Anda di halaman 1dari 25

1

BAB I
PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Ikatan Ion
Secara sederhana,definisi ikatan ion adalah ikatan antara dua macam ion (kation
dan anion) oleh gaya-gaya elektrostatik Coulomb.Namun,misalnya untuk senyawa
kompleks [Fe(H
2
O)
6
]
2+
, ion pusat Fe
2+
dengan molekul pengeliling H
2
O, juga sebagian
besar diikat oleh gaya-gaya elektrostatik antara ion pusat dengan dipol listrik tetap yaitu
negatif yang dihasilkan oleh molekul pengeliling.Oleh karena ikatan ion terjadi dengan
cara transfer elektron,maka dapat diramalkan bahwa unsur-unsur golongan alkali dan
alkali tanah dengan karakteristik ns
(1-2)
mempunyai kecenderungan yang cukup kuat
untuk membentuk ikatan ionik dengan unsur-unsur golongan halogen dan oksigen
dengan karakteristik ns
2
np
(4-5)
. Kenyataannya ditemui berbagai tipe ion dengan
konfigurasi elektronik tertentu.

Gambar 1.1 ikatan ionik

2


Jenis-jenis Spesies Ion
- Spesies tanpa elektron valensi
Ion hidrogen H
+
, barangkali dapat dipandang sebagai satu-satunya contoh
spesies tanpa elektron valensi, meskipun eksistensinya distabilkan dalam bentuk
tersolvasi oleh pelarut, yaitu sebagai ion hidronium, H
3
O
+
, dalam air.
- Spesies dengan dua elektron valensi
Beberapa spesies yang cukup stabil dengan dua elektron valensi adalah ion
hidrida, H
+
, Li
+
, dan Be
2+
. Ion-ion ini mengadopsi konfigurasi electron gas mulia He.
- Spesies dengan delapan elektron valensi
Pembentukan spesies yang stabil dengan delapan elektron valensi adalah seperti
Na
+
, Mg
2+
, F
-
dan O
2-
. Jadi, NaF, Na
2
O, MgF
2
, dan MgO merupakan contoh spesies
ionik dengan mengadopsi konfigurasi elektron valensi gas mulia terdekat, Ne.
- Spesies dengan sembilan elektron valensi
Kenyataan bahwa banyak senyawa-senyawa golongan d juga bersifat ionik,
sudah barang tentu kestabilan konfigurasi elektroniknya, khusunya jumlah elektron
valensi, tidak lagi mengikuti kaidah oktet, tetapi mencapai delapan belas. Spesies ini
banyak ditemui pada golongan 11, 12 bahkan juga golongan 13 mulai periode 4.
- Spesies dengan "delapan belas + dua" elektron valensi
Spesies ini umumnya terdiri atas unsur-unsur berat. Unsur
81
Tl dijumpai sebagai
kation Tl
3+
yaitu sistem 18 elektron valensi yang cukup stabil. Namun demikian, kation
Tl
+
ternyata juga ditemui dan bahkan lebih stabil daripada kation Tl
3+
. Kestabilan sistem
konfigurasi ini sering pula dikaitkan dengan kenyataan penuhnya semua orbital yang
terisi, yang secara khusus dikenal sebagai sistem konfigurasi elektronik "18+2" atau
dengan istilah spesies dengan pasangan elektron inert. Unsur-unsur Ga, In, dan Tl
3

(golongan 13 tabel periodik), Ge, Sn, dan Pb (golongan 14) dan As, Sb, dan Bi
(golongan 15) dapat membentuk secara berurutan ion-ion M
+
, M
2+
dan M
3+
yang khas
dengan pasangan elektron inert, (4-6)s
2
.
Mari ki t a pahami l ebi h dal am pembent ukan i kat an i on berdasarka n
pengert i an-pengert i an di at as:
Simak beberapa ikatan yang terjadi antara unsur-unsur berikut:
1.
19
K dengan
8
O
Konfigurasi:
19
K : 2 8 8 1 --> K
+
: 2 8 8 + 1e | melepas 1 elektron
8
O : 2 6 + 2e --> O
2-
: 2 8 | menerima 2 elektron
K cenderung melepas 1 elektron membentuk ion K
+
sementara O cenderung menerima
2 elektron membentuk O
2-
. Untuk membentuk senyawa ion yang netral, maka
diperlukan 2 ion K
+
dan 1 ion O
2-
(jumlah electron pada kedua ion dibuat sama).
2.
20
Ca dengan
8
O
Konfigurasi:
20
Ca : 2 8 8 2 --> Ca
2+
: 2 8 8 + 2e | melepas 2 elektron
8
O : 2 6 + 2e --> O
2-
: 2 8 | menerima 2 elektron
3.
13
Al dengan
8
O
Konfigurasi:
13
Al : 2 8 3 --> Al
3+
: 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
8
O : 2 6 + 2e --> O
2-
: 2 8 | menerima 2 elektron
4

