Anda di halaman 1dari 8

Kontrasepsi dan Premenstrual Syndrom

Kontrasepi
Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti melawan atau
mencegah, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan
sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel
telur dengan sperma.
Kontrasepsi oral, merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak disukai oleh para
perserta Keluarga Berencana. Hal ini terungkap dari data yang disampaikan oleh Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada bulan Maret 2011, yang
menyatakan bahwa Peserta KB Baru secara nasional pada bulan Maret 2011 sebanyak
739.500 peserta, apabila dilihat per mix kontrasepsi maka persentasenya adalah sebagai
berikut : 48.891 peserta IUD (6,61%), 9.634 peserta MOW (1,30%), 2.508 peserta MOP
(0,34%), 47.824 peserta Kondom (6,47%), 50.781 peserta Implant (6,87%), 373.154 peserta
Suntikan (50,46%), dan 206.708 peserta Pil (27,94%). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa
peserta Pil menduduki peringkat kedua setelah peserta Suntikan. (1). Sedangkan di Jawa
Timur, angka peserta KB yang menggunakan Pil sebesar 23.53%, Suntikan, sebesar 60.13%,
IUD 5.84%, MOW 1.73 %. MOP 0.40%, Kondom 4.04% dan Implant 4.32% (1).
Macam-macam Kontrasepsi

1. MAL (Metode Amenore Laktasi)
Adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara
eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun minuman
apapun lainnya.
2. Kondom
Merupakan selubung/sarung karet sebagai salah satu metode kontrasepsi atau alat
untuk mencegah kehamilandan atau penularan penyakit kelamin pada saat
bersenggama
3. AKDR ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim dengan menjepit kedua saluran yang
menghasilkan indung telur sehingga tidak terjadi pembuahan, terdiri dari bahan
plastic polietilena, ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak. Cara kerja:
Mencegah terjadinya fertilisasi, tembaga pada AKDR menyebabkan reaksi inflamasi
steril, toksik buat sperma sehingga tidak mampu untuk fertilisasi
4. MOW atau Tubektomi
Tubektomi (Metode Operasi Wanita/MOW) adalah metode kontrasepsi mantap yang
bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara
mengoklusi tubafalupii (mengikat dan memotong atau memasang cincin),sehingga
sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
5. Vasektomi
Vasektomi(Metode Operasi Pria/MOP) adalah prosedur klinik untuk menghentikan
kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasadeferensia sehingga alur
transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak
terjadi.
6. PIL dan Injeksi
Hormon Progestin adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan progestin, yaitu
bahan tiruan dari progesterone bisa berupa pil, suntik dan implant selain itu Hormon
ada juga metode Kombinasi yaitu metode kontrasepsi dengan menggunakan
kombinasi hormon mengandung hormon esterogen dan progesteron
7. Implant
Implan adalah alat kontrasepsi bawah kulit yang mengandung progestin yang
dibungkus dalam kapsul silastik silikon pol idimetri


Penggunaan Kontrasepsi Kombinasi
Kontrasepsi Kombinasi adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan kombinasi hormon
mengandung hormon esterogen dan progesterone. Kontrasepsi jenis ini biasanya bisa berupa
pil atau suntik.
Cara kerja kontrasepsi kombinasi yaitu dengan :
1. Pengeluaran LH (Luteinizing Hormone) akan dihambat, sehingga ovulasi tidak
terjadi.
2. Meningkatkan motilitas tuba Fallopii dan uterus sehingga fertilisasi akan sulit terjadi.
3. Pada traktus urogenitalis terjadi modifikasi pematangan endometrium sehingga
implantasi menjadi sukar, dan terjadi pula pengentalan dari lendir serviks uteri
sehingga pergerakan sel sperma menjadi terhalang
Keuntungan dan keterbatasan kontrasepsi kombinasi





