Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL KEGIATAN

TECHNOPRENEURSHIP










Judul :
PEMBUATAN TEPUNG DARI KULIT PISANG RAJA

Oleh :
ANDRIANE ARLIN 03101403008
ISMIRA ANDYNAPRATIWI 03101403011
SENDRY FEBRIZKY 03101403053


Dosen pembimbing :
Lelly Nurul Komariah, ST. MT



TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2014

A. JUDUL KEGIATAN DAN IDENTITAS PENGUSUL

1. Judul Kegiatan : Pembuatan tepung dari kulit pisang
2. Identitas Ketua Pengusul
a. Nama Mahasiswa/Nim
b. Prodi / Jurusan
c. Alamat rumah

d.Telepon

: Andriane Arlin/ 03101403008

: Teknik / Teknik Kimia
: Jln. MP Mangkunegara Villa Kenten Blok B
no. 12 B
: 087897000614
3. Identitas Anggota Pengusul
a. Nama Mahasiswa/Nim
b. Prodi / Jurusan
c. Alamat rumah
d. Telepon

: Ismira Andynapratiwi / 03101403011

: Teknik / Teknik Kimia
: Jln. Makrayu Perumahan Bukit Permai 6A
: 080316531366
4. Identitas Anggota Pengusul
a. Nama Mahasiswa /Nim
b. Prodi / Jurusan
c. Alamat rumah
d.Telepon:

: Sendry Febrizky / 03101403053

: Teknik / Teknik Kimia
: Perumahan Bukit Sejahtera Blok BP 14
: 085764931993








BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Dalam jaman industrialisasi ini, masih banyak bahan dasar yang murah
dan mudah didapat yang belum dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang
lebih potensial dan berdaya guna tinggi. Salah satunya bahan dasar tersebut adalah
kulit pisang raja yang diperoleh dengan mudah dari penjual pisang. Untuk itu
diusahakan dalam meningkatkan penggunaan kulit pisang raja tersebut untuk
dijadikan tepung. Tepung merupakan bahan yang digunakan dalam pembutan
berbagai jenis makanan tepung yang dibuat dari endosperm triticum aestiveln L
atau campuran keduanya dengan penambahan forti Zat besi (Fe), Seng (2
n
) dan
asam folah. Dari dalam tepung terdapat Protein dalam bentuk Gluten terbentuk
bila terigu bertemu dengan air. Kadar Glutsen pada tepung, yang menentukan
kualitas pembuatan makan dan tergantung pada jenis kandungannya.
Pisang ( Musa paradisiaca L) adalah salah satu buah yang digemari oleh
sebagian besar penduduk dunia. Rasanya enak, kandungan gizinya tinggi, mudah
didapat, dan harganya relatif murah (Suyanti dan Ahmad, 2000). Jenis pisang
banyak sekali antara lain pisang kepok, pisang ambon, pisang raja, pisang kapas,
pisang susu dan masih banyak jenis pisang lainnya tetapi jenis pisang yang biasa
digunakan oleh para pedagang pisang goreng, molen goreng dan para pengusaha
makanan yang menggunakan buah pisang sebagai bahan baku pada umumnya
adalah pisang raja, pisang kepok, dan pisang ambon, dimana buah pisang setelah
diambil buahnya, kulitnya dibuang begitu saja di tempat pembuangan sampah dan
belum dimanfaatkan untuk dicoba sebagai bahan dasar makanan yang
menguntungkan secara ekonomi.
Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup
banyak jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata,
hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan
ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak
akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai
bahan baku makanan (Susanti, 2006). Selainnya itu banyaknya jenis makanan
yang berbahan utama tepung menyebabkan semakin berkurangnya tanaman
gandum di indonesia. Oleh karena itu, kami membuka usaha pembuatan tepung
kulit pisang ini untuk memanfaatan limbah kulit pisang yang tidak digunakan.
Tepung kulit pisang ini juga mengandung banyak gizi dan juga harga jualnya
terjangkau oleh masyarakat. Sehingga tepung kulit pisang ini dapat digunakan
oleh masyarakat sebagai pengganti dari tepung terigu.
Pada kulit pisang mengandung berbagai macam kandungan kimia. Salah
satunya adalah amilum (pati) atau yang biasanya dikenal dengan karbohidrat.
Karena kulit pisang mengandung zat pati maka kulit pisang dapat diolah menjadi
tepung. Limbah kulit pisang juga mengandung zat gizi yang cukup tinggi terutama
pada vitamin dan mineralnya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku
makanan dengan cara diolah menjadi tepung. Selain dimanfaatkan sebagai bahan
baku makanan, juga memperbaiki kandungan gizi bila diolah menjadi makanan.
Kandungan unsur gizi kulit pisang cukup lengkap, seperti karbohidrat,
lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air. Unsur-
unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan antibodi bagi
tubuh manusia (Munadjim, 1988). Dilihat dari kandungan mineralnya kulit pisang
mengandung kalsium yang cukup tinggi yaitu sebesar 715 mg/100 g.
Tabel 1. Kandungan Gizi dalam Kulit Pisang
NO ZAT GIZI KADAR
1 Air (g) 68.9
2 Karbonhidrat (g) 18,5
3 Lemak (g) 2,11
4 Protein (g) 0,32
5 Kalsium (mg) 715
6 Posfor (mg) 117
7 Vitamin B (mg) 1,60
8 Vitamin C (mg) 0,12
9 Zat besi (mg) 17,50
Sumber : Balai penelitian dan pengembangan industri, jatim,Surabaya(1982)
1.2. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dilakukannya kegiatan pembuatan tepung kulit pisang raja adalah :
a) Untuk memenuhi tugas mata kuliah Technopreneurship.
b) Untuk menerapkan pengetahuan dalam bidang teknik kimia yang pernah kami
pelajari.
c) Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah limbah kulit pisang sehingga
dapat meningkatkan nilai ekonomisnya.
1.3. MANFAAT KEGIATAN
Adapun manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan ini adalah :
a) Meningkatkan Nilai Ekonomis Limbah Kulit Pisang
b) Untuk mengetahui proses pembuatan kulit pisang menjadi tepung kulit pisang
c) Untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada pada tepung kulit pisang
d) mengetahui kelebihan tepung kulit pisang dibandingkan dengan tepung terigu
e) Melatih kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi dalam pengolahan
alam atau hasil pertanian menjadi suatu karya yang sangat berharga dan
bermanfaat.
f) mengurangi pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan limbah kult
pisang.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ide dan Konsep Technopreneurship
Kebutuhan masyarakat untuk membuat makanan yang berbahan baku
tepung semakin banyak. Berkurangnya Produksi gandum di Indonesia, semakin
berkurangnya bahan makanan pokok seperti Padi, ketela,dll. Belum maksimalnya
pemanfaatan kekayaan alam untuk dibuat bahan pengganti tepung.Semakin
banyaknya limbah berserakan dilingkungan sekitar kita. Masyarakat yang belum
mengetahui dan belum mencoba hal lain sesuatu yang dapat digunakan (BTP)
sebagai bahan baku tepung. Banyaknya tepung terigu yang muncul dikalangan
masyarakat berasal dari luar Negeri dengan harga yang mahal. Oleh karena itu
kami mempunyai ide untuk membuat tepung dari limbah kulit pisang.
Disini Kulit pisang yang dipilih untuk diolah adalah kulit pisang raja
karena mengandung kalsium (Ca) sebesar 10 mg. Selain itu kulit pisang raja lebih
tebal dari kulit pisang lain (Sulfahri, 2008). Sehingga memiliki potensi pati yang
cukup besar untuk diolah menjadi substituen tepung terigu. Proses Pengolahan
kulit pisang yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode basah, yaitu
sebagai berikut: pengupasan, pemotongan, perendaman, pengeringan, peng-
gilingan. Tepung kulit pisang tidak kalah lembut dan baiknya dengan tepung-
tepung terigu. Dengan demikian Tepung Kulit Pisang bisa dijadikan sebagai
sumber Substitusi tepung atau bahan pengganti tepung yang lebih sehat, hemat
dan mudah diperoleh. Selain dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan tepung,
tepung kulit pisang ini juga bisa digunakan pada pembuatan nata, jelly, cuka,
pembuatan mie, donat dan sebagainya. Keunggulan Tepung Kulit Pisang :
1) Mudah dibuat
2) Lebih tahan lama disimpan
3) Lebih praktis untuk diverifikasi produk olah
4) Lebih murah