4.
11
Na dengan
17
Cl
Konfigurasi:
11
Na : 2 8 1 --> Na
+
: 2 8 + 1e | melepas 1 elektron
17
Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl
-
: 2 8 8 | menerima 1 elektron
5.
12
Mg dengan
17
Cl
Konfigurasi:
12
Mg : 2 8 2 --> Mg
2+
: 2 8 + 2e | melepas 2 elektron
17
Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl
-
: 2 8 8 | menerima 1 elektron
6.
13
Al dengan
17
Cl
13
Al : 2 8 3 --> Al
3+
: 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
17
Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl
-
: 2 8 8 | menerima 1 elektron
Dapat kah Anda menyederhakan i kat an i on yang t erj adi pada
cont oh di at as?
Jika Anda perhatikan, unsur-unsur yang saling berikatan merupakan unsur yang
berada pada golongan IA (
11
Na dan
19
K), IIA (
12
Mg dan
20
Ca), IIIA (
13
Al), VIA (
8
O),
dan VIIA (
17
Cl). Unsur-unsur yang berada pada golongan IA - IIIA lebih mudah
untuk melepaskan elekron terluarnya sehingga membentuk ion positif, sedangkan unsur-
unsur yang berada pada golongan VIA dan VIIA lebih mudah untuk menerima
electron sehingga membentuk ion negative.Tabel berikut menyajikan senyawa ion yang
dihasilkan jika golongan-golongan di atas saling bereaksi tanpa melalui prosedur contoh
di atas.
Jika: Golongan IA = A; Golongan IIA = B; Golongan IIIA = C; Golongan VIA = D;
dan Golongan VIIA = E; maka diperoleh senyawa ion berikut.
5



UNSUR
GOLONGAN
D / VIA E / VIIA

A / IA

A/2D

AE

B / IIA

AD

AE
2


C / IIIA

A
2
D
3


AE
3

Apakah ikatan ion hanya terjadi pada ion-ion monoatomik seperti yang dijelaskan pada
contoh di atas?
Ikatan ion tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang mudah melepas dan menerima
electron, tapi juga bisa terjadi pada ion-ion poliatomik. Beberapa contoh ion-ion
poliatomik adalah ammonium NH
4
+
;nitrat NO
3
-
; sulfat SO
4
2-
; karbonat CO
3
2-
; fosfat PO
4
3-
, dsb. (Berbagai jenis kation dan anion dapat Anda lihat di sini atau
langsung mengunduh filenya di sini).Contoh pembentukan ikatan ion antara ion
monoatomik dengan ion poliatomik:
1. K+dengan NO3-
K
+
| melepas 1e
NO
3
-
| menerima 1e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
6

K
+
+ NO
3
-
--> KNO
3



2. Ca
2+
dengan NO
3
-

Ca
2+
| melepas 2e | x 1
NO
3
-
| menerima 1e | x 2
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Ca
2+
+ 2NO
3
-
--> Ca(NO
3
)
2



3. Na
+
dengan SO
4
2-

Na
+
| melepas 1e | x 2
SO
4
2-
| menerima 2e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
2Na
+
+ SO
4
2-
--> Na
2
SO
4



4. Mg
2+
dengan CO
3
2-

Mg
2+
| melepas 2e
CO
3
2-
| menerima 2e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Mg
2+
+ CO
3
2-
--> MgCO
3



5. Li
+
dengan PO
4
3-

Li
+
| melepas 1e | x 3
PO
4
3-
| menerima 3e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
7

