Anda di halaman 1dari 36

TIMING BELT &

TIMING CHAIN
PENYETELAN MESIN
Penggantian Timing Belt
Penggantian Timing Chain
Penyetelan Katup
Penggantian Platina & Condensor
Prosedur Pemasangan
Timing Belt
Tepatkan piston silinder no. 1 pada
posisi top kompresi dengan melihat
tanda tanda sebagai berikut :
Tanda titik pada pulley
camshaft harus terletak pada
satu garis lurus (berimpitan)
dengan tanda yang ada pada
inside cover.
Lubang spie pulley crankshaft
(tanda titik) harus ditepatkan
pada satu garis lurus dengan
tanda panah yang ada pada
inside cover.
Pasang timing belt dengan tanda
arah panah dipasang searah dengan
putaran mesin.
Pasang tensioner pada
tempatnya dengan mengikat
kedua bautnya secara merata
tetapi tensioner masih dapat
maju dan mundur.
Kaitkan tensioner spring pada
baut yang telah tersedia untuk
itu, sehingga tensioner dapat
menekan timing belt.
Putar crankshaft 2 putaran
penuh, sehingga tanda-tanda
tersebut berimpitan kembali.
Kencangkan baut-baut
tensioner.
Periksa ketegangan timing belt,
bila ditekan ditengah-tengah
mempunyai kelenturan 5,7-6,5
mm
Timing Chain SQ 420
Mesin SQ 420 (J20 A) menggunakan 2 timing
chain, yaitu :
1
st
timing chain, berfungsi menghubungkan putaran
crankshaft dengan idler sprocket.
2
nd
timing chain, berfungsi menghubungkan putaran
idler sprocket dengan camshaft timing sprocket (intake
and exhaust timing sprocket).
Karena menggunakan timing chain, maka perlu
pelumasan di dalamnya, sehingga diperlukan
timing chain cover yang rapat untuk mencegah
kebocoran oli.
2
nd
Timing Chain dan Chain Tensioner
Pada 2
nd
timing chain ini terdapat 3 mata rantai yang mempunyai warna berbeda yaitu
2 berwarna biru tua dan 1 berwarna kuning.
Dalam pemasangannya mata rantai yang berwarna biru tua dipasang pada tanda panah
intake dan exhaust timing sprocket, sedangkan yang berwarna kuning dipasang pada
tanda panah pada idler sprocket.
1
st
Timing Chain dan Tensioner
Pada 1
st
timing chain terdapat 2 mata rantai, yang berwarna kuning dan biru tua, dalam
pemasangannya mata rantai yang berwarna kuning dipasang berhadapan dengan tanda
titik pada crankshaft timing sprocket, sedangkan mata rantai berwarna biru tua
dipasangkan berhadapan dengan tanda titik pada idler sprocket.
Halhal yang perlu diperhatikan dalam Pemasangan
Timing Chain SQ 420

Tanda-tanda pada camshaft sprocket, idler sprocket, dan crankshaft timing
sprocket harus terpasang seperti pada gambar.
Prosedur Pemasangan Timing Chain
SQ 420
Tepatkan crank timing
sprocket key dengan
timing mark pada cylinder
block
Pasang crank timing
sprocket
Pasang sprocket shaft dan
idler sprocket, berikan engine
oil pada bush idler sprocket.
Pasang 1
st
timing chain
dengan menempatkan mata
rantai yang berwarna biru tua,
denga tanda titik pada idler
sprocket.
Pasang 1
st
timing chain yang
berwarna kuning dengan
tanda titik pada crankshaft
timing sprocket.
Pasang tensioner, dan
kencangkan mur pengikat
denga cara kembalikan
plunger tensioner adjuster
ke posisi tidak
menekan/belum bekerja.
Tepatkan knock pin
intake dan exhaust
dengan timing mark
intake dan exhaust
Pasang intake dan exhaust
sprocket denga tanda
panah segaris dengan
mata rantai warna biru
gelap.
Tanda kuning mengarah
dengan tanda panah pada
idler sprocket.
Catatan : jangan memutar
camshaft > 15
o
dan
crankshaft > 90
o
pada
saat chain belum
terpasang

Timing Chain RH 415
Melepas :
Lepaskan timing chain cover
Putar crankshaft, luruskan tanda pada
intake dan exhaust camshaft timing
sprocket dengan tanda pada silinder head
dan luruskan tanda pada sprocket
crankshaft dengan tanda notch pada blok
silinder.
Lepaskan rangkaian timing chain
tensioner adjuster.
Lepaskan timing chain tensioner.
Lepaskan guide timing chain no. 1
Lepaskan timing chain dengan crankshaft
timing sprocket
Perhatian : setelah timing chain dilepas,
jangan memutar crankshaft dan camshaft
karena dapat mempengaruhi kerja dari piston
dan valve sehingga merusak piston dan valve.
Prosedur Memasang Timing Chain
RH 415
Cek apakah tanda pada intake dan exhaust
camshaft sesuai dengan tanda notch pada
cylinder head (2) seperti terlihat pada gambar.
Set key (3) dan putar crankshaft sampai posisi
key berada di atas.
a : 90
o
5. Jangkauan putaran yang diperbolehkan
pada crankshaft. Dari key pada crankshaft
sampai 90
o
dari atas
b : 15
o
4. Jangkauan putaran yang diperbolehkan
pada camshaft (IN dan EX). Dari tanda
pada camshaft timing sprocket sampai 15
o

