Anda di halaman 1dari 4

Rangkuman Mata Kuliah Geologi Fisik

I. Pendahuluan

I.I. Definisi
Geologi adalah ilmu (science) yang mempelajari bumi
Geologi Fisik adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari materi dan proses pembentukannya
yang terjadi baik itu di permukaan maupun di dalam bumi

I.II. Cabang Ilmu Dalam Geologi Dan Kaitannya Dengan Ilmu Dasar




II. Struktur Bumi

II.I. Bumi dan Sistem Tata Surya
Teori KANT, LAPLACE, dan HELMHOLTZ adalah teori yang beranggapan bahwa bumi berasal
dari suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa bersuhu tidak terlalu panas dan
penyebarannya terpencar dalam kondisi berputar dan dikenal sebagai awal-mula dari matahari.
Akibat perputaran tersebut menyebabkan matahari ini kehilangan daya energinya dan akhirnya
mengkerut. Sebagai akibat dari proses pengkerutan tersebut, maka ia akan berputar lebih cepat
lagi. Dalam keadaan seperti ini, maka pada bagian ekuator kecepatannya akan semakin
meningkat dan menimbulkan terjadinya gaya sentrifugal. Gaya ini akhirnya akan melampaui
tarikan dari gayaberatnya, yang semula berfungsi sebagai penyeimbang, dan menyebabkan
sebagian dari bahan yang berasal dari matahari tersebut terlempar. Bahan-bahan yang
terlempar ini kemudian dalam perjalanannya juga berputar mengikuti induknya, juga akan
mengkerut dan membentuk sejumlah planit-planit, salah satunya adalah planit bumi.

II.II. Struktur Dalam Bumi
Susunan Interior Bumi: (1) Inti, yang terdiri dari dua bagian. Inti bagian dalam yang bersifat
padat, dan ditafsirkan sebagai terdiri terutama dari unsur besi, dengan jari-jari 1216 Km., Inti
bagian luar, berupa lelehan (cair), dengan unsurunsur metal mempunyai ketebalan 2270 Km;
(2) Mantel Bumi setebal 2885 Km; terdiri dari batuan padat, dan berikutnya (3) Kerak Bumi,
yang relatif ringan dan merupakan kulit luar dari Bumi, dengan ketebalan berkisar antara 5
hingga 40 Km.

Kerak Bumi tersusun dari selaput batuan (litosfir), selaput udara (atmosfir), dan selaput air
(hidrosfir).

II.III. Sifat Rambat Gelombang seismik
Pada dasarnya gelombang seismik dapat diurai menjadi gelombang Primer (P) atau
gelombang Longitudinal dan gelombang Sekunder (S) atau gelombang Transversal. Sifat rambat
kedua jenis gelombang ini sangat dipengaruhi oleh sifat dari material yang dilaluinya. Gelombang P
dapat menjalar pada material berfasa padat maupun cair, sedangkan gelombang S tidak dapat
menjalar pada materi yang berfasa cair. Perpedaan sifat rambat kedua jenis gelombang inilah yang
dipakai untuk mengetahui jenis material dari interior bumi.
II.IV. Lapisan-Lapisan Dalam Bumi
Selaput Batuan (Litosfir)
Bagian-bagian utama dari Bumi adalah : (1) Inti, yang terdiri dari dua bagian. Inti bagian
dalam yang bersifat padat, dan ditafsirkan sebagai terdiri terutama dari unsur besi, dengan jari-jari
1216 Km., Inti bagian luar, berupa lelehan (cair), dengan unsurunsur metal mempunyai ketebalan
2270 Km; Kemudian (2) Mantel Bumi setebal 2885 Km; terdiri dari batuan padat, dan berikutnya (3)
Kerak Bumi, yang relatif ringan dan merupakan kulit luar dari Bumi, dengan ketebalan berkisar
antara 5 hingga 40 Km.
Disamping bagian-bagian utama tersebut diatas, ada suatu zona terletak didalam mantel-Bumi yang
berada antara kedalaman 100 dan 350 Km, bahkan dapat berlanjut hingga 700 Km., dari permukaan
Bumi. Zona ini mempunyai sifat fisik yang khas, yaitu dapat berubah menjadi bersifat lentur dan
mudah mengalir. Oleh para ahli geologi zona ini dinamakan Astenosfir. Adalah suatu zona yang
lemah, panas dan dalam kondisi tertentu dapat bersifat secara berangsur sebagai aliran. Diatas zona
ini, terdapat lapisan Bumi yang padat disebut Litosfir (atau selaput batuan) yang mencakup bagian
atas dari Mantel-Bumi serta seluruh lapisan kerak bumi

