Anda di halaman 1dari 27

Glikosida Lakton

Oleh:
Anita Natasya
Aprillia Wulandari
Elda Yulia Mamora Siregar
Yennita Indra Bastian

Farmasi Reguler 2010
Glikosida
Glikosida : senyawa yang menghasilkan satu atau
lebih gula(glikon) dan komponen non
gula(aglikon) pada reaksi hidrolisis
Gula + non gula digabungkan dengan:
a) ikatan jembatan oksigen (O-glikosida, dioscin)
b) jembatan nitrogen ( N-glikosida, adenosin)
c) jembatan sulfur (S-glikosida)
d) jembatan carbon (C-glikosida, barbaloin)
Glikosida Lakton
Aglikon: senyawa lakton tersebar luas dalam
tumbuhan
Golongan ini dapat dianggap merupakan
turunan dari - pyron misalnya: Coumarin, iso
coumarin, santonin, aesculin, fraxin, scopolin
dan lainnya.
Glikosida Lakton Coumarin
Santonin
Cantrasides
Viburnum prunifolium

Coumarin
Rumus kimia: C9H6O2
Sinonim: 1,2-Benzopyrone
2H-1-Benzopyran-2-one


Coumari
n
Coumarin
Senyawa coumarin dapat dijumpai dalam
bentuk bebas atau terikat sebagai glikosida.
Coumarin memberikan bau yang
menyenangkan pada banyak tumbuhan.
Coumarin terdapat pada akar buah, biji, dan
korteks.
Coumarin merupakan bahan fitokimia yang
beraroma seperti vanili
Memberi aroma manis tanaman baru

Fungsi:
Flavouring agent
Anti fungi
Anti tumor
Meningkatkan aliran darah vena
Menurunkan permeabilitas kapiler
Dapat menjadi toksik pada dosis tinggi dan
waktu yang lama

Terdapat pada:
Tonka/biji tonka, biji tanaman Coumarouna
odorate
Biji tanaman Coumarouna oppsitifolia
Coumarouna oppsitifolia
Biji Tonka
SANTONIN
Rumus molekul:
C
15
H
18
O
3

Berat molekul :
246.144

Sinonim : Kuncup bunga Artemisia cina Berg.
Nama Botani : Artemisia cina
Famili : Asteraceae
Genus : Artemisia
Spesies : A. cina
Kingdom : Plantae
Order : Asterales
Tanaman asal:
Artemisia cina Berg
Artemisia maritime L. var Stechmanniana, Besser
Artemisia pauciflora
Santolina chamaecyparissus
Spesies Artemisia lain

SANTONIN
Organoleptis
Tidak berwarna, Kristal bentuk prisma, pipih,
tidak berbau, pahit, kuning jika terkena sinar
Kelarutan
Tidak larut air dingin, larut dalam 1:40 alkohol
pada suhu 15 C, 1: 250 air mendidih, 1:8
alkohol panas, 1:140 eter, 1:4 kloroform

KARAKTERISTIK
Konsentrasi rendah memiliki aksi toxic selektif
Efek terapetik dan toksisitas sempit tidak dipakai.
Santonin : bentuk anhidrat dari asam santonat, turunan dimetil
naftalen. Santonin larut dalam alkalis dengan pembentukan garam
dari asamnya. Santonin dalam larutan asam asetat jika terkena sinar
matahari dalam sebulan akan berubah menjadi asam
photosantonat yang tidak berwarna. Ketika larutan alkohol santonin
dipapar matahari akan didapat etil ester, Sestini. Santonin dapat
diubah menjadi asam santonin (C
15
H
20
O
4
) melalui hidrolisis basa
katalitik yang diikuti oleh beberapa langkah proses rearrangement.
Ketika dipanaskan hingga 170 C santonin mencair dan bila segera
didinginkan akan membentuk masa amorf. Pada suhu yang lebih
tinggi akan menyublim, jika dibakar akan hilang tanpa sisa. Santonin
netral dalam kertas litmus yang dibalur alkohol.

PEMBUATAN
Rebus biji santonica dengan air + campuran air
dan lemon. Tambah konsentrat larutan dengan
HCl, biarkan selama 5 hari. Bilas presipitat
santonin (santonin anhidrat) dengan air dan air
ammonia untuk menghilangkan resin. Alkohol
akan mengkristal setelah larutan diberi charcoal
hewani.
Rebus biji santonica dengan campuran air dan
lemon serta alcohol (60% dari volume). Kemudian
Kalsium santonat didekomposisi dengan asam
karbonat.

