Anda di halaman 1dari 107

Outline

Mengenal spesifikasi Chemically


Mengenal MSDS (Material Safety Data Sheet)
Mengenal B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Mengenal lambang bahaya chemically
Teknik Pelarutan dan pengenceran
Mengenal alat-alat laboratorium yang sederhana
(nama, fungsi, dan cara menggunakan dengan
benar)
Model Penggunaan alat Lab
Mengenal instrumen analisis
Peraturan Keselamatan Kerja di Lab Kimia
SPESIFIKASI CHEMI CALLY
Laboran, analis, peneliti harus mengetahui
sifat atau spesifikasi pereaksi (reagen) yang
digunakan Tingkat kemurnian

Berdasarkan tingkat kemurnian, chemically
dikelompokkan menjadi 4 tingkat :
SPESIFIKASI CHEMI CALLY
Kriteria Spesifikasi Chemically
Tingkat Teknik (Technical Grade)
tingkat komersial
Digunakan untuk kebutuhan industri, jarang untuk
tujuan analisis kimia
kecuali :
a. untuk larutan pembersih/pencuci
b. untuk larutan pereaksi kualitatif (demonstratif)
Tingkat Farmasi (Pharmaceutical Grade)
Tingkat kemurnian memenuhi kebakuan
USP (United States Pharmacopeia)
Biasa digunakan untuk kebutuhan bidang
farmasi dan kedokteran, sebagai pereaksi
kimia di laboratorium kecuali untuk analisis
kimia
Tingkat Murni (Chemically Pure, CP)
General Purpose Reagent, GPR
Kemurniannya jauh di atas tingkat farmasi
Tidak ada ketentuan khusus aturan
kebakuan kemurnian, tergantung pabrik
pembuatnya
Umumnya digunakan untuk analisis kimia
Tingkat Pereaksi (Analyzed Grade)
Pro Analysis, p.a.; Analar Reagent, AR;
Guaranteed Reagent,GR
Tingkat kemurnian memenuhi aturan kebakuan
ACS (The American Chemical Society Committee
on Analytical Reagents
Pabrik pembuatnya selalu mencantumkan
pernyataan pada label pereaksi : Conforms to
ACS Specifications
Memenuhi persyaratan analisis


MSDS
(Material Safety Data Sheet)
Examples:
MSDS logam Kalsium
MSDS Kalsium hidroksida
PENGENALAN B3
(Bahan Berbahaya dan Beracun)
Peraturan Pemerintah RI No. 74 Tahun
2001 :
Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya
disingkat dengan B3 adalah bahan yang karena
sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya,
baik secara langsung maupun tidak langsung,
dapat mencemarkan dan atau merusak
lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup
manusia serta makhluk hidup lainnya.
Klasifikasi B3
Mudah meledak (exlosive)
Pengoksidasi (oxidizing)
Sangat mudah sekali menyala (extremely
flammable)
Sangat mudah menyala (highly flammable)
Mudah menyala (flammable)
Amat sangat beracun (extremely toxic)
Sanga beracun (highly toxic)

