Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Kebutuhan akan pendidikan yang berkualitas menuntut peran guru untuk mengembangk
an aspek profesionalnya. Salah satu ciri guru profesional adalah kemampuan guru
dalam memilih dan mempersiapkan bahan ajar atau materi pelajaran dengan baik.
Kecakapan guru dalam memilih dan mempersiapkan bahan ajar tergantung pada penget
ahuan guru itu sendiri. Guru harus mengetahui jenis-jenis bahan ajar yang bisa d
igunakan dalam proses pembelajaran dan prinsip-prinsip dalam memilih bahan ajar
tersebut. Sehingga pembelajaran akan lebih bervariasi, menarik dan tidak membosa
nkan.
Dengan pengetahuan guru mengenai jenis-jenis bahan ajar tersebut guru dapat mela
kukan proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan standar kompetensi, kompete
nsi dasar, dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya adal
ah siswa dapat mencapai kompetensi yang dibutuhkan.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai jenis-jenis bahan ajar yang bisa digunak
an guru dalam proses pembelajaran dan kriteria pemilihan bahan ajar tersebut.
PEMBAHASAN
A. Jenis-Jenis Bahan Ajar
Berdasarkan bentuknya, bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, ya
itu bahan cetak (printed), bahan ajar dengar (audio), bahan ajar pandang dengar
(audiovisual) dan bahan ajar interaktif (interactive teaching material).[1]
1. Bahan Ajar Cetak (Printed)
Bahan cetak merupakan bahan yang disiapkan dan disajikan dalam bentuk tulisan ya
ng dapat berfungsi untuk pembelajaran dan penyampaian informasi. Bahan ajar cet
ak yang tersusun secara baik akan memberikan beberapa keuntungan seperti yang d
ikemukakan oleh Steffen Peter Ballstaedt, 1994 yaitu:
a. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan bag
i seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang di
pelajari.
b. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit.
c. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah.
d. Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individ
u.
e. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja.
f. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan akti
vitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa
g. Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besa
r.
h. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri.[2]
Banyak sekali jenis bahan ajar cetak yang bisa digunakan dalam proses pembelajar
an, antara lain adalah handout, modul, buku teks, lembar kegiatan siswa, model (
maket), poster dan brosur.
a) Handout
Menurut Andi Prastowo handout merupakan bahan pembelajaran yang sangat ringkas,
bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan mat
eri pokok yang diajarkan kepada peserta didik.[3]
Pada umumnya handout berfungsi untuk membantu peserta didik agar tidak perlu men
catat, sebagai pendamping penjelasan pendidik, sebagai bahan rujukan peserta did
ik, memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, pengingat pokok-pokok mate
ri yang diajarkan, memberi umpan balik dan menilai hasil belajar.[4]
b) Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat bel
ajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi pali
ng tidak tentang:
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
Kompetensi yang akan dicapai
Content atau isi materi
Informasi pendukung
Latihan-latihan
Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
Evaluasi
Balikan terhadap hasil evaluasi.[5]
Pembelajaran dengan modul juga memungkinkan peserta didik yang memiliki kecepata
n tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi
dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Selain itu, juga meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk belajar sendiri tanpa tergantung kepaga kehadiran
pendidik.
c) Buku Teks
Buku teks pelajaran pada umumnya merupakan bahan tertulis yang menyajikan ilmu p
engetahuan atau buah pikiran dari pengarangnya yang disusun secara sistematis be
rdasarkan kurikulum yang berlaku.