KEGUNAAN
Sebagai obat cacing Ascaris, Enterobius (tidak memberi efek pada
cacing pita)
Retensi urin karena opium
Mengurangi iritasi uretral, dysuria, strangury, nocturnal enuresis,
chronic vesical catarrh, vesical tenesmus, uterine colic,
amenorrhoea, albuminuria, dan nefritis kronik.
Dosis santonin untuk orang dewasa dari 1/10 hingga 4 grain; anak-
anak 1/20 hingga 2 grain
Efek toksik : sakit perut, kulit pucat dan dingin, kepala panas,
gemetar, pusing, dilatasi pupil, nafas berat, keringat banyak,
hematuria, gerakan tiba-tiba, dan ketidakpekaan.
Efek tunggal pada mata
Kematian akibat santonin hilangnya kontrol system respirasi

Cantrasides
Terdapat pada Cantharis vesicatoria (Famili
Meloidae).
Mengandung cantharidin 0,6 sampai 1,0%.

Karakteristik
Spesies: cantharis vesicatoria
Familia : meloidae
Simplisia: serangga yang dikeringkan
ditemukan pada tanaman dari familia
Caprifoliaceae
di Eropa Tengah dan Selatan Spesies Flies, Russian
Flies



Cara Pengumpulan
- Serangga dikumpulkan pada bulan Juni dan Juli saat pagi hari ketika
serangga sedang tidak aktif atau bermalas-malasan karena udara dingin.
- Batang tanaman diguncangkan dengan tongkat, lalu serangga akan
dimasukan dalam uap karbon disulfide, asam asetat, kloroform atau
ammonia.
- Serangga dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 40C.
- disimpan dalam wadah kedap udara dan ditambahkan beberapa tetes
kloroform atau karbon tetraklorida sebagai pengawet.
KANDUNGAN KIMIA
Cantharidin suatu lakton
Anhidrida cantharidicic acid
KEGUNAAN
Cantharides bersifat iritan dan dimanfatkan sebagai
vesikan dan rubafasien. Jika digunakan secara
internal, cantharides yang diekskresikan melalui
ginjal akan mengiritasi saluran urin menyebabkan
terjadinya priapisma. Efek ini dianggap sebagai
afrodisiak tetapi pemakaian secara internal ini
berbahaya. Cantharides digunakan secara
topicaluntuk menghilangkan kutil.

Viburnum pronifolium
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivision Spermatophyta
Division Magnoliophyta
Class Magnoliopsida
Subclass Asteridae
Family Caprifoliaceae
Genus Viburnum L.
Species Viburnum prunifolium L.

Amentoflavon
Scopoletin
-sitosterol
Arbutin
Simplisia : kulit batang atau kulit akar
kering
Kegunaan:
Cegah keguguran cegah aborsi
Menghilangkan rasa sakit saat
menstruasi
Meredakan keram terutama daerah
uterus.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.findmeacure.com
http://www.scribd.com/alkaloid
http://id.wikipedia.org/wiki/Santonin\
http://en.wikipedia.org/wiki/Artemisia_cina
http://www.herbnet.com/Herb%20Uses_LMN.htm
http://botanical.com/botanical/mgmh/w/worlav36.html
http://beneforce.com/informationfaq/herbal-medicines/wormseed.htm
Gunawan, Didit dan Sri Mulyani, 2004, Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid I, Jakarta: Penebar
Swadaya
Heinrich, Michael, dkk, 2005, Farmakognosi dan Fitoterapi, Jakarta : Buku Kedokteran EGC
Windholz M , ed. The Merck Index . 10th ed. Rahway, NJ: Merck and Company; 1983 .
Guarrera PM . Traditional antihelmintic, antiparasitic and repellent uses of plants in central Italy . J
Ethnopharmacol . 1999
Leung AY . Encyclopedia of Common Natural Ingredients Used in Food, Drugs, and Cosmetics . New
York, NY: J. Wiley and Sons; 1980.
Harvey Wickes Felter, M.D., and John Uri Lloyd, Phr. M., Ph. D. King's American Dispensatory, 1898.
http://moko31.wordpress.com/2010/02/07/glikosida-antrakinon/
http://mimin-mien.blogspot.com/2010/03/glikosida.html