3Li
+
+ PO
4
3-
--> Li
3
PO
4


Konsep Dasar Ikatan Kimia
Semua senyawa kimia yang terbentuk akibat berbagai kombinasi unsur
penyusunnya. Atom dari unsur yang sama atau unsur yang berbeda digabungkan
oleh berbagai ikatan kimia untuk menjaga molekul bersama-sama dan dengan
demikian, menganugerahkan stabilitas senyawa yang dihasilkan. Ikatan kimia
terdiri atas beragam jenis dan memiliki kekuatan bervariasi.
1.2 Elektron Valensi dan Elektronegativitas
Semua unsur memiliki muatan tertentu, yang dinyatakan dalam jumlah elektron
yang mereka bawa di kulit terluar atau kulit valensi dari orbit mereka. Elektron ini
disebut sebagai elektron valensi dan mereka memainkan peran kunci dalam
pembentukan ikatan. Elektronegativitas dari setiap unsur tergantung pada jumlah
elektron valensi yang dibawanya. Karena kenyataan bahwa unsur-unsur yang berbeda
memiliki nomor yang berbeda dari elektron valensi, mereka dapat menunjukkan nomor
yang berbeda dari keadaan-keadaan valensi.
2. Mengapa Ikatan Kimia Dibentuk?
Tujuan di balik pembentukan ikatan kimia apapun yang diberikan oleh
aturan oktet, yang menyatakan bahwa itu adalah kecenderungan alami dari atom-atom
unsur dengan nomor atom lebih rendah (kurang dari 20) untuk mencapai konfigurasi
oktet, yang tidak lain 8 elektron di kulit terluar. Dengan demikian, atom-atom ini sangat
ingin untuk menggabungkan dengan unsur-unsur lain untuk mencapai konfigurasi gas
mulia terdekat. Mengapa? Yah, itu hanya karena konfigurasi gas mulia adalah yang
paling stabil.
3. Jenis Ikatan Kimia
Sementara berbagi elektron oleh atom membentuk ikatan kovalen,transfer atau
8

elektron dari satu atom ke yang lain adalah bentuk ikatan ion. Di sini kita akan
membahas secara rinci berbagai aspek ikatan ionik.
Memahami Konsep Ikatan ion
Ikatan ion adalah tidak lain hanyalah jenis pembentukan ikatan kimia yang
melibatkan transfer lengkap elektron dari satu atom ke yang lain. Ketika atom
akan kehilangan atau bertambah elektron, mereka menjadi ion yang bermuatan
berbeda atau ion bermuatan berlawanan. Ion yang diisi kemudian tertarik terhadap
satu sama lain karena gaya elektrostatik, yang membawa ion bermuatan
sebaliknya bersama-sama, sehingga membentuk ikatan ion.Contoh yang paling
umum dari ikatan ion adalah pembentukan natrium klorida di mana sebuah atom
natrium menggabungkan dengan atom klorin.Mari kita lihat pada konfigurasi
elektronik masing-masing.
Natrium (Na): 2,8,1 dan Klorin (Cl): 2, 8, 7.
Dengan demikian, kita melihat bahwa sebuah atom klorin membutuhkan satu elektron
untuk mencapai konfigurasi terdekat yaitu gas mulia Argon (2,8,8). Sebuah atom
natrium, di sisi lain, membutuhkan untuk menyingkirkan elektron tunggal di kulit
terluar untuk memperoleh konfigurasi terdekat mulia yaitu gas Neon (2,8).
9


Gambar 1.2 Ikatan Ion pada Natrium klorida (NaCl)
Dalam skenario seperti itu, atom natrium menyumbangkan elektron terluar pada atom
klorin, yang hanya membutuhkan satu elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Ion
natrium menjadi bermuatan positif karena kehilangan elektron, sedangkan ion klorida
menjadi bermuatan negatif karena penambahan sebuah elektron tambahan. Ion yang
bermuatan berlawanan terbentuk, tertarik satu sama lain dan mengakibatkan
membentuk ikatan ion.
1.3 Susunan Senyawa Ion
Keberadaan ikatan ion mempengaruhi sifat kimia dan fisik dari senyawa yang
dihasilkan. Ada ada beberapa karakteristik menonjol dari ikatan ion dan di sini adalah
daftar dari beberapa karakteristik berikut:
1. Karena dari kenyataan bahwa logam cenderung kehilangan elektron dan non-
logam cenderung untuk mendapatkan elektron, ikatan ion yang umum antara
logam dan non-logam. Oleh karena itu, tidak seperti ikatan kovalen yang hanya
10

dapat terbentuk antara non-logam, ikatan ion dapat terbentuk antara logam dan
non-logam.
2. Sementara penamaan senyawa ion, nama logam selalu datang pertama dan nama
non-logam datang kedua. Misalnya, dalam kasus natrium klorida (NaCl), natrium
merupakan logam sedangkan klorin adalah non-logam.
3. Senyawa yang mengandung ikatan ion mudah larut dalam air serta beberapa
pelarut polar lainnya. Ikatan ion, dengan demikian, memiliki efek pada kelarutan
senyawa yang dihasilkan.
4. Ketika senyawa ion dilarutkan dalam pelarut untuk membentuk larutan homogen,
larutan cenderung untuk menghantarkan listrik.
5. Ikatan ion memiliki efek pada titik leleh senyawa juga, karena senyawa ion
cenderung memiliki titik leleh yang lebih tinggi, yang berarti bahwa ikatan ion
tetap stabil untuk rentang suhu yang lebih besar.

