Anda di halaman 1dari 45

Kehidupan pada masa BBL sangat rawan oleh

karena memerlukan penyesuaian fisiologik


agar bayi di luar kandungan dapat hidup
sebaik-baiknya.

Awal proses fisiologi:
Pertukaran gas melalui plasenta digantikan
oleh aktifnya fungsi paru untuk bernafas
Saluran cerna berfungsi untuk menyerap
makanan
Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan bahan
yang tidak terpakai lagi oleh tubuh untuk
mempertahankan homeostasis kimia darah
Hati berfungsi untuk menetralisasi dan
mengekskresi bahan racun yang tidak
diperlukan badan
Sistem imunologi berfungsi untuk mencegah
infeksi
Sistem kardiovaskular serta endokrin bayi
menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi
organ


-Riwayat keluarga
-Riwayat kehamilan
(sekarang/sebelumnya)
-Riwayat persalinan
Pemeriksaan fisik BBL
-Telanjang
-Di bawah lampu yang terang
(pemanas)
-Tangan serta alat harus bersih &
hangat
-Pada saat lahir
-Pemeriksaan dalam 24
jam di ruang perawatan
-Pada waktu pulang
Pemeriksaan pertama pada BBL harus
dilakukan di kamar bersalin.
Tujuan :
1. Menilai gangguan adaptasi BBL dari
kehidupan intauterin ke ekstrauterin yang
memerlukan resusitasi
2. Untuk menemukan kelainan seperti cacat
bawaan yang perlu tindakan segera (mis.
Atresia ani, atresia esofagus), trauma lahir
3. Menentukan apakah BBL tersebut dapat
dirawat bersama ibu (rawat gabung) atau
ditempat perawatan khusus untuk diawasi,
atau diruang intensif, atau segera dioperasi.

a. Menilai adaptasi
apakah bayi dapat beradaptasi dengan baik
atau memerlukan resusitasi (pernafasan
tidak adekuat, tonus otot kurang, ada
mekonium di dalam cairan amnion, lahir
kurang bulan)
Tanda 0 1 2
Laju jantung Tidak ada <100 100
Usaha bernafas Tidak ada Lambat Menangis kuat
Tonus otot Lumpuh Ekstremitas
fleksi sedikit
Gerakan aktif
Refleks Tidak bereaksi Gerakan sedikit Reaksi melawan
Warna kulit Seluruh tubuh
biru/pucat
Tubuh
kemerahan,
ekstremitas
biru
Seluruh tubuh
kemerahan
Cara menentukan nilai
APGAR
b. Mencari kelainan kongenital
Apakah ibu menggunakan obat teratogenik,
terkena radiasi, infeksi virus pada trimester I
Ada kelainan bawaan pada keluarga
Apakah ibu menderita penyakit yg dapat
mengganggu pertumuhan janin (DM, asma
bronkial)
Pemeriksaan cairan amnion
- Hidramnion (obstruksi traktus intestinalis
bagian atas, & anensefalus)
- Oligohidramnion (agenesis ginjal bilateral,
sindrom Potter, valgus kongenital, kontraktur
sendi, & hipoplasia paru)
Pemeriksaan tali pusat
- kesegarannya
- ada tidaknya simpul
- apakah terdapat dua arteri atau satu vena
Pemeriksaan plasenta
- perkapuran
- nekrosis
- kembar (satu atau dua korion)
Kelainan kongenital pada bayi kurang bulan 2
kali lebih banyak dibanding bayi cukup bulan.

