Anda di halaman 1dari 5

Spandex / Lycra

SPANDEX / LYCRA
Penjelasan seerhana daripada lycra/ Spandex adalah :
serat buatan yang mempunya mulur 520 610 persen jadi sekitar enam kali lipat dari panjang semula,
sebagai pembanding karet mempunya kemampuan mulur sampai 760%.

Spandex/Lycra :
Tahan terhadap keringat , Cahaya matahari, dan minyak-minyak , Lycra dapat di cuci berulang-ulang dg mesin cuci
pada suhu 60 derajat C.
Benang Lycra tidak bisa berdiri sendiri untuk menjadi kain , Lycra hanya dipakai 8 12 persen dan selebihnya
adalah dari serat lain , Sehingga di pasaran biasa dijumpai kain :
-Spandex Rayon = Kain dari benang rayon dengan campuran spandex.
-Spandex Sutra = Kain dari benang polyester dengan campuran Spandex
-Jeans Stretch = Kain Denim/Cotton dengan campuran spandex ,dll

Dari sifatnya yg mulur ini, kain spandex sering dipakai sebagai :
Pakaian Senam, Renang, Kerudung, Kaos kaki , Jeans stretch, under wear dll.

Nomor Benang
NOMOR BENANG
Nomor Benang yang sering beredar di pasaran terdiri dari :
I.Ne Untuk Benang benang Spun.
Benang Spun adalah benang yg dibuat dari serat-serat pendek seperti : cotton, viscose/rayon, PE /Polyester , TR
,TC. Yang banyak dijumpai di pasaran adalah: Ne 6, 10, 16, 20, 24, 30, 40, 45, 50, 60,Kalau ada huruf
s dibelakangnya berarti benang single , kalau /2 berarti double.
Dan pengertian sederhananya semakin tinggi nomor benang semakin kecil benangnya dan ketika dibuat kain,
kainnya semakin tipis dan lembut.

Untuk Kain Kaos :
1.Benang 20s ,biasanya mempunya gramasi kain dari : 180 220 gr/meter persegi.
2.Benang 24s ,biasanya mempunyai gramasi kain dari : 170 210 gr/meter persegi.
3.Benang 30s ,biasanya mempunyai gramasi kain dari : 140 160 gr/meter persegi, untuk kain single knit, dan
gramasi : 210 230 gr/meter persegi untuk kain double knit.
4.Benang 40s ,biasanya mempunyai gramasi kain dari : 110 120 gr/meter persegi, untuk kain single knit ,dan
gramasi : 180 200 gr/meter persegi untuk double knit.

II.Denier Untuk Benang Filament
Benang filament adalah benang yang dibuat dari serat yang panjang dan tidak terputus seperti: Sutra , Viscose,
Polyester. Yang banyak dijumpai di pasaran adalah : 50d, 75d, 150d, dan 300d,
Pengertian sederhananya semakin tinggi Nomor benang semakin besar benangnya dan apabila dibuat kain,
kainnya semakin tebal dan berat, jadi merupakan kebalikan dari penomoran benang spun.

Cotton Combed
COTTON COMBED
Benang Cotton ada dua macam :
1.Cotton Combed (cd)
2.Cotton Carded (cm)
1.Cotton Combed
COMBED dari kata Combing , karena dalam proses pembuatan benangnya ,serat kapas setelah dari mesin Carding
masuk ke mesin Combing.
Di mesin combing inilah terjadi proses penyisiran sehingga serat-serat yang pendek akan terpisah/ menjadi waste ,
dan yang tertinggal adalah serat-serat yang panjang saja.
Serat yang panjang ketika dipintal menghasilkan benang yang kerataan benangnya lebih bagus, sehingga dihasilkan
benang yang lebih halus karena bulu-bulunya tdk terlalu muncul.
Demikian pula setelah di Tenun/ di rajut menjadi kain ,akan dihasilkan kain yang lebih lembut dan bulunya sedikit.
Benang / Kain Combed Harganya lebih mahal karena disamping prosesnya lebih panjang ,juga matrial kapas yang
terpakai kurang lebih hanya 60% dan sisanya menjadi waste.
2.Cotton Carded
CARDED dari kata Carding, dimana dalam proses pembuatan benangnya hanya melalu mesin carding saja dan
langsung masuk ke proses selanjutnya tanpa melalui mesin Combing, serat yang panjang dan pendek masih belum
terpisah sempurna , sehingga ketika menjadi benang dihasilkan benang yang kerataannya tdk sebagus benang
Combed.
Benang Carded Bulunya kelihatan lebih banyak dari benang Combed, dan ketika di tenun/ di rajut menjadi kain
penampakan kainnya lebih berbulu , dan harganya pun lebih murah dari kain Combed.