Berikut adalah perbedaan antara Ikatan Ion.
Pada Ikatan Ion :

Gambar 1.3 contoh ikatan ion
1. Bentuk Senyawa yang dapat terjadi
Padatan ionik
(contoh: NaCl, KCL, CaCl2, KSN, CaSO4.2H2O)
2. Kelarutan
Mudah larut dalam pelarut polar.
(contoh: NaCl larut dalan H2O
3. Bentuk Kristal
Padatan ionik tiga dimensi (ion-ion berikat kuat didalam kisi-kisinya)
11

4. Daya Hantar Listrik
Dapat menghantarkan listrik ketika berbentuk lelehan.
(contoh: lelehan NaCl dapat menghantarkan listrik dengan baik)
5. Isomer
Tidak punya (namun punya isoelektron).
6. Titik Leleh dan Titik Didih
Lebih tinggi (karena ion-ionnya terikat kuat pada kisi-kisinya sehingga untuk
memutuskan ikatan diperlukan energi yang lebih besar)
7. Terjadinya Ikatan
Terjadinya ikatan antara unsur logam dengan unsur non logam
8. Proses Terjadinya Ikatan
Adanya transfer elektron
9. Perbedaan Elektronegativitas
Besar
10. Daya Tarik
Inti atom yang bermuatan positif, secara dominan melebihi muatan positif inti atom
lainnya, sehingga secara efektif menyebabkan satu atom menstransfer elektronnya ke
atom yang lainnya.
11.Jari-jari
Lebih pendek.
12.Partikel terkecil
Ion postif dan ion negatif.
13.Energi yang digunakan untuk memutuskan elektron.
Lebih kecil.
Bahasan ikatan kimia, adalah bahasan yang mendasari konsep-konsep kimia
berikutnya. Oleh karena itu perlu penguatan dalam memahaminya, apalagi siswa yang
belajar ikatan kimia ini masih relatif asing dengan dunia teori kimia. Banyak cara yang
bisa ditempuh untuk membantu siswa memahami konsep ikatan kimia, termasuk di
dalamnya adalah ikatan ion.Saya terinspirasi dan ingin mencontoh rekan-rekan saya
12

yang telah menemukan atau tepatnya merealisasi konsep ikatan ion ini dalam bentuk
pemodelan sederhana. Memang sih dahulu di beberapa buku kimia sma sudah ada yang
menjelaskan dengan teknik melihat penjelasan dengan gambar. Tetapi ini cukup
menguras imaginasi siswa. Lalu ada rekan-rekan guru yang membuatnya menjadi
nyata dengan potongan kertas karton. Saya pun menggunakan potongan kertas karton
bekas seperti yang baru saya cobakan ke siswa beberapa waktu lalu Gambar 1

Gambar 1.4 Model Atom
Dari model bentuk seperti itu kita bisa menjadikan penganalogian terhadap ion-
ion suatu atom, ada ion positif (kation) dan ion negatif (anion) untuk membentuk
pasangan-pasangan yang tepat. Berapa jumlah kation atau anion yang digunakan akan
bisa memberikan pemahaman soal jumlah anion dan kation ketika membentuk ikatan
ion.Ini bukanlah cara baru, hanya kadang kita lupa tidak menggunakan metode
sederhana seperti itu. Sering kalau kita yang senang dengan mengajar berbasis
komputer semua harus dengan komputer. Tapi model dengan karton seperti itu
sesungguhnya juga bisa disimulasikan dengan menggunakan animasi-simulasi, atau bisa
juga dibuat dengan powerpoint, kalau tidak bisa atau kesulitan bisa juga hanya
13

mengadalkan aplikasi ms. word sekalipun. Seperti yang saya pernah cobakan dengan
gambar sederhana seperti berikut.

Gambar 1.4 Screenshoot pemodelan kation anion untuk ikatan ion dengan gambar di
ms. word
Dengan gambar sederhana di ms. word semua guru saya yakin sudah bisa
membuatnya begitu, tinggal mengkopi bentuk-bentuk seperti itu untuk memperagakan
ikatan ion-ikatan ion yang lain.Untuk siswa bisa kita sarankan untuk membuat alat
peraga sendiri dalam mempelajari bahasan ikatan ion tadi sehingga mereka bisa
mencoba memperagakan sendiri, ingat mengalami akan jauh memberi kesan yang kuat
dalam belajar.Konsep sederhananya adalah menuliskan konfigurasi elektron unsur yang
akan dilibatkan dalam reaksi ion, menentukan elektron valensi, melepas atau menerima
elektron kecenderungan masing-masing unsur itu. Jika cenderung melepas berarti ia kan
membentuk kation dan kalau cenderung menerima elektron akan cenderung membentuk
anion agar menjadi stabil. Karena ada kation dan anion maka keduanya akan tarik-
menarik membentuk ikatan ion. begitu dan seterusnya.Secara kebetulan ternyata ada
simulasi interaktif serupa, sekalian belajar menentukan ion dan memasangkannya.
Untuk mencoba simulasi klik gambarnya.Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat
perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion
14

terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap
elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion
positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion
negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya
elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).Ikatan ion merupakan ikatan
yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan
struktur tertentu. Dengan mengunakan lambang Lewis, pembentukan NaCl
digambarkan sebagai berikut.

NaCl mempunyai struktur yang berbentuk kubus, di mana tiap ion Na
+
dikelilingi oleh 6
ion Cl

dan tiap ion Cl

dikelilingi oleh 6 ion Na


+
.

Gambar 1.5 Sebagian Kisi Kristal raksasa darei nitrogen klorida.

Senyawa ion dapat diketahui dari beberapa sifatnya, antara lain:
1. Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi. Sebagai
contoh, NaCl meleleh pada 801 C.
2. Rapuh, sehingga hancur jika dipukul.
3. Lelehannya menghantarkan listrik.
4. Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik.
15

Contoh lain pembentukan ikatan ion sebagai berikut.
a. Pembentukan MgCl
2

Mg (Z = 12) dan Cl (Z = 17) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut.
- Mg : 2, 8, 2
- Cl : 2, 8, 7
Mg dapat mencapai konfigurasi gas mulia dengan melepas 2 elektron,.

b. ikatan antara atom 12Mg dan dalam MgO
Konfigurasi elektron Mg dan O adalah:
Mg : 2, 8, 2 (melepas 2 elektron)
O : 2, 6 (menangkap 2 elektron)
Atom O akan memasangkan 2 elektron, sedangkan atom Mg juga akan
memasangkan 2 elektron.
1.4 Susunan Senyawa Ion
Aturan oktet menjelaskan bahwa dalam pembentukan natrium klorida, natrium
akan melepas satu elektron sedangkan klorin akan menangkap satu elektron.
Sehingga terlihat bahwa satu atom klorin membutuhkan satu atom natrium. Dalam
struktur senyawa ion natrium klorida, ion positif natrium (Na
+
) tidak hanya
berikatan dengan satu ion negatif klorin (Cl
-
) tetapi satu ion Na
+
dikelilingi oleh 6 ion
Cl
-
demikian juga sebaliknya. Struktur tiga dimensi natrium klorida dapat digunakan
untuk menjelaskan susunan senyawa ion.


Gambar 1.6 Struktur tiga dimensi Natrium Klorida
Struktur kristal kubus NaCL
16

Pencapaian kestabilan satu atom dapat terjadi dengan cara pembentukan ikatan ion.
Ikatan ini terjadi karena adanya gaya listrik elektrostatik antara ion yang bermuatan
positif (kation) dengan ion yang bermuatan negatif (anion).Peristiwa ikatan ion diawali
dengan proses pelepasan elektron dari sebuah atom menjadi ion positif, sebagai contoh
kita pergunakan aton Na, bersamaan dengan elektron yang dilepaskan ditangkap oleh
atom Cl lainnya sehingga atom tersebut menjadi bermuatan negatif. Dengan kata lain
proses pelepasan dan penangkapan elektron melibatkan dua atom atau lebih dan
berlangsung secara simultan, perhatikan Gambar 1.7

Gambar 1.7 Proses pelepasan dan penarikan elektron dari atom Na ke atom Cl,
menghasilkan ion-ion bermuatan

17

Gambar 1.8. Ikatan ion terjadi karena adanya gaya elektrostatika dari ion positif
dengan ion negatif
Perbedaan muatan listrik dari kedua ion itulah yang menimbulkan gaya tarik
elektrostatik dan kedua ion
berikatan (lihat Gambar 1.8). Dalam kimia, kita tuliskan persamaan reaksinya

