Anda di halaman 1dari 20

Bahan Bakar Batubara

Batubara adalah bahan bakar hidrokarbon padat yang


terbentuk dari tumbuhan dalam lingkungan bebas
oksigen yang dipengaruh oleh panas dan tekanan yang
berlangsung lama di alam dengan komposisi yang
komplek
Unsur pembentuk batubara terdiri dari : unsur utama
(C,H, O, N, S, kadang-kadang Al, Si), unsur kedua
(Fe,Ca, Mg, Fe, K, Na, P, Ti), dan unsur sangat kecil
(trace) berupa logam-logam berat seperti As, Ba, Cd,
Cr, Cu, Pb, Hg, Se, Zn, Ag.


Reaksi pembentukan batubara dapat
diperlihatkan sebagai berikut :
JENIS-JENIS BATUBARA

Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan
warna hitam berkilauan (luster) metalik,
mengandung antara 86% - 98% unsur Karbon (C)
dengan kadar air kurang dari 8%.
Bituminous mengandung 68 - 86% unsur Karbon
(C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya.
Sub-bituminus mengandung sedikit Karbon dan
banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber
panas yang kurang efisien dibandingkan dengan
bituminus.
Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara
yang sangat lunak yang mengandung air 35-75%
dari beratnya.
Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas
75% serta nilai kalori yang paling rendah.

PENGOTOR PADA BATUBARA
1. Inherent Impurities
Merupakan pengotor bawaan yang
terdapat pada batubara. Pengotor bawaan
ini tidak mungkin dihilangkan sama sekali,
tetapi dapat dikurangi dengan cara
pembersihan.
2. External impurities
Merupakan pengotor yang berasal dari
luar , timbul pada saat proses
penambangan.
PENGOLAHAN BATUBARA
Pengolahan batu bara juga disebut
pencucian batu bara (coal benification atau
coal washing) mengarah pada penanganan
batu bara tertambang (ROM Coal) untuk
menjamin mutu yang konsisten dan
kesesuaian dengan kebutuhan pengguna akhir
tertentu.
PENGGUNAAN BATUBARA
Batu bara memiliki berbagai penggunaan yang penting di seluruh
dunia. Penggunan yang paling penting adalah untuk
membangkitkan tenaga listrik, produksi baja, pembuatan semen dan
proses industri lainnya serta sebagai bahan bakar cair.
Batu bara digiling menjadi bubuk halus,
Serbuk batu bara ditiupkan ke dalam ruang bakar ketel
Serbuk batu bara tersebut di bakar pada suhu yang
tinggi.
Gas panas dan energi panas yang dihasilkan
mengubah air dalam tabung-tabung ketel menjadi
uap.
Uap tekanan tinggi disalurkan ke dalam suatu turbin
Uap mendorong bilah-bilah tersebut sehingga poros
turbin berputar dengan kecepatan yang tinggi.
Listrik dihasilkan pada saat kumparan yang terpasang
di salah satu ujung poros turbin berputar dengan cepat
dalam suatu medan magnetik yang kuat.
Batubara Sebagai
Sumber Energi Listrik
PENGGUNAAN BATUBARA DALAM INDUSTRI
LOGAM
Suatu tanur tiup menggunakan bijih besi,
kokas (dibuat dari batu bara kokas khusus)
dan sedikit batu gamping. Beberapa tanur
menggunakan batu bara ketel uap yang lebih
murah disebut pulverised coal injection
(PCI injeksi serbuk batu bara) untuk
menghemat biaya.

BATUBARA DALAM INDUSTRI SEMEN
Semen terbuat dari campuran kalsium karbonat
(umumnya dalam bentuk batu gamping), silika,
oksida besi dan alumina.
Suatu oven suhu tinggi, seringkali menggunakan batu
bara sebagai bahan akar, memanaskan bahan
mentah menjadi senyawa parsial pada suhu 1450C,
dan mengubah senyawa tersebut secara kimiawi dan
fisika menjadi zat yang disebut batu klinker
Oven biasanya membakar batu bara dalam bentuk
bubuk dan membutuhkan batu bara sebanyak 450 g
untukmenghasilkan semen sebanyak 900 g.
SECARA SPESIFIK BATUBARA
DIGUNAKAN DALAM :