Klasifikasi B3.lanjutan
Beracun (moderately toxic)
Berbahaya (harmful)
Korosif (corrosive)
Bersifat iritasi (irritant)
Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to
the environment)
Karsingenik (carcinogenic)
Teratogenik (teratogenic)
Mutagenik (mutagenic)
LAMBANG BAHAYA CHEMICALLY
Lambang E (explosive) : berarti bahan
kimia bersifat dapat meledak
Lambang F (highly flammable) : berarti
bahan kimia bersifat mudah
menyala/terbakar
Lambang F+ (extremely flammable) :
berarti bahan kimia bersifat sangat
mudah terbakar
Lambang O (oxidant substance) :
berarti bahan kimia bersifat
pengoksidasi
Lambang T (toxic) : berarti bahan
kimia bersifat racun
Lambang T+ (very toxic) : berarti
bahan kimia bersifat racun kuat
Lambang C (corrosive) : berarti
bahan kimia bersifat korosif, atau
dapat merusak jaringan hidup
Lambang Xi (irritant) : berarti bahan
kimia dapat menyebabkan iritasi
terhadap jaringan atau organ tubuh
Lambang Xn (harmful) : berarti
bahan kimia dapat melukai jaringan
atau organ tubuh
Lambang N (dangerous for the
environment) : berarti bahan kimia
bersifat berbahaya bagi satu atau
beberapa komponen dalam
lingkungan kehidupan
ZAT KIMIA DAN BAHAYANYA
PENANGANAN SAMPAH
LABORAORIUM
Sampah/limbah laboratorium :
- sampah kimia
- sampah biologi
- sampah plastik
- sampah yang lain
SAMPAH KIMIA
Aturan Pembuangan sampah kimia
Tidak boleh dibuang di saluran pembuangan air :
- pelarut-pelarut organik
- logam berat
- sianida, sulfida
- bahan-bahan padat
Sampah sampah kimia yang berbahaya harus
ditempatkan pada wadah yang diberi label
Sampah radioaktif harus mendapat penanganan
khusus, demikian juga bahan bersifat
karsinogenik.
Catatan
Sampah-sampah yang sangat berbahaya
biasanya diubah (dioksidasi, direduksi,
dinetralisasi, dll) menjadi bahan yang
kurang berbahaya sebelum ditempatkan
dalam wadah-wadah pembuangan.
Alkali kuat harus dinetralisir sebelum
dibuang, sedangkan asam kuat harus
dinetralkan dengan sodium bikarbonat
sebelum dibuang
BAHAN KARSINOGENIK
Bahaya : beresiko tumor dan kanker pada seseorang.
Penyimpanan :
- bahan tsb dipesan sebanyak yang diperlukan saja
- wadah penyimpan harus aman betul
- semua wadah harus berlabel jelas dan disimpan dlm
almari yang aman berventilassi
Penanganan :
- bagian tubuh yang terkena dengan zat tersebut harus
segera dicuci dengan air dingin selama + 5 menit
Lanjutan..
Pembuangan ;
- limbah karsinogenik dibuang dalam wadah
berlabel dan tertutup serta terpisah dari
bahan kimia lainnya
- dibuang secara bertahap, jangan
menunggu hingga jumlahnya banyak
- bahan karsinogenik cair ditempatkan
maksimal separo dari kapasisas volume
tempat pembuangan
LIMBAH BIOLOGI
Membakar sampah botani dan zoologi merupakan jalan
terbaik utk meyakinkan bahwa bahan-bahan busuk tsb
tidak beresiko membahayakn kesehatan
Preparat biologi, stains, fixative dan clearing agents
kemungkinan besar toksik shg tidak boleh dibuang ke
sistem drainase umum
Sampah harus ditempatkan pada wadah tertutup dan
diberi label
Sampah yang mengandung mikroorganisme harus di
autoklave terlebih dahulu
Sampah biologi dan mikrobiologi dlm jumlah besar
sebaiknya dimusnahkan dlm incenerator
SAMPAH PLASTIK
Jangan dibakar, kecuali dalam alat
pembakar khusus.
Sampah plastik jangan dikubur, sebaiknya
dibuang pada wadah khusus pembuangan
plastik
SAMPAH-SAMPAH LAIN
Sampah kertas dibuang dlm wadah khusus
untuk kertas dan sebaiknya dibakar dalam
satu tempat pembakaran
Sampah-sampah yang tajam (mata pisau,
syringe, jarum) harus ditempatkan dalam
kotak khusus dan tidak boleh dicampur
dengan sampah lainnya.
TEKNIK PELARUTAN &
PENGENCERAN
Teknik Pelarutan

Hal Langkah
1. Sifat analisis 1. Tetapkan : kualitatif atau kuantitatif (sesuai
tujuan analisis)
2. Kuantitas larutan (volume,
konsentrasi)
2. Tetapkan : sesuaikan dengan kebutuhan
3. Kuantitas zat padat (rumus,
kelarutan, massa)
3. Tetapkan : rumus zat padat (kristal), daya
larut, dan massa padatan yang akan
dilarutkan (dihitung)
4. Sifat zat padat 4. Tetapkan : stabil, higroskopis, atau
bereaksikah dengan air?
5. Alat ukur massa (neraca) 5. Kuantitatif : neraca teknis
Kualitatif : neraca teknis atau necara
analitik
6. Alat ukur volum 6. Kualitatif : gelas ukur
Kuantitatif : labu takat atau labu ukur
Hal Langkah
7. Pelarutan 7. Teknik pelarutan
a. Peralatan
pendukung