Tabel 2. Perbedaan Tepung Kulit Pisang dan Tepung Terigu
Tepung kulit pisang Tepung terigu
Warnanya hampir sama putihnya Sedikit Lebih putih warnanya
Lebih aman digunakan, Lebih halus
tepungnya
Sulit diperoleh
Lebih tahan lama penyimpanannya Penyimpanannya tidak tahan
lama
Tidak mudah bantat jika dibuat
makanan
Ketika dibuat adonan makanan
mudah bantat
Lebih banyak menghasilkan
pati,sehingga lebih kenyal

Dalam segi bahan mudah didapat Untuk bahan biji gandum,
didapat didaerah tertentu.
Dalam segi pembuatan lebih simple
dan sederhana
Proses pembuatan menjadi
tepung lebih kompleks
Lebih ramah lingkungan











\



BAB III
METODOLOGI
3.1. ALAT DAN BAHAN
3.1.1 Alat
1) Pisau
2) talenan
3) wadah
4) Alat Perajang
5) Alat pengering (oven)
6) Alat penghancur atau penggiling (hammer mill)
7) Ayakan atau saringan
8) Plastik kemasan
3.1.2 Bahan
1) Kulit pisang raja
2) Natrium metabisulfit
3) Air
3.2. Fungsi peralatan dan bahan
1) Penggiling ukuran kecil untuk kapasitas satu kwintal atau lebih sesuai yang
diinginkan. Penggilingan digunakan untuk menghancurkan potongan pisang
menjadi tepung sampai halus.
2) Pisau digunakan untuk memotong pisang menjadi ukuran kecil-kecil sebelum
dilarutkan kedalam bahan natrium metabisulfit.
3) Alat perajang. Alat ini digunakan untuk memotong kulit pisang dengan
kapasitas yang banyak.
4) Saringan/ayakan sebagai alat untuk menyaring/mengayak hasil tepung, guna
mendapatkan tepung yang baik dan halus serta berkualitas (80 mesh)
5) Oven digunakan dalam proses pembuatan tepung pisang dalam proses
pengeringan.
6) Plastik kemasan untuk membungkus tepung pisang telah jadi.

3.3. Proses pembuatan
1) Pemotongan
Pisang yang telah dikupas dipotong-potong melintang atau menyerong.
Semakin kecil ukuran potongan semakin baik, karena akan semakin cepat kering
jika dikeringkan.
2) Perendaman
Rendam potongan kulit pisang dalam natrium metabisulfit kurang lebih 30
menit kemudian tiriskan. Natrium metabisulfit berfungsi untuk menghambat
terjadinya proses oksidasi pada kulit pisang yang dapat mencegah timbulnya
pencoklatan pada kulit pisang sehingga tepung akan lebih bersih.
3) Pengeringan
Keringkan kulit pisang. Untuk proses pengeringan lebih cepat dilakukan
dengan oven dengan suhu 60 celcius ( 1 kg di oven selama 40 menit). pengeringan
dilakukan sampai bahan benar-benar kering dengan tanda mngerasnya bahan, tapi
mudah dipatahkan (rapuh). Hasil pengeringan ini disebut dengan potongan pisang
kering (gaplek pisang).
4) Penyimpanan gaplek pisang
Gaplek pisang dapat disimpan lama, jika bahan disimpan pada wadah
tertutup yang tidak dapat dimasuki oleh uap air dan serangga. Disarankan
menggunakan kantong plastik tebal untuk mengemas gaplek pisang, kemudian
kantong tersebut dimasukkan ke dalam kotak kaleng yang dapat ditutup rapat.
5) Penggilingan
Gaplek pisang digiling dengan alat penggiling, sampai halus. Hasil
penggilingan kemudian diayak
6) Pengayakan (sreening)
Pengayakan tepung pisang dilakukan dengan ayakan/ saringan plastik
dengan ukuran 80 mesh, tepung pisang yang lolos ayakan merupakan hasil dari
produk tepung pisang.
7) Penyimpanan dan pengemasan tepung pisang
Tepung pisang harus disimpan pada wadah tertutup yang tidak dapat
dimasuki oleh uap air dan serangga. Digunakan kantong plastic tebal untuk
mengemas tepung pisang.