Pada bayi kecil untuk masa kehamilan
kelainan kongenital 10 kali lebih besar.
Labio-gnato-palatoskisis
Atresia esofagus
Hiperplasia otot depresor anguli oris
Anus imperforata dengan cara memasukkan
termometer ke dalam anus.
Fistula rekto-vaginal
Spina bifida
Meningomielokel
Sinus pilonidalis
Ambigus genitalia
Eksomfalos
Bila terdapat keraguan, misalnya:
- pembesaran klitoris pada bayi perempuan
- terdapatnya hipospadia/epispadia pada
bayi lelaki, sebaiknya tunda pemberitahuan.
a. Aktivitas fisik
- Keaktifan BBL : posisi, gerakan tungkai &
lengan
-BBL cukup bulan sehat: ekstremitas fleksi,
gerakan tungkai serta lengan aktif &
simetris.
Asimetris (kelumpuhan/patah tulang)
b. Tagisan bayi
Melengking : kelainan neurologis
Lemah / merintih : kesulitan pernapasan
c. Wajah : sindrom Down, Pierre-Robin,
sindrom de Lange, dsb.
d. Keadaan gizi : BB, PB, masa kehamilan, tebal
lapisan subkutis, kerutan kulit. Edema pada
bayi (prematur, hipoproteinemia,
eritroblastosis fetalis, sindrom nefrotik
kongenital, sindrom Hurler, sindrom Turner)
e. Pemeriksaan suhu : 36,5C -37,5C (N)
Suhu (dehidrasi, gangguan serebral, infeksi,
kenaikan suhu lingkungan).
Ekstremitas dingin dan tubuh panas sepsis

a. Kulit

Merah sekali / merah kebiruan Kerapuhan sistem vasomotorik & lambatnya sirkulasi perifer
Gelap Saat menangis kuat dgn glotis tertutup
Akrosianosis Bayi kedinginan
Cutis marmorata/mottling Penyakit berat / fluktuasi suhu kulit yg sementara
Sianotik Hemoglobin hari 1 + kulit tipis + Sp02 cukup
Pucat Asfiksia, anemia, edema, prematur
Verniks kaseosa Zat seperti lemak yg berwarna putih kotor
Hemangioma kapiler Kelopak mata, leher
Mongolian spot Punggung, pantan, dll berwarna keabu-abuan berbatas tegas
Meconium staining Bayi anoksia mengelurkan mekonium ke cairan amnion
(verniks, kulit, kuku tali pusat berwarna kuning kecoklatan)
Lanugo Rambut halus, lunak & sering menutupi kulit kepala, dahi,
muka.
Di daerah lumbosakral spina bifida, okulta, sinus tract,
tumor.
Warna kulit Prematur (kulit tipis, halus, merah sekali)
Amat sangat premature (gelatin)
Lebih bulan (mengelupas, tampak seperti kertas perkamen)
Eritema toksikum Papula putih kecil-kecil & kadang berbentuk vesikopustula di
atas eritema (muka, badan)
Erupsi vesikopustula Dagu, leher, punggung, ekstremitas, telapak kaki & tangan.
Bedakan dgn herpes simpleks / infeksi staphylococcus.
b. Kepala dan leher

Akondroplasia
Sindrom Apert
Hipotiroid / atiroid
Kleidokranial distosis
Sindrom Hallerman-Streiff
Hidrosefalus
Hipofosfatemia
Retardasi pertumbuhan intrauterin
Osteognesis imperfekta
Prematuritas
Piknodisostosis
Sindrom rubela
Sindrom Russel-Silver
Trisomi 13, 18, 21
Rakitis defisiensi vitamin D
Kelainan dengan fontanel anterior yang
besar
Trauma lahir pada kepala :
Kaput suksedaneum
Hematoma sefal
Fraktur tulang tengkorak
Perdarahan subaponeurotik
c. Wajah
- Tanda dismorfik (lipatan epikantus,
melebarnya jarak kedua mata, letak daun
telinga yang rendah sindrom kongenital)
- Wajah asimetris kelumpuhan saraf ke 7
d. Mata
Refleks moro mata terbuka
Perdarahan retina & konjungtiva
Refleks pupil
Iris koloboma
Kornea 10mm (N), >13mm (glaukoma
kongenital)
e. Telinga
- BBL cukup bulan cukup terbentuk tulang
rawan
- Low-set ears Pierre-Robin
- Prearicular pits
- Skin tags
- Daun telinga tambahan
f. Hidung
- nasal bridge