b. Pelaksanaan







c. Pengemasan
a. Siapkan : gelas kimia, batang pengaduk, botol
timbang, corong, pipet tetes, botol semprot, botol
kemasan pereaksi
b. Kualitatif : pindahkan padatan ke gelas kimia dan
larutkan dengan akuades secukupnya, lalu
pindahkan ke gelas ukur, dan tuangi akuades
sampai tanda batas
kuantitatif : pindahkan dahulu seluruh padatan ke
gelas kimia dan larutkan dengan akuadesw
secukupnya, lalu pindahkan seluruhnya (secara
kuantitatif) ke labu ukur lewat corong, tambahkan
akuades sedemikian, keringkan bagian atas skala,
lalu terakhir secara tetes demi tetes sampai tanda
batas volum, tutup labunya dan homogenkan
c. Bilas botol pereaksi bersih/kering dengan sedikit
larutan di atas, dan pindahkan seluruh larutan ke
botol ini, tutup, dan beri label dengan jelas


Contoh Pembuatan Larutan dari Zat
kimia padatan
Pembuatan larutan 250 mL NaCl 0,1 M
*Gunakan NaCl dengan spesifikasi teknis atau farmasi terapkan Mr
(Mr NaCl = 58,5 g/mol)
*Perhitungan massa NaCl = (0,25 L)(0,1M) = 0,025 mol = (0,025)(58,5)
g = 1,5 g
* Pelaksanaan :
a. Timbang NaCl kira-kira sejumlah itu dengan neraca teknis semi
analitis
b. Pindahkan ke gelas ukur 250 mL; tambahkan + 50 mL; goyang
hingga homogen; terakhir jadikan volume akhir larutan sampai tanda
batas
c. Diperoleh : 250 mL NaCl 0,1000M
Teknik Pengenceran
A.Teknik Pengenceran dari Cairan Pekat
Pra pengenceran :
- Hitung volum cairan pekat dan volume akuades
yang akan diukur
- Ukur volum akuades tersebut dan siapkan di gelas
kimia
Teknik pengukuran volum cairan pekat :
- Lakukan pengukuran volume di ruang asam, dan
pembacaan volume sesegera mungkin
- Sebaiknya gunakan masker, jika asam pekatnya
berasap
Pencampuran/Pelarutan :
- Segera alirkan perlahan cairan pekat lewat
batang pengaduk ke dalam gelas kimia
yang berisi akuades di atas
- Hitung balik, konsentrasi cairan hasil
pengenceran, tambahkan sesuai dengan
kekurangan akuades.
B. Teknik pengenceran dari cairan kurang pekat
Cara :
Ukur akuades (hasil hitung) dengan gelas ukur
(berukuran sesuai dengan volum akhir larutan);
kemudian tuangkan larutan lebih pekatnya ke dalam
gelas ukur tersebut sampai volumnya mendekati
tanda batas; lanjutkan penambahan tetes per tetes
sampai tanda batas volum akhir yang diharapkan.
Perhitungan Volum dan Konsentrasi larutan
hasil pengenceran
Hubungan pengenceran molar (M)
M
1
V
1
= M
2
V
2
Hubungan pengenceran persen (%v/v)
V
1
P
1
= V
2
P
2
Hubungan pengenceran persen (%b/b)
V
1
P
1
d
1
= V
2
P
2
d
2


ALAT-ALAT LABORATORIUM
SEDERHANA
Tabung reaksi
Terbuat dari gelas, dapat
dipanaskan, untuk mereaksikan
zat-zat kimia dalam jumlah
relatif kecil




Pengaduk gelas
Terbuat dari kaca panjang 15 cm, salah saru ujung pipih.
Dipakai untuk mengaduk suatu campuran atau larutan
kimia ketika melakukan reaksi, untuknmembantu pada
waktu menuang/mendekantir cairan dalam proses
penyaringan, dan dapat juga berfungsi sebagai sendok