dari tanda notch pada cylinder head kiri
dan kanan.
Pasang timing chain dengan
tanda biru pada timing chain
(1) dan tanda segitiga pada
camshaft timing sprocket (2)
seperti pada gambar.
Setel crankshaft timing
sprocket dengan timing chain,
dengan meluruskan tanda emas
pada timing chain (3) dan
tanda lingkaran pada
crankshaft timing sprocket (4).
Lalu pasang crankshaft timing
sprocket dengan chain ke
crankshaft.
Tambahkan oli mesin pada permukaan
licin pada guide timing chain no. 1 (1)
dan pasang seperti pada gambar.
Kencangkan baut guide sesuai
spesifikasi
Moment pengencangan baut guide
timing chain no. 1. (a): (9 N.m (0,9
kgm, 6,5 lb-ft)
Tambahkan oli mesin pada permukaan
licin pada chain tensioner (1) dan
pasang chain tensioner dan spacer.
Kencangkan baut tensioner sesuai
spesifikasi
Moment pengencangan baut tensioner
timing chain (a): (22 N.m (2,2 kgm,
16,0 lb-ft)

Cek apakah tanda pada intake
dan exhaust cazmshaft (1)
lurus dengan tanda pada
timing chain (2) dan tanda
pada crankshaft timing
sprocket (3) lurus dengan
tanda pada timing chain (4)
Masukkan plunger dengan
memutar body (2) searah
tanda panah dan pasang
(kabel) retainer (3) untuk
menahan plunger pada
tempatnya.
Pasang rangkaian timing
chain tensioner adjuster (1)
dengan retainer (2).
Kencangkan baut penyetel
sesuai spesifikasi lalu
lepaskan retainer dari
rangkaian chain tensioner
adjuster.
Momen pengencangan baut
timing chain tensioner
adjuster (a) : 11 N.m (1,1
kgm, 8 lb-ft)
Tambahkan oli mesin pada
timing chain dan putar
crankshaft searah jarum jam
sebanyak 2 kali putaran dan cek
apakah tanda pada intake dan
exhaust camshaft (1) lurus
dengan tanda notch pada
cylinder head (2) dan tanda key
(3) lurus dengan tanda notch
pada cylinder (4) seperti pada
gambar.
Jika ada tanda yang tidak lurus,
setel tiap sprocket dan timng
chain.
Pasang timing chain cover
sesuai prosedur yang benar.
Timing Chain XL-7
Engine H 25 A menggunakan 3 timing chain, yaitu :
1
st
timing chain, berfungsi menghubungkan putaran
crankshaft dengan timing chain sprocket RH (kanan), idler
sprocket no. 1 dan idler sprocket no. 2
2
nd
timing chain LH (kiri), berfungsi menghubungkan
putaran idler sprocket no.2 dengan camshaft timing
sprocket LH (intake dan exhaust timing sprocket)
2
nd
timing chain RH (kanan), berfungsi menghubungkan
putaran camshaft timing sprocket RH (intake dan exhaust
timing sprocket)
Karena menggunakan timing chain, maka perlu pelumasan
di dalamnya, sehingga diperlukan timing chain cover yang
rapat untuk mencegah kebocoran oli.
1. 1
st
timing chain

7. Idler sprocket

13. Camshaft timing sprocket bolt

2. Timing chain tensioner adjuster
no.1

8. Shaft

14. Timing chian tensioner nut

3. RH bank 1
st
timing chain intake
cam sprocket

9. Washer

15. Timing chain tensioner
adjuster no. 1 bolt

4. 1
st
timing chain crankshaft
sprocket

10. Timing chain tensioner

16. Idler sprocket no. 1 bolt

5. Idler sprocket no. 2


11. Timing chain guide no. 1

17. Timing chain guide no. 1 bolt

6. Shaft

12. Timing chain guide no. 2

18. Timing chain guide no. 2 bolt


1
st
timing chain berfungsi untuk
menghubungkan putaran dari crankshaft ke
idler sprocket no. 2 (yang akan memutarkan
intake dan exhaust camshaft timing sprocket
RH)
Pada 1
st
timing chain ini terdapat 3 mata rantai
yang mempunyai awrna berbeda yaitu 2
berwarna silver dan 1 warna kuning
Dalam pemasangannya mata rantai yang
berwarna silver dipasang pada tanda titik
timing chain sprocket RH dan tanda titik pada
idler sprocket no. 2. Sedangkan yang berwarna
kuning di pasang pada tanda titik crankshaft
timing sprocket.
2
nd
timing chain LH berfungsi untuk menghubungkan putaran idler sprocket no. 2 dengan
camshaft timing sprocket LH (intake dan exhaust timing sprocket)

2
nd
timing chain RH, berfungsi menghubungkan putaran camshaft timing sprocket RH
(intake dan exhaust timing sprocket RH). Timing chain RH terdapat dua mata rantai
berwarna silver dan dipasang berhadapan dengan tanda panah pada camshaft timing sprocket
RH (intake dan exhaust timing sprocket).

