiten yang dimonitor dan ditelaah.

22
Profil Perusahaan

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

BIDANG HUKUM

Bima Sinung Widagdo


Kepala Bidang Hukum/Head of Legal
Posisi Kepala Bidang Hukum (Head of Legal)
dijabat oleh Bima Sinung Widagdo, sejak
Maret 2011. Sebelumnya, Bima berkarir di
bidang energi dan sektor perbankan bersama
PT Adaro Energy Tbk dan PT CIMB Niaga
Tbk; Bima menyandang gelar Sarjana Hukum
dari Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Perseroan memiliki tim corporate legal yang


antara lain menjalankan fungsi sebagai
berikut:
1. Menjaga Perseroan dari risiko-risiko
hukum yang mungkin timbul sebagai
akibat dari transaksi yang dilakukan
oleh
Perseroan;
2. Memastikan bahwa Perseroan dalam
melakukan transaksi serta menjalankan
kegiatan
operasionalnya
akan
memperhatikan ketentuan perundangundangan yang berlaku, baik terkait
ketentuan pasar modal, pertambangan
ataupun ketentuan lainnya;
3. Menyelesaikan sengketa ataupun potensial
sengketa yang terjadi antara Perseroan
dengan pihak ketiga.
Sepanjang tahun 2012 tim corporate legal
mendukung serta terlibat dalam berbagai
transaksi yang dilakukan oleh Perseroan
dan entitas anak seperti proses penawaran
umum saham perdana (IPO) Perseroan,
perjanjian-perjanjian material dengan pihak
ketiga baik kontraktor, pemasok ataupun
pelanggan, perjanjian pembiayaan dengan
beberapa lembaga keuangan serta proses
perdamaian sehubungan dengan tumpang
tindih lahan perkebunan dengan PKU.
Dengan terlibatnya tim corporate legal
dalam berbagai transaksi yang dilakukan
oleh Perseroan, diharapkan Perseroan dapat
meminimalisir risiko timbulnya permasalahan
hukum di kemudian hari.

Tim Bidang Hukum, dari kiri ke kanan: Denny Wijaya, Pingkan R. Melati dan Bima
Sinung Widagdo.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

71

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Industri pertambangan memainkan peran penting dalam
memberdayakan perekonomian setempat serta meningkatkan
kesejahteraan sosial masyarakat sekitar. Peluang kerja, pendidikan,
kesehatan dan kesejahteraan sosial merupakan sejumlah aspek
yang diharapkan dari industri ini untuk menghadirkan dan
mendukung pengembangan masyarakat. Aspek lainnya adalah
tanggung jawab industri pertambangan dalam melindungi
lingkungan dan semaksimal mungkin memulihkan dan menanami
kembali lahan bekas tambang menjadi lahan budidaya produktif.

72

Menyangkut aspek-aspek tersebut, Toba Bara


peduli akan tanggung jawab sosialnya (CSR)
serta melaksanakannya dengan sungguhsungguh melalui entitas anak. Diawali dengan
penyediaan lapangan kerja, misalnya di tiga
entitas anak yang memiliki konsesi tambang
di Kalimantan, Toba Bara memastikan bahwa
Grup mempekerjakan pekerja lokal lebih
banyak daripada pekerja migran. Di akhir
tahun 2012, sekitar 60% dari pekerja di ketiga
entitas anak dan kontraktor yang digunakan
adalah berasal dari masyarakat setempat, baik
kota maupun desa.

Lingkungan
Perseroan
melaksanakan
pengelolaan
lingkungan yang pada dasarnya bertujuan untuk
menjaga lingkungan alam di tempat Perseroan
beroperasi. Kegiatan utamanya meliputi
penanaman kembali di lokasi, non lokasi,
dan luar lokasi tambang. Di lokasi tambang,
daerah yang dikembalikan mencakup mineout area, out-pit-dump area, in-pit dump area,
dan top-soil-stock area. Penanaman kembali
terdiri atas penanaman pohon dan tanaman
penutup, tergantung wilayah masing-masing
yang sedang dipulihkan.

Dalam bidang pendidikan, kesehatan,


dan
kesejahteraan
sosial,
Perseroan
melakukan program pengembangan dan
kesejahteraan masyarakat yang terencana
dan berkesinambungan yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi
kebutuhan masyarakat di tempat Perseroan
beroperasi, dan bilamana perlu, entitas anak
mencoba mengakomodasikannya ke dalam
program-program CSR-nya. Di tahun 2012,
Perseroan dan entitas anak telah mengeluarkan
biaya sekitar US$6,67 juta dalam program CSR
diantaranya meliputi pelestarian lingkungan,
pengembangan masyarakat, dan tanggung
jawab produk. Berikut adalah informasi
program CSR Perseroan dan entitas anak di
tahun 2012.

Di tahun 2012, Perseroan dan entitas anak


telah menanam sekitar dari 118 ribu pohon di
beberapa daerah konsensi. Selain penanaman
kembali, Perseroan juga mengelola limbah
cair, memastikan bahwa tidak ada kontaminan
akan mencemari sistem air dan waduk di
tempat Perseroan beroperasi. Pemantauan
lingkungan dilakukan secara rutin untuk
menentukan efektivitas sistem pengelolaan
limbah Perseroan setiap waktu.

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

Pengembangan Masyarakat
Program pengembangan komunitas merupakan
bagian dari program CSR Perseroan. Program
pengembangan
masyarakat
tersebut
meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan,
pemberdayaan usaha kecil, dukungan untuk

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Melalui ketiga entitas anak, Perseroan menjalankan


program Corporate Social Responsibility (CSR) secara
terencana dan berkesinambungan sebagai bagian dari
misi Perseroan menjadi warga korporasi yang bertanggung
jawab.

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

Mendukung Pendidikan

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

73

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

Pembibitan di nursery

16
Laporan Direktur Utama

Kegiatan Pengobatan gratis

pertanian dan perikanan setempat, renovasi


dan pembangunan infrastruktur publik, urusan
agama dan amal sosial.
Di bidang pendidikan, Perseroan dan entitas
anak memberikan beasiswa kepada lebih dari
280 anak sekolah dari masyarakat sekitar.
Di bulan Oktober 2012, salah satu entitas
anak (ABN) mendirikan Pusat Pelatihan yang
menyediakan pelatihan kejuruan gratis bagi
masyarakat di tempat Perusahaan beroperasi.
Program pelatihan antara lain terdiri dari Digital
Printing, Tehnik Otomotif dan Pengelasan.
Pelayanan kesehatan dihadirkan secara
cuma-cuma bagi masyarakat setempat
secara rutin tiap bulan. Berdasarkan data yang
dikumpulkan di tahun 2012, sebagian besar
penerima layanan kesehatan adalah orang
dewasa yang usianya berkisar 18-55 dan yang
diatas 55 tahun, masing-masing menyumbang
sekitar 57% dan 22% dari jumlah total
orang yang diobati. Perawatan medis yang
disediakan oleh Perseroan antara lain bekerja
sama dengan Yayasan Mitra Sehat Sejahtera
Kaltim. Selain perawatan medis, Perseroan
juga
mendukung
program
pemberian
makanan tambahan antara lain susu dan buah
bagi anak-anak di sekolah dan bantuan dana
bagi bayi di Puskemas.
Dalam memberdayakan usaha skala rumahan,
Perseroan mendukung kelompok usaha

74

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

Pemberian beasiswa

bersama setempat dengan memberikan


pelatihan merancang kemasan untuk makanan
ringan rumahan. Dukungan juga mencakup
mensponsori partisipasi kelompok dalam
pameran di HUT Sanga-Sanga dan Expo CSR
di Jakarta.
Dalam
pengembangan
pertanian
dan
perikanan, Perseroan telah melakukan proyek
percontohan
mengembangkan
tanaman
bambu, sereh wangi dan sayuran termasuk
singkong, selada dan terong. Proyek lain adalah
percontohan pembangunan kandang sapi dan
penanaman padang rumput untuk ternak.
Bantuan juga diberikan kepada Kelompok
Karang Taruna Kecamatan Sanga-Sanga bagi
budidaya tambak ikan, serta kelompok wanita
tani di Pendingin yang memupuk lahan untuk
sayur dan buah (pepaya).
Dalam program lain, Perusahaan mengeluarkan
biaya bagi pembangunan dan renovasi
infrastruktur publik dan fasilitas yang berkaitan
dengan menara air, sumur air bersih dan
pompa, serta Puskesmas dan
beberapa
Posyandu. Perseroan juga menyumbangkan
dana untuk mendukung upacara dan hari
besar keagamaan, di samping sejumlah amal
sosial yang mencakup pembelian ambulans
untuk masyarakat umum, partisipasi dalam
HUT Sanga-Sanga, komunitas olahraga
mensponsori turnamen olahraga dan lain-lain.

38
Analisa dan Pembahasan Manajemen

58
Tata Kelola Perusahaan

72
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

76
Pernyataan Pertanggungjawaban
Dewan Komisaris dan Direksi

77
Laporan Keuangan

Tanggung Jawab
Perseroan tidak terlibat dalam produksi
barang-barang
konsumsi atau ritel, dan
karenanya
tidak
bertanggung
jawab
untuk fitur keamanan produk yang umum
diterapkan pada barang-barang konsumen
sehubungan dengan keselamatan dan
kesejahteraan konsumen. Namun, Perseroan
berkomitmen untuk menghadirkan batubara
termal berkualitas tinggi kepada pelanggan
berdasarkan spesifikasi sesuai kontrak dengan
pembeli. Perlu upaya terus menerus untuk
mempertahankan reputasi yang baik sebagai
pemasok batubara handal yang mengirim
produknya secara konsisten dan tepat waktu.

Inspirasi
Ibu Siti dari Pendingin menjadi salah satu contoh petani yang
sukses. Setelah mendapat pendampingan dari ABN kini ia
bersama suami mengelola kebun pepaya serta membuat usaha
keripik singkong dan pisang. Setiap bulan Ibu Siti mampu meraup
keuntungan hingga Rp. 10 juta dari usaha tersebut.

Pemberian makanan tambahan

Bantuan layanan kesehatan


di Posyandu

Pelatihan tehnik otomotif

Pengecekan kualitas air

Pengadaan air bersih

Bantuan ambulans untuk masyarakat umum

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

75

2
Ikhtisar Keuangan

4
Pengantar

12
Laporan Komisaris Utama

16
Laporan Direktur Utama

20
Pandangan Pemegang Saham Pendiri

22
Profil Perusahaan

TANGGUNG JAWAB LAPORAN TAHUNAN


SURAT PERNYATAAN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2012
PT TOBA BARA SEJAHTRA Tbk.
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan
Tahunan PT TOBA BARA SEJAHTRA Tbk. tahun 2012 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 18 April 2013
Dewan Komisaris

Direksi

Jusman S. Djamal
Komisaris Utama (Independen)

Justarina S.M. Naiborhu


Direktur Utama (Non Afiliasi)

Bacelius Ruru
Komisaris (Independen)

Pandu P. Syahrir
Direktur

Farid Harianto
Komisaris (Independen)

Arthur M.E. Simatupang


Direktur

Sudharmono Saragih
Direktur

76

Laporan Tahunan 2012 Toba Bara

PT Toba Bara Sejahtra Tbk


dan entitas anak/and subsidiaries
Laporan keuangan konsolidasian
beserta laporan auditor independen
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010
dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009/
Consolidated financial statements
with independent auditors report
Years ended December 31, 2012, 2011, 2010
and January 1, 2010/ December 31, 2009

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012, 2011, 2010 DAN
1 JANUARI 2010/31 DESEMBER 2009

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
WITH INDEPENDENT AUDITORS REPORT
YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2012, 2011, 2010 AND
JANUARY 1, 2010/DECEMBER 31, 2009

Daftar Isi

Table of Contents

Halaman/Pages
Laporan Audior Independen

Independent Auditors Report

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ..

1-3

Consolidated Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi


Komprehensif Konsolidasian

Consolidated Statements of
....Comprehensive Income

Laporan Perubahan
Ekuitas Konsolidasian

5-7

Consolidated Statements
.of Changes in Equity

Laporan
Arus Kas Konsolidasian .

8-9

Consolidated Statements
......of Cash Flows

Catatan atas Laporan


Keuangan Konsolidasian

10-112

Notes to the Consolidated Financial


......Statements

**************************

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
December 31, 2012, 2011, 2010 and
January 1, 2010/ December 31, 2009
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

Catatan/
Notes

2012

2011

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

2010

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Kas di bank dan deposito
berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Persediaan
Pajak dibayar dimuka
Piutang derivatif
Biaya dibayar dimuka dan
uang muka - jangka pendek
Aset lancar lain-lain

ASSETS
36.307.011

58.573.270

20.729.306

8.363.520

12.356.561

2.127.660

7
2e,7,34c

13.684.470
2.521.124

13.970.693
1.905.374

18.351.046
1.070.909

16.104.465
-

8
2h,9
2r,17a
2t,33

6.729.446
28.424.654
14.608.360
-

10.507.226
18.420.183
12.576
1.180.113

13.454.367
2.993.524
12.683
-

207.248
2.509.710
5.871
-

2g,10

4.159.129
78.279

6.177.579
-

2.495.730
-

976.261
108.979

CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Restricted
cash in bank
and time deposits
Trade receivables
Third parties
Related parties
Other receivables
Third parties
Inventories
Prepaid taxes
Derivative receivables
Prepayments and
advances - current portion
Other current assets

106.512.473

110.747.014

71.464.126

30.403.714

Total Current Assets

2d,2f,5
2s,6

Total Aset Lancar


ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Kas di bank dan deposito
berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Uang muka - bagian jangka
panjang
Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar US$9.140.475
(31 Des. 2011, 2010 dan
2009: US$5.223.597
US$2.383.787
dan US$661.349)
Aset eksplorasi dan
evaluasi
Properti tambang, setelah
dikurangi akumulasi
amortisasi sebesar
US$5.579.733
(31 Des. 2011, 2010 dan
2009: US$3.308.876
US$ 2.220.710
dan US$1.152.305)
Goodwill - neto
Aset pajak tangguhan - neto
Aset tidak lancar lainnya

8
2e,8,34c

NON-CURRENT ASSETS
Other receivables
Third parties
531.915
Related parties
Restricted
cash in bank
7.872.340
and time deposits
Advances 118.749
long-term portion
Fixed assets,
net of accumulated
depreciation of US$9,140,475
(Dec. 31, 2011, 2010 and
2009: US$5,223,597
US$2,383,787
10.032.080
and US$ 661,349)
Exploration and
12.634.878
evaluation assets
Mining properties,
net of accumulated
amortization
US$5,579,733
(Dec. 31, 2011, 2010 and
2009: US$3,308,876
US$2,220,710
8.970.073
and US$1,152,305)
26.657
Goodwill - net
102.192
Deferred tax assets - net
937.616
Other non-current assets

14.491.130
32.710.686

32.739.641

14.637.590

10

2.861.955

602.507

1.848.809

2i,3,11

34.053.483

31.526.184

22.914.100

12

8.897.455

6.306.744

21.444.920

2l,2o,3,13

57.564.050
25.017
3.267.022
1.143.229

40.000.859
25.017
2.371.069
927.050

8.207.880
25.017
1.372.446
1.005.685

Total Aset Tidak Lancar

155.014.027

114.499.071

71.456.447

41.226.500

Total Non-Current Assets

TOTAL ASET

261.526.500

225.246.085

142.920.573

71.630.214

TOTAL ASSETS

2s,6

2r,3,17d

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012, 2011, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
Catatan/
Notes

2012

2011

2010

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang dividen
Beban akrual
Liabilitas imbalan
kerja jangka pendek
Utang pajak
Utang derivatif
Bagian liabilitas jangka
panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Uang muka pelanggan
Utang bank
Sewa pembiayaan

LIABILITIES AND EQUITY

14
2e,14,34c
15
2e,34c
16

57.809.869
551.961
365.493
3.651.964
8.034.468

27.312.322
8.367.448
8.840.918
10.887.887

17.279.789
2.225.443
8.168.254

17.345.929
138.298
1.947.974

2p,22
2r,17b
2t,33

6.323.602
3.384.226
-

9.251.113
31.467.523
439.690

4.704.812
19.946.716
-

3.661.005
-

LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables - third parties
Dividends payables
Accrued expenses
Short term employee
benefits
Taxes payable
Derivative payables

18
19
2j,20

Total Liabilitas Jangka Pendek


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang
- setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Uang muka pelanggan
18
Utang bank
19
Sewa pembiayaan
2j,20
Utang lain-lain
Pihak ketiga
15
Pihak berelasi
2e,15,34c
Liabilitas untuk pengelolaan
dan reklamasi lingkungan
2l
hidup dan penutupan
2n,3
tambang
21
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang
2p,3,22
Liabilitas pajak tangguhan - neto
2r,3,17d
Total Liabilitas Jangka Panjang
TOTAL LIABILITAS

11.625.625
48.291.684
498.388

25.328.191
887.391

8.878.000
107.906
1.043.710

5.278.000
2.127.660
522.652

Current maturities
of long-term liabilities:
Advances from customers
Bank loans
Finance leases

140.537.280

122.782.483

62.354.630

31.021.518

Total Current Liabilities


NON-CURRENT LIABILITIES

244.902

33.876.152
419.291

9.419.810
176.319
1.078.880

16.629.259
534.488

2.880.575

4.052.678

22.628.058

2.606.383
3.423.492

4.410.627

3.539.563

1.760.161

520.135

1.729.660
779.149

1.192.007
260.992

643.567
-

541.801
66.053

Long-term liabilities net of current maturities:


Advances from customers
Bank loans
Finance leases
Other payables
Third parties
Related parties
Provision for
environmental
and reclamation
costs and mine closure
Long-term employee
benefits liabilities
Deferred tax liabilities - net

10.044.913

43.340.683

35.706.795

24.321.611

Total Non-Current Liabilities

150.582.193

166.123.166

98.061.425

55.343.129

TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012, 2011, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

Catatan/
Notes

2012

2011

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

2010

EKUITAS
Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
Rp200 per saham
(31 Des. 2011, 2010 dan
1 Jan. 2010: Rp1.000.000
per saham)
Modal dasar
- 6.000.000.000 saham
(31 Des. 2011:
1.200.000 saham;
31 Des. 2010:
135.000 saham)
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 2.012.491.000 saham
(31 Des. 2011:
300.000 saham,
31 Des. 2010:
135.000 saham,
dan 1 Jan. 2010:
5.000 saham)
Tambahan modal disetor:
Agio saham
Modal proforma yang
timbul karena
penyajian kembali
laporan keuangan
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali
Selisih kurs akibat translasi
laporan
keuangan
Selisih nilai pembelian
saham tambahan di entitas
anak dari pemegang saham
non-pengendali
Saldo laba

EQUITY

23

44.077.885

33.011.808

14.825.982

24

132.176.790

1c,2c

1c,2c

(2.307.521)

(2.307.521)
70.418

(6.500)

(89.625.730)
1.271.946

2.524.379

858.105

85.593.370
25.350.937

33.299.084
25.823.835

13.370.066
31.489.082

8.687.057
7.600.028

Non-controlling interest

TOTAL EKUITAS

110.944.307

59.122.919

44.859.148

16.287.085

TOTAL EQUITY

TOTAL LIABILITAS
DAN EKUITAS

261.526.500

225.246.085

142.920.573

71.630.214

TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

Kepentingan non-pengendali

(2.307.521)

Equity attributable to
owners of
the parent entity
Share capital - par value of
Rp200 per share
(Dec 31, 2011, 2010 and
Jan 1, 2010:
Rp1,000,000 per share)
Authorized
- 6,000,000,000 shares
(Dec. 31, 2011:
1,200,000 shares;
Dec. 31, 2010:
135,000 shares)
Issued and fully paid
2,012,491,000 shares
(Dec. 31, 2011,
300,000 shares,
Dec. 31, 2010:
135,000 shares,
and Jan 1, 2010:
530.842
5,000 shares)
Additional paid-in capital:
Paid in capital
in excess of par value
Pro forma capital
arising from
restatement of
8.159.062
financial statements
Difference arising from
restructuring
transactions among
entities under
common control
Exchange difference due to
translation
(4.660)
of financial statements
Difference from
the acquisition of additional
shares in subsidiaries from
- non-controling shareholders
1.813
Retained earnings

26

2b,27

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI
KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED
STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
Catatan/
Notes

2012

2011

2010

PENJUALAN

2q,28,34b

396.685.875

498.190.177

274.871.750

SALES

BEBAN POKOK PENJUALAN

2l,2n,2p,29

348.535.503

307.987.909

175.035.693

COST OF GOODS SOLD

48.150.372

190.202.268

99.836.057

GROSS PROFIT

31.529.493
358.920

27.718.783
2.281.161

18.551.701
2.082.841

41c

777.918

1.646.454

34b

(612.323 )

1.577.993
2.010.701

743.919

2t,33

(4.518.448 )

(740.422 )

(468.519 )

(824.934 )

662.885

General and administrative expenses


Selling and marketing expenses
Domestic market
obligation
transfer expenses
Payment to controlling
shareholder
Foreign exchange (gain) loss - net
Gain on fair value of
derivative instruments - net
Other (income)
expense net

77.794.711

OPERATING PROFIT

LABA BRUTO
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan dan pemasaran
Beban pengalihan kewajiban
pemenuhan kebutuhan
dalam negeri
Pembayaran kepada
pemegang saham
(Laba) rugi selisih kurs - neto
Laba nilai wajar instrumen
derivatif - neto
(Pendapatan) beban
lain-lain neto

2q,30
2q,31

32

LABA OPERASI

21.083.331

Pendapatan keuangan
Beban keuangan

2.851.249
(3.657.997 )

LABA SEBELUM (BEBAN)


MANFAAT PAJAK

20.276.583

155.900.831

(8.722.756 )
378.855

Beban pajak - neto


LABA TAHUN BERJALAN

(BEBAN) MANFAAT PAJAK


Kini
Tangguhan

Laba per saham dasar


yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk

338.548
(372.206 )

PROFIT BEFORE
TAX (EXPENSE) BENEFIT

(41.364.911 )
753.523

(20.952.796 )
1.337.980

TAX (EXPENSE) BENEFIT


Current
Deferred

(8.343.901 )

(40.611.388 )

(19.614.816 )

Tax expense - net

11.932.682

115.289.443

12.003.100

2b

2b

2u, 35

Finance income
Finance charges

77.761.053

70.418

TOTAL LABA KOMPREHENSIF


TAHUN BERJALAN

Total laba komprehensif yang dapat


diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

457.072
(1.088.773 )

2r,17c

PENDAPATAN
KOMPREHENSIF LAIN

Laba tahun berjalan yang dapat


diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

156.532.532

(144.549 )
115.144.894

58.146.237

PROFIT FOR THE YEAR

1.840

OTHER COMPREHENSIVE
INCOME

58.148.077

TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR

3.198.832

57.716.891

856.292

8.733.850

57.572.552

57.289.945

11.932.682

115.289.443

58.146.237

3.269.250

57.639.973

858.132

8.733.850

57.504.921

57.289.945

12.003.100

115.144.894

58.148.077

0,0032

427,5325

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

13,6660

Profit for the year


attributable to:
Equity holders of the parent entity
Non-controlling
interest

Total comprehensive income


attributable to:
Equity holders of the parent entity
Non-controlling
interest

Basic earnings
per share
attributable to:
Equity holders of the parent entity

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk/


Equity attributable to owners of the parent entity

Catatan/
Notes
Saldo 31 Desember 2009
(Disajikan kembali
- Catatan 4)
Setoran modal
Pembalikan penyesuaian
proforma yang timbul
dari penerapan PSAK No 38
(Revisi 2004),Akuntansi
Restrukturisasi Entitas
Sepengendali
Pendapatan komprehensif
lain
Selisih transaksi
restrukturisasi
entitas sepengendali
Laba tahun berjalan 2010
Saldo 31 Desember 2010
(Disajikan kembali - Catatan 4)

23

Modal
ditempatkan
dan disetor/
Issued
and
paid capital

Selisih nilai Modal proforma


transaksi
yang timbul
Selisih
restrukturisasi
karena
kurs
entitas
penyajian
akibat
sepengendali/
kembali
translasi
Difference
laporan
laporan
arising from
keuangan/
keuangan/
restructuring
proforma
Exchange
transactions
capital
difference
among entities arising from
due to
under
restatement translation of
common
of financial
financial
control
statements
statements

530.842

8.159.062

14.295.140

(4.660)

(8.159.062)
-

(2.307.521)
-

14.825.982

(2.307.521)

Selisih nilai
pembelian saham
tambahan di
entitas anak dari
pemegang saham
non-pengendali/
Difference from
the acquisition of
additional shares
in subsidiaries
from
non-controlling
shareholders

Saldo laba/
Retained
Earnings

Total/
Total

Kepentingan
non
pengendali/
Noncontrolling
interest

Total
ekuitas/
Total
equity

1.813

8.687.057

7.600.028

16.287.085

14.295.140

14.295.140

(8.159.062)

(1.840)

856.292

(2.307.521)
856.292

57.289.945

858.105

13.370.066

31.489.082

(1.840)

(6.500)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.

(33.400.891)

Balance as of
December 31, 2009
(As restated
- Note 4)

Capital contribution
Reversal of pro forma
adjustments arising from
application of PSAK No. 38
(Revised 2004),Accounting
Restructuring of entities
(41.559.953) Under Common Control
Other comprehensive
(1.840)
income
Difference arising from
restructuring transaction
among entities under
(2.307.521)
common control
58.146.237
Profit for the year 2010
44.859.148

December 31, 2010


(As restated - Note 4)

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial
statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued)
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk/


Equity attributable to owners of the parent entity

Catatan/
Notes
Saldo 31 Desember 2010
(Disajikan kembali
- Catatan 4)
Dividen

25

Bagian kepentingan
non-pengendali atas
pembagian dividen oleh
entitas anak

Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid in
capital

14.825.982

18.185.826

(2.307.521 )

Selisih nilai
pembelian saham
tambahan di
entitas anak dari
pemegang saham
non-pengendali/
Difference from
the acquisition of
additional shares
in subsidiaries
from
non-controlling
shareholders

(6.500)

Saldo laba/
Retained
Earnings

Kepentingan
non
pengendali/
Noncontrolling
interest

Total/
Total

858.105
(56.050.617)

13.370.066
(37.864.791)

31.489.082
-

44.859.148

Balance as of
December 31, 2010
(As restated
- Note 4)

(37.864.791)

Dividends

(63.305.430)

Non-controlling interest
shares in dividend
distributed
by the subsidiaries

Pendapatan komprehensif
lain

76.918

76.918

67.631

144.549

Other comprehensive
income

Laba tahun berjalan 2011

57.716.891

57.716.891

57.572.552

115.289.443

Profit for the year 2011

33.011.808

70.418

2.524.379

33.299.084

25.823.835

59.122.919

Balance as of
December 31, 2011

(2.307.521)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.

(63.305.430)

Total
ekuitas/
Total
equity

Saldo
31 Desember 2011

27

Modal
ditempatkan
dan disetor/
Issued
and
paid capital

Selisih nilai
transaksi
Selisih
restrukturisasi
kurs
entitas
akibat
sepengendali/
translasi
Difference
laporan
arising from
keuangan/
restructuring
Exchange
transactions
difference
among entities
due to
under
translation of
common
financial
control
statements

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial
statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY (continued)
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk/


Equity attributable to owners of the parent

Catatan/
Notes
Saldo
31 Desember 2011
Bagian kepentingan
non-pengendali atas
pembagian dividen oleh
entitas anak
Penambahan kepentingan
pengendalian pada
entitas anak

Modal
ditempatkan
dan disetor/
Issued
and
paid capital
33.011.808

27

Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid in
capital
-

Selisih nilai
pembelian saham
tambahan di
entitas anak dari
pemegang saham
non-pengendali/
Difference from
the acquisition of
additional shares
in subsidiaries
from
non-controlling
shareholders

Selisih
kurs
akibat
translasi
laporan
keuangan/
Exchange
difference
due to
translation of
financial
statements

(2.307.521)

70.418

Total/
Total

2.524.379

33.299.084

25.823.835

(2.378.913)

59.122.919

Balance as of
December 31, 2011

(2.378.913)

Non-controlling interest
shares in dividend
distributed
by the subsidiaries

(96.453.565 )

Additional
controlling interests
in subsidiaries

(89.625.730 )

132.176.790

143.242.867

143.242.867

Capital contribution

Laba tahun berjalan 2012

3.198.832

3.198.832

8.733.850

11.932.682

Profit for the year 2012

Pendapatan
komprehensif lain

70.418

Other comprehensive
income

Dividen

Saldo
31 Desember 2012

44.077.885

132.176.790

(70.418)

(2.307.521)

(89.625.730)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.

(4.521.683 )
1.271.946

(4.521.683 )
85.593.370

(6.827.835 )

Total
ekuitas/
Total
equity

23

(89.625.730 )

Saldo laba/
Retained
Earnings

Kepentingan
non
pengendali/
Noncontrolling
interest

11.066.077

Setoran modal

2b, 25

Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali/
Difference
arising from
restructuring
transactions
among entities
under
common
control

25.350.937

(4.521.683 )
110.944.307

Dividends
Balance as of
December 31, 2012

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial
statements taken as a whole.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran royalti
Penurunan neto kas di bank
dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran bunga
Penerimaan bunga bank
Kas Neto yang (Digunakan untuk)
Diperoleh dari Aktivitas
Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pengeluaran biaya eksplorasi
dan pengembangan
12,13
Perolehan aset tetap
11
Penjualan aset tetap
Uang muka investasi
Pinjaman kepada pihak ketiga
Pembayaran kepada pihak berelasi
Pembelian saham tambahan
di entitas anak
26
Perolehan aset tidak lancar lainnya
Kas Neto yang Digunakan
untuk Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Setoran modal
23
Pembayaran dividen
25
Pemberian pinjaman kepada
pemegang saham
non-pengendali
Penerimaan pinjaman dari
pemegang saham
non-pengendali
Pembayaran kepada
pemegang saham, neto
Pembayaran pinjaman
Pinjaman kepada pemegang saham
Penerimaan pinjaman bank, neto
Penerimaan dari Penawaran Umum
Saham Perdana
Pembayaran pokok sewa
pembiayaan
Penerimaan dari pemegang saham
Kas Neto yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan

2012

2011

2010

379.835.592
(319.394.450)
(16.321.631)
(21.783.016)

510.368.956
(288.522.407)
(16.737.794)
(32.396.679)

263.881.374
(155.291.131)
(10.670.692)
(15.146.929)

(52.239.078)
(2.745.812)
730.226

12.356.560
(35.485.539)
(717.732)
806.704

(2.356.560)
(6.118.501)
(230.451)
338.382

(31.918.169)

149.672.069

74.405.492

CASH FLOWS FROM


OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers
Payments to suppliers
Payments to employees
Payments of royalty
Net decrease in
restricted cash in bank
and time deposits
Payment for income taxes
Payment of interest
Receipt of interest income
Net Cash (Used in)
Provided by Operating
Activities

(7.957.861)
(7.456.569)
16.278
(1.146.670)
(14.209.210)
-

(11.767.585)
(9.969.878)
(413.379)

(11.216.110)
(5.139.089)
(12.511.466)

(96.503.706)
-

(5.502)

(48.386)

CASH FLOWS FROM


INVESTING ACTIVITIES
Disbursements for exploration
and development expenditures
Acquisitions of fixed assets
Proceed from sale of fixed assets
Advance for investment
Loan to third party
Payments to related parties
Acquisition of additional shares
in subsidiaries
Acquisitions of other non-current asset

(127.257.738)

(22.156.344)

(28.915.051)

Net Cash Used in


Investing Activities

104.690.000
(9.500.000)

(9.000.000)

14.392.342
-

(8.735.698)

(59.298.470)

(36.485.066)

6.117.198

2.103.611

(19.740.480)
(294.748)
(41.503.973)
35.000.000

(13.973.769)
(2.127.660)
282.918

(10.346.783)
24.616.339
38.197.764
(965.849)
-

137.955.773

(1.219.555)
-

(89.940.028)

CASH FLOWS FROM


FINANCING ACTIVITIES
Paid in capital
Payment of dividends
Loan appropriation
to non-controlling
shareholders
Loan reception
from non-controlling
shareholders
Payments to
the shareholders, net
Repayment of borrowings
Loan to shareholders
Proceeds from borrowings
Proceeds from
Initial Public Offering

(1.412.249)
3.692.486

Payment of finance leases


Receipt from shareholders

(33.527.387)

Net Cash Provided by


(Used in) Financing
Activities

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued)
Years Ended
December 31, 2012, 2011 and 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
Catatan/
Notes
(PENURUNAN) KENAIKAN
NETO KAS DAN SETARA KAS

2012

2011

2010

(21.220.134)

37.575.697

11.963.054

NET (DECREASE) INCREASE IN


CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS


AWAL TAHUN

58.573.270

20.729.306

8.363.520

CASH AND CASH EQUIVALENTS


AT BEGINNING OF YEAR

Dampak
perubahan selisih kurs

(1.046.125)

268.267

402.732

Effect of foreign exchange


rate changes

58.573.270

20.729.306

CASH AND CASH EQUIVALENTS


AT END OF YEAR

KAS DAN SETARA KAS


AKHIR TAHUN

36.307.011

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an


integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak


terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM
a.

1.

Perusahaan

GENERAL
a. The Company

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Perusahaan)


didirikan di Indonesia dengan nama PT Buana
Persada Gemilang berdasarkan Akta No. 1
tanggal 3 Agustus 2007 yang dibuat dihadapan
Tintin Surtini, S.H., M.Kn, sebagai pengganti
dari Surjadi S.H., Notaris di Jakarta,
sebagaimana yang telah diubah dengan Akta
No.11 tanggal 14 Januari 2008 yang dibuat
dihadapan Surjadi, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum
dan
Hak
Asasi
Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-04084.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal
28 Januari 2008.

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (the Company)


was established in Indonesia as PT Buana
Persada Gemilang based on the Deed No. 1
dated August 3, 2007 made before Tintin Surtini,
S.H., M.Kn, as a substitute notary of Surjadi,
S.H., Jakarta, which was amended based on
notarial deed No. 11 dated January 14, 2008
prepared by notary Surjadi, S.H., Jakarta. The
Deed of Establishment was approved by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic
of
Indonesia
through
letter
No. AHU-04084.AH.01.01.Tahun 2008 dated
January 28, 2008.

Berdasarkan Akta No.173 tanggal 22 Juli 2010


yang dibuat dihadapan Notaris Jimmy Tanal,
S.H., sebagai pengganti dari Hasbullah Abdul
Rasyid S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta, para
pemegang saham menyetujui perubahan nama
Perusahaan dari sebelumnya PT Buana
Persada Gemilang menjadi PT Toba Bara
Sejahtra dan peningkatan modal dasar dari
sebelumnya
Rp20.000.000.000
menjadi
Rp135.000.000.000 yang seluruhnya telah
ditempatkan dan disetorkan. Perubahan ini
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak
Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
melalui
Surat
Keputusan
No. AHU-40246.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal
13 Agustus 2010.

Based on Deed No. 173 dated July 22, 2010


made before Jimmy Tanal, S.H., as a substitute
notary of Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn,
Jakarta, the Companys shareholders agreed to
change the Companys name from PT Buana
Persada Gemilang to PT Toba Bara Sejahtra
and increase the Companys authorized capital
from Rp20,000,000,000 to Rp135,000,000,000
which has been fully subscribed and paid.
These changes have been approved by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic
of
Indonesia
through
letter
No. AHU-40246.AH.01.02.Tahun 2010 dated
August 13, 2010.

Berdasarkan
Akta
No.
154
tanggal
23 Desember 2011 yang dibuat dihadapan
Notaris Jimmy Tanal, S.H., sebagai pengganti
dari Hasbullah Abdul Rasyid S.H., M.Kn,
Notaris di Jakarta, para pemegang saham
menyetujui
peningkatan
modal
dasar
Perusahaan
dari
sebelumnya
Rp135.000.000.000
menjadi
Rp1.200.000.000.000 serta peningkatan modal
disetor dari sebelumnya Rp135.000.000.000
menjadi
Rp300.000.000.000.
Peningkatan
tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik
Indonesia,
melalui
surat
keputusannya No. AHU-64523.AH.01.02.Tahun
2011 tertanggal 29 Desember 2011.

Based on the Deed No. 154 dated


December 23, 2011 made before Jimmy Tanal,
S.H., a notary, as a substitute notary of
Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn, Jakarta,
the Companys shareholders agreed to increase
the Companys authorized capital from
Rp135,000,000,000 to Rp1,200,000,000,000
and increase the paid in capital from
Rp135,000,000,000 to Rp300,000,000,000. The
increase has been approved by the Ministry
of Laws and Human Rights of the
Republic
of
Indonesia
through
letter
No. AHU-64523.AH.01.02.Tahun 2011 dated
December 29, 2011.

Berdasarkan Akta No. 65 tanggal 30 Maret 2012


tentang Pernyataan Persetujuan Bersama
Seluruh Pemegang Saham PT Toba Bara
Sejahtra, yang dibuat di hadapan Dina Chozie,
S.H., kandidat Notaris, pengganti dari Fathiah
Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, seluruh
pemegang saham Perusahaan menyetujui antara
lain, perubahan status Perusahaan menjadi
Perusahaan Terbuka, dan perubahan nilai
nominal saham Perusahaan dari Rp1.000.000
per lembar menjadi Rp200 per lembar.

Based on the Deed No. 65 dated March 30, 2012


on the Statements of PT Toba Bara Sejahtras
Shareholders Approval which were made before
Dina Chozie, S.H., candidate Notary, a
replacement of Fathiah Helmi, S.H., a Notary in
Jakarta, all of the Companys shareholders
approved, among others, the change in the
status of the Company to a Public Company, and
change in the nominal value of the Companys
shares from Rp1,000,000 per share to Rp200 per
share.
10

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
a.

1.

Perusahaan (lanjutan)

GENERAL (continued)
a. The Company (continued)

Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri


Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia
melalui
Surat
Keputusan
No.
AHU-17595.AH.01.02.Tahun
2012
tertanggal 5 April 2012 dan telah didaftarkan
pada
Daftar
Perseroan
dengan
No.
AHU-0029340.AH.01.09.Tahun
2012
tanggal 5 April 2012.

Such changes have been approved by the


Ministry of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia through Decision Letter
No. AHU-17595.AH.01.02.Tahun 2012 dated
April 5, 2012 and has been registered in the List
of Companies No. AHU-0029340.AH.01.09.
Tahun 2012 dated April 5, 2012.

Pada tanggal 27 Juni 2012, Perusahaan


memperoleh pernyataan efektif dari Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM dan LK) untuk
melakukan
penawaran
umum
kepada
masyarakat sebanyak 210.681.000 saham.
saham yang ditawarkan merupakan 10,47%
dari 2.012.491.000 lembar saham yang
ditempatkan dan disetor penuh. Sejak tanggal
6 Juli 2012, saham Perusahaan yang telah
ditawarkan
kepada
masyarakat
telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

On June 27, 2012, the Company obtained


approval from the Capital Market and Financial
Institution Supervisory Agency or BAPEPAM
dan LK to conduct public offering of
210,681,000 shares. The offered shares
represent 10.47% of the 2,012,491,000 shares
issued and fully paid. Since July 6, 2012, the
Companys shares offered to the public have
been listed on the Indonesia Stock Exchange.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar


Perusahaan,
ruang
lingkup
kegiatan
Perusahaan adalah di bidang pembangunan,
perdagangan, perindustrian, pertambangan,
pertanian dan jasa.

Under the Article 3 of the Companys Articles of


Association, the scope of its activities is
construction,
trading,
industrial,
mining,
agriculture and services.

Kegiatan utama Perusahaan saat ini adalah


investasi di bidang pertambangan batubara
melalui entitas anak. Entitas anak memiliki izin
usaha pertambangan atas wilayah usaha
pertambangan yang berlokasi di Kalimantan,
Indonesia.

Currently, the Companys main activity is


investment in coal mining through its
subsidiaries. The subsidiaries have mining
permits over mine areas located in Kalimantan,
Indonesia.

Perusahaan memulai kegiatan komersialnya


dalam tahun 2010, yaitu setelah akuisisi entitas
anak dari PT Toba Sejahtra.

The Company commenced its commercial


operation in 2010, following the acquisition of
the subsidiaries from PT Toba Sejahtra.

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Wisma


Bakrie 2 Lantai 16, Jl. H.R. Rasuna Said Kav.
B-2, Jakarta Selatan.

The Companys head office is located at 16


Floor of Wisma Bakrie 2, Jl. H.R. Rasuna Said
Kav. B-2, South Jakarta.

Perusahaan memiliki beberapa entitas anak


(secara kolektif disebut sebagai Grup) dan
tergabung dalam kelompok usaha milik
PT Toba Sejahtra (TS) sebagai entitas induk
terakhir.

The Company owns several subsidiaries


(collectively referred to as the Group) and is a
member of the group of companies owned by
PT Toba Sejahtra (TS) as the ultimate parent
company of the group.

th

11

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
b.

Dewan Komisaris,
kunci dan Karyawan

1.
Manajemen

b. Boards of Commissioners, Directors, Key


management personnel and Employees

Komisaris dan Direksi Perusahaan pada


tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai
berikut:

The Companys Commissioners and Directors


as of December 31, 2012 are as follows:

Presiden Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

Direksi,

GENERAL (continued)

Jusman Syafii Djamal


Farid Harianto
Bacelius Ruru
Justarina Sinta Marisi Naiborhu
Pandu Patria Syahrir
Sudharmono Saragih
Arthur M. E. Simatupang

The composition of the Companys Audit


Committee as of December 31, 2012 is as
follows:

Susunan Komite Audit Perusahaan pada


tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai
berikut:
Ketua
Anggota

Bacelius Ruru
Irwandy Arif
Aria Kanaka

Chairman
Members
The Companys Commissioner and Directors
as of December 31, 2011 are as follows:

Komisaris dan Direksi Perusahaan pada


tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai
berikut:
Komisaris
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

Jusman Syafii Djamal


Justarina Sinta Marisi Naiborhu
Pandu Patria Syahrir
Catherine Warouw
Arthur M. E. Simatupang

Commissioner
President Director
Director
Director
Director

The Companys Commissioner and Director as


of December 31, 2010 are as follows:

Komisaris dan Direksi Perusahaan pada


tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai
berikut:
Komisaris
Direktur

President Commissioner
Independent Commissioner
Independent Commissioner
President Director
Director
Director
Director

Jusman Syafii Djamal


Pandu Patria Syahrir

Commissioner
Director

Personel manajemen kunci Perusahaan


meliputi anggota direksi Perusahaan dan
direksi entitas anak.

The Companys key management personnel


consist of the member of directors of the
Company and subsidiaries.

Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012,


2011 dan 2010, Grup mempunyai karyawan
tetap masing-masing 743, 908 dan 608 (tidak
diaudit).

The Group had a total of 743, 908 and 608


(unaudited) permanent employees as of
December 31, 2012, 2011 and 2010,
respectively.

c. Entitas anak

c. Subsidiaries
The Company consolidates the following
subsidiaries due to its majority ownership or
right
to
control
the
operations
of
the subsidiaries.

Perusahaan mengkonsolidasikan entitas anak


di bawah ini karena mempunyai kepemilikan
mayoritas atau hak untuk mengendalikan
operasi entitas anak tersebut.

12

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
c.

1.

Entitas anak (lanjutan)

Entitas anak/
Subsidiaries

GENERAL (continued)
c. Subsidiaries (continued)

Domisili
dan Tahun
operasi
komersial
dimulai/
Domicile
and Year of
commercial
operations
started

Total Aset sebelum Eliminasi/ Total Assets before Elimination


31 Desember/December 31

Jenis Usaha/
Nature of Business

2012

2011

2010

2009

Kepemilikan langsung/Direct ownership:


1.

PT Adimitra
Baratama
Nusantara
(ABN)

Indonesia/
2008

Pertambangan
batu bara/
Coal mining

116.146.752

115.320.451

102.452.985

2.

PT Trisensa
Mineral
Utama
(TMU)

Indonesia/
2011

Pertambangan
batu bara/
Coal mining

23.330.570

17.731.119

6.754.230

804.438

3.

PT Toba
Bumi Energi
(TBE)

Indonesia
2007

Investasi di bidang
pertambangan/
Investment in coal mining

55.541.389

35.697.136

17.977.858

35.527.742

17.880.464

54.559.077

52.315.261

Kepemilikan tidak langsung melalui TBE/Indirect ownership through TBE


4.

