Anda di halaman 1dari 44

MATA KULIAH : FISIKA LINGKUNGAN

PENANGGULANGAN DAMPAK
PENCEMARAN LINGKUNGAN
KELOMOK VI :

1. ADELYNA OKTAVIA NST / 4123321001
2. AISYAH /4123321003
3. DEWI NOVITA / 4123321012
4. DEWI RATNA PERTIWI SITEPU / 4123321013
5. FELISA IRAWANI HUTABARAT / 4123321020

A. PENGERTIAN
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun
1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain.
Lingkungan adalah jumlah sebuah benda
dan kondisi yang berada di dalam ruang yang
kita tempati yang mempengaruhi Kehidupan
manusia.

1. LINGKUNGAN
Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Jika
komponen biotik berada dalam komposisi antara tingkat trofik dengan
komponen abiotik yang mendukung kehidupan komponen biotik,
lingkungan tersebut berada dalam keseimbangan atau stabil. Perubahan
komponen biotik dan abiotik dalam batas-batas tertentu tidak mengganggu
keseimbangan lingkungan.
Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak atau tidak
seimbang jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukungnya.
Perubahan lingkungan dapat terjadi karena alam maupun aktivitas
manusia dan karena pencemaran lingkungan.


Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan
Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau
dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen
lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan
(komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam,
sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

2. PENCEMARAN
Pencemaran sendiri adalah masuknya zat, energi,
makhluk hidup, atau komponen ke dalam lingkungan yang
dapat mengakibatkan keadaan lingkungan tidak normal
seperti semula, dan akhirnya mengganggu kehidupan
makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Pencemaran
Air
Kategori
Pencemaran
Lingkungan
Pencemaran
Tanah
Pencemaran
Udara
1. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di
suatu tempat penampungan air
seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia.
Air yang tercemar pada umumnya berwarna,
berbau, dan memiliki rasa tertentu. Saat ini air di alam
kebanyakan sudah tidak murni lagi. Air hujan
mengandung O
2
, CO
2
, NH
3
, SO
4
, debu, dan spora jamur.
Demikian juga air dari sumber air (mata air) mengandung
Na, Mg, Ca, Fe, bakteri dan Jamur.


Pada umumnya ukuran baik buruknya air didasarkan
pada faktor Suhu, keasaman (pH) air, warna, bau, rasa,
jasad renik, dan bahan-bahan kimia.
World Water Development Report (WWRP) sebuah
laporan tentang kesedian air barsih dunia menyebutkan
bahwa setiap hari sekitar 2 juta ton mencemari wilayah
perairan dan produksi limbah cair mencapai 1500 meter
kubik bila satu liter air mencemari delapan liter air bersih
maka setidaknya 2000 km kubik air bersih terkena polusi
di dunia.


Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat,
seperti danau dan sungai, serta perairan laut. Sumber
pencemaran air, misalnya pengerukan pasir, limbah rumah
tangga, industri, pertanian, pelebaran sungai, pertambangan
minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut
minyak.

Masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke
bendungan, danau, serta laut dapat menyebabkan
meningkatnya zat-zat hara di perairan. Peningkatan tersebut
mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau enceng gondok
menjadi pesat (blooming).

Limbah rumah tangga seperti deterjen, sampah organik, dan
anorganik memberikan peranan cukup besar dalam pencemaran
air sungai, terutama di daerah perkotaan. Sungai yang tercemar
deterjen, sampah organik dan anorganik yang mengandung
miikroorganisme dapat menimbulkan penyakit, terutama bagi
masyarakat yang mengunakan sungai sebagai sumber kehidupan
sehari-hari. Proses penguraian sampah dan deterjen memerlukan
oksigen sehingga kadar oksigen dalam air dapat berkurang. Jika
kadar oskigen suatu perairaan turun sampai kurang dari 5 mg
per liter, maka kehidupan biota air seperti ikan terancam.

