Anda di halaman 1dari 12

EFISIENSI PASAR

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok Matakuliah
Manajemen Keuangan II
yang dibina oleh Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si.Ak.



Oleh:
Ahmad Bashofi H. 120422425901
Eka Ardianty W. 120422403173
Moch. Defri K. 110422425507














UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
SEPTEMBER 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat,
taufik dan hidayah-Nya makalah ini bisa terselesaikan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Keuangan II pada program keahlian Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas
Negeri Malang.
Makalah ini tidak dapat terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, kami sampaikan terima kasih kepada Ibu Dyah Aju Wardhani selaku
dosen matakuliah, serta teman-teman dan semua pihak yang telah membantu
terselesaikannya Makalah Efisiensi Pasar.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, untuk itu kami mohon saran serta kritik dari para pembaca. Dan
semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para
pembaca pada umumnya.



Malang, September 2014


Penulis










BAB I
PENDAHULUAN

Pasar modal di Indonesia diawali sejak masa pendudukan Belanda, yang
tujuannya adalah untuk menunjang ekspansi usaha perkebunan milik Kolonial
Belanda (Kodrat, 2009:173). Seiring tumbuh dan berkembangnya pasar modal,
kinerjanya juga perlu diperhatikan, yaitu apakah suatu bursa telah bekerja secara
efisien atau belum.
Dalam pasar yang kompetitif, harga ditentukan oleh permintaan dan
penawaran, yang tentunya didasarkan atas informasi baru yang relevan sehingga
akan terarah pada harga ekuilibrium yang baru. Bagaimana suatu pasar bereaksi
terhadap informasi baru merupakan hal yang sangat penting. Jika pasar dapat
bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga kesimbangan yang
mencerminkan informasi baru yang tersedia, maka kondisi pasar ini dapat disebut
dengan pasar efisien. Efisiensi pasar seperti ini disebut sebagai efisiensi pasar
secara informasi, yang dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu efisiensi pasar bentuk
lemah, efisiensi pasar bentuk setengah kuat, dan efisiensi pasar bentuk kuat.
Menurut Kodrat, 2009:178 (dalam Beaver, 1989), efisiensi pasar
didefinisikan sebagai korelasi antara harga saham dan informasi. Efisiensi pasar
dapat didefinisikan dalam beberapa macam, yaitu definisi efisiensi pasar
berdasarkan nilai intrinsik sekuritas, definisi efisiensi pasar berdasarkan akurasi
dari ekspektasi harga, definisi efisiensi pasar berdasarkan distribusi informasi, dan
definisi efisiensi pasar didasarkan pada proses dinamik.
Efisiensi dalam pasar saham menunjukkan secara tidak langsung bahwa
seluruh informasi relevan yang tersedia tentang suatu saham langsung tercermin
dalam harganya. Sehingga tidaklah mungkin untuk secara sistematis memperoleh
atau kehilangan profit yang abnormal berdasarkan informasi yang dipublikasikan.
Dengan demikian, penting artinya untuk memahami konsep pasar efisien,
sehingga kita bisa membedakan antara pasar yang efisien dan tidak efisien, serta
dapat menyimpulkan sendiri apakah efisiensi pasar modal di Indonesia termasuk
bentuk lemah, bentuk setengah kuat, ataukah bentuk kuat. Dari uraian tersebut,
makalah ini mengambil judul Efisiensi Pasar.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI EFISIENSI PASAR
Dalam pasar yang efisien, informasi-informasi baru dapat dengan cepat
direspon sehingga mampu mempengaruhi pergerakan harga sekuritas menuju
harga keseimbangan yang baru. Menurut Kodrat, 2009:178 (dalam Beaver, 1989),
efisiensi pasar didefinisikan sebagai korelasi antara harga saham dan informasi.
Berikut ini adalah berbagai macam definisi efisiensi pasar.
1. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Intrinsik Sekuritas
Menurut konsep ini, efisiensi pasar diukur dari seberapa jauh harga-harga
sekuritas menyimpang dari nilai intrinsiknya. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pasar yang efisien adalah pasar yang nilai-nilai sekuritasnya tidak
menyimpang dari nilai-nilai intrinsiknya.
2. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi dari Ekspektasi Harga
Menurut Kodrat, 2009:178(dalam Fama, 1970), suatu pasar dikatakan efisien
apabila harga-harga sekuritas mencerminkan secara penuh informasi yang
tersedia. Sehingga dalam hal ini para investor akan dapat memprediksi harga
sekuritas yang ada dengan segala informasi yang diperolehnya. Namun definisi
ini dianggap tidak jelas, tidak operasional dan sirkular sehingga menuai banyak
kritikan. Dikatakan sirkular karena jika terdapat informasi baru yang berkaitan
dengan sekuritas tertentu dan diikuti dengan perubahan harga, maka perubahan
harga yang terjadi dianggap biasa saja sehingga sulit untuk mengatakan bahwa
efisiensi pasar telah tercapai. Banyaknya kritik atas konsep tersebut
menyebabkan Fama memformalkan definisi pasar efisien yaitu suatu fungsi
dari harga-harga yang ada di masa mendatang yang tergantung dari informasi-
informasi yang tersedia pada saat ini. Fungsi tersebut dijadikan benchmark
untuk dibandingkan dengan harga-harga yang ada di masa yang akan datang.
Suatu pasar akan diangggap tidak efisien apabila terdapat selisih harga antara
kedua fungsi tersebut. Sehingga diperlukan suatu model ekuilibrium untuk
dapat menguji hipotesa pasar efisien.

3. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Distribusi Informasi
Menurut konsep ini, suatu pasar dikatakan efisien apabila harga yang terjadi
setelah informasi diterima oleh pelaku pasar sama dengan harga yang akan
terjadi bila setiap orang mendapatkan informasi yang sama. Dengan kata lain,
jika semua orang sudah mendapatkan informasi yang sama, maka dapat
dikatakan bahwa pasar adalah efisien. Namun meskipun informasi untuk
publik telah tersedia, dibutuhkan biaya untuk memperolehnya sehingga
informasi yang disebarkan mungkin tidak dapat diterima oleh semua investor
dan dapat menyebabkan pasar menjadi tidak efisien.
Untuk menguji pasar efisien menurut konsep ini diperlukan suatu benchmark
yang nantinya akan digunakan untuk membandingkan return normal yang
seharusnya didapat oleh investor. Suatu pasar dikatakan efisien jika hasilnya
tidak menyimpang.
4. Definisi Efisiensi Pasar Didasarkan pada Proses Dinamik
Konsep ini mempertimbangkan distribusi informasi yang tidak simetris dan
bagaimana harga-harga akan menyesuaikan karena informasi yang tidak
simetris tersebut. Suatu pasar dikatakan efisien jika penyebaran informasi
dilakukan secara cepat sehingga setiap orang akan mendapatkan informasi
tersebut. Jenis informasi yang dapat diperoleh hanya dengan hitungan menit
saja misalnya yaitu pengumuman laba. Sedangkan informasi mengenai merger
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dievaluasi.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan penyebaran informasi
yang awalnya asimetris menjadi informasi simetris, yaitu:
a. Perusahaan menyebarkan informasi privat ke publik secara resmi melalui
pengumuman;
b. Investor yang memiliki informasi privat bersedia untuk menjualnya
kembali setelah menggunakannya;
c. Investor yang tidak mendapatkan informasi privat melakukan pengamatan
sendiri melalui perubahan harga yang terjadi.



2.2 ALASAN-ALASAN PASAR YANG EFISIEN DAN TIDAK EFISIEN
Menurut Tita, 2009 (dalam Rodoni dan Yong, 2002), pasar yang efisien terjadi
karena peristiwa-peristiwa berikut ini.
a. Investor adalah penerima harga (price taker), yang berarti pelaku pasar.
Harga suatu sekuritas ditentukan oleh banyak investor yang menentukan
permintaan dan penawaran, sehingga tidak ada yang dapat mempegaruhi
harga sekuritas;
b. Informasi tersedia secara luas pada semua pelaku pasar pada saat yang
bersamaan dengan harga yang murah. Informasi tersebut diterima lewat
radio,koran dan media massa lainnya;
c. Informasi dihasilkan secara acak dan pengumuman informasi bersifat
random satu dengan yang lainnya, sehingga investor tidak dapat
memprediksi kapan emiten akan mengumumkan informasi baru;
d. Investor beraksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat,
sehingga harga sekuritas berubah dengan semestinya sehingga dapat
mencerminkan bahwa informasi tersebut digunakan untuk mencapai
keseimbangan yang baru.
Sedangkan pasar yang tidak efisien dapat terjadi karena kondisi-kondisi
berikut ini.
a. Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga
sekuritas;
b. Informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian
pelaku pasar;
c. Harga informasi mahal dan terdapat akses yang tidak seragam antara
pelaku pasar yang satu dengan yang lainnya terhadap informasi yang
sama;
d. Investor adalah individu-individu yang tidak canggih. Untuk pasar yang
tidak efisien, masih banyak investor yang tidak canggih sehingga
seringkali mereka melakukan keputusan yang salah yang berakibat pada
dinilainya sekuritas secara tidak tepat.


