Anda di halaman 1dari 23

TEKNIK PENULISAN LAPORAN PENELITIAN

II. Keputusan-keputusan tentang metode


A. Ketetapan metode
1. Bagaimana caranya sehingga metode yang diguna-kan mengikuti
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan?
2. Kelebihan dan kekurangan apakah yang ada pada metode yang digunakan
sehubungan dengan tujuan penelitian?
B. Keputusan-keputusan desain dan sampling apakah yang telah dibuat, apa
alasannya, dan apa konsekuensinya?
1. Situasi yang disampel
2. Periode waktu yang disampel
3. Orang-orang yang disampel
III. Presentasi data
A. Deskripsi informasi tentang program
1. Riwayat dan asal-usul program penelitian
2. Kegiatan program, proses dan tujuan
3. Ciri-ciri subjek
B. Deskripsi penemuan yang diorganisasi di sekitar pertanyaan-pertanyaan
penelitian dan pemakai informasi
1. Informasi deskriptif atas dasar pengamatan dan atau wawancara. Apa yang
terjadi? Apa yang dikatakan?
2. Sediakan informasi apa saja yang diperlukan pembaca ke dalam situasi
yang diuraikan dan teliti.
C. Analisis data
1. Penyajian pola, tema, kecenderungan, dan motivasi yang muncul dari data
2. Penyajian kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi
a. tipologi yang disusun oleh subjek untuk menjelaskan dunianya
b. tipologi yang disusun oleh peneliti
D. Penafsiran dan penjelasan
1. Kaitan-kaitan antara kategori dan dimensi
2. Hubungan-hubungan antara hal-hal yang berkaitan dan bagian-bagian yang
bebas
3. Persoalan yang berkaitan dengan sebab dan konse-kuensinya, termasuk
hipotesis tentang hubungan antara proses dan hasil
IV. Validasi dan verifikasi penemuan
A. Rincian tentang pelaksanaan metode dan pelaporan pada setiap tingkatan awal
dari prosedur yang diharap-kan.
Bagaimana studi itu dilakukan?
Bagaimana pengumpulan data sebenarnya?
B. Derajat kepercayaan penemuan
1. Pembahasan tentang hipotesis alternatif dan alter-natif pembahasan
2. Analisis kasus-kasus negatif yang menunggu
3. Triangulasi: a. metode, b. sumber, c. peneliti
4. Pengaruh peneliti - peranan pribadi dan perspektif peneliti
5. Salinan setiap reaksi subjek atau lainnya yang telah menelaah jalannya
studi
V. Kesimpulan dan rekomendasi (atas permintaan tertentu, bagian ini kadang-kadang
ditempatkan pada bagian pertama laporan agar pengambil keputusan langsung
memperhatikannya)
A. Apa sajakah penemuan-penemuan penting?
B. Apa saja implikasi dari penemuan-penemuan tersebut?
C. Apa sajakah rekomendasi-rekomendasi yang diajukan
1. Rekomendasi dari pihak subjek
2. Rekomendasi dari pihak peneliti
Kerangka tersebut di atas sudah berbicara tentang isinya sehingga tidak perlu
dipersoalkan lagi. Di pihak lain, ada juga penulis yang mengungkapkan kerangka
penelitian, walaupun tidak lengkap, sebagaimana yang dikemukakan berikut ini.
Lincoln dan Guba (1985:362-363) dalam buku mereka tidak mengemukakan
kerangka lengkap sewaktu membahas tentang pelaporan studi kasus. Mereka
menyajikan kerangka dua dimensi penting yang harus ada dalam laporan, yaitu bagian
substantif dan bagian metodologis. Kerangka dasar kedua dimensi tersebut
diperlihatkan dalam Tabel 6.
TABEL 6:
Isi Laporan 'Studi Kasus'
Aspek-aspek Maksud Pelaksanaan Modifikasi
Pertimbangan Substantif
Masalah, evaluan, atau pilihan
kebijaksanaan
Konteks atau latar
Transaksi
Hal-hal yang menonjol
Hasil
Pertimbangan Metodologis
Peneliti
Metode Keabsahan data

Maksud, pelaksanaan, dan modifikasi dalam kolom-kolom pada Tabel 6
menunjukkan adanya sesuatu yang diharapkan semula dari segi unsur-unsur substantif
maupun metodologi. Harapan itu dilaksanakan pada latar penelitian yang sebenar-nya
dan, bila ada perbaikan-perbaikan tertentu, disajikan pada kolom terakhir. Selanjutnya,
menurut kedua penulis tersebut bagian substantif berisi hal-hal sebagai berikut:
Rumusan masalah, evaluan, atau pilihan kebijaksanaan yang terjadi dalam studi.
