Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Abrams, G.D. 1984. Pengantar Patologi Umum : Mekanisme Penyakit Dalam


Silvia Anderson Price dan lorraine M. Wilson. Penerbit Buku
Kedokteran E.G.C. Jakarta. 2 hal

Alifia, F. dan M. I. Djawad. 2003. Kondisi Histologi Insang dan Organ Dalam
Juvenil Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskall) yang tercemar logam
timbal (Pb). Jurnal Sains dan Teknologi. Fakultas Ilmu Kelautan dan
Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makasar. 10 hal.

Austin, B and D.A. Austin. 1999. Bacterial Fish Patogen: Disease of Farmed and
Wild Fish (Third Revised Edition). Praxis publishing Ltd. Chicester,
UK. p: 154-166.

Axellrod, H.R. 1989. Handbook of Fish Disease. TFH Publication. United Stated
of America. 2 hal.

Carrson F. 1992. Histotechnology : A Self Instructional Text . ASCP Press. 2 hal.


Akses : 11 Juli 2008.

Delman dan Brown. 1989. Buku Teks Histologi Veteriner I. UI Press. Jakarta. 2
hal.

Esteve, C., C. Amaro, E.G. Biosca, dan E. Garay. 1995. Biochemical and
Tixigenic Properties of Vibrio furnisii Isolated from An Eropean Eel
Farm. Aquaculture 132. Elvesier Science, B. V: pages 81-90.

Feliatra. 1999. Identifikasi Bakteri Patogen (Vibrio sp.) di Perairan Nongsa Batam
Propinsi Riau. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Jurnal Natur Indonesia, II (I): 28 – 33 hal.

Fuller, R. 1987. A Review, Probiotics in Man and Animals. Journal of Applied


Bacteriology 66 : 365-778 pages.

Ghozali, I. 2006. Statistik Non-Parametrik – Teori dan Aplikasi dengan Program


SPSS. Badan Penerbit – Undip. Semarang. 293 hal.

Hoiczyk, E. dan A. Hansel. 2000. Cyanobacterial Cell Walls : News From an


Unusual Prokaryota Envelope. J, Bacteriol., 182 (5) : 1191 – 1199.

Holt, J.G; Noel, R. Krieg; Peter H.A Sneath; James. T.Staley; Stanley T.Williams.
1994. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Ninth Edition.
William and Wilkins. Baltimore. United States of America. p : 83 &
140.
39

Idel, A dan S. Wibowo. 1996. Budidaya Tambak Modern. Gitamedia Press.


Surabaya. 153 hal.

Indriani, R. H. Hamid, R.M.A. Adjid dan M. Saepullah. 2004. Uji Patogenisitas


dan Imunogenisitas Isolat Lapang Virus Infectious Laryngo Tracheitis.
Balai Penelitian Veteriner. JITV Vol 9 No 2. Bogor. 122-127 hal.
http://peternakan.litbang.deptan.go.id/publikasi/jitv/jitv92-7.pdf.
Tanggal akses 23 Oktober 2009.

Irianto, A. 2003. Probiotik Akuakultur. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta. 102 hal.

Irianto, A. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta. 256 hal.

Isnansetyo, A. 2005. Bakteri Antagonis Sebagai Probiotik untuk Pengendalian


Hayati pada Akuakultur. Jurnal Perikanan VII (1) : 32-34 hal.

Mukti, A. T., W. H. Satyantini dan H. M. Arief. 2004. Diktat Kuliah Dasar-Dasar


Akuakultur Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Kedokteran
Hewan Universitas Airlangga. Surabaya. 3 hal.

Khoiron, M. 2005. Gambaran Histopatologi Organ Sirip Ekor Ikan Maskoki Tosa
(Carassius auratus) yang Terinfestasi Argulus sp. Skripsi. Budidaya
Perairan. Fakultas Kedokteran Hewan. Surabaya. 4 hal.

Kordi, K.M.G. 2000. Budidaya Kepiting dan Ikan Bandeng di Tambak Sistem
Polikultur. Effhar dan Dahara Prize. Semarang. 272 hal.

Kordi, K.M.G. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Rineka
Cipta dan Bina Adiaksara. Jakarta. 194 hal.

Kusriningrum, R. 1989. Dasar Perancangan Percobaan dan Rancangan Acak


Lengkap. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.
143 hal.

