Anda di halaman 1dari 8

MEMPERSIAPKAN PENDIRIAN USAHA

A. PERENCANAAN PENDIRIAN USAHA



1. Pokok pikiran mempersiapkan pendirian usaha:
a. Nama Perusahaan
b. Lokasi Perusahaan
c. Komiditi yang akan diusahakan
d. Konsumen yang akan dituju
e. Pasar yang akan dituju
f. Patner untuk kerjasama
g. Personil yang dipercaya
h. jumlah modal yang dibutuhkan
i. Perlatanan yang perlu disediakan
j. Penyebaran promosi

2. Faktor pendirian usaha :
a. Alam
b. Modal usaha
c. Keterampilan usaha
d. Tenaga Kerja
e. Faktor internal (sumber daya financial, sasaran/tujuan, manajemen usaha dan pemasok )
f. Factor lingkungan eksternal( Kebudayaan, hokum, perekonomian, teknologi, persaingan ,
permintaan bahan mentah/baku)

3. Situasi lingkungan usaha
Situasi lingkungan usaha harus diperhatikan oleh calon wirausaha dalam pendirian usaha;
1. Alam disekitar rempat usha
2. Lingkungan masyarakat (adat-istiadat, kegemaran masyarakat)

Situasi fasilitas usaha yang harus diperhatikan oleh calon wirausaha :
1. Peraturan pemerintah
2. Perkreditan
3. Sarana Usaha
4. Pembinaan Usaha (lembaga-lembaga yang membantu dalam pembinaan usaha)

4. Faktor pertimbangan khusus:
1. Perencanaan pasar : Meneliti kebutuhan yang diinginkan pasar
2. Perencanaan okok usha (perencanaan produksi, keuangan, penjualan)

Proses perencanaan pendirian usaha :
Langkah-langkah:
1. Merumuskan tujuan
2. Mengumpulkan fakta,data, informasi, mengenai kondisi usaaha
3. Mengadakan pembahasan/analisis
4. Merumuskan sasaran usaha
5. Merumuskan berbagai macam alternative
6. Merumuskan rencana strategis
7. Merumuskan rencana taktis pendirian usaha jangka panjang
8. Menyusun anggaran belanja dalam rangka pendirian usaha

5. Kegiatan memulai usaha :
1. Pengamatan pasar ( jenis produk, kapan produk diperlukan, jumlahnya, konsumen)
2. Menentukan jenis usaha ( Jenis yang sesuai dengan kebutuhan pasar)
3. Pengaturan produksi ( Kapan produk diedarkan, menjaga kondisi produk, mengatur jumlah
produk)
4. Penentuan harga jual pokok produk ( keuntungan usaha,daya beli konsumen. Harga poko
umumnya, komisi agen/penyalur, cara pembayaran )
5. Membuat produk ( Membuat sendiri, mempercayai pembuatan pada orang lain)
6. tempat usaha (letak tempat usaha, tanah tempat usaha)
7. Rencana anggaran pendapatan dan belanja usaha (RAPB)

B. MENGURUS SURAT IZIN USAHA

1. Teknis mengurus surat izin usaha
Surat izin yang diperlukan pada usaha industri seperti:
a. Izin Prinsip (IP) yaitu suatu persetujuan yang dikeluarkan oleh Pemda setempat setelah izin
pembebasan tanah dimiliki. Izin pembebasan tanah berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan
(SHGB)
b. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dikeluarkan oleh Pemda melalui dinas Pengawasan
Pembangunan Kota (DPPK).
c. Izin Gangguan dikeluarkan oleh Bagian Undang-Undang Gangguan Pembda setempat).