Rumusan secara teliti tentang konteks atau latar tmpat penelitian diadakan dan
tempat inkuiri memperdulikannya. Hal inilah yang membentuk "uraian tebal seperti
yang sudah diuraikan di muka.
Pembahasan tentang hal-hal yang menonjol yang ditemukan di lapangan ialah
tentang unsur-unsur yang ditemukan sebagai hal penting dan yang diteliti secara
mendalam.
Diskusi tentang hasil penelitian sebagai bahan "pelajaran yang dapat dipelajari" dari
penelitian. Pembaca hendaknya memperhatikan bahwa pelajaran itu bukan
merupakan gene-ralisasi, melainkan "hipotesis kerja" yang menghubung-kannya
dengan arah pengertian dengan tempat penelitian.
Bagian metodologi yang dapat dimasukkan ke dalam isi maupun pada lampiran
berisi hal-hal sebagai berikut:
Uraian secara teliti tentang derajat kepercayaan peneliti. Jika memang manusia
peneliti itu bertindak sebagai "alat penelitian", maka menjadi hak pembaca untuk
mengetahui informasi tentang "alat" itu sebagaimana layaknya pada penelitian
konvensional. Yang dikemukakan ialah jenis latihan dan pengalaman yang pernah
disandangnya, pernyataan tentang keinginan dan harapan-harapannya, dan ke-
mencengan terhadap masalah atau latar yang hendaknya dikemukakan sejauh
memang ia berpendapat demikian.
Uraian secara teliti tentang metode-metode yang digunakan mencakup hakikat
upaya "membuka" desain.
Uraian secara teliti tentang ukuran-ukuran yang digunakan untuk meningkatkan
kemungkinan keabsahan data penelitian yang derajat keabsahannya dikaitkan
dengan berbagai tempat, dan akhirnya pemeriksaan secara khusus, dilakukan
dengan pengecekkan anggota dan auditing.
Di atas telah dikemukakan satu kerangka lengkap dan yang lainnya hanya
berupa kerangka inti. Sebagai pembanding kiranya perlu dikemukakan suatu kerangka
lain berupa isi laporan studi yang sebenarnya. Di bawah ini dikemukakan "Daftar isi"
disertasi yang dibuat oleh Nancy Shism di Ohio State University (1984:vi-vii) dalam
penelitian kualitatif. "Daftar Isi" tersebut dianalisis, kemudian kerangka umumnya dapat
dicari lalu disajikan. "Daftar Isi" itu, setelah diterjemahkan, berikutnya dikemukakan
berikut ini.

DAFTAR ISI
Hal
PENGABDIAN ........................................................................................................... ii
UCAPAN TERIMA KASIH ......................................................................................... iii
RIWAYAT HIDUP ...................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... viii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
Latar Belakang Studi ........................................................................................... 3
Lingkungan Ideal bagi Guru untuk Belajar .......................................................... 9
Pembatasan Studi ............................................................................................... 16
Maksud Studi ...................................................................................................... 18
BAB II. PENELAAHAN KEPUSTAKAAN ................................................................... 19
Suatu gambaran padat menyeluruh .................................................................... 25
Petunjuk untuk Studi ini ...................................................................................... 44
BAB III. METODOLOGI ............................................................................................. 46
Latar .................................................................................................................... 48
Entri .................................................................................................................... 51
Desain ................................................................................................................. 52
Kehadiran Penyidik ............................................................................................. 54
Pencatatan Data ................................................................................................. 57
Analisis Data ....................................................................................................... 58

BAB IV. SD RIVERSIDE ........................................................................................... 61
Gambaran Umum tentang Sekolah ..................................................................... 61
Pengembangan Guru di Riverside ...................................................................... 68
BAB V. PERTUMBUHAN ETIKA ...............................................................................
