Anda di halaman 1dari 46

BIOFARMASI SEDIAAN ORAL

PENDAHULUAN

Merupakan pilihan pemberian obat yang paling umum, mudah digunakan, nyaman dan a
man dan yang banyak diminati terutama oleh anak-anak. Pada pemberian peroral har
us dipertimbangkan adanya kontrarindikasi obat seperti resiko dimuntahkan atau d
iare, zat aktif yang rusak dengan kondisi pencernaan, adanya interaksi dengan fl
ora usus, juga adanya first pass effect dan klirens hepatik yang menyebabkan ina
ktifasi pada zat aktif.
SEDIAAN ORAL - Larutan - Suspensi - Emulsi - Kapsul - Tablet Bentuk sediaan buka
n sekedar bentuk estetika, melainkan merupakan kesatuan struktur sediaan yang sa
ngat berpengaruh pada ketersediaan hayati.

Pertimbangan Sediaan Oral 1. Tidak menyebabkan muntah 2. Tahan akan Asam lambung
& enzim pencernaan 3. Enzim proteolitik dapat merusak peptida 4. Enzim floura u
sus mempengaruhi selulosa & penisilina 5. kadang2 terjadi rx antara obat dan cai
ran lambung Zat altif susah diserap 6. tidak memberikan efek segera 7. trjadi fi
rst pass effect
Aspek Biofa Saluran Cerna
Organ Mulut Esophagus Lambung pH 6,7-7 6,7-7 1 2 (puasa) 3 (makan) Waktu Transit
2 menit 0,1 2 menit 10 menit 1 jam 1 8 jam
Duodenum Jejunum Ileum
Kolon
46 67 78
78
5 15 menit 2 3,5 jam 3 6 jam
1 jam
Karakter Biofa Mulut

Waktu kontak sebentar karena daerah absorpsi sempit Kapasitas kelarutan berbeda
untuk sediaan cair dan tablet. Untuk dosis besar penyerapan kecil karena volume
cairan sedikit Mulut kurang berperan dalam penyerapan sediaan oral kecuali untuk
sediaan sub lingual akibat vaskularisasi yang tinggi. Jadi Sublingual hanya unt
uk zat aktif dalam dosis kecil
Karakter Biofa Lambung

pH asam lambung berubah-ubah dari asam ke netral Banyak faktor yang mempengaruhi
seperti adanya enzim proteolitik, asam lambung dan mucin. Waktu transit dalam l
ambung dipengaruhi oleh; - Waktu transit ditingkatkan : - volume - Konsistensi -
Keasaman - Kadar lemak - Emosi, menyebabkan penutupan pylori - Posisi tidur pad
a sisi kanan
Karakter Biofa Lambung (2)

Yang mempercepat pengosongan - Kebasaan, pilorus akan terbuka - Gas CO2 - Posisi
tidur kekiri - Keadaan beraktifitas Variasi waktu transit terjadi akibat varias
i banyaknya makanan dalam lambung yang mempengaruhi pembukaan pilorus. Ketika la
mbung kosong dan sediaan encer waktu transit skt 10 menit. Untuk lambung penuh t
erisi makanan waktu transit s.d 8 jam.
Karakter Biofa Lambung (3)

Proses biofa sediaan sustained release; zat aktif dilepaskan dalam matrix yang k
onstan. Proses biofa terpanjang : sediaan sustained release berupa tablet salut
tergranulasi
Karakter Biofa Usus

Dipengaruhi oleh gerak peristaltik Duodenum dan bagian pertama jejenum memiliki
fungsi pencernaan yang sangat nyata, sedangkan bagian kedua jejenum dan ileum fu
ngsi penyerapannya lebih berperan. Sebagian besar sediaan obat setelah tervaskul
arisasi dari usus akan menuju hati
Karakter Biofa Usus Kecil

Usus kecil tdd;


Duodenum
Yeyenum Ileum

Konstituen ;
-
Kelenjar pankreas : pankreatic, kolesterol esterase - Kelenjar empedu : mucin, g
etah empedu - Kelenjar usus : mucin, enzim, proenzim, bikarbonat Konsistensi : se
misolid sd cair
Karakter Biofa Usus Kecil (2)


Tegangan permukaan : rendah karena adanya garam empedu. Gerakan : segmentasi, pe
ristaltik dan pendular Catatan : - macam2 mekanisme absorpsi terjadi di sini - t
ranspor aktif pada bagian atas; riboflavin, turunan penisilin, griseofulvin, tet
rasiklin - Contoh obat yang rusak oleh sistem enzim : insulin
Karakter Biofa Usus Besar

