Anda di halaman 1dari 59

#

GOLONGAN IIA
LOGAM ALKALI TANAH
Kimia Anorganik Golongan Utama
Kelompok II:
1. Rika Yulianti (121810301002)
2. Handariatul Masruroh (121810301003)
3. Malikatul Bulqis (121810301004)
4. Kania Setianti (121810301006)
5. Lailatul Hikmah (121810301008)


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2013
#
Golongan IIA
ALKALI TANAH
Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di
golongan IIA. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu :
Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium
(Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena
memiliki sifat-sifat seperti logam. Disebut alkali karena
mempunyai sifat alkalin jika direaksikan dengan air. Dan
istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan
banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi. Oleh
sebab itu, istilah alkali tanah biasa digunakan untuk
menggambarkan kelompok unsur golongan II A.

#
#
#
Golongan IIA mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan
golongan IA. Perbedaannya adalah bahwa golongan IIA ini
mempunyai konfigurasi elektron ns2 dan merupakan
reduktor yang kuat. Meskipun lebih keras dari golongan IA,
tetapi golongan IIA ini tetap relatif lunak, perak mengkilat,
dan mempunyai titik leleh dan kerapatan lebih tinggi.
Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak
ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah
bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di
udara, membentuk lapisan luar pada oksigen.

#
Jari-Jari Atom
#
Energi Ionisasi
#
Keelektronegatifan
#
Titik Lebur
#
Titik Didih
#
Sifat fisik dan sifat kimia
Sumber/kelimpahan di alam
Kegunaan
Isolasi
Reaksi dengan:
O
2

H
2

H
2
O
N
2

X
2

S
C



#
Berilium adalah unsur
kimia (Be) dengan nomor
atom 4. ditemukan sebagai
oksida oleh Vauquelin dalam
beryl dan di zamrud di tahun
1798. Logam ini diisolasi
pada tahun 1828 oleh
Wohler dan Bussy (mereka
tidak berkolaborasi)dengan
reaksi kimia kalium atas
berilium klorida

Berilium (Be)
#
Berilium
Fase : padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :1,85 g/cm
Massa jenis cair pada titik lebur :1,690 g/cm
Titik lebur :1560 K (1287 C,
2349 F)
Titik didih :2742 K (2469 C,
4476 F)
Kalor peleburan :7,895 kJ/mol
Kalor penguapan :297 kJ/mol
Kapasitas kalor :(25 C) 16,443
J/(molK)

#
Berilium
Konduktivitas panas sangat baik
Tidak magnetik dan tahan karat asam nitrat
Tidak terisolasi apabila terpapar udara pada
suhu dan tekanan ruang
Sifat oksidasi amfoter
Kovalen
Reaksi dengan udara, menghasilkan MO dan
M3N2 bila dipanaskan

#
Unsur berilium terdapat sekitar 0,0006%
dalam kerak bumi , yang memiliki 2 jenis
warna :
- Biru-hijau muda, yakni aquamaryn.
- Hijau tua, yakni permata emerald (adanya
sampai 2% ion Cr (III) dalam struktur
kristalnya).

Berilium
#


Dalam alam berbentuk mineral beril
[Be3Al2(SiO6)3] Dan krisoberil Al2BeO4
#
Agen aloy di dalam pembuatan tembaga
berilium
Alloy tembaga-berilium digunakan dalam
industri angkasa-antariksa dan pertahanan
sebagai bahan penstrukturan ringan dalam
pesawat berkecepatan tinggi, peluru
berpandu, kapal terbang dan satelit
komunikasi

Berilium
#
Penepis cahaya tampak dan memperbolehkan
hanya sinaran X yang terdeteksi
pemantul neutron dan moderator
pembuatan giroskop, berbagai alat komputer,
pegas jam tangan dan peralatan yang
memerlukan keringanan, ketegaran dan
kestabilan dimensi.
pembuatan litar bersepadu mikroskopik
Perintang listrik
lampu floresens


Berilium
#
Metode Reduksi
Metode ini diperlukan berilium dalam bentuk BeF
2
yang dapat diperoleh dengan cara memanaskan beryl
dengan Na
2
SiF
6
pada suhu 700-750
o
C. Setelah itu
dilakukan leaching (ekstraksi cair-padat) terhadap
flour dengan air kemudian dilakukan presipitasi
(pengendapan) dengan Ba(OH)
2
pada PH 12. Reaksi
yang terjadi adalah:
BeF
2
+ Mg MgF
2
+ Be

Berilium
#
Metode elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga dapat
dilakukan dengan cara elektrolisis dari lelehan BeCl
2

yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl
2
tidak dapat
mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga
ditambahkan NaCl. BeCl
2
tidak dapat
menghantarkan listrik karena BeCl
2
bukan
merupakan larutan elektrolit. Reaksi yang terjadi
adalah :
Katode : Be
2+
(l) + 2e
-
Be(l)
Anode : 2Cl
-
Cl
2
(l) + 2e
-