Guru dan Pertumbuhan ......................................................................................
Konteks Pertumbuhan di Riverside ..................................................................... 85
BAB VI. PEMUSATAN BELAJAR PADA PESERTA DAN WAKTU ........................... 97
Pemusatan Belajar pada Peserta ....................................................................... 98
Waktu .................................................................................................................. 115
BAB VII. TANTANGAN, UMPAN BALIK, DAN SUMBANGAN .................................. 123
Tantangan ........................................................................................................... 124
Umpan Balik ....................................................................................................... 134
Sumbangan ........................................................................................................ 142
BAB VIII. INTERAKSI SEJAWAT .............................................................................. 156
Jenis Interaksi ..................................................................................................... 156
Kesempatan untuk Berinteraksi .......................................................................... 162
Nilai-nilai sekitar Interaksi ................................................................................... 164
BAB IX. EKSPERIMENTASI DAN REFLEKSI .......................................................... 173
Eksperimentasi ................................................................................................... 173
Refleksi ............................................................................................................... 182
BAB X. PEMBAHASAN DAN IMPLIKASI .................................................................. 189
Dorongan Perkembangan Suatu Pengaruh Penting Implikasi ......................... 190
Implikasi .............................................................................................................. 196
Pertanyaan besar ................................................................................................ 207
Butir-butir untuk Perbandingan ........................................................................... 215
Kata Akhir ........................................................................................................... 224
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 227
LAMPIRAN
A. Refleksi Metodologis ........................................................................................... 236
B. Surat Refleksi Pertama ....................................................................................... 256

Jika "Daftar Isi" tersebut di atas ditelaah, maka sebagai laporan hasil penelitian
berisi enam bagian. Keenam bagian tersebut bila disusun dalam Kerangka Hasil
Penelitian. bentuknya dapat dipaparkan seperti berikut ini.
I. Latar belakang, harapan, pembatasan, dan tujuan penelitian (Bab I)
II. Penelaahan Kepustakaan (Bab II)
III. Metodologi (Bab III) yang mencakup: latar, entri, desain (langkah-langkah
penelitian), kehadiran peneliti, pen-catatan data, dan analisis data
IV. Gambaran menyeluruh tentang latar penelitian (Bab IV) yang berisi gambaran
Umum tentang lokasi dan subjek
V. Uraian tentang konsep-konsep menurut tema (Bab IV) yang mencakup
kesesuaian teori tentang konsep yang berasal dari data
VI. Pembahasan dan implikasi (Bab X) termasuk kesimpulan
Jika ditelaah secara teliti, yang tidak nampak secara jelas dalam kerangka ini
ialah pemeriksaan keabsahan data. Namun, setelah mempelajari isi disertasi tersebut,
ternyata hal itu terdapat secara eksplisit pada uraian tentang metodologi. Selain itu
rumusan masalah tidak jelas.
Pembaca yang mempelajari kerangka dan isi laporan penelitian seperti yang
dijelaskan tersebut di atas tentunya akan bertanya: manakah yang dapat diikuti?
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut sukar dikemukakan karena pada dasarnya
kerangka itu tidak ada satu pun yang tanpa kekurangan. Berlandaskan hal tersebut dan
atas -dasar prinsip saling me-lengkapi, penulis mencoba mensintesiskan kerangka-
kerangka tersebut dan menyajikan seperti di bawah ini. Perlu dikemukakan bahwa
sebagaimana kerangka dan isi yang terdapat pada kerangka-kerangka tersebut di atas,
jelas "Tidak akan ada gading tidak ada retaknya". Dengan demikian para pembaca
yang akan memanfaatkannya hendaknya mempelajarinya dengan seksama dan jika
masih merasakan adanya kekurangan, sebaiknya diadakan penyempurnaan.
KERANGKA LAPORAN PENELITIAN
I. Latar Belakang, Masalah, dan Tujuan Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian
1. Asal mula diselenggarakannya penelitian
2. Alasan diadakannya penelitian
3. Penelitian ini diadakan oleh siapa
4. Apakah penelitian ini diadakan secara perseorang-an ataukah oleh tim
peneliti, siapa dan bagaimana penentuannya?
