Anda di halaman 1dari 5

ACTINOMYCETES

KELOMPOK 2B
ERVIANI LESTARI (H41109271)
YULIYANTI (H41109018)
SUKMAWATI (H41108
A. MUSHIDAYAH (H41108277)
HARIANI H ( )
WAODE AULIA DEVI (H41107 )

Actinomycetes termasuk dalam divisi Schyzophyta. Tumbuh sebagai filamen
sel yang bercabang panjang atau pendek. Organisme ini membelah dengan
pembelahan biner, dan mungkin menghasilkan spora eksternal atau tidak. Begitu
jauh, mayoritas organisme ini adalah saprofit tanah dan air (organisme yang hidup
dari benda organik yang membusuk dan sangat penting karena perannya dalam daur
alam, seperti pembusukan bahan organik dan penambatan nitrogen). Bangsa
Actinomycetes terdiri dari tiga suku yaitu suku Mycobacteriaceae, suku
Actinomycetaceae, dan suku Streptomycetaceae.
Actinomycetes merupakan mikroorganisme tanah yang umum dijumpai pada
berbagai jenis tanah. Populasinya berada pada urutan kedua setelah bakteri, bahkan
kadang-kadang hampir sama Actinomycetes hidup sebagai saprofit dan aktif
mendekomposisi bahan organik, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.
Actinomycetes merupakan salah satu mikroorganisme yang mampu mendegradasi
selulosa di samping bakteri, kapang, dan khamir. Jenis Actinomycetes tergantung
pada tipe tanah, karakteristrik fisik, kadar bahan organik, dan pH lingkungan. Jumlah
Actinomycetes meningkat dengan adanya bahan organik yang mengalami
dekomposisi. Pada umumnya Actinomycetes tidak toleran terhadap asam dan
jumlahnya menurun pada keadaan lingkungan dengan pH di bawah 5,0. Rentang pH
yang paling cocok untuk perkembangbiakan Actinomycetes adalah antara 6,5-8,0.
Tanah yang tergenang air tidak cocok untuk pertumbuhan Actinomycetes, sedangkan
tanah gurun yang kering atau setengah kering dapat mempertahankan populasi dalam
jumlah cukup besar, karena adanya spora. Temperatur yang cocok untuk
pertumbuhan Actinomycetes adalah 25-30oC, tetapi pada suhu 55-65oC
Actinomycetes masih dapat tumbuh dalam jumlah cukup besar, khususnya genus
Thermoactinomyces dan Streptomyces.
Actinomycetes kelihatan dari luar seperti jamur dan dalam banyak buku
dibicarakan bersama dengan fungi eukariot. Akan tetapi, organisme ini adalah bakteri
benar sesuai dengan semua kriteria untuk sel prokariot. Dinding selnya mengandung
asam muramat, tidak mempunyai mitrokondrion, mengandung ribosom 70S (sel
eukariot mempunyai ribosom 80S dalam sitoplasmanya), tidak mempunyai
pembungkus nukleus, garis tengah selnya berkisar dari 0,5 samapi 2,0 m, dan dapat
dimatikan atau dihambat oleh banyak antibiotika bakteri. Dari banyak macam marga
yang kini diklasifikasi dalam bangsa Actinomycetales, hanya sedikit yang dapat
menimbulkan penyakit pada manusia (Volk dan Wheeler, 1998).
Actinomycetes tumbuh seperti filamen-filamen yang tipis seperti kapang dari
pada sel tunggal sehingga Actinomycetes dianggap sebagai fungi atau cendawan.
Meskipun ada persamaan dalam hal pola pertumbuhannya, fungi itu eukariota
sedangkan Actinomycetes adalah prokariota. Pada lempeng agar Actinomycetes dapat
dibedakan dengan mudah dari bakteri yang sebenarnya tidak seperti koloni bakteri
yang jelas berlendir dan tumbuh dengan cepat. Koloni Actinomycetes muncul
perlahan, menunjukkan konsistensi berbubuk dan melekat erat pada permukaan agar.
Actinomycetes adalah bakteri yang tidak tahan asam, memiliki filament diawal
pertumbuhannya. Actinomycetes dapat bersifat anaerob fakulatif (mampu tumbuh
baik jika terdapat O
2
bebas atau tidak ada O
2
) dapat mampu memfermentasikan
karbohidrat.