PT
Indomining
(IM)

Indonesia/
2007

Pertambangan batu bara/


Coal mining

55.416.983

53.911.280

Kepemilikan mayoritas atas entitas anak


tersebut diatas (ABN, TMU dan TBE) diperoleh
Perusahaan pada akhir tahun 2010 dengan
rincian sebagai berikut:

The majority ownership of the above


subsidiaries (ABN, TMU and TBE) was
acquired towards the end of 2010 with the
following details:

1. ABN

1. ABN
In November 2010, the Company acquired
a 51% ownership interest in ABN from
TS. The details of the acquisition are as
follows:

Dalam bulan November 2010, Perusahaan


membeli 51% kepemilikan atas ABN dari
TS. Rincian atas akuisisi tersebut adalah
sebagai berikut:
2010
Harga perolehan, termasuk utang TS
kepada ABN yang diambil alih Perusahaan
Nilai buku aset neto yang diakuisisi
(Setelah disajikan kembali Catatan 1)
Selisih lebih harga perolehan saham di atas
nilai buku neto aset yang diakuisisi

23.791.813

Acquisition cost, including amount payable by TS


to ABN absorbed by the Company
Net book value of assets acquired
(As restated Note 1)

1.671.407

Excess of cost of shares over


the net book value of assets acquired

25.463.220

Catatan 1: Disajikan kembali sehubungan dengan


penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010)
secara retrospektif di ABN, dimana Dollar
Amerika Serikat ditetapkan sebagai mata
uang fungsional ABN.

Note 1 : As Restated following the implementation of


PSAK
No.
10
(Revised
2010)
restrospectively in ABN, whereby the United
states dollar has been determined as ABNs
functional currency.

13

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
c.

1.

Entitas anak (lanjutan)

GENERAL (continued)
c. Subsidiaries (continued)

1. ABN (lanjutan)

1. ABN (continued)

Sehubungan
dengan
akuisisi
ini,
Perusahaan mencatat utang kepada TS
sebesar US$16.975.480 (setara dengan
Rp153.000.000.000).

In relation to this acquisition, the Company


recognized a liability due to TS amounting
to
US$16,975,480
(equivalent
to
Rp153,000,000.000).

Berikut ini adalah informasi keuangan ABN


pada tanggal akuisisi:

The following is summary of ABNs financial


information at the acquisition date.
2010

ASET

ASSETS

Aset lancar
Kas dan setara kas
Kas di bank dan deposito
berjangka yang dibatasi
penggunaannya
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Persediaan
Aset lancar lainnya

11.700.000
14.269.802
355.144
2.429.238
20.945.827

Current Assets
Cash and cash equivalents
Restricted cash
in bank
and time deposit
Trade receivables
Other receivables
Inventories
Other current assets

Total aset lancar

62.910.014

Total current assets

Aset Tidak Lancar


Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya

15.583.245
20.300.614

Non-Current Assets
Fixed assets
Other non-current assets

Total aset tidak lancar

35.883.859

Total non-current assets

Total Aset

98.793.873

Total Assets

13.210.003

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITIES AND EQUITY

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang pajak
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun

11.082.387
1.363.338
143.073
14.476.428
16.396.474

Liabilities
Current Liabilities
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Taxes payable
Current maturites of long-term
liabilites

Total Liabilitas Jangka Pendek

43.461.700

Total Current Liabilities

14

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)

1.

GENERAL (continued)

c. Entitas anak (lanjutan)

c. Subsidiaries (continued)

1. ABN (lanjutan)

1. ABN (continued)
The following is summary of ABNs financial
information at the acquisition date.

Berikut ini adalah informasi keuangan ABN


pada tanggal akuisisi:
2010
LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilitas jangka panjang


- setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas untuk pengelolaan
dan reklamasi lingkungan
hidup dan penutupan
tambang
Liabilitas imbalan
kerja jangka panjang
Liabilitas pajak
tangguhan - neto

NON-CURRENT LIABILITIES

25.359

Long-term
liabilities
- net of
current maturities
Provision for
environmental and
reclamation costs
and mine closure
Long-term employee
benefits liabilities
Deferred tax
liabilities - net

8.681.560

Total Non-Current Liabilities

52.143.260

Total Liabilities

Modal disetor
Saldo laba

32.900.258
13.750.355

Paid in capital
Retained earnings

Total Ekuitas

46.650.613

Total Equity

Total Liabilitas dan Ekuitas

98.793.873

Total Liabilities and Equity

Total Liabilitas Jangka Panjang


Total Liabilitas

7.540.587

814.112
301.502

EKUITAS

EQUITY

ABN has obtained a Production Operation


Mining Permit (IUP-OP) over an area of
2,990 hectares located in Sanga-sanga Subdistrict East Kalimantan as stipulated in
Bupati
Kutai
Kartanegaras
decree
No. 540/1691/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2009
dated December 1, 2009. Such IUP-OP is
valid for 20 years through December 1,
2029 and can be extended 2 times.

ABN
memperoleh
Izin
Usaha
Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) atas wilayah seluas 2.990 hektar
yang berlokasi di Kecamatan Sanga-sanga
- Kalimantan Timur sesuai dengan
keputusan Bupati Kutai Kartanegara
No. 540/1691/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2009
tertanggal 1 Desember 2009. IUP-OP
tersebut berlaku untuk jangka waktu
20 tahun sampai tanggal 1 Desember 2029
dan dapat diperpanjang 2 kali.

15

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)

1.

c. Entitas anak (lanjutan)

GENERAL (continued)
c. Subsidiaries (continued)

2. TMU

2. TMU

Dalam bulan Desember 2010, Perusahaan


membeli 51% kepemilikan saham atas
TMU dari TS.

In December 2010, the Company acquired


a 51% ownership interest in TMU from TS.

Rincian atas transaksi tersebut adalah


sebagai berikut:

The details of the transaction are as follows:


2010

Harga perolehan
Nilai buku aset neto yang diakuisisi

73.847
(53.819)

Selisih lebih harga perolehan saham di atas


nilai buku neto aset yang diakuisisi

127.666

Acquisition cost
Net book value of assets acquired
Excess of cost of shares over
the net book value of assets acquired

Sehubungan
dengan
akuisisi
ini,
Perusahaan mencatat utang kepada TS
sebesar US$73.847 (setara dengan
Rp663.000.000).

In relation to this acquisition, the Company


recognized a liability due to TS amounting
to
US$73,847
(equivalent
to
Rp663,000,000).

Berikut ini adalah informasi keuangan TMU


pada tanggal akuisisi:

The following is summary of TMUs


financial information at the acquisition date.
2010

ASET

ASSETS

Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang lain-lain
Aset lancar lainnya

1.652.060
4.414
27.744

Current Assets
Cash and cash equivalents
Other receivables
Other non-current assets

Total aset lancar

1.684.218

Total current assets

Aset Tidak Lancar


Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya

78.104
4.991.907

Non-Current Assets
Fixed assets
Other non-current assets

Total aset tidak lancar

5.070.011

Total non-current assets

Total Aset

6.754.229

Total Assets

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITIES AND EQUITY

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang pajak

2.198
2.126.072
17.816
71.508

Liabilities
Current Liabilities
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Taxes payable

Total Liabilitas Jangka Pendek

2.217.594

Total Current Liabilities

16

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)

1.

c. Entitas anak (lanjutan)

GENERAL (continued)
c. Subsidiaries (continued)

2. TMU (lanjutan)

2. TMU (continued)
The following is summary of TMUs
financial information at the acquisition date.

Berikut ini adalah informasi keuangan TMU


pada tanggal akuisisi:
2010
LIABILITAS JANGKA PANJANG

NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas imbalan
kerja jangka panjang
Utang lain-lain

23.835
4.566.619

Long-term employee
benefits liabilities
Other payables

Total Liabilitas Jangka Panjang

4.590.454

Total Non-Current Liabilities

Total Liabilitas

6.808.048

Total Liabilities

143.188
8.860
(205.867)

Paid in capital
Exchange difference due to
translation of financial statements
Deficits

(53.819)

Total Equity

EKUITAS

Modal disetor
Selisih kurs akibat translasi laporan
keuangan
Saldo defisit

EQUITY

Total Ekuitas
Total Liabilitas dan Ekuitas

6.754.229

Total Liabilities and Equity

Pada tanggal 21 Maret 2012, Perusahaan


membeli 48,92% saham TMU dari
PT Sinergi Sukses Utama (pihak ketiga)
dengan
harga
perolehan
sebesar
US$27.390.639.
Dengan
pembelian
tersebut, kepemilikan Perusahaan di TMU
meningkat menjadi sebesar 99,92%.

On March 21, 2012, the Company acquired


48.92% stake in TMU from PT Sinergi
Sukses Utama (a third party) with
acquisition
costs
amounting
to
US$27,390,639. Following the acquisition,
the Companys ownership in TMU
increased to 99.92%.

Pada
tanggal
25
Oktober
2012,
Perusahaan mengkonversikan piutangnya
dari TMU sebesar US$3.120.449 menjadi
30.000 lembar saham. Dengan konversi
tersebut, kepemilikan Perusahaan di TMU
meningkat menjadi sebesar 99,99%.

On October 25, 2012, the Company


converted its receivable from TMU
amounting to US$3,120,449 into 30,000
shares. Following the acquisition, the
Companys ownership in TMU increased to
99.99%.

TMU telah memperoleh IUP-OP atas


wilayah seluas 3.414 hektar di wilayah
Kecamatan Loa Janan, Muara Jawa dan
Sanga-sanga,
Kabupaten
Kutai
Kartanegara,
Provinsi
Kalimantan
Timur
sesuai
dengan
keputusan
Bupati
Kutai
Kartanegara
No. 540/3133/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2010
tanggal 14 Desember 2010. IUP-OP
tersebut berlaku untuk jangka waktu 13
tahun sampai tanggal 14 Desember 2023
dan dapat diperpanjang 2 kali.

TMU has obtained an IUP-OP over an area


of 3,414 hectares located in Loa Janan,
Muara Jawa and Sanga-sanga Subdistricts, Kutai Kartanegara Regency, East
Kalimantan Province as stipulated in Bupati
Kutai
Kartanegaras
decree
No. 540/3133/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2010
dated December 14, 2010. Such IUP-OP is
valid for 13 years through December 14,
2023 and can be extended 2 times.

3. TBE

3. TBE
In November 2010, the Company acquired a
52.5% ownership interest in TBE from TS.
TBE
has
a
99.9%
ownership
of
PT Indomining (IM).

Dalam bulan November 2010, Perusahaan


membeli 52,5% kepemilikan saham atas
TBE dari TS. TBE memiliki 99,9%
kepemilikan saham PT Indomining (IM).

17

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)

1.

GENERAL (continued)

c. Entitas anak (lanjutan)

c. Subsidiaries (continued)

3. TBE (lanjutan)

3. TBE (continued)

Rincian atas akuisisi


sebagai berikut:

tersebut

The details of the acquisition are as follows:

adalah
2010

Harga perolehan
Nilai buku aset neto yang diakuisisi
(Setelah disajikan kembali Catatan 2)

8.446.688
7.938.240

Acquisition cost
Net book value of assets acquired
(As restated Note 2)

508.448

Excess of cost of shares over


the net book value of assets acquired

Selisih lebih harga perolehan saham di atas


nilai buku neto aset yang diakuisisi
Catatan 2: Disajikan kembali sehubungan dengan
penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010)
secara retrospektif di TBE, dimana Dollar
Amerika Serikat ditetapkan sebagai mata
uang fungsional TBE.

Note 2 : As Restated following the implementation of


PSAK
No.
10
(Revised
2010)
restrospectively in TBE, whereby the United
states dollar has been determined as TBEs
functional currency.

Sehubungan
dengan
akuisisi
ini,
Perusahaan mencatat utang kepada TS
sebesar US$8.446.688 (setara dengan
Rp76.130.000.000).

In relation to this acquisition, the Company


recognized a liability due to TS amounting to
US$8,446,688
(equivalent
to
Rp76,130,000,000).

Berikut ini adalah informasi keuangan TBE


pada tanggal akuisisi:

The following is summary of TBEs financial


information at the acquisition date.
2010

ASET

ASSETS

Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Persediaan
Aset lancar lainnya

5.685.529
13.555.813
967.168
2.440.803

Current Assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Inventories
Other non-current assets

Total aset lancar

22.649.313

Total current assets

Aset Tidak Lancar


Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya

5.873.572
11.454.472

Non-Current Assets
Fixed assets
Other non-current assets

Total aset tidak lancar

17.328.044

Total non-current assets

Total Aset

39.977.357

Total Assets

LIABILITAS DAN EKUITAS


Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Utang pajak
Total Liabilitas Jangka Pendek

LIABILITIES AND EQUITY

8.491.156
1.049.590
3.664.411
5.359.901

Liabilities
Current Liabilities
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Taxes payable

18.565.058

Total Current Liabilities

18

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)

1.

c. Entitas anak (lanjutan)

GENERAL (continued)
c. Subsidiaries (continued)

3. TBE (lanjutan)

3. TBE (continued)
The following is summary of TBEs financial
information at the acquisition date.

Berikut ini adalah informasi keuangan TBE


pada tanggal akuisisi:
2010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang

133.676

NON-CURRENT LIABILITIES
Other payables
Long-term employee
benefits liabilities

6.291.793

Total Non-Current Liabilities

Total Liabilitas

24.856.851

Total Liabilities

EKUITAS
Modal disetor
Saldo defisit

16.037.679
(917.173)

EQUITY
Paid in capital
Deficits

Total Ekuitas

15.120.506

Total Equity

Total Liabilitas dan Ekuitas

39.977.357

Total Liabilities and Equity

Total Liabilitas Jangka Panjang

6.158.117

Pada tanggal 21 Maret 2012, Perusahaan


membeli masing-masing sebesar 29,99%
dan
17,5%
saham
TBE
dari
PT Baraventura Pratama dan Bpk. Roby
Budi Prakoso (keduanya pihak ketiga)
dengan total harga perolehan sebesar
US$69.064.986.
Dengan
pembelian
tersebut, kepemilikan Perusahaan di TBE
meningkat menjadi sebesar 99,99%.

On March 21, 2012, the Company acquired


29.99% and 17.5% stakes in TBE from
PT Baraventura Pratama and Mr. Roby Budi
Prakoso (both are third parties), respectively,
with total acquisition costs amounting to
US$69,064,986. Following the acquisition,
the Companys ownership in TBE increased
to 99.99%.

IM telah memperoleh IUP-OP atas wilayah


seluas 683 hektar yang berlokasi di
Kecamatan Sanga-Sanga - Kalimantan
Timur sesuai dengan keputusan Bupati
Kutai Kartanegara No. 540/1410/IUPOP/MB-PBAT/VI/2010 tertanggal 22 Juni
2010. IUP-OP tersebut berlaku untuk
jangka waktu 3 tahun sampai tanggal
22 Juni 2013 dan dapat diperpanjang 2 kali.

In order to comply with Law No. 4/2009, IM


has obtained an IUP-OP over an area of 683
hectares located in Sanga-Sanga Sub-district
- East Kalimantan as stipulated in Bupati
Kutai
Kartanegaras
decree
No.
540/1410/IUP-OP/MB-PBAT/VI/2010
dated June 22, 2010. Such IUP-OP is valid
for 3 years through June 22, 2013 and can
be extended 2 times.

Pada tanggal 15 Maret 2013, sesuai


dengan
keputusan
Bupati
Kutai
Kertanegara Nomor 540/004/IUP-OP/MBPBAT/III/2013,
IUP-OP
IM
telah
diperpanjang sampai dengan tanggal
15 Maret 2023.

On March 15, 2013, as stipulated in Bupati


Kutai
Kartanegaras
decree
No.
540/004/IUP-OP/MB-PBAT/III/2013,
IMs IUP-OP has been extended until
March 15, 2023.

19

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
d.

1.

Cadangan batu bara

GENERAL (continued)
d. Coal reserves
Presented below are the subsidiaries coal
reserves (in million metric tons, unaudited)
based on reports prepared by third parties:

Berikut ini adalah estimasi cadangan batu bara


entitas anak (dalam jutaan metrik ton, tidak
diaudit) sesuai dengan laporan yang dibuat oleh
pihak ketiga:

Cadangan batubara* (Tidak diaudit)/


Coal Reserves* (Unaudited)
Terbukti/
Proven

Terduga/
Probable

Total/
Total

Entitas anak

Subsidiaries

ABN
IM
TMU

70
11
5

47
10
4

117
21
9

ABN
IM
TMU

Total

86

61

147

Total

*) Pembulatan

2.

*) Rounding

Estimasi cadangan batubara ABN sesuai


dengan laporan dari PT Runge Indonesia untuk
cadangan batubara per tanggal 31 Desember
2011.

The estimated coal reserve of ABN is based on


the report of PT Runge Indonesia on coal
reserve as of December 31, 2011.

Estimasi cadangan batubara IM sesuai dengan


laporan dari PT SMG Consulting tanggal
20 Februari 2012 untuk cadangan batubara per
tanggal 31 Desember 2011.

The estimated coal reserve of IM is based on


the report of PT SMG Consulting dated as of
February 20, 2012 on coal reserve as of
December 31, 2011.

Estimasi cadangan batu bara TMU sesuai


dengan laporan dari Marston & Marston untuk
cadangan batubara per tanggal 31 Oktober
2011.

The estimated coal reserve of TMU is based on


the report of Marston & Marston on coal reserve
as of October 31, 2011.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN

AKUNTANSI

YANG

2.

SUMMARY
POLICIES

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang


signifikan yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian PT Toba Bara
Sejahtra dan entitas anak (Grup).

Presented below are the significant accounting


policies adopted in preparing the consolidated
financial statements of PT Toba Bara Sejahtra and
subsidiaries (the Group).

a.

a. Basis Preparation of
Financial Statements

Dasar
Penyajian
Konsolidasian

Laporan

Keuangan

the

Consolidated

The consolidated financial statements have been


prepared and presented in accordance with
Indonesian Financial Accounting Standards
(SAK), which comprise the Statements of
Financial Accounting Standards (PSAK) and
Interpretations
to
Financial
Accounting
Standards (ISAK) issued by the Financial
Accounting Standards Board of the Indonesian
Institute of Accountants and the regulations and
the guidelines on financial statements and
disclosures issued by BAPEPAM-LK.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun


dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (SAK), yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturanperaturan serta pedoman dan penyajian dan
pengungkapan
laporan
keuangan
yang
diterbitkan oleh BAPEPAM-LK.

20

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
a.

b.

AKUNTANSI

Dasar
Penyajian
Laporan
Konsolidasian (lanjutan)

YANG

2.

Keuangan

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

a. Basis Preparation of the Consolidated


Financial Statements (continued)

Sebagaimana dijelaskan dalam catatancatatan terkait berikut di bawah ini, Grup telah
menerapkan beberapa SAK revisian yang
relevan dengan Grup dan berlaku untuk
periode pelaporan yang dimulai pada tanggal
1 Januari 2012.

As disclosed further in the relevant succeeding


notes, the Group has implemented certain
revised SAKs which were relevant to the Group
and effective for the financial reporting period
beginning on January 1, 2012.

Laporan keuangan konsolidasian disajikan


dalam Dolar Amerika Serikat (US$), yang
merupakan mata uang fungsional Grup.

The consolidated financial statements are


presented in the United States Dollar (US$),
which is the Groups functional currency.

Laporan keuangan konsolidasian disusun


berdasarkan konsep akrual kecuali untuk
laporan
arus
kas
konsolidasian,
dan
menggunakan konsep biaya perolehan, kecuali
untuk beberapa akun yang dinyatakan
menggunakan
dasar
pengukuran
lain,
sebagaimana dijelaskan pada kebijakan
akuntansi dari akun tersebut.

The consolidated financial statements have been


prepared on the accrual basis except for the
consolidated statements of cash flows, and using
the historical cost concept of accounting, except
for certain accounts which have been stated on
another measurement basis as explained in the
accounting policies for such accounts.

Laporan
arus
kas
disusun
dengan
menggunakan metode langsung, meyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas yang
diklasifikasikan
dalam
aktivitas
operasi,
investasi dan pedanaan.

The consolidated statements of cash flows,


which have been prepared using the direct
method, present cash receipts and payments
classified into operating, investing dan financing
activities.

Prinsip-prinsip Konsolidasian

b. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi


laporan keuangan Perusahaan dan entitas
anak. Semua transaksi dan saldo yang material
antara Perusahaan dengan setiap entitas anak
dan antar entitas anak telah dieliminasi untuk
menyajikan posisi keuangan dan hasil usaha
Perusahaan dan entitas anak sebagai satu
kelompok usaha.

The consolidated financial statements include the


financial statements of the Company and the
subsidiaries. All material transactions and
balances between the Company and each of the
subsidiaries and between the subsidiaries are
eliminated to reflect the financial position and the
results of operations of the Company and the
subsidiaries as one business entity.

Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal


akusisi, yaitu tanggal dimana Grup memperoleh
pengendalian, dan tetap dikonsolidasi sampai
pengendalian tersebut berhenti. Pengendalian
dianggap ada apabila Grup memiliki, baik
secara langsung atau tidak langsung melalui
entitas anak, lebih dari 50% hak suara dari
suatu entitas.

Subsidiaries are fully consolidated from the dates


of acquisition, being the date on which the Group
obtained control, and continue to be consolidated
until the date such control ceases. Control is
presumed to exist if the Group owns, directly or
indirectly through its subsidiaries, more than 50%
of the voting power of an entity.

Kerugian entitas anak diatribusikan kepada


kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini
mengakibatkan kepentingan non-pengendali
mempunyai saldo defisit.

Losses of a non-wholly owned subsidiary are


attributed to the non-controlling interest even if
such losses resulted in a deficit balance for the
non-controlling interest.

Kepentingan nonpengendali merupakan bagian


atas laba atau rugi entitas anak yang
diatribusikan kepada pemilikan ekuitas entitas
anak yang tidak dimiliki secara langsung atau
tidak langsung oleh Grup yang disajikan di
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian dan sebagai bagian dari ekuitas
di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
yang terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Non-controlling interest represents the portion of


the profit or loss of the subsidiaries attributable to
equity interests that are not owned directly or
indirectly by the Group, which are presented in
the consolidated statements of comprehensive
income and under the equity section of the
consolidated statements of financial position,
respectively, separately from the corresponding
portion attributable to the equity holders of the
parent company.
21

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.

AKUNTANSI

YANG

2.

Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)

d.

Transaksi
sepengendali

restrukturisasi

ACCOUNTING

b. Principles of Consolidation (continued)


Changes in a parents ownership interest in a
subsidiary that do not result in a loss of control are
accounted for as equity transactions. In such
circumstances, the carrying amounts of the
controlling and non-controlling interests are
adjusted to reflect the changes in their relative
interests in the subsidiary. Any difference between
the amount by which the non-controlling interests
are adjusted and the fair value of the consideration
paid or received is recognised directly in equity and
attributed to the owners of the parent.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas


induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Dalam keadaan
demikian, nilai tercatat kepentingan pengendali
dan
non-pengendali
disesuaikan
untuk
mencerminkan perubahan bagian kepemilikan
terkait atas entitas anak. Selisih antara jumlah
kepentingan non-pengendali disesuaikan dan
nilai wajar imbalan yang diberikan atau
diterima, diakui sebagai bagian dari ekuitas dan
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
c.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

entitas

c. Restructuring transaction
under common control

among

entities

Akuisisi atau pengalihan aset, liabilitas, saham


dan instrumen kepemilikan lainnya dalam
rangka restrukturisasi antara entitas di bawah
pengendalian yang sama tidak menimbulkan
keuntungan atau kerugian kepada perusahaan
atau entitas manapun di dalam suatu kelompok
usaha.

Acquisition or transfer of assets, liabilities, shares


and other instrument of ownership among
entities under common control as part of a
restructuring would not result in a gain or loss to
the company or to the individual entity within the
same group.

Karena transaksi restrukturisasi entitas di


bawah pengendalian yang sama tidak
menyebabkan perubahan substansi ekonomi
terhadap kepemilikan aset, liabilitas, saham
atau instrumen lainnya yang dipertukarkan,
maka aset atau liabilitas yang dialihkan dicatat
sebesar nilai buku sebagai suatu kombinasi
usaha
dengan
menggunakan
metode
penyatuan kepemilikan.

Since the restructuring transaction among


entities under common control does not result in
a change of the economic substance of the
ownership of assets, liabilities, shares or other
instruments of ownership which are exchanged,
assets or liabilities transferred are recorded at
book values as a business combination using the
pooling-of-interests method.

Selisih antara nilai tercatat investasi dan harga


transaksi pada tanggal transaksi diakui
sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi
Entitas Sepengendali pada bagian ekuitas di
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

The difference between the carrying values of


the investments and the transfer price at the
effective date is recognized under the account
Difference
Arising
from
Restructuring
Transactions among Entities under Common
Control in the equity section of the consolidated
statements of financial position.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang


Asing

d. Foreign
Balances

Currency

Transactions

and

Effecttive on January 1, 2012, the Group


implemented retrospectively PSAK No. 10
(Revised 2010), Effect of Changes in Foreign
Exchange Rates which is effective for the
financial reporting period beginning on
January 1, 2012. As discussed further in Note 4,
the adoption of this PSAK resulted in a
restatement of the Groups prior years
consolidated financial statements which are
presented as comparatives.

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup


menerapkan secara retrospektif PSAK No. 10
(Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs
Valuta Asing yang berlaku efektif untuk
periode pelaporan keuangan yang dimulai
pada tanggal 1 Januari 2012. Sebagaimana
dijelaskan lebih lanjut dalam Catatan 4,
penerapan PSAK ini menyebabkan penyajian
kembali laporan keuangan konsolidasian Grup
untuk tahun-tahun sebelumnya yang disajikan
sebagai komparatif.

22

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
d.

AKUNTANSI

YANG

2.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang


Asing (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
d. Foreign
Currency
Balances (continued)

Transactions

and

PSAK ini menggantikan PSAK No. 10, 11 dan


52 serta ISAK No. 4. PSAK ini antara lain
mengatur entitas untuk menentukan mata uang
fungsionalnya dan memperkenankan entitas
untuk menyajikan laporan keuangannya dalam
mata uang selain mata uang fungsionalnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 4,
manajemen Grup menentukan mata uang
fungsional Grup adalah Dolar Amerika Serikat.

This PSAK replaces PSAK No. 10, 11 and 52,


ISAK No. 4. This PSAK regulates, among others,
an entity to determine its functional currency and
allow an entity to present its financial statements
using currencies other than its functional
currency. As discussed in Note 4, the Groups
management determined that the Groups
functional currency is the United States Dollar.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat


dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs
yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
Pada akhir periode pelaporan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang fungsional
Grup
berdasarkan kurs
tengah yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal
terakhir transaksi perbankan pada periode
tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
periode berjalan.

Transactions involving foreign currencies are


recorded in functional at the rates of exchange
prevailing at the time the transactions are made.
At the end of reporting period, monetary assets
and liabilities denominated in foreign currencies
are translated to the Groups functional currency
based on the middle rates published by Bank
Indonesia at the last banking transaction date for
the period. The resulting gains or losses are
credited or charged to the current periods profit
or loss.

Nilai kurs yang digunakan pada akhir periode


laporan adalah sebagai berikut:

The rates of exchange used at the end of


reporting periods were as follows:
US$1

2012
1.000 Rupiah
1 Dolar Australia

e.

2011

0,00010
1,03671

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

0,00011
1,01489

Transaksi dengan pihak berelasi

0,00011
1,01691

e.

0,00011
0,89702

1.000 Rupiah
1 Australian Dollar

Transactions with related parties

Dalam
menjalankan
aktivitasnya,
Grup
melakukan transaksi dengan pihak berelasi.

During its activities, the Group entered into


transactions with its related parties.

Kriteria pihak berelasi sesuai dengan PSAK


No. 7 (Revisi 2010) adalah sebagai berikut:

The criteria of a related party in accordance


with PSAK No. 7 (Revised 2010) are as
follows:

a. Orang atau anggota keluarga terdekat


mempunyai relasi dengan Grup jika orang
tersebut:

a. A person or a close member of that person's


family is related to the Group if that person:

i.

i.

Memiliki
pengendalian
atau
pengendalian bersama atas Grup;

ii. Memiliki pengaruh


entitas pelapor; atau

signifikan

Has control or joint control over the


Group;

ii. Has significant influence


reporting entity; or

atas

over

the

iii. Is a member of the key management


personnel of the Group or of a parent of
the Group.

iii. Personel manajemen kunci Grup atau


entitas induk Grup.

23

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
e.

AKUNTANSI

YANG

2.

Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

e.

ACCOUNTING

Transactions with related parties (continued)


b. An entity is related to the Group if any of the
following conditions applies:

b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika


memenuhi salah satu hal berikut:
i.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

i.

Entitas dan Grup adalah anggota dari


kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas
anak berikutnya terkait dengan entitas
lain);

The entity and the Group are members of


the same group (which means that each
parent, subsidiary and fellow subsidiary is
related to the others);

ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau


ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama
yang
merupakan
anggota
suatu
kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya);

ii. One entity is an associate or joint venture


of the other entity (or an associate or joint
venture of a member of a group of which
the other entity is a member);

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura


bersama dari pihak ketiga yang sama;

iii. Both entities are joint ventures of the same


third party;

iv. Satu entitas adalah ventura bersama


dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas
ketiga;

iv. One entity is a joint venture of a third entity


and the other entity is an associate of the
third entity;

v. Entitas tersebut adalah suatu program


imbalan pascakerja untuk imbalan kerja
dari Grup atau entitas terkait dengan
Grup. Jika Grup adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut,
maka entitas sponsor juga berelasi
dengan Grup;

v. The entity is a post-employment benefit


plan for the benefit of employees of either
the Group or an entity related to the
Group. If the Group is itself such a plan,
the sponsoring employers are also related
to the Group;

vi. Entitas
yang
dikendalikan
atau
dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a);

vi. The entity is controlled or jointly controlled


by a person identified in (a);

vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)


(i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau personil manajemen kunci
entitas (atau entitas induk dari entitas).

vii. A person identified in (a)(i) has significant


influence over the entity or is a member of
the key management personnel of the
entity (or of a parent of the entity).

Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan


berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh
kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi
lain yang dilakukan dengan pihak ketiga.

The transactions with related parties are made


based on terms agreed by the parties,
whereby such terms may not be the same as
those transactions with third parties.

Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor


VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan
Keuangan, saldo dengan pihak berelasi yang
berasal dari transaksi non-usaha dilaporkan
sebagai aset atau liabilitas tidak lancar di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.

In accordance with the Bapepam-LK


Regulation No. VIII.G.7 on the Financial
Statements Presentation Guidance, balances
with related parties resulting from non-trade
transactions are reported as non-current
assets or liabilities in the consolidated
statements of financial position.

24

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
e.

AKUNTANSI

YANG

2.

Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
e.

Kas dan setara kas

f.

Biaya dibayar dimuka

g.

Prepayments
Prepayments are amortized over the periods
benefited using the straight-line method.

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama


periode
masa
manfaatnya
dengan
menggunakan metode garis lurus.
h.

Cash and cash equivalents


Cash and cash equivalents consist of cash on
hand and in banks and time deposits with
maturities of less than three months and which
are not restricted in use.

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas kecil


dan kas di bank serta deposito berjangka yang
akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan dan
tidak dibatasi penggunaannya.
g.

Transactions with related parties (continued)


All significant transactions and balances with
related parties are disclosed in the relevant
notes
to
the
consolidated
financial
statements.

Seluruh transaksi dan saldo yang material


dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian yang relevan.
f.

ACCOUNTING

Persediaan

h.

Inventories

Persediaan batubara dinilai berdasarkan nilai


terendah antara harga perolehan atau nilai
realisasi neto. Harga perolehan ditentukan
dengan metode biaya rata-rata tertimbang
(weighted average) yang terjadi selama
periode berjalan dan mencakup alokasi
komponen tenaga kerja, penyusutan dan
bagian
biaya
tidak
langsung
yang
berhubungan dengan aktivitas pertambangan.

Coal inventory is valued at the lower of cost or


net realizable value. Cost is determined based
on the weighted average cost incurred during
the period and includes an appropriate portion
of labor, depreciation and overheads related to
mining activities.

Nilai realisasi neto merupakan estimasi harga


jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi
biaya yang diperlukan untuk membuat
penjualan.

Net realizable value represents the estimated


selling price in the ordinary course of business
less the estimated cost of completion and the
estimated costs necessary to make the sale.

Persediaan bahan bakar dinilai pada harga


perolehan, ditentukan berdasarkan metode
rata-rata tertimbang (weighted average),
dikurangi dengan penyisihan untuk persediaan
usang. Penyisihan untuk persediaan usang
ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan
atau
penjualan
masing-masing
jenis
persediaan pada masa mendatang. Bahan
pendukung pemeliharaan dicatat sebagai
beban produksi pada periode digunakan.

Fuel is valued at cost, determined on a


weighted average method, less provision for
obsolete items. Provision for obsolete
inventory is determined on the basis of
estimated future usage or sale of individual
inventory items. Supplies of maintenance
materials are charged to production costs in
the period in which they are used.

25

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
i.

AKUNTANSI

YANG

2.

Aset tetap

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.

ACCOUNTING

Fixed assets

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No.16 (Revisi 2011), Aset Tetap dan
ISAK No. 25, Hak atas Tanah.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented PSAK No.16 (Revised 2011),
Fixed Assets and ISAK No. 25, Land Rights.

Penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2011) tidak


menimbulkan dampak yang signifikan terhadap
pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam
laporan keuangan konsolidasian.

The adoption of PSAK No. 16 (Revised 2011)


has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan


dikurangi akumulasi penyusutan dan cadangan
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya
penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
pengakuan;
dan
estimasi
awal
biaya
pembongkaran dan pemindahan aset.

Fixed assets are stated at cost less accumulated


depreciation and allowance for impairment
losses. Such cost includes the cost of replacing
part of the fixed assets when that cost is incurred,
if the recognition criteria are met; and the initial
estimate of the costs of dismantling and
removing the assets.

Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut


siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset
tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang
diinginkan agar aset siap digunakan sesuai
dengan keinginan dan maksud manajemen.

Depreciation of an asset begins when it is


available for use i.e. when it is in the location and
condition necessary for it to be capable of
operating in the manner intended by
management.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan


metode garis lurus selama masa yang lebih
pendek antara taksiran masa manfaat ekonomis
aset tetap yang bersangkutan atau masa IUPOP, sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line


method over the shorter of the estimated useful
lives of the assets or the IUP-OP, as follows:

Tahun/Years
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor

20
4-8
4-8
4
19
19
19
4-19

Building
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Maintenance and repairs expense is charged to
the consolidated statements of comprehensive
income as incurred. Expenditures which extend
the useful life of the asset or result in the
increase of the future economic benefits, such
as an increase in capacity and improvement in
the quality of output or standard of
performance, are capitalized. When assets are
disposed of, their carrying values and the
related accumulated depreciation are removed
from the accounts. Any resulting gain or loss is
reflected in the consolidated statements of
comprehensive income.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan


pada
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian pada saat terjadinya. Pengeluaran
yang memperpanjang masa manfaat atau
memberi tambahan manfaat ekonomis di masa
yang akan datang, dalam bentuk peningkatan
kapasitas, mutu produksi atau peningkatan
standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang
dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap
berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan
atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut
dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

26

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

i. Aset tetap (lanjutan)

j.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.

ACCOUNTING

Fixed assets (continued)

Jumlah
tercatat
aset
tetap
dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset dilaporkan dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian pada periode
aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed asset is derecognized upon


disposal or when no future economic benefits are
expected from its use or disposal. Any gain or
loss arising on derecognition of the asset is
reported in the consolidated statements of
comprehensive income in the period the asset is
derecognized.

Biaya konstruksi aset dikapitalisasi sebagai aset


dalam penyelesaian. Biaya konstruksi ini
direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses
konstruksi atau pemasangan selesai.

The costs of the construction of assets are


capitalized as construction in progress. These
costs are reclassified into fixed asset accounts
when the construction or installation is
completed.

Nilai residu, umur manfaat dan metode


penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan
disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.

The asset residual values, useful lives and


depreciation method are reviewed at each year
end and adjusted prospectively if necessary.

Sewa pembiayaan

j.

Finance leases

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No.30 (Revisi 2011), Sewa.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented PSAK No.30 (Revised 2011),
Lease.

Penerapan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tidak


menimbulkan dampak yang signifikan terhadap
pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam
laporan keuangan konsolidasian.

The adoption of PSAK No. 30 (Revised 2011)


has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.

Penentuan apakah dalam suatu perjanjian


mengandung
sewa
pembiayaan
adalah
berdasarkan isi dari perjanjian awal dan apakah
isi dari perjanjian tersebut bergantung dari
kegunaan dari aset yang spesifik dan memiliki
hak penuh atas aset tersebut. Sewa yang tidak
mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
aset kepada pihak penyewa diklasifikasikan
sebagai sewa operasi.

The determination of whether an arrangement


is, or contains a lease is based on the
substance of the arrangement at inception
date and whether the fulfillment of the
arrangement is dependent on the use of a
specific assets and the arrangement conveys
full rights over the asset. Leases which do not
transfer substantially all of the risks and
rewards incidental to ownership of the leased
item to the lessee are classified as operating
leases.

Dalam sewa pembiayaan, Grup sebagai pihak


penyewa disyaratkan untuk mengakui aset dan
liabilitas
dalam
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar aset sewaan atau
sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum,
jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar, penilaian
ditentukan pada awal kontrak. Pembayaran
minimum dibagi rata antara beban keuangan yang
timbul dan penurunan liabilitas sewa. Beban
keuangan dialokasikan pada setiap periode selama
masa sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga
periodik yang konstan selama sisa saldo liabilitas
sewa.

Under a finance lease, the Group as lessee are


required to recognize assets and liabilities in
the consolidated statements of financial
position at amounts equal to the fair value of
the leased property or, if lower, the present
value of the minimum lease payments, each
determined at the inception of the lease.
Minimum lease payments are apportioned
between finance charges and the reduction of
the outstanding lease liability. Finance charges
are allocated to each period during the lease
term so as to produce a constant periodic rate
of interest over the remaining balance of the
lease liability.

27

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
j.

AKUNTANSI

YANG

2.

Sewa pembiayaan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.

ACCOUNTING

Finance leases (continued)

Sewa kontinjensi dibiayakan pada periode dimana


sewa tersebut muncul. Beban keuangan
direfleksikan
di dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

Contingent rents are charged as expenses in


the period in which they are incurred. Finance
charges are reflected in the consolidated
statements of comprehensive income.

Aset sewa guna usaha yang dikapitalisasi


dimasukkan kedalam aset tetap dan disusutkan
selama estimasi dari umur manfaat aset tersebut
atau masa sewa, mana yang lebih pendek, jika
tidak terdapat tingkat keyakinan yang memadai bagi
Grup untuk mendapatkan kepemilikan atas aset
tersebut pada akhir masa sewa.

Capitalized leased assets are accounted for as


fixed assets and are depreciated over the
shorter of the estimated useful lives of the
assets or the lease terms, in the event that
there is no reasonable certainty that the Group
will obtain ownership of the assets by the end
of the lease term.

Dalam sewa operasi, Grup mengakui pembayaran


sewa sebagai beban yang dibagi secara rata-rata
(straight-line) sepanjang masa sewa.

Under an operating lease, the Group


recognizes lease payments as an expense on
a straight-line method over the lease terms.

k. Penurunan nilai aset non-keuangan

k. Impairment of non-financial assets

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup


menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset diperlukan, maka Grup membuat
estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.

At the end of reporting periods, the Group


assesses whether there is an indication that an
asset may be impaired. If any such indication
exists, or when annual impairment testing for
an asset is required, the Group makes an
estimate of the assets recoverable amount.

Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah


yang lebih tinggi antara nilai wajar dari aset atau
Unit Penghasil Kas (UPK) tersebut dikurangi
biaya untuk menjual, dan nilai pakainya, nilai
tersebut ditentukan untuk aset individual, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk
yang sebagian besar independen dari aset
lainnya atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat
aset lebih besar dari nilai terpulihkannya, maka
aset tersebut dianggap mengalami penurunan
nilai dan nilai tercatat aset tersebut diturunkan
menjadi
sebesar
nilai
terpulihkan.
Rugi
penurunan diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif
konsolidasian
sebagai
rugi
penurunan nilai.

An assets recoverable amount is the higher of


the assets or Cash Generating Unit (CGU)s
fair value less costs to sell and its value in use,
and is determined for an individual asset,
unless the asset does not generate cash
inflows that are largely independent of those
from other assets or groups of assets. Where
the carrying amount of an asset exceeds its
recoverable amount, the asset is considered
impaired and is written down to its recoverable
amount. Impairment losses are recognized in
the consolidated statements of comprehensive
income as impairment losses.

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas


neto masa depan didiskontokan menggunakan
tingkat
diskonto
sebelum
pajak
yang
menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Jika hal
tersebut
tidak
dapat
ditentukan,
Grup
menggunakan model valuasi untuk menentukan
nilai wajar aset. Perhitungan tersebut digabungkan
dengan penilaian atau indikator nilai wajar lainnya.

In assessing the value in use, the estimated net


future cash flows are discounted to their present
value using a pre-tax discount rate that reflects
current market assessments of the time value of
money and the risks specific to the asset. If such
transactions cannot be identified, the Group used
an appropriate valuation model to determine the
fair value of the assets. These calculations are
corroborated by valuation multiples or other
available fair value indicators.

28

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

k. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
k. Impairment
(continued)

Pengeluaran
eksplorasi,
pengembangan

evaluasi

non-financial

assets

The Group made an assessment at the end of


each reporting periods as to whether there is
any indication that previously recognized
impairment losses for an asset other than
goodwill may no longer exist or may have
decreased. If such indication exists, the Group
estimates the recoverable amount of the
related
asset.
Previously
recognized
impairment loss for an asset other than
goodwill is reversed only if there has been a
change in the assumptions used to determine
the assets recoverable amount since the last
impairment loss was recognized. If that is the
case, the carrying amount of the asset is
increased to its recoverable amount. The
reversal is limited so that the carrying amount
of the asset does not exceed its recoverable
amount, nor exceed the carrying amount that
would have been determined had no
impairment loss been recognized for the asset
in prior years. Reversal of an impairment loss is
recognized in the consolidated statement of
comprehensive income. After such a reversal,
the depreciation charge on the said asset is
adjusted in future periods to allocate the assets
revised carrying amount, less any residual
value, on a systematic basis over its remaining
useful life.

Grup melakukan penilaian pada setiap akhir


periode pelaporan apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi yang dimaksud
ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Rugi penurunan nilai
yang telah diakui dalam periode-periode
sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik
jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi
yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan
nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat
aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Jumlah
tercatat aset yang meningkat yang disebabkan
pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh
melebihi jumlah nilai terpulihkannya maupun nilai
tercatat seandainya aset tidak mengalami rugi
penurunan nilai di tahun-tahun sebelumnya.
Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset diakui
segera dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
Setelah
pembalikan
rugi
penurunan nilai diakui, penyusutan yang
dibebankan ke aset tersebut harus disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah
tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya
(jika ada), dengan dasar yang sistematik selama
sisa umur manfaatnya.
l.

of

ACCOUNTING

dan

l.

Exploration, evaluation and development


expenditure

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 64, Aktivitas eksplorasi dan evaluasi
pada pertambangan sumber daya mineral. PSAK
ini menggantikan PSAK No. 33, Akuntansi
Pertambangan Umum untuk pengaturan yang
terkait dengan aktivitas eksplorasi dan aktivitas
pengembangan dan konstruksi.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented PSAK No. 64, Exploration for
and evaluation of mineral resources. This
PSAK superceeds PSAK No. 33, Accounting
for General Mining pertaining to the provisions
relating to exploration and development and
constructions activities.

Penerapan PSAK No. 64 menyebabkan


reklasifikasi atas penyajian akun-akun tertentu
didalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

The adoption of PSAK No. 64 has result in


reclassification of presentation of certain
accounts in the consolidated financial
statements.

Beban sebelum diperolehnya ijin

Pre-licence costs

Pengeluaran yang terjadi sebelum diperolehnya


ijin dibebankan pada periode terjadi.

Pre-license costs are expensed in the period in


which they are incurred.

29

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
l.

AKUNTANSI

Pengeluaran
eksplorasi,
pengembangan (lanjutan)

evaluasi

YANG

2.

dan

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.

ACCOUNTING

Exploration, evaluation and development


expenditure (continued)

Aset eksplorasi dan evaluasi

Exploration and evaluation costs

Setelah hak legal untuk eksplorasi diperoleh,


pengeluaran untuk eksplorasi dan evaluasi untuk
suatu area of interest dibebankan didalam
laporan laba rugi komprehensif pada saat
terjadinya, kecuali jika manajemen menyimpulkan
bahwa kemungkinan besar manfaat ekonomis
masa datang dari pengeluaran tersebut dapat
terealisasi. Pengeluaran tersebut mencakup
biaya perolehan hak eksplorasi, kajian topografi,
geologi, biaya pengeboran ekplorasi dan lain-lain.