B. Masalah dan Pembatasan Penelitian
1. Fokus Sebagai Pembatasan Penelitian
2. Pertanyaan-pertanyaan Penelitian
3. Alasan (untuk menjawab mengapa pertanyaan-pertanyaan ini yang
diajukan)
C. Tujuan, Kegunaan, dan Prospek Penelitian
1. Tujuan Penelitian
2. Kegunaan Pelaksanaan dan Hasil Peneliti
3. Prospek Penelitian (berupa tindakan-tindakan yang diperkirakan atau
kepustakaan-kepustakaan yang akan diambil sebagai akibat hasil penelitian
ini)

II. Acuan Teori
A. ..................(Judulnya sesuai Fokus Penelitian)
1. ....................(Subjudulnya sesuai Sub-fokus 1)
2. ....................(Subjudulnya sesuai subfokus 2)
B. ....................Petunjuk untuk Studi ini
III. Metodologi
A. Deskripsi Latar Penelitian, Entri, dan Kehadiran Peneliti
1. Deskripsi latar penelitian
2. Tahap-tahap dan jadwal waktu penelitian
3. Sampling: Situasi dan Subjek
B. Deskripsi Peneliti Sebagai Alat dan Metode yang Digunakan
C. Tahap-tahap Penelitian dan Sampling
1. Tahap-tahap dan jadwal waktu penelitian
2. Sampling: Situasi dan Subjek
D. Proses Pencatatan dan Analisis Data
1. Proses pencatatan data
2. Proses analisis data
IV. Penyajian Data
A. Deskripsi Penemuan (yang diorganisasikan di sekitar pernyataan-pernyataan
penelitian dan pemakai informasi)
1. Deskripsi informasi: Hasil pengamatan atau wawancara (Apa yang terjadi?
Apa yang dikatakan?)
2. Deskripsi informasi lainnya (berasal dari dokumen, foto, dan Iain-lain)
B. Deskripsi Hasil Analisis Data
1. Penyajian pola, tema, kecenderungan dan motivasi yang muncul dari data
2. Penyajian kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi (tipologi yang disusun
oleh untuk menjelaskan dunianya dan yang disusun oleh peneliti)
C. Penafsiran dan Penjelasan
1. Hipotesis kerja: Kaitan-kaitan antara kategori dengan dimensi; antara
konsep dengan konsep
2. Persoalan yang berkaitan dengan sebab dan konsekuensinya (dengan
"konsep" yang saling mempertajam)
V. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
A. Perpanjangan Kehadiran Pengamat
B. Diskusi Rekan Sejawat
C. Analisis Kasus Negatif
D. Kecukupan Referensial
E. Triangulasi: Metode, Sumber, Peneliti
F. Pengecekan Anggota
G. Auditing
VI. Kesimpulan dan Rekomendasi
A. Apa sajakah penemuan-penemuan penting?
B. Apa saja implikasi dari penemuan tersebut?
C. Apa sajakah rekomendasi-rekomendasi yang diajukan?
1. Rekomendasi dari pihak subjek
2. Rekomendasi dari pihak peneliti
Seperti yang dikemukakan di atas, selain kemungkinan adanya kekurangan,
peranan pembimbing atau konsultan peneliti juga akan menentukan penyusunan
kerangka laporan penelitian. Dengan kata lain, model yang disajikan di atas dapat
secara luwes dimanfaatkan dengan kemungkinan adanya penyesuaian-penyesuaian
tertentu.
C. Teknik dan Strategi Penulisan Laporan
Sudah disinggung di atas bahwa peneliti dituntut untuk menguasai kemampuan
menyusun laporan. Dengan demikian, jika akan memenuhi tuntutan itu, mempelajari
kerangka sebagai yang dikemukakan di atas belumlah cukup. Persoalan lain yang perlu
dipahami ialah bagaimana teknik dan strategi penulisan laporan.
Pembahasan mengenai teknik dan strategi dalam penulisan laporan dalam
bagian ini mencakup langkah-langkah penulisan dan teknik penulisan.
