Anda di halaman 1dari 4

2.

Penanganan:
Pemisahan, Penyimpanan dan Prosesing di Tempat
Wadah sampah individual (di sumber) disediakan oleh setiap penghasil
sampah sendiri sedangkan wadah komunal dan pejalan kaki disediakan
oleh pengelola dan atau swasta. pesi!kasi wadah sedemikian rupa
sehingga memudahkan operasionalnya, tidak permanen dan higienis.
"kan lebih baik apabila ada pemisahan wadah untuk sampah basah dan
sampah kering.
Pengosongan sampah dari wadah individual dilakukan paling lama 2 hari
sekali sedangkan untuk wadah komunal harus dilakukan setiap hari.
#. Pengumpulan ampah
$angsung dan Tidak $angsung
Pengumpulan sampah dari sumber dapat dilakukan se%ara :
& $angsung dengan alat angkut (untuk sumbersampah besar atau
daerah yang memiliki kemiringan lahan %ukup tinggi), atau
& Tidak langsung dengan menggunakan gerobak (untuk daerah
teratur) dan se%ara komunal oleh masyarakat sendiri (untuk daerah
tidak teratur).
Penyapuan jalan diperlukan pada daerah pusat kota seperti :
& 'uas jalan protokol,
& Pusat perdagangan,
& Taman kota dan lain&lain.
(. Trans)er dan Transport
Pemindahan
Pemindahan sampah dari
& "lat pengumpul (gerobak) ke alat angkut (truk) dilakukan di trans)er
depo atau
& *ontainer untuk meningkatkan e!siensi pengangkutan.
$okasi pemindahan harus dekat dengan daerah pelayanan atau radius
sekitar +,, m.
Pemindahan skala kota ke stasiun trans)er diperlukan bila jarak ke lokasi
TP" lebih besar dari 2+ km.
Pengangkutan
Pengangkutan se%ara langsung dari setiap sumber harus dibatasi pada
daerah pelayanan yang tidak memungkinkan %ara operasi lainnya atau
pada daerah pelayanan tertentu berdasarkan pertimbangan keamanan
maupun estetika dengan memperhitungkan besarnya biaya operasi yang
harus dibayar oleh pengguna jasa.
Penetapan rute pengangkutan sampah harus didasarkan pada hasil
survey time motion study untuk mendapatkan jalur yang paling e!sien.
-enis truk yang digunakan minimal dump truck yabg memiliki kemampuan
membongkar muatan se%ara hidrolis, e!sien dan %epat.
Penggunaan arm roll truck dan compactor truck harus
mempertimbangkan kemampuan permeliharaan
+. Pemisahan, Prosesing dan Trans)ormasi
Pengolahan sampah dimaksudkan untuk:
& .engurangi volume sampah yang harus dibuang ke TP" serta
& .eningkatkan e!siensi penyelenggaraan prasarana dan sarana
persampahan.
Teknologi pengolahan sampah dapat dilakukan melalui
& pembuatan kompos
& pembakaran sampah se%ara aman (bebas */0, /0, 1/0 dan
dio0in)
& peman)aatan gas metan
& daur ulang sampah
kala pengolahan sampah mulai dari individual, komunal (kawasan), skala
kota dan skala regional.
Penerapan teknologi pengolahan harus memperhatikan aspek:
& lingkungan
& dana
& 2.
& 3emudahan operasional
4. Pemrosesan "khir
TP"
Pemilihan lokasi TP" harus menga%u pada 15 ,#&#2(6&677( tentang Tata
*ara Pemilihan $okasi TP".
"gar keberadaan TP" tidak men%emari lingkungan, maka jarak TP"
& 3e badan air penerima 86,, m,
& 3e perumahan terdekat 8 +,, m,
& 3e airport 6+,, m (untuk pesawat propeler) dan #,,, m (untuk
pesawat jet).
elain itu muka air tanah harus 8 ( m, jenis tanah lempung dengan nilai 3
9 6,
&4
%m:det.
.etode pembuangan akhir minimal dilakukan dengan
& Controlled landfll untuk kota sedang dan ke%il
& Sanitary landfll untuk kota besar dan metropolitan dengan sistem
;sel<
Prasarana dasar minimal yang harus disediakan adalah
& -alan masuk
& 2rainase keliling
& Pagar pengaman
& =er)ungsi sebagai bufer zone.
>asilitas perlindungan lingkungan:
& $apisan kedap air
& -aringan pengumpul leachate
& Pengolahan leachate
& ?entilasi gas:faring atau landfll gas extraction untuk mengurangi
emisi gas
>asilitas operasional:
& "lat berat (buldozer, excavator, loader, dan atau landfll compactor)
dan stok tanah penutup.
Penutupan tanah harus dilakukan se%ara harian atau minimal se%ara
berkala dengan ketebalan 2,&#, %m.
Penyemprotan insektisida harus dilakukan apabila penutupan sampah
tidak dapat dilakukan se%ara harian.
Penutupan tanah akhir harus dilakukan sesuai dengan peruntukan lahan
bekas TP".
3egiatan pemantauan lingkungan harus tetap dilakukan meskipun TP"
telah ditutup terutama untuk gas dan e@uen lea%hate, karena proses
dekomposisi sampah menjadi gas dan lea%hate masih terus terjadi sampai
2+ tahun setelah penutupan TP".
.anajemen pengelolaan TP" perlu dikendalikan se%ara %ermat dan
membutuhkan tenaga terdidik yang memadai.
$ahan bekas TP" direkomendasikan untuk digunakan sebagai lahan untuk
keperluan seperti taman, lapangan olahraga, dan lain&lain.
http:::www.slideshare.net:metrosanita:pengelolaan&sampah&#&teknis&
operasional