Once the legal right to explore has been


acquired,
exploration
and
evaluation
expenditure for an area of interest is charged
to the statement of comprehensive income as
incurred, unless the management concludes
that a future economic benefit is more likely
than not to be realised. These costs include
acquisition of exploration license, topographic
and geology study, drilling exploration costs
and others.

Dalam melakukan evaluasi apakah suatu


pengeluaran
memenuhi
kriteria
untuk
dikapitalisasi, beberapa sumber informasi yang
berbeda digunakan. Informasi yang digunakan
untuk menentukan kemungkinan manfaat masa
depan tergantung kepada sifat dari kegiatan
eksplorasi dan evaluasi yang sudah dilakukan.

In evaluating if expenditures meet the criteria


to be capitalised, several different sources of
information are utilised. The information that is
used to determine the probability of future
benefits depends on the extent of exploration
and evaluation that has been performed.

Pengeluaran
eksplorasi
dan
evaluasi
dikapitalisasi dan ditangguhkan, berdasarkan
area of interest, apabila memenuhi salah satu
dari ketentuan berikut ini:

Exploration
expenditures
incurred
are
capitalized and carried forward, on an area of
interest basis, provided one of the following
conditions is met:

(i) biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh


kembali melalui keberhasilan pengembangan
dan eksploitasi area of interest tersebut atau
melalui penjualan area of interest tersebut;
atau

(i)

(ii) kegiatan eksplorasi dalam area of interest


belum mencapai tahap yang memungkinkan
penentuan adanya cadangan terbukti yang
secara ekonomis dapat diperoleh, serta
kegiatan yang aktif dan signifikan dalam atau
berhubungan dengan area of interest tersebut
masih berlanjut.

(ii) exploration activities in the area of interest


have not yet reached the stage which
permits a reasonable assessment of the
existence or otherwise of economically
recoverable reserves, and active and
significant operations in or in relation to
the area of interest are continuing.

Pengeluaran untuk eksplorasi dan evaluasi yang


terjadi atas suatu ijin dimana penetapan
cadangan yang memenuhi ketentuan JORC
belum ditetapkan, diakui sebagai biaya pada saat
terjadinya hingga suatu evaluasi yang memadai
telah terjadi dalam rangka menetapkan suatu
cadangan yang memenuhi JORC dilakukan.
Pengeluaran yang dibebankan selama tahap ini
dilaporkan dalam akun Pengeluaran eksplorasi
didalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

Exploration and evaluation expenditure incurred


on licences where a JORC compliant resource
has not yet been established is expensed as
incurred until sufficient evaluation has occurred in
order to establish a JORC compliant resource.
Costs expensed during this phase are included in
Exploration expenditures in the consolidated
statement of comprehensive income.

30

such costs are expected to be recouped


through successful development and
exploitation of the area of interest or,
alternatively, by its sale; or

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
l.

AKUNTANSI

Pengeluaran
eksplorasi,
pengembangan (lanjutan)

evaluasi

YANG

2.

dan

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
l.

Exploration, evaluation and development


expenditure (continued)

Aset eksplorasi dan evaluasi (lanjutan)

Exploration
(continued)

Hingga saat penetapan suatu cadangan yang


memenuhi ketentuan JORC (saat dimana Grup
mempertimbangkan bahwa kemungkingan besar
manfaat ekonomis akan dapat direalisasikan),
Grup mengkapitalisasi pengeluaran evaluasi
lanjutan yang terjadi sebagai aset eksplorasi dan
evaluasi untuk suatu ijin hingga saat dimana
cadangan yang memenuhi ketentuan JORC
ditetapkan.

Upon the establishment of a JORC compliant


resource (at which point, the Group considers
it probable that economic benefits will be
realised), the Group capitalises any further
evaluation costs incurred for the particular
licence to exploration and evaluation assets up
to the point when a JORC compliant reserve is
established.

Setelah penetapan suatu cadangan telah


memenuhi ketentuan JORC dan pengembangan
dilakukan, aset ekplorasi dan evaluasi dilakukan
pengujian penurunan nilai dan ditransfer ke akun
Tambang dalam konstruksi. Tidak ada
amortisasi terhadap Aset ekplorasi dan evaluasi.

Once
JORC
compliant
reserves
are
established and development is sanctioned,
exploration and evaluation assets are tested
for impairment and transferred to Mines under
construction. No amortisation is charged
during the exploration and evaluation phase.

Aset eksplorasi dan evaluasi untuk setiap area of


interest ditelaah pada setiap akhir periode
pelaporan. Aset eksplorasi dan evaluasi yang
terkait dengan suatu area of interest yang telah
ditinggalkan, atau yang telah diputuskan tidak
layak secara ekonomis oleh manajemen,
dihapuskan pada periode dimana keputusan
tersebut dibuat.

Exploration and evaluation assets on each


area of interest is reviewed at the end of
reporting periods. Exploration and evaluation
assets in respect of an area of interest which
has been abandoned, or for which a decision
has been made by the management against its
commercial viability are written-off in the period
in which the decision is made.

Tambang dalam konstruksi

Mines under construction

Pada saat transfer akun Aset ekplorasi dan


evaluasi ke akun Tambang dalam konstruksi,
semua pengeluaran untuk konstruksi, instalasi
atau
penyelesaian
fasilitas
infrastruktur
dikapitalisasi dalam akun Tambang dalam
konstruksi. Pengeluaran untuk pengembangan
dilaporkan setelah dikurangi hasil penjualan
insidentil batu bara yang dihasilkan selama tahap
pengembangan. Setelah produksi dimulai, semua
aset dalam akun Tambang dalam konstruksi
ditransfer ke akun Tambang produksi.

Upon transfer of Exploration and evaluation


costs into Mines under construction, all
subsequent expenditure on the construction,
installation or completion of infrastructure
facilities is capitalised within Mines under
construction. Development expenditure is net
of proceeds from all but the incidental sale of
coal extracted during the development phase.
After production starts, all assets included in
Mines under construction are transferred to
Producing mines.

Pada saat penyelesaian konstruksi tambang, asetaset ditransfer ke akun Aset tetap atau Properti
tambang.

Upon completion of mine construction, the assets


are transferred into Fixed assets or Mine
properties.

Properti tambang

Mine properties

Pada saat proyek konstruksi tambang


dipindahkan ke tahap produksi, kapitalisasi
pengeluaran tertentu untuk konstruksi
tambang dihentikan dan pengeluaran
tersebut dicatat sebagai persediaan atau
dibebankan, kecuali jika biaya tersebut
memenuhi syarat dikapitalisasi sehubungan
dengan penambahan atau peningkatan aset
tambang, atau pengembangan cadangan
yang dapat ditambang.

When a mine construction project moves into


the production stage, the capitalisation of
certain mine construction costs ceases and
costs are either regarded as inventory or
expensed, except for costs which qualify for
capitalisation relating to mining asset additions
or improvements, or mineable reserve
development.

31

and

evaluation

costs

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
l.

AKUNTANSI

Pengeluaran
eksplorasi,
pengembangan (lanjutan)

evaluasi

YANG

2.

dan

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.

ACCOUNTING

Exploration, evaluation and development


expenditure (continued)

Properti tambang (lanjutan)

Mine properties (continued)

Akumulasi biaya pengembangan


tambang
diamortisasi dengan menggunakan metode unit
produksi terhadap estimasi cadangan yang
secara ekonomis dapat ditambang sampai
dengan akhir periode area of interest yang
bersangkutan. Tarif amortisasi per unit produksi
untuk amortisasi biaya pengembangan tambang
termasuk pengeluaran yang terjadi sampai saat
ini.

Accumulated mine development costs are


depreciated/amortised on a unit-of-production
basis over the economically recoverable
reserves until the end of license over the area
of interest concern. The unit-of-production rate
for the amortisation of mine development costs
takes into account expenditures incurred to
date.

m. Provisi

m. Provisions

Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini


(baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif),
yang diakibatkan peristiwa di masa lalu, besar
kemungkinannya yang mana penyelesaian
kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisions are recognized when the Group


has a current obligation (legal or constructive)
where, as a result of a past event, it is
probable that an outflow of resources
embodying economic benefits will be required
to settle the obligation and a reliable estimate
can be made of the amount of the obligation.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode


pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat lagi
kemungkinan arus keluar sumber daya yang
mengandung
manfaat
ekonomi
untuk
menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi
tersebut akan dibalik.

Provisions are reviewed at the end of reporting


periods and adjusted to reflect the current best
estimate. If it is no longer probable that an
outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation,
the provision will be reversed.

n. Biaya pengelolaan lingkungan hidup

n.

Environmental expenses

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 33 (Revisi 2011), Aktivitas
Pengupasan lapisan tanah dan Pengelolaan
lingkungan hidup pada pertambangan umum.

Effective on January 1, 2011, the Group


implemented PSAK No. 33 (Revised 2011),
Stripping and Environmental Management
Activities at the General Mining .

Penerapan PSAK ini tidak menyebabkan


perubahan yang signifikan terhadap pelaporan
dan pengungkapan keuangan dalam laporan
keuangan konsolidasian.

The adoption of this PSAK has no significant


impact on the financial reporting and
disclosures in the consolidated financial
statements.

Pengeluaran yang terkait dengan pemulihan,


rehabilitasi, dan lingkungan yang timbul selama
tahap pengembangan diakui sebagai aset.

Restoration, rehabilitation and environmental


expenditures incurred during the development
phase are recognized as asset.

Pengeluaran yang terkait dengan pemulihan,


rehabilitasi, dan lingkungan yang timbul selama
tahap produksi dibebankan sebagai beban pokok
penjualan pada saat terjadinya.

Restoration, rehabilitation and environmental


expenditures incurred during the production
phase are charged to cost of goods sold as
incurred.

32

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Biaya
pengelolaan
(lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

lingkungan

hidup

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.

ACCOUNTING

Environmental expenses (continued)


For environmental issues that may not involve
the retirement of an asset, where the Group is
responsible parties and it is determined that a
liability exists, and amounts can be quantified,
the Group accrues the estimated liability. In
determining whether a liability exists in respect
of such environmental issues, the Group
applies the criteria for liability recognition under
the applicable accounting standards.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan


yang mungkin tidak berkaitan dengan penarikan
aset, dimana Grup merupakan pihak yang
bertanggung jawab atas liabilitas tersebut dan
liabilitas tersebut ada dan jumlahnya bisa diukur,
Grup mencatat estimasi liabilitas tersebut. Dalam
menentukan keberadaan liabilitas yang berkaitan
dengan lingkungan tersebut, Grup mengacu pada
kriteria pengakuan kewajiban sesuai dengan
standar akuntansi yang berlaku.
o. Biaya pengupasan tanah penutup

o.

Stripping costs

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 33 (Revisi 2011), Aktivitas
Pengupasan lapisan tanah dan Pengelolaan
lingkungan hidup pada pertambangan umum.

Effective on January 1, 2011, the Group


implemented PSAK No. 33 (Revised 2011),
Stripping and Environmental Management
Activities at the General Mining .

Penerapan PSAK ini tidak menyebabkan


perubahan yang signifikan terhadap pelaporan
dan pengungkapan keuangan dalam laporan
keuangan konsolidasian.

The adoption of this PSAK has no significant


impact on the financial reporting and
disclosures in the consolidated financial
statements.

Biaya pengupasan tanah dibebankan sebagai


biaya produksi berdasarkan estimasi rata-rata
rasio tanah penutup selama umur tambang. Jika
rasio pengupasan aktual melebihi estimasi ratarata rasio tanah penutup selama umur tambang,
kelebihan biaya pengupasan tanah tersebut
ditangguhkan pembebanannya dan dicatat di
laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai
biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan.
Selanjutnya biaya yang ditangguhkan ini
dibebankan sebagai biaya produksi pada periode
dimana rasio aktual jauh lebih kecil dari estimasi
rata-rata rasio tanah penutup. Perubahan atas
estimasi rasio rata-rata pengupasan tanah
penutup diperhitungkan secara prospektif selama
sisa umur tambang.

Stripping costs are recognized as production


costs based on the average of the estimated
stripping ratio over the life of mine. When the
actual stripping ratio exceeds the average of
the estimated stripping ratio over the life of
mine, the excess stripping costs are deferred
and recorded in the consolidated statements of
financial position as deferred stripping costs. In
addition, these deferred stripping costs are
expensed as production costs in periods
where the actual ratio is significantly lower than
the average of the estimated stripping ratio
over the life of mine. Changes in the average
of the estimated stripping ratio are accounted
for on a prospective basis over the remaining
mine life.

p. Liabilitas imbalan kerja

p.

Employment benefits liabilities

Imbalan kerja jangka pendek

Short-term employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan


kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua
belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan
diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa
kerjanya.

Short term employee benefits are employee


benefits which are due for payment within
twelve months after the reporting period and
recognized when the employees have
rendered this related service.

33

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

p. Liabilitas imbalan kerja (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.

ACCOUNTING

Employment benefits liabilities(continued)

Imbalan kerja jangka panjang

Long term employe benefits liabilities

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented PSAK No. 24 (Revised 2010),
Employee Benefit.

Penerapan PSAK ini tidak menyebabkan


perubahan yang signifikan terhadap pelaporan
dan pengungkapan keuangan dalam laporan
keuangan konsolidasian.

The adoption of this PSAK has no significant


impact on the financial reporting and
disclosures in the consolidated financial
statements.

Perhitungan estimasi liabilitas untuk imbalan


kerja yang memenuhi kriteria sebagai imbalan
manfaat pasti ditentukan dengan menggunakan
metode aktuarial Projected Unit Credit.

The calculation of estimated liability for


employment benefits which meet the criteria as
defined benefit is determined using the
Projected Unit Credit Actuarial Method.

Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui


sebagai pendapatan atau beban apabila
akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial
neto yang belum diakui pada akhir tahun
pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian ini diakui atas dasar
metode garis lurus selama perkiraan rata-rata
sisa masa kerja karyawan.

Actuarial gains or losses are recognized as


income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at the
end of the previous reporting year exceed 10%
of the present value of defined benefit obligation
at that date. These gains or losses are
recognized on a straight-line method over the
expected average remaining service years of the
employees.

Biaya jasa kini diakui sebagai beban tahun


berjalan. Biaya jasa lalu dibebankan langsung
pada
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian, kecuali bila perubahan terhadap
manfaat program tergantung pada status
kepegawaian pekerja di masa yang akan datang
(periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu
diamortisasikan secara garis lurus sepanjang
periode vesting.

Current service cost is expensed in the current


year. Past service costs are recognized
immediately in the consolidated statements of
comprehensive income, unless the changes to
the defined benefit plans are conditional on the
employees remaining in service for a specified
period of time (the vesting period). In this case,
past service costs are amortized on a straightline method over the vesting period.

q. Pengakuan pendapatan dan beban

q.

Revenue and expense recognition

Pendapatan dari penjualan batubara

Revenue from the sale of coal

Pendapatan dari penjualan batubara diakui pada


saat terjadi pemindahan risiko kepada pelanggan,
dan

Revenue from sales of coal is recognized when


the risk has been transferred to the customers,
and

Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang


terkait dengan transaksi tersebut akan
mengalir ke Grup;

It is probable that economic benefits


associated with the transaction will flow to
the Group;

Kuantitas dan kualitas dari produk dapat


ditentukan secara wajar dan akurat;

The quantity and quality of the product can


be determined with reasonable and
accuracy;

Barang sudah dikirim kepada pelanggan dan


tidak lagi berada dalam pengendalian fisik
Grup (atau kepemilikan atas produk
diserahkan kepada pelanggan); dan

The product has been dispatched to the


customer and is no longer under the
physical control of the Group (or ownership
of the product has earlier passed to the
customer); and

Harga jual dan biaya terkait dapat diukur


secara andal.

The selling price and related costs can be


determined with reasonable accuracy.

34

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

q. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

Revenue
and
(continued)

expense

ACCOUNTING
recognition

Pendapatan bunga

Interest income

Untuk semua instrumen keuangan yang diukur


pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan
atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan
metode Suku Bunga Efektif (SBE), yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa datang
selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.

For all financial instruments measured at


amortized cost, interest income or expense is
recorded using the Effective Interest Rate
(EIR), which is the rate that exactly discounts
the estimated future cash payments or receipts
through the expected life of the financial
instrument or a shorter period, where
appropriate, to the net carrying amount of the
financial asset or liability.

Beban diakui pada saat terjadinya dengan basis


akrual.

Expenses are recognized as incurred on the


accrual basis.

r. Perpajakan

r. Taxation

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 46 (Revisi 2010), Akuntansi Pajak
Penghasilan.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented
PSAK No. 46 (Revised
2010), Accounting for Income Taxes.

Penerapan PSAK ini tidak menyebabkan


perubahan yang signifikan terhadap pelaporan
dan pengungkapan keuangan dalam laporan
keuangan konsolidasian.

The adoption of this PSAK has no significant


impact on the financial reporting and disclosures
in the consolidated financial statements.

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran


laba kena pajak periode/tahun berjalan. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan
temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
komersial dan untuk tujuan perpajakan pada
setiap akhir periode pelaporan.

Current tax expense is provided based on the


estimated taxable income for the period/year.
Deferred tax assets and liabilities are recognized
for temporary differences between the commercial
and the tax bases of assets and liabilities at the
end of reporting periods.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada


tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas
dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial
telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.

Deferred tax assets and liabilities are measured at


the tax rates that are expected to apply in the
period when the asset is realized or the liability is
settled, based on tax rates (and tax laws) that
have been enacted or substantively enacted at the
end of reporting period.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah


pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat
aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila
tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa
laba fiskal yang memadai akan tersedia untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat
aset pajak tangguhan.

The carrying amount of deferred tax assets is


reviewed at each reporting date and reduced to
the extent that it is no longer probable that
sufficient taxable profits will be available to allow
all or part of the benefit of the deferred tax assets
to be utilized.

35

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

r. Perpajakan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

r. Taxation (continued)

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat


pada saat surat ketetapan pajak diterima Grup,
atau jika mengajukan banding, apabila:
(1) pada saat hasil dari banding tersebut
ditetapkan, kecuali bila terdapat ketidakpastian
yang signifikan atas hasil banding tersebut, maka
koreksi berdasarkan surat ketetapan pajak
terhadap liabilitas perpajakan tersebut dicatat
pada saat pengajuan banding dibuat, atau (2)
pada saat dimana berdasarkan pengetahuan dari
perkembangan atas kasus lain yang serupa
dengan kasus Grup yang sedang dalam proses
banding, berdasarkan ketentuan dari Pengadilan
Pajak atau Mahkamah Agung, dimana hasil yang
diharapkan dari proses banding Grup terdapat
ketidakpastian yang signifikan, maka pada saat
tersebut
perubahan
liabilitas
perpajakan
berdasarkan ketetapan pajak diakui.

Amendments to taxation obligations are recorded


when an assessment is received or, for
assessment amounts appealed against by the
Group, when: (1) the result of the appeal is
determined, unless there is significant uncertainty
as to the outcome of such appeal, in which event
the impact of the amendment of tax obligations
based on an assessment is recognized at the time
of making such appeal, or (2) at the time based on
knowledge of developments in similar cases
involving matters appealed by the Group, based
on rulings by the Tax Court or the Supreme Court,
that a positive outcome of the Groups appeal is
adjudged to be significantly uncertain, in which
event the impact of an amendment of tax
obligations based on the assessment amounts
appealed is recognized.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus


jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak
kini dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama, baik atas entitas kena
pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya
niat untuk menyelesaikan saldo-saldo tersebut
secara neto.

Deferred income tax assets and liabilities are


offset when there is a legally enforceable right to
offset current tax assets against current tax
liabilities and when the deferred income taxes
assets and liabilities relate to income taxes levied
by the same taxation authority on either the same
taxable entity or on different taxable entities
where there is an intention to settle the balances
on a net basis.

s. Instrumen keuangan

s. Financial instruments

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen
Keuangan: Penyajian, dan PSAK No. 55 (Revisi
2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran, serta PSAK No. 60, Instrumen
Keuangan: Pengungkapan, yang menggantikan
PSAK 50 (Revisi 2006), " Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan" dan PSAK No. 55
(Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran.

Effective on January 1, 2012, the Group adopted


PSAK No. 50 (Revised 2010), Financial
Instruments: Presentation, and PSAK No. 55
(Revised
2011),
Financial
Instruments:
Recognition and Measurement, and PSAK No.
60, Financial Instruments: Disclosures, which
superseded PSAK No. 50 (Revised 2006),
Financial
Instruments:
Presentation
and
Disclosures, and PSAK No. 55 (Revised 2006),
Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement.

Penerapan
PSAK
Revisi
baru
tersebut
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
pengungkapan
dalam
laporan
keuangan
konsolidasian.

The implementation of those new revised PSAK


has significant impact on disclosures in the
consolidated financial statements.

36

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

1. Aset Keuangan

1. Financial assets

Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK


No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai
(i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba atau rugi, (ii) pinjaman yang
diberikan dan piutang, (iii) investasi dimiliki
hingga jatuh tempo, (iv) aset keuangan
tersedia untuk dijual, atau (v) sebagai derivatif
yang ditetapkan sebagai instrumen lindung
nilai dalam lindung nilai yang efektif. Grup
menentukan klasifikasi aset keuangan
tersebut pada pengakuan awal dan, jika
diperbolehkan dan sesuai, akan mengevaluasi
kembali pengklasifikasian aset tersebut pada
setiap akhir periode pelaporan.

Financial assets within the scope of PSAK


No. 55 (Revised 2011) are classified as (i)
financial assets at fair value through profit or
loss, (ii) loans and receivables, (iii) held-tomaturity investments, (iv) available-for-sale
financial assets, or (v) as derivatives
designated as hedging financial instruments
in an effective hedge, as appropriate. The
Group determines the classification of their
financial assets at initial recognition and,
where allowed and appropriate, re-evaluate
the designation of such assets at the end of
reporting periods.

Pengakuan awal

Initial recognition

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan


diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan
aset keuangan tersebut.

When financial assets are recognized


initially, they are measured at fair value. In
the case of financial assets not measured at
fair value through profit or loss, the fair value
plus transaction costs that are directly
attributable to the acquisition or issuance of
these financial assets.

Grup tidak memiliki aset keuangan selain aset


keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan aset keuangan yang
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang (Catatan 38).

The Group has no financial assets other than


those classified as financial assets at fair
value through profit or loss, and loans and
receivables (Note 38).

Pengukuran setelah pengakuan awal

Subsequent measurement

Pengukuran
aset
keuangan
setelah
pengakuan awal tergantung pada klasifikasi
aset keuangan tersebut sebagai berikut:

The subsequent measurement of financial


assets depends on their classification, which
are as follows:

Financial assets at fair value through profit


or loss

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laba rugi

Financial assets at fair value through profit


or loss include financial assets held for
trading and financial assets designated
upon initial recognition at fair value
through profit or loss.

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laba rugi meliputi aset
keuangan yang diklasifikasikan dalam
kelompok diperdagangkan dan aset
keuangan yang pada saat pengakuan
awalnya telah ditetapkan untuk diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi.

37

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

setelah

pengakuan

1. Financial assets (continued)


Subsequent measurement (continued)

awal

Financial assets at fair value through profit


or loss (continued)

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laba rugi (lanjutan)

Derivative assets are classified as held for


trading unless they are designated as
effective hedging instruments. Financial
assets at fair value through profit or loss
are carried in the consolidated statements
of financial position at fair value with gains
or losses recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.

Aset derivatif diklasifikasikan sebagai


kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
efektif. Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian
pada nilai wajar dengan keuntungan atau
kerugian dari perubahan nilai wajar diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

1. Aset Keuangan (lanjutan)


Pengukuran
(lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang


Pinjaman yang diberikan dan piutang
adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan,
yang tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif. Aset keuangan tersebut diukur
sebesar biaya perolehan diamortisasi
(amortized cost) dengan menggunakan
metode SBE.

Loans and receivables are non-derivative


financial assets with fixed or predetermined
payments that are not quoted in an active
market. These financial assets are measured
at amortized cost using the EIR method.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan


laba rugi komprehensif konsolidasian pada
saat pinjaman yang diberikan dan piutang
dihentikan pengakuannya atau mengalami
penurunan nilai, demikian juga pada melalui
proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in the


consolidated statements of comprehensive
income when the loans and receivables are
derecognized or impaired, as well as through the
amortization process.

2. Liabilitas Keuangan

2. Financial liabilities

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai (i)


liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, (ii) pinjaman dan
utang, atau (iii) derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung
nilai yang efektif. Grup menentukan klasifikasi
liabilitas keuangan pada saat pengakuan
awal.

Financial liabilities are classified as (i)


financial liabilities at fair value through profit
or loss, (ii) loans and borrowings, or (iii)
derivatives that are designated as hedging
instruments in an effective hedge, as
appropriate. The Group determines the
classification of its financial liabilities at initial
recognition.

Pengakuan awal

Initial recognition

Liabilitas keuangan diakui pada awalnya


sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung.

Financial liabilities are recognized initially at


fair value and, in terms of loans and debt,
including directly attributable transaction
costs.

Grup tidak memiliki liabilitas keuangan selain


liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi
dan liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan sebagai
pinjaman dan utang (Catatan 38).

The Group has no financial liabilities other


than those classified as financial liabilities at
fair value through profit or loss and loans and
borrowings (Note 38).

38

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

2. Financial liabilities (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal

Subsequent measurement

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung


pada klasifikasinya sebagai berikut:

The measurement of financial liabilities


depends on their classification as follows:

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laba rugi

Financial liabilities at fair value through


profit or loss

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan
liabilitas keuangan yang ditetapkan pada
saat pengakuan awal untuk diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi.

Financial liabilities at fair value through


profit or loss include financial liabilities held
for trading and financial liabilities
designated upon initial recognition at fair
value through profit or loss.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai


kelompok diperdagangkan jika mereka
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Liabilitas
derivatif juga diklasifikasikan sebagai
kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
efektif.

Financial liabilities are classified as held for


trading if they are acquired for the purpose
of selling or repurchasing in the near term.
Derivative liabilities are also classified as
held for trading unless they are designated
as effective hedging instruments.

Keuntungan atau kerugian atas liabilitas


yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

Gains or losses on liabilities held for


trading are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.
Loans and borrowings

Pinjaman dan utang


Setelah pengakuan awal, pinjaman dan
utang selanjutnya diukur pada biaya
perolehan
diamortisasi
dengan
menggunakan metode SBE.

After initial recognition, loans and


borrowings are subsequently measured at
amortized cost using the EIR method.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam


laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian
pada
saat
liabilitas
dihentikan pengakuannya serta melalui
proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in the


consolidated
statements
of
comprehensive income when the liabilities
are derecognized as well as through the
amortization process.

3. Saling hapus dari instrumen keuangan

3. Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling


hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya
jika, Grup saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat
untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.

Financial assets and financial liabilities are


offset and the net amount reported in the
consolidated statements of financial position if,
and only if, the Group currently has the rights
of legal force to offset recognized amount and
there is an intention to settle on a net basis, or
to realize the asset and settle the liabilities
simultaneously.

39

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

4. Nilai wajar instrumen keuangan

4. The fair value of financial instruments

Nilai wajar instrumen keuangan yang


diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan
yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu
pada kuotasi harga penawaran atau permintaan
(bid or ask prices) di pasar aktif pada
penutupan perdagangan pada akhir periode
pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang
tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan
dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik
penilaian mencakup penggunaan transaksi
pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh
pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
(recent arms length market transactions);
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
yang secara substansial sama; analisa arus kas
yang didiskonto; atau model penilaian lain.

The fair value of financial instruments that are


actively traded in organized financial markets is
determined by reference to quoted bid prices or
demand in active markets at the close of
business at the end of reporting period. For
financial instruments that have no active
market, fair value is determined using valuation
techniques. Such valuation techniques may
include the use of the latest market
transactions conducted properly by the parties
that desire and understand (recent arm's length
market transactions); the use of the current fair
value of another instrument which is
substantially the same, discounted cash flow
analysis, or other valuation models.

5. Biaya perolehan diamortisasi instrumen


keuangan

5. Amortized cost of financial instruments

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan


menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi dengan penyisihan atas penurunan
nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto
pada saat perolehan dan termasuk biaya
transaksi dan biaya yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Amortized cost is computed using the effective


interest rate method less any allowance for
impairment and repayment of principal or
uncollectible amount. The calculation takes
into account any premium or discount on
acquisition and includes transaction costs and
fees that are integral part of the effective
interest rate.

6. Penurunan nilai aset keuangan

6. Impairment of financial assets

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup


mengevaluasi apakah terdapat bukti yang
objektif bahwa aset keuangan atau kelompok
aset keuangan mengalami penurunan nilai.

At the end reporting periods the Group


assesses whether there is objective evidence
that a financial asset or group of financial
assets is impaired.

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang


yang
dicatat
pada
biaya
perolehan
diamortisasi, Grup pertama kali menentukan
apakah terdapat bukti objektif mengenai
penurunan nilai secara individual atas aset
keuangan yang signifikan secara individual,
atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
jumlahnya tidak signifikan secara individual.

For loans and receivables carried at amortized


cost, the Group first assess whether objective
evidence of impairment exists individually for
financial assets that are individually significant,
or collectively for financial assets that are not
individually significant.

40

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

6. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)

6. Impairment of financial assets (continued)

Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti


objektif mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual,
terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau
tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke
dalam kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif. Aset keuangan yang
penurunan nilainya dinilai secara individual,
dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui
atau tetap diakui, tidak termasuk dalam
penilaian penurunan nilai secara kolektif.

If the Group determines that no objective


evidence of impairment exists for an
individually assessed financial asset, whether
significant or not, they include the asset in a
group of financial assets with similar credit risk
characteristics and collectively assess them for
impairment. Financial assets that are
individually assessed for impairment and for
which an impairment loss is, or continues to
be, recognized are not included in a collective
assessment of impairment.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian


penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian
tersebut diukur sebagai selisih antara nilai
tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas
masa datang (tidak termasuk ekspektasi
kerugian kredit masa datang yang belum
terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa
datang didiskonto menggunakan suku bunga
efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika
pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki
suku bunga variabel, tingkat diskonto untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai
adalah suku bunga efektif terkini.

If there is objective evidence that an


impairment loss has occurred, the amount of
the loss is measured as the difference between
the carrying value of assets and the present
value of estimated future cash flows (excluding
future expected credit losses that have not yet
been incurred). The present value of the
estimated future cash flows is discounted at
the financial assets original effective interest
rate. If a loan and receivable has a variable
interest rate, the discount rate for measuring
impairment loss is the current effective interest
rate.

Nilai tercatat aset keuangan yang berkurang


melalui penggunaan akun penyisihan dan
jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif
konsolidasian.
Pendapatan
bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat
yang telah dikurangi, berdasarkan suku bunga
efektif aset tersebut. Pinjaman yang diberikan
dan
piutang,
bersama-sama
dengan
penyisihan terkait, akan dihapuskan pada saat
tidak terdapat kemungkinan pemulihan di masa
depan yang realistis dan semua jaminan telah
terealisasi atau telah dialihkan kepada
Perusahaan. Jika pada periode berikutnya,
jumlah taksiran kerugian penurunan nilai
bertambah atau berkurang karena suatu
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai
tersebut diakui, maka kerugian penurunan nilai
yang sebelumnya diakui ditambah atau
dikurangi
dengan
menyesuaikan
akun
penyisihan. Jika penghapusan kemudian
dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

The carrying amount of the financial asset is


reduced through the use of an allowance
account and the amount of the loss is
recognized in the consolidated statements of
comprehensive income. Interest income
continues to be accrued on the reduced
carrying amount based on the original effective
interest rate of the asset. Loans and
receivables, together with the associated
allowance, are written off when there is no
realistic prospect of future recovery and all
collateral has been realized or has been
transferred to the Company. If, in a subsequent
period, the amount of the estimated
impairment loss increases or decreases
because of an event occurring after the
impairment was recognized, the previously
recognized impairment loss is increased or
reduced by adjusting the allowance account. If
a future write-off is later recovered, the
recovery is recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.

41

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

s. Instrumen keuangan (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

s. Financial instruments (continued)

7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas


keuangan

7. Derecognition of financial assets and


liabilities

Aset keuangan

Financial assets

Aset
keuangan
(atau
apabila
dapat
diterapkan, bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan serupa)
dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak
untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset tersebut telah berakhir; atau (2) Grup
telah mentransfer hak mereka untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset
atau berkewajiban untuk membayar arus kas
yang diterima secara penuh tanpa penundaan
material kepada pihak ketiga dalam perjanjian
yang memenuhi pass-through; dan (a) Grup
telah secara substansial mentransfer seluruh
risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Grup
secara substansial tidak mentransfer atau
tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
suatu aset, namun telah mentransfer kendali
atas aset tersebut.

A financial asset (or where applicable, a part of


a financial asset or part of a group of similar
financial assets) is derecognized when: (1) the
rights to receive cash flows from the asset have
expired; or (2) the Group has transferred its
rights to receive cash flows from the asset or
have assumed an obligation to pay the
received cash flows in full without material
delay to a third party under a pass-through
arrangement; and either (a) the Group has
transferred substantially all the risks and
rewards of the asset, or (b) the Group has
neither transferred nor retained substantially all
the risks and rewards of the asset, but has
transferred control of the asset.

Liabilitas keuangan

Financial liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya


pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.

A financial liability is derecognized when the


related obligation is discharged or cancelled
or has expired.

Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar


dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai
tercatat masing-masing liabilitas keuangan
tersebut diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

When an existing financial liability is replaced


by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of
an existing liability are substantially modified,
such an exchange or modification is treated
as a derecognition of the original liability and
the recognition of a new liability, and the
difference in the respective carrying amounts
is recognized in the consolidated statements
of comprehensive income.

t. Instrumen keuangan derivatif

t. Derivative financial instruments


The Group uses derivative financial instruments
such as commodity swaps contracts to hedge its
commodity price risks. Such derivative financial
instruments are initially recognised at fair value
on the date on which a derivative contract is
entered into and are subsequently remeasured
at fair value. Derivatives are carried as financial
assets when the fair value is positive and as
financial liabilities when the fair value is
negative.

Grup menggunakan instrumen keuangan seperti


kontrak swap komoditas untuk melindungi risiko
harga komoditas yang dihadapi. Instrumen
keuangan derivatif tersebut diakui pada saat
kontrak ditandatangani sebesar nilai wajarnya pada
tanggal tersebut dan selanjutnya diukur pada nilai
wajar saat pengukuran. Instrumen derivatif tersebut
diakui sebagai aset keuangan jika nilai wajarnya
positif dan sebagai liabilitas keuangan jika nilai
wajarnya negatif.

42

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)

AKUNTANSI

YANG

2.

t. Instrumen keuangan derivatif (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

t. Derivative financial instruments (continued)

Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai


wajar derivatif diakui segera di dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.

Any gains or losses arising from changes in the


fair value of derivatives are taken directly to the
consolidated statements of comprehensive
income.

Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010 dan


1 Januari 2010, selain instrumen keuangan
derivatif, tidak terdapat aset dan liabilitas keuangan
dengan nilai tercatat yang secara langsung
berkaitan dengan harga pasar komoditas atau
kontrak derivative komoditas

At December 31, 2012, 2011, 2010 and


January 1, 2010, other than the derivative
financial instruments, there were no financial
assets or liabilities with a carrying amount
directly linked to market commodity prices or
commodity derivative contracts.

u. Laba per saham dasar

u. Earnings per share

Sejak tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan


PSAK No.56 (Revisi 2011), Laba Per Saham.

Effective on January 1, 2012, the Group


implemented PSAK No. 56 (Revised 2011),
Earnings Per Share.

Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak


menimbulkan perbedaan yang signifikan terhadap
pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam
laporan keuangan konsolidasian.

The adoption of PSAK No. 56 (Revised 2011)


has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the consolidated
financial statements.

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi


laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah ratarata tertimbang saham yang beredar dalam satu
periode setelah pengaruh retrospektif atas
perubahan nilai nominal saham.

Basic earnings per share is calculated by dividing


profit for the year attributable to equity holders of
the parent entity by the weighted-average
number of shares outstanding during the period
after giving retroactive effect on the change in
nominal value of the shares.

v. Laporan segmen

v. Segment reporting
Operating segments are reported in a manner
consistent with the internal reporting provided to
the chief operating decision-maker. The chief
operating decision-maker who is responsible for
allocating resources and assessing performance
of the operating segments and making strategic
decision, has been identified as the Board of
Director.

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang


konsisten dengan pelaporan internal yang
diberikan
kepada
pengambil
keputusan
operasional. Direksi merupakan pengambil
keputusan operasional yang bertanggung jawab
untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai
kinerja segmen operasi dan membuat keputusan
strategis.

43

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

3.

SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN

3.

SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

Pertimbangan

Judgments

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai


dengan SAK mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam
laporan keuangan konsolidasian.

The preparation of consolidated financial statements,


in conformity with SAK requires management to
make judgments, estimates and assumptions that
affect amounts reported therein.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen


dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi yang
memiliki pengaruh signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian:

The following judgment was made by management in


the process of applying the accounting policies that
have the significant effects on the amounts
recognized in the consolidated financial statements:

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Classification of financial assets and liabilities

Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas


tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah
definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 dipenuhi.
Dengan demikian, aset dan liabilitas keuangan diakui
sesuai
dengan
kebijakan
akuntansi
seperti
diungkapkan pada Catatan 2r.

The Group determines the classifications of certain


assets and liabilities as financial assets and financial
liabilities by judging if they meet the definition set forth
in PSAK No. 55. Accordingly, the financial assets and
liabilities are accounted for in accordance with the
accounting policies disclosed in Note 2r.

Estimasi dan asumsi

Estimates and assumptions

Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada


parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi diluar kendali Grup.
Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait
pada saat terjadinya. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat
estimasi, hasil aktual yang dilaporkan di masa
mendatang dapat berbeda dengan hasil estimasi
yang dilaporkan tersebut.

The Group based its assumptions and estimates on


parameters available when the consolidated financial
statements were prepared. Existing circumstances
and assumptions about future developments, may
change due to market changes or circumstances
arising beyond the control of the Group. Such
changes are reflected in the assumptions as they
occur. Due to inherent uncertainty in making
estimates, actual results reported in future periods
may differ from those estimates.

Asumsi utama masa depan dan sumber utama


estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk periode berikutnya,
diungkapkan di bawah ini.

The key assumptions concerning the future and other


key sources of estimation uncertainty at the end of
reporting period that have a significant risk of causing
a material adjustment to the carrying amounts of
assets and liabilities within the next financial period
are disclosed below.

Liabilitas imbalan kerja

Employee benefits liabilities

Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja


karyawan bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh manajemen dalam menghitung
jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk,
antara lain, tingkat diskonto, kenaikan gaji tahunan,
pengunduran diri karyawan tahunan, kecacatan,
umur pensiun dan kematian. Sementara manajemen
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar
dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan manajemen dapat mempengaruhi secara
material atas liabilitas dan beban imbalan
pascakerja. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas
imbalan pascakerja karyawan pada akhir periode
pelaporan diungkapkan dalam Catatan 22.

The determination of the obligations and cost for for


post-employment benefits is dependent on its
selection of assumptions used by the management
in calculating such amounts. Those assumptions
include, among others, discount rates, annual
salary increase, annual employee turn-over,
disability, retirement age and mortality. While the
management believes that its assumptions are
reasonable and appropriate, significant differences
in the actual results or significant changes in the
assumptions may materially affect its estimated
liabilities for post-employment benefits and net
employee benefits expense. The carrying amount of
the estimated liabilities for post-employment
benefits at the end of reporting periods are
discussed in Note 22.

44

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

3.

SUMBER
(lanjutan)

ESTIMASI

KETIDAKPASTIAN

3.

Estimasi dan asumsi (lanjutan)

SOURCE OF
(continued)

ESTIMATION

UNCERTAINTY

Estimates and assumptions (continued)

Penyusutan aset tetap

Depreciation of fixed assets

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan


menggunakan metode garis lurus berdasarkan
masa yang lebih pendek antara taksiran masa
manfaat
ekonomisnya
atau
masa
izin
pertambangan. Manajemen mengestimasi masa
manfaat ekonomis aset tetap antara 4 tahun sampai
dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang
secara
umum
diharapkan
dalam
industri
pertambangan
batubara.
Perubahan
tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Nilai tercatat dan beban
penyusutan aset tetap dijelaskan dalam Catatan 11.

The costs of fixed assets are depreciated on a


straight-line method over the shorter of their
estimated useful lives or mine life permits.
Management properly estimates the useful lives of
these fixed assets to be within 4 to 20 years. These
are common life expectancies applied in the coal
mining industries. Changes in the expected level of
usage and technological development could impact
the economic useful lives and the residual values of
these assets, and therefore future depreciation
charges could be revised. The net carrying amount
of the fixed assets and the related depreciation
expenses are disclosed in Note 11.

Liabilitas untuk pengelolaan dan reklamasi


lingkungan hidup dan penutupan tambang

Provision for environmental and reclamations


costs and mine closure

Entitas anak menilai provisi ini pada setiap akhir


periode pelaporan. Estimasi dan asumsi yang
signifikan digunakan dalam penentuan provisi
karena banyak faktor yang mempengaruhi besarnya
jumlah akhir yang terutang. Faktor tersebut
diantaranya adalah estimasi ruang lingkup dan biaya
aktivitas
rehabilitasi,
perubahan
teknologi,
peraturan, kenaikan biaya karena terjadinya inflasi
dan perubahan tingkat diskonto. Ketidakpastian ini
dapat menyebabkan pengeluaran aktual dimasa
mendatang tidak sama dengan jumlah provisi yang
diakui pada saat ini. Saldo provisi pada akhir
periode pelaporan merupakan estimasi terbaik
manajemen mengenai nilai kini atas biaya
rehabilitasi yang akan terjadi di masa mendatang.

The subsidiaries assess this provision at the end of


each reporting periods. Significant estimates and
assumptions are made in determining this provision
as there are numerous factors that will affect the
ultimate liability payable. These factors include
estimates of the extent and costs of rehabilitation
activities,
technological
changes,
regulatory
changes, cost increases as compared to the
inflation rates, and changes in discount rates.
These uncertainties may result in future actual
expenditure differing from the amounts currently
provided. The provision at reporting dates
represents managements best estimate of the
present value of the future rehabilitation costs
required.

Perubahan atas estimasi biaya yang akan terjadi di


masa mendatang diakui di dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan mengakui kenaikan
atau penurunan provisi dan aset, jika pada saat
pengakuan awal provisi ini diakui sebagai bagian
dari aset yang diukur sesuai dengan PSAK No. 16
(Revisi 2011), Aset Tetap. Penurunan terhadap
saldo provisi tidak boleh melebihi nilai tercatat aset
tetap tersebut, jika terjadi, maka kelebihan tersebut
diakui segera di dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

Changes to estimated future costs are recognized in


the consolidated statements of financial position by
either increasing or decreasing the rehabilitation
liability and rehabilitation asset if the initial estimate
was originally recognized as part of an asset
measured in accordance with PSAK No. 16 (Revised
2011), Fixed Asset. Any reduction in the
rehabilitation liability and therefore any deduction
from the rehabilitation asset may not exceed the
carrying amount of that asset. If it does, any excess
over the carrying value is taken immediately to
consolidated statements of comprehensive income.

Jika perubahan estimasi menyebabkan kenaikan


liabilitas rehabilitasi dan penambahan nilai tercatat
aset terkait, Grup mempertimbangkan apakah ini
merupakan indikasi penurunan nilai aset secara
keseluruhan, dan melakukan pengujian atas
penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 48.

If the change in estimate results in an increase in the


rehabilitation liability and therefore an addition to the
carrying value of the asset, the Group considers
whether this is an indication of impairment of the asset
as a whole and test for impairment in accordance with
PSAK No. 48.

45

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

3.

SUMBER
(lanjutan)

ESTIMASI

KETIDAKPASTIAN

3.

Estimasi dan asumsi (lanjutan)

SOURCE OF
(continued)

ESTIMATION

UNCERTAINTY

Estimates and assumptions (continued)

Liabilitas untuk pengelolaan dan reklamasi


lingkungan hidup dan penutupan tambang
(lanjutan)

Provision for environmental and reclamations


costs and mine closure (continued)

Untuk tambang yang sudah siap, jika nilai aset


tambang yang telah direvisi dan provisi untuk
rehabilitasi neto melebihi nilai yang dipulihkan,
sebagian dari kenaikan tersebut dibebankan
langsung ke dalam biaya. Untuk tambang yang
sudah ditutup, perubahan estimasi biaya diakui
secara langsung di laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian. Liabilitas rehabilitasi yang muncul
sebagai akibat dari fase produksi suatu area
tambang, juga harus dibebankan pada saat
terjadinya. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas ini
pada akhir periode pelaporan diungkapkan dalam
Catatan 21.