2. Pelaksanaan Iengurusan Izin Usaha
Calon wirausaha harus mengisi formulir yang disediakan oleh pemda stempat yang telah ditunjuk.
Keterangan isian izin formulir :
a. Nama perusahaan
b. Bentuk usaha
c. Nomor Pokok Wajib Pajak(NPWP)
d. Alamt kantor
e. Identitas pemilik dan pengurus
perusahaan
f. Akta Pendirian Usaha
g. Jenis usaha
h. ketenagakerjaan
i. Golongan usaha
j. Mesin peralatan usaha
k. Permodalan Usaha

3. Persyaratan perizinan Usaha :
A. SITU (surat Izin Tempat Usaha )
Prosedur pengurusan SITU:
1. Meminta izin para tetangga sekitarnya diketahui oleh RT/RW diteruskan ke Kelurhan dan
Kecamatan
2. Surat Izin dari tetangga tersebut dilanjutkan ke Kotamadya untuk memperoleh SITU
3. Membaya Biaya Izin

Syarat-syarat yang tertuang dalam SITU :
a. Keamanan
b. Kesehatan
c. Ketertiban
d. Mengutamakan penerimaan tenaga kerja dari penduduk setempat

B. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan

1. Ketentuan Umum SIUP:
SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh Mentri/pejabat yang dtujukan kepada
pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang perdagangan dan jasa . SIUP
diberikan kepada Pengusaha Perorangan, firma, CV, PT, Koperasi dan BUMN dan lain-lain.

Perusahaan melakukan kegiatan perdagangan dapat dibedakan :
a. Perusahaan Kecil dengan modal dan kekayaan bersih dibawah Rp 25. 000.000
b. Perusahaan menengah dengan modal dan kekayaan bersih Rp 25.000.000 s/d Rp
100.000.000
c. Perusahaan Besar dengan modal dan kekayaan bersih diatas Rp 100.000.000

2. Kewajiban Pemilik SIUP
a. Melaporkan ke Kanwil Perdagangan yang menerbitkan SIUP
b. Pengusaha wajib memberikan informasi tentang perusahaan
c. Perusahaan wajib membayar uang jaminan dan adm ketentuan yang berlaku

C. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Pihak yang wajib mendapatkan wajib pajak /NPWP :
1. Setiap badan yang menjadi subjek pajak penghasilan (PT,CV, Firma, BUMN/BUMD,
Persekutuan/Perorangan,dan lain-lain)
2. Setiap Perorang/Pribadi dengan penghasilan bersih ;
a. Rp 2.880.000/tahun untuk diri wajib pajak
b. Rp 1.440.000/tahun untuk wajib pajak yang telah kawin
3. Mengisi surat pemberitahuan (SPT ) untuk disampaikan ke Dirjen Pajak/Kantor Pelayanan
Pajak setempat .
4. Wajib Pajak harus mengambil sendiri SPT yang telah disediakan Dirjend Pajak

D. NRP (Nomor Register Perusahaan) atau Tanda Daftar Perusahaan(TDP)
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau
berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan
memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat
yang berwenang.

Setiap perusahaan wajib memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP) baik berbentuk badan
hukum, koperasi, perorangan, dll.

Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengurus perusahaan, atau dapat diwakilkan
kepada orang lain dengan memberi surat kuasa.
Tanda Daftar Perusahaan berlaku selama Perusahaan tersebut masih beroperasi dan wajib
didaftarkan ulang setiap 5 (lima) tahun.

Perusahaan yang dikecualikan dari Wajib Daftar Perusahaan adalah :
1. Setiap perusahaan yang berbentuk jawatan (Perjan).
2. Perusahaan kecil perorangan yang tidak memerlukan izin usaha
Syarat-syarat yang harus dipenuhi:
1. Akta pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh instansi yang berwenang
2. Ijin Gangguan (HO)
3. KTP atau paspor Pemilik Penanggung Jawab Perusahaan
4. Legalitas usaha dari instansi teknis
5. NPWP

