Anda di halaman 1dari 21

PATOLOGI PENYAKIT JANTUNG

Dr. DAVID, MM
I. GANGGUAN KATUP JANTUNG
Fungsi katup jantung adalah untuk memastikan bahwa
darah mengalir dengan bebas pada satu arah aliran dan
tidak adanya aliran balik yang bocor. Dan katup jantung
yang terdiri dari 4 katup jantung yaitu 2 katup
atrioventrikuler, yaitu dari atrium ke ventrikel, dan 2
katub semilunar yaitu pulmonal dan aorta, dari
ventrikel ke sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.
Gangguan katup jantung akan menyebabkan kelainan
pada aliran darah yang melintasi katub tersebut. Bisa
berupa yang kita kenal di masyarakat dengan sebutan
jantung bocor. Jadi kelainannya adalah terletak pada
katup jantung tersebut. Bisa berupa klep jantung yang
mengalami stenosis dan juga katup jantung yang
mengalami insufisiensi.


Katup jantung yang terserang penyakit klep jantung ini
menimbulkan kelainan / gangguan yang berupa :

Insufisiensi / Regurgitasi Katup. Daun katub tidak dapat
menutup dengan rapat sehingga darah dapat mengalir
balik. Regurgitasi katup jantung menyebabkan
peningkatan beban volume dan dilatasi ruang jantung
yag menerima darah balik.
Stenosis Katup. Lubang katub mengalami penyempitan
sehingga aliran darah mengalami hambatan. Stenosis
klep jantung meningkatkan afterload dan
menyebabkan hipertropi pada atrium dan ventrikel
karena memompa darah melawan peningkatan
tekanan. Disfungsi katup jantung dapat juga terjadi
secara bersamaan, mungkin stenosis dan regurgitasi (
lesi campuran ).

Penyebab gangguan katup jantung :

Reumatik ( lebih dari 90 % kasus ) dan non reumatik.
Reumatik atau yang dikenal dengan RHD ( Rheumatic
Heart Disease ) merupakan penyebab penyakit jantung
paling umum, yang biasanya terjadi sejak masa kanak-
kanak.
Perubahan degeneratif jaringan, misalnya myxcoma,
calsifikasi.
Trauma/infeksi.
CHD ( Coronary Heart Disease ), Myocardial infarction
dengan ruptur muscullus papillaris,yang menyebabkan
disfungsi katub atrioventrikuler.
Kelainan kongenital.
Penyakit sistemik misalnya lupus erytematous dan
scleroderma.

Jenis Gangguan Katup Jantung :

Regurgitasi Katup Mittral
Prolaps Katup Mitral
Stenosis Katup Mitral
Regurgitasi Katup Aorta
Stenosis Katur Aorta
Regurgitasi Katup Trikuspidalis
Stenosis Katup Trikuspidalis
Stenosis Katup Pulmoner.

II. PENYAKIT JANTUNG KORONER
Arteri koroner adalah pembuluh darah di
jantung yang berfungsi menyuplai makanan
bagi sel-sel jantung. Penyakit Jantung Koroner
terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut
tersumbat atau menyempit karena endapan
lemak, yang secara bertahap menumpuk di
dinding arteri. Proses penumpukan itu disebut
aterosklerosis, dan bisa terjadi di pembuluh
arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.

Faktor Risiko

1. Kadar Kolesterol Tinggi.
2. Hipertensi
3. Trombosis.
4. Kegemukan.
5. Diabetes Melitus
6. Penuaan.
7. Keturunan.

Cara mengurangi resiko penyakit jantung koroner:

Mengurangi konsumsi daging berlemak jenuh tinggi.
Memperbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang
mengandung antioksidan tinggi (Vitamin A, C dan E).
Antioksidan mencegah lemak jenuh berubah menjadi
kolesterol.
Menghindari stress. Stress dapat menimbulkan
ketidakseimbangan fungsi tubuh, meningkatkan tekanan
darah serta membuat Anda merokok dan makan
berlebihan.
Tidak merokok dan minum kopi berlebihan.
Rajin berolah raga. Aerobik selama 30 menit setiap hari,
3-4 kali seminggu dapat memperkuat jantung, membakar
lemak dan menjaga kesimbangan HDL dan LDL.

