Anda di halaman 1dari 20

MANAJEMEN PORTOFOLIO DAN EVALUASI PORTOFOLIO

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Pasar M!al !an Mana"emen Keuangan
Anggta Kelm#k $
A%hma! Ri&ki Rahar"a
R'antin Aman!a Putra
PRO(RAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN )ISNIS
UNIVERSITAS )RA*IJA+A MALAN(
,-./
Mana"emen Prt0li
A. Investor Institusional VS Investor individu
Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut dengan investor. Investor pada umumnya
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual investors) dan investor
institusional (institutional investors). Investor individual terdiri dari individu-individu yang
melakukan aktivitas investasi. Sedangkan investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-
perusahaan asuransi, lembaga penyimpanan dana, (bank dan lembaga simpan-pinjam), lembaga
dana pensiun, maupun perusahaan investasi.
i negara-negara maju investor institusional banyak menggunakan pendekatan institusional
dalam melakukan aktivitas investasinya. sedangkan !alon investor individual bisa mengambil
garis besarnya agar bisa lebih selekti" dan mengetahui apa sebenarnya yang harus diketahui.
Pendekatan institusional terdiri dari tiga tahap yaitu#
Penetapan $riteria
alam menetapkan kriteria, !alon investor men!ari "aktor-"aktor penting yang
menentukan hal-hal yang diinginkan dalam berinvestasi. %al-hal tersebut bukan hanya
per"orma return tetapi dapat men!akup proses investasi, pengambilan resiko, pelayanan
terhadap investor, management "ee, dan lain-lain. &enetapkan kriteria dimulai dengan
menggali masalah "undamental bagi !alon investor yangmeliputi jenis asset !lass (saham,
pendapatan tetap, pasar uang, dll), gaya investasi(saham blue !hip, obligasi s'asta,
obligasi pemerintah, saham perusahaan ke!il(menengah,internasional,dll),dan manajemen
investasi akti" (akti" dalammemilih saham(obligasi) vs. pasi" (inde) "und*). +enis asset
!lass sangatm enentukan return dan resiko yang akan didapatkan. ,eberapa riset di
Amerika menyebutkan bah'a -./--0/ return yang diperoleh ditentukan oleh jenis asset
!lass di mana investor berinvestasi. +ika investor memilih asset !lass pendapatan tetap
maka hasil maksimum investasi jangan diharapkan bisa menyamai hasil maksimum
investasi di saham. 1amun pada saat yang bersamaan, resiko yang dianut juga tidak
sebesar resiko saham. Penentuan ini harus sesuai pro"il resiko investor masing-masing.
2aya investasi (investment style) berman"aat jika !alon investor men!ari diversi"ikasi
melalui alokasi aset (asset allo!ation). Pada dasarnya setiap asset !lass dapat dibagi lagi
menjadi beberapa gaya investasi. inegara-negara maju, diversi"ikasi alokasi aset adalah
la*im, tetapi di Indonesia praktek ini masih terbatas karena kendala jumlah saham yang
ada di dalam tiap kategori kapitalisasi (blue !hip(kapitalisasi besar, kapitalisasi
menengah, dan kapitalisasi ke!il), pengetahuan investor individual, dan jenis produk
reksa dana yang dita'arkan. 3ntuk jenis pendapatan tetap, gaya investasi dapat terdiri
dari investasi dengan "okus pada obligasi pemerintah, obligasi s'asta, atau obligasi
internasional(asing.
Penyaringan (S!reening)
,erdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, !alon investor kemudian menyeleksi
para potensial &I. a"tar lengkap seluruh reksa dana di Indonesia dan jenis-jenisnya
dapat dilihat di 'ebsite ,apepam ('''.bapepam.go.id(e-monitoring). 3ntuk lebih
mengetahui in"ormasi tentang suatu perusahaan &I, !alon investor dapat melakukan riset
lebih jauh tentang !alon &I tersebut. ,erita- berita tentang sebuah perusahaan &I jika
dikumpulkan dapat memberikan gambaran se!ara menyeluruh tentang perusahaan
tersebut. Sumber lain yang layak digali adalah pengalaman pihak-pihak lain dalam
berinvestasi melalui &I tersebut. In"ormasi dan pengalaman dari orang dalam juga sangat
berguna dalam mengevaluasi &I. ,erdasarkan in"ormasi yang telah dikumpulkan, !alon
investor bisa membandingkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dengan keadaan
para &I yang sebenarnya.
Seleksi
Proses s!reening menghilangkan sebagian besar &I dan menyisakan beberapa sajayang
akan dievaluasi lebih jauh. alam tahap seleksi, !alon investor mem"okuskan dalam
mendapatkan gambaran menyeluruh apa yang disebut dengan P4 yaitu People, Pro!ess,
Philosophy, Produ!t, Progress, Pri!e, dan Per"orman!e.
