Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap aktivitas yang melibatkan faktor manusia, mesin dan
bahan yang melalui tahapan proses memiliki risiko bahaya dengan
tingkatan risiko berbeda beda yang memungkinkan terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Risiko kecelakaan dan
penyakit akibat kerja tersebut disebabkan karena adanya sumber
sumber bahaya akibat dari aktivitas kerja di tempat kerja. Tenaga
kerja merupakan aset perusahaan yang sangat penting dalam
proses produksi, sehingga perlu diupayakan agar derajat
kesehatan tenaga kerja selalu dalam keadaan optimal. Umumnya di
semua tempat kerja selalu terdapat sumber-sumber bahaya.
Hampir tidak ada tempat kerja yang sama sekali bebas dari sumber
bahaya (Sahab S, 1997). Sumber-sumber bahaya perlu
dikendalikan untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat
kerja. Untuk mengendalikan sumber sumber bahaya, maka
sumber-sumber bahaya tersebut harus ditemukan. Adapun untuk
menemukan dan menentukan lokasi bahaya potensial yang dapat
mengakibatkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka perlu
diadakan identifikasi sumber bahaya potensial yang ada di tempat
kerja. Pengendalian faktor-faktor bahaya yang dilakukan untuk
2



meminimalkan bahkan menghilangkan penyakit akibat kerja dan
kecelakaan kerja adalah dengan cara pengendalian teknis dan
administratif, tetapi banyak perusahaan yang menolak untuk
melaksanakan pengendalian tersebut dengan alasan biaya yang
mahal. Maka perusahaan tersebut mengupayakan dengan
merekomendasikan metoda safety inspection.
Dalam dunia perindustrian pertambangan, PT.Pertamina
Asset 3 Klayan Cirebon. merupakan perusahan yang berada dalam
posisi yang mapan. Selain itu PT.Pertamina Asset 3 Klayan
Cirebon. juga sangat peduli akan keselamatan dan kesehatan kerja
serta lingkungan hidup. Maka dari itu, penulis tertarik untuk
melakukan kerja praktek di PT.Pertamina Asset 3 Klayan Cirebon.
Karena pada hakekatnya safety incpection merupakan cara untuk
menganalisa sumber bahaya . Melalui kegiatan kerja praktek ini,
penulis mencoba untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang
berkaitan dengan safety incpection, yang akan digunakan sebagai
laporan dengan judul Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan
Kerja di PT. Pertamina Asset 3 Klayan Cirebon.





3



1.2 Tujuan Kerja Praktek
Adapun tujuan yang hendak dicapai sehubungan dengan
pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
1.2.1 Tujuan Umum
1) Mengetahui informasi mengenai gambaran pelaksanaan
pekerjaan perusahaan atau di institusi tempat kerja
praktek berlangsung.
2) Menerapkan ilmu pengetahuan yang di dapat dari bangku
perkuliahan.
3) Meningkatkan daya kreativitas dan keahlian di bidang
keselamatan kerja.
1.2.2 Tujuan Khusus
1) Mengetahui tentang inspeksi K3 yang baik dan benar.
2) Mengetahui mengetahui teknik pemeriksaan yang benar
di tempat kerja
3) Mengetahui mengetahui seberapa sering Inspeksi K3
dilakukan di tempat kerja.






4



1.3 Manfaat
Manfaat yang diperoleh selama Kerja Praktek adalah:
1.3.1 Manfaat untuk perusahaan:
1) Mendapatkan mendapat masukan yang relevan dengan
kegiatan manajemen operasional institusi tempat kerja
praktek dari tenaga pembimbing akademik.
2) Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan pada
spesialisasi yang ada pada perusahaan tersebut.
1.3.2 Manfaat untuk Akamigas Balongan :
1) Sarana pemantapan keilmuan bagi mahasiswa dengan
mempraktekkan didunia kerja.
2) Sarana untuk membina hubungan kerjasama dengan
perusahaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
3) Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan
bermanfaat antara perusahaan tempat kerja praktek
dengan jurusan fire and safety AKAMIGAS BALONGAN.
1.3.3 Manfaat Untuk Mahasiswa :
1) Mengenal secara dekat dan nyata kondisi dilingkungan
kerja.
2) Mengaplikasikan keilmuan mengenai keselamatan kerja
yang diperoleh dibangku kuliah dalam praktek dan kondisi
kerja yang sebenarnya.
5



3) Memberikan kontribusi yang positif terhadap perusahaan
tempat mahasiswa kerja praktek.

1.4 Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan kerja praktek ini adalah penerapan inspeksi
keselamatan dan kesehatan kerja di PT.Pertamina Asset 3 Klayan
Cirebon. pada 1 Oktober 2014 sampai 1 November 2014.