Anda di halaman 1dari 2

Evaluasi sediaan

Formulasi dan evaluasi menjadi bagian yang penting dalam sediaan fitofarmasi karena
melalui kedua tahap ini suatu sediaan fitofarmasi dapat digunakan secara langsung untuk
keperluan terapi serta untuk menjamin bahwa sediaan yang dibuat telah memenuhi standar-
standar yang telah ditetapkan. Kegiatan evaluasi menentukan mutu dan kualitas dari sediaan
fitofarmasi yang dibuat (diformulasi).
Untuk sediaan kapsul, evaluasi yang kami lakukan adalah uji organoleptis, uji keseragaman
bobot, uji sifat alir, uji keseragaman kandungan.
1. Uji organoleptis
Pada uji organoleptis, kami melakukan pengamatan berdasarkan warna, rasa dan bau
dari kapsul yang kami buat. Hasilnya meliputi :
Warna : Putih kekuningan
Rasa : Pahit
Bau : Jamu
Hasil tersebut sudah memenuhi karakteristik kapsul yang kami inginkan.

2. Uji keseragaman bobot
Untuk uji keseragaman bobot, ditentukan dengan menimbang sebanyak 20 kapsul
(sekaligus). Ditimbang lagi satu per satu. Dikeluarkan isi kapsul dan ditimbang seluruh
bagian cangkang kapsul. Kemudian bobot rata-rata isi kapsul ditimbang. Perbedaan dalam
persen (%) bobot isi kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang
ditetapkan kolom A, dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.
Bobot rata-rata isi kapsul
Perbedaan bobot isi kapsul dalam %
Setelah dilakukan pengujian keseragaman bobot diperoleh data penyimpangan
sebagai berikut :
- 2 kapsul tidak masuk rentang kolom A (+7,5%)
- Tidak ada kapsul yang tidak masuk rentang kolom B (+15%)
Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kapsul untuk uji keseragaman bobot yang
kami lakukan sudah cukup memenuhi persyaratan. Namun pada persyaratan kolom A,
terdapat 2 kapsul yang menyimpang dari rentang (0,416 - 0,484) yaitu 0,50 dan 0,49.
Sedangkan pada persyratan kolom B tidak ada satupun kapsul yang menyimpang dari rentang
(0,383 - 0,517). Terjadinya penyimpangan pada kolom A tersebut dimungkinkan terjadi
karena pembagian serbuk yang dilakukan secara visual kurang tepat, sehingga menyebabkan
jumlah serbuk dalam kapsul tidak seragam.
3. Uji sifat alir
Metode yang digunakan untuk mendeteksi sifat aliran adalah memperhatikan
kecepatan aliran. Prinsip pengukurannya adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah
tertentu zat untuk mengalir melalui lubang lubang corong. Yang diukur adalah jumlah zat
yang mengalir dalam suatu waktu tertentu. Untuk menentukan faktor mengalir atau meluncur
setiap kali digunakan. Dimana dalam pengujiannya menggunakan corong yang dipasang pada
statif yang diletakkan dengan ketinggian tertentu. Awalnya serbuk ditimbang (100 g). Lalu
serbuk tersebut dialirkan melalui corong dan ditampung pada bagian bawahnya. Waktu yang
diperlukan serbuk untuk melewati corong dicatat sebagai t.
Fluiditas / sifat alir ini merupakan faktor kritik dalam produksi obat sediaan padat.
Hal ini karena sifat alir serbuk berpengaruh pada peningkatan reprodusibilitas pengisian
ruang kompresi pada pembuatan tablet dan kapsul , sehingga menyebabkan keseragaman
bobot sediaan lebih baik, demikian pula efek farmakologinya. Dan pada umumnya dilakukan
pada granul, karena salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sifat alir adalah bentuk
partikel dan tekstur, untuk partikel yang ekidimensional (teratur= bulat, kubus) semakin besar
diameter maka sifat alir semakin baik sedangkan untuk partikel yang anisomerik maka
hasilnya dapat berbeda. Sifat alir terbaik terjadi pada diameter optimum partikel (200-500
m). Partikel berukuran kurang dari 100 m akan lebih cohesive. Semakin kecil gaya gesek
friksi / gaya gesek antar partikel sehingga semakin mudah mengalir. Sebaliknya, semakin
kasar permukaan partikel maka semakin besar friksi antar partikel sehingga menyebabkan
semakin sulit mengalir. Dan bahan yang kami uji sifat alirnya merupakan serbuk yang ukuran
partikelnya sangat kecil. Hal ini menyebabkan serbuk tersebut tidak dapat mengalir saat
pengujian atau dapat dikatakan bahwa serbuk kami mempunyai sifat alir yang sangat buruk.
Sehingga kelompok tidak mendapatkan data hasil uji sifat alir.