2.3 BENTUK-BENTUK EFISIENSI PASAR
1. Efisiensi Pasar Secara Informasi (informationally efficient market)
Menurut Tita, 2009 (dalam Fama), kunci utama untuk mengukur pasar yang
efisien adalah hubungan antara harga sekuritas dengan informasi. Berikut ini
adalah tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan informasi
masa lalu, informasi sekarang yang sedang dipublikasikan dan informasi
privat.
a. Efisiensi pasar bentuk lemah (weak-form efficiency)
Efisiensi pasar bentuk lemah adalah pasar yang harga-harga dari
sekuritasnya secara penuh mencerminkan informasi masa lalu. Bentuk ini
berkaitan dengan random walk theory yang menyatakan bahwa data masa
lalu tidaklah berhubungan dengan nilai sekarang, sehingga upaya investor
untuk memperoleh excess return dengan memanfaatkan harga-harga di
masa lalu hanyalah sia-sia. Karakteristik weak form menurut Kodrat,
2009:175 (dalam Fama, 1965) antara lain yaitu urutan perubahan harga
independen satu sama lain dan perubahan harga menyesuaikan dengan
distribusi probabilitas.
b. Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semi-strong form efficiency)
Efisiensi pasar bentuk setengah kuat adalah pasar yang harga-harga dari
sekuritasnya secara penuh mencerminkan semua informasi yang
dipublikasikan, termasuk informasi yang terdapat dalam laporan keuangan
perusahaan.
Informasi-informasi yang dapat dipublikasikan antara lain:
Informasi yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan
yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya antara lain yaitu
tentang pengumuman laba dan pembagian dividen.
Informasi yang mempengaruhi harga-harga sekuritas sejumlah
perusahaan. Contohnya adalah regulasi yang harus dipenuhi oleh bank-
bank untuk meningkatkan kebutuhan cadangan.
Informasi yang mempengaruhi harga-harga sekuritas semua
perusahaan yang terdaftar di bursa. Contohnya adalah peraturan
akuntansi untuk mencantumkan laporan arus kas yang harus dilakukan
oleh semua perusahaan.
c. Efisiensi pasar bentuk kuat (strong from)
Efisiensi pasar bentuk kuat adalah pasar yang harga-harga dari
sekuritasnya secara penuh mencerminkan semua informasi yang ada, baik
harga sekuritas masa lalu, maupun informasi privat. Dalam pasar ini tidak
ada peluang bagi investor, manajer investasi, maupun analis pasar modal
yang berbekal informasi publik dapat secara konsisten memperoleh excess
return.
Namun adanya informasi dari orang dalam (insider trading) dapat
membuat pihak-pihak tertentu mampu memperoleh keuntungan yang lebih
unggul secara konsisten dengan memperdagangkan saham perusahaan
mereka sendiri (Najmudin, 2011). Insider trading merujuk pada direksi,
manjemen, dan pemegang saham utama. Hal ini telah menunjukkan bahwa
pasar belum efisien dalam bentuk kuat karena informasi privat belum
tercermin pada harga saham.
Menurut Kodrat, 2009: 176 (dalam Hartono, 2005) terdapat hubungan
antara ketiga bentuk pasar efisien ini. Hubungan ketiga bentuk pasar
berupa tingkatan yang kumulatif, yaitu bentuk lemah merupakan bagian
dari bentuk setengah kuat dan bentuk setengah kuat merupakan bagian dari
bentuk kuat, namun pasar efisien bentuk lemah bukan berarti merupakan
bentuk pasar efisien setengah kuat.
2. Efisiensi Pasar Secara Operasional (operationally efficient market)
Suatu pasar dikatakan efisien secara operasional jika operasi pasar dapat
dilakukan dengan cepat (liquid) dan dengan biaya yang murah.
3. Efisiensi Pasar Secara Keputusan (decisionally efficient market)
Pengukuran efisiensi pasar sama dengan efisiensi pasar bentuk setengah
kuat berdasarkan informasi yang didistribusikan. Perbedaannya adalah
apabila secara informasi, yang dipertimbangkan hanyalah satu faktor saja
yaitu ketersediaan informasi. Sedangkan secara keputusan, yang
dipertimbangkan ada dua faktor, yaitu ketersediaan informasi dan
kecanggihan pelaku pasar .
2.4 BUKTI EFISIENSI PASAR
2.4.1 Bukti Efisiensi Bentuk Lemah
Banyak ahli yang mengatakan bahwa pola harga di masa lalu dapat
digunakan untuk meramalkan gerakan harga-harga di masa yang akan datang, dan
hal inilah yang mendasari datangnya keuntungan. Sedangkan efisiensi pasar
bentuk lemah menganut pola sebaliknya. Weston (2010:108), mengatakan bahwa
tidak mungkin untuk menggunakan pedoman teknis untuk menghasilkan
pengembalian yang lebih besar karena harga sekarang sudah mencerminkan
semua informasi dalam pola harga masa lalu.
Pengujian aturan filter teknis yang menggunakan pergerakan harga masa
lalu untuk memprediksi pergerakan di masa depan sebagai upaya untuk
mendapatkan pengembalian yang lebih besar dilakukan oleh Alexander (1961)
serta Fama dan Blume (1966). Mereka menyimpulkan bahwa hasil pengembalian
yang lebih tinggi dapat diperoleh dengan risiko yang sama serta dengan
menggunakan strategi membeli dan menyimpan saham-saham untuk periode yang
lebih lama.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam efisiensi pasar bentuk lemah,
nilai surat berharga di masa lalu tidak mengandung arti apa-apa, karena tidak
berguna untuk meramalkan gerakan harga di masa mendatang.