For mature mines, if the revised mine assets net of


rehabilitation provisions exceeds the recoverable
value, that portion of the increase is charged directly
to expense. For closed sites, changes to estimated
costs are recognized immediately in consolidated
statements of comprehensive income. Also,
rehabilitation obligations that arose as a result of the
production phase of a mine, should be expensed as
incurred. The carrying amount of these estimated
liabilities at the end of reporting periods are
discussed in Note 21.

Estimasi cadangan dan sumber daya mineral


tambang

Ore reserve and resource estimates

Cadangan mineral tambang merupakan estimasi


atas jumlah mineral tambang yang dapat secara
ekonomis dan legal ditambang dari area tambang
Grup. Grup memperkirakan jumlah cadangan
mineral tambang dan sumber daya mineral
berdasarkan informasi mengenai data geologis
terhadap ukuran, kedalaman dan susunan bebatuan
yang dikompilasi oleh orang yang memiliki kualifikasi
yang memadai, dan mengharuskan pertimbangan
geologis yang rumit untuk menerjemahkan data
tersebut.

Ore reserves are estimates of the amount of ore


that can be economically and legally extracted from
the Groups mining area. The Group estimates its
ore reserves and mineral resources based on
information compiled by appropriately qualified
persons relating to the geological data on the size,
depth and shape of the ore body, and requires
complex geological judgments to interpret the data.

Estimasi
cadangan
yang dapat
dipulihkan
berdasarkan beberapa faktor seperti estimasi nilai
tukar mata uang asing, harga komoditi, kebutuhan
investasi di masa mendatang, dan biaya produksi
serta asumsi geologis dan pertimbangan yang
diambil dalam memperkirakan ukuran dan kualitas
cadangan mineral tambang. Perubahan dalam
estimasi cadangan dan sumber daya mineral dapat
mempengaruhi nilai tercatat aset tetap, properti
tambang, goodwill, provisi untuk reklamasi dan
penutupan tambang dan pengakuan aset pajak
tangguhan.

The estimation of recoverable reserves is based


upon factors such as estimates of foreign exchange
rates,
commodity
prices,
future
capital
requirements, and production costs along with
geological assumptions and judgments made in
estimating the size and grade of the ore body.
Changes in the reserve or resource estimates may
impact upon the carrying value of fixed assets, mine
properties, goodwill, provision for environmental
and reclamation costs and recognition of deferred
tax assets.

Pengeluaran untuk biaya ekplorasi dan evaluasi

Exploration and evaluation expenditures

Penerapan kebijakan akuntansi untuk biaya


eksplorasi dan evaluasi memerlukan pertimbangan
dalam menentukan apakah terdapat manfaat
ekonomi masa depan yang dihasilkan baik dari
eksploitasi atau penjualan tambang di masa depan
atau dimana kegiatan belum mencapai tahap yang
memungkinkan
penilaian
yang
wajar
atas
keberadaan cadangan.

The application of the accounting policy for


exploration and evaluation expenditures requires
judgment in determining whether it is likely that
future economic benefits are likely either from
future exploitation or sale or where activities have
not reached a stage which permits a reasonable
assessment of the existence of reserves.

46

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

3.

SUMBER
(lanjutan)

ESTIMASI

KETIDAKPASTIAN

3.

SOURCE OF
(continued)

ESTIMATION

UNCERTAINTY

Estimasi dan asumsi (lanjutan)

Estimates and assumptions (continued)

Pengeluaran untuk biaya ekplorasi dan evaluasi


(lanjutan)

Exploration and evaluation expenditures (continued)

Penentuan Joint Ore Reserves Committee (JORC)


merupakan proses estimasi yang membutuhkan
berbagai tingkat ketidakpastian tergantung pada
sub-klasifikasi, perkiraan ini berdampak langsung
terhadap saat penangguhan biaya eksplorasi dan
evaluasi. Kebijakan penangguhan mengharuskan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi
tertentu tentang kejadian atau keadaan di masa
yang akan datang, khususnya apakah kegiatan
ekstraksi ekonomis yang dapat dijalankan. Estimasi
dan asumsi yang dibuat dapat berubah jika informasi
baru
tersedia.
Jika,
setelah
pengeluaran
dikapitalisasi, terdapat informasi baru yang
menunjukkan bahwa pemulihan pengeluaran
tersebut tidak dimungkinkan, jumlah yang telah
dikapitalisasi akan dihapus ke dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian di periode dimana
informasi baru tersebut tersedia.

The determination of a Joint Ore Reserves


Committee (JORC) resource is itself an estimation
process that involves varying degrees of
uncertainty depending on sub-classification and
these estimates directly impact the point of deferral
of exploration and evaluation expenditures. The
deferral policy requires management to make
certain estimates and assumptions about future
events or circumstances, in particular whether an
economically viable extraction operation can be
established. Estimates and assumptions made may
change if new information becomes available. If,
after expenditure is capitalized, information
becomes available suggesting that the recovery of
expenditure is unlikely, the amount capitalized is
written off in consolidated statements of
comprehensive income in the period when the new
information becomes available.

Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan

Deferred stripping expenditures

Biaya pengupasan tanah yang timbul selama tahap


produksi, jika memenuhi kriteria, ditangguhkan.
Perhitungan ini memerlukan penggunaan penilaian
dan estimasi seperti perkiraan jumlah limbah yang
akan dibuang selama periode penambangan dan
cadangan ekonomis dapat diekstraksi. Perubahan
dalam umur dan disain tambang biasanya akan
mengakibatkan perubahan rasio pengupasan (rasio
limbah terhadap cadangan mineral). Perubahan ini
dicatat secara prospektif.

Stripping costs incurred during the production


stage of operations, if meet the criteria, is deferred.
This calculation requires the use of judgments and
estimates such as estimates of tonnes of waste to
be removed over the life of the mining area and
economically recoverable reserves extracted.
Changes in a mines life and design will usually
result in changes to the expected stripping ratio
(waste to mineral reserves ratio). These changes
are accounted prospectively.

Instrumen keuangan

Financial instruments

Ketika nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan


dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
tidak dapat diambil dari pasar yang aktif, maka nilai
wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik
penilaian termasuk model discounted cash flow.
Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari
pasar yang dapat diobservasi, tetapi apabila hal ini
tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan
disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan
masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan
volatilitas. Perubahan dalam asumsi mengenai
faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai
wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan.

When the fair value of financial assets and liabilities


recorded in the consolidated statements of financial
position cannot be derived from active markets,
their fair value is determined using valuation
techniques including the discounted cash flow
model. The inputs to these models are taken from
observable markets where possible, but where this
is not feasible, a degree of judgment is required in
establishing fair values. The judgments include
considerations of inputs such as liquidity risk, credit
risk and volatility. Changes in assumptions about
these factors could affect the reported fair value of
financial instruments.

Pajak penghasilan

Income tax

Pertimbangan
signifikan
dilakukan
dalam
menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang
penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas
pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.

Significant judgment is involved in determining the


provision for corporate income tax. There are
certain transactions and computation for which the
ultimate tax determination is uncertain during the
ordinary course of business. The Group recognizes
liabilities for expected corporate income tax issues
based on estimates of whether additional corporate
income tax will be due.
47

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

3.

4.

SUMBER
(lanjutan)

ESTIMASI

KETIDAKPASTIAN

3.

SOURCE OF
(continued)

ESTIMATION

UNCERTAINTY

Estimasi dan asumsi (lanjutan)

Estimates and assumptions (continued)

Aset pajak tangguhan

Deferred tax assets

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh


perbedaan temporer yang dapat dikurangkan,
sepanjang
besar
kemungkinannya
bahwa
penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga
seluruh perbedaan temporer tersebut dapat
digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen
disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak
dan strategi perencanaan pajak masa depan.

Deferred tax assets are recognized for all


deductible temporary differences to the extent that
it is probable that taxable profit will be available
against which the deductible temporary differences
can be utilized. Significant management estimates
are required to determine the amount of deferred
tax assets that can be recognized, based upon the
likely timing and the level of future taxable profits,
together with future tax planning strategies.

MATA UANG FUNGSIONAL DAN MATA UANG


PENYAJIAN
a. Penyajian
kembali
konsolidasian

laporan

4.

FUNCTIONAL CURRENCY AND PRESENTATION


CURRENCY
a. Restatement of consolidated financial statements

keuangan

Sehubungan dengan penerapan PSAK No. 10


(Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs
Valuta Asing yang berlaku efektif untuk periode
pelaporan keuangan yang dimulai pada tanggal
1 Januari 2012, manajemen melakukan
penilaian dan berkesimpulan bahwa mata uang
fungsional Grup adalah Dolar Amerika Serikat
(US$) dikarenakan sebagian besar arus kas
Grup, seperti penerimaan hasil penjualan
batubara dan biaya kontraktor, berdenominasi
dalam US$. Selanjutnya, manajemen juga
menetapkan US$ sebagai mata uang penyajian
laporan
keuangan
konsolidasian
Grup.
Penetapan US$ sebagai mata uang fungsional
dan penyajian menyebabkan penyajian kembali
laporan keuangan konsolidasian Grup periode
pelaporan sebelum 1 Januari 2012 yang
disajikan
sebagai
laporan
keuangan
konsolidasian perbandingan.

In connection with the implementation of PSAK


No. 10 (Revised 2010), Effects of Changes in
Foreign Exchange Rates which became
effective for financial reporting period on
January 1, 2012, management has assessed
and concluded that the Groups functional
currency is the United States Dollar (US$) as
significant portion of its cash flows, i.e. receipt
from sales of coal and payments to contractors,
are denominated in US$. Further, management
also determined the US$ as the presentation
currency of the Groups consolidated financial
statements. The determination of US$ as the
functional and presentation currency resulted in
a restatements of the Groups consolidated
financial statements reporting period prior to
January 1, 2012 which are presented as
comparatives.

Sebagai tindak lanjut atas penilaian tersebut,


manajemen telah melakukan pengukuran
kembali laporan keuangan konsolidasian yang
sebelumnya telah diterbitkan, ke dalam mata
uang fungsional Grup yaitu Dolar AS secara
retrospektif hingga 31 Desember 2010 sebagai
periode perbandingan dengan prosedur sebagai
berikut:

As a follow up of that assessment,


management has remeasured its previously
issued consolidated financial statements to the
Groups functional currency of U.S. Dollar
retrospectively through December 31, 2010 as
comparative figures using following bases:

Pos moneter dijabarkan dalam mata uang


Dolar AS menggunakan kurs penutup pada
masing-masing tanggal pelaporan;

i. Monetary accounts are translated into US


Dollar using the closing exchange rates of
the respective reporting dates;

ii. Pos nonmoneter yang diukur berdasarkan


biaya historis dijabarkan menggunakan kurs
pada tanggal transaksi saat diakuinya pos
tersebut.

ii. Nonmonetary accounts which are measured


at historical cost are translated using the
exchange rates at transaction dates.

i.

48

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

4. MATA UANG FUNGSIONAL DAN MATA UANG


PENYAJIAN (lanjutan)

4.

FUNCTIONAL CURRENCY AND PRESENTATION


CURRENCY (continued)
b.

b. Berikut ini adalah perbandingan iktisar informasi


keuangan konsolidasian Grup sebagaimana yang
dilaporkan sebelumya dengan yang telah disajikan
kembali menggunakan mekanisme yang disebut
sebelumnya:

The following is the comparison between the


summary of Groups consolidated financial
information as previously reported and as
restated using the aforesaid mechanism:

2011
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
(Rp000)

Disajikan
Kembali/
As Restated
(US$)

ASET

ASSETS

ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Persediaan
Aset lancar lainya

531.142.410
143.964.180
95.280.390
167.360.274
66.294.320

58.573.270
15.876.067
10.507.226
18.420.183
7.370.268

CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Other receivables
Inventories
Other current assets

Total Aset Lancar

1.004.041.574

110.747.014

Total Current Assets

296.883.065
287.948.160
21.500.861
440.718.862

32.739.641
31.526.184
2.371.069
47.862.177

NON-CURRENT ASSETS
Other receivables - related parties
Fixed assets - net
Deferred tax assets - net
Other non-current assets

Total Aset Tidak Lancar

1.047.050.948

114.499.071

Total Non-Current Assets

TOTAL ASET

2.051.092.522

225.246.085

TOTAL ASSETS

ASET TIDAK LANCAR


Piutang lain-lain - pihak berelasi
Aset tetap - neto
Aset pajak tangguhan - neto
Aset tidak lancar lainnya

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang dividen
Liabilitas jangka pendek lainnya

247.668.137
75.876.023
80.169.449
709.817.242

27.312.322
8.367.448
8.840.918
78.261.795

LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Trade payables - third parties
Other payables - third parties
Dividends payable
Other current liabilities

Total Liabilitas Jangka Pendek

1.113.530.851

122.782.483

Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Utang lain-lain - pihak berelasi
Liabilitas untuk pengelolaan
dan reklamasi lingkungan hidup
dan penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan - neto
Total Liabilitas Jangka Panjang
TOTAL LIABILITAS

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal saham
Selisih nilai transaksi
restrukturisasi
entitas sepengendali
Selisih kurs akibat translasi
laporan keuangan
Saldo laba

NON-CURRENT LIABILITIES
310.991.074
36.749.688

34.295.443
4.052.678

32.096.756
10.809.124
2.366.671

3.539.563
1.192.007
260.992

Long-term liabilities - net of


current maturities
Other payables - related parties
Provision for environmental
and reclamation costs
and mine closure
Long-term employee benefits liabilites
Deferred tax liabilities - net

393.013.313

43.340.683

Total Non-Current Liabilities

1.506.544.164

166.123.166

TOTAL LIABILITIES

14.520.964

70.418
2.524.379

EQUITY
Equity attributable to
owners of the parent
Share capital
Difference arising from restructuring
transactions among entities under
common control
Exchange difference due to translation
of financial statements
Retained earnings

Kepentingan non-pengendali

306.171.184
238.377.174

33.299.084
25.823.835

Non-controlling interest

EKUITAS - NETO

544.548.358

59.122.919

EQUITY - NET

2.051.092.522

225.246.085

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS

300.000.000
(8.349.780)

49

33.011.808
(2.307.521)

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

4. MATA UANG FUNGSIONAL DAN MATA UANG


PENYAJIAN (lanjutan)

4.

FUNCTIONAL CURRENCY AND PRESENTATION


CURRENCY (continued)
b. The following is the comparison between the
summary of Groups consolidated financial
information as previously reported and as
restated using the aforesaid mechanism:
(continued):

b. Berikut ini adalah perbandingan iktisar informasi


keuangan konsolidasian Grup sebagaimana yang
dilaporkan sebelumya dengan yang telah disajikan
kembali menggunakan mekanisme yang disebut
sebelumnya (lanjutan):

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
(Rp000)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Kas di bank dan deposito berjangka
yang dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Persediaan
Aset lancar lain-lain
Total Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain - pihak berelasi
Kas di bank dan deposito berjangka
yang dibatasi penggunaannya
Aset tetap - neto
Aset pajak tangguhan - neto
Aset tidak lancar lainnya
Total Aset Tidak Lancar
TOTAL ASET
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang pajak
Liabilitas jangka pendek lainnya
Bagian liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Total Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Utang lain-lain
Liabilitas untuk pengelolaan
dan reklamasi lingkungan hidup
dan penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan - neto

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
(Rp000)

Disajikan
Kembali/
As Restated
(US$)

Disajikan
Kembali/
As Restated
(US$)

186.377.192

20.729.306

78.617.091

8.363.520

111.097.836
174.622.803
120.968.217
27.009.425
22.743.887

12.356.561
19.421.955
13.454.367
2.993.524
2.508.413

20.000.000
151.381.967
1.948.127
23.736.599
10.460.003

2.127.660
16.104.465
207.248
2.509.710
1.091.111

ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Restricted cash in bank
and time deposits
Trade receivables
Other receivables
Inventories
Other current assets

642.819.360

71.464.126

286.143.787

30.403.714

Total Current Assets

131.592.767

14.637.590

5.000.000

531.915

74.000.000

7.872.340

NON-CURRENT ASSETS
Other receivable - related parties
Restricted cash in bank
and time deposits

213.380.174
12.339.659
304.310.925

22.914.100
1.372.446
32.532.311

100.535.871
960.604
220.978.438

10.032.080
102.192
22.687.973

Fixed assets - net


Deferred tax assets - net
Other non-current assets

661.623.525

71.456.447

401.474.913

41.226.500

Total Non-Current Assets

1.304.442.885

142.920.573

687.618.700

71.630.214

TOTAL ASSETS

155.362.584
20.008.959
179.340.915
115.727.931

17.279.789
2.225.443
19.946.716
12.873.066

163.051.734
1.300.000
34.413.445
18.310.963

17.345.929
138.298
3.661.005
1.947.974

90.176.282

10.029.616

74.526.133

7.928.312

LIABILITIES AND EQUITY


LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Trade payables - third parties
Other payables third parties
Taxes payable
Other current liabilities
Current maturities
of long-term liabilities

560.616.671

62.354.630

291.602.275

31.021.518

Total Current Liabilities


NON-CURRENT LIABILITIES

95.979.003
203.448.870

10.675.009
22.628.058

161.339.216
56.680.823

17.163.747
6.029.875

15.825.610
5.786.315
-

1.760.161
643.567
-

4.889.268
5.092.926
620.900

520.135
541.801
66.053

Long-term liabilities - net of


current maturities
Other payables
Provision for environmental
and reclamation costs
and mine closure
Longterm employee benefits liabilities
Deferred tax liabilities - net

Total Liabilitas Jangka Panjang

321.039.798

35.706.795

228.623.133

24.321.611

Total Non-Current Liabilities

TOTAL LIABILITAS

881.656.469

98.061.425

520.225.408

55.343.129

TOTAL LIABILITIES

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal proforma yang timbul karena
penyajian kembali laporan keuangan
Selisih nilai
transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Selisih kurs akibat translasi
laporan keuangan
Saldo laba

135.000.000

14.825.982

5.000.000

530.842

83.937.195

8.159.062

(8.349.780)
3.488.196

(2.307.521)

(6.500)
858.105

6.954

(4.660)
1.813

EQUITY
Equity attributable to
owners of the parent entity
Pro forma capital arising from
restatement of financial statements
Difference arising from restructuring
transactions among entities under
common control
Exchange difference due to translation
of financial statements
Retained earnings

130.138.416

13.370.066

88.944.149

Kepentingan non-pengendali

292.648.000

31.489.082

78.449.143

7.600.028

EKUITAS - NETO

422.786.416

44.859.148

167.393.292

16.287.085

EQUITY - NET

1.304.442.885

142.920.573

687.618.700

71.630.214

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS

50

8.687.057
Non-controlling interest

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

4. MATA UANG FUNGSIONAL DAN MATA UANG


PENYAJIAN (lanjutan)

4.

FUNCTIONAL CURRENCY AND PRESENTATION


CURRENCY (continued)
b. The following is the comparison between the
summary of Groups consolidated financial
information as previously reported and as
restated using the aforesaid mechanism
(continued):

b. Berikut ini adalah perbandingan ikhtisar informasi


keuangan konsolidasian Grup sebagaimana yang
dilaporkan sebelumya dengan yang telah disajikan
kembali dengan menggunakan mekanisme yang
disebut sebelumnya (lanjutan):
2011
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
(Rp000)

PENJUALAN

2010
Disajikan
Kembali/
As Restated
(US$)

4.365.140.594

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
(Rp000)

Disajikan
Kembali/
As Restated
(US$)

498.190.177

2.463.211.544

274.871.750

SALES

BEBAN POKOK PENJUALAN

2.683.402.843

307.987.909

1.575.733.196

175.035.693

COST OF GOODS SOLD

LABA BRUTO

1.681.737.751

190.202.268

887.478.348

99.836.057

GROSS PROFIT

243.873.592
25.319.110
3.156.687

27.718.783
2.281.161
3.669.792

168.892.084
18.898.027
5.780.013

18.551.701
2.082.841
1.406.804

General and administrative


expenses
Selling and marketing expenses
Other expense (income) - net

1.409.388.362

156.532.532

693.908.224

77.794.711

OPERATING PROFIT

Beban umum dan


administrasi
Beban penjualan dan pemasaran
Beban (pendapatan) lain-lain neto
LABA OPERASI
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
LABA SEBELUM (BEBAN)
MANFAAT PAJAK
(BEBAN) MANFAAT PAJAK
Kini
Tangguhan

4.041.568
(7.960.944)
1.405.468.986
(375.097.016)
6.794.530

457.072
(1.088.773)

3.063.560
(1.858.036)

338.548
(372.206)

Finance income
Finance charges

155.900.831

695.113.748

77.761.053

PROFIT BEFORE
TAX (EXPENSE) BENEFIT

(41.364.911)
753.523

(188.356.759)
11.999.955

(20.952.796)
1.337.980

TAX (EXPENSE) BENEFIT


Current
Deferred

Beban pajak - neto

(368.302.486)

(40.611.388)

(176.356.804)

LABA TAHUN BERJALAN

1.037.166.500

115.289.443

518.756.944

58.146.237

PROFIT FOR THE YEAR

(144.549)

1.840

OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)

1.037.166.500

115.144.894

518.756.944

58.148.077

TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR

PENDAPATAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN

(19.614.816)

Laba tahun berjalan yang dapat


diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

519.527.057

57.716.891

3.481.242

856.292

Profit for the year


attributable to:
Equity holders of
the parent entity

517.639.443

57.572.552

515.275.702

57.289.945

Non-controlling interest

1.037.166.500

115.289.443

518.756.944

58.146.237

Total laba komprehensif yang dapat


diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
Laba per saham dasar
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
(angka penuh)

Tax expense - net

519.527.057

57.639.973

3.481.242

858.132

517.639.443

57.504.921

515.275.702

57.289.945

1.037.166.500

115.144.894

518.756.944

58.148.077

3.848.349

427,5325

51

58.838

13,6660

Total comprehensive income


attributable to:
Equity holders of
the parent entity
Non-controlling interest
Basic earnings per share
attributable to:
Equity holders of
the parent (full amounts)

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

5.

KAS DAN SETARA KAS

5.

CASH AND CASH EQUIVALENTS

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Kas
Dolar Amerika Serikat
Rupiah

Kas di bank
Dolar Amerika Serikat
PT Bank BNP Paribas Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero), Tbk
PT ANZ Panin Bank, Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
Citibank N.A. Indonesia
PT Bank Central Asia, Tbk
HSBC Indonesia
BNP Paribas - Cabang Singapura
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk

Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero), Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
HSBC Indonesia
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk
PT Bank Internasional
Indonesia, Tbk

Deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank BNP Paribas Indonesia
BNP Paribas - Cabang Singapura
PT ANZ Panin Bank, Tbk
HSBC Indonesia
PT Bank Permata, Tbk

Rupiah
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Mega, Tbk
PT ANZ Panin Bank, Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten, Tbk

Total

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

5.026
25.858

2.562
102.021

317
41.507

443
25.821

30.884

104.583

41.824

26.264

9.560.898
294.104

14.969.613
5.135.152

2.861.188

1.898.116

60.530
52.167
36.103
34.237
27.963
23.422
3.912

759.368
7.400.712
205.301
506.406
63.587
1.525

2.539.439
-

978.364
-

320.947

3.311.603

10.093.336

29.041.664

5.721.574

6.188.083

430.158
189.135

628.092
785.137

4.545.143
2.180.192

1.928.422
220.643

178.094
106.121
17

8.578.302
28.221
41

3.963

94

108

903.525

10.019.793

6.729.392

2.149.173

150.000
-

5.000.000
570.000
6.500.000
500.000
-

2.008.066

150.000

12.570.000

2.008.066

20.165.460
3.929.679
1.034.127
-

6.837.230

667.333
-

5.561.117

25.129.266

6.837.230

6.228.450

36.307.011

58.573.270

20.729.306

8.363.520

Cash on hand
United States Dollar
Rupiah

Cash in banks
United States Dollar
PT Bank BNP Paribas Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero), Tbk
PT ANZ Panin Bank, Tbk
PT Bank CIMB Niaga,Tbk
Citibank N.A. Indonesia
PT Bank Central Asia, Tbk
HSBC Indonesia
BNP Paribas - Singapore Branch
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk

Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero), Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
HSBC Indonesia
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk
PT Bank Internasional
Indonesia, Tbk

Time deposits
United States Dollar
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank BNP Paribas Indonesia
BNP Paribas - Singapore Branch
PT ANZ Panin Bank, Tbk
HSBC Indonesia
PT Bank Permata, Tbk

Rupiah
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Mega, Tbk
PT ANZ Panin Bank, Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten, Tbk

Total

Sejak bulan Agustus 2011, kas di bank dan


deposito berjangka di PT Bank BNP Paribas
Indonesia dijaminkan sehubungan dengan fasilitas
pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari bank
sindikasi (Catatan 19).

Effective in August 2011, cash in bank and time


deposit in PT Bank BNP Paribas Indonesia are
pledged as collateral in relation to the borrowing
facility obtained by the Company from syndicated
banks (Note 19).

Kas di bank dan deposito berjangka di PT Bank


BNP Paribas dapat digunakan tanpa adanya
pembatasan, sepanjang Perusahaan dan ABN
tidak dalam kondisi wanprestasi (default) (Catatan
19).

The cash in bank and time deposits in PT Bank


BNP Paribas Indonesia can be used without any
restriction, provided that the Company and ABN
are not in default condition (Note 19).

Kisaran suku bunga tahunan deposito berjangka


adalah sebagai berikut:

The range of annual interest rates on time deposits


are as follows:

2012
Rupiah
Dolar Amerika Serikat

3,25% - 6,50%
0,17% - 2,80%

2011

2010

5,00% - 6,00%
2,00%

52

7,00% - 9,00%
2,00%

1 Januari 2010/
January 1, 2010
-

Rupiah
United States Dollar

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

5.

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

5.

The Group does not have a related party


relationship as defined under PSAK No. 7 (Revised
2010), with the banks where cash and cash
equivalents are placed.

Grup tidak memiliki relasi, sebagaimana yang


didefinisikan didalam PSAK No. 7 (Revisi 2010),
dengan bank di mana kas dan setara kas
ditempatkan.
6.

CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

KAS DI BANK DAN DEPOSITO BERJANGKA


YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA

6. RESTRICTED CASH IN BANK AND TIME


DEPOSITS
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

2011

1 Januari 2010/
31 Desember 2009/
January 1, 2010/
December 31, 2009

2010

Kas di bank
Dolar Amerika Serikat

1.700.000

Cash in bank
United States Dollar

Deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat
Dolar Australia

10.000.000
656.561

10.000.000
-

Time deposits
United States Dollar
Australian Dollar

10.656.561

10.000.000

Jumlah
Dikurangi: bagian jangka pendek

12.356.561
(12.356.561)

10.000.000
(2.127.660)

Total
Less: current portion

Bagian jangka panjang

7.872.340

Long-term portion

31 Desember 2010

December 31, 2010

Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi


penggunaannya merupakan bagian dari rekening
ABN senilai US$1.700.000 dan deposito berjangka
senilai US$10.000.000 yang ditempatkan di
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk yang dijadikan
jaminan bank garansi yang ditujukan kepada
PT Petrosea, Tbk (Catatan 40 b.i).

Restricted cash in bank and time deposits represent


a portion of ABNs current account amounting to
US$1,700,000 and time deposits amounting to
US$10,000,000 which are placed at PT Bank
Mandiri (Persero), Tbk and pledged as collaterals
for bank guarantee issued in favour of PT Petrosea,
Tbk (Note 40 b.i).

Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya


pada tanggal 31 Desember 2010 senilai
AUD645.680
(setara
dengan
US$656.598)
merupakan deposito berjangka yang dijaminkan
atas penerbitan letter of credit di PT Bank Mandiri
(Persero), Tbk sehubungan dengan pembelian aset
tetap.

Restricted time deposits as of December 31, 2010


amounting
to
AUD645,680
(equivalent
to
US$656,598) represents time deposit pledged as
collateral at PT Bank Mandiri (Persero), Tbk on
letter of credit for the purchase of fixed asset.

31 Desember 2009

December 31, 2009

Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya


merupakan deposito berjangka dengan jumlah
US$10.000.000 di PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
yang dijadikan jaminan Bank Garansi yang
ditujukan kepada PT Petrosea, Tbk dan jaminan
atas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
(Catatan 19).

Restricted time deposits represent time deposits


amounting to US$10,000,000 at PT Bank Mandiri
(Persero), Tbk which are pledged as collaterals for
Bank Guarantee issued to PT Petrosea, Tbk and
borrowing from PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
(Note 19).

Jangka waktu deposito dalam mata uang Dolar


Amerika Serikat selama enam bulan dengan
perpanjangan otomatis, sedangkan deposito dalam
mata uang Dolar Australia selama satu bulan
dengan perpanjangan otomatis.

The time deposits denominated in United States


Dollar are for six months with automatic roll over,
while time deposit denominated in Australian Dollar
is for one month with automatic roll over.

53

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

7.

PIUTANG USAHA

7.

TRADE RECEIVABLES

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
Glencore International AG
Tader Coal
PT Bumi Bara Energy
Flame S.A.
PT Mitra Maju Sukses
Morgan Stanley Capital Group Inc.
Guangdong Materials Group
(Hongkong) Company Limited
Vitol Asia Pte., Ltd.
Enercoal Inc.
PT Padangbara Sukses Makmur
Lain-lain (dibawah US$500.000)
Sub - total

Total

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

7.028.200
4.248.373
1.032.556
676.690
43.706
-

903.078
6.797.883

3.820.693
8.928.600
-

1.936.475
-

654.945

6.238.988
18.770
11.974

5.597.971
-

7.279.780
6.888.210
-

Third parties
United States Dollar
Glencore International AG
Tader Coal
PT Bumi Bara Energy
Flame S.A.
PT Mitra Maju Sukses
Morgan Stanley Capital Group Inc.
Guangdong Materials Group
(Hongkong) Company Limited
Vitol Asia Pte., Ltd.
Enercoal Inc.
PT Padangbara Sukses Makmur
Others (below US$500,000)

13.684.470

13.970.693

18.347.264

16.104.465

Sub total

3.782

13.684.470

13.970.693

18.351.046

16.104.465

2.521.124

1.905.374

1.070.909

Related parties (Note 34c)

16.205.594

15.876.067

19.421.955

16.104.465

Total

Rupiah
Lain-lain (dibawah US$500.000)

Pihak berelasi (Catatan 34c)

2011

Rupiah
Others (below US$500,000)

Grup tidak menyediakan penyisihan kerugian


penurunan
nilai
untuk
piutang
ragu-ragu
dikarenakan manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh piutang dagang dapat tertagih.

The Group did not provide an allowance for


impairment losses as management believes that all
the receivables are fully collectible.

Sejak bulan Agustus 2011, piutang usaha tertentu


milik ABN dijaminkan sehubungan dengan fasilitas
pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari bank
sindikasi (Catatan 19). Pada tanggal 31 Desember
2012, tidak ada saldo piutang usaha ABN yang
dijaminkan (2011: US$51.515).

Effective in August 2011, certain trade receivables


owned by ABN are pledged as collateral under the
borrowing facility obtained by the Company from
syndicated banks (Note 19). As of December 31,
2012, there is no balance of trade receivables of
ABN pledged as collateral as of December 31,
2012 (2011: US$51,515).

Analisis umur piutang usaha adalah sebagai


berikut:

The aging analysis of trade receivables is as


follows:
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
1 Januari 2010/
January 1, 2010

2012

2011

2010

Belum jatuh tempo


Lewat jatuh tempo

15.734.087
471.507

15.864.092
11.975

19.421.955
-

16.104.465
-

Current
Overdue

Total piutang usaha

16.205.594

15.876.067

19.421.955

16.104.465

Total trade receivables

54

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

8.

PIUTANG LAIN-LAIN

8.

OTHER RECEIVABLES

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Aset lancar
Pihak ketiga
PT Baraventura Pratama
Bpk. Roby Budi Prakoso
PT Bangun Karya Pratama Lestari
PT Mitra Indonesia
Bpk. Aan Sinanta
Bpk Heddy Soerijadji
Ibu. Imelda The
PT Sinergi Sukses Utama
Lain-lain (kurang dari US$200.000)

3.586.555
2.790.450
352.441

5.088.913
3.592.605
1.736.915
88.793

2.441.662
43.182
1.395.817
4.476.699
4.087.421
973.195
36.391

47.022
160.226

Current Assets
Third parties
PT Baraventura Pratama
Mr. Roby Budi Prakoso
PT Bangun Karya Pratama Lestari
PT Mitra Indonesia
Mr. Aan Sinanta
Mr. Heddy Soerijadji
Mrs. Imelda The
PT Sinergi Sukses Utama
Others (below US$200,000)

Sub - total

6.729.446

10.507.226

13.454.367

207.248

Sub total

Aset tidak lancar


Pihak ketiga
PT Perkebunan
Kaltim Utama I (Catatan 40a)
Pihak berelasi (Catatan 34c)

14.491.130
32.710.686

32.739.641

14.637.590

531.915

Non-current Assets
Third Parties
PT Perkebunan
Kaltim Utama I (Catatan 40a)
Related parties (Note 34c)

Sub - total

47.201.816

32.739.641

14.637.590

531.915

Sub - total

Total

53.931.262

43.246.867

28.091.957

739.163

Total

Saldo piutang dari PT Bangun Karya Pratama


Lestari (BKPL) pada tanggal 31 Desember 2011
dan 2010 terutama merupakan piutang pemakaian
bahan bakar sehubungan dengan aktifitas
penambangan.

Balance of other receivables from PT Bangun


Karya
Pratama
Lestari (BKPL)
as
of
December 31, 2011 and 2010 mainly represents
fuel consumption relating to mining activities.

PT Baraventura Pratama, Bpk. Roby Budi Prakoso,


Ibu Imelda The, PT Mitra Indonesia, PT Sinergi
Sukses Indonesia, Bpk. Aan Sinanta, Bpk. Heddy
Soerijadji dan PT Prima Vita Utama merupakan
pemegang saham non-pengendali entitas anak.
Saldo piutang terdiri uang muka dividen dan
pemberian pinjaman.

PT Baraventura Pratama, Mr. Roby Budi Prakoso,


Mrs. Imelda The, PT Mitra Indonesia, PT Sinergi
Sukses Indonesia, Mr. Aan Sinanta, Mr. Heddy
Soerijadji and PT Prima Vita Utama represent the
non-controlling shareholders of the subsidiaries.
The balance consists of advances for dividends
and borrowing.

Pada tanggal-tanggal pelaporan, tidak ada piutang


lain-lain yang dijadikan sebagai jaminan.

As of the reporting dates, there are no other


receivables which were pledged as collateral.

Berdasarkan mata uang

By currencies
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Pihak ketiga - aset lancar


Dolar Amerika Serikat
Rupiah

6.549.520
179.926

8.412.690
2.094.536

3.880.661
9.573.706

207.248

Third parties - current assets


United States Dollar
Rupiah

Sub - total

6.729.446

10.507.226

13.454.367

207.248

Sub - total

Pihak ketiga - aset tidak lancar


Rupiah

14.491.130

Third parties - non - current assets


Rupiah

Pihak berelasi - aset tidak lancar


Dolar Amerika Serikat
Rupiah

28.286.298
4.424.388

28.626.994
4.112.647

10.530.047
4.107.543

531.915

Related parties - non - current assets


United States Dollar
Rupiah

Sub - total

32.710.686

32.739.641

14.637.590

531.915

Sub - total

Total

53.931.262

43.246.867

28.091.957

739.163

Total

The Group did not provide an allowance for


impairment losses as management believes that all
other receivables are fully collectible.

Grup tidak menyediakan penyisihan kerugian


penurunan
nilai
dikarenakan
manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat
tertagih.

55

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

9.

PERSEDIAAN

9.

INVENTORIES

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4

2012

2011

2010

1 Januari 2010/
January 1, 2010

Batubara:
Industri
Baku
Bahan Bakar
Suku Cadang

20.388.978
7.865.000
170.676
-

4.459.788
13.838.207
116.633
5.555

2.953.714
39.810
-

133.139
2.364.854
11.717
-

Coal:
Industrial
Raw
Fuel
Supplies

Persediaan

28.424.654

18.420.183

2.993.524

2.509.710

Inventories

Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak


diperlukan penyisihan persediaan usang untuk
menutup kemungkinan kerugian atas persediaan
yang usang.

Based on managements assessment, no


allowance for inventory obsolescence is required to
be provided to cover possible losses from obsolete
inventories.

ABN telah mengasuransikan persediaan terhadap


risiko kerugian untuk periode dari tanggal 1 Mei
2012 sampai tanggal 1 Mei 2013 berdasarkan
suatu paket polis dengan nilai pertanggungan
sebesar US$7.000.000, manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan polis cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian tersebut.

ABN covered the inventories by insurance against


losses for the period from May 1, 2012 through
May 1, 2013 under blanket policies amounting to
US$7,000,000, which in managements opinion is
adequate to cover possible losses.

Tidak ada persediaan yang dijaminkan.

Inventories are not pledged as collateral.

10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA

10. PREPAYMENTS AND ADVANCES


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

2011

2010

1 Januari 2010/
January 1, 2010

Jangka pendek
Biaya dibayar dimuka
Sewa dibayar dimuka
Asuransi dibayar dimuka
Biaya dibayar muka lainnya

1.162.234
256.329
1.240.030

132.500
78.419
1.031.391

242.734
91.191
6.535

116.198
15.012
16.352

Current portion
Prepayments
Prepaid rent
Prepaid insurance
Other prepayments

Sub - total

2.658.593

1.242.310

340.460

147.562

Sub - total

Uang muka
Uang muka pembelian
Uang muka pekerjaan
Lain - lain

1.183.162
224.595
92.779

3.317.337
1.400.000
217.932

2.072.696
3.187
79.387

587.033
226.701
14.965

Advances
Advance for purchase
Advance for work
Others

Sub - total

1.500.536

4.935.269

2.155.270

828.699

Sub - total

4.159.129

6.177.579

2.495.730

976.261

Jangka panjang
Uang muka pembelian
peralatan dan kendaraan
Uang muka pekerjaan
Uang muka pembebasan lahan
Lain - lain

1.142.652
52.573
1.666.730

72.805
41.278
290.930
197.494

778.795
687.637
243.638
138.739

65.122
26.596
27.031

Long-term portion
Advance for purchase of
equipment and vehicle
Advance for work
Advance for purchase of land
Other

Sub - total

2.861.955

602.507

1.848.809

118.749

Sub - total

Total

7.021.084

6.780.086

4.344.539

1.095.010

Total

56

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP

11. FIXED ASSETS


2012
Saldo Awal/
Beginning
balance

Harga perolehan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset dalam penyelesaian

Penambahan/
Additions

Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deduction Reclassification

Saldo Akhir/
Ending
Balance
Acquisition costs
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Construction in progress

3.516.860
3.685.026
1.190.884
1.228.817
6.273.630
232.300
378.175
13.672.320
3.190.960

131.480
333.058
349.042
433.163
3.199.864
25.061
568.601
1.851.485

(20.515)
(2.416)
(684.090)

870.208
1.003.438
303.292
229.669
1.873.328
(3.174.540)

4.518.548
5.021.522
1.822.703
1.889.233
9.473.494
257.361
378.175
16.114.249
1.183.815

33.368.972

6.891.754

(707.021)

1.105.395

40.659.100

2.525.094
855.715

259.444

(583.129)
(522.266)

1.941.965
592.893

3.380.809

259.444

(1.105.395)

2.534.858

Sub-total

36.749.781

7.151.198

(707.021)

Akumulasi penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor

(166.081)
(922.890)
(365.517)
(448.169)
(393.194)
(22.665)
(45.818)
(2.203.490)

(345.994)
(688.544)
(230.487)
(314.227)
(467.407)
(13.932)
(77.907)
(1.395.278)

11.394
1.405
-

(281.758)
(98.428)
-

(512.075)
(1.893.192)
(683.038)
(760.991)
(860.601)
(36.597)
(123.725)
(3.598.768)

(4.567.824)

(3.533.776)

12.799

(380.186)

(8.468.987)

(525.787)
(129.986)

(332.655)
(63.246)

281.758
98.428

(576.684)
(94.804)

Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total

(655.773)
(5.223.597)

(395.901)
(3.929.677)

12.799

380.186
-

(671.488)
(9.140.475)

Sub-total

Nilai tercatat neto

31.526.184

Aset sewa pembiayaan


Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Aset sewa pembiayaan


Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

43.193.958

34.053.483

Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Accumulated depreciation
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor

Net carrying amount

Since August 2012, IMs fixed assets is pledged as


collateral on borrowing obtained from Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia. The guaranteed
amount is Rp40,318,000,000. The carrying amount
of those fixed assets being pledged was
US$4,602,924 (Note 19).

Sejak Agustus 2012, aset tetap milik IM dijaminkan


dengan
nilai
penjaminan
sebesar
Rp40.318.800.000 sehubungan dengan pinjaman
yang diperoleh IM dari Lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia, nilai buku aset yang dijaminkan
per 31 Desember 2012 adalah US$4.602.924
(Catatan 19).

57

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)


The total addition of fixed assets amounting to
US$7,151,198 includes addition involving non-cash
transactions amounting to US$505,102.

Total nilai penambahan aset tetap sebesar


US$7.151.198 termasuk penambahan yang berasal
dari transaksi non kas sejumlah US$505.102.
2011
Saldo Awal/
Beginning
balance
Harga perolehan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset dalam penyelesaian

Penambahan/
Additions

Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deduction Reclassification

Saldo Akhir/
Ending
Balance

815.077
2.179.452
737.650
492.243
1.672.225
114.182
363.216
12.832.581
1.976.245

1.543.735
433.175
400.632
736.574
2.671.165
118.118
14.959
839.739
4.303.003

(12.853)
-

1.158.048
1.072.399
65.455
1.930.240
(3.088.288)

3.516.860
3.685.026
1.190.884
1.228.817
6.273.630
232.300
378.175
13.672.320
3.190.960

21.182.871

11.061.100

(12.853)

1.137.854

33.368.972

3.597.493
517.523

403.647

(1.072.399)
(65.455)

2.525.094
855.715

4.115.016

403.647

(1.137.854)

3.380.809

25.297.887

11.464.747

(12.853)

(6.380)
(195.710)
(194.309)
(250.344)
(190.693)
(13.021)
(21.641)
(932.582)

(159.701)
(284.780)
(155.850)
(197.825)
(202.501)
(9.644)
(24.177)
(1.270.908)

3.615
-

(442.400)
(18.973)
-

(166.081)
(922.890)
(365.517)
(448.169)
(393.194)
(22.665)
(45.818)
(2.203.490)

(1.804.680)

(2.305.386)

3.615

(461.373)

(4.567.824)

(518.500)
(60.607)

(449.687)
(88.352)

442.400
18.973

(525.787)
(129.986)

(579.107)

(538.039)

461.373

(655.773)

Sub-total

(2.383.787)

(2.843.425)

3.615

(5.223.597)

Nilai tercatat neto

22.914.100

Aset sewa pembiayaan


Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Sub-total
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset sewa pembiayaan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

36.749.781

31.526.184

Acquisition costs
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Construction in progress
Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Accumulated depreciation
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Net carrying amount

Total nilai penambahan aset tetap sebesar


US$11.464.747 termasuk penambahan yang
berasal dari transaksi non kas sejumlah
US$5.189.790.

The total addition of fixed assets amounting to


US$11,464,747 includes addition involving noncash transactions amounting to US$5,189,790.

Sampai dengan tanggal 18 April 2011, mesin dan


peralatan berat tertentu milik ABN senilai
Rp3.858.842.160 digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas pinjaman dari PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk.

Up to April 18, 2011, certain of ABNs machinery and


equipment
amounting to Rp3,858,842,160 was
pledged as collateral for the borrowing from PT Bank
Danamon Indonesia, Tbk.

