Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI

UNIVERSITAS RIAU
2014
Organisasi Bisnis
Dan
Lingkungan Bisnis
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial
Oleh :
Eva Ulfah Rahayu
Sui !"dihar
#uristira $utri
OR%&'!S&S! B!S'!S D&' L!'%KU'%&' B!S'!S
!( Organisasi Bisnis dan Lingkungan Bisnis
Mempelajari bisnis berarti menelaah sejarah kehidupan manusia dan lingkungannya
dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas dengan sumber-sumber yang
terbatas. Kegiatan bisnis merupakan sebuah sistem operasional yang sangat terkait dengan
lingkungan di sekitarnya. Dalam masyarakat kegiatan bisnis harus mampu bersikap fleksibel
dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Oleh karena itu, mempelajari bisnis sama
artinya mempelajari manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya dalam suatu
lingkungan dengan sumber-sumber yang terbatas.
Secara terminologis, bisnis merupakan sebuah kegiatan atau usaha. Bisnis dapat pula
diartikan sebagai aktiitas terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang
dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud memperoleh manfaat atau keuntungan.
Dengan demikian, bisnis merupakan proses sosial yang dilakukan oleh setiap indiidu atau
kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu
produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat keuntungan.
Dalam suatu lingkungan bisnis kita memerlukan suatu organisasi yang akan mengatur
jalannya bisnis di dalamnya. Dalam masyarakat yang bergerak maju, organisasi harus
dikelola secara efektif. Oleh sebab itu, dalam rangka memperoleh tujuan berbisnis tersebut
diperlukan peran organisasi yang optimal. !ada dasarnya, organisasi yang mengelola
interaksi masyarakat dapat dibedakan menjadi organisasi profit dan non profit. Organisasi
nonprofit lebih berorientasi pada tujuan nilai sosial "social value# dengan lebih menekankan
kegiatan pelayanan pada kelompok masyarakat. Organisasi yang terdiri dari organisasi
profesi, keagamaan, politik, kebudayaan memiliki isi dan misi yang berbeda-beda. $ontoh,
organisasi nonprofit adalah %B&. %SM, Komnas &'M, dan sebagainya. Sedangkan
organisasi bisnis lebih menekankan pada tujuan profit atau keuntungan, karena dengan
keuntungan itu organisasi bisnis dapat mempertahankan kelangsungan operasinya.
Organisasi bisnis dapat dipandang sebagai suatu system transformasi yang memiliki
beberapa subsistem, yaitu subsistem input, proses, dan output. !andangan ini sangat
bermanfaat untuk menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan output barang atau
jasa dalam organisasi perusahaan. Setiap bisnis mengadakan transaksi dengan orang-orang,
dan orang-orang tersebut memiliki kepentingan di dalamnya, oleh karena itu mereka disebut
pemegang kepentingan utama atau orang yang mempunyai kepentingan dalam bisnis. %ima
jenis pemegang kepentingan dalam bisnis tersebut antara lain pemilik, karya(an, kreditor,
pemasok, dan pelanggan yang saling berkaitan.
%ingkungan bisnis mempunyai ketergantungan dengan kehidupan ekonomi anggota
masyarakat. Dengan lingkungan itulah bisnis mempunyai kepentingan untuk mengelola
pihak-pihak yang berasal dari latar belakang sosial, budaya, dan politik yang berbeda.
Organisasi bisnis yang peduli akan lingkungan tersebut akan selalu melakukan penyesuaian
dengan lingkungan internalnya sesuai dengan perubahan yang terjadi. !enyesuaian-
penyesuaian ini diperlukan agar organisasi bisnis dapat selalu menciptakan keseimbangan
dengan lingkungan eksternalnya. Karena lingkungan eksternal selalu berubah, maka
lingkungan internalnya pun juga harus berubah sesuai dengan arah perkembangan lingkungan
eksternal sehingga terciptalah keseimbangan yang dinamis.
!!( )eori Lingkungan Bisnis Eksternal
Kaitan lingkungan eksternal dengan organisasi dapat dijelaskan dengan teori-teori
seperti, teori ekologi-populasi "population ecology theory#, teori kontinjensi "contingency
theory#, dan teori ketergantungan pada sumberdaya "resource dependence theory#.
a. )eori pendekatan ekologi populasi menjelaskan bah(a kelangsungan hidup dan
keberhasilan perusahaan ditentukan oleh karakteristik lingkungan dimana perusahaan
berada "$hild, *++,#. Model pendekatan ini memba(a implikasi bah(a lingkungan
eksternal mempunyai pengaruh langsung "direct effect# terhadap kinerja perusahaan
tanpa memandang pilihan strategi yang dijalankan perusahaan "-iklund, *+++#
b. )eori kontinjensi "contingency theory# menyatakan bah(a keselarasan antara strategi
dengan lingkungan bisnis eksternal menentukan kelangsungan hidup dan kinerja
perusahaan "$hild, *++,. %ee / Miller, *++0#. )eori kontijens juga bermakna
bagaimana perencanaan strategi mampu memenuhi tuntutan lingkungan, yang mana
jika tidak tercipta keselarasan antara perencanaan strategi dengan lingkungan bisnis
eksternal dapat berakibat turunnya kinerja sehingga munculnya krisis organisasi atau
perusahaan "1lenko, *++,#. Keselarasan antara strategi organisasi dengan lingkungan
eksternalnya merupakan fokus kajian manajemen strategik. !endekatan dengan
menggunakan teori kontijensi ini mendapat dukungan dari banyak pakar. Bukti
empiris yang ada pada umumnya menunjukkan bah(a perusahaan yang berhasil
menyelaraskan strateginya dengan lingkungan eksternal yang dihadapinya akan
memperlihatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan-perusahaan yang
kurang berhasil menyelaraskan strateginya. "Beal, 2333. 1lenko, *++,#.
