Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN LABORATORIUM

SISTEM TRANSMISI


NOMER PERCOBAAN : 01
JUDUL PERCOBAAN : Impedansi Karakteristik Saluran Dua Kawat



Nama Praktikan : 1. Linawati (1312030038)
Partner : 2. Rizqia Irawati (1312030047)
3. Sobar Wilman (1312030048)
Tanggal Percobaan : 1 September 2014
Kelas : T.Telekomunikasi 5A

Dosen : Yenniwarti Rafsyam, SST., MT


Jurusan Teknik Elektro
Program Studi Telekomunikasi
Politeknik Negeri Jakarta
2014

MENENTUKAN IMPEDANSI KARAKTERISTIK
DARI SUATU SALURAN DUA KAWAT
1. Tujuan Percobaan
Percobaan percobaan ini bertujuan untuk
1.1. Mengukur impedansi karakteristikdari suatu saluran simestris.
1.2. Mengukur arus masukan dan tegangan masukan pada saluran, bila
terminalnya hubung singkat dan bila ujung salurannya terbuka.
1.3. Menghitung impedansi karakteristik dari nilai-nilai yang diperoleh dalam
pengukuran.
1.4. Menentukan magnitude impedansi karakteristik sebagai suatu fungsi
frekuensi.
1.5. Menentukan terminal saluran terbaik untuk transmisi dalam rentang
frekuensi medium.
1.6. Mengetahui efek panjang saluran pada impedansi karakteristik.

2. Diagram Rangkaian
2.1.





2.2.



3. Instrumen-instrumen / Komponen






4. Pendahuluan
No Alat dan Komponen Jumlah
1 model saluran transmisi 0,9 ; 0,85 km 2 buah
2 Generator Fungsi 0,2 Hz 200 kHz 1 buah
3 Osiloskop dual-trance dengan input diferensial 1 buah
4 resistor terminating 300 ohm 2 buah
5 catu daya 1 buah
6 probe test, 10 : 1 2 buah
7 adapter probe 2 buah
8 Universal Bridge 1 buah
9 multimeter 1 buah
10 set kabel penghubung dan plug 1 buah

Agar dapat memperkirakan kemampuan penggunaan suatu saluran untuk
suatu rentang frekuensi transmisi, perlu diketahui impedansi karakteristik saluran.
Dari magnitude impedansi karakteristik, saluran dapat disesuaikan dengan suatu
harga optimum.
Impedansi karakteristik tergantung dari konstruksi geometrik saluran.
Sebagaimana digambarkan dalam rangkaian ekivalen dibawah ini, impedansi
karakteristik tersebut dapat direpresentasikan dengan sederetan resistor yang
sangat kecil dan koil-koil yang terhubung seri serta sambungan parallel dari
sejumlah kapasitor-kapasitor yang sangat kecil dan konduktansi.

Gambar. 1
Resistansi R dari suatu saluran tergantung pada diameter saluran dan
bahan yang digunakan dalam pembuatan kawat.
Nilai resistansi R ditulis dalam Ohm/km.
Induktansi L, kapasitansi C, dan konduktansi G, semua tergantung pada
jarak antar saluran, diameter saluran dan isolasi bahan yang digunakan.
Induktansi dituliskan dalam mH/km, kapasitansi dalam nF/km dan
konduktansi dalam S/km. Sebagai contoh, nilai-nilai karakteristik saluran yang
mempunyai diameter 0,9 mm, dengan isolasi plastik adalah :
R = 57,8 ohm/km
L = 0,7 mH/km
C = 34 nF/km
G = 1 S.km

Diagram berikut ini, menunjukkan metoda pengukuran impedansi
karakteristik.

Gambar 2.

1. Dengan saluran yang berujung terbuka, pengukuran tegangan dan arus tak
langsung dibuat untuk menentukan seluruh nilai konduktansi (G) dan seluruh
nilai kapasitansi (Xc).

resistansi saluran berujung terbuka



Gambar 3.
2. Dengan keluaran terhubung singkat (gb. 3) resistansi total dari seluruh resistor
(R) dan induktansi koil (XL) yang terhubung secara seri diukur.

resistansi hubungan singkat.


Impedansi karakteristik dihitung dari nilai-nilai yang diperoleh untuk Ro dan
Rsh, untuk setiap frekuensi yakni :

Dalam latihan ini, digunakan sebuah model saluran transmisi, yang
mempunyai rangkaian ekivalen sebagai berikut :

Gambar 4.
Simulasi dari nilai-nilai konduktansi, telah dihilangkan.

5. Percobaan
5.1. Membuat sebuah rangkaian seperti ditunjukkan dalam diagram 2.1.
Mengatur osiloskop pada masukan diferensial.
Memasangkan probe tes 10:1 dengan hati-hati.
Catatan : Menggunakan defleksi yang sama untuk kedua kanal Y.