Gambar 1 : Skema proses pembuatan tepung kulit pisang raja









Kulit pisang
Pemotongan
Perendaman (natrium
metabisulfit)
pengeringan (oven)
penggilingan
pengayakan (screening)
Tepung kulit pisang
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. HASIL KEGIATAN ( PRODUK )
Produk yang dihasilkan pada kegiatan ini adalah tepung kulit pisang yang
halus dan berkualitas. Ciri-ciri dari produk yang kami buat yaitu sebagai berikut :
1) Warna : Menghasilkan warna yang putih tidak berbeda jauh dengan tepung
terigu.
2) Kelembutan : Tingkat kelembutan yang dihasilkan juga sangat halus bahkan
melebihi tepung terigu
3) Rasa : Rasa yang dihasilkan dati tepung kulit pisang sedikit hambar jika
dicoba untuk membuat makanan dengan menggunakan Bahan ini secara
mutlak.Tepung ini masih lebih baik jika dicampur dengan tepung terigu
4) Kekenyalan : Tepung kulit pisang ini lebih kenyal karena bahan yang
digunakan juga sudah lentur (banyak mengandung pati)
5) Ketahanan : Tepung kulit pisang lebih tahan lama.
4.2. PEMBIAYAAN KEGIATAN
Untuk menjalani usaha kegiatan ini pastinya akan membutuhkan modal
awal untuk menyediakan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan
tepung kulit pisang.
NO JENIS
PERALATAN
HARGA
SATUAN
JUMLA
H
BIAYA
1 OVEN

RP.400.000 1 RP.400.000
2 ALAT
PENGGILING
RP. 170.000 1 RP. 170.000
3 ALAT PERAJANG RP. 380.000 1 RP.380.000
4 WAJAN RP.50.000 2 RP.50.000
5 BASKOM RP.15.000 2 RP.30.000
6 PISAU RP.5.000 2 RP.10.000
7 TALENAN RP. 5000 1 RP.5000
TOTAL BIAYA RP.1.045.000

NO KOMPONEN JUMLA
H/BLN
BIAYA(RP)
1 BAHAN BAKU
KULIT PISANG RAJA @RP.1500/KG 200KG 300.000
NATRIUM METABISULFIT
@RP.20.000/KG
8KG 60.000
2 GAJI PEGAWAI 2 0RANG 1000.000
3 AIR 50.000
4 LISTRIK 100.000
5 PLASTIK KEMASAN PRINTING
@750/LEMBAR
225 168.750
6 TRANSPORTASI 150.000
7 BIAYA PROMOSI DAN
PEMASARAN
100.000
TOTAL BIAYA 1.928.750


