Anda di halaman 1dari 41

KEGAWATDARURATAN

OBSTETRI
oleh :
Dr.dr.H.M.A. Ashari SpOG (K)
Disampaikan dalam acara
Peningkatan kwalitas BIDAN untuk mencegah
M & M Maternal demi Succesnya MDGs 2015
IBI Bantul Januari 2013
Gawat : berhubungan dengan nyawa
Darurat : berhubungan dengan tindakan

Kegawatdaruratan :
- Terjadi tiba-tiba
- Dapat disertai kejang
- Akibat dari komplikasi yang tidak
ditangani atau dipantau dengan
semestinya.
Menghindari Kegawatdaruratan
Dapat dihindari dengan
perencanaan dengan seksama
Mengikuti petunjuk-petunjuk
klinis
Pemantauan terhadap ibu
Reaksi terhadap kegawat daruratan
Untuk bereaksi terhadap
kegawatdaruratan diperlukan tenaga
medis yang mengetahui peranannya
masing-masing
Tenaga medis perlu mengetahui :
- keadaan klinis, dx, dan penanganannya
- kegunaan, pemberian, dan efek samping obat
- peralatan gawat darurat dan cara kerjanya
Penanganan Awal
Bagi Penolong :
Tetap tenang, berpikir logis, dan
memusatkan perhatian pada ibu
Menjaga ibu
Hindari kebingungan


Penanganan Awal
Bagi Penderita :
Letakkan ibu dalam posisi berbaring
miring dg sisi kiri di bawah dan kaki
dinaikkan, longgarkan pakaian yg ketat
Bantu ibu tetap tenang dengan
mengajak berbicara
Lakukan pemeriksaan secara cepat
termasuk vital sign (T, N, R, dan S)
Perkirakan jumlah darah/ cairan yg hlg
dan nilai tanda dan gejala yg ada

Meminta Pertolongan
Jika ibu tidak sadar : pastikan jalan
napas, pernapasan, dan sirkulasi
dg baik
Jika dicurigai terjadi syok segera
lakukan penatalaksanaan syok
karena kondisi dapat semakin
memburuk

Dalam hal kegawatan yg berhub dg
kematian tdk lepas dr penyebab
kematian yi :
- Perdarahan
- Preeklamsia/ Eklamsia
- Infeksi
- Distosia

Perdarahan
Dlm khmln perdarahan bisa tjd :
Trimester I :
- Abortus : ab. Incipien pdrhan
banyak, ab. Septik
- KET yg srg disertai preshock/
shock

Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik di tuba falopi
Pars interstitialis 2%
Pars ishtmika 12%
Pars ampula 80%
Pasr infundubularis dan fimbriae 6%
Anamnese :
wanita usia reproduksi
Amenorhea / tidak
Nyeri abdomen akut
Pingsan
Laboratorium :
Hb serial , Pptest (+) / (-)
Palpasi :
USG
Nyeri supra pubic, uni lateral / bilateral
Px Gynekologi :
Livide ?, fornix posterior ?
Slinger pain / nyeri goyang portio
Kuldocentesis / Douglas punctie
Prof laparotomi :
Collen sighn (+) , biru kehitaman

kuldosintesis
GEJALA
Nyeri Nyeri panggul atau abdomen hampir selalu
terdapat.
Nyeri dapat bersifat unilateral atau bilateral ;
terlokalisir atau menyebar.
Nyeri subdiafragma atau nyeri bahu tergantung ada
atau tidaknya perdarahan intra-abdominal.
Perdarahan Perdarahan uterus abnormal
(biasanya berupa bercak perdarahan ) terjadi pada
75% kasus yang merupakan akibat dari lepasnya
sebagian desidua.
Amenorea Amenorea sekunder tidak selalu
terdapat dan 50% penderita KE mengeluhkan
adanya spotting pada saat haid yang dinanti
sehingga tak jarang dugaan kehamilan hampir tidak
ada.
Sinkope Pusing, pandangan berkunang-kunang
dan atau sinkope terjadi pada 1/3 sampai kasus
KET.
Desidual cast 5 10% kasus kehamilan
ektopik mengeluarkan desidual cast yang sangat
menyerupai hasil konsepsi.
Trimester II :
- Mola Hidatidosa yg disertai
expulsi dan pdrhan banyak dg
pre shock/ shock

Tipe penyakit trofoblas
Merupakan penyakit trofoblas
gestational (PTG)
Benign
Mola hidatidosa (komplit atau
parsial)
malignant
Invasive mole
Choriocarcinoma
(chorioepithelioma)
Placental site trophoblastic tumor

