Anda di halaman 1dari 5

Bidang orientasi kayu

Bidang tangensial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus salah satu jari-jari kayu,
searah serat, tidak melalui sumbu kayu.
Bidang radial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu searah serat melalui sumbu kayu.
Bidang aksial/ kepala kayu : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus dengan sumbu
kayu
Kayu gubal : Bagian kayu yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup, masih berfungsi. Oleh karena itu
tugas kayu gubal ini ialah menyalurkan bahan makanan dari daun ke bagian-bagian pohon yang lain.
Kayu teras : Bagian yang terdiri dari sel-sel yang sudah tua atau mati. Kayu teras ini asalnya dari kayu
gubal yang makin tua lalu mati, sehingga tidak berfungsi Kayu teras ini hanya sebagai pengokoh
tumbuhnya pohon saja. Kayu teras lebih awet dan pada umumnya warna kayu lebih tua daripada kayu
gubalnya.
Lingkaran tahun/tumbuh : kondisi pertumbuhan pohon ditentukan oleh lingkungan tumbuh, yaitu iklim.
Mutu kayu dipengaruhi oleh tebalnya lingkaran tahun, semakin tipis gelang tahun semakin kuat karena
dinding sel relative tebal
1.Berat jenis dan kerapatan
Berat kayu tergantung kadar lengasnya/kadar air, oleh karena itu sulit mengatakan berat jenis kayu,
lebih tepat dipakai kerapatan kayu.
Semakin besar kerapatannya semakin kuat kayunya dan kekerasanya, hal ini menunjukan jumlah sel
yang mampu yang mampu mendukung beban.
4.Kadar air
Kadar air adalah nilai yang menunjukan banyaknya kandungan air yang ada dalam kayu. untuk
menggunakan kayu sebagai bahan, baik untuk perabot maupun bangunan, harus banyak diperhitungkan
faktor penyusutan. Kayu akan melepas atau mengisap air dari udara disekelilingya, sampai banyaknya air
dalam kayu seimbang dengan kadar air udara disekelilingnya, sehingga kadar air kesetimbangan dalam
kayu tergantung dari kelembaban udara.
Air yang terkandung dalam kayu dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Air bebas, merupakan yang terdapat dalam rongga sel dan ruang antar sel
b. Air terikat, adalah air yang terikat secara kapiler dalam diding sel
Bila kayu mongering, air bebas akan keluar terlebih dahulu kemudian baru diikuti oleh air terikat.
Apabila air bebas yang terkandung dalam kayu sudah keluar, kayu berada dalam keadaan titik jenuh
serat atau fiber saturation point, besarnya sekitar 30% untuk semua jenis kayu. Kayu yang kadar airnya
rendah lebih kuat dibandingkan kayu dengan kadar airnya masih tinggi.
a.kadar air dari pohon hidup/baru ditebang
b.kadar air dengan air bebas dan air terikat
c.kadar air yang mencapai titik jenuh serat (30%)
d.kayu yang kering udara kadar air mencapai antara 0% dan 30%
e.Kayu yang kering tanur kadar air mencapai 0%
.Anisotropik kayu
Anisotropic kayu adalah sifat kayu yang mempunyai perilaku dan tanggapan beban yang berbeda
menurut arah yang berbeda. Sifat anisotropic kayu dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Arah longitudinal/axial atau sejajar sumbu pohon.
b. Arah radial atau sejajar dengan arah jari-jari.
c. Arah Tangensial atau tegak lurus jari-jari.
Pada ketiga arah dan bidang ini kayu memiliki perilaku fisik, mekanika, pengembangan dan penyusutan
yang berbeda. Sehingga harus menyebutkan arah atau bidang mana yang ditinjau.
R : arah radial
T : arah tangensial
L : arah longitudinal/axial

6.Kembang Susut
Kayu akan mengembang apabila kadar lengasnya bertambah dan menyusut bila kadar lengasnya
berkurang.
Besar kecilnya pengembangan dan penyusutan kayu dipengaruhi oleh :
a. arah longitudinal < radial < tangensial
b. arah longitudinal = 0,1 s/d 0,3%
c. Arah radial = 2 s/d 8%
d. Arah tangensial = 4 s/d 14%
e. Volumetric = 7 s/d 21%
Susut kayu menyebabkan berbagai cacat kayu seperti:
Pecah-pecah pada permukaan kayu
Melengkung pada proses pengeringan