Jenis-Jenis Kain
Jenis Kain Dari Proses pembuatannya dibagi menjadi:
1. Kain Rajut (Kniting)
2. Kain Tenun (Weaving)
1.Kain Rajut
Kain Rajut adalah Kain yg dibuat dg cara mengaitkan antara benang dg benang ( secara simplenya seperti orang
merenda)
Kain ini di pasaran biasa kita kenal dg kain untuk bahan-bahan kaos.
Karakternya Elastis dan di Jual biasanya dg satuan Kilo.
2.Kain Tenun
Kain Tenun adalah kain yg dibuat dg jalan menyilangkan benang dg benang ( gambaran simpelnya seperti orang
menganyam bambu untuk buat dinding)
Kain ini dipasaran di jual dg satuan meter/yard, ada juga yg dijual kiloan untuk kain -kain non standard /BS/Second
Grade.
Harga Kain:
Kita membahas yg paling sering digunakan di pasaran,
Berdasarkan Jenis bahan bakunya( serat)
Berturut -turut dari yg paling mahal:
1.Cotton
Cotton biasanya dipakai sebagai bahan celana pria, jeans, baju hem , under wear,Sprei,
Baju koko.
2.Viscose /Rayon
Viscose biasanya dibuat menjadi daster tidur, batik pekalongan lsolo.
Orang awam biasanya menganggap ini cotton juga, padahal beda dg cotton , karena viscose mempunyai karakter
bahan yg lembut dan jatuh.
3.TC (Tetoron Cotton) alias Polyester Cotton
TC biasanya di buat Sprei, hem, celana .
4.TR (Tetoron Rayon) alias Polyester Rayon
TR biasanya dibuat sarung, hem, jas .
5. Polyester
Polyester banyak dibuat menjadi bahan bahan busana wanita, kerudung chyfoon, baju koko, dll.
Bagai mana carapraktis mengetahui jenis bahan:
1. Cotton
Cotton Bahannya Diraba halus tapi mudah kusut,
Apabila dibakar ( ambil satu/beberapa helai benangnya) akan menjadi abu,dan jalannya api lambat.
2. Viscose
Viscose Bahannya halus dan apabila di remas lembut dan tahan kusut,sifat bahannya jatuh.
Apabila dibakar menjadi abu dan nyala apinya lambat.
3.Polyester
Pegangannya licin, walaupun untuk benang polyester tertentu mempunyai pegangan lembut( akan kami bahas
lebih detail di tulisan berikutnya),
Dan apabila di bakar menjadi arang/seperti plastik terbakar, jalannya api cepat.
4.TR dan TC
Mempunyai pegangan tengah2 antara polyester dan cotoon/Rayon
Ababila dibakar akan menghasilkan abu dan arang,
Walaupun untuk pengujian lebih detailnya harus dengan bahan kimia tertentu.
Dari:http://ekoveri.blogspot.com/search?updated-max=2007-05-12T00%3A01%3A00-07%3A00&max-results=7

Jenis-Jenis Serat Tekstil
Jenis-jenis Serat
Polyester
Polyester ditemukan pertama kali pada tahun 1953 oleh E.I du Pont de Nemours di USA. Polyester terbuat dari
butiran plastik (chips) dan mengalami suatu proses kimiawi yang panjang, dari pembuatan benang sampai menjadi
bahan kain.
Ciri dan karakteristik polyester, antara lain adalah :
Bahan terasa panas dibadan
Tidak menyerap keringat
Apabila kulit anda sensitive dan bermasalah, dianjurkan supaya tidak memakai bahan pure polyester karena
akan memperparah kondisi kulit.
Noda minyak dan noda makanan susah dihilangkan dari pakaian
Tahan direndam dalam air lebih dari 3 jam
Bahan polyester memiliki daya tahan yang kuat. Kelemahannya adalah karena sifat bahan terasa panas dibadan.
Untuk menghindari sifatnya yang panas, para produsen tekstil melakukan pencampuran dengan viscose, dengan
cotton atau dengan linen dan dengan bahan lainnya.