Metode Implant


Pre menstrual Syndrom
Definisi
Sindrom premenstruasi = Premenstrual syndrome (PMS) = merupakan kumpulan dari
gejala - gejala fisik dan emosi yang berhubungan dengan siklus menstruasi seorang
wanita. Sekitar 85% wanita usia reproduksi sehat mengalami satu atau dua gejala dari
PMS. Sementara 2 -10% menunjukkan gejala sindrom pra haid berat, atau Premenstrual
Dysphoric Disorder (PMDD). Gejala yang terjadi berbeda untuk setiap wanita, namun
pada umumnya sama untuk setiap individu. Gejala konsisten dan berulang, dapat
diprediksi terjadi pada 10 hari terakhir, hilang saat haid dimulai atau segera setelah haid
mulai
Penyebab
Penyebab premenstrual sindrom masih belum jelas sampai saat ini tetapi diduga
disebabkan oleh :
1. Ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron (kelebihan estrogen atau
kekurangan progesteron dalam fase luteal dari siklus menstruasi).
2. Faktor-faktor genetik. Sekitar 70 % wanita yang memiliki ibu dengan pre menstrual
syndrome akan mengalami hal yang sama.
3. Gangguan fungsi serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan
kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi
4. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak (dapat mengganggu keseimbangan mekanisme
tubuh yang mengontrol produksi hormon estrogen dan progesteron).
5. Kelebihan atau defisiensi kortisol dan androgen.
6. Kelebihan hormon anti dieresis. Batas tertentu estrogen menyebabkan retensi garam
dan air serta berat badannya bertambah. Mereka yang mengalami akan menjadi
mudah tersinggung, tegang, perasaan tidak enak (premenstrual tension), dan gejala-
gejala dapat dicegah bila pertambahan berat dicegah. Peranan estrogen pada
premenstrual tension tidak nyata, sebab ketegangan ini timbul terlambat pada siklus
tidak pada saat ovulasi waktu sekresi estrogen berada pada saat puncaknya. Kenaikan
sekresi vasopresin kemungkinan berperan pada retensi cairan pada saat premenstruasi
7. Abnormalitas sekresi opiate endogen atau melatonin.
8. Defisiensi vitami A, B1, B6 atau mineral, seperti magnesium. vitamin B6 (Piridoksin)
yang dikenal sebagai vitamin anti depresi karena berfungsi mengontrol produksi
serotonin
9. Hipoglikemia reaktif.

Faktor Yang Meningkatkan Terjadinya Pre Menstruasi Sindrom
1. Wanita yang pernah melahirkan.
2. Wanita yang sudah menikah.
3. Usia yang semakin tua (antara 30-40 tahun).
4. Stres.
5. Mempunyai riwayat depresi (baik depresi pasca melahirkan).
6. Faktor diet (kebiasaan makan tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda,
produk susu, makanan olahan).
7. Kekurangan zat gizi seperti kurang vitamin B (vitamin B6), vitamin E, vitamin C,
magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat.
8. Kebiasaan merokok dan minum beralkohol.
9. Gaya hidup (kurang olahraga, diet tinggi gula, konsumsi tinggi garam, minum
alkohol, konsumsi tinggi kafein).
Gejala-gejala Premenstrual Syndrom
Gejala Fisik Gejala Emosional
Perut kembung Depresi
Nyeri payudara Cemas
Sakit kepala Suka menangis
Kejang atau bengkak pada kaki Sifat agresif atau pemberontakan
Nyeri panggul Pelupa
Hilang koordinasi Tidak bisa tidur
Nafsu makan bertambah Merasa tegang
Hidung tersumbat Irritabilitas
Tumbuh jerawat Suka marah
Sakit pinggul Paranoid
Suka makan manis atau asin Perubahan dorongan seksual
Palpitasi Konsentrasi berkurang
Peka suara atau cahaya Merasa tidak aman
Rasa gatal pada kulit Pikiran bunuh diri
Kepanasan Keinginan menyendiri
Perasaan bersalah
Kelemahan

Treatment Yoga dan Relaksasi dalam Penanganan Pre Menstrual Syndrom