Anda di halaman 1dari 11

RENCANA BISNIS

FOTOCOPY CANON
NAMA ANGGOTA KELOMPOK:
1. ARDI SEPIANTO
2. ELIS YULIANTI
3. I MADE JANURAGA Y.
4. HADI SATIAWAN
5. IVAN KURNIA

0911011006
0911011017
0911011059
0911011148
0911011150

UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN 2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang
kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka
inflasi nasional pada bulan April 2008 yang mencapai 4,01% dan di Surabaya yang
mencapai 3,07 % dan isu kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti
adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti
ini, masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok
mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan
meningkatnya pendapatan masyarakat.
Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai
bagaimana daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan
dari beberapa penawaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan
meningkat memungkinkan pasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan
menurun menyebabkan kondisi
Pasar berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang perlu diperhatikan
adalah mengenai bagaimana tingkat persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum
permintaan maupun penawaran itu terjadi pada kondisi yang demikian.
Jenis usaha fotocopy merupakan salah satu langkah yang tepat dilakukan.
Sebab fotocopy adalah salah satu kebutuhan sebagian besar mahasiswa, dosen,
karyawan di sekitar lingkungan kampus yang sirkulasi permintaannya dilakukan
setiap hari. Daya saing yang dimiliki usaha fotocopy cukup tinggi sehingga kebutuhan
relatif stabil.
1.2 Tujuan Pengelolaan Usaha Fotocopy
1. Menerapkan konsep wirausaha dalam melakukan usaha bisnis fotocopy.
2. Terciptanya usaha yang mendatangkan keuntungan bagi mahasiswa, dan juga
memberi peluang / kesempatan kerja bagi masyarakat luas
3. Serta dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang dunia
usaha.

1.3 Rumusan Masalah


1. Bagaimana membentuk usaha ini menjadi lebih efisien dan profitable dibanding
usaha sejenis lainya ?

2. Bagaimana mengelola usaha ini agar dapat menurunkan biaya produksi tanpa
meninggalkan kualitas?
3. Strategi apa yang digunakan agar usaha ini bisa berkelanjutan?

BAB II
PERENCANAAN AWAL DAN MANAJEMEN USAHA
Usaha yang ingin maju dan terus berkembang memerlukan manajemen dan sistem
produksi yang baik dan tangguh, langkah yang diambil yaitu perencanaan awal, rencana

pemasaran, rencana operasi, rencana SDM, dan rencana keuangan.


2.1 Perencanaan Awal
Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:

Penataan Tempat Usaha


Berdasarkan tempat yang telah ditentukan oleh pemilik, pengelola melakukan
penataan usaha yang menjadi prioritas utama atas dasar penyesuaian situasi dan

kondisi yang nyata.


Penyediaan Sarana dan Prasarana yang Mendukung
1. Kertas HVS dengan berbagai ukuran dan ketebalan.
2. Penyediaan mesin fotocopy.
3. Penyediaan tinta mesin fotocopy.
4. Penyediaan etalase.
5. Penyediaan meja.
6. Penyediaan alat-alat untuk menjilid berupa:
@ Staples besar
@ Staples kecil
@ Cutter
@ Mistar
7. Sarana dan prasarana penunjang lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

2.2 Rencana Manajemen Pemasaran


A. Segmentasi, Targeting dan Positioning
a) Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar (umum).

b) Targeting
Yang menjadi target market adalah mahasiswa/mahasiswi, dosen, dan karyawan
Universitas Lampung
c) Positioning
Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai
tempat fotocopy yang berkualitas dengan harga yang pas.

B. Penawaran
a. Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor usaha foto copy pada saat ini memang
umum di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini sudah
dibidik secara serius. Oleh karena itu, agar usaha foto copy menjadi lebih baik maka
perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan
cara mendiskon harga dengan ketentuan yang berlaku.

b. Prospek penawaran di masa yang akan datang


Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang
akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan
manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif (lebih banyak
produk yang ditawarkan dalam hal ini tidak dimiliki oleh pesaing) maupun lebih
kompetitif (dilihat dari kualitas kertas dan hasil copy dan harga dalam hal ini tidak
terlalu diperhitungkan dikarenakan para pesaing juga melakukan banting harga) maka
karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan
kemudahan dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi.

C. Program Pemasaran
a. Tingkat pelayanan
Dalam usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan
langsung,pemesanan dan tepat waktu pekerjaan .
b. Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga

berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang


relatif sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa
pasar.

D. Promosi
Promosi merupakan objek vital dalam bidang pemasaran, karena dalam promosi
produk itu sendiri bisa dikenalkan kepada konsumen. Tetapi dalam hal pemasaran fotocopy
tidak memerlukan promosi berlebihan karena langsung berhubungan dengan konsumen dan
mesin fotocopy.