Buku teks berguna untuk membantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum karena di
susun berdasarkan kurikulum yang berlaku, menjadi pegangan guru dalam menentukan
metode pengajaran dan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi
pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.[6]
d) Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas
yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petu
njuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang dip
erintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapain
ya.[7]
LKS berfungsi untuk meminimalkan peran pendidik dan mengaktifkan peran peserta d
idik, mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan dan kaya ak
an tugas untuk berlatih.[8]
e) Model (Maket)
Model (maket) merupakan bahan ajar yang berupa tiruan benda nyata untuk menjemba
tani berbagai kesulitan yang bisa ditemui, apabila menghadirkan objek atau benda
tersebut langsung ke dalam kelas, sehingga nuansa asli dari benda tersebut masi
h bisa dirasakan oleh peserta didik tanpa mengurangi struktur aslinya, sehingga
pembelajaran menjadi lebih bermakna.[9]
f) Brosur
Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secar
a bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat ta
npa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap
tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua,
Balai Pustaka, 1996). Dengan demikian, maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai ba
han ajar, selama sajian brosur diturunkan dari kompetensi dasar yang harus dikua
sai oleh siswa. Mungkin saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik, karen
a bentuknya yang menarik dan praktis. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak,
maka brosur didesain hanya memuat satu kompetensi dasar saja. Ilustrasi dalam
sebuah brosur akan menambah menarik minat peserta didik untuk menggunakannya.[10
]
g) Foto/Gambar
Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto/gam
bar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setel
ah selesai melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan ses
uatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.[11]
Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat
sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melal
ui membaca yang dapat diingat hanya 10%, dari mendengar yang diingat 20%, dan da
ri melihat yang diingat 30%. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat member
ikan pemahaman yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibant
u dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakanny
a dan atau bahan tes.[12]
2. Bahan Ajar Dengar (Audio)
Bahan ajar audio merupakan salah satu bahan ajar noncetak yang didalamnya mengan
dung suuatu sistem yang menggunakan sinyal audio secara langsung, yang dapt dima
inkan atau diperdengarkan oleh pendidik kepada peserta didiknya guna membantu me
reka menguasai kompetensi tertentu.[13]
Jenis-jenis bahan ajar audio ini antara lain adalah radio, kaset MP3, MP4, sound
s recorder dan handphone. Bahan ajar ini mampu menyimpan suara yang dapat diperd
dengarkan secara berulang-ulang kepada peserta didik dan biasanya digunakan untu
k pelajaran bahasa dan musik.[14]
3. Bahan Ajar Pandang Dengar (Audiovisual)
Bahan ajar pabdang dengar merupakan bahan ajar yang mengombinasikan dua materi,
yaitu visual dan auditif. Materi auditif ditujukan untuk merangsang indra penden
garan sedangkan visual untuk merangsang indra penglihatan. Dengan kombinasi kedu
anya, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas.
Hal itu berdasarkan bahwa peserta didik cenderung akan lebih mudah mengingat dan
memahami suatu pelajaran jika mereka tidak hanya menggunakan satu jenis indra s
aja, apalagi jika hanya indra pendengaran saja.[15]
Bahan ajar pandang dengar mampu memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada a
walnya tidak mungkin bisa dilihat di dalam kelas menjadi mungkin dilihat. Selain
itu juga dapat membuat efek visual yang memungkinkan peserta didik memperkuat p
roses belajar. Bahan ajar pandang dengar antara lain adalah video dan film.
4. Bahan Ajar Interaktif (Interactive Teaching Material)
Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yag mengombinasikan beberapa media pembe
lajaran (audio, video, teks atau grafik) yang bersifat interaktif untuk mengenda
likan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. Bahan ajar inter
aktif memungkinkan terjadinya hubungan dua arah antara bahan ajar dan penggunany
a, sehinnga peserta didik akan terdorong untuk lebih aktif.
Bahan ajar interaktif dapat ditemukan dalam bentuk CD interaktif, yang dalam pro
ses pembuatan dan penggunaannya tidak dapat trelepas dari perangkat komputer. Ma
ka dari itu, bahan ajar interaktif juga termasuk bahan ajar berbasis komputer.
B. Kriteria Pemilihan Bahan Ajar
Pemilihan bahan ajar tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Pemilihan bahan aj
ar menuntut dipergunakannya suatu pedoman atau prinsip-prinsip tertentu agar par
a pendidik tidak salah dalam memilih bahan ajar. Berikut adalah kriteria pemilih
an bahan ajar yang paparkan oleh Andi Prastowo:[16]
1. Bahan Ajar Cetak:
a. Memilih Handout
Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih handout adalah:
a) Substansi materi memiliki relevansi yang dekat dengan kompetensi dasar ata
u materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b) Materi memberikan penjelasan secara lengkap tentang definisi, klasifikasi,
prosedur, perbandingan, rangkuman dan sebagainya.
c) Padat pengetahuan.
d) Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan
e) Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
f) Menuntun pembicara/guru secara teratur dan jelas.
g) Dapat diambil dari buku atau hasil download dari internet.
h) Selanjutnya untuk kegiatan belajar mengajar seperti apa yang memerlukan bah
an ajar handout
Hampir semua materi sesuai menggunakan bahan ajar handout. Namun sesuai dengan
fungsinya maka handout biasanya dipadukan dengan bahan ajar lain, misalnya denga
n LKS atau dengan modul.
