Anda di halaman 1dari 14

INTI TOYOTA PRODUCTION SYSTEM:

MENGHILANGKAN PEMBOROSAN
8 waste / muda
1. Muda of over production yaitu memproduksi
melebihi yang diinginkan oleh konsumen
sehingga menimbulkan stock.
2. Muda of inventory, ini adalah hasil adanya over
production, jika dapat memproduksi sesuai yang
dibutuhkan pada proses selanjutnya berarti telah
melakukan eliminasi muda of inventory.
3. Muda of waiting, seringkali ditemukan seorang
operator menunggu materil tiba baru kemudian
mereka menghidupkan mesin, hal ini merupakan
sesuatu yang tidak ada nilainya (non-value
added) ketika operator hanya melihat dan
menunggu.
8 waste / muda
4. Muda of motion , ketika opertor berkeliling untuk
mencari tools atau untuk mendapatkan benda
kerja merupakan sesuatu yang tidak punya nilai
tambah (no value added)
5. Muda of transportation , ketika material bergerak
diatas truk, conveyor, forklift merupakan sesuatu
yang no value added.
6. Muda of producing rejects , menghasilkan reject
cenderung mengakibatkan rework atau bahkan
material terbuang sia-sia (big muda).
7. Muda of processing , dengan menyusun lagi aliran
proses dengan baik seringkali dapat
menghilangkan beberapa proses yang tidak perlu
8. Kreativitas karyawan yang tidak dimanfaatkan
HEIJUNKA
PROSES YG STABIL DAN TERSTANDARISASI
MANAJEMEN VISUAL
FILOSOFI TOYOTA WAY
JUST IN TIME
Komponen, jumlah dan
waktu yang tepat
Perencanaan takt
Aliran kontinyu
SistemTarik
Changeover cepat
Logistik terintegrasi
JIDOKA
Membuat masalah
terlihat
Penghentian otomatis
Andon
Pemisahan orang
mesin
Pengendalian kualitas
Memecahkan masalah
(5wH)
Orang dan Kerjasama
Kelompok
Seleksi
Sasaran Bersama
Pengambilan keputusan
Crostrained
Continuous improvement
Pengurangan pemborosan
Genchi Genbutsu
5 WH
Peka thd Muda
Problem solving
Kualitas Terbaik BiayaTerendah Lead time tersingkat, -
K3 terbaik Semangat tinggi
Pembelajaran Org dg Kaizen
Genchi Genbutsu
Buat Keputusan Perlahan, tapi
implementasikan dg cepat
Kembangkan Pemimpin
Kembangkan Orang2
Kembangkan para pemasok
Ciptakan proses yg mengalir
Gunakan sistemTarik
Heijunka
Jidoka
Standarisasi CI
Gunakan alat kendali visual
Gunakan teknologi handal
Buat keputusan berdasarkan filosofi
jangka panjang
PRINSIP
TOYOTA WAY
Toyota Way dalam Praktek :
Pengembangan Lexus (1)
Alasan Membeli Alasan untuk menolak dari Pesaing
Benz Kualitas, nilai investasi, kokoh Terlalu kecil,, tampilan tampak lebih
lemah
BMW Gaya, penanganan, fungsional Terlalu banyak di jalanan
Audi Gaya, ruang yang luas, terjangkau Kualitas dan pelayanan yang buruk
Volvo Keamanan, kehandalan, kualitas, kokoh Tampilan seperti kotak
Jaguar Tampilan paling menarik Kualitas yang buruk, interior yang
sempit
Eropa Kualitas, nilai investasi, kokoh
Amerika
(Cadillac)
Peralatan dan fitur, kualitas yang buruk, besar, terlalu dilebih
lebihkan, sofa di atas roda (terlalu lembut), mengeluarkan bunyi
gemeretak setelah enambulan
Jepang
(Nissan Maxima)
Terlalu kecil, tidak memiliki status, tidak ada citra keberhasilan
(Acura)
Toyota Way dalam Praktek :
Pengembangan Lexus (2)
TARGET-TARGET BAGI LEXUS
Celsior (LS400) Mercede 420
SE/560 SE
BMW 735i
KecepatanTertinggi 250 km/h 222 km/h 220 km/h
Konsumsi BBM
(lokal /jalan tol)
7,0 km/l 5,4 km/l 5,3 km/l
Karakteristik Suara Sangat halus di
kecepatan tinggi (
58dB @ 100 km/h
dan 73 dB @ 200
km/h)
61 dB (100 km/h)
76 dB (200 km/h)
63 dB (100 km/h)
78 dB (200 km/h)
Aerodinamis (Cd) 0.28 0.29 0.32 0.37
Berat Kendaraan 1.710 kg 1.760 kg 1.760 kg
Toyota Way dalam Praktek :
Pengembangan Lexus (3)
TUJUAN TANPA KOMPROMI
1. Penanganan yang
hebat / stabilitas pada
kecepatan tinggi
TETAPI JUGA
Berkendara dengan
menyenangkan
2. Cepat dan perjalanan
yang lembut
TETAPI JUGA Konsumsi bahan bakar
yang rendah
3. Sangat tenang TETAPI JUGA Bobot yang ringan
4. Style yang elegan TETAPI JUGA Aerodinamik yang hebat
5. Kehangatan TETAPI JUGA Interior yang fungsional
6. Stabilitas yang baik
pada kecepatan tinggi
TETAPI JUGA Nilai Cd yang bagus (friksi
yang rendah)
Toyota Way dalam Praktek :
Pengembangan Lexus (4)
Toyota Way dalam Praktek :
Pengembangan Lexus (5)
Toyota Way dalam Praktek : Abad baru, BB
Baru, Proses perancangan Baru Prius (1)
PROYEK G 21 - 1993
1. Ruang kabin yang lega
2. Posisi tempat duduk yang relatif tinggi
3. Eksterior yang aerodinamis, tinggi 1500 mm
4. Penggunaan bahan bakar yang hemat, 20 km per liter
5. Mesin kecil yang dipasang secara horizontal dengan
transmisi yang bervariasi
Toyota Way dalam Praktek : Abad baru, BB
Baru, Proses perancangan Baru Prius (2)
Uchiyamada chief engineer
Obeya (ruangan besar) sebagai ruang kendali
Keyword Pengembangan : SDA, lingkungan
Prius dikembangkan sampai akhir 1998
CEO Horoshi Okuda meminta dimajukan satu
tahun
Berhasil diluncurkan Oktober 1997
Toyota Way dalam Praktek : Abad baru, BB
Baru, Proses perancangan Baru Prius (3)
Toyota Way dalam Praktek : Abad baru, BB
Baru, Proses perancangan Baru Prius (4)
Tim lintas fungsi dan chief engineer bekerja
sama hampir setiap hari dalam ruangan yang
sama (obeya)
Enjiniring secara simultan antara bagian
desain dan manufakturing