2. PENCEMARAN TANAH


Tanah berperan penting dalam pertumbuhan mahluk
hidup, memelihara ekosistem, dan memelihara siklus air.
Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh
pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat (ilegal
dumping), kebocoran limbah cair dari industri atau fasilitas
komersial, atau kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak,
zat kimia, atau limbah, yang kemudian tumpah ke permukaan
tanah.

Pencemaran tanah ditandai dengan adanya bahan
pada permukaan tanah yang dapat mengganggu kemampuan
tanah tersebut untuk mendukung kehidupan makhluk hidup
di atasnya.
Pencemar tanah dapat dipilah menjadi beberapa kelompok yaitu
sebagai berikut:

1. Bahan cair

Pencemar yang terwujud sebagai bahan cair, misalnya berbagai
macam minyak, insektida, dan larutan detergen.

2. Bahan padat

Pencemar yang terwujud sebagai bahan padat, misalnya
sampah organik dan anorganik. Sampah organik contohnya
sisa-sisa kehidupan, sampah pasar dan sampah dapur. Sampah
anorganik contohnya plastik, kaca, dan logam.

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan
tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam
tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai
zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak
langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air
tanah dan udara di atasnya.

Dampak pencemaran tanah bagi kehidupan misalnya, air buangan
rumah tangga atau dikenal sebagai limbah domestik mengandung 95%
sampai 99% air dan sisanya berupa limbah organik yang kemudian akan
terurai menjadi amoniak dan nitrit. Selain itu sampah rumah tangga, tanah
yang mengandung sampah diatasnya akan menjadi tempat hidup berbagai
mikroorganisme penyebab penyakit. Pencemaran oleh mikroorganisme dan
polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah.

Dalam kegiatan pertanian, penggunaan pupuk buatan,
zat kimia pemberantas hama (pestisida), dan pemberantas
tumbuhan pengganggu (herbisida) dapat mencemari tanah,
dan air. Penggunaan pupuk buatan secara berlebihan
menyebabkan tanah menjadi masam, yang selanjutnya
berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Tanaman
menjadi layu, berkurang produksinya, dan akhirnya mati.
Pencemaran tanah oleh pestisida dan herbisida terjadi saat
dilakukan penyemprotan. Sisa-sisa penyemprotan tersebut
akan terbawa oleh air hujan, akhirnya mengendap di tanah.
Penggunaan bahan-bahan kimiawi secara terus menerus akan
mengakibatkan kerusakan tekstur tanah, tanah mengeras, dan
akan retak-retak pada musim kemarau.

Herbisida merupakan pestisida yang 40% produknya
sudah digunakan di dunia. Para petani menggunakan
herbisida untuk mengontrol atau mematikan sehingga
tanaman pertanian dapat tumbuh dengan baik.
Fungisida merupakan pestisida yang digunakan untuk
mengontrol atau memberantas cendawan (fungi) yang
dianggap sebagai wabah atau penyakit. Penyemprotan
fungisida dapat melindungi tanaman pertanian dari
serangan cendawan parasit dan mencegah biji (benih)
menjadi busuk di dalam tanah sebelum berkecambah.
Zat Kimia dalam Pertanian
Insektisida merupakan bahan kimia yang digunakan
untuk membunuh serangga hama. Pestisida dan
herbisida memiliki sifat sulit terurai dan dapat bertahan
lama di dalam tanah
3. PENCEMARAN UDARA
Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang
tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau
komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya
tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses
alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan
makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem
yang berkaitan dengan manusia.

Komposisi udara kering dan bersih adalah Nitrogen
(N
2
) 78,08%, Oksigen (O
2
) 20,95% dan karbon
diaoksida (CO
2
) 0,035%. Apabila persentase gas karbon
dioksida di atmosfer melebihi 0,035% maka udara
tersebut bisa dikatakan tercemar.

Secara alami pencemaran udara dapat terjadi akibat
proses alam, seperti gas dan debu yang diperoleh dari
hasil letusan gunung berapi dan gas-gas dari
hasilpembusukan sampah organik. Selain itu,
pencemaran udara juga dapat terjadi akibat ulah
manusia. Misalnya gas, asap, dan debu yang dihasilkan
oleh karbon dioksida.