,. Sikap Investor terhadap resiko

alam berinvestasi apapun berbagai risiko yang bisa mempengaruhi tingkat keuntungan atau
mengalami kerugian selalu akan menjadi pertimbangan bagi investor. Sebanyak mungkin "aktor
risiko yang mungkin akan mempengaruhi tingkat keuntungan dalam investasi saham harus selalu
dideteksi agar seluruh gerak pasar bisa diantisipasi. 3ntuk itu penasihat investasi dan investor
pro"essional sekalipun selalu men!ari in"ormasiyang relevan dengan kondisi pasar. i pasar
modal, setidaknya risiko yang patutdi!ermati investor se!ara umum, antara lain risiko in"lasi,
risiko tingkat suku bunga,risiko pasar, risiko perusahaan dan risiko politik. &asing-masing risiko
tersebut adakalangan saling kait mengkait, dan berjalan se!ara dominan. 1amun ada kalanya
samasekali tidak berhubungan.ari risiko tersebut yang selalu berhubungan adalah risiko in"lasi.
,iasanya begitudiketahui in"lasi tinggi, akan diikuti dengan kebijakan perubahan tingkat suku
bunga. +ika in"lasi tinggi, dapat dipastikan nilai uang turun. 5urunnya nilai uang, bisa karena
jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih melimpah. 3ntuk itu sehingga agar mobilitas uang
yang beredar turun, biasanya akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga, naiknya tingkat
suku bunga dengan sendirinya akan memba'a dana-dana kembali sistem perbankan, sehingga
pada gilirannya bursa saham akan turun. ,erikut beberapa resiko yang mungkin dihadapi#
6isiko In"lasi
alam industri "inansial khususnya dalam ekonomi berbasis uang, risiko yang!ukup
mengkha'atirkan adalah an!aman akan penurunan nilai uang. Penggerusannilai uang ini
terlalu banyak "aktor yang bisa dijadikan alasan, padahal aspek utamanya adalah
menurunnya nilai uang. 7ontoh paling sederhana soal in"lasi iniadalah apabila uang
bernominal 6p8.... yang pada kemarin lusa bisa membelidua butir telur, tapi hari ini
hanya dapat ditukar dengan satu telur. Akibatnyauntuk membeli dua butir telur kita harus
mengeluarkan ko!ek 6p8.... lagi. $alau itu terjadi berarti sudah terjadi in"lasi, turunnya
nilai uang. Penurunan nilai uang tersebut juga terjadi tidak saja untuk membeli produk,
tapi juga dalam menggunakan jasa. alam kondisi saat ini, pemerintah mengatakan akan
mempertahankan bah'a target in"lasi dipatok pada bilangan lima persen. Itu berarti
dalam berinvestasi, investor yang memiliki dana 6p8.... saat ini harus bisa
memperkerjakan uangnya itu dengan minimal penghasilan (return) di atas lima persen,
sehingga pada akhir tahun nilai uang tersebut tetap bisa digunakan dan memiliki nilai
yang sama pada saat ini. 1ilai uang pada masa kini dan masa yang akan datang
diharapkan bobot (nilai atau harganya) tetap sama. Artinya kalau saat ini bisa membeli
telur satu butir maka tahun depan minimal nilainya tetap sama. In"lasi adalah suatu proses
meningkatnya harga-harga se!ara umumdan terus-menerus. Penyebab in"lasi ini bisa
berupa naiknya harga barang dan jasa, bisa juga karena turunnya nilai uang yang terjadi
se!ara mekanis. In"lasi yang disebabkan karena naiknya harga barang, juga tidak
bergerak sendirian. ,isa jadi karena bahan baku atas produk itu sulit didapat, seperti
,,&. Akibat tidak adanya subtitusi dari ,,& ini dipastikan kenaikan harga ,,& akan
menyebabkan naiknya harga barang-barang dan jasa. %al ini karena ketergantungan yang
sangat tinggi atas produk yang bernama ,,& ini. In"lasilainnya adalah karena terlalu
banyaknya uang yang beredar, sehingga se!ara mekanis akan mempengaruhi nilai uang.
3ntuk in"lasi yang disebabkan banyak uang beredar, ,ank Sentral bisa melakukan
tindakan dengan !ara membuat kebijakan meningkatkan suku bunga. Peningkatan
sukubunga ini dengan sendirinya akan menarik para pemilik dana untuk kembali
memarkir dananya di perbankan. $endati upaya tersebut harus diikuti oleh kebijakan
lain, diantaranya membuat kebijakan guna ter!iptanya iklim investasi. ,agi pasar modal
risiko in"lasi ini akan sangat mempengaruhi keputusan investasi. $alau in"lasi tinggi,kita
ibaratkan dalam setahun 8. persen, maka boleh jadi harga saham di!iptakan oleh pasar
itu sebenarnya sudah terdiskon sebesar 8. persen. $alau harga saham 6p8.... maka
akibat in"lasi yang 8. persen itu harga saham tersebut sebenarnya hanya 6p-... Akan
tetapi, kondisi yang sebenarnya terjadi akan bertambah kompleks akibat dampak in"lasi.
$alau kita ibaratkan harga ,,& mengalami kenaikan dengan begitu biaya produksi
perusahaan akan mengalami kenaikan. ,elum lagi dampak dari ,,& ini akan diikuti
dengan melemahnya daya beli,sehingga barang yang diproduksi tidak akan laku terjual.
$alau hal itu yang terjadi maka bisa dipastikan pemutusan hubungan kerja, akibat
pengurangan produksi hampir pasti akan dilakukan perusahaan, sehingga pada gilirannya
ekspektasi investor saham atas saham perusahaan itu akan menurun.