58

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)


2010

Saldo Awal/
Beginning
balance
Harga perolehan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset dalam penyelesaian
Aset sewa pembiayaan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Sub-total
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset sewa pembiayaan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Sub-total
Nilai tercatat neto

Penambahan/
Additions

Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deduction Reclassification

1.683
163.160
262.022
371.219
1.672.225
114.182
91.242
1.425.690
4.689.978

813.394
2.016.292
245.301
121.024
271.974
5.205.882
3.487.276

8.791.401

12.161.143

1.399.134
502.894

2.198.359
279.340

1.902.028
10.693.429

230.327
6.201.009
(6.201.009)

Saldo Akhir/
Ending
Balance
815.077
2.179.452
737.650
492.243
1.672.225
114.182
363.216
12.832.581
1.976.245

230.327

21.182.871

(34.384)

(230.327)

3.597.493
517.523

2.477.699

(34.384)

(230.327)

4.115.016

14.638.842

(34.384)

25.297.887

Acquisition costs
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Construction in progress
Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Accumulated depreciation
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor

(342)
(51.084)
(82.045)
(151.211)
(102.681)
(7.012)
(5.602)
(33.677)

(6.038)
(144.626)
(70.989)
(99.133)
(88.012)
(6.009)
(16.039)
(898.905)

(41.275)
-

(6.380)
(195.710)
(194.309)
(250.344)
(190.693)
(13.021)
(21.641)
(932.582)

(433.654)

(1.329.751)

(41.275)

(1.804.680)

(185.349)
(42.346)

(333.151)
(61.686)

2.150

41.275

(227.695)

(394.837)

2.150

41.275

(579.107)

(661.349)

(1.724.588)

2.150

(2.383.787)

Sub-total

22.914.100

Net carrying amount

10.032.080

(518.500)
(60.607)

Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

The total addition of fixed assets amounting to


US$14,638,842 includes addition involving noncash transactions amounting to US$9,758,236.

Total nilai penambahan aset tetap sebesar


US$14.638.842 termasuk penambahan yang
berasal dari transaksi non kas sejumlah
US$9.758.236.

59

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)


2009

Saldo Awal/
Beginning
balance
Harga perolehan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset dalam penyelesaian
Aset sewa pembiayaan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Sub-total
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Jalan dan jembatan
Tempat timbunan batubara
Fasilitas pelabuhan
Conveyor
Aset sewa pembiayaan
Mesin dan peralatan berat
Kendaraan

Sub-total
Nilai tercatat neto

Penambahan/
Additions

Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deduction Reclassification

113.839
413.259
301.138
1.672.225
114.182
91.242
410.993

1.683
57.696
3.463
105.776
5.704.675

(8.375)
(205.671)
(35.695)
-

3.116.878

5.873.293

(249.741)

1.047.981
250.163

354.781
303.702

1.298.144
4.415.022

50.971
1.425.690
(1.425.690)

Saldo Akhir/
Ending
Balance
1.683
163.160
262.022
371.219
1.672.225
114.182
91.242
1.425.690
4.689.978

50.971

8.791.401

(3.628)
-

(50.971)

1.399.134
502.894

658.483

(3.628)

(50.971)

1.902.028

6.531.776

(253.369)

10.693.429

(21.283)
(43.267)
(103.330)
(14.669)
(1.002)
(800)
-

(342)
(42.017)
(36.068)
(78.608)
(88.012)
(6.010)
(4.802)
(33.677)

3.278
33.352
30.727
-

8.938
(36.062)
-

(342)
(51.084)
(82.045)
(151.211)
(102.681)
(7.012)
(5.602)
(33.677)

(184.351)

(289.536)

67.357

(27.124)

(433.654)

(39.870)
(36.999)

(130.998)
(46.952)

(14.481)
41.605

(185.349)
(42.346)

(76.869)

(177.950)

27.124

(227.695)

(261.220)

(467.486)

67.357

(661.349)

4.153.802

10.032.080

Acquisition costs
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Construction in progress
Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Accumulated depreciation
Buildings
Machinery and heavy equipment
Vehicles
Office furniture and equipment
Roads and bridges
Stockpile base
Port facilities
Conveyor
Leased assets
Machinery and heavy equipment
Vehicles

Sub-total
Net carrying amount

Total nilai penambahan aset tetap sebesar


US$6.531.776 termasuk penambahan yang berasal
dari transaksi non kas sejumlah US$709.312.

The total addition of fixed assets amounting to


US$6,179,052 includes addition involving non-cash
transactions amounting to US$709,312.

Aset tetap ABN telah diasuransikan terhadap risiko


kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu
paket polis tertentu untuk periode dari tanggal
1 Mei 2012 sampai tanggal 1 Mei 2013 dengan nilai
pertanggungan maksimal sebesar US$13.000.000
untuk setiap kejadian yang dipertanggungkan.

ABNs fixed assets have been insured against risk of


fire and other risks under blanket policies for a period
from May 1, 2012 through May 1, 2013 with a
maximum sum insured of US$13,000,000 per
incident.

Aset tetap IM telah diasuransikan terhadap semua


risiko kerusakan, dengan nilai pertanggungan
maksimal sebesar US$25.000.000 untuk setiap
kejadian terhadap risiko bisnis dan nilai
pertanggungan maksimal sebesar US$19.996.850
untuk setiap kejadian terhadap risiko kerusakan
mesin dan alat.

IMs fixed assets have been insured against all risks


of damage, with total coverage of US$25,000,000 for
business interruption risks and with total coverage of
US$19,996,850 for material damages and machinery
breakdown.

60

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)

Sejak bulan Agustus 2011, hasil klaim atas polis


asuransi aset tetap ABN dijaminkan sehubungan
dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh
Perusahaan dari bank sindikasi (Catatan 19).

Effective in August 2011, the proceeds of claim by


ABN on the above insurance is pledged as collateral
in relation to the borrowing facility obtained by the
Company from syndicated banks (Note 19).

Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap IM,


telah diasuransikan terhadap semua risiko
kerusakan, nilai pertanggungan maksimal sebesar
US$25.000.000 per kejadian terhadap risiko bisnis
dan nilai pertanggungan maksimal sebesar
US$8.500.000 per kejadian terhadap risiko
kerusakan aset di sekitarnya.

As of December 31, 2012, IMs fixed assets are


insured against all risks of damage, with a maximum
sum insured of US$25,000,000 per incident and for
the surrounding asset loss risk with a maximum sum
insured of US$8,500,000 per incident.

Manajemen
berpendapat
bahwa
nilai
pertanggungan tersebut telah cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang timbul dari
risiko-risiko tersebut.

The management opinion that the insurance


coverage is adequate to cover possible losses that
may arise from such risks.

Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011


dan 2010, manajemen Grup berkeyakinan bahwa
tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap.

As of December 31, 2012, 2011 and 2010, the


Group management believes that there was no
indication of impairment in the value of fixed assets.

Selama 2012, tidak ada beban bunga yang


dikapitalisasi ke aset dalam penyelesaian.

During 2012, there was no interest expense


capitalized to the construction in progress.

Rincian aset dalam penyelesaian adalah sebagai


berikut:

The details of construction in progress are as


follows:
2012

Rata-rata Persentase
Penyelesaian*/
Average Percentage of
Completion*
Mesin dan peralatan/
Machinery and equipment
Workshop/Workshop
Bangunan/Building
Jalan dan jembatan/Roads and bridges
Perabot dan peralatan kantor/
Furniture, fixtures and office equipment

Akumulasi
Biaya/
Accumulated
Cost

70%
90%
30-98%
3%

39.507
81.023
576.984
442.794

95%

43.507

Total

Tanggal Estimasi Penyelesaian/


Estimated Completion Date
Februari 2013/February 2013
Februari 2013/February 2013
Februari Mei 2013/February - May 2013
Agustus 2013/August 2013
Februari 2013/February 2013

1.183.815

Total

2011
Rata-rata Persentase
Penyelesaian*/
Average Percentage of
Completion*
Mesin dan peralatan/
Machinery and equipment
Workshop/Workshop
Bangunan/Building
Jalan dan jembatan/Roads and bridges
Perabot dan peralatan kantor/
Furniture, fixtures and office equipment

Akumulasi
Biaya/
Accumulated
Cost

95%-98%
94%
90%
75%
99%

Total

1.828.765
294.815
314.110
699.041

April 2012/April 2012


Februari 2012/February 2012
Februari 2012/February 2012
Desember 2012/December 2012

54.229

Desember 2012/December 2012

3.190.960

* dihitung sebagai perbandingan akumulasi biaya terhadap


anggaran

Tanggal Estimasi Penyelesaian/


Estimated Completion Date

Total

* determined as proportionate of accumulated cost against the


budget

61

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)


2010
Rata-rata Persentase
Penyelesaian*/
Average Percentage of
Completion*

Bangunan/Building
Jalan dan jembatan/Roads and bridges

Akumulasi
Biaya/
Accumulated
Cost

15%-81%
71%

Tanggal Estimasi Penyelesaian/


Estimated Completion Date

660.528
1.315.717

Total

Mei 2011/May 2011


Maret 2011/March 2011

1.976.245

Total

1 Januari 2010/January 1, 2010


Rata-rata Persentase
Penyelesaian*/
Average Percentage of
Completion*
Conveyor

Akumulasi
Biaya/
Accumulated
Cost

62%

Tanggal Estimasi Penyelesaian/


Estimated Completion Date

4.689.978

Total

Juli 2010/July 2010

4.689.978

* dihitung sebagai perbandingan akumulasi biaya terhadap


anggaran

Total

* determined as proportionate of accumulated cost against the


budget
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

2011

2010

Biaya produksi (Catatan 29)


Beban umum dan administrasi
(Catatan 30)

2.954.883

2.186.211

1.383.113

974.794

657.213

341.475

Production cost (Note 29)


General and administrative
expenses (Note 30)

Total

3.929.677

2.843.424

1.724.588

Total

12. ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI

12. EXPLORATION AND EVALUATION ASSETS

ABN

IM

Saldo 1 Jan 2010


Penambahan selama 2010
Transfer ke Tambang produksi
Lain-lain

11.898.527
6.173.056
(1.447.794)
-

Saldo 31 Des. 2010

16.623.789

Penambahan selama 2011


Transfer ke Tambang dalam
Konstruksi
Transfer ke Tambang Produksi
Lain-lain

TMU
-

Total/
Total

736.351
4.051.284
33.496

12.634.878
10.224.340
(1.447.794)
33.496

Balance as of Jan 1, 2010


Addition during 2010
Transfer to Producing Mines
Others

4.821.131

21.444.920

Balance as of Dec. 31, 2010

1.551.929

8.001.107

9.553.036

(9.675.521)
(8.500.197)
-

(3.322.183)
(3.152.373)
(40.938)

(12.997.704)
(11.652.570)
(40.938)

Addition during 2011


Transfer to Mine
under construction
Transfer to Producing Mines
Others

Saldo 31 Des. 2011

6.306.744

6.306.744

Balance as of Dec. 31, 2011

Penambahan selama 2012

2.590.711

2.590.711

Addition during 2012

Saldo 31 Des. 2012

8.897.455

8.897.455

Balance as of Dec. 31, 2012

62

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

13. PROPERTI TAMBANG

13. MINING PROPERTIES

Tambang
dalam
konstruksi/
Mine under
Construction
2012:
Saldo 31 Des. 2011
Penambahan selama 2012
Transfer
Dibebankan ke biaya tambang
Dikurangi:
Akumulasi amortisasi
Saldo 31 Des. 2012

Tambang
produksi/
Producing
Mines

Biaya
pengupasan
tanah
tangguhan/
Deferred
Stripping costs

Total/
Total

12.997.703
1.769.227
(1.703.469)
-

27.389.015
6.738.697
1.703.469
-

2.923.016
20.735.755
(9.409.630)

43.309.734
29.243.679
(9.409.630)

13.063.461

35.831.181

14.249.141

63.143.783

13.063.461

(5.579.733)
30.251.448

14.249.141

(5.579.733)
57.564.050

2012:
Balance as of Dec. 31, 2011
Addition during 2012
Transfer
Charged to mining costs
Less:
Accumulated amortization
Balance as of Dec. 31, 2012

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
Tambang
dalam
konstruksi/
Mine under
Construction

Tambang
produksi/
Producing
Mines

Biaya
pengupasan
tanah
tangguhan/
Deferred
Stripping costs

Total/
Total

2011:
Saldo 31 Des. 2010
Penambahan selama 2011
Transfer dari Aset eksplorasi
dan evaluasi
Dibebankan ke biaya tambang
Dikurangi:
Akumulasi amortisasi
Saldo 31 Des. 2011
2010:
Saldo 1 Jan. 2010
Penambahan selama 2010
Transfer dari Aset eksplorasi
dan evaluasi
Dibebankan ke biaya tambang

2011:
-

10.428.590
5.307.856

4.619.149

10.428.590
9.927.005

12.997.703
-

11.652.570
-

(1.696.133)

24.650.273
(1.696.133)

12.997.703

27.389.016

2.923.016

43.309.735

(3.308.876)

(3.308.876)

12.997.703

24.080.140

2.923.016

40.000.859

7.959.054
1.021.742

2.163.324
-

10.122.378
1.021.742

1.447.794
-

(2.163.324)

1.447.794
(2.163.324)

10.428.590

10.428.590

Dikurangi:
Akumulasi amortisasi

(2.220.710)

(2.220.710)

Saldo 31 Des. 2010

8.207.880

8.207.880

63

Balance as of Dec. 31, 2010


Addition during 2011
Transfer from Exploration
and evaluation assets
Charged to mining costs
Less:
Accumulated amortization
Balance as of Dec. 31, 2011
2010:
Balance as of Jan 1, 2010
Addition during 2010
Transfer from Exploration
and evaluation assets
Charged to mining costs
Less:
Accumulated amortization
Balance as of Dec. 31, 2010

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG USAHA

14. TRADE PAYABLES


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

Pihak ketiga:
PT Sapta Indra Sejati
PT Petrosea, Tbk
PT Arkananta Apta Pratista
PT Pro Energy
PT Bangun Karya
Pratama Lestari
PT Indobeta
PT Surya Teknik Anugerah
Lain-lain
(dibawah US$2.500.000)
Sub total
Pihak berelasi (Catatan 34c)

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

5.866.775

5.680.961

3.656.496

5.336.966

Third parties:
PT Sapta Indra Sejati
PT Petrosea, Tbk
PT Arkananta Apta Pratista
PT Pro Energy
PT Bangun Karya
Pratama Lestari
PT Indobeta
PT Surya Teknik Anugerah
Others
(below US$2,500,000)

57.809.869

27.312.322

17.279.789

17.345.929

Sub - total

551.961

Related parties (Note 34c)

58.361.830

27.312.322

17.279.789

17.345.929

18.386.871
15.752.873
6.756.999
4.630.174

7.136.500
7.720.032
4.634.865
-

5.432.662
3.393.794
-

4.274.769
4.215.754
-

4.048.690
2.367.487

2.009.444
130.520
-

4.796.837
-

3.518.440
-

Utang usaha terutama timbul dari transaksi


pembelian barang dan jasa oleh entitas anak.

The trade payables primarily arose from the


purchase of goods and services by the
subsidiaries.

Utang kepada PT Petrosea, Tbk dijamin dengan


bank garansi (Catatan 40.b.i)

The trade payables to PT Petrosea, Tbk is secured


with bank guarantee (Note 40.b.i).

Utang usaha berdasarkan mata uang terdiri dari:

Trade payables based on currency consist of:


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
1 Januari 2010/
January 1, 2010

2012

2011

2010

Pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
Rupiah

55.508.266
2.301.603

25.679.450
1.632.872

16.308.839
970.950

16.678.736
667.193

Third parties
United States Dollar
Rupiah

Sub - total

57.809.869

27.312.322

17.279.789

17.345.929

Sub - total

Pihak berelasi
Rupiah
Dolar Amerika Serikat

319.703
232.258

Related parties
Rupiah
United States Dollar

Sub - total

551.961

Sub total

58.361.830

27.312.322

17.279.789

17.345.929

Aging of trade payables is as follows:

Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4

Belum jatuh tempo


Lewat jatuh tempo
Kurang dari 30 hari
31 sampai 60 hari
61 sampai 90 hari
91 sampai 360 hari
Lebih dari 360 hari

2010

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2012

2011

40.687.945

17.212.216

9.095.320

8.945.482

8.678.059
324.487
3.780.921
4.890.418
-

4.446.381
4.440.228
1.010.880
199.785
2.832

7.234.759
507.209
223.524
218.977

7.976.361
399.556
24.530

58.361.830

27.312.322

17.279.789

17.345.929

64

Current
Overdue
Less than 30 days
31 to 60 days
61 to 90 days
91 to 360 days
More than 360 days

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG LAIN-LAIN

15. OTHER PAYABLES


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

Liabilitas jangka pendek


Pihak ketiga
PT Sinergi Sukses Utama
Lain-lain

Liabilitas jangka panjang


Pihak ketiga
Pihak berelasi (Catatan 34c)

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

365.493

8.279.533
87.915

2.126.072
99.371

138.298

365.493

8.367.448

2.225.443

138.298

2.880.575

4.052.678

22.628.058

2.606.383
3.423.492

2.880.575

4.052.678

22.628.058

6.029.875

16. BEBAN AKRUAL

Current liabilities
Third parties
PT Sinergi Sukses Utama
Others

Non-current liabilities
Third parties
Related parties (Note 34c)

16. ACCRUED EXPENSES


Disajikan kembali - Catatan 4/
As restated - Note 4
2012

Jasa profesional
Royalti (Catatan 41b)
Akrual pengalihan kuota DMO (Catatan 41c)
Infrastruktur
Bunga bank
Denda Royalti
Lain-lain

2011

1.427.584
3.891.078
777.918
178.185
57.831
515.331
1.186.541

4.955.479
3.115.913
1.646.454
464.526
705.515

1.211.448
5.501.830
1.296.328
158.648

485.064
880.811
112.301
469.798

8.034.468

10.887.887

8.168.254

1.947.974

17. PERPAJAKAN
a.

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Jasa profesional
Royalty (Note 41b)
Accruals for DMO transfer (Note 41c)
Infrastructure
Interest
Royalty fine
Others

17. TAXATION

Pajak dibayar dimuka

a. Prepaid tax
Disajikan kembali - Catatan 4/
As restated - Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Entitas Anak:
Pajak penghasilan badan
Pajak Pertambahan Nilai

b.

Subsidiaries:
14.595.938
12.422

12.576

12.683

5.871

14.608.360

12.576

12.683

5.871

Utang pajak

Corporate income tax


Value Added Tax

b. Taxes payable
Disajikan kembali - Catatan 4/
As restated - Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Perusahaan:
Pasal 4(2)
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26

The Company:
2.037
80.961
1.002
-

58.206
10.353
1.786
13.632

4.048
689
-

84.000

83.977

4.737

65

Pasal 4(2)
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)


b.

17. TAXATION (continued)

Utang pajak (lanjutan)

b. Taxes payable (continued)


Disajikan kembali - Catatan 4/
As restated - Note 4
2012

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2011

2010

5.779
26.010
343.289
340.332
-

4.277.515
34.418
488.158
893.960
11.884
25.671.669

11.363
40.135
354.812
1.625.774
5.033
17.904.862

2.904
37.959
382.482
175.202
3.062.458

715.410

31.377.604

19.941.979

3.661.005

2.584.816

5.942
-

3.384.226

31.467.523

19.946.716

3.661.005

Entitas Anak:
Pasal 4(2)
Pasal 15
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29

Pajak Pertambahan Nilai


PBB

c.

Subsidiaries:

Beban pajak
Rekonsiliasi antara laba sebelum (beban)
manfaat pajak penghasilan yang ditunjukkan
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
Perusahaan, dan beban pajak kini Perusahaan
untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
dan estimasi utang pajak penghasilan badan
pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai
berikut:

Pasal 4(2)
Pasal 15
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29

Value Added Tax


PBB

c. Tax expense
The reconciliation between profit before tax
(expense) benefit as shown in the consolidated
statements of comprehensive income and the
Companys estimated taxable loss, and the
Companys current income tax expense for the
years ended December 31, 2012, 2011 and
2010, and the estimated corporate income tax
payable as of those dates are as follows:
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

Laba konsolidasian
sebelum (beban) manfaat
pajak penghasilan
Laba sebelum beban pajak
- Entitas anak
Penyesuaian lainnya
Laba sebelum beban pajak
- Perusahaan
Beda waktu:
Bagian atas laba neto entitas anak
Liabilitas imbalan
kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan pascakerja
Sewa guna usaha
Beda tetap:
Beban jamuan
Penghasilan yang dikenakan
pajak final
Lain-lain
Taksiran rugi fiskal - Perusahaan
Utang pajak
Perusahaan
Entitas anak
ABN
TBE/IM
TMU
Utang pajak

20.276.583

2011

2010

155.900.831

77.761.053

(25.549.595) (118.878.615)
8.466.949
21.670.415
3.193.937

58.692.631

(8.471.849)

(62.187.752)

(78.518.439)
1.144.578
387.192

Consolidated profit before


tax (expense) benefit
Profit before tax expense
- Subsidiaries
Other adjustments
Profit before tax expense
- the Company

97.474

798.363

85.982
12.527

15.756
-

Temporary differences:
Equity in net income of subsidiaries
Short term emloyee
benefits
Provision for post- employement
benefits
Finance lease

28.733

165.354

522.745

Permanent differences:
Entertainment expenses

(637.686)
120.759

(30.684)
31.395

(4.763)
24.572

Income subject to final tax


Others

(5.570.123)

(2.514.937)

(319.420)

(1.249.166)

14.445.754
11.225.915
-

14.202.629
3.702.233
-

Estimated tax loss - Company


Tax payable
The Company
Subsidiaries
ABN
TBE/IM
TMU

25.671.669

17.904.862

Tax payable

66

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)


c.

17. TAXATION (continued)

Beban pajak (lanjutan)

c. Tax expense (continued)


The reconciliation between tax expense, net as
shown in the consolidated statements of
comprehensive income and the theoretical tax
amount on the profit before tax (expense)
benefit are as follows:

Rekonsiliasi antara beban pajak neto yang


tercermin di dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dengan hasil
perkalian laba sebelum (beban) manfaat pajak
dengan tarif pajak yang berlaku adalah
sebagai berikut:
2012
Laba sebelum beban pajak
Beban pajak dengan tarif
pajak yang berlaku
Pengaruh pajak
atas beda tetap
Penambahan penyisihan
atas aset pajak tangguhan
Bagian atas laba neto
entitas anak
Efek translasi

2011

3.193.937

58.692.631

387.192

798.484

14.673.158

96.798

124.003

94.116

135.640

1.444.143

831.586

79.852

(2.117.962)
(248.668)

(15.546.938)
(51.922)

Profit before tax expense


Tax expense computed
using the prevailing tax rate
Tax effect of
permanent differences
Additional valuation allowance
for deferred tax assets

(312.292 )
2

Share in net profit of subsidiaries


Translation effect

Manfaat pajak penghasilan


Perusahaan
(Beban) manfaat pajak
entitas anak
Kini
Tangguhan

(8.722.756)
378.855

(41.364.911)
753.523

(20.952.796)
1.337.980

Tax benefit of the Company


Tax (expense) benefit of
the subsidiaries
Current
Deferred

Beban pajak - neto

(8.343.901)

(40.611.388)

(19.614.815)

Tax expense - net

Aset (liabilitas) pajak tangguhan

d. Deferred tax assets (liabilities)

2012
Perusahaan:
Aset pajak tangguhan:
Akumulasi rugi fiskal
Liabilitas imbalan
kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Aset sewa guna usaha
Penyisihan atas aset
pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan Perusahaan - neto

The amounts of the Companys estimated tax


loss as stated in the foregoing, will be reported
by the Company in its 2012 annual income tax
return (SPT) to be submitted to the tax office.

Jumlah taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk


tahun 2012 seperti yang disebutkan di atas
akan dilaporkan oleh Perusahaan dalam Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh badan
tahun 2012 ke Kantor Pelayaran Pajak.
d.

2010

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

2.103.076

707.929

79.873

21

223.959
25.434
3.132

199.591
3.939
-

(2.355.601)

(911.459)

(79.873)

(21)

The Company:
Deferred tax assets:
Fiscal loss carry forward
Short-term employee
benefits liabilities
Long-term employee liabilities
Finance lease assets
Valuation allowance for
deferred tax assets

Deferred tax assets the Company - net

Entitas anak:
Aset pajak tangguhan:
ABN
TMU
TBE

1.593.147
1.619.367
54.508

2.000.633
315.467
54.969

1.236.886
32.037
103.523

102.192

The Subsidiaries:
Deferred tax assets:
ABN
TMU
TBE

Total

3.267.022

2.371.069

1.372.446

102.192

Total

Liabilitas pajak tangguhan:


ABN
IM

(779.149)

(260.992)

(66.053)
-

Deferred tax liabilities:


ABN
IM

Total

(779.149)

(260.992)

(66.053)

Total

2.371.069

1.372.446

Aset pajak tangguhan


- neto
Liabilitas pajak
tangguhan - neto

3.267.022
(779.149)

(260.992)

67

102.192
(66.053)

Deferred
tax assets - net
Deferred
tax liabilities - net

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (lanjutan)


d.

17. TAXATION (continued)

Aset (liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan)

d. Deferred tax assets (liabilities) (continued)


The details of deferred tax benefit (expense)
are as follows:

Rincian manfaat (beban) pajak tangguhan


adalah sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Perusahaan
Beda waktu:
Akumulasi rugi fiskal
Penyisihan untuk tunjangan
hari raya dan bonus
Sewa pembiayaan
Liabilitas imbalan pascakerja
Penambahan penyisihan
atas aset pajak tangguhan
Sub - total

e.

f.

2011

2010

1.178.989

628.734

79.873

24.368
3.132

199.591
-

21.495

3.939

(1.227.984)

(832.264)

(79.873)

The Company
Temporary differences:
Tax loss carryforward
Provision for festive allowance
and bonus
Finance lease
Provision for post- employement
benefits
Additional valuation allowance
for deferred tax assets

Sub - total

Entitas anak

378.855

753.523

1.337.980

The Subsidiaries

(Beban) manfaat pajak


tangguhan

378.855

753.523

1.337.980

Tax (expense) benefit

Administrasi

e. Administration

Perusahaan
dan
entitas
anak
telah
memperoleh persetujuan dari Direktorat
Jenderal Pajak untuk menyelenggarakan
pembukuannya dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat sejak tahun pajak 2012.

The Company and its subsidiaries have


obtained approval from the Directorate General
of Taxes to maintain their bookkeeping in U.S
Dollar currency effective for fiscal year 2012.

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia,


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat
menetapkan dan mengubah kewajiban pajak
yang berasal dari tahun pajak sebelum 2008
dalam batas waktu sepuluh tahun sejak
tanggal terutangnya pajak, atau sampai
dengan akhir tahun 2013, mana lebih dulu.
Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku
mulai tahun 2008, DJP dapat menetapkan dan
mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu
lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.

Under the taxation laws of Indonesia, the


Directorate General of Taxes (DGT) may
assess or amend taxes for years prior to 2008
within ten years from the date the tax became
due, or until the end of year 2013, whichever is
earlier. Based on taxation laws which became
applicable starting in year 2008, the DGT may
assess and amend taxes within five years from
the date the tax becomes due.

Pemeriksaan pajak

f. Tax audit
In 2012, the Directorate General Taxes and the
BPKP has issued the audit result on all of IMs
tax obligation for 2005 to 2008 fiscal years.
Based on the audit, as of December 31, 2012,
IM has paid US$858,939.

Dalam tahun 2012, Direktorat Jendral Pajak


dan Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) telah mengeluarkan
hasil pemeriksaan atas semua kewajiban
perpajakan IM untuk tahun pajak 2005 2008.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, per
tanggal 31 Desember 2012, IM telah
membayar US$858.939.

68

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

18. UANG MUKA PELANGGAN

18. ADVANCES FROM CUSTOMERS


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

Mercuria Energy Group Ltd.


Eagle Power Corporation
Flame S.A.
Glencore International AG
Enercoal Inc.
Total
Dikurangi:
Bagian Jangka Pendek

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

7.000.000
2.185.625
2.000.000
440.000
-

23.052.227
2.275.964
-

13.729.132
4.568.678
-

18.382.189
3.525.070

Mercuria Energy Group Ltd.


Eagle Power Corporation
Flame S.A.
Glencore International AG
Enercoal Inc.

11.625.625

25.328.191

18.297.810

21.907.259

Total

(11.625.625)

(25.328.191)

(8.878.000)

(5.278.000)

9.419.810

16.629.259

Bagian Jangka Panjang

Uang muka pelanggan merupakan saldo uang


muka penjualan steam coal yang diterima oleh
ABN (Catatan 40.b.iii, iv) dan IM (Catatan 40.c.ii).

Less:
Current maturities
Long-term Portion

Advances from customers represent the remaining


balance of advances received by ABN (Notes
40.b.iii, iv) and IM (Note 40.c.ii) for sales of steam
coal.

19. UTANG BANK

19. BANK LOANS


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

Utang Perusahaan
Bank Sindikasi
Utang Entitas Anak
PT Bank BNP Paribas Indonesia
Indonesia Eximbank
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
Dikurangi:
Bagian Jangka Pendek
Bagian Jangka Panjang

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

40.825.365

33.876.152

5.000.000
2.466.319

284.225
-

2.127.660

48.291.684

33.876.152

284.225

2.127.660

(107.906)

(2.127.660)

(48.291.684)
-

33.876.152

176.319

The Companys Borrowing


Syndicated banks
Subsidiaries Borrowing
PT Bank BNP Paribas Indonesia
Indonesia Eximbank
PT Bank Danamon
Indonesia, Tbk
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
Less:
Current maturities
Long-term Portion

Bank Sindikasi

Syndicated banks

Pinjaman sindikasi merupakan utang Perusahaan


yang diperoleh berdasarkan Perjanjian Fasilitas
(Perjanjian) tertanggal 2 Agustus 2011, antara
Perusahaan, ABN dengan beberapa pihak, antara
lain BNP Paribas, Singapore Branch (BNP
Singapore)
yang
bertindak
sebagai
agen
sehubungan dengan pemberian fasilitas pinjaman
revolving
sebesar
US$35.000.000
kepada
Perusahaan. Perjanjian tersebut di atas telah
beberapa kali diubah, perubahan terakhir dituangkan
didalam
Perjanjian
Perubahan
tertanggal
18 November 2011 untuk menaikkan jumlah fasilitas
menjadi US$70.000.000 dan masuknya PT ANZ
Panin Indonesia (ANZ) dan Citibank N.A.
(Citibank), sebagai pemberi pinjaman.

Syndicated banks borrowing represents the


Companys borrowing which was obtained under a
Facility Agreement (the Agreement) dated August
2, 2011, between the Company, ABN and several
parties, among others, BNP Paribas, Singapore
Branch (BNP Singapore) acting as an agent in
relation to a revolving borrowing facility of
US$35,000,000 provided to the Company. This
Agreement has been amended several times, with
the latest amendment dated November 18, 2011
increasing the facility to US$70,000,000 and the
inclusion of PT ANZ Panin Indonesia and Citibank
N.A., as lenders.

Sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian, pinjaman


ini digunakan untuk pendanaan:

As stated in the Agreement, this borrowing will be


used for:
69

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK (lanjutan)

19. BANK LOANS (continued)

Bank Sindikasi (lanjutan)

Syndicated banks (continued)

1. Pinjaman kepada TMU untuk keperluan belanja


modal.

1. On-loaned to TMU for the capital expenditures


requirement.

2. Pinjaman kepada TS.

2. On-loaned to TS.

3. Modal kerja, akuisisi serta proyek lainnya yang


disetujui oleh agen.

3. Working capital, acquisition or other projects


as approved by the agent.

Dengan batasan maksimal pinjaman untuk


penggunaan sebagai pinjaman ke TMU dan TS
masing - masing tidak melebihi US$20.000.000 dan
US$50.000.000.

Provided that the amount for borrowing to TMU and


TS individually shall not exceed US$20,000,000
and US$50,000,000, respectively.

Sejak tanggal 30 Maret 2012, BNP Singapore telah


mengalihkan pinjaman ini kepada PT Bank BNP
Paribas Indonesia (BNP Indonesia).

Effective on March 30, 2012, BNP Singapore has


transferred this loan to PT Bank BNP Paribas
Indonesia (BNP Indonesia).

Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar


3,75% di atas LIBOR untuk 3 bulan untuk pinjaman
dari BNP Indonesia, 3,15% di atas LIBOR untuk 3
bulan untuk pinjaman dari ANZ, dan 3,5% di atas
LIBOR untuk 3 bulan untuk pinjaman dari Citibank
dan terutang setiap tiga bulan (SBE untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebesar 6,7% pertahun dan 6,2%
pertahun).

This borrowing is charged annual interest at 3.75%


above the LIBOR for 3 months for borrowing from
BNP Indonesia, 3.15% above the LIBOR for 3
months for borrowing from ANZ, and 3.5% above
the LIBOR for 3 months for borrowing from Citibank
and is due for payments on a quarterly basis (the
EIR for years ended December 31, 2012 and 2011
are 6.7% per annum and 6.2% per annum).

Berdasarkan ketentuan di dalam Perjanjian tersebut,


Perusahaan dan ABN harus memenuhi beberapa
persyaratan, antara lain (i) menjaminkan saham
Perusahaan di ABN (ii) menjaminkan secara fidusia
semua klaim asuransi ABN (iii) menjaminkan secara
fidusia semua piutang kualifikasian ABN, serta (iv)
menjaminkan aset ABN dengan nilai perolehan
diatas US$1.000.000 yang diperoleh setelah tanggal
perjanjian. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada
tanggal 31 Desember 2014.

Under the provisions of the Agreement, the


Company and ABN are required to fulfill several
requirements, including (i) fiduciary transfer of the
Companys ownership in ABN (ii) fiduciary transfer
of all of ABNs insurance claim (iii) fiduciary transfer
of ABNs qualified receivables and (iv) pledging of
ABNs assets with value of more than
US$1,000,000 which are acquired subsequent to
the date of the agreement. This borrowing will be
due on December 31, 2014.

Beban bunga atas pinjaman sindikasi yang


dibebankan ke dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah
sebesar US$1.456.341 (2011: US$729.098).

Interest expense on borrowing to syndicated banks


which is charged to the consolidated statement of
comprehensive income for the year ended
December 31, 2012 amounted to to US$1.456.341
( 2011: US$729,098).

Sebagai salah satu persyaratan Perjanjian tersebut,


pada tanggal 2 Agustus 2011, Perusahaan dan
ABN mengadakan Perjanjian Pengelolaan Kas dan
Rekening (Perjanjian Pengelolaan) dengan
PT Bank BNP Paribas Indonesia. Berdasarkan
Perjanjian Pengelolaan tersebut Perusahaan dan
ABN membuka beberapa rekening di PT Bank BNP
Paribas Indonesia dan BNP Paribas Cabang
Singapura.
Tidak ada pembatasan dalam
penggunaan dana dari rekening tersebut kecuali
kewajiban untuk menjaga saldo salah satu rekening
minimum sebesar US$5.000.000 jika ABN akan
melakukan
pembayaran
kepada
pemegang
sahamnya. ABN dapat menggunakan saldo
US$5.000.000
tersebut
untuk
keperluan
operasionalnya sepanjang ABN atau Perusahaan
tidak dalam keadaan wanprestasi (default).

As one of the Agreements condition, on August 2,


2011, the Company and ABN entered into a Cash
and Account Management Agreement (the
Management Agreement) with PT Bank BNP
Paribas Indonesia. Under the provisions of this
Management Agreement, the Company and ABN
are required to open several accounts in PT Bank
BNP Paribas Indonesia and BNP Paribas Singapore Branch. There is no restriction in using
the funds in the such accounts except requirement
to maintain a minimum balance of US$5,000,000
in any bank account if ABN wants to make payment
to its shareholders.
ABN can use the
US$5,000,000 for its operational requirements
provided ABN or the Company is not in default
condition.
70

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK (lanjutan)

19. BANK LOANS (continued)

Bank Sindikasi (lanjutan)

Syndicated banks (continued)

Berdasarkan Perjanjian, Perusahaan dan ABN


harus mematuhi batasan-batasan tertentu, untuk
memperoleh persetujuan tertulis dari pemberi
pinjaman sebelum melakukan transaksi-transaksi
tertentu antara lain seperti mengadakan joint
venture,
penggabungan
usaha,
akuisisi,
memberikan atau memperoleh pinjaman kecuali
pinjaman-pinjaman yang telah diperbolehkan di
dalam perjanjian, dan perubahan aktivitas bisnis
utama.

Under the Agreement, the Company and ABN has


to comply with certain limitations, to obtain written
approvals from creditors prior to enter into certain
transactions including joint venture arrangement,
business combination, acquisition, providing or
obtaining new borrowing except borrowings
permitted under the Agreement and changes their
business activities.

Selain pembatasan yang telah disebutkan di atas,


Perusahaan dan ABN diwajibkan untuk memenuhi
rasio-rasio keuangan tertentu, antara lain,
mempertahankan rasio hutang bersih (setelah
dikurangi saldo kas dan setara kas yang ada)
terhadap laba sebelum pajak, bunga, penyusutan,
amortisasi dan pendapatan atau beban lain-lain
(EBITDA) tidak lebih dari 2,5x, mempertahankan
rasio 51% dari kas hasil operasi bersih ABN setelah
dikurangi belanja modal terhadap kewajiban
pembayaran bunga dan pokok pinjaman (debt
service cover ratio) tidak kurang dari 1,75x, dan
mempertahankan rasio dari nilai kini atas proyeksi
51% dari kas neto yang dihasilkan dari operasi ABN
dimasa depan setelah dikurangi belanja modal
ditambah proporsi saldo kas dan setara kas di ABN
yang menjadi hak Perusahaan berdasarkan
persentase kepemilikan di ABN dibagi dengan nilai
kewajiban yang masih terutang yang diatur
berdasarkan perjanjian pinjaman (loan life cover
ratio) tidak kurang dari 2,25x.

In addition to the above limitations, the Company


and ABN are also required to fulfill certain financial
ratios, including maintaining net debt ratio (net of
cash and cash equivalents) toward the profit before
tax, interest, depreciation, amortization and other
income or expense (EBITDA) maximum of 2.5x,
maintaining ratio at 51% on ABNs net operating
cash flows excluding the capital expenditures
against obligation for borrowing and interest
repayments (debt service cover ratio) minimum of
1.75x and to maintain net present value of 51%
ABNs projected net operating cash flows in the
future excluding the capital expenditures plus
proportion of ABNs cash and cash equivalent
balance which belongs to the Company based on
the ownership percentage in ABN divided by the
outstanding liabities as defined in the Agreement
(loan life cover ratio) minimum of 2.25x.

Selain itu, sebelum Perusahaan membagikan


dividen, Perusahaan juga harus memenuhi loan life
cover ratio sebesar 2,5x, tidak terjadi wanprestasi di
Perusahaan atau ABN, dan insolvensi di ABN.

In addition, prior to the dividend distribution, the


Company has to fulfill loan life cover ratio of 2.5x,
the Company or ABN is not in default condition and
ABN is not in insolvency condition.

Pada tanggal 31 Desember 2012, ABN tidak


memenuhi
satu
rasio
keuangan
yang
dipersyaratkan. Untuk tujuan pelaporan berdasarkan
PSAK 1, jumlah-jumlah yang terutang berdasarkan
Perjanjian pinjaman sindikasi, dilaporkan sebagai
liabilitas lancar di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal 31 Desember 2012.

As of December 31, 2012, ABN did not fulfill a


financial ratio requirement. For reporting purposes
according to PSAK 1, the amounts due under the
syndicated loan agreement is reported as current
liabilities in the consolidated statement of financial
position as of December 31, 2012 .

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Pada tanggal 8 Agustus 2012, IM menandatangani


perjanjian dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia (Indonesia Eximbank) sehubungan
dengan
fasilitas
kredit
investasi
sebesar
US$3.000.000 yang berlaku sampai dengan tanggal
8 Agustus 2013, dengan tingkat bunga 5,6% per
tahun.

On August 8, 2012, IM entered into a credit facility


agreement with Lembaga Pembiayan Ekspor
Indonesia
(Indonesia
Eximbank),
for
the
investment
credit
facility
amounting
to
US$3,000,000 which will be due on 8 August 2013,
with an interest of 5.6% per annum.

Kredit ini gunakan untuk pembiayaan belanja modal


untuk Coal Crusher Plant dengan kapasitas 500
ton/jam dan Conveyor Belt sepanjang 4.113 m
beserta sarana pelengkapnya. Terkait pemberian
fasilitas ini IM memberikan jaminan fidusia atas aset
IM.

This credit facility is for the purpose of capital


expenditures on Coal Crusher Plant with 500
tonnes per hour capacity and conveyor belt of
4,113 m including its supporting facilities. The IMs
fixed assets are pledged as collateral.
71

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK (lanjutan)


PT Bank
Paribas")

BNP

Paribas

19. BANK LOANS (continued)


Indonesia

("BNP

PT Bank
Paribas")

BNP

Paribas

Indonesia

("BNP

Pada tanggal 16 Oktober 2012, ABN memperoleh


fasilitas pinjaman berupa kredit modal kerja dengan
jumlah maksimum penarikan US$15.000.000.
Tingkat suku bunga pinjaman per tahun adalah
4,75% diatas LIBOR untuk 3 bulan. Jangka waktu
pinjaman adalah 1 Tahun efektif dari tanggal
perjanjian.

On October 16, 2012, ABN entered into a credit


facility agreement for working capital credit
amounting to USD15,000,000 which will be due in
a year after the effective date, with interest rate per
annum of 4.75% above the LIBOR for 3 months.

Pinjaman kepada BNP Paribas pada tanggal


31 Desember 2012 adalah sebesar US$5.000.000.

Bank loan payable to BNP Paribas as of


December 31, 2013 amounted to US$5,000,000.

ABN telah melunasi pinjaman tersebut pada


tanggal 25 Januari 2013.

ABN has fully repaid


January 25, 2013.

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (Danamon)

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (Danamon)

Pada tanggal 30 Juni 2010, ABN memperoleh


fasilitas pinjaman berupa kredit angsuran
berjangka
dari
Danamon
dengan
jumlah
maksimum penarikan sebesar US$453.200 untuk
pembelian mesin atau alat berat. Tingkat bunga
pinjaman adalah 6,25% per tahun. Jangka waktu
pinjaman adalah 36 bulan efektif sejak tanggal
penandatanganan perjanjian. ABN menjaminkan
aset yang dibeli menggunakan fasilitas kredit yang
diberikan oleh Danamon.

On June 30, 2010, ABN obtained a borrowing


facility in the form of time installment credit from
Danamon, with a maximum facility of US$453,200,
for the purchase of machinery and heavy
equipment. Interest rate is 6.25% per annum. The
credit term is 36 months effective from the signing
of the agreement. The asset purchased using the
facility provided by Danamon was pledged as
collateral by the ABN.

Pinjaman kepada Danamon sampai dengan


tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar
US$284.225.

Bank loan payable to Danamon as


December 31, 2010 amounted to US$284,225.

ABN telah melunasi pinjaman bank tersebut pada


tanggal 18 April 2011.

ABN has fully repaid all its loan on April 18, 2011.

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri)

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri)

i.

i. On September 14, 2009, ABN obtained a


borrowing facility from Mandiri, with a maximum
facility of Rp20,000,000,000 for coal mining
working capital. Interest rate is 12% per
annum. The credit term is 12 months from the
date of the signing of the agreement. The
borrowing was collateralized by ABNs time
deposits amounting to US$3,500,000. The
borrowing has been fully repaid by ABN on
February 2, 2010.

Pada tanggal 14 September 2009, ABN


memperoleh fasilitas pinjaman dari Mandiri
dengan jumlah maksimum penarikan sebesar
Rp20.000.000.000
untuk
modal
kerja
pertambangan batubara. Tingkat bunga
pinjaman adalah 12% per tahun. Jangka
waktu pinjaman adalah 12 bulan sejak tanggal
penandatanganan
perjanjian.
Pinjaman
tersebut diperoleh dengan agunan deposito
berjangka Perusahaan sebesar US$3.500.000.
Pinjaman tersebut dilunasi ABN pada tanggal
2 Februari 2010.

72

all its

borrowing

on

of

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK (lanjutan)

19. BANK LOANS (continued)

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri)

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri)

ii.

ii.

Pada tanggal 25 Agustus 2009, ABN


memperoleh fasilitas bank garansi dari
Mandiri dengan nilai maksimum US$7.750.000
yang digunakan untuk keperluan jaminan
kontrak antara ABN dengan PT Petrosea, Tbk
sehubungan dengan pekerjaan pengupasan
tanah dan pengangkutan batubara. Kontrak ini
berlaku selama lima tahun sejak tanggal
19 Agustus 2009. Fasilitas bank garansi ini
diperoleh dengan agunan deposito berjangka
ABN senilai US$6.500.000 ditambah bagian
dari deposito berjangka US$3.500.000 seperti
disebutkan pada poin i. Bank garansi ini
berakhir pada tanggal 25 Desember 2010.
Perpanjangan bank garansi tersebut dilakukan
setiap tahun berdasarkan permintaan dari ABN
dengan jumlah yang telah ditentukan di kontrak
antara ABN dengan PT Petrosea, Tbk. Pada
tanggal 29 Juli 2010, fasilitas bank garansi ini
diperpanjang sampai 19 Agustus 2011
(Catatan 40 b.i). Fasilitas ini juga diperoleh
dengan agunan bilyet deposito berjangka dan
sebagian saldo rekening ABN masing-masing
sebesar US$10.000.000 dan US$1.700.000.
Nilai pertanggungan maksimum bank garansi
tersebut menjadi US$11.700.000.