Gelas kimia (gelas beker, gelas
piala)
Bukan alat pengukur volum,
digunakan sbg tempat larutan dan
juga dapat untuk memanaskan zat-
zat kimia, untuk menguapkan
pelarut
Erlenmeyer
Bukan alat pengukur volum
(walaupun mempunyai skala).
Dipakai untuk tempat zat-zat yang
dititrasi
Gelas ukur
Dipakai untuk mengukur volum cairan yang tidak
memerlukan ketelitian tinggi.tidak boleh digunakan untuk
mengukur larutan/pelarut yang panas.
Pipet volum (pipet gondok)
Berfungsi untuk memindahkan sejumlah volum tertentu
larutan sesuai ukurannya dengan tepat. Ukuran : 5mL,
10mL,25mL. Alat ini cukup teliti dengan kesalahan
+0,02%.
Cara penggunaan :
Larutan disedot/ditarik ke dalam pipet sampai melewati
sedikit di atas garis batas, kmdn diturunkan tepat sampai
garis batas, dan selanjutnya larutan dialirkan/dipindahkan.
Catatan:
Jika larutan yang akan dipindahkan berbahaya atau
beracun harus menggunakan ball-pipet untuk
menyedotnya, jangan menggunakan mulut.
Labu Takar (labu ukur)
Ada beberapa ukuran volum (50mL, 100mL, 200mL,
250mL, 500mL, 1000mL). Terbuat dari gelas. Digunakan
untuk membuat larutan tertentu dengan volum yang
setepat-tepatnya. Kadang juga dipakai untuk
pengenceran sampai volum tertentu. Jangan dipakai
untuk mengukur larutan/pelarut yang panas.
Buret
Berfungsi untuk memindahkan larutan dalam berbagai
ukuran volum misal : untuk titrasi asam-basa.
Jenis-jenis buret :
- Buret ASAM
Mempunyai kran dari kaca. Buret ini hanya boleh diisi
dengan larutan asam, jgn diisi larutan basa karena
krannya dapat mati.
- Buret BASA
mempunyai kran dari karet yang dijepit. Buret ini hanya
digunakan untuk larutan basa.
Botol Pencuci
Bahan dari plastik. Merupakan botol tempat
akuades, yg digunakan untuk mencuci, atau
membantu saat pengenceran
Corong
Biasanya dari gelas, tapi ada juga dari plastik.
Digunakan untuk menolong pada waktu
memasukkan cairan ke dlm wadah dengn mulut
sempit, ex : botol, labu ukur, buret, dsb.


Kuvet
Bentuk seperti tabung reaksi atau persegi
panjang, digunakan sbg tempat sampel untuk
analisis dg spektrofotometer. Tidak boleh
dipanaskan. Terbuuat dari silika (quartz),
polistirena, atau polimetakrilat.
Rak untuk Tempat Tabung reaksi
rak terbuat dari kayu atau logam. Digunakan sbg
tempat meletakkan tabung reaksi.
Penjepit
Penjepit logam digunakan utk menjepit tabung
reaksi pada saat pemanasan, atu untuk
membantu mengambil kertas saring atau benda
lain pada kondisi panas.
Spatula
Terbuat dari bahan logam dan digunakan untuk
alat bantu mengambil bahan padat atau kristal
Gelas Arloji
Terbuat dari gelas. Digunakan untuk tempat zat
yang akan ditimbang.
Cawan Porselin
Digunakan sbg wadah suatu zat yang akan
diuapkan dengan pemanasan
Sikat
Digunakan untuk membersihkan (mencuci)
tabung reaksi
Heater dan stirer
Neraca
Kalorimeter






Untuk menentukan kalor reaksi kimia
MODEL PENGGUNAAN ALAT LAB
Penyaringan (filtration)
a. Melipat kertas saring






b. Menyaring larutan


Cara Titrasi
a. Pegang kran dengan
tangan kiri dan wadah
penampung dengan
tangan kanan
b. Selalu arahkan skala
buret di depan
praktikan
Cara memegang yang benar/salah?
Pemisahan dengan Corong pisah
A. Memasukan cairan ke corong pisah


1. Tempatkan corong ke leher
corong pisah. Tuangkan
cairan yang akan diekstraksi
2. Tuangkan pelarut ekstraksi Volume
total dalam corong pisah tidak boleh
lebih besar dari volume corong pisah.
3. Tutup corong
pisah.