c. )eori Ketergantungan )erhada* Sum+er Daya atau Resource Dependence
Theory dipelopori oleh Emerson "*+02#. 4a mengidentifikasikan pembahasan teori ini
dalam hubungan kausalitas antara konsep kekuasaan dengan konsep ketergantungan
yang diasumsikan terdiri atas ' dan B. 5pengaruh ' terhadap B didasarkan pada
ketergantungan terhadap sumber daya6. Ketergantungan B adalah seimbang dengan
kepentingan B ditempatkan di atas tujuan ' secara tidak langsung dan sebaliknya
seimbang dengan kegunaan dari tujuan-tujuan tersebut pada B diluar hubungan '7B.
1merson melihat bah(a ketergantungan dapat dipahami sebagai bagian utama dari
kekuasaan. Organisasi mempunyai kekuasaan, yang berkaitan dengan lingkungan
tugasnya, sejauh organisasi tersebut mempunyai kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan unsur tersebut dan sejauh organisasi memonopoli kemampuan tersebut.
'danya kemungkinan bah(a bertambahnya ketergantungan dapat "lihat hubungan '-
B# menghasilkan bertambahnya kekuasaan maka kemungkinan inilah yang menjadi
dasar bagi koalisi. 'rgumen yang bertopang pada konsep yang dikemukakan oleh
8ichard 1merson "*+02# di atas merupakan inti "core# dari argumen Resource
Dependency Theory.
Organisasi bergantung secara eksternal terhadap resources. 9ntuk dapat mengurangi
ketergantungan tersebut dapat dilakukan berbagai cara yang disebut sebagai tindakan politis.
&al ini dilakukan sebagai model politis yang secara eksplisit berfokus pada hubungan inter-
organisasional ketimbang hubungan intra-organisasional. Beberapa strategi umum yang
dipakai pada hubungan saling ketergantungan inter-organisasional dalam teori ini adalah:
,( Bargaining
Merupakan langkah a(al strategi, lebih sering mencerminkan pembatasan dan pertahanan
daerah organisasi "Scott,*+;<#. Dapat juga termasuk tindakan seperti membangun alternatif
pena(aran sumber yang kritis. =amun pena(aran seringkali termasuk negosiasi antara dua
organisasi "Kat> dan Kahn, *+,;#. )ingkah laku pena(aran ditetapkan dengan aturan masing-
masing personal dan hubungan kepercayaan mereka dengan keterkaitan mereka terhadap
organisasi lain dan dengan anggota internal mereka.
-( $er.an.ian atau Kontrak
!erjanjian adalah 5negosiasi dari sebuah perjanjian pertukaran performance di masa yang
akan datang6 ")hompson, *+0,#. Mereka berusaha mengurangi ketidakpastian organisasi
dengan tindakan koordinasi bersama organisasi lain di masa yang akan datang. Meskipun
masih ada beberapa ketidakpastian inheren di beberapa kontrak "-illiamson, *+,?# tetapi
mereka membantu membedakan obligasi antar partai. @uga kasus Auasi legal mereka sering
membuka jalan untuk negosiasi kembali dan pena(aran di masa depan. )hompson "*+0,#
membangun dalil bagi organisasi yang mengatakan bah(a apabila kapasitas dukungan
seimbang terhadap permintaan yang terpusat, maka organisasi yang bersangkutan akan
berusaha menangani ketergantungannya dengan cara mengadakan kontrak "contracting#.
/( Koo*tasi 0$enyertaan1
Sel>nick "*+B+# pertama kali mendeskripsikan kooptasi sebagai badan per(akilan dari
kelompok eksternal yang biasanya mengikut sertakan (akil-(akil dari lembaga keuangan
dalam de(an direksi perusahaan untuk pengambilan keputusan internal atau struktur
penasihat pada suatu organisasi. Belajar mengenai kepemimpinan sering terfokus pada
kooptasi "penyertaan#. Sering ditunjukkan bah(a perjanjian yang ada, biasanya membangun
hubungan dengan bagian penting dari lingkungan dimana mereka tergantung. &al ini
dimaksudkan agar organisasi memperoleh sumber-sumber penting selama berlangsungnya
persetujuan kerjasama tersebut. $ara pengikutsertaan lebih mengikat dibandingkan dengan
kontrak karena mereka yang berada di dalamnya bisa mempertanyakan atau mempengaruhi
berbagai aspek pada organisasi.
2( $er.an.ian Hierarki
Stinchombe "*+;?# mengidentifikasi bentuk baru dari strategi yang dikombinasikan dengan
rencana penga(asan dari hubungan otoritas. Biasanya pada titik kompleksitas tinggi dan
saling ketergantungan yang tidak pasti "seperti perjanjian pertahanan keamanan antara
kontraktor dan pemerintah#. !erjanjian tersebut menjadi perantara bagi hak penga(asan
terhadap rekan pertukaran yang normalnya akan berimplikasi terhadap pengambilan
keputusan internal. Dengan demikian hak-hak hirarki mendasari kebebasan kontraktor yang
dipahami sebagai semacam joint venture dengan sebuah pemerintahan. Biasanya dilakukan
pada proyek dengan resiko yang besar dan tinggi seperti proyek pertahanan dan konstruksi
yang besar.