Konstituen :
Mucus
; sekresinya sedikit Mikroflora; produksi enzim penisilinase , cellulase (zat te
rtentu yang mempermudah absorpsi vitamin tertentu) Konsistensi ; pasta yang sang
at kental (fungsi dehidratasi) Gerakan ; peristaltik dan segmentasi
Karakter Biofa Usus Besar (2)

Hambatan : konsistensi yang padat/ volume cairan kecil Obat yang menurun keterse
diaan hayatinya adalah obat yang sangat kecil kelarutannya dalam saluran cerna s
angat kecil atau tidak larut lemak Contoh : sulfaguanidin hanya untuk obat lokal
sakit perut, tidak untuk efek sistemik
Faktor-faktor yang berperan dalam penyerapan obat peroral

Faktor Fisiologi 1. Permukaan penyerap Lambung lebih berperan pada penggetahan d


ibandingkan penyerapan. Namun mukosa lambung dapat melakukan penyerapan tergantu
ng lamanya kontak, bentuknya non ionik dan lipofilitas. Usus halus memiliki luas
permukaan penyerapan sekitar 40 50 meterpersegi. Sehingga peran penyerapan zat
dominan.
2. Umur Saluran pencernaan pada bayi baru lahir bersifat sangat permeabel diband
ingkan dengan yang lebih umurnya, selain itu fungsi enzimatik belum berfungsi se
mpurna yang kemungkinan dapat menyebabkan penyerapan dosis berlebih. Demikian ju
ga orang tua fungsi sistem pencernaan dan enzimatik fungsinya menurun. 3. Sifat
membran biologi Sifat utama lipid memungkinkan terjadinya difusi pasif zat aktif
yang bersifat lipofil dan tak terionkan dilambung. Jenis transfor zat aktif diu
sus halus meliputi :
Transfor dengan pembentukan pasangan ion - Transfor sederhana - Transfor aktif -
Pinositosis Adanya berbagai macam mekanisme penyerapan tersebut menyebabkan pel
ipatgandaan zat aktif yang diserap dan masuk ke aliran darah. 4. Laju pelewatan
dan waktu tinggal dalam lambung Zat aktif yang sukar diserap dilambung pelewatan
nya harus cepat dan agar segera lewat ke usus yang transitnya lama agar penyerap
an optimal. Disini ada yang meningkatkan dan ada yang menurunkan seperti apa yan
g dijelaskan diatas.
-
5. pH dan perubahan pH karena formulasi Derajat keasaman pH cairan saluran cerna
terbatas pada pH 1-8. Zat aktif yang bersifat asam lemah dapat diserap dilambun
g, dan yang bersifat basa diserap diusus. 6. Tegangan permukaan Tegangan permuka
an zat aktif pada cairan usus menurun karena adanya garam empedu yang dapat memu
dahkan pembasahan dan meningkatkan pelarutan.
7. Kekentalan Kekentalan yang ditambahkan dalam formulasi akan meningkatkan wakt
u tinggal sehingga dapat memberikan kesempatan penyerapan zat aktif. 8. Isi salu
ran cerna yang dapat mengubah zat aktif a. Musin Senyawa ini merupakan mukopolis
akarida alami dalam lapisan sal pencernaan yang dapat membentuk kompleks dengan
zat aktif dan menghambat penyerapan. Tetapi musin juga dapat berperan sebagai pe
mbawa atau media penyerapan zat aktif. b. Garam empedu Zat ini dapat menurunkan
tegangan permukaan zat aktif terutama yang bersifat lipofil dalam pencernaan seh
ingga dapat berinteraksi dengan
c. Ion-ion tertentu Ion Ca, Mg dan Fe yang bervalensi dua atau tiga dapat memben
tuk kompleks kelat yang tidak larut sehingga tidak diserap dalam saluran pencern
aan. Contohnya tetrasiklin. d. Flora Usus Contohnya enzim penisilinase yang dapa
t merusak golongan zat aktif penisilin.
2. Faktor Patologi
1.
2.
Gangguan Fungsi Penggetahan Pengeluaran getah lambung yang menurun pada saat tuk
ak lambung akan mengurangi penyerapan zat aktif tertentu. Demikian juga berkuran
gnya getah empedu akan menyulitkan pencernaan lemak. Gangguan transit Waktu ting
gal dalam lambung akan meningkat pada kondisi : penyempitan pilorus, tukak lambu
ng, peradangan saluran pencernaan. Pada kondisi diare waktu transit akan diperce
pat sehingga penyerapan akan menurun.
KINETIKA PELEPASAN ZAT AKTIF SEDIAAN ORAL
I.
Bentuk Sediaan Cair
1. Zat aktif yang terlarut dalam pelarutnya Contohnya sirup, elixir 2. Zat aktif
yang terdispersi Contohnya suspensi dan emulsi Penyerapan akan optimal jika zat
aktif berada dalam bentuk aktif terlarut dan tak terionkan, diusahakan sediaan
