Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

Letak geografis Indonesia yang rawan akan kedatangan gempa bumi baik gempa vulkanik
maupun gempa teknonik membuat kita harus berpikir keras untuk selalu dalam keadaan
waspada. Akhir-akhir ini, bangsa Indonesia bahkan dunia dilanda bencana alam yang datang
silih berganti.

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang telah lama menorehkan ketakutan
sekaligus ketakjuban dalam benak manusia. Saat ini teknologi maju telah mampu mengukur,
mengebor, memantau, mengambil contoh, dan mencitrakan bumi serta pergerakannyayang
selama ini belum pernah dilakukan. Para ilmuwan terus mempelajari empa bumi untuk
menyingkap misteri geologisnya, serta untuk membantu mempersiapkan penduduk terhadap
dampak bencana alam di masa mendatang.

Bencana gempa bumi banyak mengakibatkan kerugian bagi manusia. Tidak hanya harta
benda, jiwa manusia pun terenggut oleh bencana gempa bumi. Hal ini dapat kita simak ketika
gempa bumi melanda Nanggroe Aceh Darusalam, Liwa, Nias, Papua dan Yogyakarta.
Manusia tidak dapat mencegah datangnya gempa bumi. Kita hanya dapat mengantisipasinya
sehingga tidak mengakibatkan kerugian yang besar.

Seismograf adalah sebuah alat yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mencatat gerak
pergeseran lempeng bumi. Namun alat ini tidak dapat lansung dimiliki oleh banyak
masyarakat karena nilai jualnya yang tinggi. Oleh sebab itu, makalah ini akan menjelas cara
membuat seismogaraf sederhana dengan memanfaatkan barang-barang yang ada pada sekitar
kita.

2

1.2 SEJARAH

Kita semua pasti sudah tahu apa itu seismograf? Ya,
betulalat untuk mengukur besarnya gempa bumi. Ternyata ketika awal ditemukan, bentuk
seismograf bukan seperti yang sekarang kita pernah lihat .

Pada zaman Dinasti Han Timur Tiongkok, sering terjadi gempa bumi di ibukota
Luoyang dan daerah sekitarnya. Menurut catatan buku sejarah, selama 50 tahun dari tahun 89
hingga 140, pernah terjadi 30 kali gempa bumi di daerah tersebut. Maka rakyat setempat
sangat takut. Kemudian seorang ilmuwan bernama Zhang Heng melakukan penelitian bidang
gempa bumi tersebut. Akhirnya pada tahun 132, Zhang Heng berhasil membuat alat pertama
yang dapat meramalkan gempa bumi di Tiongkok bahkan di seluruh dunia, dan dinamakan
Seismograf.

Seismograf itu dibuat dari perunggu berbentuk seperti guci
yang di tengahnya terdapat batangan tembaga dan di luarnya terdapat 8 ekor naga yang di
kepalanya tersambung pada 8 batang tembaga tipis yang menghadap ke arah-arah timur,
selatan, barat, utara, timur laut, tenggara, barat laut dan barat daya.

Di dalam mulut setiap naga terdapat bola tembaga yang kecil, di bawah kepala setiap
naga mendekam seekor katak tembaga, mereka semua membuka mulut besar-besar, yang
sewaktu-waktu dapat menyambut bola tembaga kecil yang dilontarkan dari mulut naga.

Seandainya terjadi gempa bumi, maka batang tembaga Seismograf itu akan condong
3

ke arah asal gempa bumi tersebut, kemudian menggerakkan kepala naga dan naga yang
berada di arah itu akan membuka lebar mulutnya, maka bola tembaga kecil itu akan keluar
dari mulut naga tersebut dan jatuh ke dalam mulut katak yang justru mendekam di bawahnya.
Dengan demikian, akan diketahui di mana terjadinya gempa bumi.

Beberapa abad kemudian pada tahun 1855, Luigi Palmieri dari Italia merancang
sebuah Seismometer merkuri. Seismometer buatan Palmieri ini memiliki tabung berbentuk U
diisi dengan merkuri dan disusun di sepanjang titik-titik kompas.
Kemudian pada tahun 1880, John Milne seorang ahli
seismologi dan geologi berkebangsaan Inggris menemukan seismograf modern pertama. Alat
ini merupakan sebuah seismograf pendulum horizontal sederhana, sebuah mesin yang
mencatat getaran yang terjadi dengan gerakan tiba-tiba di sepanjang garis patahan bumi. Dia
juga yang pertama kali mempromosikan pembangunan stasiun seismologi.
Setelah Perang Dunia II, seismograf pendulum horizontal itu dikembangkan lagi
menjadi Press-Ewing seismograf. Alat ini dikembangkan di Amerika Serikat dan digunakan
untuk merekam periode panjang gelombang. Seismograf ini kemudian digunakan secara
meluas di seluruh dunia hingga saat ini
Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama
seismokop. Seismokop adalah peralatan perekam gempa paling primitif. Seismokop terdiri
dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut
akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi.
4


Seiring dengan berjalannya waktu pengetahuan semakin berkembang pada tahun
1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson
seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga
langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang
sekarang ada dan berkembang. Untuk lebih jelasnya, terlebih dahulu kita ketahui pengertian
dan kegunaan dari seismograf tersebut.
