Dalam penulisan E dapat dicoret atau dihapus, karena keberadaannya saling
meniadakan disebelah kiri tanda panah dan disebelah kanan tanda panah.Senyawa yang
memiliki derajat paling tinggi dalam ikatan ionik adalah yang terbentuk oleh reaksi
antara unsur yang memiliki orbital terluar s1 dengan unsur yang memiliki orbital terluar
p5. Kedua unsur tersebut memiliki perbedaan elektro-negativitas yang besar. Dalam
tabel periodik, unsur-unsur yang umumnya membentuk ikatan ionik adalah unsur alkali
dan alkali tanah (memiliki elektron valensi s1 dan s2) dengan unsur halogen (memiliki
elektron valensi p4 dan p5). Beberapa pengecualian terjadi untuk Flor yang memiliki
elektronegatifitas tertinggi, dan atom Cesium (Cs) yang memiliki elektronegatifitas
terendah mengakibatkan ikatan yang terbentuk dari kedua atom ini tidak sepenuhnya
ionik.Penamaan untuk senyawa yang dibangun melalui ikatan ion diberikan dengan
menyebutkan nama atom logam (kation) dan menyebutkan nama anion ditambahkan
dengan akhiran ida. Pada Tabel 1.9 di bawah ini diberikan lambang dan nama atom
logam yang memiliki elektron valensi s1 dan s2 dan p4 dan p5.Senyawa yang terbentuk
dari ikatan ionik umumnya berupa kristal padat seperti; Natrium Klorida (NaCl),
Cesium Klorida (CsCl), Kalium Bromida (KBr), Natrium Yodida (NaI) dan lainnya.
18

Bentuk kristal padat sangat kuat, untuk senyawa NaCl, dibangun oleh ion Na+
dan Cl-, dimana setiap kation Na+ dikelilingi oleh 6 anion Cl- pada jarak yang sama,
demikian pula sebaliknya setiap Cl- dikelilingi oleh 6 kation Na+ juga pada jarak yang
sama.Sehingga kekuatan yang dibangun sama kuatnya baik untuk kation maupun anion.
Perhatikan kristal padat NaCl pada Gambar 2.2.

Gambar 1.9 Bentuk Kristal ionik
Gambar 1.9 Bentuk kristal ionik, seperti NaCl, setiap Na+ (merah) dikelilingi 6 anion
Cl- dan sebaliknya (hijau) dikelilingi 6 kation Na+.Struktur kristal ionik sangat kuat
sehingga umumnya hanya dapat larut dalam air atau dengan pelarut lainnya yang
bersifat polar. Kristal ionik berbentuk padatan, lelehan maupun dalam bentuk larutan,
bersifat konduktif atau menghantarkan listrik. dipergunakan dan sisanya sebagai
penyusun tulang. Kation natrium menjaga kestabilan proses osmosis extraselular dan
intraseluler, di daerah extraseluler kation natrium dibutuhkan sekitar 135-145 mmol,
sedangkan di intraselular sekitar 4-10 mmol.Senyawa ionik dibutuhkan dalam tubuh,
misalnya kation Na+ dalam bentuk senyawa Natrium Klorida dan Natrium Karbonat
(Na2CO3), didalam tubuh terdapat sekitar 3000 mmol atau setara dengan 69 gram, 70%
berada dalam keadaan bebas yang dapat.
1.5 Ikatan Ionik dan Gas Mulia
Seberapa penting struktur gas mulia adalah terletak pada struktur elektronik gas
mulia seperti neon atau argon yang memiliki delapan elektron pada tingkat energi
terluarnya (atau dua elektron pada kasus helium). Struktur gas mulia tersebut
merupakan gagasan secara keseluruhan dalam suatu cara yang diinginkan untuk
19

menjelaskan atom supaya dimengerti.
Kamu mungkin akan menangkap kesan yang kuat bahwa ketika atom-atom bereaksi,
atom-atom tersebut berusaha untuk mengorganisasi sesuatu hal tertentu seperti tingkat
energi terluarnya supaya terisi penuh atau kosong sama sekali.Ikatan ionik pada
natrium klorida.
Natrium (2,8,1) memiliki satu elektron lebih banyak dibandingkan struktur gas mulia
(2,8). Jika natrium tersebut memberikan kelebihan elektron tersebut maka natrium akan
menjadi lebih stabil. Klor (2,8,7) memiliki satu elektron lebih sedikit dibandingkan
struktur gas mulia (2,8,8). Jika klor tersebut memperoleh satu elektron dari tempat yang
lain maka klor juga akan menjadi lebih stabil. Jawabannya sangatlah jelas. Jika atom
natrium memberikan satu elektron ke atom klor, maka keduanya akan menjadi lebih
stabil