6isiko tingkat sukubunga
6isiko tingkat suku bunga dapat menjadi bayangan hitam bagi pelaku pasar.5ingkat
bunga yang tinggi akan menjadikan perusahaan yang menjual sahamnyadi bursa pasti
juga akan kedodoran. Apalagi bagi perusahaan yang mendanai sebagian operasionalnya
dengan pinjaman kredit. ari sisi investasi "luktuasi tingkat suku bunga yang gonjang-
ganjing akan membuat bingung iklim investasi. $alau tingkat suku bunga tinggi maka
investor akan dengan senang hati untuk menempatkan dananya dalam bentuk deposito.
,anyaknya uang yang masuk dalam deposito akan membuat dunia perbankan
kebingungan menyalurkan dana pihak ketiga tersebut. i sisi lain dana tersebut memang
harus diputar ke sektor-sektor produkti" kalau tidak ingin kinerja bank tersebut ambrol
karena harus membayar bunga tinggi. Soal tinggi dan rendahnya tingkat suku bunga, bagi
pasar yang penting bah'a tingkat bunga itu stabil tidak gonjang-ganjing dan
kebijaksanaannya tidak situasional.
6isiko Pasar
6isiko pasar sering terjadi di pasar modal karena kondisi yang tidak bisa dijelaskan
se!ara ekonomi. $arena ekspektasi seseorang terhadap produk dan jasatertentu akan
berbeda dengan ekspektasi pasar. alam konteks perdagangan saham, ketika ekspektasi
atas saham se!ara jangka panjang naik, maka boleh jadi ekspektasi pasar atas saham pada
saat pasar bereaksi justru turun. $arenanya bagi investor saham yang perlu dipahami
bah'a investasi saham adalah investasi pada saham, sedangkan pen!iptaan harga saham
yang dibuat pasar adalah harga yang terjadi pada saat selama pasar berlangsung.
Penyebab ekspektasi pasar berbeda dengan kondisi sebenarnya atas nilai saham,
penyebabnya bisa beragam. 9ang paling sederhana boleh jadi karena supply dan demand
yang tidak seimbang. $etika supply atas saham berlebih, sementara demand tetap maka
dengan sendirinya harga saham akan turun. i pasar modal Indonesia sering terjadi
begitu ada perusahaan yang akan melakukan pena'aran umum (IP:) biasanya akan
diikuti dengan penurunan indikator perdagangan. 5urunnya indikator perdagangan itu
lantaran investor menjual saham yang telah menjadi porto"olionya untuk kemudian
membeli saham yang akan IP:. Perilaku tersebut merupakan !ontoh yang paling sangat
sederhana dari "aktor risiko pasar. 5idak sama besarnya posisi supply dan demand ini
juga terjadi apabila terjadi investor melakukan perubahan porto"olio sebagaimana yang
kerap terjadi pada akhir tahun dan a'al tahun bursa saham.3ntuk mengetahui apakah
proses investasi yang dilakukan benar atau tidak, berikut merupakan langkah-langkahnya#
a. Pengetahuan tentang pengembalian dan resiko investasi.
b. &engetahui sikap investor terhadap resiko. Setiap investor harus mau menerima
resiko investasi yang terkadang di dalam aset riil maupun surat berharga,
dandapat mengidenti"ikasi kombinasi pengembalian dan resiko yang dapat
diterima. engan kata lain, sebelum menerima resiko investasi, investor harus
berada pada posisi "inansial yang logis, dan harus siap menggunakan alasan-
alasan yang masuk akal untuk proses pembuatan keputusan.
!. Pengetahuan dari setiap tipe surat berharga ( aset yang tersedia untuk
investasi,termasuk pengembalian yang diharapkan dan resiko yang berhubungan
dengantipe aset ( surat berharga tersebut.
d. &emilih beberapa surat berharga ( aset yang dapat memberi suatu pengembalian
dan resiko yang dapat diterima berdasarkan kebutuhan-kebutuhan dari investor
tertentu. $orelasi langsung antara pengembalian dengan resiko, yaitu# semakin
tinggi pengembalian, semakin tinggi resiko. :leh karena itu, investor harus
menjaga tingkat resiko dengan pengembalian yang seimbang. ,erikut beberapa
"aktor 6isiko dalam Analisis ;inansial#
Pengertian resiko sendiri yaitu penyimpangan hasil (return) yang
diperolehdari ren!ana hasil (return) yang diharapkan.
6isiko invetasi adalah risiko yang dihadapi investor akan kemungkinan
tidak ter!apainya hasil (keuntungan) yang diharpkan. %al tersebut
dikarenakan "a!tor un!ertainty yang besar.
Sikap investor terhadap risiko yaitu < senang (desire) menghadapi
risiko,anti risiko ( risk aversion), dan a!uh (indi""eren!e) terhadap risiko.
iperhitungkannya "aktor risiko dalam keputusan
keuangan,mempengaruhi investor untuk menentukan hasil atau
mensyaratkan hail(re=uired rate o" return).