20. SEWA PEMBIAYAAN

On August 25, 2009, ABN obtained bank


guarantee facility from Mandiri with maximum
amount of US$7,750,000 to secure the
contract
between
ABN
and
PT Petrosea, Tbk in relation with overburden
removal and coal loading. The contract is valid
for five years since August 19, 2009. The bank
guarantee facility is collateralized with ABNs
time deposits amounting to US$6,500,000 plus
part of US$3,500,000 time deposit as
discussed in point i. The bank guarantee
expired on December 25, 2010. The
amendment of the bank guarantee is done
every year based on ABNs request with the
agreed amount in the contract between ABN
and PT Petrosea, Tbk. On July 29, 2010, this
bank guarantee facility has been extended to
August 19, 2011 (Note 40 b.i). The facility is
also collateralized with ABNs time deposits
and certain balance of ABNs current account
amounting
to
US$10,000,000
and
US$1,700,000, respectively. The maximum
amount of its guarantee increased to
US$11,700,000.

20. FINANCE LEASES


Finance
lease
payables
represent
lease
arrangements between the Company and
subsidiaries with following companies:

Liabilitas sewa pembiayaan merupakan perjanjian


sewa antara Perusahaan dan entitas anak dengan
perusahaan-perusahaan sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
PT BCA Finance
PT Chandra Sakti Utama Leasing
PT Caterpillar Finance Indonesia
PT Toyota Astra Financial Services
PT Surya Artha Nusantara Finance
PT BII Finance Center
Lain-lain
Dikurangi:
Bagian Jangka Pendek
Bagian Jangka Panjang

2011

2010

1 Januari 2010/
January 1, 2010

435.647
212.176
35.787
12.271
47.409

398.321
479.317
178.934
72.761
177.349
-

434.970
957.520
322.080
60.502
338.678
8.840

294.337
515.090
13.859
166.146
44.775
22.933

743.290

1.306.682

2.122.590

1.057.140

(498.388)

(887.391)

(1.043.710)

(522.652)

Less:
Current maturities

419.291

1.078.880

534.488

Long-term Portion

244.902

PT BCA Finance
PT Chandra Sakti Utama Leasing
PT Caterpillar Finance Indonesia
PT Toyota Astra Financial Services
PT Surya Artha Nusantara Finance
PT BII Finance Center
Others

Interest charged on leases ranged from 9.40% per


annum to 14.36% per annum.

Bunga yang dikenakan atas sewa pembiayaan


dalam kisaran 9,40% per tahun sampai dengan
14,36% per tahun.

73

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

20. SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)

20. FINANCE LEASES (continued)


The minimum lease payments based on the lease
arrangements at the end of the reporting periods
are as follows:

Pembayaran sewa pembiayaan minimum masa


datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan
pada setiap akhir periode pelaporan adalah
sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Jatuh tempo dalam satu tahun
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
hingga lima tahun
Jatuh tempo setelah lima tahun

2011

2010

1 Januari 2010/
January 1, 2010

528.913

966.031

1.186.230

620.394

252.420
-

387.858
51.530

840.664
306.223

429.123
150.472

Due in one year


Due in two years until
five years
Due after five years

Pembayaran sewa pembiayaan


minimum masa datang

781.333

1.405.419

2.333.117

1.199.989

Future minimum leases payments

Dikurangi:
Jumlah yang merupakan bunga

(38.043)

Nilai kini pembayaran sewa


pembiayaan minimum

743.290

Dikurangi:
Bagian jangka pendek
kewajiban sewa pembiayaan
Bagian jangka panjang
kewajiban sewa pembiayaan

(98.737)
1.306.682

(210.527)
2.122.590

(142.849)
1.057.140

(498.388)

(887.391)

(1.043.710)

(522.652)

244.902

419.291

1.078.880

534.488

Less:
Amount representing interest
Present value of net minimum
leases payment
Less:
Current maturities of obligation
under finance leases
Long-term portion of obligation
under finance leases

Sehubungan dengan perjanjian sewa, ABN harus


mematuhi pembatasan-pembatasan antara lain:

In relation to the above lease agreements, ABN


has to comply with certain restrictions which
include as follows:

1. ABN dilarang untuk mengalihkan/menjual barang


yang menjadi objek sewa guna usaha serta hak
dan kewajiban guna usaha yang ada di dalam
perjanjian sewa guna usaha tanpa persetujuan
dari pihak Lessor;

1. ABN may not transfer/sell the leased objects and


the related rights and obligation under the lease
agreement without approval from the Lessors;

2. ABN wajib untuk memberitahukan adanya


perubahan anggaran dasar atau susunan
direksinya kepada pihak Lessor;

2. ABN has to declare to the Lessors if there are


changes in the articles of association or the
members of board of directors;

3. Dalam hal terjadi wanprestasi (default) di ABN,


maka Lessor berhak untuk menyita objek sewa
guna usaha dan memutuskan perjanjian secara
sepihak;

3. In the event of default, the Lessors retain the


right to foreclose the leased objects and
terminate the agreements without approval from
ABN;

4. Dalam hal terjadi perubahan kondisi ekonomi,


pihak
Lessor
berhak
untuk
melakukan
penyesuaian atas tingkat suku bunga; dan

4. In the event of changes in the economics


condition, the Lessors retain the right to adjust
the interest rates; and

5. Selama periode sewa guna usaha, hak milik


dari objek sewa guna usaha masih ada di tangan
Lessor.

5.During the lease terms, the Lessors have the


ownership of the leased objects.

21. LIABILITAS UNTUK PENGELOLAAN


REKLAMASI
LINGKUNGAN
HIDUP
PENUTUPAN TAMBANG

DAN
DAN

21. ENVIRONMENTAL AND RECLAMATION COSTS


AND MINE CLOSURE LIABILITIES

Liabilitas untuk biaya pengelolaan dan reklamasi


lingkungan hidup dan penutupan tambang
merupakan jumlah yang masih harus dibayar atas
estimasi biaya pengelolaan lingkungan selama
masa tambang dan penutupan tambang yang akan
terjadi pada akhir umur tambang.

The environmental and reclamation costs and mine


closure liabilities relates to the accrued portion of
the environmental during the mines life and
estimated closure costs to be incurred at the end of
a mines life.

74

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

21. LIABILITAS UNTUK PENGELOLAAN


REKLAMASI
LINGKUNGAN
HIDUP
PENUTUPAN TAMBANG (lanjutan)

DAN
DAN

21. ENVIRONMENTAL AND RECLAMATION COSTS


AND MINE CLOSURE LIABILITIES (continued)

Estimasi untuk biaya ini dihitung secara internal


oleh manajemen dengan mempertimbangkan
ketentuan perundangan yaitu Undang-Undang
Republik Indonesia No. 4 Tahun 2009 tanggal
12 Januari 2009 Tentang Pertambangan Mineral
dan Batubara dan peraturan relevan lainnya.
Manajemen yakin bahwa akumulasi provisi telah
cukup untuk menyelesaikan semua liabilitas yang
berhubungan dengan kewajiban pengelolaan dan
reklamasi lingkungan hidup dan penutupan
tambang yang timbul dari kegiatan tambang
sampai dengan setiap akhir periode pelaporan.

The current estimated costs were internally


calculated by management which consider the
provisions of regulations i.e. the Republic of
Indonesias Law No. 4 Year 2009 dated
January 12, 2009 on Mining Ore and Coal and
other relevant regulations. Management believes
that the current accumulated provision is sufficient
to cover all liabilities relating to the environmental
and reclamation costs and mine closure arising
from mining activities up to the end of the reporting
periods.

Mutasi penyisihan untuk biaya pengelolaan dan


reklamasi lingkungan hidup dan penutupan
tambang adalah sebagai berikut:

The movements in the provision for environmental


and reclamation costs and mine closure were as
follows:
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Saldo awal
Penambahan selama periode berjalan *
Realisasi selama periode berjalan

3.539.563
871.064
-

1.760.161
1.791.282
(11.880)

520.135
1.240.026
-

332.050
188.085
-

Beginning balance
Provision made during the period *
Realization during the period

Saldo akhir

4.410.627

3.539.563

1.760.161

520.135

Ending balance

Termasuk penambahan provisi pembongkaran aset pada saat penutupan


tambang sebesar US$258.080 di tahun 2011 yang dikapitalisasi sebagai
bagian dari aset tetap.

*)

Including the addition of provision for assets retirement obligation upon the
mineclosure amounted to US$258,080 which is capitalized as a part of
fixed asset in 2011.

Sehubungan dengan provisi di atas, per tanggal


31 Desember 2009, ABN telah melakukan
penyetoran uang jaminan reklamasi sebesar
Rp2.135.946.000 ke kas negara. Jumlah ini
dilaporkan sebagai bagian dari aset tidak lancar
lainnya di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011, 2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember
2009.

In relation to the above provision, as of


December 31, 2009, ABN has made payments for
reclamation
guarantee
amounting
to
Rp2,135,946,000 to the state treasury. This
amount is reported as part of other non-current
assets in the consolidated statements of financial
position as of December 31, 2012, 2011, 2010 and
January 1, 2010/December 31, 2009.

Sehubungan dengan provisi di atas, per tanggal


31 Desember 2011 dan 2007, IM telah melakukan
penyetoran uang jaminan reklamasi masingmasing
sebesar
Rp3.329.272.000
dan
Rp732.904.000 ke kas negara. Jumlah ini
dilaporkan sebagai bagian dari aset tidak lancar
lainnya di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011, 2010 dan 1 Januari 2010/31 Desember
2009.

In relation to the above provision, as of


December 31, 2011 and 2007, IM has made
payments for reclamation guarantee amounting to
Rp3,329,272,000 and Rp732,904,000 to the state
treasury. This amount is reported as part of other
non-current assets in the consolidated statements
of financial position as of December 31, 2012,
2011, 2010 and January 1, 2010/December 31,
2009.

Sehubungan dengan provisi di atas, per tanggal


31 Desember 2011, TMU telah menempatkan
deposito berjangka senilai Rp1.480.691.000 sebagai
jaminan reklamasi. Deposito tersebut dilaporkan
sebagai bagian dari aset tidak lancar lainnya di
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.

In relation to the above provision, as of


December 31, 2011, TMU has placed time deposit
in the amount of Rp1,480,691,000 as collateral for
reclamation. This time deposit is reported as part of
other non-current assets in the consolidated
statements of financial position as of December 31,
2012 and 2011.
75

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

22. LIABILITAS IMBALAN KERJA

22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES

Liabilitas imbalan kerja tanggal 31 Desember 2012,


2011, 2010 dan 1 Januari 2010 terdiri dari:

The
employee
benefits
liabilities
as
of
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1,
2010 consist of:

a. Liabilitas imbalan kerja jangka pendek

a.

Short-term employee benefits liabilities

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Bonus
Tunjangan pegawai lainnya

2011

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

2010

6.184.422
139.180

9.122.446
128.667

4.704.812
-

6.323.602

9.251.113

4.704.812

b.

b. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang

Bonuses
Other employee allowances
-

Long-term employee benefits liabilities

Saldo ini merupakan liabilitas imbalan


pascakerja
berdasarkan
Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.

The balance represents post-employement


benefits liabilities in accordance with the
provisions of Labor Law No. 13 year 2003.

Rincian saldo liabilitas imbalan pascakerja yang


diakui pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012,
2011, 2010 and 1 Januari 2010 adalah sebagai
berikut:

The analysis of post-employement benefits


liabilities recognized as of December 31, 2012,
2011, 2010 and January 1, 2010 are as follows:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

2010

Perusahaan

101.738

15.756

The Company

Entitas anak:
ABN
TMU
TBE/IM

759.386
197.550
670.986

670.693
98.928
406.630

385.083
23.835
234.649

173.136
368.665

Subsidiaries
ABN
TMU
TBE/IM

1.729.660

1.192.007

643.567

541.801

Saldo liabilitas imbalan pasca kerja Perusahaan


per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh
PT Sentra Jasa Aktuaria, aktuaria independen.
Perusahaan tidak mengakui liabilitas imbalan
pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2010
dan 2009 karena Perusahaan belum memiliki
karyawan tetap.

The balance of the Companys postemployment


benefits
liabilities
as
of
December 31, 2012 and 2011 is based on a
calculation performed by PT Sentra Jasa
Aktuaria, an independent actuary. The
Company does not recognize employee
benefits liability as of December 31, 2010 and
2009 as the Company has no permanent
employees yet.

Saldo liabilitas imbalan pasca kerja ABN per


tanggal 31 Desember 2012 berdasarkan
perhitungan yang dilakukan oleh KAIA Magna
Consulting, aktuaria independen (31 Desember
2011, 2010 dan 2009: PT Sentra Jasa Aktuaria,
aktuaria independen).

The balance of ABNs post-employment


benefits liabilities as of December 31, 2012 is
based on a calculation performed by KAIA
Magna Consulting, an independent actuary
(December 31, 2011, 2010 and 2009:
PT Sentra Jasa Aktuaria, an independent
actuary)

76

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

22. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)

22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)


b.

b. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang (lanjutan)

Long-term
(continued)

employee

benefits

liabilities

Saldo liabilitas imbalan pasca kerja TMU per


tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh
PT Sentra Jasa Aktuaria, aktuaria independen.
TMU tidak mengakui liabilitas imbalan pasca
kerja pada tanggal 31 Desember 2009 karena
manajemen TMU yakin jumlahnya tidak
material.

The balance of TMUs post employment


benefits liabilities as of December 31, 2012,
2011 and 2010 are based on a calculation
performed by PT Sentra Jasa Aktuaria, an
independent actuary. TMU did not recognize
employee benefits liability as of December 31,
2009 as TMUs management believes that the
liability balances were not material.

Saldo liabilitas imbalan pasca kerja TBE/IM per


tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010 dan
2009 berdasarkan perhitungan yang dilakukan
oleh PT Sentra Jasa Aktuaria, aktuaria
independen.

The balance of TBE/IMs post employment


benefits liabilities as of December 31, 2012,
2011, 2010 and 2009 are based on a
calculation performed by PT Sentra Jasa
Aktuaria, an independent actuary.

Perhitungan aktuaria tersebut menggunakan


metode Projected Unit Credit dengan asumsiasumsi sebagai berikut:

The actuarial valuations were carried out using


the Projected Unit Credit method with the
following assumptions:

2011

2010

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

5,5%-6,2%

6,5%-7%

9%-11%

11%

6-10%
55-56
TMI'99 & TMI11

6%-10%
55
TMI'99

9%-10%
55
TMI'99

9%
55
TMI'99

2012
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan
gaji per tahun
Usia pensiun normal
Tingkat kematian

The reconciliation between the present value of


employee benefits liability and liability reported
in the the statements of consolidated financial
position as of December 31, 2012, 2011, 2010
and January 1, 2010 are as follows:

Rekonsiliasi nilai kini liabilitas imbalan


pascakerja dengan jumlah liabilitas yang
dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010 adalah
sebagai berikut:
2012
Nilai kini liabilitas
imbalan pascakerja
Rugi aktuarial yang belum diakui
Beban jasa lalu yang belum
diakui - non vested
Liabilitas

2011

2010

1.971.814
(237.919)

1.277.950
(81.106)

711.831
(63.061)

(4.235)

(4.837)

(5.203)

1.729.660

1.192.007

Saldo awal
Beban
Pembayaran biaya jasa lalu
Pembayaran manfaat
Pengaruh translasi
Liabilitas yang diakui di
laporan posisi keuangan
konsolidasian

1.192.007
845.757
(233.897)
(74.207)

1.729.660

643.567

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010
448.556
97.077
(3.832)
541.801

Present value of postemployment benefits


Unrecognized actuarial losses
Unrecognized past service cost
- non vested
Liability

Movement in the employee benefits liability are


as follows:

Mutasi liabilitas imbalan pascakerja adalah


sebagai berikut:
2012

Annual discount rates


Salary increment
rates per annum
Normal pension age
Mortality rates

2011

2010

643.567
558.484
(4.579)
(5.465)

1.192.007

77

541.801
277.072
(195.623)
(4.329)
24.646

643.567

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010
389.741
161.243
(9.183)
-

Beginning balance
Expense
Payment of past service benefit
Benefit payment
Exchange difference effect

541.801

Liability recognized in the


consolidated statements of
financial position

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

22. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)

22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)


b.

b. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang (lanjutan)

Beban jasa kini


Beban bunga
Kerugian (keuntungan) aktuarial
neto yang diakui
Beban jasa lalu - non vested
Penyesuaian
saldo awal
Amortisasi
beban jasa lalu
Laba atas kurtailmen
dan penyelesaian
Lain-lain

2011

767.354
76.320
1.781
302

employee

benefits

liabilities

The post-employment benefits expenses


recognized in the statements of comprehensive
income consist of the following:

Beban imbalan pascakerja karyawan yang


diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
adalah sebagai berikut:
2012

Long-term
(continued)

1 Jan. 2010/
Jan. 1, 2010

2010

557.371
63.521
(62.729)
-

371.940
43.503

221.746
30.395

1.237
-

(4.006)
-

8.145

(87.126)

321

323

192

845.757

558.484

23. MODAL SAHAM

(148.076)
-

42

277.072

Current services cost


Interest cost
Net actuarial losses
(gains) recognized
Past service cost - non vested
Adjustment of
beginning balances
Amortization of
past service cost
Gain on curtailment
and settlement
Others

161.243

23. SHARE CAPITAL


The Companys shareholders and the ownership at
the end of reporting periods were as follows:

Pemegang saham Perusahaan dan persentase


kepemilikan pada setiap akhir periode pelaporan
adalah sebagai berikut:

2012
Pemegang Saham/
Shareholders

Total saham/
Number of
shares

% kepemilikan/
% of
ownership

Nilai/
Amount
(Rp000)

Nilai/
Amount
(US$)

PT Toba Sejahtra
PT Bara Makmur Abadi
PT Sinergi Sukses Utama
Roby Budi Prakoso
Davit Togar Pandjaitan
Masyarakat/Public

1.485.000.000
125.755.000
102.700.000
73.355.000
15.000.000
210.681.000

73,79%
6,25%
5,10%
3,64%
0,75%
10,47%

297.000.000
25.151.000
20.540.000
14.671.000
3.000.000
42.136.200

32.681.690
2.739.760
2.237.473
1.598.148
330.118
4.490.696

Total

2.012.491.000

100,00%

402.498.200

44.077.885

2011
Pemegang Saham/
Shareholders

Total saham/
Number of
shares

% kepemilikan/
% of
ownership

Nilai/
Amount
(Rp000)

Nilai/
Amount
(US$)

PT Toba Sejahtra
Davit Togar Pandjaitan

297.000
3.000

99,00%
1,00%

297.000.000
3.000.000

32.681.690
330.118

Total

300.000

100,00%

300.000.000

33.011.808

2010
Pemegang Saham/
Shareholders

Total saham/
Number of
shares

% kepemilikan/
% of
ownership

Nilai/
Amount
(Rp000)

Nilai/
Amount
(US$)

PT Toba Sejahtra
Davit Togar Pandjaitan

133.650
1.350

99,00%
1,00%

133.650.000
1.350.000

14.677.722
148.260

Total

135.000

100,00%

135.000.000

14.825.982

78

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

23. MODAL SAHAM (lanjutan)

23. SHARE CAPITAL (continued)


1 Januari 2010/January 1, 2010

Pemegang Saham/
Shareholders

Total saham/
Number of
shares

% kepemilikan/
% of
ownership

Nilai/
Amount
(Rp000)

Nilai/
Amount
(US$)

PT Toba Sejahtra
PT Pusaka Jaya Baru

2.550
2.450

51,00%
49,00%

2.550.000
2.450.000

270.729
260.113

Total

5.000

100,00%

5.000.000

530.842

The reconciliation on the outstanding shares during


the reporting periods were as follows:

Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan


akhir periode pelaporan adalah sebagai berikut:
Total saham/
Total shares
Total saham tanggal 31 Desember 2009
Penerbitan saham sesuai Akta No. 173

5.000
130.000

Total shares as of December 31, 2009


Issuance of shares based on Deed No. 173

Total saham tanggal 31 Desember 2010


Penerbitan saham sesuai Akta No. 154

135.000
165.000

Total shares as of December 31, 2010


Issuance of shares based on Deed No. 154

Total saham tanggal 31 Desember 2011


Penerbitan saham sesuai Akta No. 88

300.000
60.362

Total shares as of December 31, 2011


Issuance of shares based on Deed No. 88

360.362
1.801.449.638

Total shares as of March 30, 2012


before stock split
Stock split effect

1.801.810.000

Total shares as of March 30, 2012


after stock split

210.681.000

Issuance of shares during public offering

2.012.491.000

Total shares as of December 31, 2012

Total saham tanggal 30 Maret 2012


sebelum pemecahan saham
Dampak pemecahan saham
Total saham tanggal 30 Maret 2012
setelah pemecahan saham
Penerbitan saham dalam rangka
penawaran saham
Total saham tanggal 31 Desember 2012

Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Agustus 2007


dari Notaris Tintin Surtini, S.H., sebagai pengganti
dari Surjadi, S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar
Perusahaan adalah sebesar Rp20.000.000.000
yang terbagi atas 20.000 saham dengan nilai
nominal Rp1.000.000 dan modal yang ditempatkan
adalah sebesar Rp5.000.000.000.

Based on the Deed No. 1 dated August 3, 2007 of


Tintin Surtini, S.H., a notary, as a substitute notary
of Surjadi, S.H., Jakarta, the Companys authorized
capital amounted to Rp20,000,000,000, which is
divided into 20,000 shares with a nominal value of
Rp1,000,000 and the Companys issued capital
amounted to Rp5,000,000,000.

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 06 tanggal


27 Mei 2010 dari Notaris Hasnah, S.H., PT Pusaka
Jaya Baru menjual 2.450 saham miliknya di
Perusahaan kepada PT Toba Sejahtra.

Based on Shares Sale and Purchase Deed No. 06


dated May 27, 2010 of Hasnah, S.H., a notary,
PT Pusaka Jaya Baru sold its 2,450 shares in the
Company to PT Toba Sejahtra.

Berdasarkan Akta No. 173 tanggal 22 Juli 2010


dari Notaris Jimmy Tanal, S.H., sebagai pengganti
dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris
di Jakarta, para pemegang saham menyetujui
peningkatan modal dasar Perusahaan dari
sebelumnya
Rp20.000.000.000
menjadi
Rp135.000.000.000
yang
seluruhnya
telah
ditempatkan dan disetorkan.

Based on the Deed No. 173 dated July 22, 2010 of


Jimmy Tanal, S.H., a notary, as a substitute notary
of Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Jakarta,
the Companys shareholders agreed to increase
the
Companys
authorized
capital
from
Rp20,000,000,000 to Rp135,000,000,000, which
has been fully subscribed and paid.

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 71 tanggal


18 Oktober 2010 dari Notaris Jimmy Tanal, S.H.,
sebagai pengganti dari Hasbullah Abdul Rasyid,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, PT Toba Sejahtra
menjual 1.350 saham miliknya di Perusahaan
kepada Davit Togar Pandjaitan.

Based on the Shares Sale and Purchase Deed No.


71 dated October 18, 2010 of Jimmy Tanal, S.H.,
as a substitute notary of Hasbullah Abdul Rasyid,
S.H., M.Kn., Jakarta, a notary, PT Toba Sejahtra
sold its 1,350 shares in the Company to Davit
Togar Pandjaitan.
79

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

23. MODAL SAHAM (lanjutan)

23. SHARE CAPITAL (continued)

Berdasarkan Surat Edaran Keputusan Pemegang


Saham Perusahaan sebagai pengganti Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal
22 Desember 2011, Pemegang Saham antara lain
menyetujui untuk meningkatkan modal ditempatkan
dan
disetor
sebesar
Rp165.000.000.000.
Keputusan ini disahkan oleh Akta No. 154 tanggal
23 Desember 2011 yang dibuat dihadapan Jimmy
Tanal, S.H., sebagai pengganti dari Hasbullah
Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta,
dimana para pemegang saham menyetujui
peningkatan modal dasar Perusahaan dari
sebelumnya
Rp135.000.000.000
menjadi
Rp1.200.000.000.000 serta peningkatan modal
disetor dari sebelumnya Rp135.000.000.000
menjadi
Rp300.000.000.000,
dengan
cara
mengkonversikan
dividen
yang
dibagikan
Perusahaan (Catatan 25a). Peningkatan tersebut
telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dalam
surat
keputusannya
No.
AHU64523.AH.01.02.Tahun
2011
tertanggal
29 Desember 2011.

Based on the Circular Decision of the Companys


shareholders in lieu of the Extraordinary
Shareholders Meeting dated December 22, 2011,
the Shareholders agreed, among others to increase
the
issued
and
paid
up
amounting
Rp165,000,000,000. This decision was legitimated
by the Deed No. 154 dated December 23, 2011
made before Jimmy Tanal, S.H., as a substitute
notary of Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn.,
public notary at Jakarta, the Companys
shareholders agreed to increase the Companys
authorized capital from Rp135,000,000,000 to
Rp1,200,000,000,000 and the increase of paid in
capital
from
Rp135,000,000,000
to
Rp300,000,000,000 by converting the dividend
distributed (Note 25a). The increase has been
approved by the Ministry of Laws and Human
Rights of the Republic of Indonesia through letter
No. AHU-64523.AH.01.02.Tahun 2011 dated
December 29, 2011.

Berdasarkan akta No. 88 tanggal 21 Maret 2012


yang dibuat dihadapan Notaris Jimmy Tanal, S.H.,
sebagai pengganti dari Hasbullah Abdul Rasyid,
S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, pemegang saham
Perusahaan
menyetujui
peningkatan
modal
ditempatkan
dan
disetor
Perseroan
dari
Rp300.000.000.000 menjadi Rp360.362.000.000.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui dan
mengesahkan pengeluaran saham sebanyak 25.151
lembar saham kepada PT Bara Makmur Abadi,
14.671 lembar saham kepada Bpk. Roby Budi
Prakoso dan 20.540 lembar saham kepada
PT Sinergi Sukses Utama sehubungan dengan
setoran modal yang diterima Perusahaan sebesar
US$104,69 juta.

Based on the deed No.88 dated March 21, 2012


made before Jimmy Tanal, S.H., as a substitute
notary of Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn.,
public notary at Jakarta, the Companys
shareholders agreed to increase the issued and
fully paid capital from Rp300,000,000,000 to
Rp360,362,000,000. In addition, the Company
also agreed and authorized the issuance of 25,151
new shares to PT Bara Makmur Abadi, 14,671 of
new shares to Mr. Roby Budi Prakoso and 20,540
new shares to PT Sinergi Sukses Utama in relation
to the capital contribution received by the Company
amounting to US$104.69 million.

Berdasarkan Akta Notaris No. 65 tanggal 30 Maret


2012 yang dibuat dihadapan Dina Chozie, S.H.,
Candidat Notaris, pengganti dari Fathiah Helmi,
S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham
menyetujui perubahan nilai nominal saham dari
Rp1.000.000 menjadi Rp200.

Based on the Notarial Deed No. 65 dated March 30,


2012 made before Dina Chozie, S.H., Notary
Candidate, as a substitute of Fathiah Helmi, S.H.,
public notary at Jakarta, the Companys
shareholders agreed to change the nominal value of
share from Rp1,000,000 to Rp200.

Pengelolaan Modal

Capital Management

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan


adalah untuk memastikan terpeliharanya rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan
memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

The primary objective of the Companys capital


management is to ensure that healthy capital ratios
are maintained in order to support its business and
maximize shareholders value.

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan


melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi
ekonomi.
Untuk
memelihara
atau
menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan
dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak
ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses selama periode penyajian.

The Company manages its capital structure and


makes adjustments to it, in light of changes in
economic conditions. To maintain or adjust the
capital structure, the Company may adjust the
dividend payment to shareholders, issue new
shares or raise debt financing. No changes were
made in the objectives, policies or processes
during the periods presented.

80

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

23. MODAL SAHAM (lanjutan)

23. SHARE CAPITAL (continued)

Pengelolaan Modal (lanjutan)

Capital Management (continued)

Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan


struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.

The Companys policy is to maintain a healthy


capital structure in order to secure access to
financing at a reasonable cost.

24. AGIO SAHAM

24. PAID-IN CAPITAL IN EXCESS OF PAR VALUE

Akun ini merupakan selisih lebih nilai setoran modal


yang dilakukan oleh PT Bara Makmur Abadi, Bpk.
Roby Budi Prakoso, PT Sinergi Sukses Utama dan
Penawaran Umum Saham Perdana Perusahaan,
terhadap nilai nominal saham.

This account represents the excess of capital


contributions made by PT Bara Makmur Abadi, Mr.
Roby Budi Prakoso, PT Sinergi Sukses Utama and
the Intial Public Offering of the Company,
compared to the nominal value of the shares.

Biaya emisi saham merupakan biaya-biaya yang


berkaitan langsung dengan penerbitan saham baru
Perusahaan yang dilakukan melalui Penawaran
Umum Saham Perdana.

Share issuance costs represent costs directly


attributable to the issuance of new shares of the
Company in respect of the Initial Public Offering.

Lembar Saham/
Number of
Shares

PT Bara Makmur Abadi


PT Sinergi Sukses Utama
Bpk. Roby Budi Prakoso
Masyarakat
Dikurangi: Biaya emisi saham

Total Agio Saham/


Total Paid-in capital in
Excess of par Value

25.151
20.540
14.671
210.681.000

40.870.736
33.374.767
23.846.307
38.170.916
(4.085.936)

Neto

132.176.790

25. DIVIDEN

25. DIVIDENDS

PT Bara Makmur Abadi


PT Sinergi Sukses Utama
Mr. Roby Budi Prakoso
Public
Less: Share issuance costs
Net

a.

Berdasarkan
Surat
Edaran
Keputusan
Pemegang Saham Perusahaan sebagai
pengganti Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa tanggal 22 Desember 2011,
Pemegang Saham antara lain menyetujui
pembagian dividen sementara untuk tahun
buku 2011 sebesar Rp165.000.000.000 dan
menyetujui dividen tersebut dikonversikan
menjadi setoran modal Pemegang saham.

a.

Based on the Circular Decision of the


Companys shareholders in lieu of the
Extraordinary Shareholders Meeting dated
December 22, 2011, the Shareholders agreed,
among others, to distribute dividends
amounting to Rp165,000,000,000 and agreed
the conversion of such dividends as the
Shareholders paid in capital.

b.

Berdasarkan Surat Edaran Keputusan Dewan


Komisaris Perusahaan sebagai pengganti
Rapat Dewan Komisaris tanggal 5 Desember
2011,
Dewan Komisaris, antara lain,
menyetujui pembagian dividen sementara
untuk
tahun
buku
2011
sebesar
Rp82.572.727.000
(setara
dengan
US$9.090.909). Sebesar Rp81.747.000.000
(setara dengan US$9.000.000) telah dibayar
oleh Perusahaan dan sisanya sebesar
Rp743.155.000 (setelah dikurangi pajak
penghasilan sebesar Rp82.572.000) dicatat
sebagai
utang
dividen
pada
tanggal
31 Desember 2011.

b.

Based on the Circular Decision of the


Companys Board of Commissioners in lieu of
the Board of Commissioners Meeting dated
December
5,
2011,
the
Board
of
Commissioners agreed, among others, to
distribute interim dividends for 2011 period
amounting to Rp82,572,727,000 (equivalent to
US$9,090,909).
The
amount
of
Rp81,747,000,000
(equivalent
to
US$9,000,000) has been paid by the Company
and the remaining of Rp743,155,000 (net of
income tax amounting to Rp82,572,000) is
recorded as dividend payable as of
December 31, 2011.

81

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

25. DIVIDEN (lanjutan)

25. DIVIDENDS (continue)

c.

Berdasarkan Surat Edaran Keputusan Dewan


Komisaris Perusahaan sebagai pengganti
Rapat Dewan Komisaris tanggal 31 Desember
2011,
Dewan Komisaris, antara lain,
menyetujui pembagian dividen untuk tahun
buku 2011 sebesar Rp260.921.561.000.
Sebesar
Rp141.790.553.000
dan
Rp39.443.792.000
(setara
dengan
US$4.301.395) dari jumlah dividen yang
diumumkan tersebut dibayar dengan cara
perjumpaan utang TS kepada Perusahaan
sebagaimana yang disebutkan dalam Surat
Pengakuan Hutang masing-masing tertanggal
25 Juli 2011 dan 15 Desember 2011 dan
sisanya sebesar Rp79.426.293.000 (setelah
dikurangi
pajak
penghasilan
sebesar
Rp260.923.000) akan dibayar secara tunai.
Pada bulan Januari 2012, Perusahaan
membayar sebesar Rp59.650.500.000 (setara
dengan US$6.500.000) kepada TS.

c.

Based on the Circular Decision of the


Companys Board of Commissioners in lieu of
the Board of Commissioners Meeting dated
December 31, 2011, the Board of
Commissioners agreed, among others, to
distribute
dividends for 2011 period
amounting to Rp260,921,561,000. The
amounts
of
Rp141,790,553,000
and
Rp39,443,792,000
(equivalent
to
US$4,301,395) out of the total dividends
declared are settled by offsetting TSs payable
to the Company in the amounts as stated in
the Promissory Notes dated July 25, 2011 and
December 15, 2011, and the remaining
balance of Rp79,426,293,000 (net of income
tax amounting to Rp260,923,000) will be
settled in cash. In January 2012, the Company
paid
Rp59,650,500,000
(equivalent
to
US$6,500,000) to TS.

d.

Berdasarkan Surat Edaran Keputusan Dewan


Komisaris Perusahaan sebagai pengganti
Rapat Dewan Komisaris Perusahaan, tanggal
16 Maret 2012, Dewan Komisaris menyetujui
pembagian
dividen
sebesar
Rp41.500.000.000. Hingga 31 Desember
2012,
Perusahaan
telah
membayar
Rp9.165.000.000

d.

Based on the Circular Decision of the


Companys Board of Commissioners in lieu of
the Board Commissioners Meeting dated
March 16, 2012, Board of Commissioners
agreed to distribute dividends amounting to
Rp41,500,000,000. Until December 31, 2012
the
Company
has
already
paid
Rp9,165,000,000.

26. SELISIH
NILAI
PEMBELIAN
SAHAM
TAMBAHAN
DI
ENTITAS
ANAK
DARI
PEMEGANG SAHAM NON PENGENDALI

26. DIFFERENCE FROM THE ACQUISITION OF


ADDITIONAL SHARES IN SUBSIDIARIES FROM
NON-CONTROLLING SHAREHOLDERS

Akun ini merupakan selisih antara jumlah


kepentingan non-pengendali disesuaikan dengan
nilai wajar imbalan yang diberikan Perusahaan
sehubungan dengan transaksi pembelian saham
entitas anak dari pemegang saham non-pengendali
entitas anak sebagaimana yang diungkapkan
dalam Catatan 1.c.2 dan 1.c.3.

This account represents the difference between the


amount by which the non-controlling interests are
adjusted and the fair value of the consideration
paid by the Company in relation to the acquisition
of subsidiaries shares from the non-controling
shareholders of the subsidiaries as disclosed in
Notes 1.c.2 and 1.c.3.

Jumlah kepentingan non-pengendali yang dibeli:


TMU
TBE

(1.796.854)
8.624.689

Value of the acquired non-controlling interests:


TMU
TBE

Nilai wajar imbalan yang diberikan

6.827.835
(96.453.565)

Fair value of consideration given

Selisih

(89.625.730)

Excess

82

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI

27. NON-CONTROLING INTEREST


Movement of non-controlling interest during the
respective reporting periods are as follows:

Mutasi kepentingan non-pengendali untuk masingmasing periode pelaporan adalah sebagai berikut:
2012

Saldo
1 Jan. 2012/
Balance
Jan. 1, 2012

Penambahan
kepentingan
pengendalian
Pendapatan
di entitas anak/ komprehensif
Additional
lain/
Bagian atas
controlling
Other
laba (rugi) neto/
interests in
comprehensive
Share in net
subsidiaries
income
profit (loss)

Bagian atas
dividen/
Share in
dividend

Saldo/
31 Des. 2012/
Balance
Dec. 31, 2012

ABN
TBE
TMU

17.401.763
9.762.899
(1.340.827)

(8.624.689)
1.796.854

7.920.400
1.241.412
(427.962)

(2.378.913)
-

25.322.163
709
28.065

ABN
TBE
TMU

Total

25.823.835

(6.827.835)

8.733.850

(2.378.913)

25.350.937

Total

2011

Saldo
1 Jan. 2011/
Balance
Jan. 1, 2011

Penambahan
kepentingan
pengendalian
Pendapatan
di entitas anak/ komprehensif
Additional
lain/
Bagian atas
controlling
Other
laba (rugi) neto/
interests in
comprehensive
Share in net
subsidiaries
income
profit (loss)

ABN
TBE
TMU

22.754.011
8.735.071
-

67.631

37.509.402
21.471.608
(1.408.458)

Total

31.489.082

67.631

57.572.552

Bagian atas
dividen/
Share in
dividend

Saldo/
31 Des. 2011/
Balance
Dec. 31, 2011

(42.861.650)
(20.443.780)
(63.305.430)

17.401.763
9.762.899
(1.340.827)

ABN
TBE
TMU

25.823.835

Total

2010

Saldo
1 Jan. 2010/
Balance
Jan. 1, 2010

Pembalikan
penyesuaian
proforma/
Reversal of
proforma
adjustment

Pendapatan
komprehensif
lain/
Bagian atas
Other
laba (rugi) neto/
comprehensive
Share in net
income
profit (loss)

Bagian atas
dividen/
Share in
dividend

Saldo/
31 Des. 2010/
Balance
Dec. 31, 2010

ABN
TBE
TMU

3.774.301
3.789.143
36.584

(23.784.150)
(9.717.774)
101.033

42.763.860
14.663.702
(137.617)

22.754.011
8.735.071
-

ABN
TBE
TMU

Total

7.600.028

(33.400.891)

57.289.945

31.489.082

Total

83

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

28. PENJUALAN

28. SALES
Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4
2012

2011

2010

Pihak ketiga
Luar negeri
Lokal

359.136.378
33.806.144

495.436.277
312.086

259.617.162
14.412.134

Third parties
Export
Local

Sub-total

392.942.522

495.748.363

274.029.296

Sub-total

3.743.353

2.441.814

842.454

Related parties (Note 34b)


Local

396.685.875

498.190.177

274.871.750

Total

Pihak berelasi (Catatan 34b)


Lokal
Total

The details of customers with sales of more than


10% from the total sales are as follows:

Rincian pelanggan dengan nilai penjualan melebihi


10% dari jumlah penjualan adalah sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

Total:
Flame S.A
Vitol Asia Pte., Ltd.
Glencore International AG
Enercoal Inc

117.434.658
47.913.847
-

177.964.561
107.868.023
52.381.403
-

98.718.978
37.936.865
55.800.344
55.025.265

Total:
Flame S.A.
Vitol Asia Pte., Ltd.
Glencore International AG
Enercoal Inc

Sub-total

165.348.505

338.213.987

247.481.452

Sub-total

30%
12%
0%

36%
22%
11%

38%
14%
20%

0%
0%

10%
0%

0%
20%

Percentage:
Flame S.A.
Vitol Asia Pte., Ltd.
Glencore International AG
Guangdong Materials Group
(Hongkong) Company Ltd.
Enercoal Inc

42%

79%

92%

Percentage from the


total sales

Persentase:
Flame S.A
Vitol Asia Pte., Ltd.
Glencore International AG
Guangdong Materials Group
(Hongkong) Company Ltd.
Enercoal Inc
Persentase terhadap
total penjualan

84

2010

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

29. BEBAN POKOK PENJUALAN

29. COST OF GOODS SOLD


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

Biaya produksi:
Pengupasan tanah
Pengangkutan dan
penambangan batubara
Sewa mesin, peralatan
dan kendaraan
Bahan bakar
Gaji, upah dan tunjangan karyawan
Penyusutan (Catatan 11)
Perawatan dan pemeliharaan
Pengelolaan dan reklamasi
lingkungan hidup dan penutupan
tambang (Catatan 21)
Amortisasi properti
tambang (Catatan 13)
Operasi lapangan
Biaya keamanan
Lain-lain
Total biaya produksi

2012

2011

2010

239.137.679

188.838.539

98.002.310

18.587.376

12.980.854

13.433.700

15.619.938
5.245.242
3.481.657
2.954.883
2.191.610

8.546.679
4.655.555
2.928.759
2.186.211
2.765.095

3.307.361
4.618.646
2.007.002
1.383.113
1.760.162

871.064

1.791.282

1.240.026

2.270.857
342.729
206.999
2.180.475

1.088.166
1.239.267
256.585
3.821.399

1.198.539
187.814
140.554
489.734

Coal extraction and coal hauling


Machineries, equipment and
vehicle rental
Fuel
Salaries, wages and allowance
Depreciation (Note 11)
Repairs and maintenances
Environmental and
reclamation costs and mine
closure (Note 21)
Amortization of mining
properties (Note 13)
Field operation
Securities
Others

293.090.509

231.098.391

127.768.961

Total production cost

12.065.318
30.757.546
22.578.114

32.022.408
30.223.242
29.988.149

16.079.556
16.053.639
15.589.258
2.364.854
(2.953.714)
133.139
-

Coal purchased
Barging and crane
Royalty (Note 41b)
Work- in- process:
Raw Coal
Beginning of year
End of year
Finished Goods:
Industrial Coal
Beginning of year
End of year

175.035.693

Cost of goods sold

Pembelian batubara
Pengangkutan dan crane
Royalti (Catatan 41b)
Barang dalam proses:
Batubara baku
Awal tahun
Akhir tahun
Barang jadi:
Batubara industri
Awal tahun
Akhir tahun

13.838.207
(7.865.000)

2.953.714
(13.838.207)

4.459.788
(20.388.978)

(4.459.788)

Beban pokok penjualan

348.535.503

307.987.909

Purchases of materials and services from third


parties which individually exceed 10% of total sales
are as follows:

Pembelian barang dan jasa dari pihak ketiga yang


nilainya secara individual melebihi 10% dari jumlah
penjualan adalah sebagai berikut:
2012

Production costs:
Overburden removal

2011

2010

PT Petrosea, Tbk
PT Astiku Sakti
PT Sapta Indra Sejati
PT Arkananta Apta Pratista

102.554.537
45.308.686
44.035.458
39.884.026

74.810.118
15.186.548
44.759.033
17.493.919

74.810.118
18.271.801
-

PT Petrosea, Tbk
PT Astiku Sakti
PT Sapta Indra Sejati
PT Arkananta Apta Pratista

Total

231.782.707

152.249.618

93.081.919

Total

26%
11%
11%
10%

15%
3%
9%
4%

27%
7%
-

PT Petrosea, Tbk
PT Astiku Sakti
PT Sapta Indra Sejati
PT Arkananta Apta Pratista

231.782.707

152.249.618

93.081.919

Total

PT Petrosea, Tbk
PT Astiku Sakti
PT Sapta Indra Sejati
PT Arkananta Apta Pratista
Total

85

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

30. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012
Gaji, upah, bonus dan
kesejahteraan karyawan
Program tanggung jawab sosial
dan lingkungan perusahaan
Pajak Bumi dan Bangunan
Jasa profesional
Perjalanan
Penyusutan (Catatan 11)
Biaya pajak
Sewa kantor dan kendaraan
Representasi dan jamuan
Perlengkapan dan peralatan kantor
Reparasi dan perawatan
Pos dan telekomunikasi
Asuransi
Lain-lain
Total beban umum
dan administrasi

2011

2010

11.277.675

18.144.705

13.813.866

6.675.888
4.459.207
1.566.511
1.373.484
974.794
973.217
770.275
591.583
501.658
264.013
217.302
192.335
1.691.551

1.803.553
1.561.342
1.077.480
657.213
391.690
2.382.691
478.485
275.117
111.042
134.044
701.421

430.529
813.889
775.080
341.475
17.633
350.309
526.035
281.500
84.673
183.091
98.978
834.643

Salaries, wages, bonuses,


and employee benefits
Corporate social
responsibility program
Land and building tax
Professional fees
Travel
Depreciation (Note 11)
Tax expenses
Office and vehicle rent
Representation and entertainment
Office supplies and utilities
Reparation and maintenance
Postage and telecommunication
Insurance
Others

31.529.493

27.718.783

18.551.701

Total general and adminsitrative


expenses

31. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN

31. SELLING AND MARKETING EXPENSES


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012

2011

2010

Beban pemasaran
Biaya ijin dan survei
Komisi
Konsultan
Lain-lain

175.622
105.508
28.215
13.676
35.899

30.161
608.243
409.096
1.178.337
55.324

453.522
1.629.319
-

Total beban penjualan


dan pemasaran

358.920

2.281.161

2.082.841

32. (PENDAPATAN) BEBAN LAIN-LAIN-NETO

Marketing
Permit and survey
Commission
Consultant
Others
Total selling and marketing expenses

32. OTHER (INCOME) EXPENSES-NET


Disajikan kembali Catatan 4/
As restated Note 4

2012
Biaya (pendapatan) atas
selisih waktu berlabuh, neto
Penalti
Keuntungan penjualan bahan bakar
Lain-lain
Total

2011

2010

532.796
515.331
(1.511.513)
(5.133)

(258.180)
(566.754)

787.148
(60.774)
(14.186)
(49.303)

(Income) expense from


dispatch and demurrage, net
Penalty
Gain on sale of fuel
Miscellaneous

(468.519)

(824.934)

662.885

Total

33. INSTRUMEN DERIVATIF

33. DERIVATIVE INSTRUMENTS


The Group faces exposures on risk of losses
arising from the fluctuations in the selling price of
coal and purchase price of fuel and manages to
reduce the risks by entering into financial derivative
instruments.