Natrium telah kehilangan satu elektron, karena itu natrium tidak lagi memiliki
jumlah elektron dan proton yang sebanding. Karena natrium memiliki jumlah
proton satu lebih banyak dibanding jumlah elektron, maka natrium memiliki
muatan 1+. Jika elektron dihilangkan dari sebuah atom, maka terbentuk ion
positif. Ion positif kadang-kadang disebutdengan kation.
Klor memperoleh sebuah elektron, karena itu klor memiliki jumlah elektron satu
lebih banyak dibanding jumlah proton. Karena itu klor memiliki muatan 1-. Jika
elektron diperoleh oleh sebuah atom, maka terbentuk ion negatif.
Ion negatif kadang-kadang disebut anion.Ion natrium dan ion klorida berikatan
satu sama lain melalui dayatarik elektrostatik yang kuat antara muatan positif
dengan muatan negatif.
Rumus kimia natrium klorida
20

Kamu membutuhkan satu atom natrium untuk menyediakan kelebihan elektron
bagi satu atom klor, karena itu keduanya bergabung secara bersamaan dengan
perbandingan 1:1. Karena itu rumus kimianya adalah NaCl.
- Contoh yang lain mengenai ikatan ionik
magnesium oksida

Sekali lagi, terbentuk struktur gas mulia, dan magnesium oksida berikatan satu sama
lain melalui dayatarik yang sangat kuat antara kedua ion. Ikatan ionik yang terbentuk
lebih kuat dibandingkan dengan ikatan ionik pada natrium klorida karena pada kondisi
ini kamu memiliki ion 2+ yang menarik ion 2-. Muatan lebih besar, dayatarik lebih
besar.
Rumus kimia magnesium oksida adalah MgO.
-kalsium klorida


Saat ini kamu membutuhkan dua atom klor untuk digunakan oleh dua elektron terluar
pada kalsium. Karena itu rumus kimia kalsium klorida adalah CaCl
2
.

- kalium oksida


21

- Sekali lagi, terbentuk struktur gas mulia. Dibutuhkan dua atom kalium untuk
mensuplai kebutuhan elektron oksigen. Rumus kimia kalium oksida adalah K
2
O.
Tinjauan Mengenai Ikatan Ionik
- Elektron ditransferkan dari satu atom ke atom yang lain sebagai hasil pembentukan
ion positif dan ion negatif.
- Daya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif mengikat senyawa secara
bersama-sama.
Jadi apa yang baru? Pada intinya tidak. Yang perlu diubah adalah tinjauan dimana
terdapat suatu yang menarik mengenai struktur gas mulia. Banyak sekali ion yang tidak
memiliki struktur gas mulia dibandingkan dengan yang memiliki struktur gas mulia.
Beberapa ion yang lazim dijumpai yang tidak memiliki struktur gas mulia
Kamu dapat menjumpai beberapa ion berikut pada pelajaran tingkat dasar. Semua ion
tersebut bersifat sangat stabil, tetapi tidak satupun yang memiliki struktur gas mulia.
Fe
3+


[Ar]3d
5

Cu
2+


[Ar]3d
9

Zn
2+


[Ar]3d
10

Ag
+


[Kr]4d
10

Pb
2+


[Xe]4f
14
5d
10
6s
2

Gas mulia (kecuali helium) memiliki struktur elektronik terluar ns
2
np
6
.
Selain beberapa unsur pada permulaan deret transisi (skandium membentuk Sc
3+
dengan
struktur argon, sebagai contohnya), semua unsur transisi dan setiap logam mengikuti
deret transisi (seperti timah dan timbal pada golongan 4, sebagai contohnya) akan
memiliki struktur seperti yang disebutkan diatas. Hal itu berarti bahwa hanya unsur-
unsur yang terletak pada golongan 1 dan golongan 2 pada tabel periodik (terlepas dari
hal aneh seperti skandium) dan alumunium pada golongan 3 saja yang dapat
membentuk ion positif dengan struktur gas mulia (boron pada golongan 3 tidak dapat
membentukion).
22