Kusworo, A.B. 2004. Pengelolaan Kualitas Pada Pembesaran Bandeng.


Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 20 hal

Lowell, T and L.A. Sackey. 1973. Absorption by Channel Catfish of Earty-Musty


Flavor Compounds Synthesized by Culture of Blue Green Alga.Trans.
Amer. Fish. Soc 102 : 774-777.

Masithah, E. D., H. Suprapto, N. Nyoman T. P., dan Ni’matuzzaroh. 2006.


Identifikasi Bakteri Pektinolitik sebagai Bakteri Antagonisme Penekan
Populasi Microcystis sp. JurnalPenelitian Perikanan IX, 1: 52 – 57 hal.
40

Mudjiman, A. 1995. Budidaya Bandeng di Tambak. Penerbit Swadaya. Jakarta.


25 hal

Murtdjo, B.A. 2002. Budi Daya dan Pembenihan Bandeng. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta. 111 hal.

Ressang, A.A. 1984. Buku Pelajaran Patologi Khusus Veteriner : Untuk


Mahasiswa, Dokter Hewan dan Ir. Peternakan. Penerbit Bali Cattle
Disease Investigation Unit. 4 hal.

Rismana, E. 2008. Mengenal Bahan Kimia Disinfeksi. http://www.bppt.org.


Tanggal akses 21 September 2008. 4 hal

Riquelme, C., R. Araya, N. Vergara, A. Rojas, M. Guaita dan M. Candia. 1997.


Potential Probiotic Strain in The Culture of The Chilean Scallop
(Argopecten purpuratus Lamarck, 1819). Aquaculture. 154: 17-26
pages.

Robbins, S.L. dan K Vikram. 1987. Buku Ajar Patologi I (Basic Pathology Part
1). Edisi ke 4, cetakan I tahun 1992. Alih bahasa : Staf Pengajar
Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Roberts, R.J. 1978. Fish Pathology. Bailliere Tindall. University Press Abberden.
London. 10 pp.

Roza, D., T. Aslianti, Zafran, dan I. Taufik. 1996. Uji patogenitas Bakteri Vibrio
yang Dominan di Panti Benih Skala Rumah Tangga terhadap Larva
Bandeng (Chanos chanos Forskal). Jurnal Penelitian Perikanan
Indonesia. Volume 11, 33 – 37 hal.

Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan 1. Penerbit Binacipta.


Bogor. 1 hal

Salmin, 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD)
sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan.
Oseana. Volume XXX, Nomor 3. Hal 21-26.

Studivianto, G. 2006. Pengaruh Perendaman Benih Lobster Air Tawar Capit


Merah (Cherax quadricarinatus) pada Umur yang Berbeda dalam
Hormon Sintetik 17 Alpha Metiltestoteron terhadap Persentase Kelamin
Jantan. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. 20 hal

Suntoro, S.H. 1983. Metode Pewarnaan (Histologi dan Histokimia). Bharata


Karya Aksara. Jakarta. 5 hal.
41

Susanto, B., I. Setyadi, D. Syahidah, M. Marzuqi dan I. Rusdi. 2005. Penggunaan


Bakteri Probiotik sebagai Kontrol Biologi dalam Produksi Massal Benih
Rajungan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Volume 11.

Thompson, F.L., T. Iida, J. Swing. 2004. Biodiversity of Vibrios. Microbiology


and Molecular Biology Reviews. American Society for Microbiology.
Vol 68. 403 – 431 pp.

Thomson, R.G. 1984. General Veterinary Pathologi, 2nd Edition. W.B. Sounders
Company. Philadelphia. London, Toronto. 183 hal.

Trisyani, N. 1997. Hubungan Antara Kualitas Air Tambak dan Pertumbuhan Alga
Cyanophyceae terhadap Citarasa Lumpur Ikan Bandeng (Chanos
cahanos Forskal). Tesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Brawijaya.
Malang. 92 hal.

www.cancerweb.ncl.ac.uk. 2004. Bouin’s Fixative. http://cancerweb.ncl.ac.uk,


2004. Akses 11 Juli 2008. 2 hal.

Zafran, D.R., I. Kosharyani, F. Johny, dan K. Yuasa. 2005. Manual for Fish
Disease Diagnosis : Marine Fish and Crustacea Disease in Indonesia.
Gondol Research Institute for Marine and Japan International
Cooperation Agency. Japan