1. Langkah-langkah Penulisan Laporan
Lincoln dan Guba (1985:366-368) membagi langkah-langkah penulisan itu ke dalam
dua tahap besar, yaitu tahap awal dan kemungkinan adanya hipotesis alternatif atau
pembanding. Auditor harus memperhatikan kegunaan struktur kategori dalam hal
kejelasannya, daya penjelasnya, dan kesesuaiannya dengan data. Auditor juga perlu
melakukan penilaian terhadap derajat ketelitian peneliti dan apakah ada
kemelencengan, memperhatikan terminologi peneliti dan apakah dilakukan atas dasar
teori dari-dasar, apakah terlalu berlebihan menonjolkan pengetahuan a priori peneliti
dalam konseptualisasi temuan, dan menelaah apakah ada atau tidak instrospeksi.
Terakhir, auditor menelaah kegiatan peneliti dalam melaksanakan pemeriksaan
keabsahan data, misalnya bagai-mana peneliti menggunakan triangulasi, analisis kasus
negatif, dan Iain-lain secara memadai. Jika auditor selesai melakukan pekerjaannya
pada tahap ini, maka dia sudah siap mengambil keputusan tentang keseluruhan
kepastian studi, yaitu yang berkaitan dengan sejauh mana data dan penafsirannya
didasarkan atas data daripada hanya sebagai usaha konstruksi sendiri.
Dalam halnya dengan pemeriksaan kriteria kepastian, dalam pemeriksaan
terhadap kriteria kebergantungan terdapat beberapa langkah kecil. Pertama-tama,
auditor berurus-an dengan kecukupan keputusan inkuiri dan pemanfaatan
metodologinya. Dalam hal ini auditor berusaha memenuhi patokan, apakah keputusan
inkuiri dan metodologinya ditemukan, diperiksa, dan ditunjang. Kemelencengan peneliti
juga ditelaah untuk menetapkan sejauh manakah peneliti terlalu cepat mengakhiri suatu
kegiatan pengumpulan data. Hal itu perlu dilakukan karena hal demikian berarti peneliti
lebih percaya pada pengetahuan a priori-nya sendiri. Juga auditor perlu menelaah:
Sejauh manakah seluruh data telah dimanfaatkan dalam analisis, dan sejauh manakah
setiap bidang yang tercakup secara beralasan sudah ditelaah oleh peneliti? Juga
sejauh manakah tindak-tanduk peneliti dipengaruhi oleh persoalan praktis seperti
pengaruh 'sponsor' penelitian atau karena pengaruh subjek? Sejauh manakah peneliti
telah berusaha menemukan kasus negatif dan data positif? Jika sekiranya ditemukan
peneliti telah bekerja sama dengan subjek, perlu dicatat. Pengaruh perasaan dan emosi
dari pihak peneliti perlu pula diperiksa. Keputusan tentang sampling dan proses
triangulasi perlu juga ditelaah. Terakhir, unsur-unsur rancangan penelitian yang muncul
dari penelitian agar juga diperiksa, dan auditor hendaknya mencatat jika sekiranya
terjadi hambatan atau ketidakstabilan. Jika auditor telah selesai dengan seluruh tugas
ini, maka ia kini sudah siap mengakhiri pemeriksaannya tentang kebergantungan.
Tahap terakhir rentetan auditing ini ialah mengakhiri auditing itu sendiri. Pada
tahap ini ada dua hal yang perlu dikerjakan oleh auditor, yaitu memberikan umpan balik
dan berunding dengan auditi, yaitu si peneliti itu sendiri, dan menuliskan laporan hasil
pemeriksaannya. Sebelum seluruh penyusunan laporan diakhiri, sesuai dengan
haknya, auditi berhak mempelajari isi laporan tersebut terlebih dahulu. Hasil
penelaahan auditi dibicarakan dan dibahas bersama. Maksudnya ialah agar auditi dapat
mengetahui bahwa langkah-langkah yang ada dalam perjanjian telah dilakukan
seluruhnya. Jika dari sisi auditi terlihat adanya kekeliruan, hal itu dapat dibicarakan
untuk kemudian diperbaiki. Dalam hal keduanya tidak terdapat kesesuaian pendapat,
auditor tetap berhak untuk menyajikan laporannya, sedangkan auditi dapat memberikan
catatan khusus mengenai hal itu. Jika proses itu telah dilaksanakan, maka perundingan
tentang temuan auditing dibicarakan, apa saja kekurangannya dan bagaimana cara
mengatasinya.