4.3. PERANCANGAN PEMASARAN / KONSEP STRATEGI
1. Pemasaran
Pemasaran produk tepung kulit pisang dapat dibagi menjadi dua klasifikasi
lahan usaha yakni:
a) Secara langsung
Segmen pasar yang dibidik untuk permulaan kegiatan produk dari tepung
kulit pisang ini yaitu tetangga dan juga warung-warung kecil yang ada di dekat
rumah. Dikalangan tetangga dan juga warung-warung kecil diperkirakan dengan
jumlah 80 penduduk yang 60 % nya adalah ibu rumah tangga serta pengusaha
makanan kecil. Palembang merupakan sentra kota yang cukup besar sehingga
kawasan pemasarannya juga meliputi minimarket, pasar lokal, maupun
supermarket.
b) Secara tidak langsung
Pemasaran virtual dlaksanakan melalui teknologi jaringan. Website
diluncurkan untuk promosi secara internasional. Pemasaran dunia maya juga
dilaksanakan dengan bergabung pada situs jejaring sosial sehingga produk akan
semakin mudah dikenal. Estimasi dari adanya pemasaran pada dunia maya akan
memberikan dorongan untuk perluasan pasar sebesar 25% per kwartal dan
probabilitas pemasaran ke luar negri sebesar 1%.
2. Penetapan harga
Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan
produk. Dalam massa krisis saat ini, harga menjadi faktor yang sangat utama bagi
seseorang dalam membeli suatu produk.oleh karena itu pemanfaatan kulit limbah
pisang raja ini dnilai lebih ekonomis dari pada tepung terigu biasa, sehingga
harganya terjangkau disemua kalangan, terutama kalangan menengah kebawah.
Selain itu juga strategi penetapan harga harus sangat diperhitungkan dalam
memulai suatu usaha. Strategi penetapan harga dibagi menjadi dua cara yaitu
harga grosir serta harga retail. Perbedaan harga grosir dan retail (harga eceran)
untuk franchising produk demi meningkatkan nilai penjualan dan memenangkan
kepercayaan konsumen.
3. Periklanan dan Promosi
Periklanan merupakan salah satu usaha promosi pengenalan produk pada
masyarakat luas. Dari sisi pemasaran, aspek promosi yang sudah direncanakan
sangatlah berperan. Langkah awal promosi yang dilakukan untuk menarik minat
para konsumen adalah dengan membagikan sampel produk khusus promosi secara
gratis. Dengan harapan masyarakat dapat mengenal dan tertarik untuk
menggunakan tepung dari kulit pisang ini. Selain itu dengan cara menyebarkan
iklan pada berbagai media massa mulai dari media cetak, elektronik, hingga
jaringan internet mengenai produk yang dihasilkan. Dalam periklanan, perusahaan
kami lebih mengutamakan segi kualitas, fungsi dan manfaatnya.

4. Tempat Produksi
Tempat produksi dapat dilakukan di rumah pengusul. Tempat produksi
cukup strategis karena berada di tengah kota dan dekat dengan pasar maupun
supermarket, sehingga memudahkan dalam membeli bahan-bahan yang
diperlukan dalam pembuatan tepung kulit pisang. Dan juga lokasi pembuatan
tepung ini dekat dengan warung-warung, minimaret dan pasar. Sehingga
memudahkan dalam pemasarannya.
4.4. PERHITUNGAN EKONOMI
1. TOTAL CAPITAL INVESMENT
HARGA PERALATAN:
NO JENIS
PERALATAN
HARGA
SATUAN
JUMLAH
BIAYA
1 OVEN

RP.400.000 1 RP.400.000
2 ALAT
PENGGILING
RP. 170.000 1 RP. 170.000
3 ALAT PERAJANG RP. 380.000 1 RP.380.000
4 WAJAN RP.50.000 2 RP.50.000
5 BASKOM RP.15.000 2 RP.30.000
6 PISAU RP.5.000 2 RP.10.000
7 TALENAN RP. 5000 1 RP.5000
HARGA TOTAL RP.1.045.000
FIX CAPITAL INVESMENT :
TOTAL HARGA PERALATAN RP.1.045.000
SEWA BANGUNAN RP.6.000.000
BIAYA LAIN-LAIN RP.200.000
RP.7.245.000
WORKING CAPITAL INVESMENT(15% FCI): RP.180.000
TOTAL CAPITAL INVESMENT RP.7.425.000