2.4.2 Bukti Efisiensi Bentuk Setengah Kuat
Hipotesis efisiensi pasar bentuk setengah kuat menyatakan bahwa harga
surat berharga saat ini mencerminkan semua informasi yang tersedia secara
umum.
Efisiensi pasar setengah kuat dapat diuji dengan mengukur respon harga
surat berharga ketika laporan-laporan laba tahunan dan kuartalan dipublikasikan.
Ball dan Brown (1968) adalah yang pertama kali meneliti respon pasar terhadap
keluarnya informasi akuntansi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa harga-
harga di pasar terus-menerus menyesuaikan informasi baru dengan cara yang
tidak memihak.


2.4.3 Bukti Efisiensi Bentuk Kuat
Weston (2010:110) menyatakan bahwa agar pasar berada pada efisiensi
bentuk kuat, harga-harga harus sepenuhnya dan segera mencerminkan semua
informasi apakah tersedia secara umum atau pun tidak.
Pengujian langsung terhadap efisiensi bentuk kuat adalah apakah orang
dalam dengan akses terhadap informasi yang tidak dipublikasikan dapat
memperoleh hasil yang abnormal atau tidak. Penelitian yang dilakukan oleh Jaffe
(1974) menemukan hasil bahwa insider trading naik dengan lebih dari tiga persen.
Ini menunjukkan bahwa hipotesis bentuk kuat dalam efisiensi pasar harus ditolak.























BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Efisiensi pasar didefinisikan sebagai korelasi antara harga saham dan
informasi. Definisi efisiensi pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam,
yaitu definisi efisiensi pasar berdasarkan nilai intrinsik sekuritas, definisi efisiensi
pasar berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga, definisi efisiensi pasar
berdasarkan distribusi informasi, dan definisi efisiensi pasar didasarkan pada
proses dinamik.
Suatu pasar dapat menjadi efisien dan tidak efisien. Pasar yang efisien
dapat terjadi apabila informasi tersedia secara luas pada semua pelaku pasar pada
saat yang bersamaan dengan harga yang murah dan investor beraksi dengan
menggunakan informasi secara penuh dan cepat. Sedangkan pasar yang tidak
efisien dapat terjadi karena beberapa kondisi, antara lain yaitu jika hanya terdapat
sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga sekuritas dan
informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian pelaku
pasar.
Terdapat tiga bentuk efisiensi pasar, yaitu efisiensi pasar secara informasi,
efisiensi pasar secara operasional, dan efisienasi pasar secara keputusan. Efisiensi
pasar secara informasi dibedakan menjadi efisiensi pasar bentuk kuat, efisiensi
pasar bentuk setengah kuat, dan efisiensi pasar bentuk kuat. Efisiensi pasar modal
di Indonesia merupakan bentuk lemah. Sedangkan yang terbaik dari ketiga jenis
efisiensi pasar adalah efisiensi pasar bentuk setengah kuat.








DAFTAR PUSTAKA

Kodrat, David Sukardi., Herdinata, Christina. 2009. Manajemen Keuangan (based
on Empirical Research). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Najmudin. 2011. Manajemen Keuangan dan Aktualisasi Syariyyah Modern.
Yogyakarta: Andi.
Tita. 2009. Efisiensi Pasar. (online)
http://titaviolet.wordpress.com/2009/11/07/efisiensi-pasar.html. Diakses
pada 20 Agustus 2014.
Weston, J.Fred., Copeland, Thomas E.2010. Manajemen Keuangan. Tangerang:
Binarupa Aksara.