III. Kerak Bumi Dan Susunannya

III.I. Jenis-Jenis Batuan Pembentuk Kerak Bumi
Material yang membentuk litosfer maupun kerak bumi, terdiri dari mineral-mineral,
terbentuk di alam dan tidak hidup.
Jenis-Jenis Batuan Kerak Bumi
Berdasar cara terbentuknya, batuan dibagi
kepada kelompok utama:
1. Batuan Beku, terbentuk dari magma yang mendingin dan membeku.
2. Batuan Sedimen, merupakan batuan, yang terbentuk dari sedimen yg diendapkan (darat atau air),
setelah mengalami proses geologi menjadi batu sedimen.
3. Batuan Metamorfosa/malihan,yaitu batuan yang telah mengalami perubahan karena tekanan
dan suhu

III.II. Mineral, Batuan dan Proses Pembentukannya
Terdapat 20 Mineral Utama pembentuk batuan:
Batuan Beku; Feldspar, Mika (biotit, muskovit), Amfibor, Piroksen, Olivin, dan Kuarsa.
Batuan Sedimen; Kuarsa, kalsit, amfibol, lempung, halit, gypsum, dan Feldspar.
Batuan Metamorfosa; Kuarsa, feldspar, amfibol, piroksen, mika
(biotit, muskovit), garnet, dan chlorit.
III.III. Daur Siklus Batuan
Baca sndiri ja


IV. Sedimentasi dan Batuan Sedimen

IV.I. Proses Erosi, Transportasi dan Sedimentasi
IV.I.I. Erosi merupakan proses mengurai batuan secara fisik dan kimia serta mentrasport material
yang dihasilkan dengan media yang bergerak. Air, Angin, dan Es sebagai agen Erosi.
IV.I.II. Transportasi proes pengangkutan yang terjadi dalam proses terbentuknya baruan sedimen,
Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama
IV.I.III. Sedimentasi Sedimen berasal dari bahasa latin sedimentum yang berarti pengendapan.Pada
saat sedimen diendapkan, mengikuti hukum alam, material yang berat akan terendapkan terlebih
dahulu. Kondisi lingkungan pengendapan akan terekam dalam sedimen.

IV.II. Pembentukan Batuan Sedimen
Proses Litifikasi (Lithification) dan Diagenesa
Berasal dari kata kerja to lithify yang berarti menjadi batu.Diagenesa adalah seluruh
perubahan secara fisika, kimia, biologi yang mempengaruhi lapisan sedimen sejak diendapkan,
selama dan setelah litifikasi
Kompaksi: Beban akumulasi sedimen atau material lain menyebabkan hubungan antar butir
menjadi lebih lekat dan air keluar dari pori.
Sementasi: Dgn keluarnya air dari pori, material yang terlarut didalamnya (kalsit, Silika, oksida besi)
mengendap dan merekat (menyemen) butiranmengendap dan merekat (menyemen) butiran
sedimen
Rekristalisasi: mineral yang kurang stabil mengkristal kembali seperti mineral aragonit menjadi
kalsit kembali seperti mineral aragonit menjadi kalsit


V. Sedimentasi dan Batuan Sedimen (Lanjutan)

V.I. Jenis Batuan Sedimen dan Lingkungan Pembentuknya
Berdasarkan Tekstur, batuan sedimen dibagi kepada 2 jenis;
V.I.I Batuan sedimen bertekstur klastik
Pemilihan (sorting); Keragaman ukuran butir.
Apabila ukuran butir butirnya sama semua, maka dinamakan well sorted, apabila ukuran butirnya
bercampur disebut poorly sorted.
Kemas (fabric); tatanan fragmen dalam batuan sedimen.
Kemas tertutup: Apabila antar butirnya bersentuhan
Kemar terbuka: Apabila antar butir tidak saling bersinggunganKemar terbuka: Apabila antar butir
tidak saling bersinggungan
V.I.II. Batuan sedimen bertekstur non klastik (kristalin)
Merupakan tekstur hasil pengendapan melalui reaksi kimia atau proses
biologi.

V.II. Strukstur Sedimen Pada Lapisan
Struktur Batuan Sedimen adalah fitur dalam skala besar yang terdapat
dalam lapisan sedimen atau batuan sedimendalam lapisan sedimen atau batuan sedimen.Batas
antar lapisan dengan lapisan lainnya disebut sebagai Bidang Perlapisan.
Bidang Perlapisan dapat terjadi karena perbedaan fisik antar lapisan seperti warna, besar butir, dan
jenis batuan.
Struktur Sedimen yang umum dijumpai adalah:
Lapisan bersusun (Graded bedding)
Lapisan Silang Siur (Cross bedding)
Gelembur Gelombang (Riplemark)
Rekah Kerut (Mud Cracks)

Anda mungkin juga menyukai