Anda di halaman 1dari 2

Inhaler/ MDI (Metered-Dose Inhaler)

Nebulizer

Dispersi
obat



Jenis

Ukuran
partikel


Penggunaan
obat

Pasien/
pengguna


Keuntungan




Kerugian


Contoh
produk
Obat dalam MDI dapat berupa larutan atau suspensi dalam
propelan. Dapat ditambahkan eksipien khusus untuk
meningkatkan stabilitas fisika atau untuk meningkatkan
kelarutan obat

MDI dan MDI dengan spacer

Propelan bertekanan tinggi menjadi penggerak,
menggunakan tabung aluminium (canister). Partikel yang
dihasilkan berukuran <5m

Obat terdapat didalam alat


Penggunaan MDI memerlukan teknik tersendiri, dimana
diperlukan koordinasi yang tepat antara tangan menekan
alat MDI (aktuasi) dan mulut menghirup obat

Alat kecil sehingga mudah dibawa




Diperlukan instruksi dan pelatihan cara penggunaan alat,
kelembaban tinggi obat dapat menggumpal

Alupent, becotide, bricasma, seretide, barotec, ventolin



Dispersi obat berupa cairan atau zat
padat dalam suatu gas



Jet nebulizer atau ultrasonic nebulizer.

Partikel berukuran 2-5m



Obat ditambahkan pada alat ketika
akan digunakan

Anak-anak dan lansia penderita asma
yang kesulitan menggunakan MDI
atau DPI

Tidak atau sedikit memerlukan
koordinasi pasien, beberapa obat dapat
dicampur (salbutamol dan natrium
kromoglikat)

Alat cukup besar, memerlukan sumber
listrik, dan relatif mahal

Bisolvon solution, pulmicort respules,
ventolin nebulas


( Milala, 2013; Supriyanto dan Nataprawira, 2002)
Tahapan prosedur penggunaan nebulizer:
- Tempatkan pasien pada posisi tegak/ 40-90 derajat yang memungkinkan klien ventilasi
dan pergerakan diafragma maksimal
- Kaji suara nafas, pulse rate, status respirasi, saturasi oksigen sebelum medikasi diberikan
- Kaji heart rate selama pengobatan, jika heart rate meningkat 20x per menit, hentikan
terapi nebulizer
- Instruksikan pasien untuk mengikuti prosedur dengan benar, lakukan perlahan, napas
dalam dan tahan napas saat inspirasi puncak beberapa saat.
- Berikan oksigen suplemen, dengan flow rate disesuaikan menurut kondisi/keadaan
pasien, pulse oxymetri/ hasil AGD. Inhalasi katekolamin dapat merubah ventilasi-perfusi
paru dan memperburuk hipoksemia untuk periode singkat
- Pasang nebulizer dan tube dan masukan obat ke dalam nebulizer sesuai program ( obat-
obat bronkodilator ada yang berupa cairan untuk pengobatan hirup, cairan bronkodilator
sebanyak 0,3-0,5 ml.
- Ditambahkan/ dicampur sejumlah normal saline steril sebanyak 1 ml sampai 1,5 ml ke
dalam nebulizer
- Hubungkan nebulizer ke sumber kompresi gas, berikan oksigen 6-8 liter/menit, sesuaikan
flow rate oksigen sampai kabut yang keluar sedikit tipis, jika terlalu kuat arusnya obat
akan terbuang sia-sia
- Pandu pasien untuk mengikuti teknik bernafas yang benar
- Lanjutkan pengobatan sampai kabut tidak lagi diproduksi
- Kaji ulang suara nafas, pulse rate, saturasi oksigen, dan respiratory rate
- Pemberian mungkin membutuhkan waktu selama 10-15 menit/30-40 menit (efek samping
obat berupa nausea, tremor, bronkospasme, takikardia)
Tahapan prosedur penggunaan MDI:
- Lepaskan penutup aerosol
- Pegang tabung obat diantara ibu jari dan jari telunjuk kemudian kocok
- Lakukan ekspirasi maksimal. Semakin banyak udara dihembuskan, semakin dalam obat
dapat dihirup
- Letakkan mouthpiece diantara kedua bibir, katupkan kedua bibir kuat-kuat
- Lakukan inspirasi secara perlahan. Pada awal inspirasi, tekan MDI kemudian lanjutkan
inspirasi selambat dan sedalam mungkin
- Tahan nafas selama kurang lebih 10 detik
- Keluarkan nafas perlahan
- Kumur setelah pemakaian (untuk mengurangi efek samping : stomatitis)

DAFTAR PUSTAKA
Milala, A.S. 2013. Inhalasi Serbuk Kering sebagai Sistem Penghantaran Obat Pulmonar. Vol (2).
P. 39-40
Supriyanto, B. dan H.M.D Nataprawira. 2002. Terapi Inhalasi pada Asma Anak. Sari pediatri.
Vol (4). P. 69-70.