Anda di halaman 1dari 9

PENGANTAR SISTEM

SISTEM KONTINYU DAN SISTEM DISKRIT


TUGAS 3
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pemrosesan Sinyal
Oleh :
Muhamad Faisal Ali
NIM. 1319102010!
K"las A
PROGRAM STUDI STRATA 1
#URUSAN TEKNIK E$EKTRO
FAKU$TAS TEKNIK
UNI%ERSITAS #EM&ER
201'
RANGKUMAN &A& 2
PENGANTAR TENTANG SISTEM
1. Pengertian Sistem
Sistem merupakan sebuah interkoneksi dari berbagai komponen, piranti atau
subsistem. Suatu sistem dapat dipandang sebagai sebuah proses dimana sinyal
ditransformasikan oleh sistem atau menyebabkan sistem menanggapi dengan berbagai
cara, yang menghasilkan sinyal lain sebagai keluaran.
Tambahan
Sebuah system dapat didefinisikan sebagai suatu interkoneksi dari sekumpulan
komponen dapat berupa piranti atau proses! dengan terminal"terminal atau port
akses yang dimilikinya sehingga beragam materi, energi, atau informasi dapat
dimasukkan dan diberi perlakuan olehnya.
Sumber : http:##lecturer.eepis"its.edu
Sistem adalah sekumpulan elemen"elemen atau komponen"komponen yang
digabungkan menjadi satu kesatuan saling berkerjasama dengan tujuan atau
maksud tertentu. Sistem berfungsi untuk mengoperasikan suatu sinyal dan
menghasilkan sinyal baru, sinyal tersebut disebut response.
Sumber : http:##bungaelin1$.blogspot.com
%. Sistem &ontinyu
Sistem &ontinyu yaitu sistem dimana sinyal masukan 'aktu"kontinu diterapkan dan
menghasilkan sinyal keluaran 'aktu kontinyu. (ontoh: sistem gerakan pesa'at terbang dll.
)ambar 1. Sinyal &ontinyu
Tambahan
Penggambaran sistem 'aktu kontinyu selalu berkaitan dengan bentuk representasi
matematik yang mengambarkan sistem tersebut dalam keseluruhan 'aktu dan
berkaitan dengan penggunaan notasi ft!.
Salah satu contoh dari system kontinyu ini adalah rangkaian *( dengan besar input
yang sebanding dengan besar output.
Sumber : http:##lecturer.eepis"its.edu
+. Sistem Diskrit
Sistem diskrit yaitu sebuah sistem yang mengubah masukan diskrit ke dalam keluaran
'aktu diskrit. (ontoh: penghitungan jumlah customer di bank, dll.
)ambar %. Sinyal Diskrit
Tambahan
Penggambaran system 'aktu diskrit berkaitan dengan pegambilan sampel pada
'aktu"'aktu tertentu dari system yang biasanya dinotasikan dengan fn!.
Salah satu contoh system 'aktu diskrit adalah suatu system pembayaran pada
pinjaman uang di bank.
Sumber : http:##lecturer.eepis"its.edu
,. &lasifikasi Sistem &ontinyu dan Diskrit
a. -erdasarkan Sinyal .asukan
(ausal System
Sebuah sistem yang keluarannya ditentukan oleh masukan sekarang dan atau masa
lalu, dituliskan:
/ccausal System
Sebuah sistem yang keluarnnya saat ini juga ditentukan oleh kondisi masukan yang
akan datang dituliskan:
Tambahan
(ausal system adalah sistem dimana sinyal keluaran yt! untuk 'aktu tertentu t1!
sangat bergantung pada sinyal masukan 0t! untuk harga"harga t12 t1 t sama
dengan atau lebih kecildari t1!. Sedangkan accausal system adalah sistem yang
sinyal keluarannya tidak bergantung pada sinyal masukan untuk 'aktu tertentu.
