Anda di halaman 1dari 4

Q + A + P = 100

Atau
F + A + P = 100
Penamaan Batuan Berdasarkan Klasifikasi IUGS
Ganti gambar IUGS MU WUUUSSSSIIIEEEEEEE

Plutonic Rocks
1. quartzolit
2. alkalin feldspar granit
3. granit
4. granodiorit
5. tonalit
6. alkalin feldspar syenit
7. syenit
8 monzonit
9. monzodiorit
10. monzodiorit,
monzogabro
11. diorit,gabro,anorthosit
12. feldspatoid syenit
13. essexite
14. theralite
15. foidit
16. ultramafic
Volcanic Rocks
2. alkaline feldspar rhyolit
3. rhyolit
4. dacite
5. plagiodacite
6. alkaline feldspar trachyte
7. trachyte
8. latite
9. latite-andesite,mugearite
10. andesite,basalt
11. phonolite
12. tephritic phonolite
13. phonolitic tephrite
14. tephrite,basanite
15. foidite, nephelinite,
leucitite
16. ultramafic rocks

Gambar 4.15 Klasifikasi batuan beku menurut IUGS, 1973

Penamaan batuan berdasarkan Klasifikasi I UGS

Dik : Kuarsa (A) = 20%
Alkali Feldspar (B) = 38,3 =>38%
Peny :
( A+ B ) = 20+38 = 58

% Kuarsa (A) = A / (A+B) x 100 % = 20 / 58 x 100% = 34,4=> 34% ,
% Alkali Feldspar (B) = B / (A + B) x 100 % = 38/ 58x 100% = 65,5=> 66%


P A
M < 90
Q
F
60 60
60 60
90 90
15
12 13 14
11
20 20
10
10
5
5
5
6
1
2 3 4
7
8 9
10 10
35
65
90
50
16
M = 90 - 100
M < 90
Q + A + P = 100
Atau
F + A + P = 100
Nama Batuan : Granit






Plutonic Rocks
1. quartzolit
2. alkalin feldspar granit
3. granit
4. granodiorit
5. tonalit
6. alkalin feldspar syenit
7. syenit
8 monzonit
9. monzodiorit
10. monzodiorit,
monzogabro
11. diorit,gabro,anorthosit
12. feldspatoid syenit
13. essexite
14. theralite
15. foidit
16. ultramafic
Volcanic Rocks
2. alkaline feldspar rhyolit
3. rhyolit
4. dacite
5. plagiodacite
6. alkaline feldspar trachyte
7. trachyte
8. latite
9. latite-andesite,mugearite
10. andesite,basalt
11. phonolite
12. tephritic phonolite
13. phonolitic tephrite
14. tephrite,basanite
15. foidite, nephelinite,
leucitite
16. ultramafic rocks

Gambar 4.15 Klasifikasi batuan beku menurut IUGS, 1973
Penamaan Batuan berdasrkan Klasifikasi UGS

Dik : % Felspatoid (A) = 14 %
% Orthoklas (B) = 20 %
Peny :
( A+ B ) = 14+20 = 34

% Felspatoid (A) = A / (A+B) x 100 % = 14 / 34 x 100% = 41,17 %
P A
M < 90
Q
F
60 60
60 60
90 90
15
12 13 14
11
20 20
10
10
5
5
5
6
1
2 3 4
7
8 9
10 10
35
65
90
50
16
M = 90 - 100
M < 90
% Orthoklas (B) = B / (A + B) x 100 % = 20/ 34 x 100% = 58,83 %


Nama Batuan : Felspatoid Syenit












IUGS (International Union of Geological Science) menyatakan klasifikasi batuan
beku berdasarkan ukuran kristal. Batuan beku faneritik diklasifikasikan sebagai
plutonik (dibagi menjadi bagian asam-basa serta bagia ultra basa), sedangkan yang
afanitik diklasifikasikan sebagai vulkanik. Pada masing-masing kategori utama
tersebut, batuan diberi nama berdasarkan persentase mineralnya. Dalam klasifikasi ini
digunakan diagram segitiga dengan mineral acuan diletakan di ujung masing-masing
sudut segitiga, tidak seperti klasifikasi lainnya yang menggunakan tabel biasa. Hal ini
dimaksudkan untuk memudahkan dalam plotting satu titik dalam diagram tersebut.
(gambar klasifikasi halaman 60)
(A) Klasifikasi IUGS pada batuan plutonik (faneritik) dengan komposisi mineralogi
menggunakan diagram QAPF. Q=Kuarsa; A=Ortoklas; P=Plagioklas dan
F=Feldspatoid. Batuan haus memiliki kurang dari 90% mineral basa. (Le Mairte,
2002, dalam Blatt, 2006). (B) nama grup secara umum (untuk penggunaan lapangan)
jika persentasi mineral tidak bisa ditentukan dengan presisi. Ketika feldspatoid hadir
dalam garis A-P, namanya harus digunakan sebagai qualifier, seperti nephelin
syenitoid (Streckeisen, 1976, dalam Blatt, 2006)
Teknik klasifikasi ini melibatkan penentuan persentase folume masing masing A, P
dan Q atau unsur F. Klasifikasi ini akan efektif digunakan ketika informasi mineral
sangat baik, memiliki tingkat presisi yang tinggi. ketika pengamatan mineral kurang
presisi, seperti ketika melakukan pekerjaan lapangan atau penelitian hanya dari
contoh setangan tanpa penelitian di bawah mikrosop, biasanya menggunakan
klasifikasi grup (Gambar .
Batuan beku ultra basa selalu terlihat faneritik dan memiliki kandungan Q + A + P +
yang kurang dari 10 %; mineral basa menyusun lebih dari 90 % batuan tersebut.
Mineral basa yang umumnya terdapat dalam batuan beku ultra basa adalah olivin,
augit, ortopiroksen dan hornblenda. Contoh batuan ultrabasa yang umum ditemukan
adalah peridotit, harzburgit, dunit, kimberlit dan lamproit.
(gambar klasifikasi halaman 63)
Skema klasifikasi IUGS untyk batuan beku ultrabasa. Ol= olivin; Opx=ortopiroksen,
dan Cpx=klinopiroksen. Nama piroksenit digunakan ketika kandungan olivin 0-
40%, sementara peridotit berkaitan dengan kandungan olivin 40-100%. (Le Maitre,
2002, dalam Blatt, 2006)
Dalam beberapa kasus, batuan beku vulkanik dinamakan berdasarkan diagram yang
sama dengan batuan beku plutonik. Akan tetapi, kecenderungan ukuran kristal yang
halus membuat klasifikasi yang digunakan pada batuan plutonik susah digunakan,
apalagi jika komposisinya merupakan gelasan. Maka dari itu, klasifikasi batuan
vulkanik akan lebih akurat jika menggunakan kriteria kandungan kimianya.
Perbedaan antara basalt dan andesit pada dasarnya didasarkan atas indeks warna dan
kandungan silika. Batuan yang kandungan ssilikanya kurang dari 52% adalah basalt,
sementara yang memiliki kandungan silika lebih dari 52% adalah andesit.