Grup menghadapi risiko kerugian yang dapat timbul


dari fluktuasi harga jual batu bara dan/atau harga
beli bahan bakar dan menggunakan instrumen
keuangan derivatif untuk mengurangi risiko tersebut.

86

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

33. INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

33. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

Dalam bulan November 2011 dan Desember 2011,


ABN menandatangani beberapa perjanjian yang
terpisah dengan Australia and New Zealand
Banking Group Limited, BNP Paribas dan Morgan
Stanley & Co. International plc sehubungan dengan
dengan transaksi swap komoditas batubara dan
bahan bakar (gas oil). Tujuan dari transaksi swap
tersebut adalah untuk melakukan lindung nilai atas
risiko fluktuasi atas harga batubara dan bahan
bakar. Tidak ada transaksi derivatif yang dilakukan
oleh Grup selain untuk tujuan lindung nilai. Grup
tidak menggunakan akuntansi lindung nilai atas
transaksi swap tersebut.

In November 2011 and December 2011, ABN


entered into several separate agreements with
Australia and New Zealand Banking Group
Limited, BNP Paribas and Morgan Stanley & Co.
International plc in relation to the swap contract
transactions for coal and gas oil commodities. The
purpose of these swap transactions is to hedge
risk against fluctuation of coal and gas oil prices.
There is no derivative transactions for which the
Group entered into other than for hedging
purposes.
The Group does not use hedge
accounting for these transactions.

Transaksi swap batu bara di atas adalah untuk


melindungi risiko fluktuasi harga jual batu bara
terhadap beberapa komitmen penjualan batu bara
ABN kepada Flame dan Vitol selama tahun 2012.

The coal swap transactions is to hedge risk against


coal prices fluctuation on several coal sales
commitment of ABN to Flame and Vitol during
2012.

Transaksi swap bahan bakar di atas adalah untuk


melindungi risiko fluktuasi harga bahan bakar yang
timbul dari transaksi pembelian bahan bakar ABN
untuk memproduksi batu bara dalam rangka
memenuhi komitmen penjualan ABN di atas.

The gas oil swap transactions is to hedge risk


against gas oil purchase of ABN for producing coal
in order to fulfill the above mentioned ABN sales
commitments.

Rincian transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

The detail of the transactions are as follows:

Pihak lawan/Counterparty: Australia and New Zealand Banking Group Limited

No./
No.

Tanggal
efektif/
Effective
date

Tanggal
Terminasi/
Termination
date

Total
nosional/
Total
Notional
Quantity

Harga
tetap/
Fixed
price

ABN membayar
atau menerima
harga tetap/
ABN pays or
receives fixed

Referensi harga/Commodity reference

1.

1 Mei 2012/
May 1, 2012

31 Agus 2012/
Aug 31, 2012

98.000/
98,000

111,70/
111.70

Menerima/
Receive

COAL-TFS API 4- ARGUS/MCCLOSKEYS

2.

1 Mei 2012/
May 1, 2012

31 Agus 2012/
Aug 31, 2012

98.000/
98,000

114,95/
114.95

Menerima/
Receive

COAL-NEWCASTLE-GLOBALCOAL

3.

1 Jan 2012/
Jan 1, 2012

30 Apr 2012/
Apr 30, 2012

90.000/
90,000

104,45/
104.45

Menerima/
Receive

COAL-TFS API 4- ARGUS/MCCLOSKEYS

4.

2 Jul 2012/
Jul 2, 2012

31 Okt 2012/
Oct 31, 2012

28.440/
28,440

125,80/
125.80

Membayar/
Pay

GAS OIL-0.5 SINGAPORE-PLATTS ASIA-PACIFIC

5.

1 Jan 2012
Jan 1, 2012

30 Apr 2012
Apr 30, 2012

78.000
78,000

109,70
109.70

Menerima/
Receive

COAL-NEWCASTLE-GLOBALCOAL

Pihak lawan/Counterparty: BNP Paribas

No./
No.

Tanggal
efektif/
Effective
date

Tanggal
Terminasi/
Termination
date

Total
nosional/
Total
Notional
Quantity

Harga
tetap/
Fixed
price

ABN membayar
atau menerima
harga tetap/
ABN pays or
receives fixed

Referensi harga/Commodity reference

1.

1 Jan 2012/
Jan 1, 2012

30 Apr 2012/
Apr 30, 2012

98.000/
98,000

105,80/
105.80

Menerima/
Receive

COAL-TFS API 4- ARGUS/MCCLOSKEYS

2.

1 Jan 2012/
Jan 1, 2012

30 Apr 2012/
Apr 30, 2012

98.000/
98,000

112,00/
112.00

Menerima/
Receive

COAL-NEWCASTLE-GLOBALCOAL

3.

1 Mar 2012/
Mar 1, 2012

30 Jun 2012/
Jun 30, 2012

28.440/
28,440

125,80/
125.80

Membayar/
Pay

GAS OIL-0.5 SINGAPORE-PLATTS ASIA-PACIFIC

4.

1 Mar 2012/
Mar 1, 2012

30 Jun 2012/
Jun 30, 2012

28.440/
28,440

118,50/
118.50

Membayar/
Pay

GAS OIL-0.5 SINGAPORE-PLATTS ASIA-PACIFIC

87

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

33. INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

33. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

Pihak lawanCounterparty: Morgan Stanley & Co. International plc

No.
No.

Tanggal
efektif/
Effective
date

Total
nosional/
Total
Notional
Quantity

Tanggal
Terminasi/
Termination
date

ABN membayar
atau menerima
harga tetap/
ABN pays or
receives fixed

Harga
tetap/
Fixed
price

Referensi harga/Commodity reference

1.

1 Jan 2012/
Jan 1, 2012

30 Apr 2012/
Apr 30, 2012

100.000/
100,000

105,90/
105.90

Menerima/
Receive

COAL-TFS API 4- ARGUS/MCCLOSKEYS

2.

1 Jan 2012/
Jan 1, 2012

30 Apr 2012/
Apr 30, 2012

92.000/
92,000

117,75/
117.75

Menerima/
Receive

COAL-NEWCASTLE-GLOBALCOAL

3.

1 Mar 2012/
Mar 1, 2012

30 Jun 2012/
Jun 30, 2012

28.440/
28,440

119,40/
119.40

Membayar/
Pay

GAS OIL-0.5 SINGAPORE-PLATTS ASIA-PACIFIC

Nilai wajar neto dari instrumen derivatif tersebut di atas


pada tanggal 31 Desember 2011 adalah US$740.422.
Nilai wajar neto instrumen derivatif ini diakui di dalam
laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2011 sebesar US$740.422. Nilai wajar
neto instrumen derivatif tersebut dilaporkan sebagai
Piutang derivatif dan Utang derivatif masing-masing
sebesar US$1.180.113 dan US$439.690 dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2011.

The net fair value of the above derivative


instruments as of December 31, 2011 amounted to
US$740,422. The net fair value of the above
derivative instruments is recognized in the profit or
loss for the year ended December 31, 2011
amounted to US$740,422. Such net amount is
reported as Derivative receivables and Derivative
payables amounting to US$1,180,113 and
US$439,690, respectively in the consolidated
statement of financial position as of December 31,
2011.

Perjanjian sehubungan dengan dengan transaksi


swap komoditas batubara dan gas oil diatas sesuai
dengan ISDA Master Agreement 2002 dan tidak ada
persyaratan tambahan penting lainnya.

The agreements on the above commodity swap for


coal and gas oil are based on ISDA Master
Agreement 2002 and no other additional significant
conditions.

Dalam tahun 2012, transaksi swap komoditas


batubara dan gas oil diatas telah jatuh tempo, dimana
Grup mencatat keuntungan sebesar US$4.518.448
dan diakui dalam laba atau rugi tahun 2012.

In 2012, the above commodity swap for coal and


gas oil has been due, whereby the Group
recognized a gain amounted to US$4,518,448 and
is recognized in the profit or loss 2012.

34. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

34. RELATED
PARTY
BALANCES

TRANSACTIONS

AND

Dalam kegiatan usaha normalnya, Grup melakukan


transaksi dengan pihak berelasi.

In the ordinary course of business, the Group


engaged into transactions with related parties.

a. Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak


berelasi adalah sebagai berikut:

a. The nature of transactions and relationships


with related parties are as follows:

Pihak berelasi/
Related parties

Hubungan/
Relationship

Sifat transaksi/
Nature of transactions

Bpk. Luhut Pandjaitan

Pemegang saham mayoritas TS/


Majority shareholder of TS

Pinjaman ke pemegang saham/


Loan to shareholder

PT Toba Sejahtra

Pemegang saham pengendali/


Controlling shareholder

Pinjaman modal kerja, uang muka dividen


dan pembayaran lainnya/
Working capital loan, advance dividends and
Other payment

PT Kutai Energi

Anggota dari kelompok usaha yang sama/


Member of the same group

Pinjaman modal kerja/


Working capital loan

PT Kimco Armindo

Anggota dari kelompok usaha yang sama/


Member of the same group

Pinjaman modal kerja/


Working capital loan

PT Mitraguna Prima Jaya

Dikendalikan Anggota keluarga terdekat pemegang


saham mayoritas TS/
Controlled by Immediate family member of the majority
shareholder of TS

Pinjaman modal kerja/


Working capital loan

PT Buana Inti Energi

Dikendalikan Anggota keluarga terdekat pemegang


saham mayoritas TS/
Controlled by Immediate family member of the majority
shareholder of TS

Jasa manajemen/
Management fee

88

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

34. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI


(lanjutan)

34. RELATED
PARTY
TRANSACTIONS
BALANCES (continued)

a. The nature of transactions and relationships


with related parties are as follows: (continued)

a. Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak


berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Pihak berelasi/
Related parties
Bpk. Davit Togar Pandjaitan

Hubungan/
Relationship

Sifat transaksi/
Nature of transactions

Anggota keluarga terdekat pemegang


saham mayoritas TS/
Immediate family member of the majority
shareholder of TS

b. Transaksi-transaksi dengan
adalah sebagai berikut:

pihak

AND

Dividen/
Dividends

b. Transactions with related parties are as follows:

berelasi

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Penjualan batu bara:


PT Kimco Armindo
PT Kutai Energi
PT Pusaka Jaya Palu Power

2.984.538
404.173
354.642

1.597.323
844.491
-

842.454
-

Sales of coal:
PT Kimco Armindo
PT Kutai Energi
PT Pusaka Jaya Palu Power

Total

3.743.353

2.441.814

842.454

Total

1%

1%

1%

As a percentage of total sales

Pembelian batu bara:


PT Kutai Energi
PT Kimco Armindo

56.159
1.265.356

5.147.296
1.238.602

979,845
-

Coal purchased:
PT Kutai Energi
PT Kimco Armindo

Total

1.321.515

6.385.898

979,845

Total

1%

2%

1%

As a percentage of total
cost of goods sold

Persentase dari total penjualan

Persentase dari total


beban pokok penjualan

In February 2011, IM made payment of


US$1,577,993 to TS, the ultimate parent company,
for the services provided by TS during the transition
of management at the time TS acquired TBE from
its former shareholder. The Company recognized
the payment in the consolidated statement of
comprehensive income for the year ended
December 31, 2011.

Dalam bulan Februari 2011, IM melakukan


pembayaran sebesar US$1.577.993 kepada TS,
atas jasa yang diberikan oleh TS sehubungan
dengan proses transisi manajemen sewaktu TS
mengakuisisi TBE dari pemegang saham
sebelumnya. Perusahaan mengakui pembayaran
tersebut di dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2011.

c. Balances with related parties are as follows:

c. Saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai


berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Piutang usaha - aset lancar


PT Kimco Armindo
PT Kutai Energi

1.731.267
789.857

1.115.517
789.857

842.453
228.456

Trade receivables - current assets


PT Kimco Armindo
PT Kutai Energi

Total

2.521.124

1.905.374

1.070.909

Total

1%

1%

1%

As a percentage of total assets

Persentase dari total aset

89

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

34. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI


(lanjutan)

34. RELATED
PARTY
TRANSACTIONS
BALANCES (continued)

AND

c. Balances with related parties are as follows


(lanjutan):

c. Saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai


berikut (lanjutan):

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Piutang lain-lain
Aset tidak lancar
PT Toba Sejahtra
PT Kutai Energi
PT Kimco Armindo
Bpk. Luhut Pandjaitan
Bpk. Davit Togar Pandjaitan
PT Pusaka Jaya Baru
Sub-total
Total
Persentase dari total aset

Other receivables
26.945.834
4.382.324
1.382.528
-

26.320.664
4.519.731
1.353.347
527.704
18.195
-

4.353.202
8.397.268
1.358.741
528.379
-

324.468
207.447

Non-current assets
PT Toba Sejahtra
PT Kutai Energi
PT Kimco Armindo
Mr. Luhut Pandjaitan
Mr. Davit Togar Pandjaitan
PT Pusaka Jaya Baru

32.710.686

32.739.641

14.637.590

531.915

32.710.686

32.739.641

14.637.590

531.915

Sub-total
Total

13%

15%

10%

1%

As a percentage of total assets

Saldo piutang lain - lain kepada PT Toba


Sejahtra terutama merupakan pinjaman modal
kerja dengan bunga tahunan sebesar 3,75% di
atas LIBOR untuk 3 bulan. Pengenaan bunga ini
mulai berlaku semenjak tanggal 22 Agustus
2011. Pinjaman ini dapat ditagihkan setiap saat
oleh Perusahaan, namun seluruh pinjaman
harus dibayarkan kembali oleh TS paling lambat
22 Agustus 2014. Piutang bunga yang dicatat
pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar
AS$896.266 (2011: US$309.659).

Other receivable balances from PT Toba


Sejahtra mainly represents working capital loan
granted by the Company with an interest at
3.75% above the LIBOR for 3 months. This
interest is effective since August 22, 2011. This
loan is due on demand by the Company from
time to time, provided that all outstanding
amounts not otherwise repaid by TS shall be
repaid at the latest of August 22, 2014. Interest
receivable as of December 31, 2012 amounted
to US$896,266 (2011: US$309,659).

Saldo piutang lain - lain dari PT Kutai Energi


terutama merupakan pinjaman modal kerja
dengan bunga sebesar 6,5% untuk pinjaman
dalam mata uang Rupiah dan 4% untuk
pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika
Serikat. Pengenaan bunga ini mulai berlaku
sejak tanggal 1 Januari 2012. Pinjaman ini akan
jatuh tempo pada berbagai tanggal hingga
31 Desember 2014.

Other receivable balances from PT Kutai


Energi mainly represents working capital loan
with an interest of 6.5% for loan denominated
in Rupiah and 4% for loan denominated in
United States Dollar. This interest is effective
since January 1, 2012. This loan will due on
various dates until December 31, 2014.

Saldo piutang lain-lain dari PT Kimco Armindo


terutama merupakan pinjaman modal kerja
dengan bunga sebesar 6,5% untuk pinjaman
dalam mata uang Rupiah dan 4% untuk
pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika
Serikat. Pengenaan bunga ini mulai berlaku
sejak tanggal 1 Januari 2012. Pinjaman ini akan
jatuh tempo pada 31 Desember 2013.

Other receivable balances from PT Kimco


Armindo mainly represents working capital loan
with an interest of 6.5% for loan denominated
in Rupiah and 4% for loan denominated in
United States Dollar. This interest is effective
since January 1, 2012. This loan will due on
December 31, 2013.

90

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

34. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI


(lanjutan)

34. RELATED PARTY TRANSACTIONS


BALANCES (continued)

AND

c. Balances with related parties are as follows


(continued):

c. Saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai


berikut (lanjutan):

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012

2011

1 Januari 2010/
January 1, 2010

2010

Utang usaha
PT Kutai Energi
PT Buana Inti Energi

319.703
232.258

Trade payables
PT Kutai Energi
PT Buana Inti Energi

Total

551.961

Total

1%

Utang dividen
PT Toba Sejahtra
Bpk. Davit Togar Pandjaitan

3.300.930
351.034

8.500.000
340.918

Dividend payables
PT Toba Sejahtra
Mr. Davit Togar Pandjaitan

Total

3.651.964

8.840.918

Total

Persentase dari total liabilitas

2%

5%

As a percentage of total liabilities

Utang lain-lain
Jangka panjang
PT Toba Sejahtra
PT Buana Inti Energi
PT Kutai Energi
PT Mitraguna Prima Jaya
PT Kimco Armindo

2.880.575
-

3.076.226
717.224
259.228
-

22.243.057
1.010
243.851
140.140

3.136.246
287.246
-

Other payables
Non-current
PT Toba Sejahtra
PT Buana Inti Energi
PT Kutai Energi
PT Mitraguna Prima Jaya
PT Kimco Armindo

Total

2.880.575

4.052.678

22.628.058

3.423.492

Total

2%

2%

23%

6%

As a percentage of total liabilities

Persentase dari total liabilitas

Persentase dari total liabilitas

As a percentage of total liabilities

Saldo utang lain-lain-jangka panjang kepada TS


merupakan pinjaman untuk modal kerja tanpa
bunga yang diterima entitas anak. Saldo Utang
tanggal 31 Desember 2010 terutama timbul dari
transaksi akusisi saham entitas anak.

Other payable balance-non current to TS


represents non-interest bearing loan obtained
by subsidiaries. The payable balance as of
December 31, 2010 primarely resulting from
acquisitions of subsidiaries.

Saldo utang lain - lain - jangka panjang kepada


PT Buana Inti Energi pada tanggal 31 Desember
2011, merupakan utang jasa manajemen untuk
IM.

Other payable balances - non-current to


PT Buana Inti Energi as of December 31, 2011,
represents management service payable for
IM.

Saldo utang lain - lain kepada PT Kutai Energi


pada tanggal 31 Desember 2011 merupakan
utang jasa eksplorasi dan pengembangan untuk
IM.

Other payable balances to PT Kutai Energi as


of December 31, 2011 represents exploration
and development services payable for IM.

Saldo utang lain-lain-jangka panjang kepada


PT Mitraguna Prima Jaya pada tanggal-tanggal
31 Desember 2010 dan 2009 merupakan
pinjaman modal kerja.

Other payable balances-non current to


PT Mitraguna Prima Jaya as of December 31,
2010 and 2009 represents loan for working
capital.

Saldo utang lain - lain-jangka panjang kepada


PT Kimco Armindo pada tanggal 31 Desember
2010 merupakan pinjaman dana untuk
operasional IM tahun 2010.

Other payable balances-non current to


PT Kimco Armindo as of December 31, 2010
represents loan for 2010 IMs operational.

91

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

34. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI


(lanjutan)

34. RELATED PARTY TRANSACTIONS


BALANCES (continued)

AND

d. Renumeration for the Boards of commissioners


and directors

d. Renumerasi Dewan Komisaris dan direktur

Total renumeration provided to the boards of


commissioners and directors for the three
years ended December 31, 2012, 2011 and
2010 amounted to US$2,869,267, US$380,080
dan US$22,868, respectively.

Renumerasi yang diberikan kepada Dewan


komisaris dan direktur Grup untuk tiga tahun
yang
berakhir
pada
tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masingmasing sebesar US$2.869.267, US$380.080
dan US$22.868.
35. LABA PER SAHAM DASAR

35. BASIC EARNINGS PER SHARE


Earnings per share are as follows:

Laba per saham adalah sebagai berikut:

Disajikan kembali Catatan 4/


As restated Note 4
2012
Laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa untuk
menentukan laba neto
per saham dasar
(lembar saham)
Laba periode berjalan
per saham dasar (angka penuh)

36. ASET DAN LIABILITAS


MATA UANG ASING

2011

3.198.832

2010

57.716.891

856.292

Profit for the year


attributable to:
Equity holders of the parent entity

986.733.814

135.000

62.658

Weighted average
number of
ordinary shares for basic
earnings per share
(number of shares)

0,0032

427,5325

13,6660

Basic earnings per share


for the period (full amounts)

MONETER DALAM

36. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Mata uang
asing
(nilai penuh)/
Foreign
currencies
(Rp000)

31 Desember 2012

Dolar AS
ekuivalen/
U.S Dollar
equivalent

Aset
Kas dan setara kas
Piutang lain-lain

Assets
Rupiah/Rupiah
Rupiah/Rupiah

251.987.130
184.652.950

Total Aset

26.058.648
19.095.445

Cash and cash equivalents


Other receivables

45.154.093

Total Assets

Liabilitas
Utang usaha
Utang lain-lain
Utang dividen
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas Imbalan kerja jangka
pendek
Sewa pembiayaan

December 31, 2012

Liabilities
Rupiah/Rupiah
Rupiah/Rupiah
Rupiah/Rupiah
Rupiah/Rupiah

25.348.029
1.578.609
33.941.084
57.962.546

2.621.306
163.248
3.509.936
5.994.059

Rupiah/Rupiah
Rupiah/Rupiah

61.149.230
3.681.171

6.323.602
380.680

Trade payables
Other payables
Dividend payables
Accrued expenses
Short-term employee benefit
liabilities
Financial lease

18.992.831

Total Liabilities

126.161.264

Net assets

Total Liabilitas
Aset neto

92

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM


MATA UANG ASING (lanjutan)

36. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
(continued)

Apabila posisi aset neto dalam mata uang selain


US$ pada tanggal 31 Desember 2012 dinyatakan
dengan menggunakan kurs tengah nilai tukar mata
uang asing pada tanggal 26 Maret 2013 maka aset
neto dalam mata uang asing neto akan menurun
sebesar lebih kurang US$2.964.466.

If the net position of assets in currencies other than


US$ as of December 31, 2012, is reflected using
the middle rates of exchange as of March 26, 2013,
the net assets in foreign currencies will decrease
by approximately US$2,964,466.

37. INFORMASI SEGMEN USAHA

37. SEGMENT INFORMATION

Segmen operasi Grup yaitu pertambangan


batubara. Kegiatan operasional segmen operasi
Grup dijalankan di Kalimantan.

The Group operating segment is coal mining. The


operational activities of the Groups operating
segment is carried out in Kalimantan.

Berikut informasi tentang wilayah geografis dari


pelanggan:

Below is information regarding geographical location


of the customers:

ABN

IM

TMU

Total

2012
Asia
Eropa
Domestik

292.404.823
-

58.853.801
9.398.784
24.023.853

11.909.059
354.648

363.167.683
9.398.784
24.378.501

2012
Asia
Europe
Domestic

Total

292.404.823

92.276.438

12.263.707

396.944.968

Total

ABN

IM

TMU

Total

2011
Asia
Eropa
Domestik

331.688.286
312.086

69.443.163
94.302.262
2.441.814

401.131.449
94.302.262
2.753.900

2011
Asia
Europe
Domestic

Total

332.000.372

166.187.239

498.187.611

Total

ABN

IM

TMU

Total

2010
Asia
Eropa
Domestik

198.397.078
-

60.564.010
15.254.588

198.397.078
60.564.010
15.254.588

2010
Asia
Europe
Domestic

Total

198.397.078

75.818.598

274.215.676

Total

93

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

38. INSTRUMEN KEUANGAN

38. FINANCIAL INSTRUMENTS


The carrying value of all financial instruments
approximates their respective fair values. The
following table presents estimated fair value of the
Groups financial instruments and their respective
carrying amount as of December 31, 2012 and
2011:

Seluruh nilai tercatat instrumen keuangan


mendekati nilai wajar dari instrumen keuangan
tersebut. Tabel berikut menyajikan estimasi nilai
wajar instrumen keuangan Grup dan nilai
tercatatnya pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012 dan 2011:
2012
Nilai wajar/
Fair value
Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Aset tidak lancar
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Setoran jaminan
Sub - total
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi
Piutang derivatif
Total
Liabilitas keuangan
Pinjaman dan utang
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain - lain
Pihak ketiga
Utang dividen
Beban akrual
Utang bank
Sewa pembiayaan
Liabilitas jangka panjang
Utang bank
Utang lain - lain - pihak berelasi
Sewa pembiayaan
Liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi
Utang derivatif
Total

2011

Nilai tercatat/
Carrying amount

Nilai wajar/
Fair value

Nilai tercatat/
Carrying amount
Financial assets
Loans and receivables
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Third parties
Related parties
Other receivables
Third parties
Non-current assets
Other receivable
Third parties
Related parties
Security deposits

36.307.011

36.307.011

58.573.270

58.573.270

13.684.470
2.521.124

13.684.470
2.521.124

13.970.693
1.905.374

13.970.693
1.905.374

6.729.446

6.729.446

10.507.226

10.507.226

14.491.130
32.710.686
854.644

14.491.130
32.710.686
883.064

32.739.641
715.400

32.739.641
878.688

106.689.788

106.718.213

118.411.604

118.574.892

Sub-total

1.180.113

1.180.113

Financial assets measured


at fair value through profit or loss
Derivative receivables

106.689.788

106.718.213

119.591.717

119.755.005

Total

57.809.869
551.961

57.809.869
551.961

27.312.322
-

27.312.322
-

365.493
3.651.964
8.034.468
48.291.684
498.388

365.493
3.651.964
8.034.468
48.291.684
498.388

8.367.448
8.840.918
10.887.887
887.391

8.367.448
8.840.918
10.887.887
887.391

Financial liabilities
Loans and borrowings
Current liabilities
Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables
Third parties
Dividend payables
Accrued expenses
Borrowings
Finance leases

2.880.575
244.902

2.880.575
244.902

33.876.152
4.052.678
419.291

33.876.152
4.052.678
419.291

Non - current liabilities


Borrowings
Other payables - related parties
Finance leases

439.690

439.690

Financial liabilities measured


at fair value through profit or loss
Derivative payables

122.344.664

122.344.664

95.099.137

95.099.137

Total

94

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

38. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

38. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)


2010

Nilai wajar/
Fair value
Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Pihak ketiga

2009

Nilai tercatat/
Carrying amount

Nilai wajar/
Fair value

Nilai tercatat/
Carrying amount

20.729.306

20.729.306

8.363.520

8.363.520

18.351.046
1.070.909

18.351.046
1.070.909

16.104.465
-

16.104.465
-

13.454.367

13.454.367

207.248

207.248

Financial assets
Loans and receivables
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Third parties
Related parties
Other receivables
Third parties

Aset tidak lancar


Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Setoran jaminan

14.637.590
929.971

14.637.590
957.299

531.915
938.474

531.915
938.474

Non-current assets
Other receivable
Related parties
Security deposits

Sub - total

69.173.189

69.200.517

26.145.622

26.145.622

Sub-total

Aset keuangan yang diukur pada


nilai wajar melalui laporan laba rugi
Piutang derivatif
Total

Liabilitas keuangan
Pinjaman dan utang
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Utang lain - lain
Pihak ketiga
Utang dividen
Beban akrual
Sewa pembiayaan
Liabilitas jangka panjang
Utang bank
Utang lain - lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Sewa pembiayaan
Liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi
Utang derivatif
Total

Financial assets measured


at fair value through profit or loss
Derivative receivables

69.173.189

69.200.517

26.145.622

26.145.622

Total

Financial liabilities
Loans and borrowings
Current liabilities
Trade payables
Third parties
Other payables
Third parties
Dividend payables
Accrued expenses
Finance leases

17.279.789

17.279.789

17.345.929

17.345.929

2.225.443
8.168.254
1.043.710

2.225.443
8.168.254
1.043.710

138.298
1.947.974
522.652

138.298
1.947.974
522.652

176.319

176.319

22.628.058
1.078.880

22.628.058
1.078.880

2.606.383
3.423.492
534.488

2.606.383
3.423.492
534.488

Non - current liabilities


Borrowings
Other payables
Third parties
Related parties
Finance leases

Financial liabilities measured


at fair value through profit or loss
Derivative payables

52.600.453

52.600.453

26.519.216

26.519.216

Total

Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan


dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
instrumen keuangan Grup:

The following are the methods and assumptions to


estimate the fair value of each class of the Groups
financial instruments:

1. Kas dan setara kas, kas di bank dan deposito


berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang
usaha dan piutang lain-lain.

1. Cash and cash equivalents, restricted cash in bank


and time deposit, trade receivables and other
receivables.

Untuk aset keuangan jangka pendek yang akan


jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat
aset
keuangan
tersebut
dianggap
telah
mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan
tersebut.

For financial assets that are due within 12 months,


the carrying values of the financial assets are
perceived to approximate their fair values.

2. Nilai wajar dari setoran jaminan ditentukan dengan


mendiskontokan
arus
kas
masa
datang
menggunakan suku bunga yang berlaku dari
transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen
dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo
yang sama. Setoran jaminan dalam bentuk
deposito berjangka menghasilkan bunga dengan
tingkat bunga pasar, sehingga nilai tercatatnya
dianggap mencerminkan nilai wajar.

2. Fair value of security deposits are determined by


discounting the future cash flows using prevailing
interest rates of observable market transactions for
an instrument with the same requirements, credit risk
and maturity. Security deposit in form of time deposit
earns interest income at market rate, thus the
carrying value approximate their fair values.

95

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

38. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

38. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan


dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
instrumen keuangan Grup (lanjutan):

The following are the methods and assumptions to


estimate the fair value of each class of the the
Groups financial instruments (continued):

3. Nilai wajar dari piutang derivatif dan utang derivatif


ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
datang untuk komoditas batubara dan minyak
dengan persyaratan dan tingkat kalori yang sama
dengan menggunakan harga dan suku bunga yang
berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati.

3. Fair value of derivative receivables and derivative


payables are determined by discounting the future
cash flows for coal and fuel commodities with the
same requirements, callory using prevailing prices
and interest rates of observable market
transactions.

4. Utang usaha, utang lain-lain dan biaya masih harus


dibayar.

4. Trade payables, other payables and accrued


expenses.

Untuk liabilitas keuangan jangka pendek yang akan


jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat
liabilitas keuangan tersebut dianggap telah
mencerminkan nilai wajar dari liabilitas keuangan
tersebut.

For financial liabilities that are due within 12 months,


the carrying value of the financial liabilities is
perceived to approximate their fair value.

5. Borrowings

5. Pinjaman

Borrowings have floating interest rates which are


adjusted in the movements of market interest rates,
thus the payable amounts of these financial liabilities
approximate their fair values.

Pinjaman memiliki suku bunga variabel yang


disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pasar
sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan
tersebut telah mendekati nilai wajar.
39. KEBIJAKAN DAN
RISIKO KEUANGAN

TUJUAN

MANAJEMEN

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES


AND POLICIES

Manajemen risiko

Risk management

Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan


Grup adalah risiko nilai tukar mata uang asing,
risiko kredit dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk
mengelola risiko ini telah meningkat secara
signifikan dengan mempertimbangkan perubahan
dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia
maupun internasional. Manajemen menelaah dan
menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko
yang dirangkum di bawah ini.

The main risks arising from the Groups financial


instruments are foreign exchange rate risk, credit
risk and liquidity risk. The importance of managing
these risks has significantly increased in light of the
considerable change and volatility in both
Indonesian and international financial markets. The
management reviews and approves the policies for
managing these risks which are summarized
below.

Risiko nilai tukar mata uang asing

Foreign exchange rate risk

Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko


dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari
suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat
perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur
Grup terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal
dari kas dan setara kas, utang usaha dalam mata
uang Rupiah.

Foreign exchange rate risk is the risk that the fair


value or future cash flows of a financial instrument
will fluctuate because of changes in foreign
exchange rates. The Groups exposure to
exchange rate fluctuations results primarily from
cash and cash equivalent, trade payables which
are denominated in Rupiah.

Apabila terjadi penurunan/penguatan nilai tukar


mata uang US$ terhadap nilai tukar mata uang
asing yang berlaku pada tanggal 26 Maret 2013,
maka utang dalam mata uang asing akan
meningkat/berkurang dalam mata uang US$. Grup
tidak melakukan lindung nilai atas risiko mata uang
ini.

If there is weakening/strengthening of US$


exchange rate as at March 26, 2013, payable in
foreign exchange rate will increase/decrease in
US$ term. The Group did not hedge this foreign
exchange rate.

96

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

39. KEBIJAKAN DAN TUJUAN


RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

MANAJEMEN

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES


AND POLICIES (continued)
Foreign exchange rate risk

Risiko nilai tukar mata uang asing

Sensitivity analysis of the 5% fluctuation in the


foreign exchange rates to profit after tax with other
variance considered as constant is as follow:

Berikut ini adalah analisis sensitivitas efek 5%


perubahan kurs mata uang asing terhadap laba
setelah pajak dengan semua variabel lain dianggap
tetap:
2012
Kenaikan 5%
Penurunan 5%

(1.376.909 )
1.245.774

Increase 5%
Decrease 5%
The maximum exposure to the risk are stated in the
carying amount of the assets and liabilities as
presented in Note 36.

Nilai maksimal eksposur adalah sebesar nilai


tercatat. sebagaimana yang disajikan dalam
Catatan 36.
Risiko suku bunga atas arus kas

Cash flows interest rate risk

Risiko suku bunga atas arus kas merupakan suatu


risiko dimana arus kas masa datang suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat
perubahan suku bunga pasar. Eksposur yang ada
saat ini terutama berasal dari utang jangka panjang
atas pinjaman ke bank sindikasi dengan suku bunga
mengambang. Pinjaman dengan suku bunga
mengambang menimbulkan risiko arus kas kepada
Perusahaan.

Cash flows interest rate risk is a risk that the future


cash flows of a financial instrument will fluctuate
because of changes in market interest rates.
Current exposure related to this risk mainly arises
from the long term syndicated loans which bear
floating interest rate.
Loans at variable rates
expose the Company to cash flows risk.

Saat ini, Perusahaan dan entitas anak tidak


mempunyai kebijakan formal untuk lindung nilai atas
risiko suku bunga. Kebijakan yang diambil oleh
manajemen dalam mengantisipasi risiko suku bunga
yaitu dengan mengevaluasi secara periodik
perbandingan suku bunga tetap terhadap suku
bunga mengambang sejalan dengan perubahan
suku bunga yang relevan di pasar. Manajemen juga
melakukan survey di perbankan untuk mendapatkan
perkiraan mengenai suku bunga yang relevan.

Currently, the Company and subsidiaries do not


have a formal hedging policy for interest rate
exposures. Measures taken by management in
anticipation of interest rate risk is to evaluate
periodically comparing fixed rates to floating interest
rates in line with relevant changes in interest rates
in the market. Management also conducted a
survey on banks to obtain an estimate of the
relevant interest rate.

Profil pinjaman Grup adalah sebagai berikut:

The Groups loan profile is as follows:

2012

2011

2010

Pinjaman dengan suku bunga tetap


Pinjaman dengan suku bunga
mengambang

2.466.319

284.225

45.825.365

33.876.152

Loans with fixed interest rates


Loans with floating
interest rates

Total

48.291.684

33.876.152

284.225

Total

Effect of interest rates fluctuation of 100 basis


points to income after tax with all other variables
constant:

Dampak fluktuasi suku bunga 100 basis poin


terhadap laba setelah pajak dengan semua variabel
lain tetap:
Kenaikan/
penurunan
dalam
satuan poin/
Increase/
decrease
In basis point
Rupiah
Rupiah

Dampak
terhadap
beban
keuangan/
Effect on financial
charges

+100
-100

97

2.014.701
1.219.687

Rupiah
Rupiah

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

39. KEBIJAKAN DAN TUJUAN


RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

MANAJEMEN

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES


AND POLICIES (continued)

Risiko kredit

Credit risk

Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan


mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan,
klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi
kewajiban kontraktual mereka. Grup mengelola dan
mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan
batasan jumlah risiko yang dapat diterima dan
memantau eksposur terkait dengan batasanbatasan tersebut.

Credit risk is the risk that the Group will incur loss
arising from their customers, clients or
counterparties that fail to discharge their
contractual obligations. The Group manages and
controls this credit risk by setting limits on the
amount of risk they are willing to accept and by
monitoring exposures in relation to such limits.

Grup melakukan hubungan usaha hanya dengan


pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Grup
memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang
akan melakukan perdagangan secara kredit harus
melalui prosedur pembayaran uang muka dan
verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang
dipantau
secara
terus
menerus
untuk
meminimalisasi risiko piutang ragu-ragu.

The Group trade only with recognized and


creditworthy third parties. It is the Groups policy
that all customers who wish to trade on credit
terms should go through advance payments and
credit verification procedures. In addition,
receivable balances are monitored on an ongoing
basis to reduce the exposure to bad debts.

Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari


aset keuangan lainnya yang mencakup kas dan
bank serta deposito berjangka dimana risiko kredit
yang dihadapi timbul karena wanprestasi dari
counterparty, Grup memiliki kebijakan untuk
menempatkan kas dan bank pada bank-bank
dengan peringkat kredit yang tinggi.

In relation to the credit risk arising from other


financial instruments including cash and cash in
banks and time deposits where the credit risk arise
from the default from the counterparty, the Group
has a policy to place cash and banks with banks
which have high credit ratings.

Nilai maksimal eksposur adalah sebesar nilai


tercatat, sebagaimana yang disajikan dalam
Catatan 5, 6, 7 dan 8.

The maximum exposure of the credit risk are


disclosed in Notes 5, 6, 7 and 8.

Risiko likuiditas

Liquidity risk

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat


posisi arus kas Grup menunjukkan bahwa
pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi
pengeluaran jangka pendek.

The liquidity risk is defined as a risk when the cash


flow position of the Group indicates that the shortterm revenue is not enough to cover the short-term
expenditure.

Kebutuhan likuiditas Grup timbul dari kebutuhan


untuk membiayai investasi, pengeluaran barang
modal dan perluasan area tambang batubara.
Bisnis batubara entitas anak membutuhkan modal
yang substansial untuk membangun dan
memperluas infrastruktur dan untuk mendanai
operasional.

The Groups liquidity requirements have arisen


from the need to finance investments and capital
expenditures and mine area expansion. The
subsidiaries coal business requires substantial
capital to construct and expand the infrastructure
and to fund operations.

Dalam mengelola risiko likuiditas, Grup memantau


dan menjaga tingkat likuiditas yang dianggap
memadai untuk membiayai operasional Grup dan
untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas.
Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus
kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang jangka panjang mereka.

In the management of liquidity risk, the Group


monitors and maintains a level of liquidity adequate
to finance the Groups operations and to mitigate
the effects of fluctuation in cash flows. The Group
also regularly evaluates the projected and actual
cash flows, including their loan maturity profiles.

98

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

39. KEBIJAKAN DAN TUJUAN


RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

MANAJEMEN

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES


AND POLICIES (continued)

Risiko likuiditas (lanjutan)

Liquidity risk (continued)

Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu


pembayaran liabilitas keuangan Grup pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010
dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009
berdasarkan pembayaran dalam kontrak.

The table below summarises the maturity profile of


the Groups financial liabilities as of December 31,
2012, 2011, 2010 and January 1, 2010/December
31, 2009 based on contractual payments.

31 Desember 2012
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang dividen
Beban akrual
Pinjaman
Utang Pajak
Sewa pembiayaan

31 Desember 2011
Utang usaha
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang dividen
Beban akrual
Pinjaman
Utang derivatif
Sewa pembiayaan

31 Desember 2010
Utang usaha
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Beban akrual
Utang derivatif
Sewa pembiayaan

31 Desember 2009
Utang usaha
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Beban akrual
Pinjaman
Sewa pembiayaan

< 1 tahun/
< 1 year

1 - 2 tahun/
1 to 2 years

2 - 3 tahun/
2 to 3 years

> 3 tahun/
> 3 years

Total/
Total

57.809.869
551.961

57.809.869
551.961

365.493
8.049.828
48.291.684
3.384.226
498.388

2.880.575
3.651.964
244.902

365.493
2.880.575
3.651.964
8.049.828
48.291.684
3.384.226
743.290

118.951.449

6.777.441

125.728.890

< 1 tahun/
< 1 year

1 - 2 tahun/
1 to 2 years

27.312.322

2 - 3 tahun/
2 to 3 years

> 3 tahun/
> 3 years

Total/
Total

27.312.322

8.367.448

4.052.678
-

8.367.448
4.052.678
8.840.918
20.154.360
35.000.000
439.690
1.306.682
105.474.098

7.000.000

28.000.000

439.690
887.391

370.188

49.103

66.002.129

11.422.866

28.049.103

8.840.918
20.154.360

< 1 tahun/
< 1 year

1 - 2 tahun/
1 to 2 years

17.279.789

2 - 3 tahun/
2 to 3 years

> 3 tahun/
> 3 years

Total/
Total

17.279.789

2.225.443

22.628.058

12.873.066
107.906
1.043.710

114.847
781.078

58.135
297.802

2.225.443
22.628.058
12.873.066
280.888
2.122.590

33.529.914

23.523.983

355.937

57.409.834

< 1 tahun/
< 1 year

1 - 2 tahun/
1 to 2 years

17.345.929

2 - 3 tahun/
2 to 3 years

> 3 tahun/
> 3 years

Total/
Total

17.345.929

138.298

2.606.383

3.423.492

1.947.974
2.127.660

522.652

392.112

142.376

2.744.681
3.423.492
1.947.974
2.127.660
1.057.140

22.082.513

6.421.987

142.376

28.646.876

99

December 31, 2012


Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables
Third parties
Related parties
Accrued expenses
Accrued expenses
Borrowings
Taxes payable
Finance leases

December 31, 2011


Trade payables
Third parties
Other payables
Third parties
Related parties
Dividends payable
Accrued expenses
Borrowings
Derivative payables
Finance leases

December 31, 2010


Trade payables
Third parties
Other payables
Third parties
Related parties
Accrued expenses
Derivative payables
Finance leases

December 31, 2009


Trade payables
Third parties
Other payables
Third parties
Related parties
Accrued expenses
Borrowings
Finance leases

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

40. PERJANJIAN DAN KOMITMEN PENTING

40. SIGNIFICANT
COMMITMENTS

a. Perusahaan

AGREEMENTS

AND

a. The Company

Sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Perdamaian


antara ABN dan TMU dengan PT Perkebunan
Kaltim Utama I (PKU I) (Catatan 41 a), pada
tanggal 28 September 2012, Perusahaan
menanda tangani beberapa perjanjian sebagai
berikut:

As follow up of the Settlement Agreement


between ABN and TMU with PT Perkebunan
Kaltim Utama I (PKU I) (Note 41 a), on
September 28, 2012, the Company entered into
several agreements as follows:

i.

i.

Perjanjian Pinjaman

Loan agreement

Perusahaan dan PKU I menandatangani


Perjanjian Pinjaman dimana Perusahaan
setuju untuk memberikan pinjaman sebesar
Rp62.984.177.778 kepada PKU I untuk
melunasi hutang PKU I kepada bank.
Pinjaman ini akan dilunasi oleh PKU I
selambat-lambatnya tanggal 28 September
2034.

The Company entered into a Loan


Agreement with PKU I whereby the
Company agreed to provide a loan to PKU I
amounted
to
Rp62,984,177,778
for
repaying the PKU Is borrowing from banks.
This borrowing should be paid at the latest
on September 28, 2034.

Pinjaman tersebut dikenakan bunga


sebesar 12% pertahun. Pembayaran atas
bunga untuk tahun pertama sampai kelima
dimulai pada tahun ke 6 hingga tahun ke
10 bersamaan dengan pembayaran bunga
untuk masing-masing tahun.

The loan is subject to interest at 12% per


annum. The payments of interest for the
first year until the fifth year is commenced in
sixth year until tenth year, respectively,
together with the interest for the respective
years.

ii. Perjanjian Jual Beli


Pengalihan Piutang

dan

Perjanjian

ii. Receivables Purchasing Agreement and


Assignment of Receivables Agreement

Perusahaan, PKU I dan PT Ganda Sawit


Utama
(GSU)
menandatangani
Perjanjian Jual Beli Tagihan dimana
Perusahaan setuju untuk membeli utang
PKU
I
kepada
GSU
sebesar
Rp145.660.301.410
dengan
nilai
Rp70.765.822.222.

