Anda di halaman 1dari 24

Asma adalah mengi berulang dan/atau

batuk persisten dengan karakteristik sebagai


berikut: timbul secara episodik, cenderung
pada malam/dini hari (nokturnal), musiman,
setelah aktivitas fisik, serta terdapat riwayat
asma atau atopi lain pada pasien dan/atau
keluarganya. (Pedoman Nasional Asma Anak (PNAA) 2004).
Eksaserbasi (serangan asma) adalah episode
perburukan gejala-gejala asma secara progresif.
Gejala yang dimaksud adalah sesak napas, batuk,
mengi, dada rasa tertekan, atau berbagai
kombinasi gejala tersebut. Pada umumnya,
eksaserbasi disertai distres pernapasan.
Serangan asma ditandai oleh penurunan PEF atau
FEV. Derajat serangan asma bervariasi mulai dari
yang ringan, sedang, berat dan serangan yang
mengancam jiwa, perburukan dapat terjadi
dalam beberapa menit, jam, atau hari. Serangan
akut biasanya timbul akibat pajanan terhadap
faktor pencetus (paling sering infeksi virus atau
alergen), sedangkan serangan berupa perburukan
yang bertahap mencerminkan kegagalan
pengelolaan jangka panjang penyakit.

Prevalens total asma di seluruh dunia
diperkirakan 7,2% (10% pada anak) dan
bervariasi antar negara. Prevalens asma di
Indonesia berdasarkan penelitian tahun 2002
pada anak usia 13-14 tahun adalah 6,7%.



Derajat
Serangan Asma
Ringan
Sedang
Berat
Ancaman
henti napas
Derajat
Penyakit Asma
Asma episodik
jarang
Asma episodik
sering
Asma
persisten
Parameter klinis,
Fungsi paru,
Laboraturium
Ringan Sedang Berat
Ancaman
henti napas
Sesak
(breathless)
Berjalan
Bayi : Menangis keras
Berbicara
Bayi : Tangis pendek
& lemah
Kesulitan menetek
dan makan
Istirahat
Bayi : Tidak mau
minum / makan
Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Duduk bertopang
Lengan
Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata-kata
Kesadaran Mungkin irritable Biasanya irritable Biasanya Irritable kebingungan
Sianosis Tidak ada Tidak ada Ada Nyata
Wheezing Sedang, sering hanya
pada akhir ekspirasi
Nyaring, Sepanjang
ekspirasi inspirasi
Sangat nyaring,
Terdengar tanpa
Stateskop
Sulit /
Tidak terdengar
Penggunaan otot
Bantu
respiratorik
Biasanya tidak Biasanya ya Ya Gerakan paradox
Torako-
Abdominal
Parameter klinis,
Fungsi paru,
Laboraturium
Ringan Sedang Berat
Ancaman
henti napas
Retraksi Dangkal, Retraksi
Interkosta
Sedang, ditambah
Retraksi Suprasternal
Dalam, ditambah
Napas cuping Hidung
Dangkal/
Hilang
Frekuensi napas Takipnu Takipnu Takipnu Bradipnu
Pedoman nilai baku frekuensi napas pada anak sadar:
Usia
<2 bulan
2-12 bulan
frekuensi napas normal
<60 /menit
<50 /menit
Usia
1-5 tahun
6-8 tahun
Frekuensi Nafas normal
<40 /menit
<30 / menit
Frekuensi nadi Normal Takikardi Takikardi Bradikardi
Pedoman nilai baku frekuesi nadi pada anak :
Usia Frekuensi nadi normal
2-12 bulan < 160 / menit 3-8 tahun <110 / menit
1-2 tahun < 120 / menit
Pulsus
paradoksus
Tidak ada
<10 mmHg
Ada
10-20 mmHg
Ada
>20 mmHg
Tidak ada,
PEFR atau FEV1
- Prabronkodilator
- Pascabronkodilat
or
(% Nilai dugaan/
>60%
>80%
Nilai terbaik)
40-60%
60-80%