E. NRB ( Nomor Rekening Bank)
Persyaratan untuk mendapatkan Nomor Rekening Bank ;
1. Foto Copy KTp/SIM
2. Mengisi formulir kartu Contoh Tanda Tangan
3. Nomor Rekening Bank untuk perusahaan minimal 2 orang (Bendahara/Manajer)

F. AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan )
Adalah Keseljuruhan proses yang meliputi penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan
bagi berbagai usaha :
Dampak Penting :
1. Jumlah manusia yang akan kena dampak
2. Luas wilayah persebaran Dampak
3. lama Dampak berlangsung
4. Intetesitas Dampak
5. Banyak komponen lingkungan yang kena dampak
6. Sifat komulatif dampak
7. Berbalik dampak /tidak berbalik


PERMODALAN USAHA

A. MASALAH PERMODALAN USAHA

1. Pengertian dan Penggunaan modal usaha
Modal usaha adalah : Kolektivitas dari barang-barang yang masih ada dalam proses produksi .
barang-barang modal merupakan semua barang yang ada di dalam rumah tangga perusahaan yang
berfungsi secara produktif untuk membentuk pendapatan.

Dampak usaha yang kekurangan modal ;
1. Kekurangan biaya untuk penelitian padsar, mem[produksi barang, dll
2. Kurangnya dan untuk pembalian mesin-mesin produksi
3. Kurangnya untuk promosi
4. Kekurangan untuk biaya ekstensifikasi
5. Kekurangan spartarts modal mesin-mesin produksi

Masalah permodalan akan menyangkut keseimbangan di dalam modal usaha yang meliputi :
1. Keseimbangan modal Intern(Keseimbangan antar modal yang ditarik dengan yang tersedia di
dalam perusahaan)
2. Keseimbangan modal ekstern (keseimbangan modal yang dibutuhkan dengan modal yang
tersedia pada masyarakat)
3. Keseimbangan modal kuantitatif( Keseimbangan modal yang dibutuhkan di satu pihak dengan
jumlah yang akan ditarik)

Untuk mendapatkan perambahan modal dapat dilakukan dengan pengajuan pinjaman ke Bank ,
namun sebelumnya bank akan meninjau pihak perusahaan yang akan mengajukan pinjaman
dengan memperhatikan :
1. Solvabilitas yaitu Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban apabila
dibubarkan
2. Likuiditas adalah Kemampuan perusahaan untuk membaya utang-utang yang telah jatuh
tempo
3. Rehabilitas adalah Kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan

2. Penggolongan Modal
a. Modal Sendiri dan Modal Pinjaman
b. Harta tetap dan harta lancar
Harta tetap adalah Barang yang dibeli berniali tinggi dan tidak bergerak (tanah, bangunan
mesin-mesin dan lain-lain)
harta Lancar ( Uang tunai, piutangan/tagihan, persediaan barang jadi, setengah jadi,
mentah)
c. Modal aktif dan modal pasif
Modal aktif adalah modal yang berbentuk aktiva/harta yang menunjukan bentuk modal usaha
yang ditanamkan di perusahaan, modal aktif dapat dibagi berdasarkan masa pakainya :

a. Modal lancar adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa pakainya atau pen
ggunaannya kurang dari setahun. Contoh kas, barang, wesel suratberharga, dll.
b. Modal tetap adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa pakai atau penggunaannya
lebih dari satu tahun . Contoh harta berwujud tanah, bangunan, dll harta yang tidak
berwujud seperti hak cipta, hak paten dll)

Berdasarkan wujudnya ;
1. Modal barang (modal berupa aktiva berwujud )
2. Modal tunai ( modal berbentuk uang tunai )

Modal Pasif adalah modal yang menunjukan dari mana asalnya dan merupakan suatu jumlah
yang abstrak. Modal pasif dapat dibedakan :
1. Modal Pasif atas dasar sumbernya (modal sendiri dan modal asing0
2. Modal pasif atas dasar lama penggunaannya (modal jangka pendek dan jangka panjang )