Handout biasanya disiapkan juga untuk keperluan memperkaya informasi pada suatu
seminar atau kegiatan ceramah.
b. Memilih Buku Teks
Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan ajar buku teks adalah sebagai berikut:
a) Substansi materi memiliki relevansi dengan kompetensi dasar atau materi po
kok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b) Materi dalam buku mencakup paling tidak memberikan penjelasan secara lengka
p antara lain tentang definisi, klasifikasi, prosedur, perbandingan, rangkuman d
an sebagainya.
c) Padat pengetahuan dan memiliki sekuensi yang jelas secara keilmuan.
d) Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
e) Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
f) Penampilan fisik bukunya menarik/menimbulkan motivasi untuk membaca.
g) Buku dapat dibeli di toko-toko buku, kalau buku berbahasa asing dapat dipes
an melalui internet.
c. Memilih Modul
Beberapa pertimbangan dalam memilih modul, antara lain:
a) Substansi materi relevan dengan kompetensi dasar atau materi pokok yang ha
rus dikuasai oleh peserta didik.
b) Modul tersusun secara lengkap, paling tidak mencakup antara lain; judul, pe
rnyataan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik, petunjuk menggunaka
nnya, informasi, langkah kerja, dan penilaian.
c) Materi memberikan penjelasan secara lengkap tentang definisi, klasifikasi,
prosedur, perbandingan, rangkuman dan sebagainya.
d) Padat pengetahuan.
e) Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
f) Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
g) Menuntun guru dan siswa sehingga mudah digunakan.
h) Beberapa modul dapat di download dari internet.
d. Memilih Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan ajar LKS adalah sebagai berikut:
a) Substansi materi memiliki relevansi dengan kompetensi dasar atau materi po
kok yang harus dikuasai oleh peserta didik, sesuaikan dengan yang tertuang dalam
buku Kurikulum 2004.
b) Pernyataan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh peserta didik.
c) Dilengkapi dengan petunjuk bagi guru/siswa.
d) Memiliki daya pikat terutama dari segi penyajian tulisan, tugas-tugas, dan
penilaiannya.
e) Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang memudahkan guru/siswa dalam menga
jar/belajar, misalnya petunjuk tentang referensi yang dapat diacu terkait dengan
materi yang dipelajarinya.
f) LKS seharusnya sudah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belaja
r, hal ini harus tertuang dalam petunjuk.
g) Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
h) Menuntun pembicara/guru secara teratur dan jelas.
i) Dapat dibeli di pasaran.
j) Substansi materi dapat mengembangkan pengetahuan dan wawasan siswa.
e. Memilih Brosur
Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan ajar brosur adalah sebagai berikut:
a) Substansi materi memiliki relevansi dengan kompetensi dasar atau materi po
kok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b) Materi memberikan informasi secara lengkap dan jelas tentang substansi yang
disajikan.
c) Padat pengetahuan.
d) Kebanaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
e) Kalimat yang disajikan singkat, jelas.
f) Menarik peserta didik untuk membacanya baik dari penampilannya maupun isin
ya.
g) Dapat diambil dari berbagai tempat yang menyediakan brosur baik instansi pe
merintah maupun perusahaan swasta.
f. Memilih Foto/Gambar
Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan ajar foto/gambar adalah sebagai beriku
t:
a) Substansi materi yang disajikan dalam bentuk foto/gambar harus memiliki re
levansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b) Gambar yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
c) Ditampilkan dengan skala yang sesuai sehingga terlihat logis dan enak dili
hat.
d) Gambar menampilkan judul atau keterangan.
e) Beberapa foto/gambar dapat dibeli di toko buku.
g. Memilih Model (Maket)
Beberapa pertimbangan untuk memilih bahan ajar model (maket) adalah sebagai beri
kut:
a) Model/maket memiliki relevansi dengan materi yang akan diajarkan.
b) Model/maket memiliki ukuran tidak terlalu besar dan bobotnya juga tidak ter
lalu berat, sehingga dapat dipndidah-pindahkan oleh satu orang.
c) Model untuk biologi berukuran sama dengan benda aslinya.
d) Model/Maket dapat didapat selain di toko dapat juga dilihat di sumber belaj
ar seperti museum atau perpustakaan.
2. Memilih Bahan Ajar Audio
Dalam memilih audio sebagai bahan ajar, dapat memperhatikan hal-hal sebagai beri
kut:
a. Substansi materi yang disajikan dalam program audio harus memiliki relevan
si dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b. Program audio yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
c. Direkam terlebih dahulu atau siaran langsung yang baik agar jelas didengar
.
d. Dilengkapi dengan keterangan tertulis.
e. Beberapa siaran radio menyediakan program pendidikan dan beberapa kaset/CD
dapat dibeli di toko buku.