6isiko tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola agar risiko tersebut
dapat diminimalisasi (risiko terkontrol). an ada pula risiko yang tidak
dapat dikontrol(dikendalikan. Sehingga jenis risiko terbagi ke dalam#
- 6isiko Individual, yaitu risiko yang berasal dari proyek investasi
se!ara individu tanpa dipengaruhi proyek yang lain.
- 6isiko perusahaan, yaitu risiko yang diukur tanpa
mempertimbangkan penganekaragaman (diversi"ikasi) atau
porto"olio yang dilakukan oleh investor.
- 6isiko pasar atau beta, yaitu risiko investasi ditinjau dari investor
yang menanamkan modalnya pada investasi yang juga dilakukan
oleh perusahaan dan perusahaan-perusahaan lain. ,esarnya risiko
ini tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversi"ikasi.
7. ;ormulasi $ebijakan Investasi (5ujuan, $endala, dan Pre"erensi)
5ujuan
$ebijakan investasi mengandung pernyataan mengenai return yang telah disesuaikan
dengan in"lasi. In"lasi merupakan sebuah masalah bagi investor, karena nominal uang pada masa
sekarang berbeda dengan nominal uang di masa yang akandatang. :leh karena itu, investor
selalu berusaha mendapatkan return yang lebih tinggi daripada tingkat in"lasi. Saham, tidak
selalu menjadi perlindungan terhadap in"lasi, karena nilai saham dapat berubah naik atau turun
se'aktu-'aktu.&asing-masing investor juga memiliki kebutuhan dan keadaan yang unik,
bersi"at pribadi dan berbeda-beda tiap investor, hal ini dapat menyebabkan pembatasan seorang
investor untuk melakukan investasi aset pada kelas tertentu.
$endala dan pre"erensi
>aktu
5ujuan investasi dari masing-masing investor berbeda. :leh karena itu, untuk men!apai
tujuannya, investor memerlukan peren!anaan 'aktu melakukan investasi se!ara khusus. Investor
bisa melakukan investasi dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang, disesuaikan dengan
tujuan dari investasi yang dia lakukan.
$ebutuhan ?i=uiditas
Investor dalam melakukan investasi kadang terbentur dengan kebutuhan li=uiditasnya. ia
dapat memerlukan uang se'aktu-'aktu. :leh karena itu, investor sebaiknya mengetahui
kebutuhan kas dia di masa yang akan datang, sehingga tidak menghambat investasi yang telah
dilakukan.
$esadaran atas Pajak
5ingkat pajak atas pendapatan berbeda dengan tingkat pajak atas keuntungan atas
penjualan aset. Investor mempunyai pre"erensi untuk melakukan investasi untuk mendapatkan
keringanan pajak dari keuntungan penjualan aset. Pendapatan bekerja memiliki tingkat pajak
yang lebih tinggi. 5etapi, program-program pensiun biasanyamemberikan perlindungan
tersendiri atas pajak (pengurangan pendapatan). Investor mempertimbangkan hal ini dalam
membuat keputusan investasi, apakah melakukan investasi dalam instrumen investasi
(porto"olio) atau melakukan investasi jangka panjang dalam bentuk dana pensiun.
. Implementasi Strategi Investasi (Alokasi Aset dan :ptimisasi Porto"olio)
Asumsi Tingkat Pengem1alian
Investor memiliki asumsi atas tingkat pengembalian yang dapat diterima. Argumen
mengenai mean-reversion saham menyatakan bah'a harga saham yang tinggiatau rendah hanya
bersi"at sementara, pada akhirnya harga saham akan !enderungkembali ke tengah (rata-rata).
Selain itu, return saham mengandung risiko yang harus diperhitungkan. 5idak ada yang jaminan
bah'a return yang diharapkan investor akan didapatkan dengan mudah. %al ini menyebabkan
investor berusaha mendapatkan return yang lebih tinggi dengan melakukan optimisasi porto"olio.
Mem1entuk Prt0li
Investor menggunakan kebijakan investasi dan ekspektasi pasar modal untuk memilih
porto"olio atau aset. Pada pemilihan porto"olio dan aset, investor harus menentukan saham-
saham mana saja yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam porto"olionya. Investor juga
menggunakan prosedur optimisasi untuk memilih saham dari saham-saham yang sesuai dan
menentukan berat (proporsi) saham pada porto"olionya. &odel &arko'it* adalah model "ormal
dari investasi yang dilakukan oleh investor.
Alkasi Aset
Alokasi aset berhubungan dengan keputusan untuk menentukan berat (proporsi) bagi kas,
obligasi, atau saham yang akan dimiliki oleh investor. $eputusan ini sangat penting karena
perbedaan alokasi atas aset akan menyebabkan perbedaan per"orma dari porto"olio itu sendiri.
Ada beberapa "aktor yang harus diperhitungkan investor. ;aktor-"aktor itu antara lain return yang
disyaratkan, toleransi risiko dan umur dari investor itu sendiri. Investor yanglebih muda
!endering bersi"at risk taker. Sebaliknya, investor yang lebih tua !enderung bersi"at risk averse.
Perbedaan "aktor yang diperhitungkan akan mempengaruhi alokasi aset investasi.