A. Jenis-jenis Pencemaran Udara :

1. Pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya
dibedakan menjadi dua

a. Pencemaran udara bebas (Out door air pollution)

Sumber Pencemaran udara bebas :

Alamiah, berasal dari letusan gunung berapi, pembusukan, dll.
Kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tan
gga, asap kendaraan, dll.

b. Pencemaran udara ruangan (In door air pollution),

Pencemaran udara didalam ruangan berasal dari pemukiman,
perkantoran ataupun gedung tinggi.

2. Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya
terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 4 jenis :

a. Irintasia.

Biasanya polutan ini bersifat korosif. Merangsang proses peradangan
hanya pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan
mulai dari hidung hingga tenggorokkan. Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur
Trioksida, Amoniak, debu. Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian
atas dan juga dapat mengenai paru-paru sendiri.
b. Asfiksia.

Disebabkan oleh ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam
menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O
2
menjadi berkurang.
Keracunan gas Karbon Monoksida mengakibatkan CO akan mengikat
hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin mengikat O
2
berkurang
terjadilah Asfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen,
Oksida, Metan, Gas Hidrogen dan Helium.

c. Anestesia.

Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan
kesadaran, misalnya aeter, aetilene, propane dan alkohol alifatis.

d. Toksis.

Titik tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu :

Menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah, mi-salnya benze
ne, fenol, toluen dan xylene.
Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya karbon disulfid, metil alko
hol.

3. Berdasarkan Zat Pencemaran
a. Pencemaran udara berbentuk gas:
Golongan belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO
2
), Hidrogen
Sulfida (H
2
S) dan Sulfat Aerosol.
Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N
2
O), Nitrogen
Monoksida (NO), Amoniak (NH
3
) dan Nitrogen Dioksida (NO
2
).
Golongan Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO
2
), Karbon
Monoksida (CO), Hidrokarbon .
Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl Klorida,
air raksa uap.

b. Pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi :
Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan
timah.

Bahan organik terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan,
Benzen.

Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.

B. Dampak Pencemaran Udara:

1. Efek SO
2
terhadap vegetasi dikenal dapat menimbulkan pemucatan
pada bagian antara tulang atau tepi daun.


2. Kendaraan bermotor dan daerah industri Menimbulkan
gangguan syaraf pusat.

3. Batu bara atau bahan bakar minyak yang mengandung sulfur,
pembakaran limbah dan proses industri menimbulkan efek iritasi
pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak
nafas.

4. Daerah yang kurang bersih lingkungannya pada pencemaran
udara ruangan yang ber AC dijumpai beberapa jenis bakteri yang
mengakibatkan penyakit pernapasan.

C. PENANGGULANGAN DAMPAK PENCEMARAN
LINGKUNGAN
1. Prinsip Penanggulangan Dampak Pencemaran
Lingkungan

Langkah penanggulangan pada prinsipnya
mengurangi pencemar dari sumbernya untuk
mencegah dampak lingkungan yang lebih berat.
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk
menanggulangi pencemaran lingkungan adalah
dengan mengurangi bahan pencemar (reduce),
menggunakan kembali barang untuk kegunaan
yang sama (reuse), dan daur ulang (recycle).

a. Menggurangi Pemakaian Bahan Pencemar Lingkungan (Reduce)

Salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran
lingkungan adalah dengan mengurangi pemakaian bahan
ataupun barang-barang yang tidak ramah lingkungan.
Kebiasaan- kebiasaan berikut mencermin sikap untuk
mengurangi pemakaian bahan atau barang pencemaran
lingkungan:

1. Menggunakan kendaraan ramah lingkungan dan
mengurangi kedaraan bermotor. Seperti mengurangi
penggunaan kendaraan bermotor yang konsumsi bahan
bakarnya tinggi, menggunakan kendaraan alternatif bahan
bakar listrik atau tenaga surya, atau menggunakan sepeda.