Pemanfaatan Pemeriksaan Keabsahan Data dalam Proposal dan dalam Skripsi,
Tesis, dan Disertasi
Sewaktu menulis proposal penelitian bagi para peneliti kualitatif Pemeriksaan
Keabsahan data ini sudah harus dinyatakan pada bagian akhir proposal. Hal ini penting
karena pertanggung-jawaban kepercayaan data terletak pada kriteria dan teknik
pemeriksaan keabsahan data. Jadi sejak proposal penelitian Pemeriksaan keabsahan
data ini sudah harus dinyatakan dan direncanakan teknik apa saja yang digunakan.
Sewaktu menyelenggarakan penelitian setiap langkahnya sebaiknya dilakukan
teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil pencatatan penggunaan teknik pemeriksaan
keabsahan data tersebut harus dipertanggung-jawabkan dalam penulisan skripsi (SI),
tesis (S2) dan disertasi (S3). Pada bagian atau bab tentang metodologi penelitian apa
yang dirancang pada proposal penelitian hal itu dinyatakan. Pada bagian akhir hasil
penelitian diceriterakan secara singkat tentang proses yang digunakan dalam rangka
pemeriksaan keabsahan data. Beberapa contoh hasil pemeriksaan keabsahan data itu
kemudian dicantumkan sebagai Lampiran dari penelitian itu.

Rangkuman
Bab ini menyajikan kriteria dan teknik pemeriksaan keabsahan data yang sebagaimana
sudah dikemukakan pada pendahuluan, merupakan faktor yang menentukan dalam
penelitian kualitatif. Tiga pokok persoalan yang dibahas ialah alasan dan acuan, kriteria,
dan teknik pemeriksaan keabsahan data. Bagian alasan dan acuan mempersoalkan
menga-pa diperlukan pemeriksaan keabsahan data dengan menyajikan kelemahan
'validitas' dan 'reliabilitas' data secara konvensional. Uraian tentang teknik pemeriksaan
keabsahan data mengacu pada konsep baru untuk memperbaharui dan mengacu pada
teknik yang disodorkan oleh ahli inkuiri alamiah.
Pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas kriteria tertentu. Kriteria itu terdiri
atas derajat kepercayaan (kredibilitas), keteralihan, kebergantungan, dan kepastian.
Masing-masing kriteria tersebut menggunakan teknik pemeriksaan sendiri-sendiri.
Kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan datanya dilakukan dengan teknik
perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan anggota.
Kriteria kebergantungan dan kepastian pemeriksaan dilakukan dengan teknik auditing.
Masing-masing teknik tersebut diuraikan prinsip dan cara pemanfaatannya.
Latihan 7
1. Daftarkan kemudian uraikan secara singkat, masing-masing tidak lebih dari
setengah halaman, seluruh kriteria keabsahan data.
2. Susunlah secara tertulis, masing-masing tidak lebih dari setengah halaman, seluruh
teknik pemeriksaan berikut:
a) perpanjangan keikut-sertaan;
b) ketekunan pengamatan,
c) triangulasi,
d) pengecekan sejawat,
e) kecukupan referensial,
f) kajian kasus negatif,
g) pengecekan anggota, h) uraian rinci,
h) auditing.
3. Adakan pengamatan secara singkat, sekitar 30 menit, terhadap suatu situasi sosial
yang menarik perhatian Anda. Kemudian adakanlah wawancara terhadap dua
orang yang diamati Sesudah itu buatlah catatan lapangan dari hasil pengamatan
dan hasil wawancara tersebut, masing-masing sepanjang tiga halaman." Gunakan
dan adakanlah pemeriksaan terhadap keabsahan data tersebut dengan
menerapkan seluruh teknik pemeriksaan tersebut di atas.

BAB 8
Teknik Penulisan Laporan Penelitian
Setelah selesai mempelajari bab ini Anda dapat:
Menuliskan kerangka laporan penelitian, kemudian menguraikan secara singkat isi
setiap pokok dan subpokok bahasan kerangka tersebut.
Menjelaskan secara singkat langkah-langkah penulisan laporan.
Menjelaskan sekurang-kurangnya empat butir petunjuk penulisan laporan
penelitian.
Menuliskan manfaat penelaahan laporan penelitian.