Alkasi Strategis Aset
Investor perlu melakukan prosedur simulasi yang digunakan untuk menentukan
kemungkinan range hasil yang dihubungkan dengan tiap-tiap komposisi aset. Simulasi ini akan
memberikan gambaran mengenai keuntungan dan risiko yang mungkin akan diperoleh investor
apabila memilih komposisi aset tersebut. Investor juga perlumembentuk strategi alokasi aset
untuk jangka panjang.
Alkasi Taktis Aset
Perubahan atas komposiss aset yang dilakukan biasanya disebabkan oleh perubahan
tingkat pengembalian yang diharapkan investor. Selain itu perubahan komposisi aset ini juga bisa
dilakukan oleh investor dengan pendekatan market timing('aktu dimana pasar bergerak).
Investor !enderung melakukan antisipasi atas perubahan pasar. Pada saat yang tepat, investor
melakukan perubahan atas komposisi asetnya untuk mendapatkan keuntungan atau menjaga nilai
asetnya.
@. &onitoring dan Penyesuian Porto"olio&onitoring
$eadaan investor dapat berubah karena beberapa alasan, yaitu sebagai berikut#
Perubahan kesejahteraan yang mempengaruhi toleransi terhadap risiko
Perubahan hori*on investasi
Perubahan kebutuhan likuiditas
Perubahan aturan perpajakan
Pertimbangan regulasi pemerintah
$eadaan dan kebutuhan unik
Pen'esuaian Prt0li
$omposisi port"olio tidak dimaksudkan untuk tetap sama . 9ang paling penting diketahui
adalah kapan harus melakukan penyeimbangan kembali (rebalan!ing). ,iaya 6ebalan!ing
men!akup#
8. $omisi broker
A. ampak dari perdagangan yang mungkin mempengaruhi harga pasar
B. Aspek 'aktu dalam memutuskan untuk bertransaksi
E2aluasi Prt0li
A. 6eturn 1ominal vs 6eturn 6iil
Return investasi yang positi" tetapi lebih ke!il daripada in"lasi periodik akan mengakibatkan
total kekayaan investor bertambah se!ara nominal, tetapi berkurang se!ara riil.
Ilustrasinya, seorang investor yang hanya mendapatkan return sebesar 8./ dalam satu tahun
saat tingkat in"lasi tahunan men!apai 8A/ akan mengalami penurunan kekayaan riil sebesar A/
(8./ - 8A/)< 'alaupun jumlah uangnya se!ara nominal meningkat sebesar 8./, katakan dari
6p8.. juta menjadi 6p88. juta. &aksudnya adalah daya beli dari uang 6p88. juta ini adalah A/
lebih rendah daripada daya beli 6p8.. juta setahun sebelumnya.
Se!ara umum, return riil adalah return nominal dikurangi tingkat in"lasi. Agar daya beli tidak
berkurang, return nominal sebuah investasi harus melebihi tingkat in"lasi. &enghitung return
untuk periode satu tahun tanpa setoran tambahan atau pengambilan uang relati" mudah, karena
kita !ukup mengurangi investasi akhir dengan investasi a'al dan hasilnya dibagi dengan
investasi a'al. Penghitungan return menjadi tidak sederhana lagi untuk investasi lebih dari satu
periode, jika ada penambahan atau pengambilan uang selama periode investasi, atau jika risiko
diperhitungkan.
6eturn 1ominal
@konomi modern memperoleh e"isien mereka melalui penggunaan uang. &edia pertukaran
yang diterima se!ara umum. ,ukannya memperdagangkan jagung untuk mendapatkan stereo
yang akan diberikan satu tahun mendatang, seperti pada ekonomi barter, penduduk ekonomi
modern dapat menjual jagungnya untuk memperoleh uang dan kemudian memperdagangkan
uang CsekarangD untuk uang Cmasa depanD dengan menginvestasikannya. $emudian uang Cmasa
depanD tersebut dapat digunakan untuk membeli stereo. 5ingkat bunga yang digunakan
penduduk memperdagangkan uang CsekarangD untuk mendapatkan uang Cmasa depanD
tergantung pada investasi yang dilakukan dan disebut return nominal (juga disebut tingkat bunga
nominal).
6eturn 6iil
Pada periode harga berubah-ubah, return nominal investasi mungkin suatu indikasi yang
jelek dari return riil (tingkat bunga riil) yang memperoleh investor. %al ini sebagian disebabkan
oleh tambahan dolar yang diterima dari investasi mungkin diperlukan untuk menutup penurunan
daya beli yang disebabkan oleh in"lasi yang terjadi pada periode investasi. Akibatnya,
penyesuaian return nominal diperlukan untuk menyingkirkan dampak in"lasi untuk menentukan
return riil. In"lasi sering digunakan untuk tujuan ini.7ontoh# 6eturn sebesar 84/ yang diterima
setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat in"lasi sebesar 0 / untuk
tahun yang sama, akan memberikan return riel sebesar #
56(ia) E (8F..84 ) - 8(8F...0)E ..88GA- atau 88.GA-/
,. 6eturn Aritmetik dan 6eturn 2eometrik
5erdapat dua konsep(ukuran pengembalian nominal berdasarkan 'aktu, yaitu pengembalian
aritmetik dan pengembalian geometrik. Pada umumnya, pengembalian aritmetik digunakan
untuk periode tunggal atau untuk data !ross se!tion , sedangkan pengembalian geometri!
digunakan untuk beberapa periode atau untuk data time series .6eturn aritmetik lebih tepat
digunakan untuk prediksi ke depan, sedangkan untuk kinerjamasa lalu, perhitungan return
geometrik akan lebih tepat.
