Anda di halaman 1dari 5

Teori Pertukaran Pemimpin-Anggota (Leader-Member Exchange/LMX)

LMX menegaskan pemimpin tidak memperlakukan semua pengikutnya sebagai


sekelompok orang sederajat secara seragam . Nyatanya pemimpinmembentuk koneksi
koneksi sepesifik dan unik dengan tiap bawahannya dan membentuk beberapa hubungan dua
arah.
Siklus Pembuatan Kepemimpinan
Tahap-tahap perkembangan
1. Pengambilan-peran terjadi diawal pengalaman kerja pengikut disini pemimpin
menawarka kesempatan dan mengevaluasi performa dan potensi dari pengikut..
2. Pembuatan-peran adalah fase berikutnya ketika peran dibuat berdasrkan proses
pembangunan kepercayaan . Ini tahap yang rapuhdan setiap penghianatan yang dilihat
pemimpin dapat mengeluarkan pengikut dari kelompok dalam yang sedang
berkembang dan dimasukan pada kelompok luar.
3. Rutinisasi terjadi ketika hubungan telah kokoh. Ini fase ketika kesamaan dan
perbedaan dikuatkan.
Tabel 13.1 Siklus Pembuatan Kepemimpinan
Sifat Orang Asing Kenalan Dekat Kematangan
Fase
pembangunan
hubungan
Timbal Balik
Jangka waktu
dan timbal balik
Pertukaran
pemimpin
anggota
Peningkatan
pengaruh

Pengambilan
Peran

Bayar dan bawa
Langsung

Rendah


Tidak ada
Pembuatan peran


Bercampur
Ada jeda

Sedang


Terbatas
Rutinitas peran


Saling berbuat baik
Tidak terhingga

Tinggi


Hampir tidak terbatas

Proses pembuatan kepemimpina LMX bergerak dari kiri ke kanan di tabel seperti yang
ditunjukan oleh panah masanya. Mungkin yang paling penting dari unsur penjabaran dari
model adalah fokus pada tanggung jawab pemimpin untuk meningkatkan keefektifan
organisasi secara keseluruhan dengan mengembangkan lebih banyak kelompok dalam dan
mengurangi jumlah kelompok luar.
Kesimpulan Model LMX
LMX merupakan salah satu model teori keterkaitan yang paling sederhana. Melihat pada
model pemimpin pengikut situasi kita nudah dilihat bahwa LMX bahkan saat ini sebagian
besar merupakan proses pembangunan hubungan antara pemimpin dan pengikut Situasi baru
sedikit masuk kedalamnya dan hanya jika kita mempertimbangkan keinginan untuk
meningkatkan keefektifan organisasi dengan memaksimalkan jumlah kelompok dalam yang
pemimpin mungkin akan dikembangkan.
Model Keputusan Normatif
Adalah sebuah model keputusan normatif dimana diarahkan hanya untuk menentukan jumlah
masukan yang harus dimiliki bawahan dalam proses pembuatan keputusan
Tingkat Partisipasi
Bagaimana cara berbagai pemeimpin, pengikut, dan faktor situasional mempengaruhi
derajata ketika parisipasi bawahan dalam proses pembuatan kepustusan .
Kualitas dan Penerimaan Keputusan
Kualitas keputusan memiliki arti sederhana bahwa bila sebuah keputusn memiliki
alternatif lebih baik atau lebih burukyang rasional dan dapat ditentukan secara
objektif pemimpin harus memiliki alternatif yang lebih baik.
Penerimaan keputusan berimplikasi bahwa pengikut menerima keputusan seperti
keputusan itu milik mereka sendiri dan sama sekali tidak menuruti keputusan tersebut.
Pohon Keputusan
Vroom dan yertton mengembangkan model keputusan umum , mereka juga
mengembangan satu set pertanyaan untuk melindungi kualitas dan penerimaan
dengan mengelimenasi proses keputusan yang berakibat salah atau tidak pantas .
Secara umum, pertanyaan ini mengenai masalah itu sendiri jumlah informasi penting
yang dimiliki oleh pemimpin dan pengikut serta berbgai faktor situasi.

Untuk mempermudah para pemimpin meyekinkan jumlah partisipan bawahan yang
harus yakin atas kualitas dan penerimaan keputusan , Vroom dan Yertton
mengelompokan pertanyaan ini kedalam pohon keputusan.

Gambar 13.1 Pohon Keputusan Kepemimpinan oleh Vroom dan Yetton

Keterangan: Ja = iya
Nein = tidak
A. Apakah masalah memenuhi ketentuan kualitas?
B. Apakah saya memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan berkualitas
tinggi?
C. Apa masalah terstruktur
D. Apa penerimaan subordinasi penting untuk pelaksanaan yang efektif?
E. Jika saya membuat keputusan sendiri apa alasan yang tepat untuk diterima oleh
bawahan?
F. Apkah bawahan membagi tujuan perusahaan untuk dicapai dalam menyelsaikan
masalah ini?
G. Apa maslah yang terjadi antar bawahan menwarkan solusi yang mirip?

1. Autocratic I: membuat keputusan dengan menggunakan informasi yang saat ini
terdapat pada pemimpin.
2. Autocratic II: membuat keputusan dengan menggunakan informasi yang terdapat pada
seluruh anggota kelompok tanpa terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari
penyampaian informasi yang mereka berikan.
3. Consultative I: berbagi akan masalah yang ada dengan individu yang relevan,
mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa melibatkan mereka ke dalam kelompok;
lalu membuat keputusan.
4. Consultative II: berbagi masalah dengan kelompok, mendapatkan ide-ide dan saran
mereka saat diskusi kelompok berlangsung, dan kemudian membuat keputusan.
5. Group II: berbagi masalah yang ada dengan kelompok, mengepalai diskusi kelompok,
serta menerima dan menerapkan keputusan apapun yang dibuat oleh kelompok.
Kesimpulan mengenai Model Keputusan Normatif
Gambar 13.2 Faktor-faktor Model Kepemimpinan Normatif dan Penggambaran Interaksional

Pemimpin cendrung membuat keputusan yang efektif atau keputusan yang berhasil ketika
mereka mengikuti kelompoknya dibandingkan saat ia mengacuhkan mereka bagaimanapun
meskipun pemimpin membuat keputusan yang lebih efektif saat menggunakan model ini .
Penemuan berikutnya menyatakan proses kepemimpinan dan efektifitas kepemimpinan
merupakan fenomena yang kompleks menjadi pengambil keputusan bukan bukan alasan yang
cukup menjadi pemimpin yang baik. Permaslah lain dengan model ini adalah menyorot
pengambilan keputusan sebagai kepentingan di suatu waktu, menyimpulkan pemimpin
memiliki kemampuan yang cukup untuk menggunakan lima prosedur keputusan dan
menyimpulkan bebrapa metode bukan merupakan situasi yang terbaik untuk situasi tertentu.