III. GAGAL JANTUNG
Gagal Jantung adalah suatu keadaan dimana jantung
tidak mampu lagi memompakan darah secukupnya
dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi badan untuk
keperluan metabolisme jaringan dalam hal ini nutrisi
dan juga oksigen pada keadaan tertentu, sedangkan
tekanan pengisian ke dalam jantung masih cukup
tinggi.
Dampaknya berpengaruh terhadap kekurangan
penyediaan darah, sehingga menyebabkan kematian
sel akibat kekurangan oksigen yang dibawa dalam
darah itu sendiri. Kurangnya suplay oksigen ke otak
(Cerebral Hypoxia), menyebabkan seseorang
kehilangan kesadaran dan berhenti bernafas dengan
tiba-tiba yang bisa berakibat pada keadaan terburuk
yaitu kematian
KLASIFIKASI MENURUT NYHA
NYHA I : Bila pasien dapat melakukan aktifitas berat tanpa
keluhan.
NYHA II : Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas lebih
berat atau aktifitas sehari-hari.
NYHA II : Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas sehari-
hari tanpa keluhan.
NYHA IV : Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan
aktifitas apapun dan harus tirah baring.

FAKTOR PENCETUS
Infark Miocard.
Hipertensi
Stress emosional
Aritmia.
Emboli paru.
Kehamilan / persalinan.

MEKANISME GAGAL JANTUNG
Gagal Jantung Kiri
Tanda-tanda gagal jantung kiri yaitu :
(dispnoe,batuk,mudah lelah,takikardia,bunyi jantung
S3,cemas,gelisah). Dispnoe karena karena adanya
penimbunan cairan dalam alveoli, ini biasa terjadi saat
istirahat / aktivitas. Orthopnoe ialah kesulitan bernafas
saat berbaring, biasanya yg terjadi malam hari
(paroximal nocturnal dispnoe/PND). Batuk : kering /
produktif, yang sering adalah batuk basah disertai
bercak darah.Mudah lelah hal ini diakibatkan curah
jantung berkurang dan menghambat jaringan dari
sirkulasi normal dan oksigen serta menurunnya
pembuangan sisa hasil katabolisme. Juga meningkatnya
energi yg digunakan. Gelisah dan cemas akibat
gangguan oksigenasi jaringan, stress akibat
kesakitan/kesulitan bernafas.

Gagal Jantung Kanan.
Tanda-tanda gagal jantung kanan:edema ekstremitas
(pitting edema :oedem dg penekanan ujung jari ),
penambahan BB, hepatomegali, distensi vena leher,
asites (penimbunan cairan dalam rongga peritoneum),
anoreksia, mual, muntah, nokturia dan lemah.Oedema
ini mulai dari kaki dan tumit, bertahap keatas tungkai
dan paha akhirnya kegenitalia eksterna dan tubuh
bagian bawah.

DIAGNOSIS
Laboratorium.
Radiologi/Rontgen.
EKG
Ekhokardiografi




IV. PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Penyakit Jantung Bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada
bayi sejak dalam kandungan. Janin dalam kandungan memiliki kompensasi
yang baik terhadap kelainan ini, sehingga tanpa kontrol kehamilan yang baik
seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan.

PJB adalah kelainan struktur dan fungsi jantung yang ditemukan sejak bayi
dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan.



PENYEBAB

Penyebab kelainan jantung bawaan sebagian besar (90%) tidak diketahui.
Faktor lingkungan seperti: ibu merokok, obat-obatan, infeksi waktu hamil
dikatakan memegang peranan 3%. Sisanya 7% karena turunan. Karena
penyebabnya sebagian besar belum diketahui dan faktor turunan hanya 7%,
kemungkinan untuk melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan relatif
kecil.



Secara umum terdapat 2 kelompok besar PJB yaitu PJB
sianotik dan PJB asianotik. PJB sianotik biasanya memiliki
kelainan struktur jantung yang lebih kompleks dan hanya
dapat ditangani dengan tindakan bedah. Sementara PJB
asianotik umumnya memiliki lesi (kelainan) yang sederhana
dan tunggal, namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya
memerlukan tindakan bedah jantung terbuka untuk
pengobatannya. Pada PJB sianotik, bayi baru lahir terlihat
biru oleh karena terjadi percampuran darah bersih dan
darah kotor melalui kelainan pada struktur jantung. Pada
kondisi ini jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan cukup
oksigen yang sangat berbahaya, sehingga harus ditangani
secara cepat. Sebaliknya pada PJB non sianotik tidak ada
gejala yang nyata sehingga seringkali tidak disadari dan
tidak terdiagnosa baik oleh dokter maupun oleh orang tua.
Gejala yang timbul awalnya berupa lelah menyusui atau
menyusui sebentar-sebentar dan gejala selanjutnya berupa
keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.