Perhitungan return aritmetik dan geometrik ini adalah sama dengan perhitungan rata-rata
aritmetik ( arithmeti! mean) dan rata-rata geometrik (geometri! mean) dalam statistik. 3ntuk
menghitung tingkat pengembalian aritmetik atau geometrik suatu investasi atsu suatu porto"olio,
terlebih dahulu dihitung tingkat pengembalian untuk tiap-tiap periode (r8, rA, H, rn).
,erikut merupakan rumusan perhitungan tersebut#
rA Er8 F rA F H F rnn
n
r2 E IJ(8Fr8)(8FrA)H(8Frn) - 8
keterangan#
rAE pengembalian aritmetik
r2E pengembalian geometri!
r8E pengembalian (return) periode
8rAE pengembalian (return) periode
ArnE pengembalian (return) periode
nnE jumlah periode
7ontoh#
%arga dari suatu saham pada periode ke-. (periode a'al) adalah 6p.0..,- Pada periode
selanjutnya (periode ke-8), harga saham meningkat menjadi 6p.K..,- dan turun di periodeke-A
menjadi 6p.00.,-6eturn pada masing-masing periode adalah sebagai berikut#
r8E (6p.KK. L 6p.0..) ( 6p.0..E ..A.E A./
rAE (6p.00. L 6p.K..) ( 6p.K..E - ...MBE - M.BB/
6eturn yang dihitung berdasarkan rata-rata aritmetik adalah sebagai berikut#
rA E(..A-...MB)E ...0MBB atau 0.MBB/A
Sedangkan return jika dihitung berdasarkan rata-rata geometrik adalah sebagai berikut#
r2 E J(8F..A)(8F...MB) L 8E ...GMMB atau G.MMB/
+ika dihitung dengan metode rata-rata arimatika, pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar
0.MBB/.
+ika return ini benar, maka untuk periode ke-A, harga saham ini seharusnya menjadi
6p.0K...B. Padahal yang sebenarnya, harga saham ini di akhir periode ke-A adalah sebesar
6p.00.,-. engan demikian perhitungan dengan metode aritmatika ini kurang tepat. +ika dihitung
dengan metode rata-rata geometrik, pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar G.MMB/.
engan menggunakan tingkat pertumbuhan ini harga saham di akhir periode ke-A adalah sebesar
6p.00.,-, sesuai dengan nilai yang sebenarnya. +adi metode rata-rata geometrik lebih tepat
digunakan untuk situasi yang melibatkan pertumbuhan, sedangkan metode rata-rata arimatika
lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode yang sama dari banyak
return tanpa melibatkan pertumbuhan.
7. 6eturn 5ertimbang ,erdasarkan 3ang
$onsep return tertimbang berdasarkan uang diaplikasikan pada saat dana yang di
investasikan berubah-ubah karena adanya penambahan atau pengembalian uang. alam men!ari
tingkat pengembalian berdasarkan uang, besar penerimaan atau pengeluaranuang dalam setiap
periode sangat penting dan diperhitungkan. 7ontoh#Seorang investor pada tahun A..G membeli
sebuah obligasi senilai 6p.A..,...,...,-Setahun kemudian, A..0, dia membeli kembali obligasi
yang sama seharga6p.AA0,...,...,- Pada tahun A..0 tersebut, atas kepemilikan obligasi yang
pertama,investor tersebut menerima bunga sebesar 6p.0,...,...,- sedangkan pada tahun
A..K,karena memiliki dua obligasi, ia menerima bunga 6p.8.,...,...,-+ika pada tahun A..K
investor tersebut menjual obligasinya pada harga masing-masing 6pAB0........, berapa tingkat
pengembalian berdasarkan uang diperolehnyaN
PV (pengeluaran) E PV (penerimaan)
A..,...,... F AA0,...,...
E 0,...,... F 8.,...,... F G4.,...,...8
F r 8 F r(8 F r)
Or E -.B-/
. 6isk-Adjusted 6eturn
alam berinvestasi, tidak memberikan perhatian khusus pada risiko adalah tidak bijak.
alam keadaan pasar sedang bullish, risiko sangat sering dinomorduakan. 6isiko sering mulai
kembali diingat ketika pasar bearish. &estinya, dalam segala kondisi, investor tidak melupakan
risiko. 6isiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau return negati" dari suatu investasi.
alam statistika, ukuran risiko adalah standar deviasi, dinotasikan s (diba!a# sigma) yang
dihitung dari gejolak turun-naiknya atau volatilitas harga. Semakin besar goyangan harga,
semakin besar volatilitas, semakin besar debaran jantung investor sehingga semakin besar risiko.