Ion negatif lebih teratur! Unsur-unsur yang terletak pada golongan 5,6 dan 7 yang
membentuk ion negatif sederhana semuanya memiliki struktur gas mulia.
Jika unsur-unsur tidak membentuk struktur gas mulia ketika membentuk ion, bagaimana
cara menentukan seberapa banyak elektron yang ditransferkan? Jawabannya terletak
pada proses energetika pembentukan senyawa.
Bagaimana cara menentukan muatan yang terdapat pada ion?
Unsur-unsur bergabung untuk membentuk senyawa yang se-stabil mungkin
senyawa yang menghasilkan energi paling besar pada saat proses
pembentukannya. Lebih besar muatan ion positif yang dimiliki, menghasilkan
dayatarik yang lebih besar terhadap ion negatif. Daya tarik yang lebih besar,
maka lebih banyak energi yang dilepaskan ketika ion-ion bergabung.
Hal ini berarti bahwa selama unsur membentuk ion positif akan cenderung untuk
memberikan elektron sebanyak mungkin.Dibutuhkan energi untuk
menghilangkan elektron dari atom. Energi ini disebut dengan energi ionisasi.
Semakin banyak elektron yang kamu hilangkan, total energi ionisasi menjadi
semakin besar. Pada akhirnya energi ionisasi total yang dibutuhkan menjadi
sangat besar yang mana energi yang dilepaskan ketika terjadi dayatarik antara
ion positif dan ion negatif tidak cukup besar untuk menutupinya. Unsur-unsur
membentuk ion yang menghasilkan senyawa yang paling stabil yaitu senyawa
yang melepaskan energi paling banyak secara keseluruhan (over-all). Sebagai
contoh, kenapa kalsium klorida CaCl
2
lebih mudah terbentuk dibandingkan
dengan CaCl3.
Jika satu mol CaCl (mengandung ion Ca
+
) terbentuk dari unsurnya, sesuatu hal
yang memungkinkan untuk memperkirakan bahwa dihasilkan kalor sekitar 171
kJ.
Akan tetapi, pembuatan CaCl
2
(mengandung ion Ca
2+
) melepaskan lebih banyak
kalor. Kamu dapat memperoleh 795 kJ. Kelebihan jumlah kalor yang dihasilkan
menjadikan senyawa lebih stabil, hal inilah yang menyebabkan kenapa kamu
akan lebih mudah memperoleh CaCl
2
dibandingkan CaCl. Bagaimana dengan
23

CaCl
3
(mengandung ion Ca
3+
)? Untuk membuat satu mol senyawa ini, kamu
dapat memperkirakan bahwa kamu membutuhkan 1342 kJ. Hal ini menjadikan
senyawa menjadi sangat tidak stabil. Kenapa begitu banyak energi yang
dibutuhkan untuk membuat CaCl
3
? Hal ini karena energi ionisasi ketiga (energi
yang diperlukan untuk menghilangkan elektron yang ketiga) sangat tinggi (4940
kJ mol
-1
) karena elektron yang dihilangkan berasal dari tingkat-3 dibandingkan
daripada elektron dari tingkat-4. Karena elektron lebih dekat ke inti
dibandingkan dua elektron pertama yang dihilangkan, hal ini menghasilkan
tarikan yang lebih kuat.Argumentasi yang sama digunakan untuk ion negatif.
Sebagai contoh, oksigen dapat lebih mudah membentuk ion O
-
dibandingkan ion
O
-
atau ion O
3-
, karena senyawa yang mengandung ion O
2-
menjadikan senyawa
tersebut paling stabil secara energetik.
Untuk mencapai keadaan stabil, atom-atom melakukan ikatan satu sama lain dengan
cara serah-terima elektron valensi membentuk ikatan ion. Senyawa yang dibentuk
dinamakan senyawa ion. Ikatan ion terbentuk akibat adanya serah-terima elektron di
antara atom-atom yang berikatan sehingga konfigurasi elektron dari atom-atom itu
menyerupai konfigurasi elektron gas mulia. Adanya serah-terima elektron menghasilkan
atoma-tom bermuatan listrik yang berlawanan sehingga terjadi gaya tarikmenarik
elektrostatik. Gaya tarik-menarik inilah yang disebut ikatan ion. Atom-atom yang
menyerahkan elektron valensinya kepada atom pasangannya yang bermuatan positif
disebut kation. Adapun atom-atomyang menerima elektron yang bermuatan negatif
disebut anion.
Lewis menggambarkan elektron valensi atom dengan titik yang mengelilingi lambang
atomnya. Jumlah titik menyatakan jumlah elektron valensi. Penulisan seperti itu dikenal
dengan rumus titik elektron. Perhatikan proses pembentukan senyawa natrium klorida
(NaCl) yang terbentuk dari atom natrium (Na) dan atom klorin (Cl) berikut.
Na + Cl Na+Cl
24


Gambar 2.1Atom natrium
Atom natrium melepaskan satu elektron membentuk kation Na
+
, konfigurasi
elektronnya sama dengan atom neon (2 8). Pada saat bersamaan, atom klorin menerima
elektron dari atom natrium membentuk anion Cl

, konfigurasinya sama dengan atom


argon (2 8 8). Oleh karena kedua ion yang terbentuk memiliki muatan berlawanan maka
terjadi gaya tarik-menarik elektrostatik (gaya coulomb) membentuk ikatan ion
(perhatikan Gambar 2.1).

Gambar 2.2 muatan arah ion berlawanan





25



Disusun Oleh :

KELOMPOK I
Nama : Citra Raplessia
Kelas : II A
Nim : 122013002

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2014