2.3 Rencana Manajemen Keuangan


Rincian dana yang diperlukan antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

1 Mesin Fotocopy
Kertas HVS 88 Rim X Rp 22.500,Tinta mesin fotocopy 4kg X Rp 115.000,Etalase
Meja dan Kursi
Alat-alat untuk menjilid:
- Staples besar
- Staples kecil 2 X @Rp 10.000,- Cutter
2 X @ Rp 20.000,- Mistar besi 2 X @Rp 5.000,-

7. Sarana dan prasarana penunjang lainnya


8. Modal kerja
Jumlah keseluruhan

= Rp 16.000.000,= Rp 1.980.000,= Rp 460.000,= Rp 500.000,= Rp 300.000,= Rp


= Rp
= Rp
= Rp

750.000,20,000,40.000,10.000,-

= Rp 500.000,= Rp 1.000.000,= Rp 21.560.000,-

2.4 Rencana Manajemen Sumber Daya Manusia


Jabatan dan uraian tugas
1. Pemilik
Berperan sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab opersional
2. Karyawan
Berperan sebagai pelaksana pengoperasian mesin foto copy sekaligus
melayani konsumen

Jam Kerja
Toko foto copy CANON menggunakan jam kerja hari senin s/d minggu dari jam
06:30 s/d 20:00

Struktur organisasi

Pemimpin
Ardi sepianto

Manajer SDM

Manajer Keuangan

Manajer Pemasaran

Manajer Operasional

Ivan Kurnia

Elis Yulianti

I Made Jananuraga Y

Hadi Satiawan

Jumlah Karyawan dan Sistem Penggajian Per Bulan


1. Pemilik

= Rp 1.200.000,-

2. Karyawan

= Rp

Total Gaji

800.000,-

= Rp 2.000.000,-

Jadi total gaji yang harus dibayarkan adalah Rp 2.000.000,-

2.5 Rencana Manajemen Operasi


Rencana Pengoperasian Usaha
a. Proses operasi usaha
Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk,
penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya

penjualan dan pemesanan.


b. Kebutuhan bahan operasi
Kebutuhan bahan operasi fotocopy dikelola oleh pimpinan mengenai kebutuhan bahan
operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dan kegiatan pemasaran.
c. Kegiatan perawatan mesin
Mesin foto copy yang digunakan mempunyai umur ekonomis selama 4 th.Kegiatan
perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin mesin
yang kami gunakan. Misalnya perawatan mesin copy,perawatan dilakukan secara berkala
dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.

BAB III
ANALISA

A. Kelayakan Dengan Analisis SWOT


Bisnis fotocopu sekarang ini jika kita melihat pangsa pasar yang setiap harinya sangat
membutuhkan mesin fotocopy atau jasa fotocopy. Dalam bisnis ini sudah layak dilakukan
sebab sistem internal yang dimiliki seperti: lokasi, modal, SDM, dan sarana dan prasarana
sudah bisa tercukupi secare efektif dan efisien. Jika melihat sisi eksternal bisnis ini juga layak
dilakukan karena pangsa pasar yang jelas dan lokasiyang strategis. Penentuan ketentuan yang
diperoleh untuk mencapai BEP antara total pengeluaran dan total pendapatan sangat cepat
dicapai. Untuk pengambilan keputusan mengenai kelayakan bisnis perlu mengambil analisis
SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan threats), adapun analisisnya adalah sebagai
berikut:

1. Strength (Kekuatan)
Sumber daya manusia yang unggul baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Memiliki modal yang cukup.
Kemampuan dalam tataran konsep dan praktek.
Hasil fotocopy yang bagus karena mesin baru.
Kemampuan melakukan pengembangan usaha karena dari unit usaha ini akan
mampu menyediakan kebutuhan dan keinginan yang lain.
Memiliki relasi bisnis fotocopy yang banyak.
2. Weakness (Kelemahan)
Pengelola masih berstatus mahasiswa, memungkinkan fungsi kontrol yang kurang
baik.
Jam kerja harus menyesuaikan dengan waktu perkuliahan.
Sulitnya koordinasi antara pemilik usaha dengan pengelola usaha.

3. Opportunity (Peluang)
Kecenderungan mahasiswa memfotocopy materi kuliah daripada membeli buku.
Dekat dengan pangsa pasar dan aktivitas administrasi.
Mampu mengerjakan pekerjaan dalam partai besar karena pengelola memiliki akses
yang banyak.

4. Threats (Tantangan)
Mengalami kesulitan dalam perkembangan usaha, karena usaha baru berada pada
fase perintis.
Tingginya biaya operasional ketika usaha baru mulai berdiri.
Belum memahami karakter konsumen.

B. Perkiraan Break Event Point (BEP)


Perkiraan dihitung melalui rata-rata penghasilan bersih perbulan:
Pendapatan Rata-rata:
154 X 500 X 100
= Rp 7.700.000,Biaya yang dikeluarkan selama satu bulan:

Tinta : 154 rim X 4600/kg


Kertas : 154 rim X Rp 22.500,Listrik : Selama 1 bulan
Tenaga Kerja
Total pengeluaran
Laba bersih

= Rp 708.400,= Rp 3. 465.000,= Rp 270.000,= Rp 500.000,= (Rp 4.943.400,-)


= Rp 2.756.600,-

BEP = Harga mesin fotocopy (canon 6650 Rp 16.000.000,-)


Laba bersih
BEP = Rp 16.000.000,- = 5,80
Rp 2.756.600,-

Jadi BEP dapat dilakukan pada 6 bulan bisnis berjalan dengan operasi mesin sebanyak
154 rim/bulan.

BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha fotocopy mampu memberikan hasil yang
baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Mengingat adanya peluang yang besar
dalam usaha fotocopy pada masa yang akan datang Dewasa ini, kalau kita cermati,
permintaan akan fotocopy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan
masyarakat dan meminimalisasi biaya.

B. Saran
Dalam menjalankan usaha fotocopy, yang perlu untuk diperhatikan adalah mengenai
bagaimana menjaga kualitas hasil fotocopy yang baik.dan menjaga stabilitas stock kertas
serta mencari segmen yang tepat.juga menentukan dalam harga pasar.