2. Mengurangi bahan-bahan yang sulit terurai. Seperti kaca, logam,
strofoam, timah, plastik dan lain-lain.

3. Menghindari penggunaan detergen secara berlebihan

4. Menghindari penggunaan pupuk dan intektisida secara berlebihan

b. Memakai Ulang (Reuse)

Reuse berarti memanfaatkan limbah atau barang yang tidak
dipakai lagi untuk kepentingan sama dengan peruntukan semula.
Contoh :
1. Botol minuman bekas diserahkan kepada
pengecer, dari dikembalikan ke pabrik
untuk produksi lagi sebagai botol
minuman yang sama.

2. Barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi
tetapi masih layak pakai sebaiknya diberikan
kepada yang memerlukan atau dijual.

3. Menggunakan barang-barang yang dapat
diisi ulang, seperti sabun isi ulang, anti
nyamuk isi ulang, shampo isi ulang, minyak
kemasan isi ulang, dll.

C. Daur Ulang

Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau
benda yang tidak dipakai untuk dipakai kembali.
Contoh :
1. Kain Perca dimanfaatkan untuk bahan pembuatan boneka,
aksesoris, kain lap, dll

2. Kaleng bekas diolah menjadi mainan anak-anak, celengan, dll

3. Pembuatan pakan ikan dari sampah organik

4. Plastik/ bungkus detergen, shampo di jadikan tas, dompet,dll

2. PEMANFAAT LIMBAH DI LINGKUNGAN SEKITAR
a. Pemanfaatan Limbah Organik
1. Pembuatan kompos dan pakan ternak

2. Untuk bahan baku industri seperti serbuk kayu dengan
teknologi tinggi dipadatkan menjadi papan

3. Pemanfaatan untuk sumber energi seperti kotoran ternak
diolah menjadi biogas

Contoh :
b. Pemanfaatan Limbah Anorganik
1. Limbah plastik dimanfaatkan sebagai bahan pembuat
komponen tertentu pada kendaraan seperti dashboard,
dinding pintu, bumper, dll. Sedotan minuman dibuat bunga,
dll.

2. Limbah logam dijadikan celengan, giftbox, dll.

3. Limbah Strofoam di manfaatkan untuk mainan anak-anak,
hisan ruangan, dll.

Contoh :
3. PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR
Dalam keseharian kita, kita dapat mengurangi pencemaran air
dengan tujuan agar air dapat digunakan secara terus-menerus sesuai
dengan peruntukannya. Beberapa hal berikut dapat dilakukan agar
lingkungan perairan kita tetap terjaga fungsinya, yaitu:

1. Air Sungai dan Danau
Gambar Pencemaran Sungai
1. Tidak membuang
sampah kesungai
meskipun harus
terpaksa membuang
ke suangai limbah
diolah terlebih dahulu
sehingga tidak
membahayakan
lingkungan


2. Melaporkan kepada pihak yang berwajib jika ada yang sengaja
mencemari lingkungan terutama limbah B3

3. Bersama-sama melakukan upaya menjaga sungai dari
pencemaran

4. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga contohnya
dengan memilih detergent yang ramah lingkungan

5. Bagi Industri yang menghasilakan limbah diwajibkan
membuat IPAL (instalasi pengolahan air limbah

6. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-
sumber air bersih lainnya tidak tercemar.


Gambar air yang tercemar
2. Laut dan Pesisir
Menurut Immangson dan Wallace (1985) sekitar 6 juta
metrik setiap tahun tumpahan minyak mencemari laut. Di
indonesia sendiri sejak tahu 1975 setidaknya telah terjadi sembilan
kali tumpahan minyak. Pada tahun 1975 tanker Showa Maru karam
di selat Malaka dan menumpahkan 1 juta ton minyak mentah, dan
beberapa peristiwa lainnya.