Linen
Linen merupakan bahan kain tertua didunia dan sudah dipakai sejak Zaman Batu (Stone Age). Bahan dasarnya
terbuat dari sejenis pohon rami
Ciri dan karakteristik Linen, antara lain adalah :
Bahannya kaku dan dingin
Permukaan kain agak kasar
Menyerap keringat
Kekuatannya empat kali lebih kuat dari katun
Rentan terhadap jamur
Kain akan rusak apabila direndam lebih dari 1 jam
Tahan terhadap panas sampai 450
0
F
Bahannya yang kaku dan dingin, maka linen sangat pas untuk produk produk casual wear dan dresses
Sutra
Sutera ditemukan pada 2640 B.C (sebelum tahun masehi) di China. Bahan dasarnya adalah kepompong. Secara
lengkap, asal usul dan proses pemeliharaan dan pembuatan sutera adalah sebagai berikut :
Satu sore Permaisuri His Ling Shih dari kerajaan China asik menikmati secangkir the panas dibawah keteduhan
pohon mulberry. Putri yang hidup 2640 sebelum masehi ini dikejutkan dengan jatuhnya kepompong ulat sutera ke
dalam cangkir teh.
Beberapa detik kemudian kekagetannya berubah menjadi kekaguman melihat kehalusan serat yang terurai dari
kepompong tersebut. Permaisuripun meminta para dayang mengumpulkan lebih banyak kepompong yang
kemudian diternakkan dan ditenun secara rahasia di balik tembok istana hingga 3000 tahun berikutnya.
Walaupun hukuman mati dikenakan pada mereka yang membawa telur ulat sutera keluar China, pada abad enam
Masehi dua orang biksu berhasil menyelundupkan bibit pohon mulberry beserta telur ulat sutera. Tak pelak
beberapa negara lain mulai memproduksi dan memperjualbelikan kain sutera. Antara lain India, Jepang dan
Perancis.
Mengingat sejarahnya, setiap kali bicara soal sutera kita pasti teringat pada negeri China. Tak heran jika dikalangan
komunitas mode Paris, bahkan dunia, sutera dikenal dengan sebutan Crepe de Chine, Crepe dari Cina.
Kini sutera dapat diproduksi di seluruh dunia. Hanya saja kualitas suteranya berbeda beda tergantung jenis ulat
yang memproduksi kepompong. Ulat sutera yang diternakkan (Cultivated) di sericulture (peternakan ulat sutera)
diberi makan daun mulberry yang dipercaya membantu pembentukan liur ulat yang bening. Dengan begitu
kepompongnya menghasilkan serat yang sangat tipis dan mengkilat.
Dari sebuah kepompong dapat dihasilkan serat sutera yang panjangnya mencapai ribuan meter. Warna asli serat
sutera pun beragam, seperti putih, cream, kuning dan kecoklatan. Cultivated silk menghasilkan kain sutera yang
halus dan mengkilat permukaannya seperti brocade, chiffon, habutae, tafetta dan organdi.
Jenis ulat lain adalah ulat sutera liar atau tussah yang hidup di hutan. Karena ulat jenis ini memakan daun pohon
oak dan daun daun liar yang terdapat dihutan, serat yang dihasilkan kepompong ini tidak sehalus dan
semengkilat cultivated silk. Warnanya pun cenderung kecoklatan. Kain sutera yang dihasilkan tussah silk pun
memiliki tekstur yang sedikit kasar dan berserat (slubby), seperti shantung dan Dupont.
Dalam 4 6 hari ulat sutera (Bombyxmori) dapat bertelur lebih dari 500 telur lalu mati. Berat 100 telur hanya 1
gram. Satu ons telur berasal dari sekitar 30.000 ulat sutera yang mengkonsumsi 1 ton daun mulberry dan
menghasilkan sekitar 6 kg serat sutera. Karena produksi tussah tidak dapat diprediksi, kebanyakan produser sutera
masih mengandalkan cultivated silk.
Dua hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan sutera berkualitas, yaitu mencegah penetasan larva dan
menjaga ketersediaan jumlah daun mulberry yang dikonsumsi ulat sutera. Sebagai gambaran dibawah ini
diceritakan secara singkat proses produksi serat sutera :
1. Telur disimpan pada suhu 65
0
F dan secara berangsur dinaikkan sampai 77
0
F. Setelah menetas, ulat diberi irisan
daun mulberry segar setiap setengah jam dengan tetap menjaga temperaturnya. Ribuan ulat sutera ini diletakkan
saling menumpuk dalam satu tempat. Dalam waktu satu bulan berat mereka akan berlipat 10.000 kali. Mereka
juga berganti kulit dan warna.
2. bayi bai ulat terus diberi makan hingga mereka siap menjadi kepompong. Selama masa pertumbuhan mereka
harus dijauhkan dari suara bising, bau yang mnyengat seperti ikan dan bahkan bau keringat. Saat memiliki
kepompong, ulat sutera mengeluarkan liur seperti jelly yang membuat serat serat sutera menempel satu sama
lain. Ulat sutera menghabiskan waktu 3 4 hari untuk menggulung diri sampai berbentuk bola putih.
3. setelah 8 9 hari berada ditempat yang hangat, kepompong di kukus atau di panggang agar ulatnya mati. Lalu