obat dapat tercampur dengan air sehingga dapat melepaskan zat aktif.
Banyak bahan obat yang sukar larut dalam air atau tidak stabil dalam pembawa air
. Kelarutan zat aktif dapat ditingkatkan dengan cara : 1. Mengubah tetapan diele
ktrik bahan pembawa dengan penambahan pelarut campur air yang dapat bercampur se
cara fisiologis, seperti polietilenglikol, propilenglikol, gliserin dan lainlain
. 2. Melarutkan zat aktif yang sangat larut lemak dalam pembawa yang terdispersi
dalam air dan bertipe minyak yang teresterifikasi
3. Mengubah zat aktif menjadi bentuk yang lebih larut air - Dengan penggaraman -
Pembentukan berbagai interaksi. Ex. Cafein-riboflavin - Penglarutan miselar den
gan penambahan surfaktan
Prinsipnya agar zat aktif dalam sediaan obat terserap secara optimal maka syarat
nya adalah terlarut dalam bentuk aktif dan tak terionkan.
2. Bentuk sediaan Terdispersi a. Sediaan Emulsi
Pada umumnya fase luar emulsi adalah fase air. Fase air tersebut bercampur denga
n getah saluran cerna dan selanjutnya dapat membasahi mukosa penyerap. Zat aktif
yang teremulsi dapat berupa : - Merupakan fase yang terdispers (emulsi lipid se
perti minyak ikan) - Terlarut dalam fase minyak yang terdispers (Vitamin A atau
K)
Predisposisi Zat Aktif dari sediaan emulsi
a.
b.
Difusi zat aktif dari fase dalam (terdispers) menuju fase luar (pendispers) Difu
si fraksi zat aktif yang terlarut dalam fase luar menuju cairan pencernaan dan m
elintasi membran biologi
b. Sediaan Suspensi
Zat aktif bentuk padat dan halus, akan tersebar dan terbasahi sempurna oleh medi
a berair dan tercampur dengan cairan cerna. Predisposisi suspensi obat dalam tub
uh terjadi dalam 2 tahap : 1. Pelarutan atau pendispersian partikel zat aktif 2.
Penyerapan zat aktif terlarut
Faktor-faktor yang mempengaruhi pelarutan partikel spesifik sediaan suspensi : 1
. Kekentalan Zat pengental merupakan penstabil sediaan, dapat meningkatkan waktu
transit, namun terkadang dapat menghambat atau mengurangi kelarutan zat aktif.
2. Ukuran partikel Ukuran partikel harus sehalus mungkin dan seragam. Karena kes
tabilannya sangat mudah berubah seperti caking, karena penggabungan dari masing-ma
sing partikel, disini dapat dicegah dengan adanya pengental atau suspending agen
t.
3. Kapsul lunak Sediaan mengandung zat cair atau setengah padat Masalah yang ser
ing terjadi adalah pada saat pembukaan seluung gelatin. Waktu yang diperlukan un
tuk pembukaan gelatin rata-rata 10 menit. Mekanismenya dengan melarutnya secara
perlahan dari kapsul gelatin, berlubang lalu sobek.
4. Kapsul keras Predisposisi zat aktifnya yaitu : a. Pembukaan kapsul gelatin Ke
tika kapsul gelatin masuk ke dalam lambung maka gelatin mulai melarut Hal ini be
rgantung pada : 1. Ukuran kapsul Kapsul yang bentuknya atau berukuran besar maka
penyerapan akan lebih lama. Hal ini bergantung pada : 2. pH lambung
3. Suhu harus mendekati nilai normal. Pada percobaan invitro bahwa waktu pembuka
an kapsul pada suhu 35-370C adalah 10-15 menit 4. Interaksi gelatin dan isi kaps
ul Beberapa zat aktif akan berinteraksi dengan gelatin kapsul sehigga dapat memp
erkuat kekerasan kapsul dan memperlama pembukaan kapsul, terutama pada penyimpan
an yang lama yang kontak dengan udara luar.
b. Pembasahan dan Penyebaran serbuk Pada umumnya semakin besar ukuran partikel s
erbuk maka akan semakin permeabel pada cairan dan dapat didispersi dengan mudah.
Karena sebanding dengan porositas serbuk. Untuk mendapatkan laju pelarutan yang
optimal diperlukan ukuran yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil jika
perlu sediakan dalam bentuk granul.
Selain itu pembasahan serbuk dipengaruhi oleh zat tambahan seperti pengisi. Peng
isi yang ditambahkan bersama zat aktif yang larut dalam air sebaiknya menggunaka
n pengisi tidak larut dalam air tetapi mudah ditembus air seperti amylum dan sel
ulosa. Sedangkan pengisi untuk zat aktif yang sukar larut dalam air sebaiknya me
makai pengisi yang mudah larut dalam air seperti laktosa.
Zat Aktif dikempa