The Company entered into a Receivables


Purchasing Agreement with PKU I and
PT Ganda Sawit Utama (GSU) whereby
the Company agreed to purchase PKU Is
payables to GSU of Rp145,660,301,410
billion amounting to Rp70,765,822,222.

Terkait dengan Perjanjian Jual Beli Tagihan


tersebut,
Perusahaan
dan
GSU
menandatangani Perjanjian Pengalihan
Piutang dimana GSU mengalihkan seluruh
hak, kepemilikan, titel, kepentingan dan
manfaat atas tagihan kepada Perusahaan,
termasuk hak istimewa yang terkait di
dengannya.

With regard to the Receivables Purchasing


Agreement, the Company and GSU entered
into an Assignment of Receivables
Agreement whereby GSU diverted all of its
rights, ownership, title, interest and benefits
over those receivables to the Company
including the any privilege attached.

Berdasarkan perjanjian Perubahan dan


Pernyataan Kembali Perjanjian Pinjaman
tertanggal 28 September 2012, piutang
tersebut wajib dilunasi oleh PKU I dengan
tingkat bunga 12% per tahun, selambatlambatnya 22 tahun sejak ditandatanganinya
perjanjian Perubahan dan Pernyataan
Kembali Perjanjian Pinjaman.

Based on agreement Amendment and


Restatement of Loan Agreement dated
September 28, 2012, the diverted
receivables shall be paid by PKU I with
interest of 12% p.a., within 22 year since the
date of the signing Amendment and
Restatement of Loan Agreement.

iii. Perjanjian Pengikatan Jual Beli

iii. Share Purchase Binding Agreement


The Company entered into a Share
Purchase Binding Agreement with PT Karya
Generasi Perdana (KGP) whereby the
Company will purchase 11,250 shares of
PKU I owned by KGP with purchase value of
Rp11,250,000,000.

Perusahaan dan PT Karya Generasi


Perdana
(KGP)
menandatangani
Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
dimana Perusahaan akan membeli 11.250
lembar saham PKU I yang dimiliki KGP
senilai Rp11.250.000.000.
100

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

40. PERJANJIAN
(lanjutan)

DAN

KOMITMEN

PENTING

40. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)

a. Perseroan (lanjutan)

a. The Company (continued)

iii. Perjanjian Pengikatan Jual Beli (lanjutan)

iii. Share Purchase


(continued)

Entitas anak - ABN


i.

Binding

Agreement

The share purchase will be executed after all


specific requirements, as stated in the Share
Purchase Binding Agreement are fulfilled
and shall be executed within 1 year after the
sign of the agreement, at the latest. Until the
completion date of these consolidated
financial statements, the share purchase has
not been concluded yet.

Jual beli saham akan dilakukan setelah


terpenuhinya
persyaratan
tertentu
sebagaimana tercantum dalam Perjanjian
Pengikatan Jual Beli Saham dan dilakukan
selambat-lambatnya
1
tahun
setelah
penandatanganan
perjanjian.
Sampai
dengan tanggal penyelesaian laporan
keuangan konsolidasian ini, jual beli saham
tersebut belum dilakukan.
b.

AND

b. Subsidiary ABN

Pada tanggal 19 Agustus 2009, ABN


menandatangani
kontrak
dengan
PT Petrosea, Tbk untuk jangka waktu lima
tahun sehubungan dengan pekerjaan
pemindahan lapisan tanah penutup dan
pengangkutan batubara.

i. On August 19, 2009, ABN signed a contract


with PT Petrosea, Tbk in relation with
overburden removal and coal hauling for
five years.

Sehubungan dengan perjanjian ini, ABN


telah menyediakan bank garansi yang
diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero),
Tbk (Mandiri) dalam bentuk obligasi
pembayaran senilai US$11.700.000 yang
berlaku hingga tanggal 19 Agustus 2011.

In connection with this agreement. ABN has


provided a bank guarantee issued by
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri)
in the form of payment bond amounting to
US$11,700,000 and has been expired on
August 19, 2011.

Pada tanggal 25 Agustus 2011, ABN


melakukan amendemen atas kontrak
pengupasan tanah dan pengangkutan
batubara dengan PT Petrosea, Tbk
sehubungan dengan penambahan kapasitas
produksi batubara sebesar 27.250.000 ton
per tahun dan perubahan pengaturan
penempatan bank garansi. Selain itu, jangka
waktu kontrak diperpanjang sampai dengan
31 Desember 2018.

On August 25, 2011, ABN has amended the


agreement of overburden and coal hauling
contract with PT Petrosea, Tbk in relation to
the increase in coal production capacity to
27,250,000 tons per year and the changes
of the related bank guarantee placement. In
addition, the contract period was extended
to December 31, 2018.

Pada tanggal 7 September 2011, ABN


mengadakan perjanjian dengan PT Bank
BNP Paribas Indonesia (BNP Indonesia)
sehubungan fasilitas bank garansi sebesar
US$15.000.000 yang berlaku selama 12
bulan. Pada tanggal 12 September 2011,
BNP Indonesia menerbitkan bank garansi
yang ditujukan kepada PT Petrosea, Tbk
senilai US$11.700.000 yang berlaku
sampai tanggal 20 Januari 2012 dan dapat
diperbaharui.
Bank
garansi
ini
menggantikan
bank
garansi
yang
diterbitkan oleh Mandiri.

On September 7, 2011, ABN entered into


an agreement with PT Bank BNP Paribas
Indonesia (BNP Indonesia) in relation to a
bank guarantee facility of US$15,000,000.
this agreement is valid for 12 months. On
September 12, 2011, BNP Indonesia issued
a
bank
guarantee
amounting
to
US$11,700,000 in favor of PT Petrosea,
Tbk which will expire on January 20, 2012
and can be renewed. This bank guarantee
replaced the bank guarantee which was
issued by Mandiri.

101

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

40. PERJANJIAN
(lanjutan)
b.

DAN

KOMITMEN

PENTING

40. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)

Entitas anak - ABN (lanjutan)

AND

b. Subsidiary - ABN (continued)

Pada tanggal 20 Januari 2012, Citibank N.A.,


Indonesia menerbitkan bank garansi yang
ditujukan kepada PT Petrosea, Tbk senilai
US$22.500.000 yang berlaku sampai tanggal
20 Desember 2012 dan dapat diperbaharui.
Bank garansi ini menggantikan bank garansi
yang diterbitkan oleh BNP Indonesia. ABN
telah memperbaharui bank garansi tersebut
hingga 20 Desember 2012.

On January 20, 2012, Citibank N.A.,


Indonesia issued bank guarantee amounting
to US$22,500,000 in favor of PT Petrosea,
Tbk, which will expire on December 20, 2012
and can be renewed. This bank guarantee
replaced the bank guarantee which was
issued by BNP Indonesia. ABN renewed the
bank guarantee until December 20, 2012.

Pada tanggal 31 Januari 2013 ABN telah


memperbaharui bank garansi tersebut yang
akan berlaku hingga tanggal 4 Maret 2013,
dengan nilai US$19.000.000.

On January 31, 2013 ABN renewed the bank


guarantee untik March 4, 2013 with a value of
US$19,000,000.

ii. Pada tanggal 1 Maret 2011, ABN


menandatangani
kontrak
dengan
PT Arkananta Apta Pratista (AAP) untuk
jangka
waktu
enam
puluh
bulan
sehubungan
dengan
pekerjaan
pemindahan lapisan tanah penutup dan
pengangkutan batubara.

ii. On March 1, 2011, ABN signed a contract


with PT Arkananta Apta Pratista (AAP) for
a sixty months period in relation to
overburden removal and coal hauling.

Berdasarkan ketentuan di dalam kontrak


tersebut, ABN diharuskan membayar biaya
jasa kepada AAP, dihitung secara bulanan
berdasarkan rumus yang meliputi jumlah
batubara mentah dan overburden yang
ditambang dan diangkut.

Based on the provision of the contract, ABN


is required to pay AAP a service fee,
calculated on a monthly basis, based on a
formula which includes the amount of raw
coal
and
overburden
mined
and
transported.

iii. Pada tanggal 20 September 2010, ABN


mengadakan perjanjian dengan Vitol Asia
Pte. Ltd. untuk menjual steam coal
sebanyak 2.500.000 ton untuk periode
sejak tanggal 20 September 2010 sampai
tanggal 30 September 2012. Sehubungan
dengan kontrak ini, ABN telah menerima
pembayaran
dimuka
sebesar
US$5.000.000 pada tanggal 25 Oktober
2010.

iii. On September 20, 2010, ABN entered into


agreement with Vitol Asia Pte. Ltd. to sell
steam coal amounting to 2,500,000 tons for
a period from September 20, 2010 through
September 30, 2012. In respect to this
contract, ABN received cash advance
amounting to US$5,000,000 on October 25,
2010.

Pada tanggal jatuh tempo, ABN tidak


memperpanjang kontrak ini.

On due date, ABN did not extend this


contract

iv. Pada tanggal 17 Juni 2009, ABN


mengadakan perjanjian dengan Flame S.A.
untuk menjual steam coal sebanyak
3.800.000 MT untuk periode sejak tanggal
1 September 2009 sampai tanggal
31 Desember 2012. Sehubungan dengan
kontrak
ini,
ABN
telah
menerima
pembayaran
dimuka
sebesar
US$10.000.000
masing-masing
pada
tanggal 22 Juni 2009 dan 7 Juli 2009.

iv. On June 17, 2009, ABN entered into an


agreement with Flame S.A. to sell steam
coal amounting to 3,800,000 MT for a
period from September 1, 2009 trhough
December 31, 2012. In respect to this
contract, ABN received cash advances
amounting to US$10,000,000 on June 22,
2009 and July 7, 2009, respectively.

102

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

40. PERJANJIAN
(lanjutan)
b.

DAN

KOMITMEN

PENTING

40. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)

Entitas anak - ABN (lanjutan)

AND

b. Subsidiary - ABN (continued)

v. Pada tanggal 24 Juli 2008, ABN


menandatangani
perjanjian
dengan
PT Pelayaran Kartika Samudra Adijaya
(PKSA) sebagaimana telah diubah
melalui pembaharuan perjanjian tanggal
23 Juni 2011 untuk meningkatkan
kapasitas
pengangkutan
menjadi
26.000.000 ton. Perjanjian ini berlaku dari
tanggal 15 Agustus 2011 sampai
31 Desember 2015.

v. On July 24, 2008, ABN signed an


agreement with PT Pelayaran Kartika
Samudra Adijaya (PKSA), as amended
through renewed agreement dated June 23,
2011 to increase the coal barging capacity
to 26,000,000 tons. This agreement is valid
from August 15, 2011 to December 31,
2015.

vi. ABN
menandatangani
kontrak
jasa
pengangkutan batubara dengan PT Pelita
Samudera Shipping (PSS) pada tanggal
14 Juli 2011, untuk mengangkut batubara
dari pelabuhan ke kapal dengan jumlah
500. 000 ton sampai dengan 1.500.000
ton. Jika ABN tidak dapat memenuhi nilai
minimum penyedian batubara untuk
diangkut, ABN akan membayar selisih
kekurangan tersebut sesuai dengan tarif
yang berlaku. Perjanjian berlaku dari
1 Agustus 2011 sampai dengan 31 Juli
2012. Hingga tanggal 31 December 2012,
ABN masih dalam proses memperbaharui
kontrak.

vi. ABN signed a coal shipment contract with


PT Pelita Samudera Shipping (PSS) on
July 14, 2011 to transport coal from
Companys loading port to appointed vessel
with total quantity between 500,000 tons
and 1,500,000 tons. If the Company cant
meet the minimum quantity of coal to be
delivered, the Company will pay for any
shortfall based on the applied rate. The
agreement is valid from August 1, 2011 to
July 31, 2012. Until December 31, 2012
ABN is still in the process of renewing the
contract.

vii. Pada tanggal 1 Agustus 2009, ABN


mengadakan perjanjian dengan PSS untuk
penyediaan jasa pemuatan batubara dari
tongkang ke kapal dengan jumlah 1.000.000
ton sampai dengan 3.000.000 ton per tahun.
Perjanjian ini berlaku sampai dengan 31 Juli
2011 dan dapat diperpanjang untuk 2 tahun
dengan pemberitahuan terlebih dahulu.

vii. On August 1, 2009, the ABN entered into an


agreement with PSS to provide services of
unloading coal from barges to vessel with
total quantity of 1,000,000 tons to 3,000,000
tons per year. The agreement was due on
July 31, 2011 and can be extended for 2
years upon prior notice.

Pada tanggal 14 Juli 2011, ABN melakukan


pembaharuan perjanjian jasa pemuatan
batubara dari tongkang ke kapal dengan
PSS untuk meningkatkan kapasitas menjadi
3.000.000 ton - 5.000.000 ton di tahun
pertama dan 4.000.000 ton - 6.000.000 ton di
tahun kedua. Perjanjian ini berlaku dari
1 Agustus 2011 sampai dengan 31 Juli 2013.

On July 14, 2011, the ABN renewed the coal


transshipment agreement with PSS to
increase the capacity to 3,000,000 tons 5,000,000 tons in the first year and 4,000,000
tons - 6,000,000 tons in the second year. This
renewal agreement is valid from August 1,
2011 to July 31, 2013.

Jika ABN tidak dapat memenuhi nilai


minimum penyediaan batubara untuk
diangkut, ABN akan membayar selisih
kekurangan tersebut sesuai dengan tarif
yang berlaku.

If ABN cannot meet the minimum quantity of


coal to be delivered, ABN will pay for any
shortfall based on the applied rate.

103

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

40. PERJANJIAN
(lanjutan)

DAN

KOMITMEN

PENTING

40. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)

c. Entitas anak - IM
i.

c.

Subsidiary - IM
i.

Pada tanggal 16 Juni 2010 IM


menandatangani kontrak dengan PKSA
untuk mengangkut batubara dari dermaga
IM (loading port) dan akan dikirimkan ke
Muara Jawa atau Muara Berau (discharged
port). Kontrak ini berlaku sejak tanggal
1 Maret 2010 sampai tanggal 1 Maret
2013.

AND

On June 16, 2010 IM entered into coal


shipment contract with PKSA to transport
coal from IMs jetty (loading port) to be
delivered to Muara Jawa or Muara Berau
(discharged port). The term of the contract
is March 1, 2010 through March 1, 2013.

ii. IM memiliki perjanjian tanggal 5 Mei 2011


dengan Flame S.A. untuk penjualan
batubara sebesar 65.000 MT per bulan
selama semester II 2011.

ii. IM has sales agreements dated May 5,


2011 with Flame S.A. to sale of coal of
65,000MT per month during the second
semester of 2011.

Sehubungan dengan kontrak ini, IM telah


menerima pembayaran dimuka sebesar
US$18.295.875.

In respect to this contract, IM received cash


advance amounting to US$18,295,875.

iii. IM menandatangani Perjanjian Bantuan


Teknis tertanggal 18 Desember 2007
dengan PT Buana Inti Energi ("BIE"),
dimana BIE setuju untuk memberikan jasa
manajemen berkaitan dengan kegiatan
operasi pertambangan batubara dan izin
pengelolaan dan atau perpanjangan izin
pengelolaan. Perjanjian ini berlaku untuk
periode sejak tanggal 1 Januari 2008
hingga tanggal 31 Desember 2013 atau
setelah jumlah produksi batubara mencapai
8.000.000 ton mana yang lebih dulu
dicapai. BIE akan mengenakan IM biaya
untuk jasa yang diberikan tersebut di atas
sebesar US$2/ton dari batubara yang
diproduksi dan dijual oleh IM.

iii. IM entered into Technical Assistance


Agreement with PT Buana Inti Energi
(BIE) dated December 18, 2007, whereby
BIE agreed to provide management
services related to coal mining operation
activities and permit management and or
extension of permit management. This
agreement is valid for a period from on
January 1, 2008 through December 31,
2013 or after total coal production achieved
8,000,000 tons whichever is shorter. BIE
will charge IM for the services rendered as
stated above amounting to US$2/ton based
on coal produced and sold by IM.

Pada tanggal 26 Maret 2012, IM dan BIE


sepakat untuk menghentikan perjanjian
tersebut efektif sejak 1 Januari 2012.

On March 26, 2012, IM and BIE agreed to


terminate this agreement effective on
January 1, 2012.

41. INFORMASI PENTING LAINNYA

41. OTHER SIGNIFICANT INFORMATION

a. Kasus hukum

a. Legal cases

Pada tanggal 25 Juli 2012, ABN dan TMU


menandatangani
Perjanjian
Perdamaian
(Perjanjian) dengan PT Perkebunan Kaltim
Utama I (PKU I). Berdasarkan perjanjian ini
para pihak telah setuju untuk melakukan
perdamaian dan menghentikan seluruh perkara
yang terkait dengan permasalahan tumpang
tindih. Mekanisme penyelesaian perdamaian
dilakukan
dalam
beberapa
transaksi
sebagaimana diuraikan dalam Catatan 40.a.

In July 2012, the ABN and TMU signed


Settlement Agreement (the Agreement) with
PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU I). Based
on this Agreement, all parties agreed to settle
and cease all the ongoing court cases in relation
to the overlapping issues. The settlement
mechanism was conducted in several transaction
as refer to Note 40.a.

Dengan ditandatanganinya Perjanjian diatas,


maka permasalahan hukum dengan PKU I
berikut ini telah dihentikan:

By the signing of the aforesaid Agreement, the


following legal cases with PKU I has ceased:

104

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)


a.

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

Kasus hukum (lanjutan)

a. Legal cases (continued)

ABN

ABN

i.

i.

ii.

INFORMATIONS

Pada tanggal 2 Februari 2011, ABN


mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata
Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan
nomor
perkara
18/G/2011/PTUN.JKT.
Gugatan tersebut melawan Kepala Badan
Pertanahan Republik Indonesia sebagai
tergugat I, karena telah menerbitkan Surat
Keputusan Kepala Badan Pertanahan
Nasional
Republik
Indonesia
No. 75/HGU/BPN RI/2009 bertanggal 4 Juni
2009 tentang pemberian hak guna usaha
atas tanah seluas 2.460,13 hektar (ha) dan
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai
Kartanegara sebagai tergugat II karena
menerbitkan Hak Guna Usaha No. 35 atas
tanah seluas 2.460,13 hektar (ha) kepada
PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU I)
sebagai tergugat II Intervensi.

On February 2, 2011, ABN filed a lawsuit at


the Administrative Court of First Instance
(PTUN) Jakarta with the case number
18/G/2011/PTUN.JKT. The suit is against
the Head of Land Agency of the Republic of
Indonesia as a defendant I for issuing
Decision Letter of the National Land Board
Agency No. 75/HGU/BPN RI/2009 dated
June 4, 2009 on granting land right of
2,460.13 Ha and Head of the Land Registry
Office of Kutai Kartanegara as defendant II
for issuance of Land Right No. 35 for land
2,460.13 hectare (ha) to PT Perkebunan
Kaltim Utama I (PKU I) as the defendant II
Intervention.

Pada tanggal 4 Juli 2011, majelis hakim


PTUN Jakarta telah menyatakan keputusan
mereka yang membatalkan dan menarik
semua hak legal atas tanah seluas 2.460,13
ha milik PKU I sebagai tergugat II Intervensi
(Surat
Keputusan
Kepala
Badan
Pertanahan Nasional No. 75 dan Hak Guna
Usaha No. 35) secara keseluruhan.

On July 4, 2011, the Panel of Judges of


PTUN Jakarta had declared their decision
that nullified and withdrawn all rights over
the land of 2,460.13 ha of PKU I as the
defendant II Intervention (Decision Letter
from the National Land Board Agency
No. 75 and Land Right No. 35) as a whole.

Keputusan majelis hakim PTUN tersebut,


dikuatkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi
Tata Usaha Negara (PT.TUN) di Jakarta
sebagaimana dinyatakan dalam Putusan
No.
186/B/2011/PT.TUN.JKT
tanggal
20 Desember 2011.

The Decision of the Panel of Judges of


PTUN Jakarta was affirmed by the
Chairman of State Administrative High
Court of Jakarta (PT.TUN) as stipulated in
Decision
No.
186/B/2011/PT.TUN.JKT
dated December 20, 2011.

Menanggapi Kasasi yang diajukan oleh PKU


I, Mahkamah Agung Republik Indonesia
melalui keputusan No. 207 K/TUN/2012
tertanggal 31 Mei 2012 telah mengabulkan
permohonan
kasasi
PKU
I,
yaitu
membatalkan keputusan majelis hakim
PTUN dan Ketua PT.TUN.

In responding the cassasion filed by PKU I,


the Supreme Court of the Republic of
Indonesia through decision No. 207
K/TUN/2012 dated May 31, 2012 has granted
the PKU Is cassasion request, ie, revoke all
the decisions of the Panel of Judges of PTUN
Jakarta and the Chairman of PT.TUN.
ii.

Berdasarkan Perkara Tata Usaha Negara


Nomor
18/G/2011/PTUN.SMD
tanggal
15 Juni 2011, PKU I menggugat Bupati
Kutai Kartanegara di PTUN Samarinda
karena
telah
mengeluarkan
IUP-OP
kepada
ABN.
Berdasarkan
Putusan
Majelis
Hakim
PTUN
Samarinda
Nomor
18/G/2011/PTUN.SMD
tanggal
18 November 2011, gugatan PKU I tidak
dapat diterima dan menghukum penggugat
untuk membayar biaya perkara.

105

Under the State Administrative Law Suit


Case Number 18/G/2011/PTUN.SMD dated
June 15, 2011. PKU I sues the Regent of
Kutai Kartanegara at the PTUN Samarinda
for granting IUP-OP to ABN. According to
the decree of the Court Judges of PTUN
Samarinda No. 18/G/2011/PTUN.SMD
dated November 18, 2011, PKU Is Law
Suit can not be accepted and the plaintif is
punished to pay court expenses.

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

a. Kasus hukum (lanjutan)

INFORMATIONS

a. Legal cases (continued)

ABN (lanjutan)

ABN (continued)

iii. Pada tanggal 13 Februari 2012, PKU I


mengajukan gugatan perdata di hadapan
Pengadilan Negeri Tenggarong masingmasing terhadap ABN dan Bupati Kutai
Kartanegara. PKU I menuntut ganti rugi
dengan dalil adanya perbuatan melawan
hukum yang mengakibatkan kerugian bagi
PKU I dalam kaitannya dengan penerbitan
IUP ABN di wilayah bersertipikat Hak Guna
Usaha yang diperuntukkan bagi PKU I.
Dalam gugatannya, PKU I menuntut ganti
rugi materiil sebesar Rp19.066.600.000 dan
ganti
rugi
immaterial
sebesar
Rp1.000.000.000.000. Di samping itu, PKU I
juga menuntut agar majelis hakim
menyatakan IUP ABN tidak berkekuatan
hukum.

iii. On February 13, 2012, PKU I initiated civil


law proceedings against ABN and the Regent
of Kutai Kartanegara, respectively, in the
District Court of Tenggarong. Requesting
damages claim due to illegal acts which
resulted in a loss to PKU I in relation to the
issuance of ABNs IUP over the land area
with right to use registered under the name of
PKU I. In its lawsuit PKU I requests damage
claims
for
material
damage
of
Rp19,066,600,000 and Rp1,000,000,000,000
immaterial damage. In addition, PKU I also
requested that the court nullify and revoke the
IUP issued by the Regent of Kutai
Kartanegara to ABN.

TMU

TMU

i.

i.

Pada tanggal 8 Februari 2011, TMU


mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.
Gugatan tersebut melawan Kepala Badan
Pertanahan Republik Indonesia sebagai
tergugat I, karena telah mengeluarkan
Surat
Keputusan
Kepala
Badan
Pertanahan Nasional No. 75/HGU/BPN
RI/2009 tentang pemberian hak guna
usaha atas tanah seluas 7.247,97 ha
kepada PKU I dan Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara
sebagai tergugat II karena menerbitkan
Hak Guna Usaha No. 33, 35 dan 37 atas
tanah seluas 7.247,97 ha kepada PKU I
sebagai tergugat II Intervensi.

On February 8, 2011, TMU filed a lawsuit


at PTUN Jakarta. The suit is against the
Head of Land Agency of the Republic of
Indonesia as a defendant I. Head of the
Land Registry Office of Kutai Kartanegara
as defendant II for issuing Decision Letter of
the
National
Land
Board
Agency
No. 75/HGU/BPN RI/2009 on granting land
right of 7,247.97 Ha to PKU I and issuance
of Land Rights No. 33, 35 and 37 for land
7,247.97 ha to PKU I as the defendant II
Intervention.

In the suit, TMU stated that the granting of the


Land Rights No. 33, 35 and 37 which was
based on Decision Letter from the National
Land Board Agency of the Republic of
Indonesia No.75 over the land of 7,247.97 ha
a 2,767.24 Ha out of 7,247.97 ha is inside the
mining area where TMU has obtained the
related mining permits. Therefore, TMU filed
a lawsuit for the cancellation of both letters.

Dalam
gugatan
tersebut,
TMU
menyampaikan bahwa pemberian Hak Guna
Usaha No. 33, 35 dan 37 yang didasari oleh
Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia No. 75 atas
tanah seluas 7.247,97 ha. Seluas 2.767,24
ha berada di atas lahan pertambangan di
mana
TMU
telah
memiliki
ijin
pertambangannya. Oleh karena itu, TMU
mendaftarkan gugatan tentang pembatalan
atas kedua surat tersebut.

106

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

a. Kasus hukum (lanjutan)

INFORMATIONS

a. Legal cases (continued)

TMU (lanjutan)

TMU (continued)

Sebagaimana yang diputuskan dalam


Salinan Putusan No.23/G/2011/PTUNJKT tanggal 4 Juli 2011, PTUN di Jakarta
telah mengabulkan gugatan TMU untuk
menyatakan batal dan mewajibkan tergugat
untuk mencabut Surat Keputusan Kepala
Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia No. 75/HGU/BPN RI/2009
tanggal 4 Juni 2009 dan Surat Keputusan
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten
Kutai Kartanegara atas Sertifikat Hak Guna
Usaha No.33, 35 dan 37 masing-masing
tanggal 30 Juli 2009. Surat keputusan
tersebut merupakan hak guna usaha atas
nama PKU I atas tanah yang sebagian
merupakan area tambang TMU.

As stated in the Copy of the Verdict


No.23/G/2011/PTUN-JKT dated July 4,
2011, PTUN in Jakarta has granted TMUs
lawsuit in order to cancel and to obligate the
defendant to revoke the Decree of the Head
of National Land Agency of the Republic of
Indonesia No. 75/HGU/BPN RI/2009 dated
June 4, 2009 and the Decree of the Head of
the Land Registry Office of Kutai
Kartanegara of Land Rights No. 33, 35 and
37 dated July 30, 2009, respectively, The
decree is cultivation right title of land on
behalf of PKU I which is most of the land
consist of TMU's mining area.

Putusan
PTUN
di
atas
oleh
PT.TUN
dalam
No. 187/B/2011/PT.TUN.JKT.

dikuatkan
Putusan

The PTUNs decision above is upheld


by
the
PT.TUN
in
its
Verdict
No. 187/B/2011/PT.TUN.JKT .

Menanggapi Kasasi yang diajukan oleh PKU


I, Mahkamah Agung Republik Indonesia
melalui keputusan No. 163 K/TUN/2012
tertanggal 31 Mei 2012 telah mengabulkan
permohonan
kasasi
PKU
I,
yaitu
membatalkan keputusan majelis hakim
PTUN dan Ketua PT.TUN.

In responding the cassasion filed by PKU I,


the Supreme Court of the Republic of
Indonesia through decision No. 163
K/TUN/2012 dated May 31, 2012 has granted
the PKU Is cassasion request, ie, revoke all
the decisions of the Panel of Judges of PTUN
Jakarta and the Chairman of PT.TUN.

ii. Pada tanggal 15 Juni 2011 PKU I


mengajukan gugatan di PTUN Samarinda
atas persetujuan pemberian IUP-OP
No. 540/3133/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2010
tanggal 14 Desember 2010 oleh Bupati
Kutai Kartanegara kepada TMU. Adapun isi
gugatan
tersebut
memohon
untuk
membatalkan IUP-OP TMU karena PKU I
terlebih dahulu memperoleh HGU di area
yang dipersengketakan.

ii. On June 15, 2011, PKU I filed a lawsuit in


PTUN Samarinda for the approval of the
IUP-OP
No.
540/3133/IUP-OP/MBPBAT/XII/2010 dated December 14, 2010
issued to TMU by the Regent of Kutai
Kartanegara. The contents of the lawsuit in
order to cancel the TMUs IUP-OP since
PKU I has formerly obtained the HGU in
the disputed area.

PTUN
Samarinda,
dalam
Putusan
No.18/G/2011/PTUN-SMD
tanggal
2 November 2011, menerima eksepsi
tergugat dan tergugat II intervensi 1 dan.
menyatakan bahwa gugatan penggugat
tidak diterima.

PTUN
Samarinda,
in
the
Verdict
No.18/G/2011/PTUN-SMD
dated
November 2, 2011, accepted the
defendants
and
the
defendant
II
intervention 1s demurrer and stated that
plaintiff's suit is not accepted.

Pada tanggal 17 Januari 2012, TMU


menyerahkan kontra memori banding
PT.TUN di Jakarta atas memori banding
PKU I tanggal 6 Desember 2011.

On January 17, 2012, TMU filed the counter


of appeal memory to PT.TUN in Jakarta
against PKU Is appeal memory dated
December 6, 2011.

107

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

a. Kasus hukum (lanjutan)

INFORMATIONS

a. Legal cases (continued)

TMU (lanjutan)

TMU (continued)

iii. Pada tanggal 13 Februari 2012, PKU I


mengajukan gugatan perdata di hadapan
Pengadilan Negeri Tenggarong masingmasing terhadap TMU dan Bupati Kutai
Kartanegara. PKU I menuntut ganti rugi
dengan dalil adanya perbuatan melawan
hukum yang mengakibatkan kerugian bagi
PKU I dalam kaitannya dengan penerbitan
IUP TMU di wilayah bersertipikat Hak Guna
Usaha yang diperuntukkan bagi PKU I.
Dalam gugatannya, PKU I menuntut ganti
rugi materiil sebesar Rp41.300.000.000 dan
ganti
rugi
immaterial
sebesar
Rp1.000.000.000.000 Di samping itu, PKU I
juga menuntut agar majelis hakim
menyatakan IUP TMU tidak berkekuatan
hukum.

iii. On February 13, 2012, PKU I initiated civil


law proceedings against TMU and the
Regent of Kutai Kartanegara, respectively, in
the District Court of Tenggarong. Requesting
damages claim due to illegal acts which
resulted in a loss to PKU I in relation to the
issuance of TMUs IUP over the land area
with right to use registered under the name of
PKU I. In its lawsuit PKU I requests damage
claims
for
material
damage
of
Rp41,300,000,000 and Rp1,000,000,000,000
immaterial damage. In addition, PKU I also
requested that the court nullify and revoke the
IUP issued by the Regent of Kutai
Kartanegara to TMU.

b. Royalty dan Iuran tetap

b. Royalty and Dead rent

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun


1997 tentang pendapatan non-pajak dan
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun
2012 tentang tarif pendapatan non-pajak
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(KESDM), entitas anak diharuskan untuk
membayar royalti produksi batubara dan
diwajibkan untuk membayar iuran tetap per
hektar
atas
hak
pertambangan
yang
dieksplorasi, dikembangkan dan diekstrasi yang
dibayarkan kepada KESDM. Jumlah royalti
produksi didasarkan pada jenis mineral dan
kuantitas batubara yang dijual.

Based on Act No. 20 Year 1997 regarding state


non-tax revenue and based on the Government
Regulation of the Republic of Indonesia No. 9
Year 2012 regarding the rate of state non-tax
revenue for the Ministry of Energy and Natural
Resources (KESDM), the subsidiares are
required to pay coal production royalty and to
pay dead rent fees per hectare of mining rights
explored, developed and extracted which are
payable to the KESDM. The amount of
production royalty is based on the type of
mineral and the quantity of coal sold.

Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah


dihitung berdasarkan kalori yang terkandung di
dalam batubara dengan tarif 5% dan 7%,
kuantitas yang terjual dikalikan dengan basis
harga dan tarif royalti tersebut. Berdasarkan
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral No. 17 tahun 2010 mengenai tata cara
penetapan harga patokan penjualan mineral
dan batubara, basis harga adalah yang lebih
tinggi antara harga patokan batubara atau harga
jual batubara.

Royalty paid to the Government was calculated


based on the calories contained in the coal with
rates of 5% and 7%, the quantity sold was
multiplied by the base price and the royalty
rate. Based on the regulation from the Ministry
of Energy and Natural Resources of the
Republic of Indonesia No. 17 year 2010
regarding procedures for stipulating benchmark
prices of mineral and coal sales, the base price
is the higher of the coal benchmark price or
coal sales price.

Iuran tetap yang ditagih dihitung dengan dasar


tarif US$4/hektar,- dikalikan dengan luasan
konsesi yang dimiliki ABN, IM dan TMU.

Dead rent charged was calculated at a rate of


US$4/hectare multiplied by the total concession
area owned by ABN, IM and TMU.

108

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41.

INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

INFORMATIONS

c. Pengutamaan
Pemasokan
Kebutuhan
Mineral dan Batubara Untuk Kepentingan
Dalam Negeri

c. Priority to Fulfill Domestic Requirement on


Mineral and Coal

Dalam bulan Desember 2009, KESDM


mengeluarkan Permen 34/ 2009 yang antara lain
mewajibkan
perusahaan
pertambangan
batubara (Badan usaha) untuk menjual
sebagian hasil produksinya kepada Pemakai
batubara dalam negeri (Domestic Market
Obligation or DMO). Badan usaha yang tidak
dapat mematuhi ketentuan tersebut, akan
dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis
paling banyak 3 kali dan pemotongan produksi
batubara paling banyak 50% dari produksi tahun
berikutnya.

In December 2009, the KESDM issued Permen


34/2009, which requires coal mining companies
(Entities) to sell a portion of their productions to
domestic coal users (Domestic Market
Obligation or DMO). Entites which do not fulfill
such requirement will be given written notice
maximum 3 times of and reduction of the
production in the next year up to 50%.

Sesuai dengan ketentuan dalam Permen


34/2009 tersebut, badan usaha yang penjualan
dalam negeri melebihi kewajiban DMO-nya
dapat mengalihkan kelebihan penjualan DMOnya kepada badan usaha yang tidak dapat
memenuhi kewajiban DMO-nya.

Under the provision of the Permen 34/2009,


entities that have domestic sales in excess of
their DMO requirement, may transfer the excess
to entities which cannot fulfill their DMO
requirement.

Kelebihan DMO yang dialihkan tersebut


dianggap sebagai pemenuhan kewajiban DMO
suatu badan usaha, dengan syarat pengalihan
tersebut mendapat persetujuan dari Menteri.

The transferring of excess DMO will be deemed


as the fulfillment of an entitys DMO, provided
such transfer were approved by the Ministry.

Berdasarkan Keputusan KESDM No. 2360


K/30/MEM/2010 tertanggal 31 Agustus 2010.
sebagaimana di ubah dalam Keputusan
Kementerian ESDM No. 1334.K/30/DJB/2011
tertanggal 1 Desember 2011, persentase batas
minimal DMO tahun 2011 untuk ABN adalah
sebesar 18,41%. Sampai dengan tanggal
31 Desember 2011, ABN belum dapat
memenuhi kewajiban DMO tahun 2011
sebagaimana yang telah ditetapkan. Pada
tanggal 31 Desember 2011, Grup mengakui
akrual atas pengalihan DMO dengan nilai
US$1.646.454 yang akan dilakukan ABN dari
Badan usaha lain (Catatan 16).

Based on the KESDMs decree No. 2360


K/30/MEM/2010 dated August 31, 2010, as
amended by the Ministry of ESDMs decree
No. 1334.K/30/DJB/2011 dated December 1,
2011, the DMO for 2011 assigned to ABN was
determined at 18.41%. Up to December 31,
2011, ABN had not fulfilled the DMO requirement
for 2011. As of December 31, 2011, the Group
has recognized an accrual for DMO transfer
amounting to US$1,646,454 by ABN from other
entities (Note 16).

Dalam bulan Februari 2012, ABN telah


menyelesaikan pengalihan DMO dari badan
usaha lain dengan nilai pengalihan sebesar
US$1.646.454. Pengalihan DMO yang dilakukan
ABN tersebut sudah mendapat persetujuan dari
KESDM melalui surat tertanggal 15 Februari
2012. Dengan demikian, ABN sudah memenuhi
kewajiban DMO tahun 2011.

In February 2012, ABN has concluded the DMO


transfer from other entity with a consideration of
US$1,646,454. Such DMO transferred by ABN
have been approved by the KESDM through its
letter dated February 15, 2012. Accordingly, ABN
has fulfilled its 2011 DMO.

109

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

41. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)


c.

41. OTHER
SIGNIFICANT
(continued)

INFORMATIONS

Pengutamaan
Pemasokan
Kebutuhan
Mineral dan Batubara Untuk Kepentingan
Dalam Negeri (lanjutan)

c. Priority to Fulfill Domestic Requirement on


Mineral and Coal (continued)

Berdasarkan
Keputusan
KESDM
No. 1991.K/30/MEM/2011 tertanggal 25 Agustus
2011, persentase batas minimal DMO tahun
2012 adalah sebesar 24,72% dari perkiraan
produksi batubara pada tahun 2012 yang
berasal dari 66 badan usaha, dimana DMO ABN
ditetapkan sebesar 939.355 ton.
Sampai
dengan tanggal 31 Desember 2012, ABN belum
dapat memenuhi kewajiban DMO tahun 2012
sebagaimana yang telah ditetapkan. Pada
tanggal 31 Desember 2012, Grup mengakui
akrual atas pengalihan DMO dengan nilai
US$777.918 yang akan dilakukan ABN dari
badan usaha lain (Catatan 16).

Based
on
KESDMs
decree
No. 1991.K/MEM/2011 dated August 25, 2011,
the minimum DMO requirement for 2012 is
24.72% of the estimated coal production of 66
entities during 2012, whereby ABNs DMO is
939,355 ton. Up to December 31, 2012, ABN had
not fulfilled the DMO requirement for 2012. As of
December 31, 2012, the Group has recognized
an accrual for DMO transfer amounting to
US$777,918 by ABN from other entities (Note
16).

42. TRANSAKSI NON KAS

42. NON-CASH TRANSACTIONS


Listed below are significant non-cash transactions

Berikut ini transaksi non kas penting

Disajikan Kembali/ As Restated


Catatan 4/
Note 4
2012
Penambahan aset tetap melalui
Sewa pembiayaan
Biaya yang masih harus dibayar
Penerimaan aset tetap sebagai
pelunasan piutang
entitas anak
Kapitalisasi estimasi biaya
pembongkaran aset tetap
Penambahan modal melalui
konversi dividen
Perjumpaan piutang kepada TS
dengan dividen
Perjumpaan piutang kepada pemilik
kepentingan non-pengendali
dengan dividen entitas anak
Pembelian saham entitas anak
melalui hutang

2011

2010

505.102
-

403.647
497.786

2.477.698
1.178.918

6.101.620

272.219

18.185.826

19.986.143

36.036.385

25.495.908

110

Acquisition of fixed assets through


Finance lease
Accrued expenses
Acquisition of fixed assets
through settlement of a
subsidiarys receivables
Capitalization of the estimated
cost of dismantling fixed assets
Additional paid in capital through
conversion of dividends
Offsetting receivables from TS
against dividends
Offsetting receivables from
non-controlling shareholders
against subsidiaries dividends
Acquisition of subsidiaries shares
credited to payable

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

43. REKLASIFIKASI AKUN

43. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS


Certain accounts in the 2011, 2011 and 2009
consolidated financial statements have been
reclassified to conform with the presentation of
accounts in the 2012 consolidated financial
statements, as follows:

Akun-akun tertentu dalam laporan keuangan


konsolidasian tahun 2011, 2010 dan 2009 telah
direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan
keuangan konsolidasian tahun 2012, sebagai
berikut:
Dilaporkan sebelumnya/
As previously reported

______________________________________

Kembali/
As reclassified

__________________________________

Diklasifikasikan
Jumlah/
Amount

______________________________

Alasan/
Reason

________________________________________________

31 December 2011/December 31, 2011


Biaya eksplorasi dan
pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih

Aset eksplorasi dan evaluasi/


Exploration and
evaluation assets, net

6.306.744

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Biaya eksplorasi dan


pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih

Properti tambang, bersih/


Mine properties, net

37.077.843

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Biaya pengupasan tanah


yang ditangguhkan/
Deferred stripping
cost

Properti tambang, bersih/


Mine properties, net

2.923.016

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to

Beban akrual/
Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek/


Short-term employee benefits liabilities

9.251.113

Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan


peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with the
Bapepam Regulation No. VIII.G.7

31 December 2010/December 31, 2010


Biaya eksplorasi dan
pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih

Aset eksplorasi dan evaluasi/


Exploration and
evaluation assets, net

21.444.920

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Biaya eksplorasi dan


pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih

Properti tambang, bersih/


Mine properties, net

8.207.880

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Beban akrual/
Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek/


Short-term employee benefits liabilities

4.704.812

Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan


peraturan Bapepam No. VIII.G.7/
Reclassification to conform with the
Bapepam Regulation No. VIII.G.7

111

The original consolidated financial statements included herein are in the


Indonesian language.

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010 dan 1 Januari 2010

PT TOBA BARA SEJAHTRA TBK AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
Years ended
December 31, 2012, 2011, 2010 and January 1, 2010
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

43. REKLASIFIKASI AKUN (lanjutan)

Dilaporkan sebelumnya/
As previously reported

______________________________________

43. RECLASSIFICATION
(continued)

Diklasifikasikan
Kembali/
As reclassified

__________________________________

Jumlah/
Amount

______________________________

OF

ACCOUNTS

Alasan/
Reason

________________________________________________

1 Januari 2010/31 Desember 2009


Biaya eksplorasi dan
pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih

Aset eksplorasi dan evaluasi/


Exploration and
evaluation assets, net

Biaya eksplorasi dan


pengembangan
tangguhan, bersih/
Deferred exploration
and development
expenditures, bersih
Biaya pengupasan tanah
yang ditangguhkan/
Deferred stripping
Cost

44. PERISTIWA
SETELAH
PELAPORAN

12.634.878

Reklasifikasi sehubungan dengan64


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Properti tambang, bersih/


Mine properties, net

6.806.749

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

Properti tambang, bersih/


Mine properties, net

2.163.324

Reklasifikasi sehubungan dengan


Penerapan PSAK No. 64/
Reclassification in relation to
the Implementation of PSAK No. 64

PERIODE

44. EVENTS AFTER THE END OF REPORTING


PERIOD

Pada tanggal 28 Januari 2013, IM dan PT RPP


Contractors Indonesia mengadakan perjanjian
kontrak
jasa
pertambangan.
Perjanjian
tersebut mengatur tingkat harga, konsumsi
bahan bakar, penyesuaian harga dan hal
lainnya. Nilai perjanjian ini bergantung pada
volume tanah overburden yang dipindahkan.
Perjanjian ini akan berakhir di 28 Januari 2018.

a. On January 28, 2013, IM and PT RPP


Contractors Indonesia entered into a mining
service agreement. The agreement governs,
among others, the price rate, fuel consumption,
price adjustment and other terms. Contract
values are dependent on volumes of
overburden moved. The agreement will expire
in January 28, 2018.

b. Pada tanggal 15 Maret 2013, sesuai dengan


keputusan Bupati Kutai Kertanegara Nomor
540/004/IUP-OP/MB-PBAT/III/2013, IUP-OP IM
telah diperpanjang sampai dengan tanggal
15 Maret 2023.

b. On March 15, 2013, as stipulated in Bupati


Kutai Kartanegaras decree No. 540/004/IUPOP/MB-PBAT/III/2013, IMs IUP-OP has been
extended until March 15, 2023.

a.

AKHIR

45. PERSETUJUAN
PENERBITAN
KEUANGAN KONSOLIDASIAN

LAPORAN

45. AUTHORIZATION
TO
ISSUE
THE
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

Laporan
keuangan
konsolidasian
Grup
diselesaikan dan mendapat persetujuan untuk
diterbitkan dari manajemen Perusahaan pada
tanggal 26 Maret 2013.

The Groups financial statements were completed


and authorized for issuance by the Companys
management on March 26, 2013.

112

PT TOBA BARA SEJAHTRA Tbk


Wisma Bakrie 2, Lt. 16
Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-2
Jakarta 12920, Indonesia
Phone : 06221 5794 5779
Fax : 06221 5794 5778
www.tobabara.com
corsec@tobabara.com

Anda mungkin juga menyukai