Anda di halaman 1dari 16

Mata kuliah : pendidikan dan pendahuluan fisika zat padat

VIBRASI KRISTAL

Di susun oleh kelompok III :
1. Anju febrianti situmorang
2. Edi mansyur harahap
3. Juni siburian
Pendidikan fisika eks A12
Universitas negeri medan
Kristal tersusun oleh atom-atom yangdiam
pada posisinya di titik kisi.Getaran atom-
atom pada suhu ruang adalah sebagai akibat
dari energi termal, yaitu energi panas yang
dimiliki atom-atom pada suhu tersebut.
Getaran atom dapat pula disebabkan oleh
gelombang yang merambat pada kristal.
Dalam keadaan ini, gelombang akan
melihat kristal sebagai tersusun oleh atom-
atom yang diskrit, sehingga pendekatan ini
sering disebut pendekatan kisi diskrit.

VIBRASI
KRISTAL

Fonon dalam fisika adalah kuantum kuantum
moda vibrasi pada kisi kristal tegar, seperti
kisi kristal pada zat padat. Kristal dapat
dibentuk dari larutan, uap, lelehan atau
gabungan dari ketiganya. Pembentukan
kristal sangat dipengaruhi oleh laju nukleasi
dan pertumbuhan.
Atom-atom atau molekulmolekul dapat
berbentuk kisi kristal melalui gaya tarik
menarik (gaya coulomb). Kisikisi tersebut
tersusun secara priodik membentuk kristal.
Fenomena yang muncul dari kuantisasi
sistem fisika zat padat tetapi memiliki
perbedaan energi dengan panjang
gelombang lebih panjang dibanding
gelombang elektromagnetik disebut
fonon.
Energi kuantum dari vibrasi gerak
dalam medan gelombang elastis dapat
dianalogikan seperti dalam foton
dalam gelombang elektromagnetik.

Dalam pendekatan gelombang panjang,
tinjau sebuah batang berpenampang A
dengan rapat massa , yang dirambati
gelombang mekanik ke arah memanjang
batang x.
Pada setiap titik x dalam batang
terjadi perubahan panjang u (x)
sebagai akibat adanya tegangan (x)
dari gelombang, Persamaan gelombang
elastis :
E=1/2 KA
2

GELOMBANG ELASTIK DAN FONON

Persamaan gel elektromagnetik adalah
E = h
Hal ini berarti bahwa fonon berkaitan
dengan transisi panjang gelombang yang
lebih panjang. Perambatan kisi vibrasi
kristal dapat dinyatakan sebagai
gelombang suara dan kecepatan
perambatannya identik dengan kecepatan
suara dalam zat padat.
Gelombang suara merupakan gelombang
transversal :

n
= 2L/n
Terdapat dua mode vibrasi dari atom
dalam kristal :
1. Vibrasi logitudinal merupakan mode
vibrasi yang arah vibrasinya searah
dengan arah rambatan.
2. Vibrasi transversal merupakan mode
vibrasi yang arah vibrasinya tegak lurus
arah rambatan

VIBRASI KRISTAL
MONOATOMIK

Terdapat dua jenis fonon dalam kisi kristal:
1.Optikal
2.Akustik
Respon elastis yang terjadi merupakan fungsi
linear dari gaya, yang ekivalen dengan energi,
sebagai fungsi kuadrat dari perpindahan di
antara dua titik dalam kristal. Energi saat
keseimbangan mencapai minimum. Gaya pada
bidang S disebabkan oleh perpindahan bidang
S + P, sehingga terdapat selisih U
s+ p
U
s
.
Interaksi antara dua tetangga terdekat (P =
1), sehingga total gaya :
F
s
= C(U
s+1
-U
s
)+(U
s-1
U
s
)
Penyebaran fonon untuk kristal
sederhana diatomik atau lebih akan
memberikan arah penyebaran yang
berbeda dibanding kristal monoatomik.
Tiap polarisasi akan memberikan arah
hubungan penyebaran terhadap k
dengan pola dua cabang : akustik dan
optikal. Sehingga akan diperoleh LA dan
TA (longitudinal acoustic dan transversal
acoustic),serta LO dan TO (longitudinal
optik dan tranversal optik)

VIBRASI KRISTAL
SEDERHANA DIATOMIK

Sel sederhana dengan P atom
mempunyai 3P cabang dengan 3 cabang
acoustic 3P-3 cabang optikal, jumlah
cabang selanjutnya disebut derajat
kebebasan. Untuk kristal kubus
diatomik dengan masa M
1
dan M
2
yang
berbeda. Persamaan gerak dengan
anggapan tiap bidang berinteraksi
hanya dengan atom tetangga terdekat
dan konstanta gaya sama, diperoleh :
M
1
. d
2
U
s
/dt
2
= C(sup>V
s< + Vs-1 - 2Us

Fonon dalam fisika adalah kuantum kuantum
moda vibrasi pada kisi kristal tegar, seperti kisi
kristal pada zat padat. Kristal dapat dibentuk
dari larutan, uap, lelehan atau gabungan dari
ketiganya. Pembentukan kristal sangat
dipengaruhi oleh laju nukleasi dan pertumbuhan.
Bila pertumbuhan lambat, kristal yang terbentuk
akan cukup besar, disertai dengan penataan
atomatom atau molekul-molekul secara teratur
dengan berulang sehingga sehingga energi
potensialnya minimum. Fisika zat padat sangat
berkaitan erat dengan kristal dan elektron di
dalamnya.

FONON
Fisika zat padat mengalami perkembangan
pesat setelah ditemukan Sinar-X dan
keberhasilan di dalam memodelkan susunan
atom dalam kristal. Atom-atom atau molekul
molekul dapat berbentuk kisi kristal melalui
gaya tarik menarik (gaya coulomb). Kisikisi
tersebut tersusun secara priodik membentuk
kristal. Atomatom yang menyusun zat padat
bervibrasi terhadap posisi keseimbanganya
sehingga kisikisi kristal pun ikut bervibrasi.
Fenomena yang muncul dari kuantisasi sistem
fisika zat padat tetapi memiliki perbedaan
energi dengan panjang gelombang lebih
panjang dibanding gelombang elektromagnetik
disebut fonon.
Dalam kasus ini, partikel seperti entitas yang
membawa energi unit bidang elastis dalam
modus tertentu disebut sebuah Fonon. Energi
fonon tersebut yaitu:
=
Sedangkan Fonon juga merupakan gelombang
berjalan, ia membawa momentum sendiri.
Analogi foton (sama seperti persamaan de
Broglie), momentum Fonon diberikan oleh p =
h / , dimana adalah panjang gelombang.
Ditulis = 2 / q, dimana q adalah vektor
gelombang, kita memperoleh momentum
untuk Fonon tersebut:
p = q

Karena energi per Fonon sama dengan
, dan karena energi rata-rata fonon
dalam modus diberikan oleh dalam
(3.26), berarti rata-rata jumlah fonon
dalam modus diberikan oleh
Jumlah ini tergantung pada suhu pada
T = 0, n = 0, tetapi dengan
meningkatnya T, n juga meningkat,
akhirnya meraih nilai n = kT / pada
suhu tinggi.
Di sini kita melihat hal yang menarik:
fonon diciptakan hanya dengan
meningkatkan suhu, dan karenanya
jumlah mereka dalam sistem ini tidak
kekal. Ini tidak seperti kasus pada
partikel lebih dikenal fisika-misalnya,
elektron atau proton di mana jumlah
ini kekal.
Thanks for
you attention