3( 4oint 5enture
!ada Joint venture, dua atau lebih perusahaan menciptakan organisasi baru untuk mengejar
hasil umum, meskipun sumber daya yang ada dan didapatkan lebih sedikit dibandingkan bila
dengan merger. Joint venture dapat terjadi antara pesaing atau rekan pertukaran. %ebih sering
terjadi pada organisasi yang tingkat persaingannya tinggi dan hubungannya singkat. @oint
enture bisa dilakukan pada kegiatan seperti research dan development "8 and D# atau
kegiatan penga(asan terhadap kualitas yang bermanfaat untuk menutupi kelemahan masing-
masing perusahaan.
6( Merger
!ada merger, lebih dari dua organisasi berhubungan untuk membentuk suatu organisasi. )iga
bentuk merger antara lain:
a. Vertical Integration
Organisasi pada tingkat proses produksi yang berbeda tetapi masih berada pada hubungan
simbiotik dalam industri yang sama melakukan merger antara yang satu dengan yang lain.
%ebih sering terjadi pada organisasi yang telah siap untuk saling mempengaruhi antara satu
dengan yang lain "!feffer, *+,2#.
b. Hari"ontal Merger
Bentuk organisasi yang sama bergabung pada suatu bentuk organisasi yang lebih besar. &al
ini terjadi jika kompetisi di antara organisasi-organisasi tersebut tinggi.
7( &sosiasi
'sosiasi adalah kumpulan organisasi yang bersepakat untuk mengatur berbagai bentuk
perijinan yang menyangkut kepentingan mereka. &al ini dibuat bersama untuk mengejar
tujuan yang diinginkan secara menguntungkan. 'nggota dapat sama atau tidak sama,
tergantung pada tujuan dari asosiasi. Organisasi indiidual bergabung dengan asosiasi untuk
mengumpulkan sumber-sumber, informasi, menciptakan pengaruh atau untuk medapatkan
legitimasi dan penerimaan.
8( Koneksi $emerintah
!emerintah mempengaruhi organisasi dengan menspesifikasi jenis perusahaan dan juga dapat
menentukan jenis organisasi yang diijinkan. Dengan adanya organisasi maka pemerintah
kemudian mempunyai berbagai tingkatan kekuasaan terhadapnya, meskipun organisasi ini
dapat melebihi pemerintah untuk mempengaruhi baik secara demografis dan pembuatan
keputusan, tetapi badan pemerintahan dapat menggunakan berbagai tingkatan monitoring dan
mengenakan undang-undang terhadap organisasi yang memungkinkan tidak terjadinya resiko
yang harus ditanggung oleh pemerintah "perlindungan terhadap lingkungan, sikap pilih kasih,
membatasi kompetisi, menetapkan harga dan keuntungan, dan lain-lain#. Ketika pemerintah
menjalankan ke(enangannya terhadap organisasi, mereka juga menyediakan sumber-sumber
seperti keuntungan pajak, insentie, subsidi bagi pembeli suatu produk atau jasa partnernya.
Disinilah konteks koneksi dengan pemerintah dibangun oleh organisasi, karena adanya
hubungan yang saling menguntungkan. )hompson "*+0,# membangun dalil bagi praktek-
praktek penggabungan antar organisasi dengan mengatakan bah(a apabila kapasitas
dukungan terpusat dan seimbang terhadap permintaan yang terpusat, tetapi kekuasaan yang
diperoleh melalui kontrak tidak mencukupi, maka organisasi yang bersangkutan akan
mencoba untuk bergabung.
!!!( Dinamika Lingkungan Bisnis
Bisnis memiliki banyak masalah menarik untuk diteliti. !ara pengambil putusan
membutuhkan aktiitas perencanan dan pengendalian yang andal untuk menjamin
tercapainya tujuan organisasi. =amun dinamika lingkungan bisnis juga memiliki peranan
yang signifikan dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan dari implementasi
perencanaan dan pengendalian tersebut. Ketika sebuah organisasi gagal mencapai apa yang
telah direncanakan karena perubahan lingkungan, konflik internal seringkali tidak
terhindarkan.
!5( Mem+erikan nilai +agi organisasi +isnis sesuai dinamika lingkungan
%ingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan perlu dianalisis, maksudnya adalah
untuk mencoba mengidentifikasi peluang (opportunities) bisnis yang perlu dengan segera
mendapat tanggapan dan perhatian eksekutif, dan disaat yang sama diarahkan untuk
mengetahui ancaman (threats) bisnis yang perlu mendapatkan antisipasi. 9ntuk itu dalam
analisis lingkungan bisnis, manajemen berusaha untuk mengidentifikasi sejumlah ariabel
pokok yang berada diluar kendali perusahaan yang diperkirakan memiliki pengaruh nyata.