5

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN

Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah
alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau
getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.

Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh
matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada
masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat
ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar.
Alat seperti ini disebut seismometer broadband.

Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti
pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan
bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.

2.1.1 Penggunaan
Seismograf ada yang horizontal dan vertikal. Masing-masing mempunyai tugas
masing-masing. Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi
pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada
vertikal.

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk
memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.

Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan
bumi yang dicatat dalam bentuk rekaman atau disebut juga seismogram. Saat ini, seismograf
6

banyak digunakan oleh seismologist dalam mempelajari gempa bumi. Alat ini juga digunakan
oleh BMKG (Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika).

2.1.2 Jenis-jenis alatnya
Seismograf terdiri dari 2 jenis yaitu manual dan digital. Fungsi dan kegunaan setiap
jenis, mempunyai sedikit perbedaan. Di bawah inilah penjelasan masing-masing seismograf.

a. Manual (mekanikal)
Jenis gerakan mekanikal dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan
horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.

b. Digital (elektromagnetik)
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk
memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa
yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgavanometer.

Selain itu, seismograf digital modern menambahkan komponen keempat yaitu layar,
"user-friendly", dan cepat transfer data.

Menurut, Keluarga Macintosh dari komputer menyediakan antarmuka pengguna yang
konsisten dan maju dengan multi-tasking "sistem" yang memungkinkan seismograf digital
untuk tetap bekerja di "latar belakang" sebagai tugas lainnya yang dilakukan. The software
needed to run the seismographic station is , and the companion program is , which allows
anyone with a Macintosh to display and analyze the digital seismograms. Perangkat lunak
yang diperlukan untuk menjalankan stasiun seismographic adalah SeismoGraf, dan program
pendamping adalah SeismoView, yang memungkinkan siapapun dengan Macintosh untuk
menampilkan dan menganalisa seismogram digital.







7

2.2 LANGKAH PENGGUNAAN

Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah
horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.
Mengetahui getaran yang dirasakan yaitu dengan pendalar, dengan adanya pendalar tersebut
dapat mengetahui seberapa besar tekanan yang diberikan oleh getaran tersebut.

Cara kerjanya adalah apabila pada massa stasioner dipasang pena tajam dan ujung pena
itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi
bergetar, akan terjadi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut
merupakan wujud dari gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu para ahli dapat
membaca tekanan dan frekuensi suatu gempa.

Gambar 1.2 adalah alat seismograf yang modern. Seismograf modern ini, mempunyai
tugas yang sedikit berbeda dari seismograf yang lama, dikarenakan seismograf modern
adalah gabungan dari seismograf lama. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan
elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan tersebut dapat mendeteksi baik gerakan
vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular (pemberat) yang digunakan
apakah vertikal atau horizontal.

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan
volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.






8

2.2.1 Proses Kerja (Sistem Pengukuran)

Gempa bumi adalah getaran atau vibrasi permukaan bumi. Perhatikan kata "permukaan".
Permukaan berarti hanya kerak bumi, suatu patahan di mana satu bongkah batu telah
bergesekan dengan batu lain dengan kekuatan dan gesekan yang sangat besar. Energi dari
gesekan ini diubah menjadi getaran di dalam batu-batuan. Dan getaran ini dapat terasa sampai
ribuan mil.

Sekarang getaran-getaran gempa bumi ini adalah sejenis gerakan gelombang yang
bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda melalui kerak bumi yang berbatu-batu. Karena
getaran-getaran itu mencapai jarak yang jauh dan merambat melalui batu-batuan, pada waktu
getaran-getaran ini sampai di kota anda, anda bahkan tidak dapat melihatnya. Tetapi
seismograf dapat mendeteksinya. Beginilah cara kerjanya.

Bayangkan sebuah balok atau pelat beton. Sebuah grafik yang ditempelkan balok atau
pelat itu menonjol keluar. Grafik itu sejajar dengan tanah, seperti lembaran kertas. Di
atasnya, sebuah balok menonjol keluar dari tempat tergantungnya suatu beban. Pada dasar
beban itu terdapat sebuah pena, yang menyentuh grafik itu. Sekarang muncul gelombang
gempa bumi. Balok beton bergerak dan demikian juga grafik yang menempel padanya. Tetapi
beban yang digantung tidak bergerak. Jadi, pena itu membuat tanda-tanda pada grafik itu
pada waktu pena itu bergerak dan kita memperoleh catatan tentang gempa bumi. Tentu saja
alat ini dibuat dengan sangat teliti sehingga gerakan yang pling kecil sekalipun dapat dicatat.