PEMBAGIAN PJB

1. VSD (Ventracular Septal Defect)/ Sekat Bilik Jantung Berlubang
VSD adalah kelainan jantung berupa lubang pada sekat antarbilik jantung
yang menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan
jantung.

2. PDA (Persisten Duktus Arteriosus Persisten)
Duktus arteriosus yang terlambat menutup.

3. PS (Pulmonary Stenosis)/ Penyempitan Katup Paru
PS adalah penyempitan katup paru yang berfungsi mengatur aliran darah
rendah oksigen dari bilik kanan jantung ke paru-paru.

4. ASD (Atrial Septal Defect) / Sekat Serambi Jantung Berlubang
Atrial Septal Defect (ASD) adalah terdapatnya lubang di antara dua
serambi jantung atau terdapat hubungan antara atrium kanan dengan
atrium kiri yang tidak ditutup oleh katup.

5. TF (Tetralogi Fallot)
TOF adalah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas, dan
melibatkan empat kondisi: Sekat bilik jantung berlubang (VSD),
penyempitan katup paru (PS), bilik kanan jantung membesar (hipertrofi)
dan akar aorta tepat berada di atas lubang VSD.
DIAGNOSIS


Pada PJB sianotik, diagnosa dapat langsung dilakukan
(bayi terlihat biru dan sesak) dan membutuhkan
penanganan yang cepat.

Pada PJB non sianotik, pemeriksaan fisik pada bayi barus
lahir memegang peranan yang terpenting. Apabila pada
pemeriksaan fisik oleh dokter terdapat kecurigaan
kelainan jantung, maka beberapa pemeriksaan tambahan
harus dilakukan, antara lain ekokardiografi,
elektrokardiografi (EKG), roentgen (X-Ray) dada,
oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. Namun
dengan kemajuan teknik ekokardiografi, prosedur
angiografi yang invasif cenderung berkurang.

V. BEDAH JANTUNG
Bedah jantung adalah Usaha atau operasi yang
dikerjakan untuk melakukan koreksi kelainan
anatomi atau fungsi jantung.Bedah jantung juga
merupakan semua tindak pengobatan yang
menggunakan cara infasifdengan cara membuka
atau menampilakan bagian tubuh yang akan
ditangani.Misalnya jantung. Umumnya
pembukaan bagian tubuh ini dengan membuat
sayatan. Setelah bagian yang akan ditangani
ditampilkan, dilakukan tindak perbaikan yang
diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka.

TUJUAN
Koreksi total dari kelainan anatomi
Operasi paliatif yaitu melakukan operasi sementara
untuk tujuan operasi yang definitif/total
Replacement katup yaitu operasi penggantian katup
yang mengalami kerusakan.
Bypass koroner yaitu operasi yang dikerjakan untuk
mengatasi stenosis/sumbatan arteri koroner.
Pemasangan inplant seperti kawat pace maker
permanen pada anak-anak dengan blok total
atrioventrikel.
Transplantasi jantung yaitu mengganti jantung
seseorang yang tidak mungkin diperbaiki lagi dengan
jantung donor dari penderita yang meninggal karena
sebab lain.


INDIKASI BEDAH JANTUNG

Cyanotic heart disease
Kelainan anatomi pembuluh darah besar dan koroner
Stenosis katub yang berat (symtomatik).
Regurgitasi katub yang berat (symtomatik)
Angina pektoris
Unstable angina pectoris
Aneurisma dinding ventrikel kiri akibat suatu infark
Komplikasi akibat infark miokardium akut
Arrhytmia jantung
Endokarditis/infeksi katup jantung.
Tumor dalam rongga jantung
Trauma jantung dengan tamponade atau perdarahan.


MACAM MACAM BEDAH JANTUNG

Operasi jantung terbuka, yaitu operasi yang dijalankan
dengan membuka rongga jantung dengan memakai
bantuan mesin jantung paru (mesin extra corporal)

Operasi jantung tertutup, yaitu setiap operasi yang
dijalankan tanpa membuka rongga jantung misalnya
ligasi PDA, Shunting aortopulmonal

Operasi jantung lainnya, seperti Percutaneous
Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA), Operasi
Coronary Artery Bypass Grafting (CABG), Pintasan
Jantung Paru , Jantung Buatan , Transplantasi Jantung,
Eksisi tumor, Eksisi bedah, Valvulotomi/kumisurotomi ,
Septostomi


Thanks For Your Attention....