Anda di halaman 1dari 2

Rachmat Noviyanto

2412100109

Resume Jurnal :
Optimasi Kualitas Akustik Room to Room
Berdasarkan Nilai Transmission Loss

Fitri Rachmawati, Andi Rahmadiansah, dan Wiratno Argo Asmoro
Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: andi@ep.its.ac.id, wiratno@ep.its.ac.id

Jurnal ini mengambil latar belakang permasalahan yang terdapat pada kamar hotel di bandara
Juanda Surabaya. Kamar tidur dalam sebuah hotel merupakan fasilitas yang penting. Oleh karena itu
kenyamanan dalam kamar tidur merupakan hal yang perlu diperhatikan. Salah satu aspek yang
berkaitan dengan kenyamanan yaitu bising (noise). Sumber kebisingan tersebut antara lain bisa
disebabkan dari ruangan (kamar) yang bersebelahan dengan kamar tersebut. Agar tidak terjadi
kebisingan yang terlalu besar maka antar ruangan tersebut dibuatlah suatu insulasi suara berupa
dinding partisi.
Kriteria dari suatu dinding partisi tersebut dikatakan baik atau tidak bisa digambarkan dari
transmission loss yang dihasilkan. Transmission Loss (TL) merupakan besaran nilai insulasi pada
suatu partisi, dimana semakin besar TL maka semakin besar kemampuan suatu bahan dalam
menginsulasi suara.
Permasalahan yang terjadi yaitu pada dinding partisi yang digunakan untuk menahan
kebisingan atar ruangan kamar tidur tersebut. Dinding partisi tersebut setelah di lakukan
pengukuran ternyata belum memenuhi standar nilai insulasi yang ditentukan yaitu harus lebih besar
dari 51 dB. Sedangkan dari hasil pengukuran nilai insulasi yang dilakukan belum memenuhi nilai
standar yaitu dengan nilai sebesar 35,8 dB. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan
sound source yang dikondisikan untuk membangkitkan white noise sebesar 100 dB. Kemudian
sound source tersebut diukur pada 5 titik dengan menggunakan SLM RION dan SOLO pada malam
hari.
Setelah mengetahui bahwa kondisi existing dinding partisi belum mencapai kondisi standar
maka dilakukanlah perancangan dinding partisi. Pada proses perancangan dinding partisi ini
menggunakan material gypsum board dan cement board dengan rentang ketebalan dinding 12 16
cm, serta lebar cavity (rongga udara) optimal dengan rentang 5 10 cm. Setiap jenis
materialdiberikan tiga variasi perancangan dengan ketebalan material serta lebar cavity yang
berbeda. Dari ketiga perancangan tersebut diukur manakah rancangan terbaik yang bisa
menghasilkan nilai transmission loss yang terbesar sehingga menghasilkan insulasi suara terbaik.
Dari hasil pengukuran tersebut di dapatkan rancangan dinding partisi dengan nilai insulasi
terbaik yaitu yang pertama dengan menggunakan material gypsum board yang menggunakan
double panels pada masing-masig sisi (18 mm x 2) serta lebar cavity makasimal (10 cm). Nilai
insulasi yang didapatkan sebesar 52,2 dB dimana pada standar yang digunakan telah ditentukan nilai
insulasinya harus lebih besar dari 51 dB. Desain ini menghasilkan nilai insulasinya yang lebih besar
daripada desain sebelumnya karena faktor ketebalan gypsum board serta lebar cavity. Semakin tebal
material yang digunakan maka nilai insulasi yang dihasilkan semakin baik.
Sedangkan pada perancangan dengan material cement board didapatkan hasil terbaik dengan
menggunakan double panels pada masing-masig sisi (12,5 mm x 2) serta lebar cavity maksimal 70
mm. Dari desain ini didapatkan nilai insulasi sebesar 52,9 dB. Nilai insulasi tersebut lebih besar dari
material gypsum board, meskipun desain gypsum board, menggunakan ketebalan dinding yang lebih
besar dari cement board, tetapi nilai insulasinya masih kurang. Hal ini terjadi karena massa,
Rachmat Noviyanto
2412100109
kekakuan serta kerapatan bahan berpengaruh terhadap nilai insulasinya. Semakin berat, kaku serta
rapat suatu bahan, maka nilai insulasinya juga akan semakin besar. Meski nilai insulasinya lebih
besar namun cement board kurang disarankan karena harganya lebih mahal daripada gypsum board.
Dari seluruh perhitungan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa dalam
merancang suatu dinding partisi, perlu diperhatikan jenis material, ketebalan material serta cavity
yang dipakai. Meski untuk cavity akan optimal pada rentang 5 10 cm.