3. Manfaat dan cara Menyimpan Modal Usaha :
Cara melaksanakan simpanan modala usha :
a. Simpanan dapat dilakukan dari keuntungan bersih (netto) pendapatan usaha.
b. Simpanan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif
c. Simpanan dapat dilakukan tanpa pengorbanan usaha
d. Simpanan dapat dilakukan dengan hasrat yang baik karena ada masalah dalam permodalan
usaha

Manfaat simpanan modal bagi wirausaha :
1. Sebagai cadangan perbaikan usaha perusahaan
2. Sebagai cadangan stabilitas perusahaan
3. Sebagai cadangan untuk ekspansi perusahaan

B. Peminjaman Modal usaha Tambahan
1. Tujuan Peminjaman dan cara penataan Perusahaan
a. Secara Umum
1. Menguasai tatalaksana usaha secara umum
2. Menguasai dan menerapkan manajemen usaha
3. Menguasai pengurusan dan penggunaan keuangan usaha
4. Menguasai cara memproduksi barang
5. Menguasai cara pemasarandan penjualan barang
b. Secara Khusus ;
Penataan perusahaan secara khusus adalah dengan membina dan memupuk hubungan baik
dengan lembag-lembaga keuangan.

Tujuan tambahan permodalan perusahaan :
a. Meningkatkan keuntungan usaha
b. Menambah modal usaha
c. Memperluas dan mengembangkan usaha

2. Permodalan Pinjaman Modal Usaha
Pihak perbankan akan melihat kondisi keuangan perusahaan dan mempertimbangkan untuk
diberikan pinjaman, dan bank selalu melihat dari sudut likuiditasnya. Likuiditas adalah
kemampuan perushaan untuk memnuhi kewajiban membayar kembali pinjaman tepat waktu.

3. Cara memohon pinjaman modal usaha
a. Diajukan langsung kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi dafta isin yang telah diseduakan Bank tersebut
c. Memberikan keterangan lengkap dan benar tentang perusahaan







PENGAJUAN KREDIT USAHA

A. KREDIT INVESTASI

1. Pengertian, tujuan dan Fungsi Kredit

Kredit adalah pemberian prestasi dari satu pihak kepihak lain yang akan dikembalikan lagi pada
suatu masa tertentu dengan suatu kontraprestasi berupa bunga.
Pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (debitur)

a. Pengertian dan tujuan Kredit Investasi
Kredit investasi adalah Kredit yang diberikan oleh bank untuk keperluan pertambahan modal,
guna mengadadkan rehabilitasi, dan mendirikan suatu proyek baru.

Ciri-ciri kredit investasi:
1. Mempunyai perencanaan yang terarah dan matang
2. Waktu penyelesaian kredit berjangka menegah dan panjang
3. Diperlukan untuk penanaman modal

b. Cash flow adalah
Perputaran keuangan perusahaan yang mencakup segala komponen, biaya dan pendapatan.

2. Fungsi Kredit Investasi

1. Untuk meningkatkan daya guna dari modal/uang
2. Untuk menstabilkan perekonomian
3. Untuk menimbulkan kegairahan dalam berusaha atau berisnis
4. Untuk meningkatkan peredaran dan lalulintas uang
5. Untuk meningkatkan dayaguna suatu barang

3. Unsur-unsur Kredit
a. Kepercayaan
b. Waktu
c. Degree of Risk / tingkat risiko
d. Prestasi

5. Persyaratan memperoleh Kredit
Persyaratan memperoleh kredit pada umumnya
a. Character, yaitu sifat atau watak pribadi debitur untuk memperoleh kredit, misalnya kejujuran,
sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.
b. Capital, adalah kemampuan modal yang dimiliki dalam rangka untuk memenuhi kewajiban
tepat pada waktunya, terutama dalam hal likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditasnya.
c. Capacity, adalah kemampuan debitur untuk melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan
dana/kredit dan mengembalikannya.
d. Collateral, adalah jaminan yang harus disediakan sebagai pertanggungjawaban bila debitur
tidak dapat melunasi utangnya.
e. Condition of economic, adalah keadaan ekonomi suatu Negara secara keseluruhan yang
memengaruhi kebijakan pemerintah di bidang moneter, khususnya berhubungan dengan
kredit perbankan.