)ambar +. (ontoh system causal
)ambar ,. (ontoh sistem accausal
Sumber : http:##bungaelin1$.blogspot.com
b. -erdasarkan 3umlah State dalam Sistem
4umped System
3umlah 5ariabel state berhingga
Distributed System
3umlah 5ariabel state tak berhingga
6stilah state mengacu pada persamaan diferensial atau diferensiasi. 3umlah state pada
sebuah model matematis berbanding lurus dengan tingkat kerumitan sistem. (ontoh:
Persamaan Diferensial orde n bisa dipecah menjadi n persamaan orde 1, dengan
demikian kita mendapatkan n state 5ariable.
Tambahan
4umped sistem adalah sebuah sistem yang dapat dinyatakan kedalam bentuk
model matematik berupa persamaan differensial biasa.
Distributed system adalah sistem yang dapat dinyatakan kedalam bentuk model
matematik berupa persamaan differensial parsial.
Sumber : http:##bungaelin1$.blogspot.com
c. -erdasarkan 3umlah .asukkan dan &eluaran
S6SO Single 6nput Single Output!
Dinyatakan dalam bentuk transfer function karena hanya menghubungkan satu input
dan satu output!
.6SO .ultiple 6nput Single Output!
Dinyatakan dalam bentuk state space.
.6.O .ultiple 6nput .ultiple Output!
Dinyatakan dalam bentuk state space, jumlah input bisa berbeda dengan jumlah
output.
d. -erdasarkan .emori
.emory System
Terdapat indikator berupa penundaan atau delay, keluarannya berupa masukkan saat
ini dan masa lalu. Dituliskan sebagai :
.emory 4ess System
Terdapat indikator berupa penundaan atau delay, keluarannya berupa masukkan saat
ini. Dituliskan sebagai :
e. -erdasarkan 4inieritas dan 7aktu
Sistem 4inier
Sistem Tidak 4inier
Time 8ariant output dipengaruhi 'aktu!
Time 6n5ariant output tidak dipengaruhi 'aktu!
Tambahan
4iniear system adalah sistem yang berlaku prinsip superposisi atau keliniearan.
9on liniear sistem adalah sistem yang tidak berlaku prinsip superposisi atau
keliniearan.
Sumber : http:##bungaelin1$.blogspot.com
Time in5ariant system adalah sistem yang mempunyai karakteristik"karakteristik
yang tidak berubah terhadap 'aktu.
Time 5ariant system adalah sistem yang mempunyai karakteristik"karakteristik
yang berubah terhadap 'aktu.
Sumber : http:##bungaelin1$.blogspot.com
:. Sistem 4inier Time 6n5ariant 4T6!
.erupakan system kombinasi antara system linier # bukan linier dan system time 5ariant #
time in5ariant. Suatu system dapat disebut sebagai system 4T6 apabila system tersebut
linier dan bergntung pada 'aktu. Suatu system dikatakan linier jika memenuhi toeri super
posisi yaitu penjumlahan additi5ity! dan homogenitas homogeneity!.
&elinieran suatu system dapat ditunjukkan dengan kinerja system yang akurat dengan
batasan tertentu. Sebagai contoh adalah pada 48DT 4inear 8ariable Differential
Tranducer!.
KESIMPU$AN
.enurut pendapat saya yang dimaksud dengan system adalah jaringan kerja dari
sekumpulan elemen yang dihubungkan dengan suatu terminal atau port akses yang dimiliki
sehingga suatu sinyal atau informasi dapat dimasukkan dan diberi perlakuan untk
menghasilkan sinyal keluaran tertentu. Pada dasarnya fungsi dari suatu system tersebut adalah
untuk memproses suatu sinyal masukan input! tertentu guna menghasilkan sinyal keluaran
output! yang baru.