Ug = 4 Vpp 1,42 Vrms 5,25 dB, (mengusahakan agar nilai-nilai ini
konstan selama percobaan ; mengukur dengan sebuah mV meter atau dB
meter).
Pada frekuensi yang telah ditentukan, melengkapi pengukuran yang
diperlukan untuk tabel 1.
Ue adalah tegangan masukan saluran yang harus diukur (pengukuran
diferensial), UR adalah tegangan jatuh pada resistor 300 ohm, yang
digunakan untuk mengukur arus masukan secara tidak langsung, Ie.

Dari nilai tegangan terukur, menghitung nilai-nilai Ro dan Rsh

; dimana

, kemudian



. 300 ohm
Dari nilai-nilai Ro dan Rsh, menghitung impedansi karakteristik :

5.2. Mentransfer nilai-nilai impedansi karakteristik (Z) dalam grafik pada lembar
kerja 2.
5.3. Membuat rangkaian seperti dalam diagram 2.2
Menentukan impedansi karakteristik untuk frekuensi seperti tercantum
dalam tabel 2, mengikuti metoda yang digunakan dalam 5.1.
Membandingkan nilai-nilai yang diperoleh dengan nilai-nilai dalam grafik.
5.4. Memeriksa hasil yang diperoleh
5.5. Menghitung resistansi terminating optimum untuk frekuensi medium
transmisi, 800 Hz.











6. Data Hasil Percobaan
(lembar kerja 1)
Untuk 5.1.
Tabel 1

Pengukuran pada suatu saluran untuk menentukan impedansi karakteristik.
Panjang saluran = 0,85 km; diameter = 0,9 mm.
Ujung Terbuka Hubung Singkat
f [Hz] Ue[Vpp] UR[Vpp] Ro[] Ue[Vpp] UR[Vpp] Rsh[] Z[]
100
200
300
400
500
600
800
1000
2000
3000
4000
5000
6000
8000
10000







(lembar kerja 2)

Impedansi karakteristik sebagai suatu fungsi frekuensi panjang saluran = 0,85 km
; diameter = 0,9 mm




(lembar kerja 3)
Untuk 5.3
Tabel 2

Pengukuran-pengukuran pada saluran untuk menetukan impedansi karakteristik.
Ujung Terbuka Hubung Singkat
f [Hz] Ue[Vpp] UR[Vpp] Ro[] Ue[Vpp] UR[Vpp] Rsh[] Z[]
100
200 - - - - - - -
300 - - - - - - -
400
500 - - - - - - -
600 - - - - - - -
800
1000 - - - - - - -
2000 - - - - - - -
3000
4000 - - - - - - -
5000 - - - - - - -
6000
8000 - - - - - - -
10000






7. Analisa dan Pembahasan

Pada percobaan ini yaitu percobaan menentukan impedansi karakteristik
saluran dua kawat dimana pada percobaan ini menggunakan rangkaian seperti
Gambar 2.1 dengan nilai R konstan (300) dan output atau nilai dari Ue dan UR
didapat dari Osiloskop. Pada saat rangkaian ujung terbuka ( open ended circuit )
nilai Ie ini sangat tergantung pada nilai UR ,semakin besar nilai UR maka semakin
besar pula nilai Ie seperti yang tergambar dalam rumus berikut :

,
Dan saat nilai frekuensi semakin besar nilai Ue dan UR semakin kecil,sehinggan
nilai Ro semakin kecil karena nilai Ro tergantung pada nilai Ue,seperti dijelaskan
dalam rumus berikut :

.
Dan untuk rangkaian yang terhubung singkat nilai UR yang didapat semakin besar
seiring dengan nilai frekuensi yang semakin besar pula,sedangkan nilai Z yang
merupakan impedansi karakteristik didapat semakin kecil
Perbedaan untuk rangkaian yang terhubung dengan ujung terbuka dan rangkaian
yang terhubung singkat yaitu bila suatu rangkaian dengan ujung terbuka, yang
dihasilkan adalah nilai resistansi Ro,sedangkan apabila rangkaian terhubung
singkat maka didapat nilai Rsh dan impedansi Z. Dan untuk nilai impedansi Z
didapat pula pada rangkaian dengan ujung terbuka dari nilai Ro nya , dimana nilai
impedansi Z didapat dari hasil akar dari perkalian nilai Ro saat rangkaian ujung
terbuka dan Rsh saat rangkaian terhubung singkat .







Kesimpulan
Jadi pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa nilai karakteristik saluran dua
kawat ini didapat dari hasil pengukuran arus input dan tegnaga