Anda di halaman 1dari 16

10.

BIOSFER

Konsep biosfer dikemukakan oleh Lamarck

Batuan sedimen tertua yg mengandung unsur C :
Batuan Isua di Greenland, yg berumur 3.700 x 10
6
thn.

Alga primitif terdpt di batugamping Bulawayan system, di selatan Zimbabwe, berumur
2.600 x 10
6
thn.

Disebelah utara Danau Superior, terdpt mikrofosil yg diidentifikasi sbg bakteri & blue
green alga didptkan di batuan chert pada Fm Gunflint, berumur 1.900 x 10
6
thn

Kehidupan mulai > 3.000 x 10
6
thn yg lalu, berkembang sangat lambat sampai
perkembangan fotosintesa tumbuhan hijau (1,8 2 x10
9
thn yg lalu).

Untuk respirasi metabolisme, O2 harus ada pada level yg tinggi ( 1-3% atmosfer
sekarang), shg metazoa dpt berkembang, diperkirakan terjadi pada 1x10
9
thn yg lalu.
Massa Biosfer

Borchert (1951), memperkirakan banyaknya karbon di organisme 2,8 x 1017 gr

Banyaknya C organik yg dihasilkan pertahun
Dari lingkungan darat 118 x 109 ton
Dari lingkungan laut = 55 x 109 ton
Shg total = 173 x 109 ton.

Menurut Rankama dan Sahama, perbandingan massa hidrosfer, atmosfer dan biosfer
= 69.100 : 300 : 1

Komposisi Biosfer
Air adalah komponen utama pembentuk material organik

Kayu mengandung 50% H2O
Vertebrata mengandung 66%
Invertebrata laut > 90% H2O
Endapan Biogenik

Menurut Feely & Kulf (1957) :
Endapan sulfida & sulfur di Salt Dome Lousiana, menunjukan tingginya rasio
32
S/
34
S
dari endapan sulfat, menunjukkan pengkayaan
32
S selama pembentukanya

CaSO
4
yg mengalami pengurangan sulfat krn aktivitas bakteri anaerob, menghasilkan
hidrogen sulfida, yg kemudian bereaksi dgn CaSO
4
menghasilkan sulfur
Sulfat yg dikurangi oleh bakteri, utk membentuk hydrogen sulfida, bereaksi dgn Fe
membentuk pirit

Jenis material organik

Material humik, adalah sisa dari tumbuh-tumbuhan kayu yg mengandung oksigen,
nitrogen dan sulfur disamping karbon dan hidrogen, mrpkn bahan pembentuk
batubara

Material sapropelik, adalah sisa dari tumbuhan air tawar atau air laut, mrpkn bahan
pembentuk minyakbumi
C H N O
Wood 49,65 6,23 0,92 43,20
Peat 55,44 6,28 1,72 36,56
Lignite 72,95 5,24 1,31 20,50
Bitumineous coal 84,24 5,55 1,52 8,69
Anthracite 93,50 2,81 0,97 2,72
From Clarke, The Date of Geochemistry, p. 773
Tabel The Average Composition of Fuels
Asal Batubara

Batubara dibentuk dari tumbuhan darat, terdiri dari :
Selulos (C6H10O5), Lignin C12H18O9
Protein, essential oil, organic acid dan tannin
Proses perubahan vegetable matter menjadi batubara :
Biokimia dan Metamorfik

Proses pembentukan peat
Pembusukan secara cepat
Slow decomposition of the cellulose compounds
Akumulasi secara berangsur cell substance dari mikro organisme, dan
meningkatnya kandungan nitrogen

Faktor geologi yg menyebabkan tingkatan dlm coal
Waktu penimbunan
Adanya panas dari dlm bumi atau dari intrusi
P yg dihasilkan selama pembentukan lipatan & sesar
Meningkatnya tekanan dan temperatur dgn kedlman.

Menurut Suggate (1956) : bitumineous terdiri dari 42% volatil matter, sedangkan
antrasit 5% volatil matter
Ciri perubahan wood menjadi antrasit
Meningkatnya karbon
Menurunnya oksigen
Hidrogen juga turun tetapi sedikit

Rasio H:O (dlm % berat) = 1:8 di selulose, dan 1:7 di wood meningkat 1:1 di
antrasit

Crude oil terdiri dari :
Karbon = 83 87%
Hidrogen = 11 14%
Oksigen, nitrogen, sulfur = 5%
Object C H O N
Phytoplankton 45 7 45 3
Zooplankton 50 8 32 10
Pelagic deposits 56 8 30 6
Continental plants 54 6 37 2,8
Humus of the soil 56 4,5 36 3,5
Tabel Elementary Chemical Composition of Organic Substances
Perubahan Material Organik

1. Diagenesis
Terjadi pada temperatur rendah (<50C)
Setelah organisme mati, unsur organik mengalami penyerangan bakteri
Bakteri memecahkan molekul biologi yg besar menjadi kecil. Hasil reaksi ini
membentuk komplek molekul.