Jenis-Jenis Kredit

1. Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu
Berdasarkan jangka waktu, jenis kredit dibedakan menjadi:
a. Jangka Pendek, apabila tenggang waktu yang diberikan bank kepada nasabahnya untuk
melunasi pinjaman tidak lebih dari satu tahun.
Contoh : Kredit modal kerja perdagangan, industri dan sektor lainnya.
b. Jangka menengah, apabila kredit yang diberikan berjangka waktu lebih dari satu tahun sampai
dengan tiga tahun.
Contoh : Kredit Investasi untuk pembelian kendaraan, KMK untuk kontruksi
c. Jangka Panjang, apabila jangka waktu pengembalian pinjaman yang diberikan lebih dari 3 tahun
Contoh : Kredit Investasi untuk pembangunan pabrik hotel, dan jalan tol

2. Jenis Pinjaman berdasarkan sifat penggunaannya
Berdasarkan sifat penggunaannya, jenis Pinjaman dibedakan menjadi:
a. Pinjaman konsumtif apabila pinjaman yang diberikan tersebut oleh nasabahnya (biasanya
perorangan) dipergunakan untuk membiayai barang barang konsumtif.Contohnya pembelian
mobil untuk keperluan pribadi. Sumber pembayarannya berasal dari gaji atau pendapatan
lainnyabukan dari obyek yang dibiayai.


Beberapa kredit yang termasuk dalam jenis kredit konsumtif antara lain:
1. Kartu Kredit, yaitu: fasilitas pinjaman tanpa agunan yang diberikan kepada perorangan
pemilik kartu yang diterbitkan oleh bank tertentu setelah aplikasi permohonan kartu
kreditnya disetujui oleh bank yang bersangkutan.
2. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), yaitu fasilitas pinjaman untuk
pembelian/pembangunan/renovasi rumah tinggal, rumah susun, ruko, rukan, apartemen,
dan villa atau untuk pembelian kavling/tanah matang atau untuk refinancing, dengan
jaminan berupa obyek yang dibiayai.
3. Kredit Mobil, yaitu fasilitas pinjaman bank untuk pembelian kendaraan bermotor roda 2
baru, atau ronda 4 baru atau refinancing roda 4, dengan jaminan berupa kendaraan
bermotor yang dibiayai tersebut.
4. Kredit Multiguna, yaitu fasilitas pinjaman bank untuk segala keperluan yang bersifat
konsumtif dengan jaminan berupa tanah dan bangunan milik debitur.
b. Pinjaman Komersial, merupakan pinjaman yang oleh nasabahnya (perorangan atau badan
usaha) dipergunakan untuk membiayai kegiatan usaha. Sumber pembayaran berasal dari usaha
yang dibiayainya itu. Beberapa kredit yang termasuk dalam jenis kredit komersial adalah:
1. Kredit mikro, yaitu fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kegiatan usaha mikro
2. Kredit usaha kecil, yaitu fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kegiatan usaha kecil
3. Kredit usaha menengah, yaitu fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kegiatan
usaha menengah
4. Kredit Korporasi, yaitu kredit yang diberikan untuk membiayai korporasi atau perusahaan
5. Penentuan besar kecilnya kredit miktor, kecil dan menengah ditentukan oleh kebijakan
masing-masing bank

3. Berdasarkan Keperluannya
Berdasarkan keperluannya, jenis pinjaman dibedakan menjadi :
1. Kredit Modal Kerja, yaitu kredit yang dipergunakan untuk menambah modal kerja suatu
perusahaan, seperti pembelian bahan baku, biaya-biaya produksi, pemasaran, dan modal
kerja untuk operasional lainnya.
2. Kredit Investasi, yaitu kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk pembelian barang-
barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, maupun ekxpansi
proyek yang sudah ada atau pendirian proyek yang akan ada.
3. Kredit pembiayaan proyek (Project Financial), yaitu: kredit yang digunakan untuk pembiayaan
investasi maupun modal kerja untuk projek baru.

