Anda di halaman 1dari 5

1

Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles



Lembar Tugas Mandiri
Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles
Ranti Fabrianne / 1106020522 / Teknik Kimia
Heat Capacity
Kapasitas panas (heat capacity) adalah jumlah panas yang diperlukan untuk
meningkatkan temperatur padatan sebesar satu derajat K. Beberapa konsep mengenai
kapasitas panas dinyatakan dengan dua cara, yaitu
1. Kapasitas panas pada volume konstan, Cv, dengan relasi


dengan E adalah energi internal padatan yaitu total energi yang ada dalam padatan
baik dalam bentuk vibrasi atom maupun energi kinetik elektron-bebas.
2. Kapasitas panas pada tekanan konstan, Cp, dengan relasi


dengan H adalah enthalpi.
Entalpi (H) adalah jumlah energi yang dimiliki sistem pada tekanan tetap. Entalpi (H)
dirumuskan sebagai jumlah energi yang terkandung dalam sistem (E) dan kerja (W).

Dengan W = P V, E merupakan energi (joule), W merupakan kerja sistem (joule), volume
(liter), dan P merupakan tekanan (atm).
Rumus kalor :

Dengan q adalah jumlah kalor (Joule), m adalah massa zat (gram), t adalah perubahan suhu
(t
akhir
- t
awal
), dan C adalah kalor jenis.
Energy Analysis of Cycles
a. Siklus Keseimbangan Energi
Keseimbangan energi untuk sistem sebuah siklus termodinamika dapat dirumuskan
dengan :

2
Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles



dimana



merupakan perpindahan energi dari panas dan kerja dari sebuah
siklus. Karena sistem dikembalikan ke keadaan awal setelah siklus, tidak terjadi perubahan
energi. Sehingga,

= 0. Persamaan menjadi,








Hot body Qout Hot body


Cold Body Qout Cold Body

Gambar 1. Skema diagram dari 2 siklus
(Sumber : Fundamentals of Engineering Thermodynamics, Moran, M.J. Shapiro, H.N. 2004)
b. Siklus Kerja
Dari gambar 1, terlihat bahwa adanya perpindahan kerja dari energi (sistem) ke
lingkungan. Ini yang dinamakan dengan siklus kerja. Dengan kata lain, kerja yang keluar
sama dengan perpindahan panas dari siklus tersebut.

merupakan perpindahan panas menuju sistem dari benda yang panas dan


merupakan perpindahan panas yang keluar dari sistem menuju benda yang dingin.


harus lebih besar daripada

untuk siklus kerja.
Thermal efficiency
Efesiensi termal adalah tingkat energi konversi dari panas untuk bekerja. Kinerja
sistem sebuah siklus kerja dapat dideskripsikan dengan sejauh mana energi yang
ditambahkan oleh panas

, yang kemudian diubah dalam bentuk kerja

.

Sistem



Sistem



3
Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles


Berdasarkan hukum pertama termodinamika, output tidak bisa melebihi input,
sehingga

Ketika ditulis dalam persentase, efisiensi termal harus berada di antara 0% dan 100%. Karena
inefisiensi seperti gesekan, hilangnya panas, dan faktor lainnya, efisiensi termal mesin tidak
pernah mencapai 100%.
c. Siklus refrigerasi dan pipa panas
Untuk siklus ini,

merupakan perpindahan energi panas menuju sistem (cold body)


dan

merupakan perpindahan energi panas yang ditambahkan dari sistem (hot body).



Siklus refrigerasi
Siklus refregerasi merupakan perbandingan antara energi yang diterima sistem dari
cold body

dengan kerja yang dilakukan oleh sistem tersebut. Koefisien dari siklus
refrigerasi adalah .


Siklus Pipa Panas
Siklus pipa panas merupakan perbandingan antara energi yang keluar dari sistem pada
suatu siklus

dengan kerja yang dilakukan oleh sistem. Koefisien dari siklus pipa panas
adalah .

4
Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles



5
Heat Capacity and Energy Analysis of Cycles

DAFTAR PUSTAKA
Ratna, dkk. 2009. Kapasitas panas, Panas Spesifik, dan Kalorimetri. http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/kapasitas-panas-panas-spesifik-dan-
kalorimetri/ diakses pada tanggal 27 Februari 2013
Moran, M.J. Shapiro, H.N. 2004. Fundamentals of Engineering Thermodynamics. New York
: John Wiley & Sons, Inc