Anda di halaman 1dari 2

INFO PRODUK

INFO PRODUK Diet Khusus Penunjang Nutrisi untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronis PENDAHULUAN Menurut National Kidney
INFO PRODUK Diet Khusus Penunjang Nutrisi untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronis PENDAHULUAN Menurut National Kidney

Diet Khusus Penunjang Nutrisi untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronis

PENDAHULUAN Menurut National Kidney Foundation Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI), penyakit ginjal kronis didefinisikan sebagai kondisi selama minimal 3 (tiga) bulan, telah terjadi penurunan fungsi ginjal dengan atau tanpa kerusakan struktur ginjal, atau kondisi kerusakan struktur ginjal dengan atau tanpa penurunan fungsi ginjal. 1

Dalam manajemen penyakit ginjal kronis, beberapaaspekyangperludiperhatikanantara lain aspek terapi nutrisi, manajemen cairan (termasuk penggunaan diuretik), aspek terapi penyakit primer dan komplikasi, serta terapi pengganti ginjal (transplantasi, hemodialisis, atau dialisis peritoneal). 2 Manajemen nutrisi termasuk salah satu pilar yang sangat penting karena kebiasaan makan yang tidak tepat dapat berdampak serius pada perburukan penyakit. 3,4

Seperti telah diketahui, kebutuhan nutrisi pasien penyakit ginjal kronis berbeda dengan kebutuhan orang normal. Hal ini disebabkan sejumlah faktor khususnya karena perjalanan penyakit ginjal itu sendiri; antara lain faktor katabolisme yang tinggi, toksin uremia yang berlebihan, serta gangguan ekskresi toksin dan cairan akibat kerusakan fungsi filtrasi ginjal. Oleh karena itu pasien penyakit ginjal kronis, khususnya tahap akhir, membutuhkan pengaturan nutrisi khusus dari dokter dan ahli gizi. 3-5 Pengaturan terutama difokuskan pada cairan, garam, dan asupan protein. Di samping itu, asupan vitamin dan mineral juga perlu mendapat perhatian. 4

Sebelum mulai menjalani manajemen nutrisi khusus, status nutrisi pasien penyakit ginjal kronis perlu diperiksa; dan kemudian dipantau secara berkala. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan optimalnya nutrisi pasien. Metode pemantauan dapat dilakukan dengan berbagai modalitas; antara lain dengan penilaian diet, antropometri, nPNA (normalized protein nitrogen appearance), kadar albumin, dan kadar kolesterol. 6

940

TERAPI NUTRISI UNTUK PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS

1. Karbohidrat

Asupan karbohidrat untuk pasien penyakit ginjal kronis harus cukup untuk menghindari kejadian malnutrisi. Malnutrisi sendiri adalah salah satu komplikasi potensial pada kasus penyakit ginjal kronis mengingat pembatasan

protein dan gangguan nafsu makan pada pasien. 3,5,6 Menurut panduan National Kidney Foundation/Kidney Dialysis Outcomes Quality Initiative (NKF K/DOQI, 2000), anjuran asupan karbohidrat untuk pasien penyakit ginjal kronis adalah 35 kkal/kgBB/hari untuk pasien dewasa dan 30-35 kkal/kgBB/hari untuk pasien kelompok usia lanjut. 5 Sedangkan menurut panduan European Best Practice Guidelines (EBPG, 2007) anjuran asupan karbohidrat untuk pasien seperti ini adalah 30-40 kkal/ kgBB/hari. 6

2. Protein

Protein merupakan salah satu komponen nutrisi yang menjadi fokus utama dalam manajemen nutrisi pasien penyakit ginjal kronis. Pemberian protein kepada pasien penyakit ginjal kronis memerlukan ketepatan; jika terlalu banyak melebihi kebutuhan hariannya, dapat timbul antara lain komplikasi uremia, gejala-gejala bendungan cairan (edema), dan perburukan penyakit ginjal pasien. Sebaliknya jika diberikan terlalu sedikit, pasien cenderung akan mengalami malnutrisi energi protein dan dehidrasi; yang juga dapat memperburuk perjalanan penyakit ginjalnya. 4

Prinsip utamanya adalah bahwa pada pasien penyakit ginjal kronis tahap predialisis, pembatasan asupan protein sangat penting untuk memperlambat progresivitas penyakit ginjal. Sedangkan pada pasien yang sudah menjalani dialisis, baik hemodialisis maupun dialisis peritoneal, asupan protein justru harus ditambah untuk mengimbangi jumlah protein yang hilang pada saat proses dialisis dilakukan. 3,5

Memilih jenis protein yang boleh diberikan

kepada pasien juga harus mendapat perhatian khusus, karena pasien penyakit ginjal kronis perlu mendapatkan asupan protein bernilai biologis tinggi, yang memiliki kandungan asam amino esensial dan nonesensial lengkap. 3,5

3. Lemak

Anjuran asupan lemak pada pasien penyakit ginjal kronis disamakan dengan orang sehat, yaitu meliputi 30% total asupan kalori harian, dengan rasio asam lemak tak jenuh terhadap asam lemak jenuh tidak kurang dari 1:1 3 . EBPG

(2007) menganjurkan agar asupan lemak diatur sedemikian sehingga kadar kolesterol total pasien tidak kurang dari 150 mg/dL; karena kadar kolesterol yang terlalu rendah berkaitan dengan prognosis penyakit ginjal kronis yang kurang baik. 6

4. Vitamin dan mineral

Pada penyakit ginjal kronis, beberapa vitamin mengalami perubahan metabolisme sehubungan dengan perjalanan penyakit itu sendiri, dengan berkurangnya asupan makanan, ataupun dengan dialisis yang dilakukan. Misalnya kebutuhan vitamin B6 meningkat pada pasien ginjal dengan anemia yang mendapat terapi erythropoietin, dan kebutuhan asam folat meningkat karena kecenderungan pasien ginjal mengalami hiperhomosisteinemia. 7

Sedangkan untuk mineral perlu diperhatikan asupannya pada pasien penyakit ginjal kronis. Natrium, kalium, dan fosfor merupakan contoh mineral yang perlu dibatasi. Sedangkan zat besi, zinc, dan selenium merupakan contoh mineral yang sering turun kadarnya pada pasien ginjal; sehingga perlu mendapat suplementasi khusus. 7

5. Air

Asupan air untuk penderita penyakit ginjal kronis harus diperhatikan agar tidak memberatkan kerja jantung maupun ginjal. Untuk pasien predialisis, jika pasien dapat mentoleransi, air boleh diberikan sampai dengan 3000 mL per hari. Namun pada

CDK-211/ vol. 40 no. 12, th. 2013

pasien dialisis, yang umumnya sudah berada dalam stadium penyakit ginjal kronis sangat lanjut, anjuran asupan
pasien dialisis, yang umumnya sudah berada dalam stadium penyakit ginjal kronis sangat lanjut, anjuran asupan

pasien dialisis, yang umumnya sudah berada dalam stadium penyakit ginjal kronis sangat lanjut, anjuran asupan air adalah tidak lebih dari 1500 mL per hari 3 . Biasanya, asupan air untuk pasien penyakit ginjal kronis tahap dialisis dihitung berdasarkan keluaran urine per 24 jam terakhir, ditambah dengan 500 mL. Cairan tidak hanya diperhitungkan dari air yang diminum, tetapi juga dari makanan yang kandungan airnya tinggi. 7

NEPRHISOL ® : Keunggulan sebagai produk nutrisi untuk penyakit ginjal kronis Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronis, dapat diberikan makanan tambahan formula khusus yang kandungannya telah disesuaikan dengan

kebutuhan pasien yang bersangkutan. Salah satu contoh produk khusus ini adalah Nephrisol.

Nephrisol merupakan makanan khusus untuk pasien penyakit ginjal yang belum menjalani dialisis. Kandungan protein yang rendah telah disesuaikan dengan standar asupan protein harian tahap predialisis yaitu 0,6-0,75 gram protein/kgBB/hari. Protein dalam makanan khusus ini tersedia dalam bentuk whey protein concentrate dan calcium caseinate yang secara keseluruhan mengandung rasio asam amino 60:40; sesuai anjuran NKF K/DOQI. Satu sajian Nephrisol mampu memenuhi sekitar 15% kebutuhan protein harian pasien. Nephrisol dapat diberikan sebagai makanan tambahan atau makanan pengganti, maksimal 6 (enam)

gelas sehari.

INFO PRODUK

Di samping kandungan protein yang sudah disesuaikan dengan guideline; kandungan dan rasio asam lemak, kandungan karbohidrat, dan kandungan komponen nutrisi lainnya juga telah disesuaikan dengan kebutuhan pasien penyakit ginjal kronis. Dari aspek sumber karbohidrat, produk Nephrisol tidak menggunakan laktosa, melainkan maltodextrin sehingga masih dapat diberikan jika ada intoleransi laktosa.

Dengan kandungan kalori 260 kkal per sajian (250 mL) dan osmolaritas sekitar 350-360 mOsmol/kg, Nephrisol dapat diberikan lewat sonde, sekiranya pasien penyakit ginjal kronis sulit makan lewat jalur oral. (HLM)

DAFTAR PUSTAKA

1. National Kidney Foundation Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI). Clinical practice guidelines for chronic kidney disease: evaluation, classification, and stratification. Am J

evaluation, classification, and stratification. Am J Kidney Dis 2002; 39 (2 suppl 1): S18-S266. 2. Arora

Kidney Dis 2002; 39 (2 suppl 1): S18-S266.

2. Arora P et al. Chronic Kidney Disease Treatment & Management [Internet]. 2013 [updated 2013 Aug 5, cited 2013 Aug 27]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/238798- treatment.

3. Kopple JD, Massry SG. Nutritional Management of Renal Disease. Pennsylvania, United States: Williams & Wilkins, 1997: 17.

4. Kidney Health Australia. Nutrition and CKD - Some Basic Facts [Internet]. 2013 [updated 2013 Aug 26; cited 2013 Sep 13]. Available from: http://www.kidney.org.au/ForPatients/

Management/NutritionandCKD/tabid/705/Default.aspx.

5. NKF/KDOQI Nutrition in Chronic Renal Failure Guideline. Am J Kidney Dis 2000; 35 (6): S58.

6. Fouque D, Vennegoor M, Wee PT, Wanner C, Basci A, Canaud B et al. EBPG Guideline on Nutrition. Nephrol Dial Transplant 2007; 22 [Suppl 2]: ii45–ii87.

7. European Dialysis and Transplantation Nurses Association/European Renal Care Association (EDTNA/ERCA). European Guidelines for the Nutritional Care of Adult Renal Patients[Internet]. 2002 [updated 2002 Oct 1; cited 2013 Sep 13]. Available from: http://www.eesc.europa.eu/self-and-coregulation/documents/codes/private/086-private-act.pdf.

CDK-211/ vol. 40 no. 12, th. 2013

941