Melepas 1
st
Timing Chain dan Tensionernya :
Lepas kabel negative baterai
Keluarkan oli mesin
Keluarkan air pendingin
Lepas cover timing chain sesuai
prosedur
Untuk memudahkan pemasangan,
tepatkan ke 8 tanda timing seperti
gambar dengan memutar crankshaft
Lepas tutup timing chain 2
nd
LH
(kiri)
Lepas timing chain guide no. 1
Lepas timing chain guide no. 2
Lepas tensioner adjuster timing chain
no. 1
Lepas idler sprocket no. 1 dan 1
st

timing chain
Lepas idler sprocket no. 2 dan shaft
sprocket
Lepas tensioner timing chain

Lepas baut bank RH
1
st
timing chain intake
camshaft sprocket
dengan menahan shaft
dengan hexagon
Prosedur Pemasangan Timing Chain
XL-7
Pemasangan 1 st timing
chain dan tensionernya
Periksa tanda timing pada
crankshaft seperti gambar

Pasang 1
st
timing chain
crankshaft sprocket seperti
gambar. Periksa gear sensor
CKP dari kotoran dan
kerusakan
Periksa tanda timing
pada bank intake
camshaft seperti
gambar

Pasang sprocket bank
RH timing chain
intake camshaft. Torsi
pengencangan : 8
kgm
Pasang tensioner
timing chain. Torsi
pengencangan : 2,7
kgm
Pasang 1
st
timing
chain dengan plat
silver RH segaris /
berimpit dengan
tanda titik pada
sprocket bank RH
1
st
timing chain
intake camshaft
Berikan oli pada bush idler
sprocket no. 2
Pasang idler sprocket no. 2
dan shaftnya.
Tanda titik pada idler
sprocket no.2 segaris /
berimpit dengan plat silver
LH pada 1st timing chain
Pasang sprocket crankshaft
dengan tanda titik segaris /
berimpit dengan plat kuning
pada 1st timing chain.
Hindarkan pemutaran
camshaft terlalu banyak
karena akan merusak
valve dan piston.
Berikan oli pada bearing idler
sprocket no. 1
Pasang idler sprocket no. 1 (torsi
pengencangan : 4,5 kgm)
Sebelum pemasangan adjuster no.
1 tekan latch dan plunger ke body.
Masukkan stopper antara latch dan
body
Pasang timing chain tensioner
adjuster no. 1 (torsi pengencangan
: 1,1 kgm)
Lepas stopper dari adjuster no. 1
Pasang timing chain guide no. 1
dan no. 2 (torsi pengencangan :
0,9 kgm
Melepas Bank 2
nd
no.
2 dan Tensioner
Untuk memudahkan
pemasangan timing
chain, tepatkan 12
tanda seperti gambar
Lepas timing chain
bank 2
nd
LH
Lepas 1
st
timing chain
Lepas timing chain
guide no. 3
Kendorkan baut
camshaft housing
sesuai urutan gambar
Lepas camshaft
housing
Lepas timing chain 2
nd

RH bank intake dan
exhaust camshaft RH
Lepas tensioner
adjuster no.2 timing
chain
Pemasangan Bank no. 2
nd
dan Tensioner
Periksa tanda timing pada
crankshaft seperti gambar
Berikan oli pada timing
chain tensioner adjuster
no. 2
Pasang timing chain
tensioner adjuster no. 2
(torsi pengencangan : 1,1
kgm
Berikan oli pada camshaft
dan camshaft journal
Pasang timing chain bank 2
nd
RH
dengan tanda panah pada
sprocket segaris/berimpit dengan
plat kuning pada 2
nd
timing chain
seperti gambar
Pasang pin housing camshaft
seperti gambar
Sebelum memasang housing
camshaft, periksa tanda pada
camshaft housing
I : Intake side
II : Exhaust side
Tanda panah mengarah ke
posisi timing chain side
Berikan oli pada baut dan
kencangkan menurut prosedur :
Kencangkan sedikit menurut
urutan nomor pada gambar
Kencangkan sedikit sekali lagi
menurut urutan pada gambar
Kencangkan sesuai spesifikasi
Torsi pengencangan : 1,2 kg-m
Pasang timing chain guide no. 3
Torsi pengencangan : 1,1 kgm
Pasang 1
st
timing chain
Pasang bank LH 2
nd
timing chain
Pasang cover timing chain
Pasang oil pan, housing differential
depan, P/S system, cooling system,
intake manifold dengan throttle
body dan komponen lainnya.