Anda di halaman 1dari 11

Subbab 4.5 dan 4.

6
Teknik Tegangan Tinggi
Oleh Kelompok 10 :
1. Abdul Harris Hidayat
2. Sawaludiman
3. Yoga Tri Warmen



4.5 Breakdown pada dielektrik padat dalam
pengaplikasiannya
Dielektrik adalah sejenis bahan isolator istrik yang
dapat dikutubkan (dipolarisasi) dengan cara
menempatkan bahan dielektrik dalam medan listrik.
Ketika bahan ini berada dalam medan listrik, muatan listrik yang terkandung
didalamnya tidak akan mengalir, sehingga tidak timbul arus seperti bahan konduktor,
tapi hanya sedikit bergeser dari posisi setimbangnya mengakibatkan terciptanya
pengutuban dielektrik.



4.5.1 Pelemahan dan Breakdown yang berhubungan
dengan sifat Kimia dan elektrokimia benda

Tidak Jarang keberadaan zat lain mengganggu proses kimia, yang
berakibat pada penyebab munculnya breakdown



Oksidasi
keberadaan udara dan oksigen, material seperti karet dan polyethylene akan
kesulitan beroksidasi sehingga meningkatkan terbentuknya retak-retak pada
permukaan


Hidrolisis
ketika air atau uap air berada pada permukaan dielektrik padat, hidrolisis akan terjadi dan material
akan kehilangan ketahanan elektrik dan mekaniknya seperti kertas, kapas, dan material berserat
lainnya akan melemah sifat /ketahanan elektriknya akibat hidrolisis.

Aksi Kimia
ketika material pembentuk dielektrik yang berbeda saling bersentuhan, reaksi kimia
antar material dapat terjadi yang menyebabkan terjadinya breakdown.

Pelemahan akibat pengaruh elektrokimia dan kimia dapat
diminimalisir dengan mempelajari dan menguji bahan material
secara hati-hati. Contohnya :

Insulator berjenis kaca dengan kandungan soda yang tinggi harusnya dijauhkan dari
kondisi basah atau lembab, karena sodium bersifat mobile yang akan membentuk
alkali kuat yang menyebabkan pelemahan pada dielektrik. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa insulator jenis ini akan berubah sifat mekanik dalam 24 jam jika
dibiarkan dialam terbuka yang memiliki tingkat kelembaban 100% dengan suhu
sekitar 70 derajat celcius.

Insulator jenis kertas, pada umumnya pelemahan akibat perubahan kimia dan
elektrokimia cenderung meningkat akibat temperature yang naik, sehingga
temperature yang tinggi seharusnya dihindari.

4.5.2 Breakdown akibat treeing dan tracking

Ketika dielektrik padat dihadapkan pada tegangan medan listrik
dalam jangka lama, umumnya ada dua penampakan jelas dari
material dielektrik.
(a). Adanya celah konduksi melewati permukaan isolator
(b). Adanya mekanisme dimana terjadinya kebocoran arus, arus
melewati celah konduksi yang menyebabkan terjadinya spark
(percikan listrik).


Sebuah dielektrik yang diapit oleh dua elektroda. Pada gambar 4.4 menunjukkan
bahwa elektroda 1 untuk menuju elektroda 2 harus melalui sebuah media yang
memiliki jarak d1. D1 dapat kita asumsikan media dielektrik berupa udara. Setelah itu,
ada d2 yang merupakan dielektrik padat . Sedangkan tegangan yang berada pada
dielektrik udara dilambangkan dengan v1 dan tegangan yang melewati dielektrik
padat, v2.

Tegangan v1 dapat kita cari dengan
rumus

Terkadang aktivitas spark (percikan listrik) ini akan
menimbulkan erosi pada permukaan dielektrik. Seiring
berjalannya waktu, kanal-kanal akibat erosi oleh spark
akan membentuk seperti sebuah pohon. Inilah yang
disebut treeing.
4.5.3 Breakdown akibat Internal Discharges

Pada dielektrik padat biasanya mengandung ruang kosong atau
kavitas pada medium atau pada pembatas antara elektroda dan
dielektrik. Umumnya ruang kosong ini diisi oleh dielektrik
berkekuatan menengah atau rendah.

Jika dielektrik yang mengandung kavitas dialiri tegangan maka
didalam medium tersebut terjadi perbedaan medan listrik, karena
kavitas mengandung medium dielektrik lebih rendah maka medan
listrik dikavitas akan besar. Besarnya medan listrik dikavitas
terkadang lebih besar dari batas katahanan breakdown material, jika
itu terjadi maka akan terjadi breakdown.

Jika kita menggambarkan dielektrik (fig 4.5 a) kedalam rangkaian listrik maka akan
membentuk C1, kapasitansi ruang kosong / kavitansi, C2, kapasitansi dielektrik
yang seri dengan kavitansi dan C3, kapasitansi dielektrik selain C2.
Kita dapat menentukan nilai v1 :