Berilium
#
Reaksi dengan air
Berilium tidak bereaksi dengan air maupun uap air meskipun
dalam suhu tinggi.
Reaksi dengan oksigen
Berilium tidak bereaksi dengan oksigen pada suhu kamar
Reaksi dengan nitrogen
Berilium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk nitrida.
Berikut adalah reaksinya:
3Be(s) + O
2
(g)

Be
3
N
2
(s)
Reaksi dengan halogen
Berilium bereaksi dengan halogen membentuk
senyawahalida. Berikut adalah reaksinya:
Be(s) + X
2
(g) BeX
2
(s)
Berilium
#
Magnesium
Nama magnesium berasal dari kata
Yunani yang merupakan nama
sebuah daerah di Thessaly yaitu
Magnesia. Pada tahun 1755 Sir
Humphry Davy memisahkan logam
magnesium dengan elektrolisis pada
tahun 1808 dari campuran magnesia
dan HgO, sementara A. A. B. Bussy
pula telah menyediakannya dalam
bentuk koheren pada tahun 1831.
Magnesium merupakan unsur
kedelapan paling berlimpah dalam
kerak Bumi
#
Sifat fisika
Berwarna putih keabu-abuan
Mempunyai permukaan pelindung lapisan tipis
oksida
Larut dalam asam encer
Titik cair 922K
Titik didih 1380K
Energi ionisasi I 739(kJ/mol)
Energi ionisasi II 1450(Kj/mol)
Elektronegatifitas 1,31


#

0,13% Magnesium terdapat dalam batuan
dolomit dan air laut.

2% kelimpahan magnesium terdapat pada
kulit bumi.

Sumber Di Alam
#
digunakan sebagai bahan tahan api dalam tungku
peleburan untuk memproduksi logam (besi dan
baja), kaca, dan semen.

Untuk bahan industri semen sorel, bahan isolasi,
pertanian, peternakan, industri karet.
sebagai bahan obat-obatan.

Digunakan sebagai pembuat struktur ringan
seperti dalam pesawat dan konstruksi rudal.
Kegunaan
#
Adapun proses penting untuk mendapatkan logam adalah :
a. Elektrolisis leburan campuran halida
(MgCl2) dimana logam yang elektropositif
yaitu Mg,ditampung.
b. Reduksi dolomit (MgO) yang dikalsinasi
(MgO.CaO).
c. Dipanaskan dengan ferosilikon.
d. Mg didistilasi.

#
Reaksi Mg dengan air
Mg (s) + H2O (g) MgO (s) + H2O(g)

Reaksi Mg dengaan O2
2Mg (s) + O2 (g) MgO (s)

Reaksi Mg dengan halida
2Mg (s) + Cl2 (g) MgCl2 (s)
#
Reaksi dengan asam
Mg (s) + 2H
+
(aq) Mg
2
+
(aq) + H
2
(g)

Reaksi dengan nitrogen
3Mg (s) + N
2
(g) Mg
3
N
2
(s)

#
Kalsium adalah mineral yang
amat penting bagi manusia,
antara lain bagi metabolisme
tubuh, penghubung antar
saraf, kerja jantung dan
pergerakan otot. Kalsium
adalah sebuah elemen kimia
dengan simbol Ca dan nomor
ataom 20
Kalsium (Ca)
#
Ciri-Ciri Fisika
Nomor atom 20
Fase Solid
Titik lebur 845 deg C
Titik didih 1484 deg C
Bera molekul 40.08
warna Putih perak
Kepadatan 1,54 @ 20 C / 4 C
Massa jenis pada suhu kamar 1,55 gcm
-3

Kalsium (Ca)
#


Unsur kalsium terdapat sekitar 3,4% dalam kerak
bumi. Di alam kalsium berupa senyawa karbonat,
fosfat, sulfat, dan fluorida.




#
Mengaktifkan saraf
Melancarkan peredaran darah
Melenturkan otot
Menormalkan tekanan darah
Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
Menjaga keseimbangan cairan tubuh

Kegunaan
Kalsium (Ca)
#


Logam Kalsium secara komersial dibuat dari elektrolisis
leburan kalsium klorida.

Kalsium klorida dibuat dari kalsium karbonat dan asam
klorida. Kalsium klorida juga diperoleh dari hasil samping
proses Solway untuk membuat natrium karbonat.

Dalam skala kecil kalsium dapat dibuat melalui reduksi
dari CaO dengan aluminium atau reduksi CaCl2 dengan
logam natrium.