Pengempaan pada camuran partikel tablet akan menguatkan ikatan kohesi zat, sehin
gga akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk hancurnya sediaan dalam cairan. P
enembusan air karena penghampaan atau karena daya kapiler merupakat syarat yng h
arus dipenuhi. Inilah yang menjadikan adanya peran disintegrator yang hidrofil a
tau yang mudah ditembus oleh air.
Kinetika tablet

Tablet biasanya diberikan bersama air karena air akan mempercepat pembasahan dan
penembusan sampai ke bagian dalam sediaan sehingga memugkinkan akan hancur. Den
gan adanya air maka akan mempercepat terjadinya waktu transit tablet didalam lam
bung. Dalam sediaan tablet pemecahan dan pelarutan sangat menentukan penyerapann
ya, pelarutan 20 kali lebih lambat dibandingkan penghancuran
Penghancuran tablet dikelompokkan menjadi : - Hancuran makrogranul Secara invitr
o, pada saat penghancuran tablet terbentuk fragmen-fragmen besar yang dapat meng
endap didasar labu sehingga akan memperlambat penghancuran selanjutnya. - Hancur
an mikrogranul Tablet hancur atas fragmen besar yang mengendap dan akan mengalam
i penghancuran kedua yaitu dengan meninggalkan kabut partikel didalam cairan.

Hancuran mikronais Penghancuran terjaditampak seperti susu atau koloid, bentuk i


ni yang akan lebih memudahkan penglarutan zat aktif.
-
Faktor-faktor teknologi yang mempengaruhi penghancuran dan pelarutan
Gaya kempa dan porositas masa tablet Semakin besar gaya kempa maka akan semakin
besar kontak luas permukaan antar partikel dan makin besar pula luas permukaan a
dhesi interpartikel sehingga ruang kosong semakin kecil. Semua kondisi ini akan
mengecilkan ukuran pori-pori tablet yang penting untuk penembusan air sehingga t
ablet akan hancur. Waktu hancur berbanding lurus dengan gaya kempa.
1.
Dengan kondisi tersebut penting mempertimbangkan upaya untuk memperbaiki kondisi
tersebut : - Kurangi daya pengempaan agar porositas tidak terlalu sempit - Tamb
ahkan zat penghancur yang memiliki sifat hidrofil seperti amylum yang akan menge
mbang dalam massa tablet dan menghancurkan isi tablet tersebut. - Hindari penggu
naa pengental dalam pengikat dalam jumlah banyak
Metode Pembuatan
Kempa langsung Waktu hancurdan laju pelarutan sangat tergantung pada pembawa yan
g digunakan. Disini diupayakan pemakaian zat-zat yang kering dan mudah mengalir
yang menjadi penentu penghancuran tablet. Harus ditambahkan zat tambahan yang be
rsifat hidrofil yang mudah ditembus oleh air. 2. Granulasi kering Pada umumnya a
kan menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat. Agar pelapasan partikel lebih ba
ik maka gunakan setengah disintegrator dalam fase dalam dan setengah lagi sebaga
i fase luar.
1.
3. Granulasi basah Granulasi basah memiliki tingkat penghancuran yang paling sul
it karena adanya peran pengikat yang basah dan dikeringkansehingga memungkinkan
meningkatkan daya ikat semua massa tablet tersebut. Granul akan keras dan sulit
hancur jika penggunaan cairan pengikat yang terlalu banyak terutama pengikat den
gan sifat hidrofilitas yang tinggi. Hal ini dapat diperbaiki dengan penghancur y
ang optimal untuk menghancurkan masa tablet tersebut.
Pengeringan dalam granulasi basah akan merubah zat aktif menjadi kristal yang st
abil dan sulit melarut, ssehingga harus diperhatikan sifatsifat zat aktif teruta
ma yang akan dipengaruhi oleh kelembaban dan pengeringan.
Tablet Salut
Sediaan ini tidak jauh berbeda mekanisme penghancuran dan pelarutannya dengan ta
blet konvensional, namun disini yang perlu dihindarkan adalah zat penyalut yang
tidak bisa terbasahi atau berinteraksi dengan cairan biologi. Artinya zat penyal
ut yang sangat mempengaruhi daya hancurnya karena setelah pelepasan dari penyalu
t mekanismenya akan terjadi seperti tablet konvensional biasa.

Bagaimana kinetika predisposisi dari tablet yang sifatnya long action ???