Dalam subbab ini system dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan sinyal yang diolah
yaitu system kontinyu dan system diskrit. System kontinyu adalah sebuah system yang
mengolah sinyal masukan input! berupa sinyal kontinyu dan menghasilkan sinyal keluaran
output! berupa sinyal 'aktu kontinyu. Salah satu contoh dari system ini adalah system
pemancar pada radio kon5ensional dan system gerakan pesa'at. Sedangkan system diskrit
adalah sebuah system yang mengubah mengolah sinyal masukan berupa sinyal diskrit dan
menghasilkan keluaran berupa sinyal 'aktu diskrit. Salah satu contoh dari system ini adalah
system indeks harga saham di bursa efek dan system penghitungan jumlah customer di sebuah
bank.
Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai pengklasifikasian system kontinyu dan system
diskrit. System kontinyu dan diskrit diklasifikasikan menjadi : bagian yaitu berdasarkan
sinyal masukan, berdasarkan jumlah state dalam system, berdasarkan jumlah masukan dan
keluaran, berdasarkan keberadaan memori dan berdasarkan linieritas dan 'aktu. -erdasarkan
masukannya system dibagi menjadi dua yaitu causal system masukan sekarang dan masa
lalu! dan accausal system masukan sekarang dan yang akan datang!. -erdasarkan jumlah
state dalam system dibagi menjadi dua yaitu lumped system jumlah 5ariable berhingga! dan
distributed system jumlah 5ariable tak berhingga!. -erdasarkan jumlah masukan dan
keluaran dibagi menjadi tiga yaitu single input single output, multiple input single output dan
multiple input multiple output. -erdasarkan keberadaan memorinya dibagi menjadi dua yaitu
system dengan memori dan system tanpa memori. ;ang terakhir berdasarkan linieritas dan
'aktu dibagi menjadi empat yaitu system linier, system tidak linier, time 5ariant dan time
in5ariant.
Pembahasan yang terakhir yaitu mengenai system 4T6 4inier Time 6n5ariant!. Dua sifat
system yang sangat penting dalam 4T6 adalah sifat liniaritas dan sifat 'aktu in5ariant.
$ATI(AN SOA$
S)al
1. System 'aktu kontinyu ;t! 1 sin <0t!=. /pakah termasuk sitem in5ariant atau
system 5ariant>
%. -uat ringkasan tentang interkoneksi system hubungan antar system!.
#a*a+
1.
Dari perhitungan tersebut dapat dilihat bah'a system tersebut termasuk system
time in5ariant karena nilai pada .
Sistem time in5ariant berlaku apabila hubungan antara input dan output tidak
tergantung pada 'aktu.
Sistem Time 6n5arian berlaku ketika
Sistem Time 8ariant berlaku ketika
%. Pengertian 6nterkoneksi Sistem
6nterkoneksi sistem adalah sistem koneksi yang menghubungkan komponen
internal (P? seperti /4?, unit control, register dan juga bus"bus eksternal
(P? dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan #keluaran.
Sumber : http:##'ikipedia.org
6nterkoneksi adalah keterhubungan secara fisik dan logika dari jaringan
komunikasi umum yang digunakan oleh operator yang sama atau berbeda
untuk memungkinkan pengguna dari satu operator untuk berkomunikasi
dengan operator yang sama atau operator lainya, atau untuk mengakses layanan
yang disediakan oleh operator lain.
Sumber : http:##anyediahmuthia.blogspot.com
K"sim,ula- .
Dari kedua sumber diatas menurut pendapat saya interkoneksi system adalah
hubungan antara berbagai system yang membentuk suatu system baru, dimana
masing"masing system pembentuknya mempunyai peran yang berbeda"beda.
Salah satu contohnya adalah system tata suara. System tata suara terbentuk
akibat adanya interkoneksi antara berbagai system, misalnya saja interkoneksi
antara system penerima radio, system amplifier dan system speaker. &etiga
buah system tersebut akan membentuk suatu system baru yang dinamakan
system tata suara. Seperti itulah gambaran singkat dari interkoneksi suatu
system.