#
a. Reaksi kalsium dengan air
Ca(s) + 2H
2
O(l) Ca(OH)
2
(aq) + H
2
(g)

b. Reaksi kalsium dengan oksigen
Ca(s)+ O
2(g)
CaO
2(s)

4Ca(s) + O
2
(g) + N
2
(g) CaO(s) + Ca3N
2
(s)

c. Reaksi kalsiumdengan nitrogen
3Ca(s) + N
2
(g) Ca
3
N
2
(s)

d. Reaksi kalsiumdengan halogen
Ca(s) + Cl
2
(g) CaCl
2
(s)

Kalsium (Ca)
#
Stronsium pertama kali
ditemukan di kota Strontian di
Skotland oleh Adair Crawford
dan pertama kali diisolasi oleh
Sir Humphry Davy pada tahun
1808 melalui elektrolisis dari
campuran strontium klorida
(SrCl
2
) dan oksida merkuri
(HgO). Stronsium adalah unsur
kimia dengan lambang Sr dan
berwarna kuning saat terkena
udara.
Stronsium (Sr)
#
Strontium lebih lunak dibanding kalsium dan
terdekomposisi dalam air secara cepat. Logam
strontium yang baru terbelah memiliki warna
keperak-perakan, tapi dapat dengan cepat
menjadi kuning jika teroksidasi. Logam ini jika
terbelah secara halus dapat terbakar di udara
secara spontan
Sifat Fisika
#
Ciri-ciri Fisika
Nomor atom 38
Fase Solid
Titik lebur 769 C
Titik didih 1.384 C
Kerapatan 2.620 kg/m
3

Kekerasan 1,50 Mohs
Stronsium(Sr)
#
Sifat Kimia
Stronsium lebih reaktif dibandingkan kalsium
untuk penyimpanannya dilakukan di dalam
minyak. Logam stronsium akan terbakar ketika
dipanaskan di atas titik didih. Stronsium mengurai
sangat cepat dan akan membebaskan hidrogen.
Hidroksinya merupakan hidroksida kuat.
Stronsium (Sr)
#
Sumber Di Alam
Keberadaan Stronsium di dalam kerak bumi
sangat jarang yaitu sekitar 0,05% sebagai
mineral selesit (SrSO
4
) dan stronsianit
(SrCO
3
)


Stronsium (Sr)
#
Sr sebagai Sr(NO
3
)
2
digunakan dalam nyala api/suara dan
cahaya merah pada kembang api.
Sr (dan Br) sebagai senyawa karbonat merupakan bahan
baku pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.
Isotop Sr-90 bersifat radioaktif yang melepas panas
sewaktu meluruh digunakan sebagai senjata nuklir
Isotop Sr-85 digunakan untuk mendeteksi kanker tulang

Kegunaan
Stronsium (Sr)
#
Secara komersial dibuat dalam skala kecil dengan
elektrolisis leburan Stronsiun klorida, SrCl
2.
Untuk
mendapatkan Strontium (Sr), kita bisa mendapatkannya
dengan elektrolisis lelehan SrCl2. Lelehan SrCl
2
bisa
didapatkan dari senyawa selesit [SrSO
4
]. Karena senyawa
selesit merupakan sumber utama stronsium (Sr). Reaksi
elektrolisisnya adalah sebagai berikut:
Katode : Sr
2+
(l) + 2e
-
Sr(l)
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-


Stronsium (Sr)
#
Reaksi Stronsium dengan air
Sr(s) + 2H
2
O(l) Sr(OH)
2
(s) + H
2
(g)

Reaksi Stronsium dengan oksigen
2Sr(s) + O
2
(g) 2SrO(s) (oksida)
Sr(s) + O
2
(g) SrO
2
(s) (superoksida)

Reaksi Stronsium dengan nitrogen
3Sr (s) + N
2
(g) Sr
3
N
2
(s)

Reaksi Stronsium dengan halogen
Sr(s) + X
2
(g) SrX
2
(s)

Reaksi Stronsium dengan hidrogen
Sr(s) + H
2
(g) SrH
2
(s)


Stronsium (Sr)
#
Barium merupakan unsur dari
golongan IIA yang memiliki
nomor atom 56. Logam ini
berwarna keabu-abuan,bereaksi
dengan oksigen di udara pada
temperatur kamar. Barium
ditemukan pada tahun 1808 di kota
Barys yang berarti berat atau padat.
Barium (Ba)
#
Sifat Sifat Fisika
Nomor atom 56
Fase Padatan (solid)
Massa jenis cair pada titik lebbur 3,338 g/cm
3

Massa jenis (sekitar suhu kamar) 3,51 g/cm
3

Titik lebur 1000 K
Titik didih 2170 K
Kalor peleburan 7,12 kJ/mol
Kalor penguapan 140,3 kJ/mol
Kapasitas kalor 28,07 J/mol-K
Barium
#
Sifat Sifat Kimia
elektronegatifitas 0,89
Sifat oksida asam basa
Energi ionisasi
(detil)
I 453 kJ/mol
II 908 kJ/mol
Jari-jari atom 2,22 A
0

