Anda di halaman 1dari 5

BAB II

PEMBAHASAN


1. Pengertian tablet besi
Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah
(hemoglobin). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk
mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat pada
tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi juga berfungsi dalam
sisten pertahanan tubuh.
Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat mencapai dua kali lipat dari kebutuhan
sebelum hamil. Hal ini terjadi karena selama hamil volume darah meningkat hingga 50%,
sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan
janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan zat besi,Dalam keadaan tidak hamil,
kebutuhan zat besi biasanya dipengaruhi dari menu makan yang sehat dan seimbang. Tetapi
dalam kehamilan,suplai zat besi dari makanan masih belum mencukupi sehingga diperlukan
suplemen berupa tablet besi. Hal yang harus diperhatikan :
1. Makanan yang mengandung Ferum (besi) lebih mudah diserap oleh tubuh.
2. Penggunaan tablet Ferum harus tertatur dan dosisnya tepat agar dapat
menyembuhkan penderita anemia.
3. Ibu hamil atau menyusui harus minum tablet Ferum atau Vitamin mengandung
Ferum tanpa diperiksa dokter agar ibu dan anak tidak kekurangan zat besi.
4. Vitamin C 25-500 mg dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
5. Tablet Ferum atau vitamin mengandung zat besi diminum sebelum makan
untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
6. Jangan berhenti minum tablet ferum bila terjadi efek samping, tetapi turunkan
dosisnya.

2. Manfaat tablet besi bagi ibu hamil
Tablet besi selama kehamilansangat penting karena dapat membantu proses
pembentukan sel darah merah sehingga dapat mencegah terjadinya anemia/penyakit
kekurangan darah.
Kekurangan zat besi (anemian defisiensi zat besi)selama hamil dapat berdampak
tidak baik bagi ibu maupun janin. Perdarahan yang banyak sewaktu melahirkan berefek lebih
buruk pada ibu hamil yang anemia. Kekurangan zat besi juga mempengaruhi pertumbuhan
janin sehingga saat lahir, berat badannya di bawah normal ( BBLR). Akibat lain dari anemia
defisiensi besi selam hamil adalah bayi lahir premature.

3. Kebutuhan / dosis zat besi selama kehamilan
Tablet besi atau tablet Tambah Darah (TTD) diberikan pada ibu hamil
sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD
mengandung 200 mg ferro sulfat setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0,25 mg asam
folat. Penanggulan anemia pada balita diberikan preparat besi dalam bentuk sirup

4. Efek samping tablet besi
Pemberian preparat tablet besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri
lambung, muntah, kadang diare dan sulit buang air besar atau sembelit. Agar tidak terjadi
efek samping dianjurkan untuk minum tablet besi atau sirup besi setelah makan pada malam
hari. Setelah minum tablet besi atau sirup zat besi biasanya kotoran (feses) berwarna
kehitaman. Hal ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

5. Waktu dan cara minum tablet besi yang benar
Penyerapan besi dapat maksimal apabila saat minum tablet atau sirup zat besi
dengan memakai air minum yang sudah dimasak. Selain itu tablet besi sebaiknya diminum
pada malam hari setelah makan sebelum tidur untuk mengurangi efek mual.Tablet besi baik
dikonsumsi jika bersamaan dengan vitamin C untuk membantu penyerapan dari zat besi ini.
Tablet besi sebaiknya tidak dikonsumsi dengan teh atau kopi karena dapat menghambat
penyerapannya.

6. Bahan-bahan makanan yang mengandung zat besi
Sumber makanan yang banyak mengandung zat besi terdapat dalam bahan
makanan hewani, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau tua misalnya daging, unggas,
ikan, kerang, telur, sereal, bayam dan lain-lain. Vitamin C dianggap dapat membantu
penyerapan zat besi di usus terutama zat besi yang berasal dari tumbuhan. Sebaliknya teh,
kopi dan kalsium dianggap dapat mengurangi penyerapan zat besi jika dikonsumsi dalam dua
jam setelah makan makanan kaya zat besi.
Kekurangan pemenuhan Fe oleh tubuh memang sering dialami sebab rendahnya
tingkat penyerapan Fe di dalam tubuh terutama dari sumber Fe nabati yang hanya diserap 1-2
%. Penyerapan Fe asal bahan makanan hewani dapat mencapai 10-20%. Fe bahan makanan
hewani (heme) lebih mudah diserap daripada Fe nabati (non heme). Keanekaragaman
konsumsi makanan sangat penting dalam membantu meningkatkan penyerapan Fe di dalam
tubuh. Kehadiran protein hewani, vitamin C, vitamin A, zinc, asam folat, zat gizi mikro lain
dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Manfaat lain mengkonsumsi makanan
sumber zat besi adalah terpenuhinya kecukuoan vitamin A karena makanan sumber zat besi
umumnya adalah sumber vitamin A.



















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dalam kondisi hamil volume darah meningkat hingga 50% yang membutuhkan
banyak hemoglobin, pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan zat
besi. Zat besi berfungsi membentuk sel darah merah (hemoglobin) agar tidak terjadi anemia
saat kehamilan yang dapat berakibat pada pendarahan waktu persalinan, BBLR dan bayi lahir
prematur. Kecukupan zat besi dapat dipenuhi dengan cara meminum tablet tambah darah
sekali dalam sehari selama 90 hari yang mengandung 200 mg ferro sulfat (60 mg besi
elemental dan 0,25 mg asam folat). Tablet atau sirup zat besi sebaiknya dikonsumsi malam
hari setelah makan atau sebelum tidur untuk mencegah mual dengan air minum yang sudah
dimasak dan sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan vitamin C untuk mempermudah
penyerapan zat besi. Selain mual mengkonsumsi zat besi juga berdampak pada nyeri
lambung, muntah, diare, sembelit dan feses menghitam. Selain dari tablet atau sirup, zat besi
dapat ditemuni dalam sumber makanan yang berasal dari hewani, kacang-kacangan dan
sayuran yang berwarna hijau tua.

3.2 Saran
Dari pembahasan tersebut sangat disarankan untuk ibu yang sedang menjalani masa
kehamilan untuk mengkonsumsi zat besi secara rutin dan teratur untuk mencukupi kebutuhan
tubuh ibu dan calon janin karena sangat bermanfaat dan sumber makanan yang mengandung
zat besi yang sangat banyak






Daftar Pustaka
Azis, Sriana.dkk. 2004. Kembali Sehat dengan Obat (Mengenal Manfaat dan Bahaya Obat).
Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Hamidah & Syafrudin. 2009. Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC
Jordan, Sue. 2004. Farmakologi Kebidanan. Jakarta: EGC