'nalisis lingkungan bisnis berusaha mengetahui implikasi manajerial (managerial
implications) yang ditimbulkan baik langsung maupun tak langsung dari berbagai faktor
eksternal yang telah diidentifikasi berpengaruh pada prospek perusahaan. Dengan ini
diharapkan manejemen akan memiliki gambaran yang jelas dalam menyiapkan strategi bisnis
yang diperlukan untuk mengantisipasi implikasi manajerial yang ditimbulkan oleh
lingkungan bisnis. Saat ini pengenalan lingkungan eksternal secara tepat semakin penting
karena "Siagian, 233*.0<#:
*. @umlah faktor yang berpengaruh tidak pernah konstan melainkan selalu berubah,
2. 4ntensitas dampaknya beraneka ragam,
<. 'danya faktor eksternal yang merupakan CkejutanD yang tidak dapat diperkirakan
sebelumnya betapapun cermatnya analisis CS-O)D dilakukan,
B. Kondisi eksternal berada diluar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya.
)eori manajemen mengatakan analisis lingkungan bisnis terdiri dari dua komponen
pokok, yakni analisis lingkungan makro (macro environment) dan lingkungan industri
"competitie enironment#. %ingkungan makro terdiri dari kekuatan ekonomi, kekuatan
politik dan hukum, kekuatan teknologi dan kekuatan sosial dan budaya (Wheelen et.al.,
2!"#). Keseluruh kekuatan yang ada dalam lingkungan makro ini memiliki pengaruh
yang langsung terhadap prospek perusahaan, namun disaat yang sama juga memiliki
pengaruh tidak langsung melalui lingkungan industri ($u%arsono, 2&2#).
MODEL $E'%ELOL&&' B!S'!S
Dengan cara bagaimana bisnis dapat dikelola, adalah pertanyaan a(al yang selalu
muncul pada setiap indiidu atau manusia. 'pabila kita cermati lebih lanjut, telah terjadi
perkembangan dalam model pengelolaan bisnis pada negara-negara maju yang selama ini
menganut sistem ekonomi liberalisme-kapitalisme. Depresi besar yang ditandai dengan
jatuhnya mekanisme pasar, telah mengubah cara dan model pengelolaan bisnis.
!erbedaan yang mendasar dari kedua sistem besar dunia tersebut terletak pada
mekanisme pengelolaan internal bisnis.
Komunisme adalah antitesis dari sistem ekonomi liberalistik-kapitalistik yang
menolak sistem dikotomi. !enguasaan sumber- sumber secara penuh oleh pemilik modal
harus dipecahkan oleh kelompok pekerja. CDas kapitalD "*;0,# merupakan ide dari Karl
MarE yang mengkritik model pengelolaan bisnis yang tidak seimbang "eksploitatif#.
Kemudian 1ropa terpecah menjadi dua, yaitu 1ropa Barat dan )imur. 1ropa )imur
menerapkan model pengelolaan bisnis yang bersifat sentralistik, yaitu kebijakan bisnis
yang berada pada pemerintah.
Sistem dikotomi dalam hubungan bisnis di 'merika Serikat menemui anti-klimaks
pada tahun *+<3-an. !engelolaan bisnis kemudian dipecahkan melaui metode penelitian
dan pengembangan yang bersifat ilmiah, dimana peran manajer lebih dioptimalkan dan
peran pemodal diminimalkan. Model-model manajemen mulai muncul dan berkembang
pada abad ke-23 seiring modernisasi dalam teknologi produksi bisnis "perusahaan#,
seperti aliran perilaku, aliran situasional, aliran kooperatif, dll. Dan pada tahun *+;?,
Komunisme mengalami kehancuran melalui program C!erestrotikaD yang disponsori oleh
!residen 9ni Soiet, Mikhail Forbache. )erdapat perbedaan yang signifikan antara
model pengelolaan bisnis negara-negara berkembang dibenua 'sia dan 'frika dengan
negara-negara maju.
=egara-negara berkembang itu merupakan negara bekas jajahan yang tidak
mengalami proses pengelolaan bisnis yang matang. &al ini disebabkan oleh perhatian
kemerdekaan. Sebab selama masa penjajahan, hak-hak negara telah dirampas oleh
negara-negara maju. !engelolaan bisnis 4ndonesia telah dikuasai oleh negara kolonial
Belanda, termasuk bentuk dan model bisnis yang diterapkan. Model dikotomi
pengelolaan bisnis jelas tidak sesuai dengan ji(a dan kekeluargaan. Gang besar dalam
kepribadian bangsa 4ndonesia !ada pasca kemerdekaan, terdapat dualisme dalam
pengelolaan bisnis di 4ndonesia yang berasal dari peninggalan Belanda.
Bisnis dikelola secara kapitalistik dan kapitalistik campuran (mi'ed capitalistic)
dengan melibatkan peran pemerintah yang cukup besar. !engelolaan bisnis diatur melalui
kebijakan yang ketat dan bisnis s(asta sangat dibatasi pada industri tertentu. !ilihan
model seperti ini merupakan ekses dari dua sistem ekonomi besar dunia, yaitu kapitalisme
dan komunisme. Kedua sistem ekonomi itu pada a(al pembangunan negara-negara
berkembang "pasca kolonialisme# saling memperebutkan eksistensinya. &al ini tidak
dapat dielakkan karena ketergantungan negara berkembang para modal dan teknologi.
'kibatnya, pengelolaan bisnis yang berkembang di 4ndonesia saat ini adalah berbentuk
kapitalistik dengan sifat dikotomi.
5( !ssue Masyarakat )erkait dengan Organisasi Bisnis
!ada masa moderen ini perusahaan tidak bisa lagi bersikap kurang peka atau tidak
peduli pada isyu-isyu sosial. Dengan semakin kritisnya masyarakat, organisasi-organisasi
yang kurang menganggap penting isyu sosial yang tengah beredar di masyarakat bisa
mendapatkan konsekuensi yang amat pahit. &al ini bisa terjadi karena jika sebuah isyu telah
mengkristal dan dianggap oleh sebagian besar anggota masyarakat sebagai sesuatu yang
memiliki nilai positif yang harus dipertahankan maka pemerintah biasanya akan menyikapi
hal tersebut dengan mengeluarkan peraturan atau perundang-undangan baru tentang hal itu.