Klasifikasi klinis dan patologis PTG
PATHOLOGIC
CLASSIFICATION
CLINICAL
CLASSIFICATION
Hydatidiform mole
*complete
*incomplete
Benign gestational
trophoblastic disease
Invasive mole

Malignant
trophoblastic disease
Nonmetastatic
Placental site
trophoblastic
tumor

Metastatic
Choriocarcinoma High risk Low risk
Perbedaan antara mola komplit dan
mola parsial
Perbedaan Mola Komplit Mola Parsial
Embrio atau jaringan
fetus
Tidak ada Ada
Gelembung villi Difus Fokal
Hiperplasia
trofoblastik
Difus Fokal
Kariotipe Paternal 46XX (96%)
atau 46XY (4%)
Paternal dan maternal
69 XXY atau 69 XYY
Malignant change 5-10% jarang
Diagnosis
Anamnesis : gejala-gejala
Tes kehamilan : kandungan -hCG
USG merupakan standar kriteria untuk
mengidentifikasi kedua bentuk mola (komplit
dan parsial). Mola komplit didapatkan
gambaran hujan salju pada USG.

Mola parsial
Mola komplit

Trimester III :
(Perdarahan Ante Partum)
- Placenta Praevia (PP)
- Solutio Placenta (SP)
- Robekan Sinus Marginalis (RSM)
- Vasa Praevia (VP)
- Lesi setempat (LSt)

Perdarahan Pasca Persalinan
(PPH/ PPB) terbagi 2 :
1. Awal/ primer/ early... : psbb
- Hipo/ Atonia Uteri (75 %)
- Laserasi jln lhr (25%)
- Ggn pembekuan drh

2. Lambat/ sekunder/ late : psbb
- KU jelek
- Febris puerperalis, septik
- Retensi sisa placenta
- Ggn pembekuan drh
- Semua di atas msbb hipo/ atonia uteri juga


Dapat dilakukan tindakan
pencegahan dg pemberian :
- oksitosin drip
- ergometrin 1 amp i.m
ergometrin amp i.v
- misoprostol :
fisiologis 200 mg (1 tab)
potensial bleeding 2 tab
PPH 2-6 tab (1200 mg)
Perdarahan Pasca Persalinan
Preeklamsia : Ringan / Berat
TRIAS :
HYPERTENSI : T 140/90 - 160/110, >
160/110 180/110 ; > 200/110
Proteinuria : Eiwit (+) ; > (++)
Oedema : Lokal / Anasarca
Tx : Preeklamsia ringan : istirahat
Preeklamsia berat : MgSO4 : 8
gram (4 gr + 4 gr)/ 10
cc boka & 10 cc boki (initial dose)
Eklamsia :
Trias : = pd Preeklamsia
Kejang , coma
Tx : = - pd Preeklamsia berat & sbg anti kejang bisa
diberikan diazepam 10 mg/ iv bila masih kejang 10
mg ditambahkan didlm infus RI

.

Infeksi
Srg msbb kegawatan septik shock.
Sedangkan shock dlm khmln
jenisnya :

JENIS SHOCK


1. SHOCK HYPOVOLEMIK:
Hemoragik: PP, SP, KET, Rup.ut.
Dehidrasi: Hyp, Gr-um, Diare, Diuresis
Syn. Supine Hipotensi: Tek.uterus Hml
pada V.Cava inferior
DIC, ok IUFD

2. SHOCK SEPTIK / ENDOTOXIC SHOCK:
Infeksi: pielonephritis; endometritis; ab.infeksius


3. SHOCK CARDIOGENIK:
Kggln jantung: DC.kiri: - Cardiac arrest
- A M I
Kggln pengisian drh ke ventrikel kiri
( TAMPONADE jantung, EMBOLI PARU)

4. SHOCK NEUROGENIK: faktor syaraf
Bhn kimia, DRUG INDUCE
INVERSIO UTERI vaso motor collep
Adanya ketidakseimbangan electrolit

5. LAIN2: - anaphylaxi shock
- anoxia
- gangguan endokrine: DM

EMBOLI AIR KETUBAN

EAK diketahui sejak th 1926
Dan sdh dibuktikan dg Autopsi sejak
1941
Jrg.terjd mrpkn komplikasi obst. yg
sangat gawat