2. TOTAL PRODUCTION COST (TPC)
NO KOMPONEN JUMLA
H/BLN
BIAYA(RP)
1 BAHAN BAKU
KULIT PISANG RAJA @RP.1500/KG 200KG 300.000
NATRIUM METABISULFIT
@RP.20.000/KG
8KG 60.000
2 GAJI PEGAWAI 2 0RANG 1000.000
3 AIR 50.000
4 LISTRIK 100.000
5 PLASTIK KEMASAN PRINTING
@750/LEMBAR
225 168.750
6 TRANSPORTASI 150.000
7 BIAYA PROMOSI DAN
PEMASARAN
100.000
TOTAL BIAYA TPC 1.928.750

3. PENJUALAN PRODUK
Produksi tepung kulit pisang perbulan= 300kg - kadar air pada kulit pisang
=300- (10% x125 kg)
=270 kg tepung kuit pisang
Harga jual = RP. 8000/KG
Penjualan per bulan = RP. 2.160.000
TPC (Total production cost) = 1.928.750
Profit = Penjualan per bulan-TPC
= RP. 2.160.000-1.928.750
=RP.231.250
Pajak = 25 % (profit)
=RP. 57.812
Profit setelah pajak =RP. 173.500


4. Penentuan Break Even Point (BEP)
BEP dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut:
BEP
harga produksi
=



=


= Rp7143.5
Artinya, pada tingkat harga sebesar Rp. 7143.5 usaha ini berada pada titik
impas.
BEP
volume produksi
=


=



= 242 kg

Artinya, pada jumlah volume produksi sebanyak 242 kg, perusahaan tidak
mengalami keuntungan dan kerugian (impas).

5. Laju pengembalian modal
Rate of return invesment (ROR)
ROR = Keuntungan setelah pajak x 100 %
TCI
= RP. 173.500 X 100 %
RP.7.425.000
= 2.3367 %








BAB V
KESIMPULAN
KESIMPULAN
1) Tepung dapat dibuat dengan bahan dasar limbah kulit pisang raja dengan
bahan-bahan pendukung lainnya.
2) Natrium metabisulfit berfungsi untuk menghambat terjadinya proses oksidasi
pada kulit pisang yang dapat mencegah timbulnya pencoklatan pada kulit
pisang sehingga tepung akan lebih bersih
3) Pembuatan tepung relatif mudah dan cepat, sehingga bisa dibuat oleh siapa
saja.
4) Bahan-bahan pembuatan dan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan
tepung mudah didapatkan.
5) Dengan kita mengolah limbah kulit pisang dapat mengurangi tingkat
penumpukan sampah di lingkungan.

















DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. Statistik Pertanian Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan
Provinsi Kalimantan Barat. 2006. BPS. Kalimantan Barat.
Buletin Teknopro Holtikultura. Edisi 72, Juli 2004. Direktorat Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Holtikultura.
Kristy.Doupistel.(http://kristynote.blogspot.com/2013/01/dokupistel-donat-kulit-
pisang-wortel.html diakses pada tanggal 28 mei 2013)
Noviagustin,leyla.dkk(http://himdikafkipuntan.blogspot.com/2008/05/pemnfaatan
-limbah-kulit-pisang-sebagai.html diakses pada tanggal 28 mei 2013)
Puspita, wilda prima. Pembuatan tepung kulit pisang.
(http://mizzpurple20.wordpress.com/2012/11/14/pembuatan-tepung-dari-
kulit-pisang/ di akses pada tanggal 28 mei 2013.)
Suyani, Hamzar. 1991. Kimia dan Sumber Daya Alam. Padang: Universitas
Andalas.
Zalniriki.Tepung kulit pisang.(http://zalniriki.blogspot.com/2009/10/tepung-kulit-
pisang-sebagai-pengganti.html diakses pada tanggal 20 mei 2013)