Ikatan ion
Konduktifitas listrik 2,8 x 10
6
ohm
-
cm
-

Potensi reduksi standar -2,90
Kapasitas panas 0,204 J/gK
Barium
#
Kerak bumi rata-rata mengandung unsur
barium sekitar 0,05% dalam bentuk barit
(BaSO4) dan witerit (BaCO4)


Barium
#
Logam barium digunakan sebagai pelapis konduktor
listrik.
Barium sulfat digunakan dalam industry karet, cat
dan linolium
Barium nitrat digunakan untuk membuat petasan
dan kembang api.
Digunakan untuk pengujian system gastroinstinal
sinar X.
BaSO
4
untuk pembuatan foto sinar X pada perut

Barium
#
Barium dibuat dalam skala kecil dengan
elektrolisis leburan barium klorida. Barium
juga dapat diperoleh dari reduksi BaO dengan
Al

6BaO + 2Al 3Ba + Ba
3
Al
2
O
6

Barium
#
Reaksi dengan Air
Ba bereaksi dengan air membentuk senyawa
hidroksida.
Ba
(s)
+ 2H
2
O
(l)
Ba(OH)
2(s)
+ H
2(g)

Reaksi dengan Oksigen
Ba bereaksi dengan oksigen dan nitrogen dalam udara
membentuk senyawa oksida dan superoksida
Ba
(s)
+ O
2(g)
BaO
2(s)

Barium
#
Reaksi dengan Nitrogen
Ba bereaksi dengan nitrogen membentuk senyawa
nitrida.
3Ba
(s)
+ N
2(g)
Ba
3
N
2(s)

Reaksi dengan Halogen
Ba bereaksi dengan Halogen membentuk senyawa
halida.
Ba
(s)
+ Cl
2(g)
BaCl
2(s)

Reaksi dengan Hidrogen
Ba bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa
hidrida.
Ba
(s)
+ H
2(g)
BaH
2(s)


Barium
#
Radium ditemukan pada tahun 1898 oleh
Marie Curie dalam pitchblende atau uraninite
di Bohemia Utara. Radium adalah sebuah
unsur kimia yang mempunyai simbol Ra dan
nomor atom 88.
Radium (Ra)
#

Sifat Sifat Fisika
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 5,5 g/cm
Titik lebur 973 K, (700 C, 1292 F)
Titik didih 2010 K, (1737 C, 3159 F)
Massa atom 226 g/mol
Kalor peleburan 8,5 kJ/mol
Kalor penguapan 113 kJ/mol
Radium (Ra)
#
Sifat Sifat Kimia
Bilangan oksidasi 2 (oksida basa)
Elektronegativitas 0,9 (skala Pauling)
Energi ionisasi
(detil)
I 509,3 kJ/mol
II 979,0 kJ/mol
Jari-jari atom 215 pm
isotop 6
Sifat magnetik Nonmagnetis
Resistivitas listrik (20 C) 1 m
Konduktivitas termal (300 K) 18,6 W/(mK)
Radium (Ra)
#
Radium sangat jarang sekali, tetapi
keberadaaannya dapat dideteksi dengan
mudah oleh sinar radioaktif . Kelimpahan Ra
rata-rata dalam kerak bumi kurang dari
1/102.
Radium (Ra)
#
Kegunaan
Dalam dunia kedokteran, radium digunakan
dalam terapi kanker dan penyakit-penyakit
lainnya.
Radium digunakan dalam memproduksi cat
dan sumber netron.
Radium (Ra)
#
Ra dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan
RaCl
2
sebagai berikut:
Katoda : Ra
2+
+ 2e
-
Ra
Anoda : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-


Radium (Ra)
#
Reaksi
Reaksi dengan Air
Ra bereaksi dengan air membentuk senyawa
hidroksida.
Ra
(s)
+ 2H
2
O
(l)
Ra(OH)
2(s)
+ H
2(g)

Reaksi dengan Oksigen
Ra bereaksi dengan oksigen dan nitrogen dalam
udara membentuk senyawa oksida dan superoksida
Ra
(s)
+ O
2(g)
RaO
2(s)


Radium (Ra)
#
Reaksi dengan Nitrogen
Ra bereaksi dengan nitrogen membentuk senyawa nitrida.
3Ra
(s)
+ N
2(g)
Ra
3
N
2(s)

Reaksi dengan Halogen
Ra bereaksi dengan Halogen membentuk senyawa halida.
Ra
(s)
+ Cl
2(g)
RaCl
2(s)

Reaksi dengan Hidrogen
Ra bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida.
Ra
(s)
+ H
2(g)
RaH
2(s)


Radium (Ra)
#