2.2.2 Sistem pengukuran

Sistem pengukuran yang terjadi pada seismograf ada 3 tingkatan :
1) Tingkat 1 : tingkat pendeteksi
Fungsinya adalah untuk untuk mendeteksi getaran di bawah tanah oleh alat yang
tertancap di tanah.
2) Tingkat 2 : tingkat perantara getaran
Fungsinya adalah menyalurkan getaran dari alat yang tertancap di tanah, biasanya
berbentuk tali atau semacamnya yang dapat menyalurkan getaran.
3) Tingkat 3 : tingkat penerima getaran
9

Fungsinya adalah menerima getaran dari perantara ke massa yang jadi satu dengan
pena, sehingga pena tersebut bergerak sesuai getaran yang diterima.


2.3 CARA PEMBUATAN SEISMOGRAF SEDERHANA

2.3.1 Alat dan bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk membuat seismograf sederhana adalah:
1. Papan
2. Botol plastik
3. Spidol
4. Benang/tali/pita
5. Kertas
6. Gunting
7. Satu gelas batu kecil (kerikil), kelereng atau air yang dapat dijadikan pemberat
8. Gergaji
9. Martil



2.3.2 Prosedur kerja

Prosedur kerja untuk membuat sebuah seismograf sederhana adalah:
1. Buat papan I menjadi sebuah persegi dengan ukuran 30 x 20 cm
2. Buat papan II dan III menjadi sebuah persegi panjang dengan ukuran masing-masing
30 x 4 cm dan 10 x 4 cm
3. Pakukan papan I dan papan II secara tegak lurus dan juga pakukan papan III
terhadap papan II sejajar papan I
4. Gantungkan botol plastik pada papan III menggunakan benang
5. Tempelkan spidol atau pulpen sejajar botol plastik
6. Pada papan I letakkan kertas untuk tempat penulisan getaran
7. Lalu uji alat dengan mengoyangkan papan maka kan dihasilkan gambar getaran atau
disebut juga sismogram
10

2.4 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Setiap alat seismograf dibuat secara perhitungan khusus. Tetapi kelebihan dan
kekurangan alat tersebut pasti ada, itu dikarenakan alat tersebut berfungsi untuk mengetahui
atau mendekteksi getaran, atau gempa bumi. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan
seismograf :

2.4.1 Kelebihan

Kelebihan seismograf termasuk dari fungsi seismograf itu sendiri. Karena seismograf
terdapat banyak jenis dan macamnya. Jadi, seismograf mempunyai tugas masing-masing.
Berikut adalah kelebihan seismograf :

1) Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur Gelombang seismik
yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi
pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa
tersebut terdiri dari skala Richter dan Skala Mercalli . Skala Richter digunakan untuk
menggambarkan besaran gempa, sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan
intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia.
2) Karena seismograf lama terdiri dari 2 macam yaitu Seismograf horizontal bertugas untuk
mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal
untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.



2.4.2 Kekurangan

Alat seismograf dapat mengetahui getaran sekecil mungkin, tetapi bukan berarti
seismograf tidak mempunyai kelemahana atau kekurangan. Kekurangan seismograf tersebut
disebabkan oleh :

1) Jika getaran yang terlalu kuat membuat seismograf tidak mampu membuat catatan, karena
tangkai alat pencatat bisa mengalami kerusakan.
11

2) Karena seismograf adalah alat yang selalu didekatkan dekat dengan lokasi getaran. Jadi, ada
peraturan yang memasang seismograf tersebut pada saat getaran besar terjadi, karena melalui
beberapa pertimbangan.



















12

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Seismograf adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa
besar gempa yang terjadi dan letak episentrum gempa atau pusat gempa. Dengan
memanfaatkan barang barang yang ada di sekitar kita , kita dapat membuat alat ukur
menyerupai seismogaraf yang sederhana. Dengan alat ukur yang sederhana ini, kita bisa
mengukur atau memprediksi kekuatan gempa bumi dan seberapa jauh jarak pusat gempa dari
tempat kediaman kita meletekkan seismogref sederhana ini.


3.2 KRITIK DAN SARAN
Makalah yang berisikan cara pembuatan seismograf sederhana ini dibuat untuk
memenuhi tugas akahir mata kuliah Alat Ukur. Penulis menyadari masih banyak kesalahan
dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun tentang makalah ini demi untuk kesempurnaan makalah ini. Atas perhatian
dari semuanya penulis mengucapkan banyak terimakasih.







13

DAFTAR PUSTAKA

Morris, Neil. 2002. Bencana Alam Gempa Bumi. Jakarata: Elex Media Komputindo.
Prager, Ellen J. 2006. Bumi Murka. Bandung: Pakar Karya.
Tim Penyusun. 2000. I lmu Pengetahuan Populer: J ilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta :
Wydiadara.
Tim Penyusun. 2006. Gempa: J ogja Indonesia, dan Dunia. Jakarta : Gramedia Majalah.