Salah satu contohnya adalah beberapa (aktu yang lalu, surat kabar ramai memberitakan
tentang kasus pencemaran lingkungan di )eluk Buyat oleh !). =e(mont. Kasus =e(mont
tersebut merupakan salah satu contoh yang harus dihadapi oleh perusahaan yang kurang
sensitif terhadap suatu isyu yang beredar di masyarakat. Kita bisa melihat betapa besar harga
yang harus dibayar. Bukan saja dari aspek finansial, tapi yang lebih penting lagi citra dan
reputasi perusahaan bisa hancur di mata publiknya. Di negara-negara maju, salah satu
dampak yang harus ditanggung oleh perusahaan yang tidak menyikapi isyu sosial secara tepat
adalah merosotnya harga saham mereka di bursa efek. )anggung @a(ab Sosial " Social
8esponbility # merupakan 1tika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja atau
suatu usaha bisnis untuk menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan indiidu dalam
lingkungannya. $ontohnya adalah : bertanggung ja(ab terhadap inestor, untuk
memaksimalkan profit, karya(an, konsumen, dan bisnis lainnya.
,( Benturan Dengan Ke*entingan Masyarakat
!roses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan "masyarakat dengan
perusahaan#. )erjadi pada berbagai tingkat perusahaan "besar, menengah, maupun kecil#.
Benturan ini kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi "udara, air limbah, suara
bahkan mental keji(aan#. Klasifikasi 'spek !endorong )anggung @a(ab Sosial. Dalam
menunaikan tanggung ja(ab sosial, perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika bisnis.
&al-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
*. Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat. Seringkali menghadapi
kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan
dan diperhitungkan dalam untung-rugi perusahaan.
2. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan
rasa, karsa dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan
jujur. !enerapan prinsip manajemen terbuka, hubungan industrialis !ancasila,
!engendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh-contoh
penerapan manajemen yang berorientasi hubungan kemanusiaan.
-( Dorongan )anggung 4a9a+ Sosial
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung ja(ab sosial pada sebuah
bisnis sebagai berikut :
a. !enerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku, keras, birokratik, dan otoriter. !rosedur
administrasi serta jenjang ke(enangan yang berbelit-belit sering menyebabkan tekanan batin
bagi para pebisnis maupun pihak lain yang berhubungan. &ubungan yang kurang manusia(i
pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar "pelanggan, masyarakat umum#.
Manfaat !enerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan. !enerapannya akan menimbulkan
hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar. Secara rinci,
manfaat tersebut adalah :
*. !eningkatan moral kerja karya(an yang berakibat membaiknya semangat dan
produktiitas kerja.
2. 'danya partisipasi ba(ahan dan timbulnya rasa ikut memilki sehingga tercipta kondisi
manajemen partisipatif.
<. penurunan absen karya(an yang disebabkan kenyaman kerja sebagai hasil hubungan kerja
yang menyenangkan dan baik.
B. !eningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri
karya(an.
?. kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan
selanjutnya dari perusahaan.
b. 1kologi dan Ferakan !elestarian %ingkungan
1kologi yang menitikberatkan pada keseimbangan manusia dan alam lingkungannya banyak
dipengaruhi oleh proses produksi. Sebagai contoh maraknya penebangan hutan sebagai bahan
dasar industri perkayuan, perburuan kulit ular dan buaya yang diperuntukan untuk industri
kerajinan kulit, penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak maupun racun yang
merusak alam sekitar.
c. !enghematan 1nergi
!engurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui seperti batubara, minyak, gas telah banyak terjadi. Kesadaran bah(a sumber daya
tersebut tidak dapat diperbarui telah mendorong dilaksanakannya proses efisiensi serta
mencari pengganti sumber daya tersebut. Gang dapat disebut dengan sumber daya alternatif
diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya, nuklir, angin, air, serta laut.
d. !artispasi pembangunan bangsa
Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap sukses pembangunan sangat diperlukan. Karena
dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu pemerintah menangani masalah
pengangguran dengan cara ikut melibatkan tenaga kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung
ja(ab sosial pada lingkungan sekitar perusahaan beroperasi.
e. Ferakan Konsumenrisme
'(al perkembangannya tahun *+03-an di =egara Barat yang berhasil memberlakukan
9ndang-9ndang !erlindungan Konsumen yang meliputi beragam aspek, mulai dari
perlindungan atas praktik penjualan paksa sampai pemberian i>in lisensi bagi petugas
reparasi alat rumah tangga.
)ujuan dari gerakan konsumerisme ini adalah :
H Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen
atas praktik bisnisnya.
H !elaksanaan strategi adertensiIperiklanan yang realistic dan mendidik serta tidak
menyesatkan masyarakat.
H Diselanggarakan panel-panel diskusi antara (akil konsumen dengan produsen.
H !elayanan purna jual yang lebih baik.
H Berjalannya proses !ublic 8elation "!8# yang lebih menitikberatkan pada kepuasan
konsumen daripada konsumsi semata.