g. Mulut
- Labio gntaosikis
- Ranula
- Gigi ( Sindrom Ellis-van Creveld, Hallerman -
Strief
- Membesar (Sindrom Beckwith)
- Selalu bergerak (Sindrom Down)
- Hipersalivasi (atresia esofagus)
- Refleks isap
h. Leher
- Trauma leher kerusakan pleksus brakialis
sehingga terjadi paresis pada tangan, lengan
atau diafragma.
- Perdarahan m. sternokleidomastoideus
tortikolis
- Webbed neck Sindrom Turner
i .Dada
- BBL seperti tong
- Gangguan pernapasan - p.paradoksal
- retraksi pada
inspirasi
- Pergerakan dinding dada asimetris
(pneumotoraks, paresis diafragma, hernia
diafragma)
j. Payudara
Kelenjar payudara BBL baik pada wanita atau
lelaki oleh karena pengaruh hormon ibu
kadangkala tampak memebesar dan
seringkali disertai dengan sekresi air susu.
k. Paru
Auskultasi & palpasi
Frekuensi napas
Tanda distres pernapasan (retraksi & merintih)
Frekuensi napas normal (40-60 x/menit)
Frekuensi napas > 60x/m kelainan paru,
jantung, metabolik.
Irreguler gasping diikuti gerakan spasme mulut &
dagu gangguan pusat pernapasan berat.
Labored respiration (ventilasi paru abnormla,
pneumonia, cacat bawaan, gangguan mekanis)
Pemeriksaan Skor
0 1 2
Frekuensi napas < 60 x/menit 80./menit >80 x/menit
Retraksi Tidak ada
retraksi
Retraksi ringan Retraksi berat
Sianosis Tidak ada
sianosis
Sianosis hilang
dengan O2
Sianosis
menetap walau
diberi O2
Air entry Udara masuk Penurunan
ringan udara
masuk
Tidak ada udara
masuk
Merintih Tidak merintih Dapat didengar
dengan
stetoskop
Dapat didengar
tanpa alat bantu
l. Kardiovaskular
Denyut nadi bervariasi : 90x/menit (tidur)
180x/menit
(aktivitas)
Prematur : 140-150x/menit (tenang)
Pulsasi lemah di semua ekstremitas curah
jantung buruk
Bising innocent : bising yg tidak berkolerasi
dengan kelainan jantung.
Karakteristik
- Bising derajad I-II/VI pada tepi sternal kiri
- Tidak ada klik pada auskultasi
- Pulsasi normal
- Pemeriksaan fisik lainnya normal
Bising signifikan yang perlu dicermati untuk
pemeriksaan lebih lanjut:
- Pansistolik
- Derajat I/VI atau lebih
- Terdengar paling baik di batas kiri atas
sternum
- Terdengar kasar (harsh)
- Terdapat bunyi jantung II yg abnormal
- Terdapat klik sistolik dini atau tengah
(mid-sistolik)
m. Abdomen
Dinding abdomen
Sangat cekung hernia diafragma
Membuncit hepato/splenomegali
Hati & limpa (besar pd eritroblastosis)
Ginjal
Genitalia eksterna
Anus
Tulang belakang & ekstremitas
Ukuran
antropometrik BBL
Laki-laki Perempuan
Berat lahir (kg) 3,53 (2,53-4,34) 3,40 (2,55-4,15)
Panjang lahir (cm) 56,6 (52,8-60,9) 55,3 (51,5-59,3)
Lingkar kepala (cm) 35,8 (32,1-38,5) 34,7 (32,3-37,7)
HPHT
USG
Susunan saraf pusat: aktivitas bayi,
ketegangan ubun ubun .
Kulit: adanya ikterus, pioderma
Jantung: adanya bising yang baru timbul
kemudian
Abdomen:adanya tumor yg tidak terdeteksi
sebelumnya
Tali pusat: adanya infeksi
Bayi sudah pandai menyusu dan ibu sudah
mengerti cara pemberian ASI yang benar.

Bila terdapat kesenjangan dalam menafsirkan
masa gestasi dengan pemeriksaan fisik, hari
pertama haid terakhir, dan analisis cairan
amnion dengan evaluasi janin secara USG
maka bayi harus digolongkan dalam bayi
resiko tinggi