Gojoklah corong pisah dengan posisi
direbahkan dan arahkan stopcock ke
jendela /ventilasi
Jangan diarahkan ke praktikan lain !!!!

B. mengoyang larutan dalam corong pisah










Ambil corong pisah dengan posisi tertutup dan goyang perlahan, kemudian rebahkan dan secara
perlahan buka stopcock corong pisah untuk mengeluarkan tekanan. Tutup stopcock corong pisah
kembali, dan ulangi prosedur ini hingga tinggal sedikit tekanan yang dilepaskan (lihat gambar
berikut)



Sekarang, gojok corong pisah selama beberapa detik, keluarkan tekanan, kemudian gojok lagi. 30
detik biasanya cukup untuk tercapai keseimbangan zat terlarut antara 2 pelarut (lihat gambar
berikut)

Like Disolved Like
c. Pemisahan Lapisan
Distilasi
Distilasi biasa
Distilasi fraksionasi
INSTRUMEN ANALISIS/UJI
UV-Vis Spektrofotometer












IR Spectrophotometer (Spektrofotometer infra merah)
IR Spectroscopy can detect inorganic compounds containing
polyatomic ions and metal oxide. The band positions, shape
and peak intensity decide the characteristics of functional
groups
Untuk mengetahui gugus funsional yang ada (
-
OH, -CH
2
-,
-CH
3
,-C=O, CHO, aromatis, dll) kualitatif
BET
The Micromeritics ASAP 2010 system is equipped with an
optional molecular diffusion pump, a chemisortion system,
and a density functional theory (DFT) software package. It
can be used to measure surface area, pore volume,
mesopore and micropore size distribution, adsorbate-
adsorbent interaction energy (physisorption ), and
dispersion and partricle size of supported metals
(chemisorption).
SEM (Scanning Electron Microscopy)
The microscope shows surface images up to several thousand times
magnification. An additional feature is the ability to determine elemental
composition with the attached EDAX apparatus.
TEM
Transmission
Electron Microscop
TGA/DTA

Thermogravimetric Analysis (TGA) merupakan teknik mengukur
perubahan berat suatu sampel bila temperaturnya berubah dengan laju
tertentu. Sedangkan Differential Thermal Analysis (DTA) merupakan
teknik analisis untuk mengukur perubahan kandungan panas sebagai
fungsi perubahan temperatur
MS (Mass Spectrometer)
Untuk menentukan masa molekul sampel uji
XRD (Difraksi Sinar-X)
Untuk menentukan kristalinitas, kemurnian,
perubahan fase sampel.
ION ANALYZER

SPM
(Scanning Probe Microscopy)

GC/MS

KESELAMATAN KERJA DI
LABORATORIUM
HD
Setiap instansi atau setiap unit kegiatan
kerja, terutama menyangkut banyak jiwa
manusia, selalu harus dipikirkan pula
keselamatannya. Karena laboratorium
adalah tempat bekerja karyawan, dosen,
asisten dan mahasiswa maka perlu
dipikrkan keselamatan kerja dalam
laboratorium tersebut.
KESELAMATAN KERJA DI
LAB KIMIA
KESELAMATAN KERJA DI
LAB KIMIA
Laboratorium adalah suatu tempat dimana
mahasiswa, dosen, peneliti, dsb melakukan
percobaan.
Percobaan yang dilakukan menggunakan
berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan
instrumentasi khusus yang dapat
menyebabkan terjadinya kecelakaan
(accident) bila dilakukan dengan cara yang
tidak tepat.
Kata accident (kecelakaan/kebetulan)
sebenarnya tidaklah tepat karena tidak ada
sesuatu yang terjadi secara accident.
Pada zaman Romawi dimana hukum sebab-
akibat belum dikenal, accident tepat
karena dipercaya semua kejadian fisik
(termasuk kecelakaan) dikendalikan oleh
dewa.
Di zaman sekarang dimana telah dikenal
hukum sebab-akibat, accident tidak tepat
karena bisa diprediksi (predictable).
Laboratorium adalah tempat menyimpan alat-alat
yang mahal harganya demikian pula data-data
berharga lainnya, maka keselamatan ini meliputi:
Tempat bekerjanya
Alat dan bahan yang tersedia
Pekerjaan dan hasil karyanya
Hubungan antara pekerjaannya
Praktikan, asisten, mahasiswa, dosen
(pengguna lab)
Lingkungan
HAL-HAL PENYEBAB
KECELAKAAN
Ada tiga dasar penyebab terjadinya
kecelakaan kerja, yaitu :
Terjadi secara kebetulan (genuine accident)
Kondisi kerja yang tidak aman
Tindakan tidak aman yang dilakukan
seseorang