Actinomycetes mempunyai fungsi:
1. Mendekomposisi bahan organik
2. Menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat bahkan mematikan mikroba
lainnya, khususnya yang patogen
3. Mengikat struktur tanah liat sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah
4. Dapat menghilangkan bau, dengan zat-zat metabolik yang dikeluarkannya.
Actinomycetes, yang strukturnya merupakan bentuk antara dari jamur dan bakteri,
menghasilkan zat-zat anti mikroba dan asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri
fotosintetik dan bahan organik. Actinomycetes dapat hidup bersama dengan bakteri
fotosintetik (Anonim, 2007).
1. Suku mycobakteriaceae, sel-sel tidak membentuk miselium atau hanya miselium
yang rudimentar, contohnya adalah :
Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tubrkulosis
Mycobacterium leprae, penyebab penyakit kusta.
2. Suku Actinomycetaceae, membentuk miselium, spora terbentuk dalam fragmen-
fragmen miselium. Contoh :
Actinomyces bovis, patogen penyebab penyakit mulut pada ternak.
3. Suku Streptomycetaceae, membentuk miselium, miselium vegetative tidak terbagi-
bagi. Contoh :
Streptomyces aureofaciens, menghasilkan aureomisin
Streptomyces griseus, menghasilkan streptomision
Streptomyces fradiae, menghasilkan neomisin dan fradisin
Streptomyces rimosus, menghasilkan teramisin
Streptomyces venezuelae, menghasilkan kloromisetin
Streptomyces merupakan salah satu genus dari kelas Actinomycetes yang
biasanya terdapat di tanah. Streptomyces adalah prokariot yang menghasilkan
substansi penting untuk kesehatan seperti antibiotik, enzim, dan immunomodulator
dan salah satu organisme tanah yang memiliki sifat-sifat umum yang dimiliki oleh
bakteri dan jamur tetapi juga memiliki ciri khas yang cukup berbeda yang
membatasinya menjadi satu kelompok yang jelas berbeda. Banyak anggota dari










Streptomyces menghasilkan antibiotik di mana lebih dari setengahnya
merupakan antibiotik yang efektif melawan bakteri, misalnya streptomisin,
tetrasiklin dan kloramfenikol. Isolasi Streptomyces menghasilkan koloni-koloni
kecil (berdiameter 1-10 mm), terpisah-pisah seperti liken, dan seperti kulit atau
butirus (mempunyai konsistensi seperti mentega), mula-mula permukaannya
relatif licin tetapi kemudian membentuk semacam tenunan miselium udara yang
dapat menampakkan granularnya, seperti bubuk, seperti beludru, atau flokos,
menghasilkan berbagai macam pigmen yang menimbulkan warna pada miselium
vegetatif, miselium udara, dan substrat. Streptomyces mempunyai misel yang
baunya sangat kuat, berkembang dan mengandung hifa udara (sporofor), dari
bentuk ini terjadi konstruksi lurus, bergelombang, mirip spiral, dapat mengurai
selulosa, khitin dan zat-zat lain sukar dipecah. Streptomyces umumnya
memproduksi antibiotik yang dipakai manusia dalam bidang kedokteran dan
pertanian, juga sebagai agen antiparasit, herbisida, metabolisme aktif,
farmakologi, dan beberapa enzim penting dalam makanan dan industri lain.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007.Actinomycetes. www.google.com. Diakses pada tanggal 6
September 2010 pukul 20:30 WITA
Tjitrosoepomo, G. 2009. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada Univesity
Press: Yogyakarta.
Volk, W.A dan M.F. Wheeler. 1988. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. Erlangga:
Jakarta, hal. 149-151.

Anda mungkin juga menyukai