Anda di halaman 1dari 2

Loratadine

Rating: . Direkomendasikan oleh 36 pembaca. Beri rekomendasi:




Indikasi:
Loratadine efektif untuk mengobati gejala-gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi, seperti
pilek, bersin-bersin, rasa gatal pada hidung serta rasa gatal dan terbakar pada mata.
Selain itu loratadine juga mengobati gejala-gejala seperti urtikaria kronik dan gangguan alergi
pada kulit lainnya.

Kontra Indikasi:
Hipersensirif terhadap loratadine.

Komposisi:
Tiap tablet mengandung 10 mg loratadine.

Cara Kerja Obat:
Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik yang bekerja cukup lang (long acting),
mempunyai selektifitas tinggi pada reseptor histamin -H1 periter dan tidak menimbulkan efek
sedasi atau antikolinergik.

Posologi:
Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: 1 tablet sehari.

Peringatan dan Perhatian:
- Karena efek pemakaian loratadine selama kehamilan belum diketahui secara pasti, maka
loratadine diberikan pada wanita hamil hanya nila manfaatnya lebih besar dari resikonya
terhadap janin.
- Hati-hati pemakaian loratadine pada pasien dengan gangguan hati dan gagal ginjal.
- Loratadine sebaiknya tidak diberikan pada ibu menyusui karena dieksekresikan melalui air
susu.
- Pemberian loratadine pada anak-anak di bawah 12 tahun keamanannya belum diketahui dengan
pasti.

Efek Samping:
Loratadine tidak memperlihatkan efek samping yang secara klinis bermakna, karena rasa mual,
lelah, sakit kepala, mulut kering jarang dilaporkan. Frekuensi efek-efek ini pada loratadine
maupun placebo tidak berbeda secara statistik.

Interaksi Obat:
Pemberian loratadine bersama alkohol tidak memberikan efek potensiasi seperti yang terukur
pada penampilan psikomotor.
Pemberian loratadine bersama eritromisin, ketokonazol & simetidine dapat menghambat
metabolisme loratadine.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 2 - 30 derajat Celcius.

Kemasan:
Loratadine 10 mg tablet, kotak 5 strip @ 10 tablet.