6isiko yang mengukur berapa banyak investasi yangkembali dalam kaitannya dengan jumlah
risiko yang diambil. Sering digunakan untuk membandingkan berbagai jenis investasi yang
melibatkan tingkat risiko yang berbeda. Risk-adjusted return akan menempatkan dua investasi
yang berbeda pada nilai yang sama (dengan menghilangkan perbedaan risiko) dan memberitahu
anda investasi yang menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan risiko yang
diperlukan
$arena ada dua ukuran risiko yaitu total risiko dan risiko sistematis, maka kita mengenal
dua ukuran utama risk-adjusted return. >illiam Sharpe (8-KK) memperkenalkan rasio
Sharpe yaitu e)!ess return per satuan total risiko (s) atau (return porto"olio - bunga bebas
risiko) ( s, untuk mengukur kinerja reksa dana saat itu. Sebelum itu, +a!k 5reynor (8-K0)sudah
menggunakan rasio 5reynor yaitu e)!ess return per satuan risiko sistematis (b) atau(return
porto"olio - bunga bebas risiko) ( b, untuk tujuan yang sama. 3kuran risk-adjusted return mana
yang lebih baikN +ones dalam bukunya Investment (A..4) mengatakan kalau rasio Sharpe
sebaiknya digunakan jika porto"olio investor seluruhnya (atau sebagian besar) dalam
sekuritas. 3ntuk investor yang porto"olionya terdiri dari banyak asset sehingga sekuritas hanya
sebagian ke!il saja, rasio 5reynor yang lebih tepat. ,erdasarkan risk-adjusted return,
porto"olio(reksa dana yang berkinerja terbaik bukanlah porto"olio yang memberikan return
nominal terbesar. Porto"olio(reksa dana terbaik adalah yang mampu memberikan premi risiko per
unit terbesar atau yang mempunyai rasio Sharpe dan atau rasio 5reynor tertinggi.
@. 6asio 5reynor
iukur dengan !ara membandingkan antara premi risiko porto"olio dengan risiko
porto"olio yang dinyatakan dengan beta. ,eta adalah risiko pasar atau risiko sistematis.
&enghitung kemiringan L slope garis yang menghubungkan porto"olio yang berisiko dengan
risiko Pasar. Semakin besar nilai slope semakin baik porto"olio atau semakin besar rasio premi
risiko porto"olio terhadap beta, kinerja porto"olio semakin baik.
T3 Ri4R0
)i
$eterangan
5 # 5reynor ratio
6i # 6ata- rata tingkat pengembalian porto"olio
6" # 6ata Lrata atas bunga investasi bebas risiko
Pi # ,eta porto"olio
6i L 6" # Premi risiko poto"olio i
6elevan bagi investor yang #
Q &emiliki berbagai porto"olio atau menanamkan dana pada berbagai reksa dana L mutual
"unds
Q &elakukan diversi"ikasi pada berbagai porto"olio
;. 6asio Sharpe
6asio Sharpe digunakan untuk menandakan seberapa baik kembalinya asset investor
untuk mengkompensasi risiko yang diambil. 6asio ini diukur dengan !ara membandingkan
antara premi risiko porto"olio dengan risiko porto"olio yang dinyatakan dengan standar deviasi L
total risiko. Premi risiko porto"olioadalah selisih rata-rata tingkat pengembalian porto"olio
dengan rata-rata tingkat bunga bebas risiko.
Keterangan
Imbal hasil porto"olio adalah rata-rata dari tingkat pengembalian atau return porto"olio.
6isk "ree rate adalah nilai bunga bebas risiko. Anda dapat menggunakan nilai kupon
obligasi negara jangka panjang.
Standard deviasi adalah nilai rentangan antara data imbal hasil porto"olio.
7ontoh perhitungan, seorang investor memiliki porto"olio yang memberikan penghasilan sebesar
80/ per tahun. ,erdasarkan data obligasi Indonesia jangka panjang nilainya adalah 4/.
,erdasarkan perhitungan standar deviasi porto"olio tersebut adalah .,B.. &aka nilai rasio sharpe
porto"olio adalah#
1ilai rasio sharpenya adalah .,AKK4 atau AK,4/. Semakin besar nilai sharpe ratio, artinya makin
baik, karena rata-rata pergerakan imbal hasilnya lebih besar dari risk "ree rate dan standar deviasi
relati" rendah.
6umus Sharpe menghitung kemiringan L slope garis yang menghubungkan porto"olio yang
berisiko dengan bunga bebas risiko. Semakin besar nilai slope semakin baik porto"olio atau
semakin besar rasio premi risiko porto"olio terhadap standar deviasikinerja porto"olio semakin
baik. Investor sering disarankan untuk memilih investasidengan rasio Sharpe tinggi.
2. Alpha +ensen
i bidang keuangan, +ensenRs alpha (atau +ensenRs Per"orman!e Inde), e)-post al"a)
digunakan untuk menentukan pengembalian kelebihan sekuritas atau porto"olio e"ek atasteoretis
keamanan pengembalian yang diharapkan. ,isa keamanan aset apapun, seperti saham, obligasi,
atau derivati". $embali teoretis diperkirakan oleh model pasar, yang paling sering 7AP&. &odel
pasar menggunakan metode statistik untuk memprediksi risiko yang sesuai-disesuaikan kembali
aset. 7AP& misalnya menggunakan beta sebagai pengganda.
alam konteks 7AP&, menghitung al"a memerlukan input berikut#
Q realisasi kembali (di porto"olio),
Q yang pasar kembali,
Q dengan risiko-"ree rate o" return, dan
Q yang beta porto"olio.
