Anda di halaman 1dari 1

PENDAHULUAN

Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di
Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar di antara 150-430 perseribu penduduk
setahunnya. Dengan upaya yang sekarang teleh dilaksanakan, angka kematian di rumah sakit
dapat menjadi kurang dari 3%.
Definisi terbaik untuk diare adalah kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui tinja. Bayi
kecil mengeluarkan tinja kira-kira 5g/kgbb/hari. Jumlah ini meningkat sampai 200 g/24 jam
pada orang dewasa. Penyerapan air terbanyak terjadi di dalam usus halus; kolon memekatkan
isi usus pada keadaan osmotik tinggi. Usus halus pada orang dewasa dapat menyerap cairan,
yang diminum atau yang disekresi, sebanyak 10-11 L/hari; sedangkan kolon menyerap sekitar
L. Kelainan yang mengganggu penyerapan usus halus cenderung menyebabkan diare yang
lebih sedikit. Disentri (dengan, volume sedikit, sering, tinja berdarah dengan tenesmus, dan
rasa ingin buang air besar) adalah gejala utama kolitis.
Dasar semua diare adalah gangguan transportasi larutan usus; perpindahan air melalui
membran usus berlangsung secara pasif dan hal ini ditentukan oleh aliran larutan secara aktif
maupun pasif, terutama natrium, klorida dan glukosa. Patogenesis kebanyakan episode diare
dapat dijelaskan dari kelainan sekretorik, osmotik atau motilitas, atau kombinasi dari hal-hal
tersebut.