Boiler untuk menghasilkan air panas/uap pada industri
perhotelan,pembangkit listrik, tekstil, kimia dan lain-lain
Oven untuk proses pengeringan dalam industri makanan,
plastik, kendaraan, kimia dan lain-lain
Furnace untuk proses pembakaran dalam industri keramik,
heat tratment, incinerator dan lain-lain
Smelter untuk proses pembakaran dalam industri aspal,
timah, pengecoran logam / alumunium dan lain-lain
Dryer untuk proses pengeringan hasil
pertanian/perkebunan, produk2 makanan, kimia, tambang,
dan lain-lain
Kiln untuk proses pembakaran dalam industri semen,
incinerator dan lain-lain
Genset penggerak engine untuk memutar generator

MASALAH LINGKUNGAN DAN
PENAGANANNYA
Acid mine drainage (AMD drainage tambang asam) adalah air
yang mengandung logam yang terbentuk dari reaksi kimia antara
air dan batuan yang mengandung mineral belerang.
AMD terbentuk pada saat pirit bereaksi terhadap udara dan air
untuk membentuk asam belerang dan besi terlarutkan.
Limpasan asam tersebut melarutkan logam-logam berat seperti
tembaga, timbal dan merkuri ke dalam air tanah dan air
permukaan.
AMD dapat diolah secara pasif atau aktif. Pengolahan aktif
termasuk mendirikan pabrik pengolahan air dimana AMD
diberikan kapur untuk menetralisir asam dan kemudian dialirkan
ke tangki pengendapan untuk membuang sedimen dan partikel-
partikel logam.
POLUSI DEBU & SUARA

Debu bisa dikendalikan dengan menyiramkan
air ke jalanan, tumpukan batu bara atau ban
berjalan, memasang sistem pengumpulan debu
pada mata bor dan membeli lahan tambahan di
sekitar tambang untuk dijadikan zona
penyangga antara tambang dan daerah
sekitarnya
Dalam praktek yang terbaik, setiap tapak harus
terpasang peralatan pemantauan kebisingan
dan getaran sehingga tingkat kebisingan dapat
diukur untuk memastikan bahwa tambang
berada dalam batas yang telah ditentukan.

REKLAMASI TAMBANG BATU BARA

Kegiatan reklamasi tambang dilaksanakan
secara bertahap pembentukan dan
pembentukan kontur tanah galian,
penggantian tanah penutup, pembibitan
dengan rumput dan penanaman pohon pada
daerah yang ditambang. Perhatian diberikan
untuk merelokasikan aliran sungai,
margasatwa dan sumber daya berharga
lainnya
EMISI CO2
Lepasanya CO2 ke
atmosfer dari kegiatan
manusia seringkali
disebut emisi antropogenik
memiliki keterkaitan
dengan pemanasan global.
Pembakaran bahan bakar
fosil adalah sumber utama
dari emisi antropogenik di
seluruh dunia
HUJAN ASAM
Oksida belerang (SOx) dan nitrogen (NOx) diemisikan pada
berbagai tingkat selama pembakaran bahan bakar fosil.
Gas -gas tersebut memberikan reaksi kimia terhadap uap air dan
zat-zat lainnya di atmosfir dan membentuk asam yang kemudian
mengendap pada saat hujan.
Belerang ada di batu bara sebagai campuran dan bereaksi dengan
udara pada saat batu bara dibakar untuk menghasilkan SOx.
Sebaliknya, NOx terbentuk pada saat bahan bakar fosil dibakar.
Pengembangan sistem pelepasan belerang (FGD flue gas
desulphurisation) gas pembakaran untuk digunakan di pembangkit
listrik
Emisi NOx dari pembakaran batu bara dapat dikurangi dengan
menggunakan pembakar NOx rendah, memperbaiki rancangan
pembakar dan menerapkan teknologi yang mengolah NOx pada
aliran gas buang.
Unit Gabungan Pembentukan Gas Terpadu

SISTEM PEMISAHAN GAS BELERANG
GAS RUMAH KACA
Gas-gas rumah kaca utama mencakup uap air,
karbon dioksida, metana, oksida zat nitro,
hidrofluorokarbon, perfluorokarbon dan
heksafluorida belerang.
Gas rumah kaca yang terkait dengan batu bara
termasuk metana, karbondioksida (CO2) dan
oksida zat nitro (N2O). Gas metana keluar dari
tambang batu bara dalam CO2 dan N2O lepas
pada saat batu bara digunakan untuk
membangkitkan listrik atau proses industri
seperti produksi baja dan pabrik semen.