Anda di halaman 1dari 4

A.

Kadar Kolesterol Total


Kolesterol total merupakan penjumlahan dari HDL, LDL, dan VLDL. Kolesterol berasal
dari dua sumber yaitu dari makanan yang kita makan dan diproduksi sendiri oleh hati.
Kadar kolesterol dalam darah selalu berubah tiap waktu. Beberapa factor yang
mempengaruhi kadar kolesterol darah diantaranya diet, genetic, umur, dan jenis kelamin.
Kadar kolesterol dalam darah harus dalam jumlah yang tepat. Kadar kolesterol normal
dalam darah yaitu kurang dari 200 mg/dl.
Klasifikasi Kolesterol total
Total cholesterol
<200 mg/dL Desirable
200239 mg/dL Borderline high
240 mg/dL High

Metode pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan dengan menggunakan sampel
darah. Metode yang digunakan yaitu :
1. Metode Enzimatik (CHOD-PAP)
Metode ini merupakan metode pengukuran kadar kolesterol menggunakan bantuan
tiga enzim, yaitu kolesterol esterase, kolesterol oksidase, dan peroksidase. Prinsip dari
metode ini yaitu kolesterol dan ester-esternya dibebaskan dari lipoprotein. Kolesterol
esterase akan menghidrolisa ester-ester tersebut dan H
2
O
2
dibentuk dari kolesterol
dalam proses oksidasi enzimatik oleh kolesterol oksidase. H
2
O
2
bereaksi dengan 4-
amino antipirin dan phenol dengan katalisator peroksidase membentuk quinoneimin
berwarna. Absorbansi warna ini sebanding dengan kolesterol total. Adapun reaksinya
yaitu sebagai berikut :
Kolesterol ester + H
2
O CHE Kolesterol + Asam Lemak
Kolesterol + O
2
CHO Kolesterol-3-one + H
2
O
2

2H
2
0
2
+4-amino antipirin + Phenol POD Quinoneimin + 4H
2
O
2. Metode Lieberman-Bruchard
Prinsip dari metode ini adalah kolesterol membentuk senyawa-senyawa yang
biasanya berwarna hijau kecoklatan yang intensif bila dicampur dengan asam asetat
anhidrat dan asam sulfat pekat pada suhu ruangan. Metode ini merupakan tes
kolorimetrik untuk pengukuran pada daerah sinar yang dapat dilihat oleh mata.
B. Kadar Trigliserida
Klasifikasi Kadar Trigliserida (mg/dL)
Normal < 150
Borderline high 150-199
Tinggi 200-499
Sangat tinggi > 500

Metode Pemeriksaan trigliserida :
1. Ultra sentrifuge
Pemeriksaan fraksi lemak dengan menggunakan ultrasentrifuge. Biasanya lemak akan
bergabung dengan protein membentuk lipoprotein. Pada lipoprotein, berat jenis
ditentukan oleh perbandingan antara banyaknya lemak dan protein. Makin tinggi
perbandingan ini makin rendah berat jenisnya. Lemak murni memiliki berat jenis
yang lebih rendah dari air.
2. Enzimatis Kolorimetri (GPO-PAP)
Prinsip metode ini yaitu trigliserid akan dihidrolisa dengan enzim lipase menjadi
gliserol dan asam lemak. Gliserol akan bereaksi dengan ATP dengan bantuan Gliserol
kinase membentuk gliserol-3-fosfat dan ADP. Kemudian Gliserol-3-fosfat akan
bereaksi dengan oksigen dengan bantuan GPO membentuk dihidroksiaseton, fosfat,
dan H2O2. H2O2 akan bereaksi dengan 4-aminofenazon dan 4 klorofenol dengan
bantuan enzim peroksidase membentuk kuinoneimin berwarna. Absorbansi ini
sebanding dengan kadar trigliserida.


C. Kadar HDL
HDL merupakan kolesterol yang bersifat baik karena berfungsi membuang kolesterol dari
dalam tubuh. Kadar HDL harus meliputi lebih dari 25% kadar kolesterol total. Idealnya,
kadar HDL tidak boleh kurang dari 40 mg/dL. Tujuan dari pemeriksaan kadar HDL yaitu
mengetahui adanya gangguan pada pembuluh darah koroner karena kadar HDL yang
rendah dalam darah mengindikasikan adanya gangguan pada pembuluh darah koroner
atau ischemia jantung. Kadar HDL yang tinggi bersifat protektif karena HDL berperan
mengeluarkan kolesterol dari jaringan tubuh.
D. Kadar LDL
LDL memiliki densitas 1,019-1,063 g/mL. LDL mengandung 21 % protein dan 78 %
lemak (1 % trigliserida, 45 % kolesterol, 22 % fosfolipid, dan 1 % lemak bebas).
Beberapa
1. Metode Ultrasentrifugasi
Metode ini dapat memisahkan lipoprotein. Pada densitas plasma 1,006 g/ml ,
kilomikron dan VLDL akan terapung sedangkan LDL dan HDL akan mengendap.
Pada densitas 1,063 g/ml, LDL dan VLDL akan mengapung. Protein yang lain akan
mengapung pada densitas di atas 1,3 g/ml. Jadi lipoprotein dapat dipisahkan dari
protein plasma yang lain dan dari masing-masing lipoprotein dengan ultrasentrifugasi
pada densitas tertentu.
2. Metode Elektroforesis
Elektroforesis merupakan salah satu metode untuk memisahkan dan mengukur
lipoprotein. Bahan yang digunakan adalah gel agarosa karena sensitive dan dapat
memisahkan lipoprotein. Kilomikron jika ada tetap di daerah asal. Lipoprotein yang
berpindah berturut-turut HDL, VLDL, dan LDL. Lipoprotein secara elektroforesis
dinamakan sesuai dengan mobilitasnya. HDL ( lipoprotein) bergerak pada daerah
globulin, LDL ( lipoprotein) berpindah pada globulin dan VLDL (pre globulin)
pada pre- globulin
3. Metode presipitasi polianion
Lipoprotein dipresipitasi dengan polianion seperti heparin sulfat dan dextran sulfat
dengan adanya kation divalent. Presipitasi dipengaruhi oleh konsentrasi reagen, pH,
kekuatan ion, adanya protein serum lain, antikoagulan, jumlah lipid dan protein yang
ada dalam lipoprotein, kondisi serta lamanya penyimpanan sampel.
4. Metode kombinasi (ultrasentrifugasi-presipitasi polianion)
Metode ini menggunakan EDTA plasma yg diputar pada ultrasentrifugasi selama 18
jam pada suhu 10 C. Vldl dan kilomikron akan terakumulasi sbg lapisan melayang
dengan d<1,006 g/ml dan supernatan berisi LDL dan HDL.
LDL (mg/dL) = d > 1,006 HDL (mg/dL)
5. Formula Friedewald
Metode ini banyak digunakan, dimana kolesterol, trigliserida, HDL diukur kemudian
LDL dihitung menggunakan rumus Friedewald.
LDL (mg/dL) = kolesterol total HDL total (trigliserida/5.0)
Pemeriksaan kadar kolesterol total dan trigliserid dianjurkan dengan menggunakan metode
enzimatik.