4. Berdasarkan sifat penarikannya
Berdasarkan sifat penarikannya, dapat dibedakan menjadi:
1. Kredit langsung (Cash Loan), yaitu kredit yang langsung menggunakan dana bank dan secara
efektif merupakan hutang nasabah kepada bank. Kredit langsung ini meliputi kredit investasi
maupun kredit modal kerja.
2. Kredit tidak langsung Non-Cash Loan), yaitu kredit yang tidak langsung menggunakan dana
bank dan belum secra efektif merupakan hutang nasabah kepada bank. Kredit tidak langsung
ini meliputi Bank Garansi dan Letter of Credit

5. Berdasarkan sifat pelunasannya
Berdasarkan sifat pelunasannya, krredit dibedakan menjadi:
Kredit dengan angsuran, yaitu: Kredit yang pembayaran kembali pokok pinjamannya diatur secara
bertahap menurut jadwal yang telah ditetapkan di dalamperjanjian kredit.
Kredit dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo, yaitu kredit yang pembayaran kembali pokok
pinjamnnya tidak diatur secara bertahap melainkan harus dikembalikan secara sekaligus pada saat
tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan di dalam perjanjian kredit.


Kredit yang masih diberlakukan sampai dengan saat ini di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Kredit likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
adalah kredit yangdiberikan oleh Bank Indonesia kepada bank-bank dalam rangka menunjang
pembiayaan usaha suatu bidang yang sudah ditentukan, di antaranya ialah:
1) Kredit Usaha Tani (KUT),
2) kredit kepada Koperasi Unit Desa (KUD),
3) kredit kepada Bulog untuk pengadaan pangan dan gula,
4) kredit investasi yang diberikan oleh bank-bank pembangunan dan LKBB.

b. Kredit yang tidak ditunjang oleh kredit likuiditas Bank Indonesia, di antaranya:
1) Kredit Usaha Kecil (KUK),
2) kredit ekspor,
3) kredit kepada kontraktor nasional,
4) kredit produksi, impor dan penyaluran pupuk, serta obat hama untuk bimas,
5) kredit investasi kecil (kredit modal kerja permanen),
6) kredit investasi (kredit modal kerja sampai dengan Rp75.000.000,00),
7) kredit kepada guru,
8) kredit mahasiswa Indonesia,
9) kredit asrama mahasiswa.

c. Peranan Kredit dalam Perekonomian
Kredit mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian karena dapat membantu
seseorang atau badan usaha yang sedang mengalami kesulitan keuangan untuk mengembangkan
usahanya. Dengan adanya kredit yang diberikan, diharapkan akan dapat memajukan kegiatan
ekonomi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Peranan kredit dalam perekonomian antara lain sebagai berikut.
a. Meningkatkan produksi atau produktivitas.
b. Meningkatkan daya guna barang.
c. Memajukan perkembangan dunia keuangan.
d. Memperlancar pemasaran barang.
e. Sebagai alat hubungan internasional.
f. Memajukan lalu lintas peredaran uang.
g. Membuka lapangan kerja baru.
h. Sebagai salah satu alat untuk menjaga kestabilan ekonomi.