Mendaftarkan kemudian menguraikan secara singkat kriteria penelaahan laporan
penelitian.
Menjelaskan teknik penulisan ilmiah.
Pendahuluan
Penulisan laporan hasil penelitian tidak terlepas dari keseluruhan tahapan kegiatan dan
unsur-unsur penelitian. Kemampuan melaporkan Hasil penelitian merupakan suatu
tuntutan mutlak bagi seorang peneliti. Hal ini menempatkan kedudukan bab ini menjadi
sesuatu yang tidak kurang pentingnya dibandingkan dengan bab-bab lainnya.
Sehubungan dengan hal itu, bab ini akan membahas berturut-turut bagian-
bagian berikut: fungsi dan bentuk laporan, kerangka dan isi laporan, teknik dan strategi
penulisan laporan, dan terakhir penelaahan hasil penelitian.
Selain itu, pada bab ini ditambahkan suatu pengetahuan baru bagi keperluan
pembaca, terutama bagi yang berminat untuk menulis karya ilmiah terutama dalam
rangka penulisan karya ilmiah. Untuk keperluan itu pada bab ini ditambahkan teknik
penulisan karya ilmiah.
A. Fungsi, Jenis dan Bentuk Laporan Hasil Penelitian
Setiap selesai mengadakan penelitian biasanya peneliti membuat laporan hasil
penelitian. Penulisan laporan hasil penelitian itu berfungsi untuk memenuhi beberapa
keperluan. Pertama-tama, yang banyak dikenal di perguruan tinggi laporan hasil
penelitian itu dimanfaatkan untuk keperluan studi akademis. Setiap kali mahasiswa
akan mengakhiri studi, salah satu tuntutan akademisnya ialah diwajibkan (bagi jalur
tesis) mengadakan penelitian dan menyusun tesis untuk studi SI dan S2, serta disertasi
untuk S3. Penyusunan itu dilakukan di bawah bimbingan dosen mata kuliah keahlian
dan mata kuliah metodologi penelitian.
Di pihak lain, penulisan laporan penelitian dimanfaatkan juga untuk keperluan
perkembangan ilmu pengetahuan sebagai salah satu fungsi penelitian lainnya.
Penelitian demikian biasanya dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian. Ada lembaga
penelitian nasional, yaitu LIPI dan lembaga-lembaga lainnya, lembaga-lembaga di
tingkat daerah, dan lembaga-lembaga penelitian di tingkat perguruan tinggi. Penulisan
laporan hasil penelitian demikian terutama dilakukan untuk keperluan pengembangan
ilmu pengetahuan.
Ada pula penelitian yang dilakukan karena keperluan lembaga masyarakat,
lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu. Dengan kata lain, penelitian
demikian dilakukan untuk keperluan suatu lembaga tertentu. Karena penelitian itu
dilakukan atas "pesanan", maka penyusunan laporan dengan sendirinya disusun untuk
keperluan pesanan tersebut. Ada bahaya yang mengancam bagi penelitian pesanan,
yaitu apabila "pemesan" ikut mengatur "skenario hasil penelitian yang dilakukan".
Dengan kata lain, hasil penelitian akhirnya dipengaruhi oleh pemesan penelitian,
Mungkin untuk keperluan politik tertentu, keperluan strategi dagang, dan semacam itu.
Dalam hal ini peneliti hendaknya tetap berpegang pada etika penelitian sehingga ia
membuat laporan penelitian apa adanya, jadi peneliti hendakya objektif walaupun
dalam banyak hal ia akan menghadapi kesukaran.
Terakhir, penulisan hasil penelitian dapat pula dimanfaatkan untuk keperluan
publikasi ilmiah. Hal ini ada kaitannya dengan fungsi penulisan laporan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, fungsi terakhir ini lebih mengarah pada
publikasi ilmiah karena suatu dorongan tertentu. Seorang peneliti yang bekerja di
lembaga penelitian atau seorang dosen sangat memerlukan "butir kredit" untuk
keperluan mengembangkan karier profesionalnya. Motivasi itu dapat dicapai secara
efektif dan efisien jika seorang peneliti atau dosen melakukan penelitian dan
mempublikasikannya dalam majalah ilmiah.