5!( Bidang:+idang *eker.aan dalam organisasi +isnis(
Dalam Organisasi bisnis terdapt berbagai macam bidang-bidang organisasi yang saling
berhubungan, yaitu meliputi:
*. De*artemen ;ungsional
Departemen Jungsional yang saling berhubungan. Departementasi fungsional
merupakan jenis departementasi yang paling banyak dijumpai dalam organisasi, yaitu
membagi unit-unit kerja berdasarkan fungsi atau aktiitas yang dikerjakan dalam sistem
manajemen. Jungsi-fungsi atau akiitas yang terjadi dalam organisasi adalah
pemasaran, produksi, keuangan, logistik, dan lain sebagainya.
%am+ar ,Departementasi Jungsional
Jaktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen berdasarkan fungsi
adalah: "*# Kolume pekerjaan, "2# )radisi, preferensi dan aturan kerja, "<# kemiripan funsgi
dalam departemen yang berbeda, "B# !emisahan fungsi untuk mencegah benturan
kepentingan, "?# !enggabungan fungsi-fungsi yang tak sama untuk kepentingan koordinasi.
2. Departemen !roduk
Departemen berdasarkan jenis-jenis produknya, bahkan apabila produk tersebut sudah
sangat berkembang akan menjadi unit-unit bisnis mandiri. Departementasi produk membagi
sumber daya yang dimiliki menurut produk yang dihasilkan. Dengan semakin banyaknya
produk yang dihasilkan perusahaan, maka akan semakin sulit untuk menkoordinasi kegiatan-
kegiatan dalam perusahaan.
%am+ar - Departementasi !roduk
<. Departemen %okasi
Departementasi jenis ini berdasarkan pertimbangan lokasi geografis yang cukup luas,
punya karakteristik yang berbeda-beda sehingga dibentuk beberapa organisasi yang
berdasarkan territorial, yang masing-masing memiliki peran khusus.
%am+ar / Departementasi %okasi
B. Departementasi !elanggan
Departemen jenis ini terjadi apabila organisasi membutuhkan pelayanan yang berbeda
untuk jenis pelanggan utama yang berbeda. Struktur ini berdasarkan asumsi bah(a pelanggan
dapat dikenali dan dipisahkan dalam kategori yang logis.
%am+ar 2 Departementasi !elanggan
Departementasi berdasarkan produk, pelanggan dan lokasi, biasa disebut
departementation (y )urpose yang mempunyai keunggulan dan kelemahan sebagai berikut:
Keunggulan
*. 9nit-unit organisasi memiliki kemandirian
2. Koordinasi internal dalam sebuah unit organisasi lebih mudah dilaksanakan
<. 9nit-unit organisasi lebih adaptif pada perubahan lingkungan
B. Karena bersifat mandiri, hasil kerja dari setiap unit organisasi mudah untuk diealuasi
?. Otonomi merupakan sumber motiasi yang kuat
Kelemahan
*. Kemandirian dapat menimbulkan masalah departementalisme
2. Memiliki peluang bagi terjadinya duplikasi kegiatan
Sedangkan keunggulan dan kelemahan departementasi berdasarkan proses atau
fungsional adalah sebagai berikut:
Keunggulan
*. Struktur organisasi yang menjurus kearah spesialisasi dapat mendorong peningkatan
kompetensi dan efisiensi
2. Organisasi tidak terbagi secara terkotak-kotak, keseluruhan organisasi merupakan
kesatuan.
Kelemahan
*. 8uang gerak karya(an dibatasi oleh bidang spesialisasinya sehingga mereka kurang
mengenal tujuan dan permasalahan dari keseluruhan organsisasi.
2. 9ntuk menjaga keterpaduan, diperlukan adanya kegiatan koordinasi yang intensif
<. 9nit organisasi kurang dapat berfungsi sebagai tempat untuk mempersiapkan tenaga
pimpinan, karena seseorang yang berkembang atas dasar spesialisasi belum tentu
memiliki dan menguasai keahlian manajerial.
5!!( Mengelola !su Dalam Masyarakat !nternasional
!erkembangan dunia kontemporer tidak lagi digerakkan oleh orang-orang tertentu
dalam suatu negara, tetapi didorong oleh dinamika hubungan antara komunitas-komunitas
lintas negara dalam sebuah relasi global. Membatasi perkembangan dunia hanya pada negara
jelas terlalu sempit. Dunia masa kini berbeda dengan masa lalu. Dunia sekarang telah
memungkinkan semua pihak berkomunikasi dan bertransaksi tanpa dibatasi regulasi ketat
negara yang masih memegang teguh kedaulatan. 4nilah dunia yang telah terglobalisasi. Sejak
kemunculannya, globalisasi telah secara perlahan merombak pola relasi dalam hubungan
internasional. Dahulu, orang hanya bisa terhubung dengan orang lain di sekitarnya. )etapi,
seiring dengan perkembangan alat komunikasi dan transportasi, hubungan antarmanusia
semakin meluas melintasi batas-batas (ilayah. Bersamaan dengan itu, negara-negara di dunia
juga kian meningkatkan hubungannya. )erjangan proses globalisasi yang di satu sisi
melemahkan peran negara dan di sisi lain menguatkan peran masyarakat internasional
menjadi perhatian serius negara.
!erkembangan semacam itu merupakan bagian dari proses globalisasi yang
sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari tahapan-tahapan periodik antara internasionalisme
dan globalisasi.
Dalam &ubungan 4nternasional dikenal apa yang dinamakan kerja sama internasional.