Jensen5s al#ha 3 6Prt0li Kem1ali 4 Risk Free Rate7 4 6Prt0li )eta 8 6Pasar Kem1ali 4
Risk Free Rate77
Pada model ini kita juga memperhitungkan return yang diharapkan atau minimum return yang
diharapkan.
@6p E 6" F , (@6m - 6")
dengan#
@6p E &inimum return reksa dana yang diharapkan<
@6m E &inimum return pasar yang diharapkan.
Setelah @6p didapatkan, return rata-rata reksa dana kemudian dikurangi minimum return reksa
dana yang diharapkan untuk mendapatkan nilai alpha model +ensen. Semakin besar nilai alpha
tersebut menunjukkan reksa dana tersebut semakin bagus.Ide dasarnya adalah bah'a untuk
menganalisis kinerja manajer investasi Anda tidak hanya harus melihat pada keseluruhan laba
dari porto"olio, tetapi juga pada porto"olio risiko itu. Sebagai !ontoh, jika ada dua reksa dana
yang keduanya memiliki pengembalian sebesar 8A/, seorang investor rasional akan
menginginkan dana yang kurang berisiko. +ensen mengukur salah satu !ara untuk membantu
menentukan apakah sebuah porto"olio adalah menghasilkan laba yang tepat untuk
mengembalikan tingkat risiko. +ika nilai positi", maka kelebihan porto"olio adalah pengembalian
laba. engan kata lain, nilai positi" bagi +ensenRs alpha berarti "und manager telah Smengalahkan
pasarSdengan pemilihan saham yang tepat.
%. ,etaA
1ilai betaA men!erminkan kemampuan market timing dari manajer investasi reksadana
bersangkutan sedangkan nilai alpha men!erminkan kemampuan pemilihan saham manajer
investasi dalam membentuk porto"olio reksa dana yang dimaksud. Semakin besar nilai betaA dan
alpha suatu reksa dana maka semakin baik reksa dana tersebut. alam menentukan beta, kita
dapat menggunakan sebuah judgement, di samping itu kita bisa menggunakan beta historis untuk
menghitung beta 'aktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang.
,eta historis memberikan in"ormasi yang berguna tentang beta di masa yang akan datang karena
itu seringkali para analis menggunakan beta historis sebelum mereka menggunakan judgement
untuk memperkirakan beta.
6umus @stimating ,eta #
6i E Ti F Ui Vm F ei
Persamaan ini merupakan persamaan regresi sederhana. ,eta menunjukkan kemiringan
(slope) garis regresi tersebut. Alpha menunjukkan inter!ept dengan sumbu 6ij. &akin besar beta,
makin !uram kemiringan garis tersebut dan sebaliknya. ,eta sekuritas individual !enderung
mempunyai koe"isien determinasi (yaitu bentuk k'adrat dari koe"isien korelasi) yang lebih
rendah dari beta porto"olio. $oe"isien determinasi menunjukkan proporsi perubahan nilai 6i
yang bisa dijelaskan oleh 6m. engan menghitung koe"isien beta yang men!erminkan tingkat
risiko masing-masing saham yang diamati, dan tingkat return saham, maka kita dapat
menentukan e)!ess return to beta (@6,) yang men!erminkan tingkat keuntungan yag sangat
mungkin dapat di!apai. 3ntuk mendapatkan kandidat porto"olio kuat, kita tinggal
membandingkan @6, dengan 7ut o"" 6ate untuk menhasilkan saham-saham yang memiliki
tingkat return yang tinggi dan risiko yang minimal yang dapat mengeliminir risiko tidak
sistematis. +ika suatu jenis saham angka @)!ess 6eturn to ,eta (@6,)-nya lebih besar dari angka
batas 7 (!ut o" rate) maka saham tersebut masuk sebagai kandidat porto"olio.
I. 6asio Appraisal
Sebuah rasio yang membandingkan nilai dari al"a untuk deviasi standar residu, dan
diran!ang untuk menunjukkan kualitas pendanaan. Al"a dari sebuah porto"olio dibagi dengan
risiko non-sistematis dari porto"olio. 6asio mengukur return abnormal per unit risiko yang pada
prinsipnya dapat terdiversi"ikasi jauh dari memegang porto"olio indeks pasar.
i 6ussell Style $lasi"ikasi (6S7), rasio appraisal dihitung sebagai berikut #
Symbol $eterangan
+ensen alpha
W Standar erorr
A;5A6 P3S5A$A
5andelilin @duardus, A..8. CAnalisis Investasi dan Manajemen PortofolioD, ,P;@-9ogyakarta,
edisi pertama
http#(('''.a!ademia.edu(GM.B-K.(&anajemenXPort"olioXInvestorXInstitusionalXVSXInvestorXi
ndividu
http#((jurnal-sdm.blogspot.!om(A..-(8.(teori-porto"olio-de"inisi-dan-evaluasi.html
http#((aikinvestasi.blogspot.!om(A.8A(8A(pemilihan-porto"olio.html
http#((kolom.kontan.!o.id(ne's(4-(Investor-institusi-vs-investor-individu