Fungsi-fungsi penulisan laporan tersebut di atas sangat erat kaitannya dengan
jenis dan bentuk laporan itu sendiri. Jenis laporan pertama ialah jenis laporan yang
dilakukan oleh mahasiswa SI pada akhir tahun masa studinya dan mahasiswa S2 untuk
menulis tesis. Bersamaan dengan itu, maha-siswa tingkat studi S3 diwajibkan
menyusun disertasi. Tesis maupun disertasi mempunyai bentuk khusus yang biasanya
mengikuti aturan dan model tertentu yang ditetapkan oleh suatu perguruan tinggi.
Jenis dan bentuk yang kedua ialah publikasi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti
pada majalah ilmiah seperti jurnal. Tesis dan disertasi mempunyai tata aturan yang
ketat dan kaku dalam pola dan cara penulisannya. Pada bentuk publikasi ilmiah aturan
itu cukup longgar dan penyusun laporan hasil laporan cukup luwes untuk menentukan
sendiri gaya penulisannya, misalnya dengan menyesuaikan pola penulisannya dengan
target audience atau pembacanya.
Jenis dan bentuk ketiga ialah laporan penelitian yang ditujukan kepada para
pembuat keputusan atau kebijaksanaan. Bentuk demikian oleh penulis dinamakan
bentuk eksekutif. Bentuk ini agak lain dibandingkan dengan bentuk pertama karena
pembacanya sekaligus akan menjadi pemakai hasil penelitian, sedangkan waktu dan
kesibukan kegiatan para pemakai hasil penelitian tersebut menyita hampir seluruh
kehidupan profesionalnya. Oleh karena itu, laporan " bentuk seperti itu harus disajikan
secara singkat, namun, tetap padat berisi, tidak boleh dipenuhi dengan jargon-jargon
"ilmiah" yang bagi mereka bisa membosankan, diusahakan agar tetap bersifat
argumentatif dan persuasif.
Bentuk terakhir ialah bentuk tulisan sebagai hasil penelitian yang dilemparkan
kepada masyarakat awam. Yang demikian biasanya dimuat sebagai artikel dalam
koran. Bentuk ini menuntut cara penyajian tersendiri karena pembacanya terdiri atas
orang-orang awam sehingga penyajiannya hendaknya dilakukan secara "ilmiah
populer". Cara penyajian demikian menuntut agar biasanya disusun secara sederhana,
mudah dipahami, singkat, namun harus diusahakan agar inti hasil penemuan tetap
dapat terkomunikasikan kepada para pembacanya.
Fungsi dan bentuk laporan tersebut seharusnya dapat digambarkan secara
singkat dalam kerangka laporan. Namun, pada bagian berikut pembahasan tentang
kerangka dan isi laporan penelitian hanya akan dibatasi pada laporan penelitian bentuk
tesis atau disertasi dan dalam hal-hal tertentu dapat dimanfaatkan untuk publikasi
ilmiah pada umumnya.
B. Kerangka dan Isi Laporan
Bagian ini menyajikan dua kerangka laporan dan sebuah kerangka lainnya yang berupa
daftar isi hasil penelitian. Hasil penelitian terutama berkenaan dengan bentuk tesis atau
disertasi. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan buku ini sehing-ga bentuk lainnya tidak
dipersoalkan. Dengan memanfaatkan prinsip tertentu, ketiga kerangka tersebut
disintesiskan sebagai suatu model yang barangkali dapat dimanfaatkan oleh para
peneliti.
Pertama-tama, Patton (1987:340-342) menyusun kerangka untuk keperluan
penelitian evaluatif dan oleh para penulis buku ini dimodifikasikan ke dalam penelitian
kualitatif biasa yang disajikan sebagai berikut.
Kerangka Laporan Penelitian
I. Tujuan penelitian
A. Konteks penelitian
1. Bagaimana asal mula penelitian dilakukan?
2. Untuk apa penelitian ini?
3. Bagaimana penelitian ini dibiayai?
4. Bagaimana penentuan peneliti?
B. Fokus Penelitian
1. Pertanyaan apakah yang dijawab dalam penelitian ini?
2. Mengapa pertanyaan-pertanyaan ini?
3. Tindakan-tindakan apakah yang diperkirakan atau keputusan-keputusan
apakah yang akan diambil sebagai hasil dari penelitian ini.