Dalam suatu kerja sama internasional bertemu berbagai macam kepentingan nasional dari
berbagai negara dan bangsa yang tidak dapat dipenuhi di dalam negerinya sendiri. Kerja sama
internasional adalah sisi lain dari konflik internasional yang juga merupakan salah satu aspek
dalam &ubungan 4nternasional. 4su utama dari kerja sama internasional yaitu berdasarkan
pada sejauh mana keuntungan bersama yang diperoleh melalui kerja sama dapat mendukung
konsepsi dari kepentingan tidakan yang unilateral dan kompetitif. "Doughterty / !falt>egraff,
*++,: B*+#.
Dengan kata lain, kerja sama internasional dapat terbentuk karena kehidupan
internasional meliputi berbagai bidang, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, lingkungan
hidup, kebudayaan, pertahanan dan keamanan. &al tersebut memunculkan kepentingan yang
beraneka ragam sehingga mengakibatkan berbagai masalah sosial. 9ntuk mencari solusi atas
berbagai masalah tersebut maka beberapa negara membentuk suatu kerja sama internasional.
"&olsti, *++2: 0?3#.
Kerja sama internasional adalah usaha yang dilakukan dua negara atau lebih, dengan
tidak didasari paksaan guna mencapai kepentingan dan tujuan yang menguntungkan bagi
kedua belah pihak.
Salah satu per(ujudan dari kerja sama internasional adalah dengan terbentuknya
organisasi internasional, sesuai dengan konstitusi pendiriannya setiap organisasi memiliki
lapangan kerja yang spesifik, dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan pencerminan dari
fungsi dan tujuan yang ingin dicapai. )ujuan dapat bersifat abstrak dan fleksibel sehingga
dapat dikatakan sebagai situasi dan kondisi yang akan ter(ujud pada masa yang akan datang.
"$oulumbis / -olfe, *+++: 2,+#.
4nestasi di luar negeri biasanya didasari oleh pertimbangan strategis, pertimbangan
perilaku dan pertimbangan ekonomis yang kompleks. )erdapat beberapa motif strategis
mengapa perusahaan-perusahaan melakukan inestasi ke luar negeri. Motif tersebut antara
lain motif mencari pasar, mencari bahan baku, mencari efisiensi produksi, mencari
keunggulan pengetahuan dan mencari keamanan secara politis. !erusahaan melakukan
inestasi ke luar negeri pada a(alnya didorong oleh keinginan untuk memperoleh keinginan
untuk memperoleh tambahan pendapatan dengan memasok barang produksinya kepasar yang
baru salah satu upaya yang dilakukan dengan mengekspor maupun dengan memproduksi
barang pada pasar tersebut. =amun yang lebih penting apakah inestasi ke luar negeri
tersebut merupakan bentuk dari proactive investment atau defensive investment. )roactive
investment didesain untuk meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan yang akan didapat
oleh pelaku ekonomi, sedangkan defensive investment dilakukan untuk melindungi posisi
pelaku dalam persaingan. 9ntuk melakukan inestasi di luar negeri harus dipastikan bah(a
inestasi tersebut memiliki keuntungan komparatif yang memungkinkan untuk bersaing
dengan pasar lokal.
Dalam perekonomian global saat ini, dimana faktor saling mempengaruhi dan
ketergantungan sangat besar sekali artinya bagi perekonomian, bentuk inestasi asing
langsung merupakan bentuk yang paling diminati dan populer. 4ni juga ditunjang dengan
beberapa kelebihan yang diberikan oleh bentuk inestasi ini, antara lain adalah "@hingan,
*++0:02?# :
*. 4nestasi langsung memperkenalkan manfaat ilmu, teknologi organisasi mutakhir
kepada negara terbelakang "berkembang#.
2. 4nestasi langsung pada gilirannya akan mendorong perusahaan lokal untuk
berinestasi sendiri atau bekerjasama dengan pihak asing.
<. =egara penerima modal memperoleh jumlah modal yang lebih besar. Dimana
sebagian laba dari inestasi langsung pada umumnya ditanamkan kembali kedalam
pengembangan industri terkait.
B. 4nestasi s(asta disalurkan pada penggunaan yang logis dan produktif karenanya
inestasi ini menambah kapasitas produksi negara penerima modal.
?. Dalam inestasi langsung kemungkinan pelarian modal dari negara penerima modal
sangat kecil.
0. 4nestasi langsung meringankan beban neraca pembayaran negara penerima modal
pada tahap a(al pembangunanya.
,. 4nestasi langsung yang mengalir ke negara berkembang mendorong para
pengusahanya untuk menanamkan modal di negara terbelakang lainnya.
Beberapa hal yang mempengaruhi keputusan suatu perusahaan asing melakukan
inestasi atau perdagangan di negara lain adalah "8udy, 2332:*,-*;# :
*. Kerangka ekonomi makro suatu negara.
2. Kebijakan moneter dan fiskal.
<. Stabilitas suatu negara, yang dilihat dari indikatornya antara lain: pertumbuhan, inflasi
dan nilai tukar.
B. Jaktor sumber daya yang tersedia. Meliputi diantaranya: *and "SD'#, *a(our
"SDM#, dan +apital "Modal#.
?. 9kuran pasar, yang diukur dari jumlah populasi, F=! perkapita dan kecendrungan
selera masyarakat.
0. $ocial ,verhead +apital "biaya tambahan#.
,. !ertimbangan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar mata uang.
Masuknya inestasi asing kedalam suatu negara sangat diperlukan dalam upaya
mempercepat proses pembangunan negara tersebut, khususnya pada sektor ekonomi.