Keselamatan kerja di dalam
Lab
Laboratorium dengan perabotnya
Listrik
Kecelakaan akibat kebakaran
Kecelakaan akibat bahan kimia
Label bahan kimia berbahaya
Pencegahan terhadap bahan kimia
berbahaya
Beberapa catatan mengenai laboratorium
yang menyimpan bahan-bahan kimia
Semua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau
kaleng yang sesuai dan tahan lama. Sebaiknya di simpan
di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian
sehari-hari.
Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan
dalam gudang bahan kimia yang khusus/ gudang dalam
tanah misalnya.
Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk
menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat
digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya
rusak. Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus
dibuang/ dimusnahkan secara kimia.

Beberapa catatan mengenai laboratorium
yang menyimpan bahan-bahan kimia
Semua bahan harus diberi tanda-tanda khusus,
diberi label dengan semua keterangan yang
diperlukan misalnya.:
nama bahan
tanggal pembuatan
jumlah (isi)
asal bahan (merek pabrik dan lain-lain)
tinhgkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv,
higroskopis dll)
keterangan-keterangan yang perlu (presentase,
smbol kimianya dan lain-lain)
Di bawah ini tanda-tanda yang sering
digunakan secara internasional:

POISON : Bahan-bahan yang bersifat
racun
Bahan yang mudah terbakar
Flammable
Corrosive
bahan yang dapat merusak jaringan hidup
Irritant
Sedikt saja masuk ke tubuh dapat
membakar kulit, selaput lendir atau sistem
pernapasan
Toxic
Sedikit saja masuk ke tubuh dapat
menyebabkan kematian atau sakit keras
Oxidising Agent
Bahan yang dapat menghasilkan panas bila
bersentuhan dengan bahan lain terutama
bahan-bahan yang mudah terbakar
Explosive
Bahan yang mudah meledak bila kena
panas, api atau sensitif terhadap gesekan
atau goncangan
Radioactive
Bahan-bahan yang bersifat radioaktif
High voltage
Peringatan tegangan tinggi
No Smoking
Area dilarang merokok
Area dilarang menyalakan api
Sampah

Setiap laboratorium harus memiliki tempat
sampah yang khusus., sampah cair tidak
dibuang di saluran air hujan atau saluran
saptiktang.
tempat sampah cair bahan kimia
tempat sampah reaktif
sampah radioaktif
sampah biasa
pembuangan air cucian
PPPK
Luka bakar
Mata kemasukan benda asing
Luka tergores/teriris
Bahan kimia masuk dalam mulut
Keracunan
Kejutan listrik
Membalut luka
Pingsan
Radiasi dan zat radioaktif

PERALATAN KESELAMATAN
KERJA DI LABORATORIUM
Jas Lab
Alat ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi
atau menghindari bahaya yang terjadi akibat
percikan zat-zat kimia yang berbahaya


Sarung tangan
Daya tahan sarung tangan terhadap bahan kimia
tergantung pada bahan sarung tangan (misalnya: karet
alam; karet neoprene; karet nitrile; dll.), mutunya dan
ketebalannya.
Untuk melindungi tangan dari bahan-bahan yang sangat
panas dianjurkan memakai "insulated glove" (Gbr.2) yang
dibuat dari bahan sintetis


Pelindung Mata dan Muka
Safety glases with side shield
- Face shield = pelindung muka
Kran pencuci mata = Eyewash fountain
Safety shower
Alat pernapasan = Respirator/Masker
Melindungi dari debu-debu, serat yang kecil
yang berbahaya atau dan uap atau gas
yang beracun.
Pemadam Kebakaran = Fire Extinguishers
Ada beberapa jenis pemadam kebakaran, seperti
Air (water extinguisher), tepung (dry powder
extinguisher), C0
2
(Carbon dioxide extinguisher),
Halon, Busa, pasir, dll