Anda di halaman 1dari 3

9/14/2014

1
Anatomi Hidung
Persayarafan dan Perdarahan Hidung
Fungsi respirasi
Air conditioning
Penyaring udara
Humidifikasi
Penyeimbang dalampertukaran tekanan dan
mekanisme imunologiklokal
Fungsi penghidu
Fungsi fonetik
Resonansi suara
Refleksnasal
Reflekbersin
Nafasberhenti
Fungsi statik
Untuk meringankanbeban kepala
Proteksi terhadap trauma dan pelindung panas
Bentukseptum yang tidak lurus ditengah
sehingga membentuk deviasi ke salah
satu rongga hidung atau kedua rongga
hidung yang mengakibatkan
penyempitan pada rongga hidung
Trauma (sesudah lahir, partusmasa janin
intrauterin )
Ketidakseimbangan pertumbuhan
(tulang rawan septum nasi terustumbuh
meskipun batassuperior dan inferior
telah menetap)
9/14/2014
2
Class keterangan
I Benjolan unilateral yang belummengganggu
aliran udara
II Benjolan unilateral yang sudah mengganggu
aliran udara, namun masih belum
menunjukkan gejala klinis yang bermakna
III Deviasi pada konka media / area
osteomeatal
IV Disebut juga tipe Sdimana septum bagian
posterior dan anterior berada pada sisi yang
berbeda
V Tonjolan besar unilateral pada dasar septum,
sementara di sisi lain masih normal.
VI Tipe V ditambah sulkus unilateral dari kaudal-
ventral, sehingga menunjukkan rongga yang
asimetri
VII lebih dari satu tipe, yaitu tipe I- tipe VI
Gejala KlinisDeviasi Septum
Sumbatan Hidung
(Keluhan Tersering)
Unilateral
Bilateral
sebab :
pada sisi deviasi
Konka Hipotrofi
&
sisi sebelahnya
Konka Hipertrofi
akibat kompensasi
Nyeri : Kepala & sekitar mata
Penciuman Terganggu (deviasi di atasseptum)
Deviasi Septum menyumbat ostium sinus
Faktor predisposisi : Sinusitis
Keluhan
lainnya
Deviasi septum biasanya sudah dapat ditegakkan
berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik
langsung. Selain berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik juga diperlukan pemeriksaan
penunjang untuk pengukuran sumbatan hidung.
Diantaranya adalah nasal inspiratory peak
flowmetri (NIPF), Rhinomanometri, dan Rhinometri
Akustik.
Namun, diperlukan juga pemeriksaan radiologi
untuk memastikan diagnosisnya.
Gambaran CT scan juga dapat digunakan untuk
menetukan penatalaksanaan septum nasi dan
hipertrofi turbinate.
Reseksi Submukosa
(submucous septum
resection SMR)
Operasi :
Mukoperikondrium& mukoperiostium kedua sisi
dilepaskan dari tulang rawan & tulang septum
Bagian tulang/tulang rawan dari septum diangkat
Muko-perikondrium& Mukoperiostiumkiri dan
kanan
langsung bertemudi garis tengah
Komplikasi : Hidung Pelana (saddle nose)
Akibat turunnya puncakhidung karena bagianatastulang rawanseptumterlalubanyak
diangkat
Septoplasti / Reposisi
septum
1. Tulang rawan yang bengkok di
reposisi.
2. Bagian yang berlebihan
dikeluarkan.
Dapat mencegahkomplikasi yang timbul pada reseksi submukosa : perforasi septum&
hidung pelana
Bila gejala tidak ada / keluhan ringan : tidak ada tindakan koreksi Septum.
2jenis operatif yang dilakukan pada pasien dengan keluhan yang nyata :
Sinusitis berulang
Infeksi telinga tengah
pernafasan mulut, menyebabkan infeksi
faring, laring, dan tracheobronchial tree
berulang.
Asma
Rhinitis atropi
Deviasi septum nasi merupakanbentuk septum yang tidak
lurusdi tengah sehingga membentuk deviasi ke salah satu
rongga hidung atau kedua rongga hidung yang
mengakibatkan penyempitan pada rongga hidung.
Penyebab tersering dari deviasi septum nasi adalah dari
trauma dan kesalahanperkembangan septum nasi.
Keluhanyang paling sering terjadi adalah sumbatan
hidung, keluhanlainya dapat terjadi nyeri di kepala dan
di sekitarmata, penciumandapat terganggu hingga
anosmia, dan epitaksis.
Terdapat berbagai klasifikasi deviasi septum untuk
memudahkan untuk diagnosisdan tatalaksana. Diagnosis
dari gejala sumbatan hidung sangat kompleksdan
bervariasi, selain berdasarkan anamnesisdan
pemeriksaan fisik juga diperlukan pemeriksaan penunjang
Penatalaksanaanberupa koreksi septum hanya dilakukan
bila pasien mengalami gejala persistendan berulang.
Terdapat dua jenistindakan operatif , yaitu reseksi sub
mukosa dan septoplast
9/14/2014
3
Soecipto D, Wardani RS. Sumbatanhidung. Dalam: Soepardi EA, IskandarN. Buku ajar
ilmupenyakit Telinga Hidung Tenggorok. J akarta: Balai Penerbit FKUI 2007: p.119-122
Budiman, Bestari J &Asyari, Ade. PengukuranSumbatanHidung pada Deviasi Septum
Nasi. 2012. J urnal FakultasKedokteran UniversitasAndalas. P16-21
BorgessHospital: Deviated Nasal Septum. [online] 2014. Available at ;
http://www.kalamazooent.com/forms/deviated_septum.pdf
J anardhanRao,J . dkk. ClassificationOf Nasal Septal Deviations- RelationTo Sinonasal
Pathology. IndianJ ournal of Otolaryngologyand Head and Neck SurgeryVol 57 No 3
J uly- September2005. p.199-201
Budiman, Bestari J &Rusli Pulungan, M. PenatalaksanaanSeptumDeviasi Dengan
Septoplasti Endoskopi Metode Open Book. Bagian IlmuKesehatanTelinga Hidung
TenggorokbedanKepala &leher FakultasKedokteranUniversitasAndalas. p.1-6
Septoplasty[online] 2014. Available at ;
http://emedicine.medscape.com/article/877677-overview#showall
Nizar, N.W., Mangunkusumo, EKelainan SeptumDalam: Soepardi EA, IskandarN. Buku
ajarilmu penyakit Telinga Hidung Tenggorok. J akarta: Balai Penerbit FKUI 2007: p.126-
127
J ainL, J ain M, Chouhan AN, HarswardhanR. Convensional septoplastyverses
endoscopic septoplasty: A Comperative Study. Peoples J ournal of Scientific Research.
2011; 4(2): p.24-8
antosDQ. Nose : Nasal Septoplasty. [on line]. Available at ;
http://www.facialbeauty.com/Nasal%20Septoplasty.asp