Anda di halaman 1dari 3

PERCOBAAN SACH

I. TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dibutuhkan khlorofil dan dihasilkan glukosa (amylum).
II. ALAT DAN BAHAN

1. Gelas ukur besar
2. Gelas ukur kecil
3. Daun hijau
4. Daun hijau putih
5. Kompor atau pembakar Bunsen, kaki tiga, dan dudukan
6. Spirtus
7. Alat tulis
8. Korek
9. Tissue
10. Alkohol 30%
11. Air
12. Plat kaca
13. Lugol

III. LANDASAN TEORI
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan
hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadidibagian
daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan
sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu
melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari
karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat
beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang
paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-
lain. Dimermerupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dansintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses
penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya
dapat terjadi pada tumbuhan yangmempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari
(Kimball, 2002).
Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan
tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika
sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan
dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting
bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak
langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang
berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga
penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air
itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesismenghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia
menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut
direbus,dimasukkan kedalam alkohoI dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru
kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II.Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan
perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem
IIperbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm
(Syamsuri, 2000).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik(glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuanenergi
cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasidiubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang
selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi
Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol CO2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu
sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).
Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
1. Reaksi Terang
Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang
dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai
transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon, 1989).
2. Reaksi gelap
Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula
yang berlangsung di stroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:
a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.
b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).
c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.
(Taken From: littlefairys blog)


IV. DATA HASIL PENGAMATAN

No Pengamatan
Warna Daun
1 2
1 Sebelum direbus Hijau Tua Hijau muda putih
2 Direbus air Hijau kecoklatan Hijau muda putih-layu
3 Direbus alkohol Hijau kecoklatan-pucat Hijau muda putih-semakin layu
4 Ditetesi lugol Biru kehitaman
daun hijau => biru kehitaman
daun putih => coklat


V. CARA KERJA

1. Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Hidupkan kompor atau pembakar Bunsen.
3. Letakkan kaki tiga dan dudukannya di atas pembakar Bunsen.
4. Letakkan gelas ukur besar yang sudah diisi dengan air sebanyak 200 ml.
5. Didihkan air.
6. Masukkan dua daun (daun hijau dan daun hijau putih) yang sudah disediakan. Tunggu
selama tiga sampai lima menit.
7. Angkat daun yang sudah direbus. Tunggu hingga tiris.
8. Isi gelas ukur kecil dengan alcohol 30% sebanyak 20 ml. Masukkan daun yang sudah
direbus.
9. Turunkan gelas ukur besar yang sudah berisi air 50 ml. Masukkan gelas ukur kecil ke
dalam gelas ukur besar.
10. Tunggu hingga khlorofilnya larut dan menjadi putih warnanya.
11. Angkat dan cuci daun yang sudah direbus dengan alcohol.
12. Keringkan dengan tissue dan letakkan pada plat kaca.
13. Tetesi dengan cairan lugol hingga seluruh permukaan daun terlumuri.
14. Amati hingga terjadi perubahan warna.

VI. PERTANYAAN

1. Apa tujuan daun yang dimasukan dalam air mendidih?
Agar sel-sel daun mati.
2. Apa tujuan daun direbus dalam alcohol?
Untuk melarutkan khlorofil.
3. Apa fungsi lugol pada percobaan ini?
Untuk mengetahui ada tidaknya amylum pada daun.
4. Jelaskan hubungan fotosintesis dengan perubahan warna pada daun setelah ditetesi lugol!
Pada percobaan yang dilakukan oleh Sach, daun yang tidak ditutupi kertas timah setelah direbus
dengan alcohol, ditiriskan, dan diberi iodium berubah warna menjadi biru kehitaman. Dan beliau
menyatakan bahwa itu merupakan tanda bahwa daun mengandung amylum.
Sedangkan pada percobaan yang kami lakukan daun hijau dan daun hijau putih setelah direbus
dengan alcohol, ditiriskan, dan diberi lugol (lugol di sini sebagai pengganti iodium) berubah
warna menjadi biru kehitaman. Berarti ini menandakan bahwa daun mengandung amylum.


VII. KESIMPULAN

Pada proses fotosintesis dihasilkan amylum.

Ini terbukti karena pada daun hijau putih, pada bagian putih yang notabene tidak terdapat
zat hiau daun (khlorofil) di dalamnya sewaktu diberi lugol warnanya tidak berubah menjadi biru
kehitaman, namun menjadi coklat seperti warna lugol. sedangkan pada daun yang berwarna hijau
setelah ditetesi lugol, warnanya berubah dari putih menjadi biru kehitaman.

Pada proses fotosintesis dibutuhkan khlorofil.

Hal ini dibuktikan pada daun yang berwarna putih tidak menghasilkan amylum, ini
menunjukkan bahwa tidak terjadi proses fotosintesis.

Anda mungkin juga menyukai