2. Katagenesis
Katagenesis terjadi pada T antara 50C dan 150C.
Selama katagenesis, kerogen kehilangan hidrogen dan oksigen dlm bentuk H2O, CO2,
oil dan gas.
Dgn meningkatnya T & P, jumlah kerogen di sedimen secara berangsur berkurang,
jumlah bitumen meningkat.
Pada tingkat awal, migrasi bitumen dari batuan induk sedikit, tetapi pada akhir
katagenesis, mendominasi
Oil window pada umumnya terjadi pada temperatur antara 150F dan 300F. Pada
temperatur < 150F, hanya gas biogenik yg terjadi, T >300F pada umumnya terlalu
tinggi, shg minyakbumi akan terubah menjadi gas.
Minyak yg dihasilkan tergantung pada tipe kerogen.
Tipe I algal kerogen menghasilkan normal crude oil
Tipe II kerogen menghasilkan waxy crude oil.
Tipe III woody kerogen menghasilkan gas prone.
Tipe IV tidak menghasilkan minyak atau gas.

3. Metagenesis
Metagenesis pada umumnya terjadi pada T > 150C.
Hanya metan (dry gas), hidrogen sulfida dan non reactive kerogen residue yg masih
ada.
Tipe Kerogen menurut Waples (1985) :

Kerogen tipe I
Berasal dari alga danau, terbatas pada danau yg anoksik
Memiliki kandungan hidrogen yg tertinggi, dan O
2
yg jauh lebih rendah
dibandingkan tipe III dan IV
Adanya kecenderungan menghasilkan oil prone

Kerogen tipe II
Berasal dari sedimen laut dgn kondisi reduksi
Berasal dari beberapa sumber yg berbeda, yaitu alga laut, polen, spora,
lapisan lilin tanaman (leaf waxes) dan fosil resin, dan juga dari lemak tanaman
(lipid).
Mempunyai kand. H tinggi, menghasilkan oil prone
Kerogen tipe III
Berasal dari material organik darat yg hanya sedikit mengandung lemak
(fatty) atau zat lilin (waxy)
Selulosa dan lignin adalah penyumbang terbesar kerogen tipe III, shg
memiliki kandungan oksigen tinggi
Memiliki kandungan H rendah, menghasilkan gas prone

Kerogen tipe IV
Terdiri dari material yg teroksidasi, dari berbagai sumber
Terdiri dari sistem aromatik dan mempunyai kandungan H rendah, biasanya
tidak menghasilkan hidrokarbon.
MASERAL TIPE KEROGEN ASAL MATERIAL ORGANIK
Alginit I Alga air tawar
Eksinit II Polen, Spora
Kutinit Lapisan lilin tanaman (land plant cuticle)
Resinit Resin tanaman (land plant resin)
Liptinit Alga laut, lemak tanaman (land plant lipid)
Vitrinit III Material tanaman keras (kayu , selulosa)
Inertinit IV Arang (charcoal), material tersusun ulang, teroksidasi
Tabel Tipe Kerogen menurut Waples (1985)
Konsentrasi Unsur Minor di Endapan Bijih
Goldschmidt menemukan 1,6% GeO2 di ash batubara.
Proses terjadinya pengkayaan rare element di coal ash

Unsur tsb dikumpulkan oleh tumbuh-tumbuhan yg mrpkan material sumber
batubara (diikuti oleh selective decay, sedangkan rare element tetap
terkonsentrasi)

Unsur tsb diambil dari air tanah oleh penyerapan atau reaksi kimia selama
coalification
Unsur-unsur tadi mrpkn bagian dari mineral yg diendapkan bersamaan dgn
material organik

Hasil analisis yg dilakukan oleh Goldschmidt menunjukkan rare element tidak
terdpt di mineral. Unsur ini paling banyak didptkan di low ash coal, dan sedikit
di high ash coal.
Pada umumnya tumbuh-tumbuhan mempunyai kapasitas yg kecil untuk dpt
mengumpulkan unsur ini dari soil

Potensial oksidasi rendah akan mengurangi unsur S, dan menyebabkan
pengendapan unsur kalkofil, dan banyak dijumpai pada coal ash.
Humus mempunyai kapasitas utk menyerap beberapa kation dari larutan.
Proses ini menyebabkan pengayaan U di lignit.

Menurut Goldschmidt, unsur yg berasosiasi dgn petroleum dan bitumen adalah
vanadium, molibdenum, nikel, hadir sbg unsur organo metallic.
Tabel Rare Elements in Coal Ash
Element Average Content in Coal
Ash
Average Content in earths
crust
Factor of
(g/ton) (g/ton) Enrichment
B 600 10 60
Ge 500 1,5 330
As 500 2 250
Bi 20 0,2 100
Be 45 2,8 16
Co 300 25 12
Ni 700 75 9
Cd 5 0,2 25
Pb 100 13 8
Ag 2 0,1 20
Ga 100 15 7
Mo 50 1,5 30
U 400 2,7 150
* in units of 10
18
grams
Tabel Geochemical Inventory of Carbon in the Earths Crust (Hunt, 1972)
Graphitic or
Organic Carbon *
Carbon as CO
2
or
Carbonat *
Volcanic rocks 2.200 2.700
Granitic rocks 1.300 1.000
Metamorphic rocks 3.500 2.600
Sedimentary rocks
Claystones & shales 8.900 9.300
Carbonates 1.800 51.000
Sandstone 1.300 3.900
Petroleum
Nonreservoir 200 -
Reservoir 1 -
Coal 15 -
Dissolved in hydrosphere 0,7 38,3
Atmosphere - 0,64
Biosphere (land & water) 0,3
~ 19.000 ~ 71.000
* in units of 10
18
grams