Trjd kmtn penderita dlm bbrp
menit
EAK, trjd pd saat his yg kuat, dg slpt
ketuban yg sdh pecah shg
vernik kaseosa, mekonium,
lanugo, masuk ke dlm sinus2
dinding uterus kmdn ke paru2

1 dr 8000 30.000 delivery :
10 % dr AKI di USA EAK
22 % dr AKI di Swedia EAK
Dan 80 % akan terjadi kematian, 25
% terjd kematian didlm 1 jam
pertama (DUNIA)
Di USA, MMR EAK > 86 % (50 %
terjd kmtian pd jaM pertama)
50 % disertai IUFD atau Fetal Distress
sblm tanda2 EAK muncul pd ibunya
Sdngkan untuk perinatalnya 70 %
hidup

Gejala-gejala:

- spt kedinginan,
menggigil,glsh/tdk tenang
- nyeri spt ttkn di belakang
sternum
- mddk ssk nafas, takikardi
- sianosis, syok berat

Penyebab:

Tersumbatnya pemb2 drh
microsirculasi

Apabila Pdrt. tdk mati akan tjd
kegwtan yaitu perdrhan o.k ggn
pmbekuan Synd.defibrinasi

Air ktbn.murni tdk msebabkan
tromboplastik, ttp o.k di
dlmnya tdpt vernik kaseosa,
lanugo, sel2 janin, dan
mekonium yg msk ke dlm
sirkulasi & berakibat mbentuk
trombine shg tjd pembekuan
intravaskuler.

Terbentuk trombus2 kecil kmdn
menyumbat pemb2 drh
paru2 yg juga bisa merusak
fibrinogen (fibrinolisis)

Penanganan
Scptnya diberi Oxygen 6-7 ltr /
mnt
Mhilangkan faktor penyempit
pemb.drh
Pemberian heparin utk mcegah
DIC
Bila stadium akut teratasi
penanganan hipofibrinogen
(plasma drh) bisa mhilangkn tjd
nya fibrinolisis

FR 2 terjdnya DIC pd OBGYN :
Obstetric accidents
Emboli Air Ketuban
Solutio Placenta
Placenta Praevia
Preeklamsia Eklamsia
HELLP Syndrome
Missed Abortion
Abortion, Kgnsan gynecologi, ca
ovarii, ca End.um, ca mamae
36
PENANGANAN

Factor utama mencari psbb, misalnya:
perdrhan, menghentikan perdrhan
Pemberian: oxygen, cairan, Bic. Nat (bila tjd
acidosis)
Resusitasi Kardio Pulmoner pd ggl nafas
Pembedahan
CAFANAGH ( VIPPS )
V-entilasi Pulmonal
I-nfus Cairan/transf.drh
P-ump Pompa jantung
P-harmako Obat2an
S-pesific Pembedahan


Distosia
Persalinan yg macet atau persalinan yg
tdk sesuai dg btsan satuan wkt msbb
morbiditas maupun mortalitas
meninggi.
Distosia dpt diantisipasi sjk khmln.
Keseimbangan antara Power (KU ibu),
Passage (panggul), & Passanger (janin)
adalah faktor utama utk tdk tjd distosia
tsb
Power ibu dpt dipersiapkan sjk khmln, sbg
tolok ukur Hb (11mgr%)
Distosia bs tjd pd :
- kala I fase laten disbb o.k inersia uteri
primer mengakibatkan partus tak maju
- kala I fase aktif disbb o.k inersia uteri
sekunder jg mengakibatkan partus tak
maju
Kedua-duanya bs ditatalaksana dg
stimulasi.
- kala II disbbkan oleh :
- power yg < (Hb)
- hejan perut salah (tdk/ krg kerja=)
- tdk ada keseimbangan panggul &
janin
- bs dibantu dg vakum ekstraksi



Keseimbangan panggul dan janin

- dpt dilht dr :



* berapa pun lebihnya TB bila TBJ 4000
sdh termasuk RISTI demikian jg apabila TBJ
lbh dibanding keseimbangan TB





TB TBJ
145 cm 2500 gram
150 cm 3000 gram
155 cm 3500 gram
- kala III disbbkan o.k :
- power < ret. Plac bila 30
dilakukan evakuasi placenta scr
manual
- tindakan pencegahan bs diberikan
oksitosin 10 k (1 amp) i.m
oksitosin 5 k ( amp) i.v
- setelah bayi lhr

Kehamilan adalah anugerah dari ALLAH
marilah kita selamatkan
Tujuan obstetri utk mencapai ibu & bayi sehat
tanpa komplikasi SETIAP SAAT

WASSALAM