Kebaikan dan Keburukan Kredit

a. Kredit mempunyai beberapa kebaikan, di antaranya sebagai berikut.
1) Meningkatkan produktivitas.
2) Memperlancar konsumsi barang atau jasa.
3) Memperlancar tukar-menukar atau perdagangan.
4) Memperlancar arus peredaran uang dan barang.

b. Keburukan kredit antara lain sebagai berikut.
1) Produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (over production), sehingga dapat
menjatuhkan harga barang.
2) Timbul spekulasi dalam perdagangan, sehingga membawa akibat yang tidak baik.
3) Dapat menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang), karena meningkatkan jumlah uang yang
beredar.
4) Kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untuk hidup melebihi kemampuannya.
5) Kredit produktif memberi kesempatan kepada orangorang atau badan mendirikan badan
usaha untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan,
sehingga mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.


5. Pemberian Kredit
Untuk pemberian kredit biasanya ada beberapa formulasi yang lazim digunakan bank (P4) ;
a. Personality tentang data kepribadian peminjam seperti riwayat hidup, keluarga
b. Purpose tentang tujuan penggunaan kredit
c. Prospec tentang harapan masa depan dari usah atau bisnis
d. Payment tentang bagaimana pembayaran pengembalian pinjaman
B. KREDIT MODAL KERJA

1. Pengertian dan Kegunaan Kredit Modal Kerja
Kredit Modal Kerja disebut juga kredit produksi atau eksploitasi karena digunakan untuk
membiayai eksploitasi perusahaan seperti pembelian bahan baku dan biaya produksi.

2. Pengelolaan Kredit Modal Kerja
Modal Kerja adalah Jumlah uang yang tergabung kedlam aktiva lancar
perusahaan , aktiva lancar adalah harta perusahaan dalam jangka paling lama satu
tahun dan dapat dicairkan menjadi uang kas.

3. Pengaturan Kredit Modal Kerja
a. Modal kerja selalu dibutuhkan selama usaha perusahaan masih beroperasi
b. Kredit modal kerja merupakan alat untuk mengukur likuiditas usaha perushaan
c. Modal sebagai sarana penyusunan rencana usaha

4. Perputaran Modal Kerja
Unsur-unsur modal kerja :
a. uang kas
b. surat-surat berharga
c. Piutang-piutang dagang
d. Persediaan barang dagangan

5. Besarnya kebutuhan kredit Modal Kerja
a. Periode terikatnya modal kerja
b. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari


C. PROSEDUR MENDAPATKAN KREDIT INVESTASI DAN KREDIT MODAL KERJA

1. Cara memohon kredit investasi dan kredit modal kerja
a. Diajukan kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi daftar isian
c. Memeberikan keterangan lengkap tentang perusahaan

2. Dokumen-dokumen Permohonan Kredit
a. Akte Pendirian Perusahaan
b. Kartu Tanda Penduduk
c. SITU,SIUP, dan AMDAL
d. Neraca dalam perincian rugi laba
e. NPWP
f. Proposal Usaha

3. Praktek Lapangan
1. Penelitian Pendahuluan yaitu penelitian kelengkapan permohonannkredit dan keberadaan
nasabah
2. Wawancara
3. Pemeriksaan ke tempat usaha
4. Meminta informasi mengenai pemohon kredit dari bank lain

Penilaian/analisis permohonan kredit
a. Penilaian untuk menghadapi risiko kredit :
1. Watak (character)
2. Kemampuan (capacity)
3. Modal (capital)
4. Kondisi usaha
5. Jaminan (collateral)

b. Analisis Permohonan kredit
1. Aspek Umum (izin, pemilik modal, pengalaman usaha, informasi pihak ketiga )
2. aspek manajemen ( Pengurus, Jumlah personalia, jabatan rangkap diluar perusahaan ,
kerapian adm, kebenaran data yang disampaikan)
3. Aspek pemasaran ( Jenis barang, saluran distribusi, posisi pemohon terhadap perantara,
Cara pembayaran, rata-rta penjualan, rencana penjualan,dll)
4. Aspek teknik dan produksi pembelian
5. Aspek Keuangan