HigroskopiS ,Kayu mempunyai sifat sangat peka terhadap air dan tidak pernah lepas dari pengaruh air
diudara. Sifat ini dipengaruhi oleh kadar lengas atau kadar air yang menyebabkan mengembang dan
menyusutnya kayu.
Kayu adalah bahan lignoselulosa yang dihasilkan oleh tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi
minimal 7 m (pohon). Kayu adalah Material alam yang dapat diperbaharui, dengan mengelola hutan
dengan baik. Material struktur ini memiliki berat jenis yang ringan dan proses pengerjaannya dilakukan
dengan alat sederhana. Kayu merupakan bahan alam yang dapat terurai secara sempurna (digunakan
secara menyeluruh) sehingga tidak ada istilah limbah pada kayu.

Kayu teras adl bagian kayu yg terletak dekat empulur dan biasanya berwarna lebih gelap, secara
fisiologis selnya sudah mati, fungsinya hanya sebagai kekuatan mekanik
Kayu gubal adl bagian kayu yg dekat dengan kulit dan biasanya berwarna lebih terang dibandingkan
kayu teras, karena selnya masih hidup. Fungsinya sebagai penyalur air zat2x yg terlarut dari akar ke
tajuk, penyimpan makanan dan sebagai kekuatan kayu
Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga
arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan kadar air
(kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.
Kadar air kayu adalah banyaknya air yang terdapat di dalam kayu atau produk kayu biasanya dinyatakan
secara kuantitatif dalam persen (%) terhadap berat kayu bebas air atau berat kering tanur (BKT), namun
dapat juga dipakai satuan terhadap berat basahnya. Berat kering tanur dijadikan sebagai dasar karena
berat kering tanur merupakan indikasi dari jumlah substansi/bahan solid yang ada.
Kerapatan suatu benda yang homogen adalah massa atau berat persatuan volume, sehingga kerapatan
selalu dinyatakan dengan satuan gram/cm3 atau kg/m3. Massa atau berat dan volume pada
perhitungan kerapatan kayu dapat menggunakan berbagai macam kondisi kayu (kondisi segar/basah,
kering udara, kadar air tertentu dan kering tanur)
Penyusutan kayu merupakan Penyusutan dinding sel terjadi saat molekulmolekul air terikat
melepaskan diri dari molekulmolekul selulosa berantai panjang dan molekul--molekul hemiselulosa
yang kemudian bergerak saling mendekat. Banyaknya penyusutan yang terjadi umumnya sebanding
dengan jumlah air yang keluar dari dinding sel. Pengembangan secara sederhana adalah kebalikan
proses ini.
Penyusutan dan pengembangan dinyatakan sebagai persen dimensi sebelum perubahan terjadi.
Namun demikian, pengertian 'kayu keras' dan 'kayu lunak' dalam bahasa Inggris (yakni hardwood dan
softwood, berturut-turut) lebih terkait dengan kelompok tumbuhan yang menghasilkannya. Hardwood
dihasilkan oleh jenis-jenis pohon berdaun lebar (kelompok dikotil), sedangkan softwood dihasilkan oleh
pohon-pohon berdaun jarum (konifer). Dalam kenyataannya, jenis-jenis 'kayu keras' tertentu, yang
memiliki kerapatan rendah, bisa jadi lebih lunak daripada beberapa jenis 'kayu lunak' berkerapatan
tinggi
Kayu teras