Keberadaan inestasi asing ini terutama sekali membantu dalam proses indrustrialisasi,
mengakumulasikan modal pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain itu, dengan inestasi asing, maka negara donor dapat meningkatkan keunggulan
komparatif mereka dalam perdagangan internasional dan mendapatkan keuntungan dari
keunggulan tersebut.
$ELU&'% D&' )&')&'%&' %LOB&L!S&S!
a. !eluang Flobalisasi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi dan telekomunikasi
telah membuat dunia terasa seolah tanpa batas dan sekat. !enemuan pesa(at terbang dengan
kecepatan sangat tinggi telah membuat orang bepergian ke luar negeri menjadi makin mudah,
makin cepat, dan makin nyaman. Demikian pula halnya kemajuan teknologi telekomunikasi
telah membuat hubungan komunikasi penduduk antar negara di berbagai belahan dunia
menjadi semakin terbuka dan mudah. Seolah dunia ini kecil, orang dapat berkomunikasi
setiap saat (alaupun berada di belahan dunia dalam jarak yang amat jauh secara fisik, namun
dengan kecanggihan alat komunikasi semuanya terasa dekat dan seolah tidak terpisahkan
oleh tempat dan jarak yang berjauhan "'rief Jurchan, 233+#.
Flobalisasi di bidang ekonomi telah mendorong munculnya perdagangan bebas lintas
negara. !erdagangan bebas adalah suatu situasi di mana arus lalu-lintas barang, jasa, dan
manusia dari dan ke suatu negara di dunia ini tidak mengalami hambatan yang berarti.
Berbagai bentuk perjanjian yang melibatkan banyak negara, seperti perjanjian antar negara
mengenai perdagangan bebas antar negara-negara anggota : 'J)' yang mulai berlaku pada
tahun 233<. '!1$ yang mulai berlaku pada tahun 23*3 untuk negara maju dan 2323 untuk
negara berkembang. !ada tahun 233<, produk barang dan jasa serta tenaga kerja dari negara
'sean tidak akan dipersulit untuk bekerja di 4ndonesia, demikian pula sebaliknya. !ada tahun
23*3, negara maju yang tergabung dalam '!1$ harus membuka pintunya bagi arus masuk
produk barang, jasa, dan tenaga kerja dari negara anggota '!1$ lainnya dan pada tahun 2323
semua negara anggota '!1$ harus menghilangkan segala hambatan bagi masuknya arus
barang, jasa dan tenaga kerja. Keadaan seperti itu, akan menimbulkan peluang dan ancaman
bagi bangsa 4ndonesia. !eluang itu berupa makin mudahnya barang dan jasa produksi
4ndonesia untuk memasuki pasaran luar negeri. &ambatan non-tarif "kuota, dan sebagainya#
bagi produk 4ndonesia ke negara lain akan semakin hilang atau tidak berarti lagi. Demikian
pula halnya dengan tenaga kerja 4ndonesia, mereka akan dapat bekerja dengan mudah di
negeri asing tanpa hambatan peraturan imigrasi yang berarti. =amun di sisi lain, keadaan itu
juga dapat menimbulkan ancaman bagi 4ndonesia: barang, jasa, dan tenaga kerja asing boleh
masuk ke 4ndonesia dengan tanpa hambatan yang berarti. 'kan terjadi persaingan kualitas
barang, jasa, dan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri guna merebut pasar dalam negeri
"'rief Jurchan, 233+#.
b. )antangan Flobalisasi
Flobalisasi dapat pula dipandang sebagai suatu tantangan. Dalam konteks globalisasi
sebagai tantangan merupakan cara pandang yang optimistis, dimana memandang globalisasi
sebagai suatu yang menantang. Sesuatu yang menantang mengandung makna bah(a sesuatu
tersebut harus disikapi dan dihadapi dengan barbagai upaya dan strategi.
!erdagangan atau pasar bebas, dapat dikatakan sebagai tantangan. )antangan yang
terkandung pada sistem pasar bebas adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan sebaik-
baiknya setiap peluang untuk mengembangkan industri dan menghasilkan produk-produk
yang dapat bersaing dan diserap pasar internasional. Funa menghadapi tantangan tersebut,
maka sumber daya manusia yang berkualitas "masyarakat dan kalangan dunia usaha yang
kreatif dan inoatif# sangat diperlukan untuk dapat memainkan peran sebagai pelaku aktif
yang dapat bersaing atau bahkan keluar sebagai pemenang dalam persaingan global. Sumber
daya manusia yang berkualitas juga sudah menjadi tuntutan dan keharusan untuk dapat
menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam memperebutkan lapangan pekerjaan yang
semakin sempit. 9ntuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, mampu
bersaing dengan semua bangsa di dunia, maka semua komponen masyarakat terutama dunia
pendidikan di tuntut perannya untuk meningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran.
Flobalisasi tidak bisa ditolak atau dihindari, dia hadir seiring perkembangan
peradaban manusia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, yang harus
dilakukan adalah menghadapinya dengan seksama, turut serta memainkan peran dalam setiap
tantangan dan peluang yang tersedia. Salah satu faktor yang menentukan dalam daya saing
suatu produk adalah mutu produk. Mutu merupakan bagian isu kritis yang menantang dalam
persaingan global. )antangan lainnya dalam menghadapi pasar dan persaingan bebas adalah
bagaimana menciptakan sektor pertanian dan industri yang efisien, efektif, dinamis dan
berkelanjutan, penyebarluasan teknologi dan inoasi yang terkait dengan sistem produksi,
packaging, serta pemasaran.