kepompong dicelupkan ke dalam air panas guna memisahkan serat serat yang menyatu. Selanjutnya serat
dipintal menjadi benang yang siap diproses menjadi benang tenun atau sulam.
Sutera dengan segala kehalusannya membutuhkan cara perawatan khusus untuk menjaga keawetan kain atau
busana.
Dibawah ini ada beberapa tips bagaimana seharusnya kita merawat sutera :
1. Segera cuci sutera yang terkena keringat, sebab bila dibiarkan, asam dan garam dalam keringat akan membuat
sutera menjadi kuning.
2. hindari menjemur sutera dibawah sinar matahari langsung. Cukup diangin anginkan ditempat teduh untuk
mengeringkannya sehabis dicuci
3. sutera hanya bisa dicuci dengan tangan. Jangan menggunakan mesin cuci karena akan merusak kehalusan
seratnya.
4. gunakan jasa dry cleaner bila anda tidak mempunyai waktu untuk mencuci. Perchlorothelyne yang digunakan
pada proses dry cleaning cukup aman bagi sutera
5. balik busana saat menyeterika sutera. Gunakan temperatur rendah. Bila perlu alasi bagian yang diseterika
dengan kain lain.
Sutera banyak disukai karena jenis bahannya yang lembut hingga diidentikkan dengan wanita dan cinta.
Ciri dan karakteristik Sutera antara lain adalah :
Sangat lembut dikulit, glamours dan bahannya jatuh (flowing)
Menyerap keringat
Untuk perawatan, baju harus di dry cleaning supaya kualitas warna dan kekuatan bahan bertahan lama
Sangat rentan terhadap ngengat
Dalam proses pencucian tidak menggunakan kaporit
Bahan sutera sangat cocok untuk busana busana party dress, scraft ataupun blouse. Sutera masih terbilang
bahan yang mahal dan tidak mudah diperoleh, terutama kain atau benang sutera berkualitas tinggi. Produksi
sutera Indonesia tidak signifikan jumlahnya, dan masih dikembangkan atau diproduksi secara terbatas. Sebagian
desainer perlu membuat home industries sendiri untuk mengolah sutera ini. Sutera terbaik dihasilkan oleh China
yang juga merupakan penemu pertama bahan ini. China juga merupakan penghasil sutera terbesar di Dunia, dan
sebagian kecil Japan dan Thailand.
Viscose
Tinggal di daerah tropis dengan temperatur yang cukup panas, humadity, membuat tubuh mudah berkeringat,
baju akan kelihatan basah dan tidak jarang menimbulkan bau kurang sedap. Salah satu sumber ketidaknyamanan
berpakaian tidak lain adalah jenis kain untuk bahan pakaian kita.
Berbagai jenis dan karakter kain menjadi bahan pakaian sehari hari kita kenakan. Mulai dari viscose, katun,
polyester, sutera, linen, sampai yang mix antara katun dan polyester atau antara viscose dan polyester. Penelitian
yang dikembangkan beberapa tahun terakhir, menunjukkan terdapat beberapa jenis dan karakter kain yang cocok
dipakai didaerah tropis, yaitu katun, viscose, sutera, linen atau campuran bahan antara katun dan polyester atau
viscose dan polyester.
Viscose, pertama kali diproduksi secara besar besaran di USA pada tahun 1910. bahan dasarnya adalah kayu
(eucalyptus sejenis pohon pinus). Ciri ciri bahan viscose antara lain :
terasa lembut dan dingin di kulit
bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat
menyerap keringat
pakaian / bahan akan rusak apabila direndam dengan diterjen lebih dari 1 jam.
Bisa dicuci atau di dry clean
Noda dari makanan atau minyak akan mudah hilang dengan menggunakan diterjen
Supaya tidak mudah kusut, tambahkan pelembut yang mengandung kanji pada akhir proses pencucian.
Dengan kelenturan yang dimiliki, bahan viscose dapat didesain untuk berbagai model busana, mulai dari busana
pesta, casual wear, lingerie, underwear hingga jaket.


Katun (cotton)
Katun ditemukan di USA sekitar lebih dari 5000 tahun yang lalu. Bahan ini sudah sangat familiar di daerah tropis
seperti Indonesia. Perkebunan Kapas ada di beberapa negara antara lain, China, Pakistan, India, Mesir, Australia
dan yang terbesar adalah di Amerika.
Katun memiliki karakteristik bahan yang khas dengan ciri ciri antara lain :
Bahan terasa dingin dan sedikit kaku.
Menyerap keringat
Pakaian atau kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam
Noda dari makanan dan minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergent
Bisa dicuci atau di dry clean
Rentan terhadap jamur
Janis katun jangan dibiarkan basah terlalu lama. Demikian juga pada saat kain direndam ditambahkan satu sendok
cairan pemutih (untuk satu baju) agar baju berwarna putih bertahan lama dan tidak kusam.
Melihat jenis dan karakter bahan katun, maka bisa dibentuk menjadi pakaian apa saja, mulai dari kasual wear,
jaket, pant, skirt, sporty wear, sleep wear hingga under wear..