Cara penggulangan Tumpahan minyak dapat
dilakukan secara fisika maupun kimia. Secara fisika adalah
dengan memindahkan atau memompa tumpahan minyak
kesebuah fasilitas dalam bentuk tangki maupun balom, agar
minyak tidak menyebar kemana-mana maka diberikan batas
dengan menggunakan pelampung pembatas (oil booms).
Dengan cara kimia adalah menggunakan bahan kimia
dispersan seperti COREXIN 9500. Bahan ini pernah
digunakan di perairan Inggris tahun 1967 untuk menangi
tumpahan minyak.

4. PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH
Penanggulangan pencemaran tanah dapat dilakukan dengan cara:

a. Remediasi
Kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah dikenal dengan
remediasi. Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui:

1. Jenis pencemar (organic atau anorganik), terdegradasi/tidak,
berbahaya/tidak,

2. Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah
tersebut,


6. Telah berapa lama
zat pencemar
terendapkan di lokasi
tersebut,

7. Kondisi
pencemaran (sangat
penting untuk
dibersihkan
segera/bisa ditunda).

3. Perbandingan
karbon (C),
nitrogen (N),
dan Fosfat (P),

4. Jenis tanah,

5. Kondisi tanah
(basah, kering),

Remediasi On-site dan Off-sites


Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site)
dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah
pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih
mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan
bioremediasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang
tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di
daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar.
Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap,
kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut.
Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang
kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah.
Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

b. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah
dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).
Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat
pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun
(karbon dioksida dan air).

Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi :

1. stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar)
dengan penambahan nutrien, pengaturan kondisi redoks, optimasi
pH, dsb
2. inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu
mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi
khusus
3. penerapan immobilized enzymes
4. penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan
atau mengubah pencemar.

5. PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
Udara yang tercemar mengandung berbagai unsur yang dapat
menggangu kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Jika
dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama maka akan
mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakin yang bisa
berujung kematian.
Berdasrkan hal tersebut maka diperlukan upaya untukmencegah
dan menanggani terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan
beberapa usaha antara lain:

Gambar pencemaran udara oleh
aktivitas industri
1.Mengurangi
konsumsi dari
pabrik yang
menimbulkan
pencemaran udara

2. Mengganti sumber
energi yang ramah
lingkungan

3. Mengurangi Kendaraan
bermotor dan
menggunakan kendaraan
hemat energi
Gambar pencemaran udara oleh
asap kendaraan bermotor
4. Membuat Jalur Hijau

Jalur hijau merupakan daerah yang berada di dalam kota yang
ditanami rumput dan tanaman perindang yang berfungsi
menyegarkan hawa kota. Daerah ini tidak boleh digunakan untuk
bangunan, jalan, dan perumahan karena jalur hijau berfungsi
untuk menyerap gas CO
2
yang dihasilkan kendaraan bermotor.


5. Pengurangan Bahan Bakar Fosil

Pengurangan penggunaan bahan bakar fosil bertujuan untuk
mengurangi kadar CO
2
di atmosfer. Pembakaran bahan bakar
fosil juga menghasilkan gas buangan yang mudah bereaksi
dengan air sehingga menghasilkan hujan asam.


6. Penanggulangan Polusi Udara dari Ruangan

Sumber dari pencemaran udara ruangan berasal dari asap rokok,
pembakaran asap dapur, bahan baku ruangan, kendaraan
bermotor dan lain-lain yang dibatasi oleh ruangan. Pencegahan
pen-cemaran udara yang berasal dari ruangan bisa
dipergunakan

a. Ventilasi

ventilasiyang sesuai, yaitu :

Usahakan polutan yang masuk ruangan seminimum
mungkin.
Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber
pencemaran.
Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan
sehingga udara yang masuk ke-ruangan sesuai dengan
kebutuhan.


b. Filtrasi

Memasang filter dipergunakan dalam ruangan dimaksudkan untuk
menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar
ruangan.

c. Pembersihan udara secara elektronik.
Udara yang mengandung polutan dilewatkan melalui alat ini
sehingga udara dalam ruangan sudah berkurang polutan-nyaatau
disebut bebas polutan.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH