Anda di halaman 1dari 2

940

INFO PRODUK
CDK-211/ vol. 40 no. 12, th. 2013
PENDAHULUAN
Menurut National Kidney Foundation Kidney
Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI),
penyakit ginjal kronis didefnisikan sebagai
kondisi selama minimal 3 (tiga) bulan, telah
terjadi penurunan fungsi ginjal dengan atau
tanpa kerusakan struktur ginjal, atau kondisi
kerusakan struktur ginjal dengan atau tanpa
penurunan fungsi ginjal.
1
Dalam manajemen penyakit ginjal kronis,
beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara
lain aspek terapi nutrisi, manajemen cairan
(termasuk penggunaan diuretik), aspek terapi
penyakit primer dan komplikasi, serta terapi
pengganti ginjal (transplantasi, hemodialisis,
atau dialisis peritoneal).
2
Manajemen nutrisi
termasuk salah satu pilar yang sangat penting
karena kebiasaan makan yang tidak tepat
dapat berdampak serius pada perburukan
penyakit.
3,4

Seperti telah diketahui, kebutuhan nutrisi
pasien penyakit ginjal kronis berbeda
dengan kebutuhan orang normal. Hal ini
disebabkan sejumlah faktor khususnya
karena perjalanan penyakit ginjal itu
sendiri; antara lain faktor katabolisme yang
tinggi, toksin uremia yang berlebihan,
serta gangguan ekskresi toksin dan cairan
akibat kerusakan fungsi filtrasi ginjal. Oleh
karena itu pasien penyakit ginjal kronis,
khususnya tahap akhir, membutuhkan
pengaturan nutrisi khusus dari dokter dan
ahli gizi.
3-5
Pengaturan terutama difokuskan
pada cairan, garam, dan asupan protein. Di
samping itu, asupan vitamin dan mineral
juga perlu mendapat perhatian.
4
Sebelum mulai menjalani manajemen nutrisi
khusus, status nutrisi pasien penyakit ginjal
kronis perlu diperiksa; dan kemudian dipantau
secara berkala. Hal ini penting dilakukan
untuk memastikan optimalnya nutrisi pasien.
Metode pemantauan dapat dilakukan
dengan berbagai modalitas; antara lain
dengan penilaian diet, antropometri, nPNA
(normalized protein nitrogen appearance),
kadar albumin, dan kadar kolesterol.
6
TERAPI NUTRISI UNTUK PASIEN
PENYAKIT GINJAL KRONIS
1. Karbohidrat
Asupan karbohidrat untuk pasien penyakit
ginjal kronis harus cukup untuk menghindari
kejadian malnutrisi. Malnutrisi sendiri adalah
salah satu komplikasi potensial pada kasus
penyakit ginjal kronis mengingat pembatasan
protein dan gangguan nafsu makan pada
pasien.
3,5,6
Menurut panduan National Kidney
Foundation/Kidney Dialysis Outcomes Quality
Initiative (NKF K/DOQI, 2000), anjuran asupan
karbohidrat untuk pasien penyakit ginjal
kronis adalah 35 kkal/kgBB/hari untuk pasien
dewasa dan 30-35 kkal/kgBB/hari untuk pasien
kelompok usia lanjut.
5
Sedangkan menurut
panduan European Best Practice Guidelines
(EBPG, 2007) anjuran asupan karbohidrat
untuk pasien seperti ini adalah 30-40 kkal/
kgBB/hari.
6
2. Protein
Protein merupakan salah satu komponen
nutrisi yang menjadi fokus utama dalam
manajemen nutrisi pasien penyakit ginjal
kronis. Pemberian protein kepada pasien
penyakit ginjal kronis memerlukan ketepatan;
jika terlalu banyak melebihi kebutuhan
hariannya, dapat timbul antara lain
komplikasi uremia, gejala-gejala bendungan
cairan (edema), dan perburukan penyakit
ginjal pasien. Sebaliknya jika diberikan terlalu
sedikit, pasien cenderung akan mengalami
malnutrisi energi protein dan dehidrasi;
yang juga dapat memperburuk perjalanan
penyakit ginjalnya.
4
Prinsip utamanya adalah bahwa pada pasien
penyakit ginjal kronis tahap predialisis,
pembatasan asupan protein sangat penting
untuk memperlambat progresivitas penyakit
ginjal. Sedangkan pada pasien yang sudah
menjalani dialisis, baik hemodialisis maupun
dialisis peritoneal, asupan protein justru
harus ditambah untuk mengimbangi jumlah
protein yang hilang pada saat proses dialisis
dilakukan.
3,5
Memilih jenis protein yang boleh diberikan
kepada pasien juga harus mendapat perhatian
khusus, karena pasien penyakit ginjal kronis
perlu mendapatkan asupan protein bernilai
biologis tinggi, yang memiliki kandungan
asam amino esensial dan nonesensial
lengkap.
3,5
3. Lemak
Anjuran asupan lemak pada pasien penyakit
ginjal kronis disamakan dengan orang sehat,
yaitu meliputi 30% total asupan kalori harian,
dengan rasio asam lemak tak jenuh terhadap
asam lemak jenuh tidak kurang dari 1:1
3
. EBPG
(2007) menganjurkan agar asupan lemak
diatur sedemikian sehingga kadar kolesterol
total pasien tidak kurang dari 150 mg/dL;
karena kadar kolesterol yang terlalu rendah
berkaitan dengan prognosis penyakit ginjal
kronis yang kurang baik.
6
4. Vitamin dan mineral
Pada penyakit ginjal kronis, beberapa
vitamin mengalami perubahan metabolisme
sehubungan dengan perjalanan penyakit
itu sendiri, dengan berkurangnya asupan
makanan, ataupun dengan dialisis yang
dilakukan. Misalnya kebutuhan vitamin B6
meningkat pada pasien ginjal dengan anemia
yang mendapat terapi erythropoietin, dan
kebutuhan asam folat meningkat karena
kecenderungan pasien ginjal mengalami
hiperhomosisteinemia.
7

Sedangkan untuk mineral perlu diperhatikan
asupannya pada pasien penyakit ginjal kronis.
Natrium, kalium, dan fosfor merupakan contoh
mineral yang perlu dibatasi. Sedangkan zat
besi, zinc, dan selenium merupakan contoh
mineral yang sering turun kadarnya pada
pasien ginjal; sehingga perlu mendapat
suplementasi khusus.
7
5. Air
Asupan air untuk penderita penyakit
ginjal kronis harus diperhatikan agar tidak
memberatkan kerja jantung maupun ginjal.
Untuk pasien predialisis, jika pasien dapat
mentoleransi, air boleh diberikan sampai
dengan 3000 mL per hari. Namun pada
Diet Khusus Penunjang Nutrisi
untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronis
941
INFO PRODUK
CDK-211/ vol. 40 no. 12, th. 2013
pasien dialisis, yang umumnya sudah berada
dalam stadium penyakit ginjal kronis sangat
lanjut, anjuran asupan air adalah tidak lebih
dari 1500 mL per hari
3
. Biasanya, asupan air
untuk pasien penyakit ginjal kronis tahap
dialisis dihitung berdasarkan keluaran urine
per 24 jam terakhir, ditambah dengan 500
mL. Cairan tidak hanya diperhitungkan dari
air yang diminum, tetapi juga dari makanan
yang kandungan airnya tinggi.
7
NEPRHISOL

: Keunggulan sebagai
produk nutrisi untuk penyakit ginjal
kronis
Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien
penyakit ginjal kronis, dapat diberikan
makanan tambahan formula khusus yang
kandungannya telah disesuaikan dengan
kebutuhan pasien yang bersangkutan.
Salah satu contoh produk khusus ini adalah
Nephrisol.
Nephrisol merupakan makanan khusus untuk
pasien penyakit ginjal yang belum menjalani
dialisis. Kandungan protein yang rendah telah
disesuaikan dengan standar asupan protein
harian tahap predialisis yaitu 0,6-0,75 gram
protein/kgBB/hari. Protein dalam makanan
khusus ini tersedia dalam bentuk whey protein
concentrate dan calcium caseinate yang secara
keseluruhan mengandung rasio asam amino
60:40; sesuai anjuran NKF K/DOQI. Satu sajian
Nephrisol mampu memenuhi sekitar 15%
kebutuhan protein harian pasien. Nephrisol

dapat diberikan sebagai makanan tambahan
atau makanan pengganti, maksimal 6 (enam)
gelas sehari.
Di samping kandungan protein yang sudah
disesuaikan dengan guideline; kandungan dan
rasio asam lemak, kandungan karbohidrat,
dan kandungan komponen nutrisi lainnya
juga telah disesuaikan dengan kebutuhan
pasien penyakit ginjal kronis. Dari aspek
sumber karbohidrat, produk Nephrisol

tidak menggunakan laktosa, melainkan
maltodextrin sehingga masih dapat diberikan
jika ada intoleransi laktosa.
Dengan kandungan kalori 260 kkal per sajian
(250 mL) dan osmolaritas sekitar 350-360
mOsmol/kg, Nephrisol

dapat diberikan lewat
sonde, sekiranya pasien penyakit ginjal kronis
sulit makan lewat jalur oral. (HLM)
DAFTAR PUSTAKA
1. National Kidney Foundation Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI). Clinical practice guidelines for chronic kidney disease: evaluation, classifcation, and stratifcation. Am J
Kidney Dis 2002; 39 (2 suppl 1): S18-S266.
2. Arora P et al. Chronic Kidney Disease Treatment & Management [Internet]. 2013 [updated 2013 Aug 5, cited 2013 Aug 27]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/238798-
treatment.
3. Kopple JD, Massry SG. Nutritional Management of Renal Disease. Pennsylvania, United States: Williams & Wilkins, 1997: 17.
4. Kidney Health Australia. Nutrition and CKD - Some Basic Facts [Internet]. 2013 [updated 2013 Aug 26; cited 2013 Sep 13]. Available from: http://www.kidney.org.au/ForPatients/
Management/NutritionandCKD/tabid/705/Default.aspx.
5. NKF/KDOQI Nutrition in Chronic Renal Failure Guideline. Am J Kidney Dis 2000; 35 (6): S58.
6. Fouque D, Vennegoor M, Wee PT, Wanner C, Basci A, Canaud B et al. EBPG Guideline on Nutrition. Nephrol Dial Transplant 2007; 22 [Suppl 2]: ii45ii87.
7. European Dialysis and Transplantation Nurses Association/European Renal Care Association (EDTNA/ERCA). European Guidelines for the Nutritional Care of Adult Renal Patients[Internet].
2002 [updated 2002 Oct 1; cited 2013 Sep 13]. Available from: http://www.eesc.europa.eu/self-and-coregulation/documents/codes/private/086-private-act.pdf.

Anda mungkin juga menyukai