Kayu teras (disebut juga heartwood, duramen[1]) adalah kayu yang terbentuk lebih awal pada suatu
pohon dan telah mati dan terletak di bagian dalam dari sebuah kayu. Kayu teras tidak memiliki
pembuluh yang berfungsi lagi. Kayu teras sebelumnya adalah kayu gubal (bagian dari kayu yang masih
hidup) yang mengalami penumpukan mineral. Keberadaan mineral ini menjadikan kayu teras cenderung
lebih keras dibandingkan kayu gubal. Seiring dengan pertumbuhan kayu, diameter batang melebar,
saluran pembuluh baru terbentuk dekat dengan tepi luar, dan saluran pembuluh yang lebih dalam
perlahan mati. Meski dikatakan telah mati, kayu teras masih menanggapi respon terhadap organisme
yang menyerang kayu, meski hanya sekali.[2] Biasanya kayu teras dapat dibedakan dengan kayu gubal
secara visual. Namun tidak semua tumbuhan berkayu menghasilkan kayu teras.
Kayu teras bukanlah komponen terpenting dari sebuah pohon, karena pohon yang sudah berusia terlalu
tua, bagian kayu terasnya dapat saja sudah membusuk namun pohon tersebut masih tetap hidup.
Kayu gubal
Kayu gubal (disebut juga sapwood, alburnum[1]) adalah bagian dari kayu yang dekat dengan tepi luar
dan masih hidup. Semua kayu pada awalnya adalah kayu gubal hingga ia mati dan membentuk kayu
teras. Kayu gubal mengandung pembuluh yang menghantarkan air dari akar ke daun dan juga untuk
menyimpan air. Semakin banyak jumlah daun, semakin besar volume kayu gubal. Kayu gubal lebih tebal
di batang bagian atas, namun secara volume sama dengan batang bagian bawa.
Kayu gubal merupakan bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di
sebelah dalam kambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat
makanan. Tebal lapisan kayu gubal bervariasi menurut jenis pohon. Umumnya jenis yang tumbuh cepat
mempunyai lapisan kayu gubal lebih tebal dibandingkan dengan kayu terasnya. Kayu gubal biasanya
mempunyai warna terang.
Kayu teras merupakan kayu yamg terdiri dari sel-sel yang dibentuk melalui perubahan-perubahan hidup
pada lingkaran kayu gbal bagian dalam, disebabkan terhentinya fungsi sebagai penyalur cairan dan lain-
lain proses kehidupan. Ruang dalam kayu teras dapat mengandung berbagai macam zat yang memberi
warna lebih gelap. Tidak mutlak kayu teras demikian. Hanya pada jenis-jenis yang kayu terasnyaberisi
tiloses. Pada beberapa jenis tertentu, kayu teras banyak mengandung bahan-bahan ekstrak, yang
memberi keawetan kepada kayu tersebut, membuaat lebih berat dan lebih awet. Akan tetapi semua
jenis kayu yang memiliki zat ekstraktif sudah dapat dipastikan keawetannya
Perdu adalah nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian di bawah 6 m (20 kaki). Sebuah Semak
dibedakan dari pohon dengan tinggi lebih pendek, biasanya di bawah 6 m (20 kaki)
Tanaman semak (bush) merupakan tanaman berkayu, tetapi tidak memiliki batang utama. Penggunaan
semak untuk pengisi taman instan bisa dalam berbagai ukuran tanaman, mulai ukuran tinggi 30-40 cm
sampai 200 cm, baik yang ditanam didalam black polybag maupun pot asalkan mudah dibawa dan
dipindah-pindahkan. Tanaman semak yang umu digunakan biasanya memiliki karakter ornamental
karena warna dan bentuk daun atau keindahan bunganya.
Semak memiliki tinggi yang lebih pendek dibandingkan dengan pohon. Suatu tanaman dikatakan sebagai
semak jika tingginya tidak lebih dari 6 m. Artinya, jika kita menemukan sebuah tanaman yang terlihat
seperti pohon tetapi tingginya kurang dari 6 meter, tanaman tersebut tepatnya harus kita sebut sebagai
semak atau perdu.
Pohon, adalah tumbuhan berkayu yang dapat mencapai tinggi paling sedikit 20 kaki ( 7 m) pada
suatu daerah tertentu dan biasanya (tidak selalu) memiliki batang tunggal.
Semak/perdu, adalah tumbuhan berkayu yang tingginya jarang sekali lebih dari 7 meter pada lokasi
tertentu dan biasanya memiliki beberapa batang.
Liana berkayu, adalah tumbuhan berkayu yang dapat memanjat/menjalar dengan duri, akar, dan lain-
lain.Misalnya jenis Ficus spp dan rotan.
jenis-Jenis Air
Menurut derajat keterikatannya, air dalam bahan pangan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
1. Air bebas (free water)
Air bebas merupakan air yang tidak terikat secara fisik atau kimia dalam bahan pangan. Air jenis ini
mudah diuapkan dan dapat digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya.
2. Air terikat (bound water)
Air terikat merupakan air yang terikat secara fisik atau kimia dalam bahan pangan. Air jenis ini tidak
dapat digunakan oleh mikroba