Anda di halaman 1dari 6

5/11/2012

1
VERTICAL ALIGNMENT
Nursyamsu Hidayat, Ph.D.
Civil Engineering Diploma Program
Vocational School Gadjah Mada University
Alinemen Vertikal
2
5/11/2012
2
Alinemen Vertikal
Adalah proyeksi dari as jalan pada bidang
vertikal, yang terdiri dari bagian landai
vertikal dan bagian lengkung vertikal.
Alinemen vertikal terdiri dari landai positif
(tanjakan), landai negatif (turunan), dan
landai nol (datar)
Bagian lengkung vertikal dapat berupa
lengkung cekung atau lengkung cembung
3
Kelandaian Jalan
Gambar rencana jalan dibaca dari kiri ke
kanan, maka landai jalan diberi tanda positif
(+) untuk pendakian, dan negatif (-) untuk
penurunan muka jalan dari kiri ke kanan
g = + (%) landai positif, jalan naik g = - (%) landai negatif, jalan turun
4
5/11/2012
3
Landai Maksimum
Adalah kelandaian maksimum dimana truk
dengan muatan penuh masih mampu
bergerak dengan penurunan kecepatan tidak
lebih dari separuh kecepatan semula tanpa
harus menggunakan gigi rendah
Kelandaian maks yg diijinkan
Source: Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota , 1997
VR (km/jam) 120 100 80 60 50 40 30 20
Kelandaian maks
(%)
3 3 4 5 8 9 10 10
5
Panjang Kritis
Adalah panjang landai maks yang harus
disediakan agar kendaraan dapat
mempertahankan kecepatannya sedemikian
sehingga penurunan kecepatan tidak lebih
dari separuh VR. Lama perjalanan tersebut
tidak lebih dari 1 menit
Kecepatan pada
awal tanjakan
(km/jam)
Kelandaian
4 5 6 7 8 9 10
80 630 460 360 270 230 230 200
60 320 210 160 120 110 90 80
Source: Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota , 1997
6
5/11/2012
4
Lajur pendakian
Adalah lajur khusus yang
disediakan untuk truk-truk
bermuatan berat agar
kendaraan lain dapat
mendahului kendaraan lambat
tersebut tanpa harus berpindah
lajur atau menggunakan lajur
lawan.
7
Lengkung Vertikal
Lengkung vertikal disediakan pada setiap
titik yang mengalami perubahan kelandaian
Tujuan:
Mengurangi goncangan akibat perubahan
kelandaian
Menyediakan jarak pandang henti
Ada 2 macam lengkung vertikal:
1. Lengkung vertikal cekung
2. Lengkung vertikal cembung
8
5/11/2012
5
Rumus umum
PPV PTV
PLV
X
Y
y
Ev
L
L
P
g2 %
g1 %
Q
A
A = g
1
g
2
; A : perbedaan aljabar landai jalan

y = [A / (200L)] x
2
Ev = AL/800
Note:
jika Ev (+) cembung;
jika Ev (-) cekung 9
Contoh perhitungan
PPV berada pada Sta 0+260
Elevasi PPV = +100 m
Kelandaian g1 = - 8% (menurun dari kiri)
Kelandaian g2 = - 2% (menurun dari kiri)
Panjang lengkung vertikal = 150 m
Hitunglah:
Tinggi rencana sumbu jalan pada Sta 0+150
Tinggi rencana sumbu jalan pada Sta 0+200
Tinggi rencana sumbu jalan pada Sta 0+260
Tinggi rencana sumbu jalan pada Sta 0+300
Tinggi rencana sumbu jalan pada Sta 0+350
10
5/11/2012
6
Lengkung Vertikal Cembung
Jika jarak pandang < panjang lengkung (S<L)
Jika berdasarkan JP henti (Bina Marga), maka:
L = AS
2
/399
Jika berdasarkan JP menyiap (Bina Marga), maka:
L = AS
2
/960
Jika jarak pandang > panjang lengkung (S>L)
Jika berdasarkan JP henti (Bina Marga), maka:
L = 2S 399/A
Jika berdasarkan JP menyiap (Bina Marga), maka:
L = 2S 960/A


11
Lengkung Vertikal Cekung
Panjang LV cekung berdasarkan jarak
penyinaran lampu kendaraan
S < L
L = AS
2
/ (120 + 3.5 S)
S > L
L = 2S [(120 + 3.5 S)/A]

12