3. Memilih Bahan Ajar Audio Visual
Dalam memilih audio visual sebagai bahan ajar, dapat memperhatikan hal-hal sebag
ai berikut:
a. Substansi materi yang disajikan dalam video harus memiliki relevansi denga
n kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b. Alur cerita yang ada dalam program video merupakan sajian menarik dan ditu
runkan dari standar kompetensi atau kompetensi dasar dalam kurikulum.
c. Ditampilkan dalam satu cerita yang menarik sehingga peserta didik tertarik
untuk mempelajarinya.
d. Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
e. Durasinya tidak terlalu lama, paling lama 20 menit.
f. Pilih video yang sesuai misalnya apakah mengangkat suatu situasi diskusi,
dokumentasi, promosi suatu produk, interview, atau bahkan menampilkan satu perc
obaan yang berproses.
4. Memilih Bahan Ajar Interaktif
Bahan ajar interaktif saat ini telah mulai diproduksi, sehingga jika diperlukan
untuk pengadaannya perlu memperhatikan beberapa hal dalam memilihnya, yaitu:
a. Substansi materi yang disajikan dalam program interaktif harus memiliki re
levansi dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b. Program interaktif yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
.
c. Disajikan dalam bentuk disket atau CD.
d. Dilengkapi dengan keterangan tertulis.
e. Sajiannya menarik.
KESIMPULAN
Berdasarkan bentuknya, bahan ajar bagi menjadi empat macam, yaitu bahan cetak (
printed), bahan ajar dengar (audio), bahan ajar pandang dengar (audiovisual) dan
bahan ajar interaktif (interactive teaching material).
Bahan cetak disiapkan dan disajikan dalam bentuk tulisan yang berfungsi untuk p
embelajaran dan penyampaian informasi. Seperti modul, buku teks, handout, LKS, b
rosur, foto/gambar dan model (maket).
Bahan ajar audio merupakan bahan ajar noncetak yang dapat dimainkan atau diperd
engarkan guna membantu peserta didik menguasai kompetensi tertentu. Seperti radi
o, kaset MP3, MP4, sounds recorder dan handphone.
Bahan ajar pandang dengar merupakan bahan ajar yang mengombinasikan dua materi,
yaitu visual (untuk merangsang indra penglihatan) dan auditif (untuk merangsang
indra pendengaran). seperti video dan film.
Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yang mengombinasikan beberapa media pem
belajaran (audio, video, teks atau grafik) yang bersifat interaktif untuk mengen
dalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. seperti CD int
eraktif.
Pemilihan bahan ajar tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Pemilihan bahan a
jar menuntut dipergunakannya suatu pedoman atau prinsip-prinsip tertentu agar pa
ra pendidik tidak salah dalam memilih bahan ajar.
DAFTAR PUSTAKA
Adi Kasimbar, Bahan Ajar dan Pengembangan Bahan Ajar. http: adikasimbar.wordpres
s.com. diakses tanggal 14 April 2013.
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (Yogyakarta: Diva Pre
ss, 2012)
Belawati, dkk, Pengembangan Bahan Ajar (jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Te
rbuka, 2003)
Diknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar (Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah M
enengah Atas, 2008)
[1] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (Yogyakarta: Diva
Press, 2012), hlm. 40.
[2] Diknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar (Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekol
ah Menengah Atas, 2008), hlm. 11-12.
[3] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 79.
[4] Belawati, dkk, Pengembangan Bahan Ajar (jakarta: Pusat Penerbitan Universita
s Terbuka, 2003)
[5] Adi Kasimbar, Bahan Ajar dan Pengembangan Bahan Ajar. http: adikasimbar.word
press.com. diakses tanggal 14 April 2013.
[6] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 170.
[7] Diknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar, hlm. 13.
[8] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 205-206.
[9] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 228.
[10] Adi Kasimbar, Bahan Ajar dan Pengembangan Bahan Ajar. http: adikasimbar.wor
dpress.com. diakses tanggal 14 April 2013.
[11] Diknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar, hlm. 14.
[12] Diknas, Panduan Pengembangan Bahan Ajar, hlm. 15.
[13] Belawati, dkk, Pengembangan Bahan Ajar (jakarta: Pusat Penerbitan Universit
as Terbuka, 2003)
[14] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 266.
[15] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 301.
[16] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, hlm. 377-389
Diposkan oleh Maman Pranata di 01.30
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Anda mungkin juga menyukai