<40%
<60% Respon < 2 jam
SaO
2
% >95% 91-95% <90%
PaO
2
Normal > 60 mmHg <60 mmHg
PaCO
2
<45 mmHg <45 mmHg <45 mmHg
Parameter klinis
Kebutuhan obat,
dan faal paru
Asma episodic jarang
(asma ringan)
Asma episodic sering
(asma sedang)
Asma persisten
(asma berat)
1.Frekuensi serangan 3-4x /1tahun 1x/bulan 1/bulan
2.Lama serangan <1 minggu 1 minggu Hampirsepanjang
tahun, tidak ada remisi
3.Intensitas serangan Ringan Sedang Berat
4.diantara serangan Tanpa gejala Sering ada gejala Gejala siang dan
malam
5.Tidur dan aktivitas Tidak terganggu
<3x/minggu
Sering terganggu
>3x/minggu
Sangat terganggu
6.Pemeriksaan fisis
diluar serangan
Normal, tidak
ditemukan kelainan
Mungkin terganggu
(ditemukan kelainan)
Tidak pernah normal
7.Obat pengendali Tidak perlu Perlu, non steroid/
steroid inhalasi dosis
100-200 g
Perlu, steroid inhalasi
Dosis 400 g/hari
8.Uji faal paru
(di luar serangan0
PEF/FEV1 >80% PEF/FEV1 60-80% PEF/FEV1 < 60%
Variabilitas 20-30%
9.Variabilitas faal paru
(bila ada serangan)
20% 30% 50%
ANAMNESIS
Apakah anak mengalami
serangan mengi atau
serangan mengi berulang?
Apakah anak sering
terganggu oleh batuk
pada malam hari?
Apakah anak mengalami
mengi atau batuk setelah
berolahraga?
Apakah anak mengalami
gejala mengi, dada terasa
berat, atau batuk setelah
terpajan alergen atau
polutan?
Apakah jika mengalami
pilek, anak membutuhkan
> 10 hari untuk sembuh?
Apakah gejala klinis
membaik setelah
pemberian pengobatan
anti asma?
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran
Suhu tubuh
Sesak napas, apakah
terdapat sesak napas
Tanda gagal napas
Tanda infeksi
penyerta/komplikasi
Penilaian derajat
serangan asma:
ringan/sedang/berat/me
ngancam jiwa
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan fungsi paru:
Peak Flow Meter,
spirometer
Analisis gas darah: pada
asma dapat terjadi
asidosis respiratorik dan
metabolik
Darah lengkap dan serum
elektrolit
Foto toraks: pada asma
umumnya tampak
hiperaerasi, bisa dijumpai
komplikasi berupa
atelektasis,
pneumotoraks, dan
pneumomediastinum

Komunikasi,
informasi, dan
edukasi (KIE) pada
penderita dan
keluarganya,
Penghindaran
terhadap faktor
pencetus,
Medikamentosa.
Meredakan penyempitan saluran respiratorik secepat
mungkin
Mengurangi hipoksemia
Mengembalikan fungsi paru ke keadaan normal
secepatnya
Rencana re-evaluasi tatalaksana jangka panjang untuk
mencegah kekambuhan.

Controller
Pengobatan jangka panjang
Mencegah kekambuhan dan
inflamasi kronis
Sesuai derajat asma untuk
asma episode sering &
persisten , evaluasi 1-3
bulan kemudian untuk
menaikkan/menurunkan
dosis
RELIEVER
Pengobatan jangka pendek
Menormalkan paru
secepatnya untuk
mencegah hipoksia
Sesuai derajat asma untuk
asma episode sering &
persisten , evaluasi 1-3
bulan kemudian untuk
menaikkan/menurunkan
dosis
Bronkodilator
Short-acting 2
agonist
Methyl xanthine
Anticholinergics
Kortikosteroid

inhalasi dan sistemik
glukokortikoid,
Leukotrien Receptor
Antagonis (LTRA),
long acting 2-agonist
(LABA),
theofilin, cromones,
TERAPI
CONTROLLER ASMA
Klasifikasi Pengendali
(Controller)
Pelega
(Reliever)
Asma episodik
jarang
Tidak Ya
Asma episodik
sering
Ya Ya
Asma persisten Ya Ya

UMUR ALAT INHALASI
< 2 tahun Nebuliser, Aerochamber, babyhaler
2-4 tahun Nebuliser, Aerochamber, babyhaler
Alat Hirupan (MDI/ Metered Dose Inhaler) dengan
alat perenggang (spacer)
5-8 tahun Nebuliser
MDI dengan spacer
Alat hirupan bubuk (Spinhaler, Diskhaler,
Rotahaler, Turbuhaler)
>8 tahun Nebuliser
MDI (metered dose inhaler)
Alat Hirupan Bubuk
Autohaler
ASMA EPISODE
JARANG
ASMA EPISODE
JARANG
ASMA EPISODE
JARANG
Obat Pereda saat serangan : -agonis atau
Teofilin (hirup/oral) saat serangan
Berikan obat controler : Streoid hirupan dosis
rendah
Evaluasi 4-6 minggu
>3 dosis/minggu
Steroid hirupan dosis rendah ditambah :
LABA/Teofilin/LTRA atau Steroid dosis
medium
Evaluasi 6-8 minggu
Respon Buruk Stabil
1-2 bulan
Evaluasi 6-8 minggu
Respon Buruk
Stabil
1-2 bulan
Tambahkan Steroid Oral
Beberapa studi kohort menemukan
bahwa banyak bayi dengan mengi tidak
berlanjut menjadi asma pada masa anak dan
remajanya. Proporsi kelompok tersebut
berkisar antara 45 hingga 85%, tergantung
besarnya sampel studi, tipe studi kohort dan
lamanya pemantauan. Peningkatan IgE serum
dan uji kulit yang positif khusunya terhadap
tungau debu rumah pada bayi, dapat
memperkirakan mengi persisten pada masa
anak. Adanya dermatitis atopik merupakan
prediktor terjadinya asma berat.
Buku Ajar Respirologi Anak Edisi Pertama. IDAI.
2013.
Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak Edisi Kedua.
Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2010
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.1023/Menkes/SK/XI 2008 Tentang Pedoman
Pengendalian Penyakit Asma. Menteri Kesehatan
Republik Indonesia.
Konsensus Nasional Asma Anak. Unit Kerja
Koordinasi Pulmonologi, Ikatan Dokter Anak
Indonesia. Sari Pediatri Vol. 2, No.1, Juni 2000 :
50-66.
Pedoman Pelayanan Medis. IDAI. Jilid 1. 2010.